Tag: Firdaus

  • Hasil Visum Jasad Mahasiswi UTM yang Dibakar Kekasih di Bangkalan, Tasbih Digital Masih di Tangan

    Hasil Visum Jasad Mahasiswi UTM yang Dibakar Kekasih di Bangkalan, Tasbih Digital Masih di Tangan

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

    TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Keberadaan seorang perempuan tewas dengan tubuh terbakar di bekas tempat sawmil atau pemotongan kayu, Desa Banjar, Kecamatan Galis mulai menapaki titik terang.

    Pihak rumah sakit memastikan bahwa perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan.

    Hal itu disampaikan dokter forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Edy Suharta, SpF usai melakukan serangkaian kegiatan visum terhadap tubuh korban, Senin (2/12/2024).

    Jasad itu tiba di Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD pada Minggu (1/12/2024) sekitar pukul 23.45 WIB.

    “Itu pembunuhan, dibunuh dulu terus dibakar. Banyak sekali tanda-tanda bekas sajam (senjata tajam) terutama di leher, kepala, dan lengan,” ungkap dr Edy.

    Informasi yang berkembang, perempuan tersebut diketahui bernama Een Jumianti yang diduga merupakan warga Tulungagung. 

    Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi pihak kepolisian berkaitan dengan identitas korban.  

    “Usianya sekitar 20 tahun, pihak keluarga (korban) sudah mengetahui. Kemarin sempat mau kami ambil sampel urinenya, tetapi sudah menguap karena luka bakar 80 persen,” pungkasnya.

    Personil gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Unitreskrim Polsek Galis menangkap MMA (21), warga Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, mengenakan peci hitam, atas perkara pembunuhan terhadap EJ (22), warga Kelurahan Purworejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung pada Minggu (1/12/2024). (istimewa)

    Sebelumnya, Kanit V Satreskrim Polres Bangkalan, Ipda Firdiansyah Widyatama Firdaus mengungkapkan, penemuan perempuan tanpa identitas dengan kondisi api masih melalap tubuhnya awalnya ditemukan warga setempat sekitar pukul 20.00 WIB. 

    “Diduga sebagai korban pembunuhan, kondisi korban tadi hasil sementara olah TKP ada luka diduga pembunuhan. Ada luka di tangan korban,” ungkap Firdi saat ditemui di Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan, Minggu (1/12/2024) malam.

    Luka di tangan memang tampak terlihat jelas pada foto yang beredar di sejumlah grup WhatsApp.

    Jemari manis tangan kanan tampak hilang, tampak pula di jemari telunjuk kanan menyerupai mata cincin berwarna merah atau tampak menyerupai tasbih digital.

    Awan kelabu disertai rintik hujan mengiringi langkah Zainal memasuki Polres Bangkalan, Senin (2/12/2024). Pria asal Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung merupakan bapak dari mendiang EJ (22), mahasiswi semester V Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang yang menjadi korban pembunuhan pada Minggu (1/12/2024) malam.

    Mengenakan jaket berwarna hitam dan masker, Zainal hadir ke Gedung Satreskrim Polres Bangkalan didampingi Kepala Desa Purworejo, Darto dan beberapa anggota keluarganya. Zainal juga turut hadir dalam siaran pers di ruang lobi mapolres.

    “Almarhumah adalah anak tunggal, mohon (pelaku) dihukum seberat-beratnya,” singkat Zainal sambil berlalu meninggalkan awak jurnalis.

    Korban EJ dibunuh dengan cara sadis oleh pacarnya, MMA (21), mahasiswa semester VII Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Ibrohimi Kecamatan Galis. Keduanya mulai berpacaran pada Mei 2024 atau baru selama tujuh bulan.

    Jasad EJ ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa di bekas tempat pemotongan kayu di Desa Banjar, Kecamatan Galis, Bangkalan sekitar pukul 20.00 WIB. Sebagian anggota tubuh korban sudah hangus, serta api masih menyala di tubuh korban.

    Diketahui, korban saat itu disampaikan tersangka MMA dalam kondisi hamil dua bulan. Sempat terjadi cekcok antara tersangka dan korban saat melintas Jalan Raya Tanah Merah dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Sebagaimana disampaikan Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya.

    “Di tengah perjalanan keduanya terlibat cekcok mulut masalah kehamilan. Awalnya mereka berangkat dari rumah kos di kota,” ungkap Febri didampingi Wakapolres Bangkalan, Kompol Andi Febrianto serta Kasat Reskrim AKP Heru Cahyo.

    Setiba di pinggir jalan raya Desa Banjar, Kecamatan Galis, lanjutnya, tersangka menghentikan laju motor. Tersangka yang disebutnya terbiasa membawa senjata tajam, sudah tersulut emosi kemudian membacok korban.

    “Pertama dia membacok pada leher, kedua ke arah kepala kepala. Setelah korban jatuh, pelaku gorok leher korban. Untuk menghilangkan jejak, pelaku menarik tubuh korban ke bekas tempat sawmill (pemotongan kayu) dan membeli bensin yang disiramkan ke tubuh korban,” jelas Febri.

    Ia memaparkan, tersangka melakukan pembunuhan setelah korban mengancam akan melaporkan kepada pihak berwajib apabila tidak bertanggung jawab atas kehamilannya. Namun sebelumnya, keduanya sempat bermaksud memijatkan perut korban dengan tujuan untuk menggugurkan kandungannya.

    “Tersangka kami jerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

    Dari perkara tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa handphone yang ditemukan di sekitar TKP, gagang senjata tajam terbuat dari kayu yang ditemukan di sekitar TKP.

    Selain itu, ceceran potongan rambut yang berada di sekitar TKP, dua buah botol parfum yang ditemukan di sebelah kiri posisi mayat/korban, 1 potong pakaian yang digunakan mayat/korban, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy.

    Mewakili keluarga korban, Kepala Desa Purworejo, Darto mengapresiasi langkah Polres Bangkalan yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap korban EJ dalam waktu sesingkat-singkatnya.

    “Saya mohon kepada pihak kampus UTM untuk bisa mengawal proses hukumnya. Saya dan pihak keluarga menyerahkan kepada proses hukum yang berlaku, mudah-mudahan (tersangka) bisa dihukum seberat-beratnya,” ungkapnya.  

    Darto menegaskan, pembunuhan yang dilakukan terhadap EJ merupakan kejahatan yang luar biasa. Apalagi diakui tersangka, bahwa korban saat dilakukan pembunuhan dalam kondisi sdang hamil.

    “Hukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Karena ini merupakan kejahatan yang luar biasa, ada penggorokan, pembakaran. Saya meminta dari semua pihak untuk mengawal proses hukum nya agar bisa dihukum yang seberat-beratnya,” pungkasnya.

  • Tito Karnavian tolak usulan Polri di bawah struktur Kemendagri

    Tito Karnavian tolak usulan Polri di bawah struktur Kemendagri

    Saya berkeberatan

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menolak secara tegas usulan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berada di bawah struktur kelembagaan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    “Saya berkeberatan,” kata Tito dengan tegas saat ditanya perihal wacana tersebut, usai menghadiri agenda Sidang Kabinet Paripurna di ruang Rapat Kabinet, Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

    Saat ditanya terkait latar belakang penolakan itu, Kapolri masa jabatan 13 Juli 2016 hingga 22 Oktober 2019 menyebut bahwa posisi institusi Polri yang saat ini berada secara langsung di bawah Presiden RI merupakan kehendak reformasi.

    “Ya karena dari dulu memang sudah dipisahkan di bawah Presiden, itu kehendak reformasi. Sudah itu saja,” katanya menutup wawancara dengan wartawan.

    Pernyataan Mendagri Tito tersebut, merujuk pada konteks reformasi setelah era Orde Baru di Indonesia yang membawa keputusan untuk memisahkan Polri dari TNI agar Polri menjadi lembaga yang lebih mandiri dan profesional, serta lebih fokus pada tugas-tugas penegakan hukum, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

    Sebelumnya, Polri berada di bawah struktur TNI. Melalui reformasi, Polri ditempatkan langsung di bawah Presiden untuk memastikan akuntabilitas kepada pemimpin sipil tertinggi negara dan menjauhkan pengaruh militer dalam operasionalnya.

    Usulan agar Polri berada di bawah Kemendagri sebelumnya disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus dalam jumpa pers di Jakarta pada Kamis (28/11).

    Pewarta: Andi Firdaus, Rangga Pandu Asmara Jingga
    Editor: Chandra Hamdani Noor
    Copyright © ANTARA 2024

  • Daftar Pembunuhan karena Bisikan Gaib, Bunuh Ortu hingga Mantan Bos

    Daftar Pembunuhan karena Bisikan Gaib, Bunuh Ortu hingga Mantan Bos

    Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berita anak yang membunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus yang dilakukan remaja berusia 14 tahun berinisial MAS. Menurut pengakuan MAS seperti yang diungkap kepolisian, dirinya melakukan pembunuhan keji itu karena mendapatkan bisikan gaib.

    Kejadian pembunuhan itu terungkap pada Sabtu (30/11/2024) pukul 01.00 WIB. Kapolsek Cilandak Kompol Febriman Sarlase mengungkapkan ada tiga korban dalam peristiwa ini, yakni APW (ayah), RM (nenek), dan AP yang merupakan ibu pelaku.

    APW (40) dan RM (69) meninggal dunia. Sementara itu, AP selamat meski mengalami luka berat dan kini sedang dirawat di Rumah Sakit Fatmawati.

    Berdasarkan penelusuran Beritasatu.com, pembunuh yang mengeklaim mendapat bisikan gaib seperti yang terjadi pada MAS rupanya bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Sepanjang 2024 ini, setidaknya ada lima kasus pembunuhan yang pelakunya mengaku mendapatkan bisikan gaib.

    Korbannya pun beragam, mulai dari anak kandung, ustaz, hingga nenek dan ayah kandungnya sendiri. Berikut daftar lima pembunuhan yang diklaim dilakukan akibat bisikan gaib.

    1. Ibu Bunuh Anak Kandung di Bekasi
    Pada Maret 2024, SNF, seorang wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Bekasi. Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus, menjelaskan SNF mengaku melakukan pembunuhan itu karena mendapat bisikan gaib.

    Korban, Abdullah (5), adalah anak pertama SNF dan MAS yang tewas dengan 20 luka tusukan di tubuhnya. Tragedi ini terjadi pada 7 Maret 2024.

    SNF mengaku membunuh anaknya dengan dalih mendengar bisikan gaib. Lebih mengejutkan lagi, tersangka mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyesal atas perbuatannya.

    2. Suami Mutilasi Istri di Ciamis
    Warga Dusun Sindangjaya, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, digemparkan oleh aksi sadis seorang suami bernama Tarsum (50) yang tega membunuh dan memutilasi istrinya, Yanti (44), pada awal Mei 2024. Aksi keji ini mirip kasus anak membunuh ayah dan nenek di Cilandak.

    Tarsum membunuh istrinya dengan keji, lalu memutilasi jasad Yanti menjadi empat bagian. Bagian tubuh istrinya dikumpulkan dalam sebuah wadah dan diletakkan di depan pos ronda kampung.

    Aksi penangkapan Tarsum oleh warga turut terekam video. Dalam rekaman, pelaku sempat melawan sebelum akhirnya diamankan dan diserahkan ke Polsek Rancah. Ketua RT setempat, Yoyo Tarya, mengungkapkan bahwa pelaku mengaku mendapat bisikan gaib dari pesugihan yang dilakukannya.

  • Gus Barra-Rizal Unggul di 5 Dapil Kabupaten Mojokerto

    Gus Barra-Rizal Unggul di 5 Dapil Kabupaten Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pasangan Calon (Paslon) 2 Mubarok (Muhammad Al Barra-Muhammad Rizal Oktavian berhasil unggul di lima Daerah Pemilihan (dapil). Dari lima dapil tersebut, pasangan Mubarok meraih 47 ribu suara dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto 2024.

    Di Kabupaten Mojokerto terbagi lima dapil. Dapil 1 meliputi Kecamatan Mojosari, Ngoro dan Pungging, Dapil 2 meliputi Kecamatan Gondang, Jatirejo, Pacet dan Trawas dan Dapil 3 meliputi Kecamatan Puri, Sooko dan Trowulan. Dapil 4 meliputi Kecamatan Dawarblandong, Gedeg, Jetis dan Kemlagi.

    Sementara Dapil 5 meliputi Kecamatan Bangsal, Dlanggu, Kutorejo dan Mojoanyar. Hasil quick count, di Dapil 1 Paslon 1 Idola (Ikfina Fahmwati-Sa’dulloh Syarofi memperoleh 65.594 suara sedangkan Paslon 2 Mubarok (Muhammad Al Barra-Muhammad Rizal Oktavian) dengan 82.409 suara.

    Dengan hasil tersebut, pasangan Mubarok unggul 16.819 suara. Dapil 2, Paslon 1 Idola mendapat 48.022 dan Paslon 2 Mubarok 64.238. Mubarok unggul 16.216 suara. Dapil 3, Paslon 1 Idola memperoleh 65.479, sedangkan Paslon 2 Mubarok 70.714. Mubarok unggul 5.235 suara.

    Dapil 4, Paslon 1 Idola mendapat 78.171 suara, sedangkan Paslon 2 Mubarok 82.883, Mubarok unggul 4.712 suara. Dapil 5, Paslon 1 Idola memperoleh 68.206 sedangkan Paslon 2 Mubarok 72.097, Mubarok unggul 3.891 suara.

    “Paslon 2 MUBAROK menang mutlak di semua Dapil Se Kabupaten Mojokerto. Data suara masuk sudah mencapai 100 persen penuh dan Paslon 2 Mubarok menang telak di semua dapil,” ungkap Ketua Tim Pemenangan 02, Suwandy Firdaus, Sabtu (30/11/2024).

    Masih kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Mojokerto ini, daa kemenangan sudah valid dan mempunyai kekuatan hukum. Lantaran, lanjut data tersebut diperoleh dari para saksi dan sudah ditandatangani.

    “Total keseluruhan perolehan suara di 5 dapil, Paslon 2 Mubarok menang mutlak dengan keunggulan 47 ribu suara. Sekali lagi, kemenangan Mubarok di Pilbup ini juga kemenangan rakyat mojokerto. Bismillah, segera tercipta pemerintahan Mubarok yang bersih, jujur dan amanah,” katanya.

    Pemerintahan Mubarok untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang maju, adil dan makmur. Sekedar diketahui, pasangan Idola diusung empat partai politik (parpol) parlemen dan didukung dua parpol nonparlemen. Empat parpol parlemen tersebut yakni PKB, Partai Golkar, PDIP dan PKS.

    Enam porpol tersebut menguasai 25 atau 50 persen dari 50 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2024-2029 serta dua parpol nonparlemen adalah PSI dan Partai Buruh. Sedangkan pasangan Mubarok diusung enam partai parlemen yang menguasai 25 atau 50 persen dari 50 kursi DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2024-2029.

    Yaitu NasDem, Demokrat, PAN, PPP, Gerindra dan Perindo. Pasangan Mubarok juga didukung enam partai nonparlemen, yakni Hanura, PBB, PKN, Gelora, Ummat dan Garuda. Dalam Pilkada Serentak 2024 kali ini, Ikfina pecah kongsi dengan Gus Barra di Pilbup Mojokerto 2024.

    Di Pilkada 2020, Gus Barra (Muhammad Al Barra) menjadi wakil Ikfina Fahmawati. Pasangan Ikfina-Barra (Ikbar) kala itu diusung Partai Demokrat, PKS, Partai Nasdem, Partai Gerindra, Partai Hanura dan PAN. Mereka sukses menumbangkan dua pasangan lain yakni Pungkasiadi-Titik Masudah, Yoko Priyono-Choirun Nisa.

    Ikbar dengan meraup 405.157 atau 65,2 persen suara. Sementara pasangan Yoko-Nisa mendapatkan 95.481suara atau setara dengan 15 persen dari suara sah. Petahana, Pungkasiadi-Titik Masudah memperoleh 120.458 suara atau setara dengan 19 persen lebih dari jumlah suara sah. [tin/beq]

  • Rumah Ketua DPRD Dompu Dilempar OTK saat Konvoi Kemenangan Pilkada

    Rumah Ketua DPRD Dompu Dilempar OTK saat Konvoi Kemenangan Pilkada

    Liputan6.com, Jakarta – Kaca rumah pribadi ketua DPRD Dompu, Nusa Tenggara Barat, Andi Bahtiar, di Kecamatan Kempo, pecah dilempar oleh orang tak dikenal, Rabu (28/11/2024). Pelemparan terjadi saat konvoi kemenangan Pilkada pendukung pasangan Bambang Firdaus dan Syirajuddin (BBF-DJ).

    Kapolsek Kempo, IPDA Jubaidin mengungkapkan, sekira pukul 17.00 WITA, pelemparan terjadi di kediaman ketua DPRD Dompu saat masa konvoi tim dan pendukung pasangan BBF-DJ pasca perhitungan suara pilkada serentak di Kecamatan Kempo.

    Kejadian berawal dari massa pendukung BBF-DJ yang berasal dari Desa Soro melakukan konvoi merayakan kemenangan. Dalam konvoi tersebut massa BBF-DJ sengaja berhenti di depan rumah ketua DPRD di Desa Ta’a seraya membunyikan kendaraan sepeda motor dengan suara yang keras dan sambil berteriak.

    Tiba-tiba ada salah seorang yang yang tak dikenal, melempar rumah Andi Bahtiar dari kejauhan. Tidak lama berselang, dari dalam rumah ketua DPRD membalas melempar ke arah massa yang konvoi. Balasan lemparan itu memicu terjadinya keributan.

    Akibat dari pelemparan tersebut, rumah ketua DPRD mengalami kerusakan berupa kaca depan rumahnya pecah.

    “Saat pelaksanaan konvoi, perhitungan suara belum selesai dan mereka mengklaim kemenangan dari perhitungan suara pemilihan Bupati,” kata Kapolsek.

    Tidak lama kemudian, datang anggota Polsek bersama anggota Brimob (BKO) menghalau massa konvoi agar tidak melakukan pelemparan, dan membubarkan massa Konvoi.

    “Untuk sementara situasi dapat dikendalikan dan anggota Polsek bersama Brimob masih standby di depan rumah ketua DPRD untuk menjaga kemungkinan massa BBF yang konvoi yang merayakan kemenangan,” pungkas Kapolsek, Kamis (28/11/2024).

     

    Bikin Gregetan, Siswa Tantang Guru Berkelahi

  • Paslon Mubarok Raih 53,4 Persen di Pilbup Mojokerto 2024

    Paslon Mubarok Raih 53,4 Persen di Pilbup Mojokerto 2024

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pasangan Calon Bupati-Wakil Mojokerto nomor urut 2, Muhammad Al Barra-Muhammad Rizal Oktavian unggul dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto 2024. Hasil Desk Pilkada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, pasangan Mubarok meraih 53,4 persen.

    Gus Barra-dr Rizal mendapatkan 372.289 suara. Sementara itu, pasangan Calon Bupati-Wakil Mojokerto nomor urut 1, Ikfina Fahmawati-Sa’dulloh Syarofi meraih 46,6 suara atau 325.170 pemilih. Raihan tersebut dari jumlah pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yakni sebanyak 729.275 pemilih.

    Dari jumlah tersebut jumlah suara sah sebanyak 697.459 suara dan suara tidak sah sebanyak 31.816 suara. Sementara Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Mojokerto sendiri sebesar 845.655 pemilih yang tersebar di 1.618 TPS di 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

     

    Dari hasil perhitungan Desk Pilkada Pemkab Mojokerto, ada pemilih tidak hadir pada pemungutan suara, Rabu (27/11/2024) kemarin yakni sebanyak 116.856 pemilih. Sehingga jumlah partisipasi masyarakat Kabupaten Mojokerto dalam pesta demokrasi tersebut yakni sebanyak 86,19 persen.

    Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim mengatakan, hasil penghitungan real count yang dilakukan lembaga survey dan Desk Pilkada Pemkab Mojokerto hampir sama. Desk Pilkada Pemkab Mojokerto di angka 53,4 persen, sementara hasil lembaga survey tim Mubarok 53,7 persen.

    “Selisih itu bisa saja terjadi. Kemenangan ini karena kita ingin menjadikan Kabupaten Mojokerto maju, adil dan makmur. Bukan hanya itu tapi kita ingin menjadikan Kabupaten. Mojokerto miniatur dari Indonesia yang maju, adil dan makmur, jika sudah ada referensinya maka dengan mudah Kabupaten/Kota lain bisa mencontohnya,” ungkapnya, Kamis (28/11/2024).

    Masih kata KH Asep yang merupakan ayah dari Calon Bupati Mojokerto nomor urut 2, Muhammad Al Barra ini, apa yang ada di Kabupaten Mojokerto bisa menjadi contoh bagi Kabupaten/Kota lainnya. Namun masyarakat Kabupaten Mojokerto juga turut andil untuk mewujudkan keberhasilan Kabupaten Mojokerto.

    Hasil penghitungan Desk Pilkada Pemkab Mojokerto.

    “Ini keinginan dari rakyat, jika keinginan dari rakyat sudah mengemuru kekuatan apapun tidak bisa dikalahkan. Semoga pasangan Mubarok bisa mewujudkan Kabupaten Mojokerto maju, adil dan makmur,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Mubarok, Suwandy Firdaus menambahkan, real count sudah 100 persen suara masuk. “Tentunya kemenangan ini, untuk Mubarok sudah bisa dipastikan karena kami juga tahu ini kemenangan mutlak dan data kami sudah lengkap pada hari ini,” tambahnya.

    Tim Mubarok sudah mengumpulkan Koordinator Desa (Kordes) dan Koordinator Kecamatan (Kordes) di Kabupaten Mojokerto untuk mengumpulkan C hasil. C hasil tersebut merupakan data valid yang mempunyai kekuatan hukum dan saksi memberikan tanda tangan. Kemenangan Mubarok bukan hanya kemenangan kelompok tertentu saja.

    “Tapi ini kemenangan masyarakat Kabupaten Mojokerto yang dari tahun ke tahun masyarakat ingin masyarakat Kabupaten Mojokerto menjadi masyarakat yang maju, adil dan makmur. Tentu ini menjadi visi misi Mubarok dalam Pilkada 2024, tentunya kami akan mengawal terus sampai Gus Barra-dr Rizal dilantik,” ujarnya.

    Tak hanya itu, pihaknya akan mengawal sampai pasangan Mubarok melaksanakan pekerjaan sebagai Bupati dan Wakil Mojokerto 2025-2030. Tim akan mengingatkan jika tugas pasangan Mubarok untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Program pasangan Mubarok akan dikawal bersama tim.

    “Gus Barra-dr Rizal anak muda yang semangatnya luar biasa jadi untuk membangun Kabupaten Mojokerto lebih baik, insya Allah akan terlaksana. Harapan ini adalah cita-cita kita untuk Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil dan makmur. Hampir di seluruh kecamatan unggul, ada beberapa kecamatan tidak unggul tapi selisihnya kecil,” paparnya.

    Menurutnya, kemenangan Mubarok adalah perjuangan tim. Semangat, tulus, ikhlas dan ridho Allah SWT untuk melakukan perubahan Kabupaten Mojokerto maju, adil dan makmur menjadi kunci kemenangan pasangan Mubarok pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. [tin/beq]

  • Calon Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo Yakin Menang dalam Pilwali 2024

    Calon Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo Yakin Menang dalam Pilwali 2024

    Pasuruan (beritajatim.com) – Calon Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 007 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Rabu (27/11/2024). Bersama istrinya, Suryani Firdaus, Adi tiba di TPS menggunakan sepeda motor jadul sekitar pukul 08.30 WIB.

    Setibanya di TPS, Adi langsung melakukan registrasi dan mengantri untuk mencoblos. Setelah memberikan suaranya, ia menyampaikan optimisme tinggi terkait hasil Pilwali kali ini.

    “Di Pilkada Serentak 2024 ini, kami berharap partisipasi masyarakat meningkat. Tentu, ini akan menjadi dukungan besar untuk kami,” ujar Adi Wibowo setelah menyalurkan hak pilihnya.

    Sebagai pasangan calon Wali Kota bersama Calon Wakil Wali Kota Pasuruan, Mukhamad Nawawi, Adi yakin bahwa tingginya partisipasi masyarakat dalam pilkada kali ini akan berdampak positif pada keterpilihannya. Ia berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Kota Pasuruan jika terpilih.

    Lebih lanjut, Adi yang juga merupakan politisi Golkar, menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan serangkaian survei dan merasa optimis dapat meraih kemenangan dengan hasil maksimal. “Kami optimis bisa menang dengan perolehan suara di atas 70 persen,” tambahnya.

    Dengan penuh semangat, Adi Wibowo mengajak warga Pasuruan untuk turut berpartisipasi aktif dalam Pilwali 2024 demi kemajuan kota tercinta. (ada/but)

  • Anggota Linmas di Banda Aceh meninggal dunia usai angkat kotak suara

    Anggota Linmas di Banda Aceh meninggal dunia usai angkat kotak suara

    “Yang bersangkutan bernama Agusnadi (33), warga setempat. Ia dinyatakan menghembuskan nafas terakhir setelah dilarikan ke Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh,”

    Banda Aceh (ANTARA) – Seorang anggota Linmas yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh dilaporkan meninggal usai mengangkat kotak suara, Rabu pagi.

    “Yang bersangkutan bernama Agusnadi (33), warga setempat. Ia dinyatakan menghembuskan nafas terakhir setelah dilarikan ke Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh,” Kapolsek Banda Raya, Iptu Jumadil Firdaus, di Banda Aceh, Rabu.

    Jumadil mengatakan, kejadian tersebut berawal saat Agus mulai bertugas untuk persiapan pengamanan pencoblosan sekitar pukul 06.30 WIB. Korban juga turut membantu menyiapkan lokasi serta memindahkan kotak suara dari gedung penyimpanan ke lokasi TPS.

    “Setelah menyelesaikan tugasnya, korban beristirahat di kursi TPS. Beberapa saat kemudian, saksi yakni Zulbahri mengira korban tertidur,” ujarnya.

    Kemudian, lanjut Kapolsek, saat saksi Zulbahri mencoba membangunkan, Agus tidak merespons. Lalu, saksi bersama warga lainnya membawa korban ke mushala untuk memeriksa kondisinya.

    “Kemudian dibawa ke rumah sakit, sampai di rumah sakit dinyatakan sudah meninggal dunia. Menurut keterangan saksi dan warga, korban tampak dalam keadaan sehat sejak pagi. Almarhum sudah dikebumikan di Gampong Lam Ara,” kata Jumadil.

    Pasca musibah tersebut, unsur Forkopimda Banda Aceh telah melayat ke rumah duka di Gampong Lam Ara, Banda Aceh. Kehadiran mereka disambut isak tangis keluarga.

    Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli turut berduka atas meninggal Agusnadi disaat sedang melaksanakan tugas negara.

    “Almarhum meninggal dalam kondisi saat sedang melaksanakan tugas negara. Semoga Almarhum Agusnadi diampuni dosa dan diterima amal ibadahnya,” demikian Kapolresta.

    Pewarta: Rahmat Fajri
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2024

  • Bawaslu Pamekasan Tangani 2 Temuan dan 3 Laporan Pelanggaran

    Bawaslu Pamekasan Tangani 2 Temuan dan 3 Laporan Pelanggaran

    Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan menangani dua temuan dan tiga laporan berbeda selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Rabu (25/9/2024) hingga Sabtu (23/11/2024) lalu.

    Temuan dan laporan tersebut seluruhnya melibatkan pasangan calon (paslon) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, bahkan satu laporan di antaranya ditangani Polres Pamekasan.

    “Selama masa kampanye, kami menemukan dua hal yang menjadi pelanggaran pilkada, yakni politik uang dan netralitas ASN. Termasuk juga tiga laporan berbeda, yakni politik uang, bagi-bagi sembako atau pasar murah, serta netralitas ASN,” kata Ketua Bawaslu Pamekasan, Sukma Umbara Tirta Firdaus, Senin (25/11/2024).

    Lebih lanjut disampaikan, untuk kedua temuan tersebut dilayangkan bagi paslon KH Kholilurrahman dan Sukriyanto (KHARISMA). “Temuan pertama kami menerima potongan video berdurasi 22 detik tentang dugaan money politics dan kita teruskan ke penyidik Polres Pamekasan,” ungkapnya.

    “Temuan kedua juga kami menemukan salah satu ASN (Aparatur Sipil Negara) aktif yang mendukung pasangan KHARISMA dalam debat pertama di Azana Style Hotel Madura. Bahkan ia duduk bersama pendukung paslon nomor 2, selanjutnya kita teruskan ke KASN,” imbuhnya.

    Untuk tiga laporan lainnya, menyangkut pelanggaran ketiga paslon di Pilkada Pamekasan. “Untuk laporan pertama seiring dengan beredarnya video calon bupati nomor urut 1 (Fattah Jasin) membagikan uang kepada warga, kedua laporan bagi-bagi sembako atau pasar murah oleh paslon nomor urut 3,” jelasnya.

    “Sementara untuk laporan ketiga, beredarnya foto ASN berpose tiga jari bersama calon bupati nomor urut 3, yakni Muhammad Baqir Aminatullah. Tapi tidak teregister karena syarat formil dan materil belum terpenuhi, dan kami masih melakukan penelusuran,” pungkasnya. [pin/but]

  • Bawaslu Pamekasan Petakan 432 Titik Rawan di Pilkada 2024

    Bawaslu Pamekasan Petakan 432 Titik Rawan di Pilkada 2024

    Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 432 titik dari total sebanyak 1.270 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pamekasan, masuk katagori rawan pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

    Jumlah titik rawan tersebut ditetapkan dengan beragam indikator berbeda, dan hampir tersebar di seluruh kecamatan berbeda di Pamekasan, termasuk di kecamatan Pademawu, maupun kecamatan Pamekasan (Kota).

    “Angka potensi rawan tersebar di 189 TPS di empat kecamatan berbeda, yakni Pademawu, Pamekasan, Pasean dan Waru. Indikatornya pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat alias TMS, baik karena meninggal dunia, alih status TNI-Polri, serta pencabutan hak pilih berdasar keputusan pengadilan,” kata Ketua Bawaslu Pamekasan, Sukma Umbara Tirta Firdaus, Sabtu (23/11/2024).

    Katagori rawan lainnya tercatat dengan indikator kendala aliran listrik di lokasi TPS, tersebar di sebanyak 57 titik berbeda. “Angka ini tersebar di lima kecamatan berbeda, yakni Pagantenan, Palengaan, Pasean, Proppo, dan Waru,” ungkapnya.

    “Selain itu terdapat sebanyak 29 TPS dengan katagori pemilih tambahan atau DPTb, tersebar di empat kecamatan berbeda, yakni Pademawu, Pagantenan, Palengaan, dan Pamekasan (Kota). Termasuk 27 TPS rawan karena kendala jaringan internet di lokasi TPS, yakni Palengaan, Pasean, Proppo, dan Waru,” imbuhnya.

    Termasuk juga indikator riwayat keterlambatan distribusi logistik pungut hitung di lokasi TPS. “Indikator ini terindikasi di 24 titik di tiga kecamatan berbeda, yakni Pasean, Proppo dan Waru,” sambung Sukma.

    “Indikator lainnya ada riwayat kekurangan atau kelebihan dan bahkan tidak tersedia logistik pungut hitung saat proses pemilihan di 22 TPS. Termasuk riwayat logistik rusak saat pemilihan di 21 TPS di Palengaan, Pasean, Proppo dan Waru,” jelasnya.

    Tidak hanya itu, juga terdapat riwayat Pemungutan Suara Ulang atau Penghitungan Suara Ulang (PSU), tersebar di 15 TPS berbeda di kecamatan Palengaan, dan Proppo. “Indikasi lainnya 10 TPS dengan riwayat penyelenggara di luar domisili TPS, yakni di kecamatan Larangan, Pademawu dan Tlanakan,” imbuhnya.

    “Terdapat juga 10 TPS terdapat pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT TPS di Pademawu, Pamekasan, Proppo dan Tlanakan. Termasuk juga 10 TPS dengan indikator sulit dijangkau, baik secara geografis maupun cuaca, yakni Pagantenan, Palengaan, Pasean dan Waru,” beber Sukma.

    Sementara beberapa titik rawan lainnya berada di bawah angka 10 katagori TPS rawan dalam pelaksanaan pesta demokrasi. “6 TPS terletak didekat rumah pasangan calon, yakni di Batumarmar, Pagantenan, dan Pamekasan. 6 TPS lainnya di lokasi khusus di Pagantenan, Palengaan dan Pamekasan,” imbuhnya.

    “Sementara 6 TPS dengan tiga indikator berbeda meliputi 2 TPS dengan indikasi praktik pemberian uang atau materi saat kampanye di kecamatan Pamekasan, 2 TPS dengan riwayat rawan tindak kekerasan di Proppo dan Tlanakan, serta 2 TPS didirikan di lokasi rawan bencana di Pamekasan dan Pasean,” jelasnya.

    Lebih lanjut ditegaskan, indikator riwayat kerawanan TPS tersebut mengacu pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lalu, serta berdasar laporan selama masa kampanye pilkada. “Ratusan titik rawan ini berdasar rekap hasil pemilu maupun laporan selama tahapan masa kampanye pilkada serentak di Pamekasan,” pungkasnya. [pin/kun]