Tag: Firdaus

  • Prabowo Buka Pintu Maaf Koruptor, Pengamat: Sesat Cara Pikir!

    Prabowo Buka Pintu Maaf Koruptor, Pengamat: Sesat Cara Pikir!

    Bisnis.com, JAKARTA — Pendiri Indonesian Climate Justice Literacy Firdaus Cahyadi menilai gagasan Presiden Prabowo Subianto yang akan memberikan maaf kepada koruptor apabila mereka mengembalikan uang negara yang dicuri, merupakan suatu bentuk kesesatan cara berpikir dalam memberantas korupsi.

    Menurutnya, rencana pemberian maaf terhadap koruptor tak hanya memperlihatkan tanda ketidakseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi, tetapi juga akan semakin membuka lebar peluang korupsi di sektor sumber daya alam (SDA).

    Menurutnya, kerugian tindakan korupsi tidak hanya sekadar hilangnya uang negara. Misalnya, lanjut dia, korupsi di sektor SDA akan menyebabkan kerusakan alam dan bahkan meningkatkan konflik sosial.

    “Jika kemudian koruptor di sektor SDA dimaafkan hanya karena telah mengembalikan uang, lantas bagaimana dengan kerusakan alam dan konflik sosial yang ditinggalkannya?” katanya dalam keterangan resmi, pada Senin (23/12/2024).

    Rencana memberikan maaf kepada koruptor, imbuh Firdaus, semakin memperkuat arah pembangunan di era Pemerintahan Prabowo yang didasarkan pada ekonomi ekstraktif, yang berpotensi merusak alam dan menimbulkan banyak pelanggaran HAM.

    “Kerentanan pembangunan berbasiskan ekonomi ekstraktif dari sisi ekologi dan sosial membuat para elite politik dan ekonomi menggunakan cara-cara ilegal untuk menabrak  atau bahkan mengubah aturan yang ada,” terangnya.

    Firdaus melanjutkan pembangunan berbasis ekonomi ekstraktif itu disamarkan dengan menggunakan jargon nasionalisme sempit seperti misalnya swasembada pangan, energi, dan melanjutkan hilirisasi mineral kritis seperti nikel.

    “Swasembada pangan yang implementasi di lapangannya adalah proyek food estate, sangat berpotensi menghancurkan tata ruang yang akan berdampak buruk bagi lingkungan hidup. Begitu pula proyek swasembada energi berbasiskan biofuel, panas bumi, dan batubara,” tutur dia.

    Firdaus menuturkan, jika menelisik penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) soal potensi konflik kepentingan antara pebisnis energi dengan elite politik, dilaporkan bahwa pemain di bisnis energi terbarukan skala besar saat ini adalah pebisnis yang sebelumnya bergerak di sektor ekstraktif dan mereka juga dekat dengan kekuasaan Prabowo-Gibran.

    “Dari laporan ICW, kita dapat secara jelas melihat potensi korupsi sangat terbuka lebar di program swasembada energi. Rencana pemberian maaf kepada koruptor akan semakin memperlebar potensi korupsi di program swasembada energi,” ungkap dia.

    Oleh sebab itu, Firdaus menyatakan bahwa publik saat ini haruslah mulai bersuara dan berani untuk mengatakan tidak pada gagasan presiden yang akan memberikan maaf kepada koruptor.

    Publik, imbuhnya, haruslah mulai mengingatkan para elite politik bahwa rakyatlah pemegang kedaulatan politik tertinggi.

    “Seorang presiden hanyalah pelayan yang dibayar dengan uang pajak rakyat, sehingga tidak selayaknya kebijakannya justru merugikan kepentingan rakyat,” pungkasnya.

  • Tiga Pelaku Bentrokan Pekerja Proyek vs Warga di Tanah Abang Jakpus Ditangkap – Halaman all

    Tiga Pelaku Bentrokan Pekerja Proyek vs Warga di Tanah Abang Jakpus Ditangkap – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi menangkap tiga pelaku kasus bentrokan pekerja proyek dengan warga di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Peristiwa itu membuat satu pekerja proyek tewas.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo membenarkan penangkapan ketiga pelaku.

    “Ya betul nanti dirilis resmi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/12/2024).

    Susatyo belum merinci identitas para pelaku yang sudah diamankan.

    Terpisah Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP M. Firdaus mengiyakan tiga pelaku tersebut diduga yang menewaskan satu orang pekerja.

    “Tiga pelaku diamankan dari warga, pelakunya hanya dari warga,” ucapnya.

    Sebelumnya, bentrok warga dan pekerja proyek terjadi di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2024) malam. 

    Peristiwa bentrokan tersebut mengakibatkan satu pekerja tewas. 

    Bentrokan diduga akibat salah paham antara kedua belah pihak.

    Insiden tersebut terjadi di sebuah lahan kosong di Jalan Kebon Kacang 29, Tanah Abang.

    Saat itu para pekerja sedang melakukan pembersihan lahan (land clearing) untuk pembangunan sebuah restoran mewah. 

    Selanjutnya warga berada di luar lokasi proyek mulai melemparkan batu ke arah pekerja, dan para pekerja membalas dengan tindakan serupa.

    Bentrokan tersebut berakhir tragis di mana seorang mandor proyek berusia 71 tahun tewas terkena sabetan senjata tajam.

    Sabetan sajam itu mengenai kaki dan tubuhnya. 

    Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro membenarkan kejadian itu pada malam hari dan saat ini situasi sudah kondusif.

    “Proses penyelidikan sedang berjalan,” ucapnya kepada wartawan Rabu (18/12/2024).

    Dia menegaskan saat ini para pelaku masih dalam penyelidikan.

    Dari foto yang beredar korban tewas terkapar di lokasi kemudian jasadnya dibawa ke RS Pelni.

  • Mayat di Depan TPU Menteng Pulo Diduga Korban Kecelakaan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2024

    Mayat di Depan TPU Menteng Pulo Diduga Korban Kecelakaan Megapolitan 21 Desember 2024

    Mayat di Depan TPU Menteng Pulo Diduga Korban Kecelakaan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kapolsek Tebet Kompol Murodih mengatakan,
    mayat di depan TPU Menteng Pulo
    , Tebet, Jakarta Selatan diduga korban kecelakaan lalu lintas. Saat pertama kali ditemukan, jasad korban bersimbah darah dan terdapat luka terbuka di bagian kepalanya.
    Hal itu diketahui setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 
    “Diduga korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, karena ditemukan serpihan atau pecahan mika lampu depan mobil di lokasi kejadian,” ujar Murodih dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/12/2024).
    Untuk memastikannya, polisi akan mengecek rekaman
    closed circuit television
    (CCTV) yang berada di sekitar lokasi.
    “Terdapat CCTV di JPO dekat lokasi kejadian, namun belum diketahui pemilik atau pengelola CCTV tersebut (dalam proses penyelidikan),” kata Murodih.
    Saat ini, kasus penemuan mayat di depan TPU Menteng Pulo ditangani oleh Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya.
    Sementara jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat untuk divisum.
    Sebelumnya, sesosok mayat ditemukan di depan TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2024) pukul 05.39 WIB.
    Mayat itu pertama kali ditemukan oleh petugas PPSU bernama Muhammad Firdaus (44) saat sedang menyapu jalan.
    Saat ditemukan, mayat itu bersimbah darah dan terluka di bagian kepalanya.
    Berdasarkan hasil pemeriksaan, mayat itu berinisial AM (36), berjenis kelamin laki-laki, warga Sawah Baru, Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dia berprofesi sebagai buruh harian lepas.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mayat di Depan TPU Menteng Pulo Diduga Korban Kecelakaan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2024

    Mayat di Depan TPU Menteng Pulo Terluka di Bagian Kepalanya Megapolitan 21 Desember 2024

    Mayat di Depan TPU Menteng Pulo Terluka di Bagian Kepalanya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Mayat laki-laki yang ditemukan di depan TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2024) pagi, mengalami luka di bagian kepalanya.
    “Korban mengalami luka di bagian Kepala (tempurung kepala pecah),” ujar Kapolsek Tebet Kompol Murodih dalam keterangan tertulisnya.
    Jasad pria itu pertama kali ditemukan oleh petugas PPSU bernama Muhammad Firdaus (44). Saat itu dia tengah menyapu area trotoar di depan TPU Menteng Pulo dan menemukan mayat bersimbah darah tersebut.
    “Saksi sedang menyapu Jalan Raya Casablanca, Kemudian Saksi 1 melihat adanya seseorang yang sudah tergeletak dengan isi kepala yang sudah keluar dari dalam kepala di depan pintu masuk TPU Menteng,” kata Murodih.
    Setelah melihat hal itu, dia memberi tahu ke temannya yang bernama Aulia Sabilil Anwar. Selanjutnya, keduanya melaporkan temuan jasad pria itu ke Polsek Tebet.
    “Akp Sudarsono (Wakapolsek Tebet) melakukan cek TKP, dan didapatkan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, diduga korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas karena ditemukan serpihan atau pecahan mika lampu mobil di lokasi kejadian,” ucap dia.
    Kemudian, polisi langsung menyita sejumlah barang yang berada di sekitar lokasi, seperti tas hitam dan dompet yang berisi data diri korban.
    Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditemukan, korban berinisial AM (36), yang merupakan warga Sawah Baru, Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban berprofesi sebagai buruh harian lepas.
    Selanjutnya, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
    Polisi juga sudah menyita beberapa rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi untuk mengetahui secara pasti penyebab AM tewas.
    “Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan ditangani oleh Laka Lantas Polda Metro Jaya,” ujar Murodih.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Di Trotoar Tebet Jakarta Selatan, Diduga Korban Tabrak Lari – Halaman all

    Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Di Trotoar Tebet Jakarta Selatan, Diduga Korban Tabrak Lari – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jasad pria ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di trotoar depan pintu masuk TPU Menteng Pulo, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2024) pagi.

    Kuat dugaan, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

    Berdasarkan petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian, kerban diketahui berinisial AM.

    Korban yang berusia 36 tahun tercatat sebagai buruh harian lepas.

    Ia diketahui tinggal di Sawah Baru RT 02 RW 08  Kelurahan Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Kapolsek Tebet, Kompol Murodih mengungkap kronologis jasad korban ditemukan.

    Awalnya seorang pekerja enanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Menteng Dalam bernama Firdaus tengah menyapu Jalan Raya Casablanca sekira pukul 05.39 WIB.

    Kemudian ia melihat adanya seseorang yang sudah tergeletak dengan isi kepala yang sudah keluar dari dalam kepala di depan pintu masuk TPU Menteng Pulo.

    “Kemudian saksi Firdaus memanggil saksi lainnya bernama Aulia selaku PJLP TPU Menteng Pulo untuk menginformasikan bahwa ada seseorang yang tergeletak dengan isi kepala yang sudah keluar dari dalam kepala di depan pintu masuk TPU Menteng Pulo,” kata Murodih.

    Setelah itu, keduanya melaporkan penemuan mayat kepada Polsek Tebet dan kepolisian yang mendapat informasi tersebut langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

    “Sekira pukul 06.00 Wib, Piket fungsi Polsek Tebet pimpinan AKP Sudarsono selaku Wakapolsek Tebet) melakukan cek TKP, dan didapatkan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ucapnya.

    Murodih menuturkan, korban diduga tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

    Hal itu diketahui dari ditemukannya serpihan atau pecahan mika lampu depan mobil di lokasi kejadian.

    Selain itu, di lokasi ditemukan pula tas hitam dan dompet cokelat berisi kartu identitas korban.

    Kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan ditangani Laka Lantas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

    “Tindakan yang telah diambil yakni cek tempat kejadian perkara, periksa saksi-saksi hingga visum mayat ke RSCM,” kata dia.

    Penulis: Ramadhan L Q

  • Polisi Tangkap Tiga Pelaku Kasus Bentrokan Pekerja Proyek dengan Warga di Tanah Abang Jakpus – Halaman all

    Polisi Tangkap Tiga Pelaku Kasus Bentrokan Pekerja Proyek dengan Warga di Tanah Abang Jakpus – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi menangkap tiga pelaku kasus bentrokan pekerja proyek dengan warga di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Peristiwa itu membuat satu pekerja proyek tewas.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo membenarkan penangkapan ketiga pelaku.

    “Ya betul nanti dirilis resmi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/12/2024).

    Susatyo belum merinci identitas para pelaku yang sudah diamankan.

    Terpisah Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP M. Firdaus mengiyakan tiga pelaku tersebut diduga yang menewaskan satu orang pekerja.

    “Tiga pelaku diamankan dari warga, pelakunya hanya dari warga,” ucapnya.

    Sebelumnya, bentrok warga dan pekerja proyek terjadi di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2024) malam. 

    Peristiwa bentrokan tersebut mengakibatkan satu pekerja tewas. 

    Bentrokan diduga akibat salah paham antara kedua belah pihak.

    Insiden tersebut terjadi di sebuah lahan kosong di Jalan Kebon Kacang 29, Tanah Abang.

    Saat itu para pekerja sedang melakukan pembersihan lahan (land clearing) untuk pembangunan sebuah restoran mewah. 

    Selanjutnya warga berada di luar lokasi proyek mulai melemparkan batu ke arah pekerja, dan para pekerja membalas dengan tindakan serupa.

    Bentrokan tersebut berakhir tragis di mana seorang mandor proyek berusia 71 tahun tewas terkena sabetan senjata tajam.

    Sabetan sajam itu mengenai kaki dan tubuhnya. 

    Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro membenarkan kejadian itu pada malam hari dan saat ini situasi sudah kondusif.

    “Proses penyelidikan sedang berjalan,” ucapnya kepada wartawan Rabu (18/12/2024).

    Dia menegaskan saat ini para pelaku masih dalam penyelidikan.

    Dari foto yang beredar korban tewas terkapar di lokasi kemudian jasadnya dibawa ke RS Pelni.

  • Fakta-fakta Bentrok Maut di Tanah Abang, Pelaku Utama Diburu

    Fakta-fakta Bentrok Maut di Tanah Abang, Pelaku Utama Diburu

    Jakarta

    Polisi telah meringkus tiga terduga pelaku bentrok maut antara pekerja proyek dengan warga di Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus). Pelaku utama dari bentrok yang menewaskan satu pekerja ini masih diburu.

    Peristiwa ribut-ribut antara pekerja proyek dan warga di Tanah Abang, Jakarta Pusat terjadi pada Selasa (17/12/2024) sore. Keributan terjadi diduga akibat adanya kesalahpahaman. Berikut fakta-fakta terbaru kasus ini:

    3 Pelaku Ditangkap

    Setelah melakukan rangkaian penyidikan, polisi berhasil meringkus pelaku. Sebanyak 3 orang diamankan.

    “Iya betul (tiga orang pelaku sudah diamankan),” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, Jumat (20/12).

    Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Muhammad Firdaus mengatakan ketiga pelaku yang diamankan dari kelompok warga. Saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan.

    “Sudah 3 pelaku diamankan. Pelakunya dari warga,” ujarnya.

    Tampang Pelaku

    Foto: Konferensi pers kasus bentrokan pekerja proyek vs warga di Jakpus (Kurniawan/detikcom)

    Polisi kemudian menggelar jumpa pers perkara ini pada Jumat (20/12) sore. Tiga pelaku dihadirkan dalam rilis. Mereka tampak mengenakan baju tahanan oranye.

    Pantauan detikcom di Polsek Metro Tanah Abang, ketiga tersangka ditampilkan dalam kegiatan konferensi pers. Tangan dari ketiga tersangka pun tampak diborgol.

    Ketiga tersangka tampak mengenakan celana pendek. Ketiganya juga terlihat hanya mengenakan sendal saat memasuki ruang konferensi pers.

    Dua dari tiga tersangka tampak memiliki tato di bagian kedua lengan maupun kedua kakinya. Sementara satu tersangka lainnya tampak tak memiliki tato.

    Polisi Buru Pelaku Utama

    Polisi menyebut masih ada dua tersangka lain yang belum ditangkap. Polisi kini memburu dua pelaku.

    “Kemudian yang sedang dalam pengejaran kami ada dua orang yaitu saudara ER, kemudian yang kelima adalah saudara IP, ini dua orang ini yang kami sedang melakukan pengejaran,” ungkap Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Aditya Simanggara.

    Aditya menyebut dari dua tersangka buron salah satunya merupakan pelaku utama yang menyebabkan satu pekerja proyek AS (71) meninggal dunia. Dia menjelaskan tersangka buron melakukan tindak kekerasan yang menyebabkan AS meninggal.

    “Yang kami duga sebagai pelaku yang menyebabkan korban meninggal dunia yaitu saudara IP. Ini yang kami duga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban sehingga korban ini meninggal dunia, ini yang sedang kami kejar,” kata Aditya.

    Dia juga mengungkap para pelaku melakukan penyerangan dengan berbagai tindakan. Mulai dari penyerangan menggunakan sajam hingga memiting korban meninggal dunia AS.

    “Saudara AC ini melakukan penyerangan ke arah pekerja dan penjaga lahan dengan membawa pedang sisir, kemudian saudara HT ini melakukan penyerangan ke arah pekerja dan penjaga lahan dengan membawa samurai. kemudian saudara ZH ini memiting korban almarhum saudara AS,” ujar Aditya.

    “Kemudian tadi sudah kami sebutkan saudara ZH ini yang memiting korban kemudian setelah dipiting, kemudian saudara IP ini melakukan tindakan kekerasan sehingga saudara AS ini menjadi korban,” ucapnya.

    Awal Mula Bentrok

    Foto: Ilustrasi penyerangan (dok detikcom)

    Polisi menyebut bentrokan ini diawali keluhan warga terhadap pekerja proyek yang kerja hingga larut. Hal ini dirasa mengganggu.

    Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Aditya Simanggara menjelaskan mulanya salah seorang warga, AH menemui pihak penjaga lahan proyek pada Minggu (15/12) dini hari pukul 01.30 WIB. Dia mengatakan saat itu AH berniat menyampaikan keluhan warga tersebut.

    “Kedatangan saudara AH ini adalah menyampaikan keluhan keluhan warga sekitar terkait dengan pekerjaan yang sedang dilakukan salah satunya adalah bekerja sampai larut malam,” kata AKBP Aditya dalam konferensi pers di Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/12).

    Keluhan warga kembali disampaikan AH di hari yang sama kepada pihak pekerja proyek. Namun, kedatangan AH untuk kedua kalinya ini mendapat penolakan hingga ancaman dari pihak pekerja.

    “Kedatangan dari saudara AH ini yang kedua kali tidak diterima dengan baik oleh para pekerja dan penjaga tersebut sehingga muncul adanya perkataan di mana saudara AH ini merasa terancam oleh perkataan salah satu dari pekerja tersebut,” jelas AKBP Aditya.

    AH pun menemui Ketua RW 01 untuk mengadukan hal yang dialaminya. Hingga akhirnya, para Ketua RW dekat wilayah proyek tersebut sepakat untuk mendatangi para pekerja proyek tersebut guna bermusyawarah.

    Musyawarah dilakukan pada Senin (16/12) pukul 09.00 WIB. Hasilnya, kedua belah pihak menemui kesepakatan sehingga persoalan ini dianggap selesai.

    Namun, beberapa warga masih ada yang belum bisa menerima hasil dari musyawarah yang dilakukan sehingga merencanakan untuk melakukan penyerangan terhadap para pekerja proyek. Aksi penyerangan ini pun dilakukan pada Selasa (17/12) pukul 17.00 WIB.

    “Kemudian pada hari Selasa tanggal 17 Desember 2024 kira-kira pukul 17.00 WIB, ada sekelompok warga yang melakukan, berkumpul, berkumpul di depan lahan tersebut dan masuk ke dalam dan langsung melakukan penyerangan. Dari akibat penyerangan tersebut satu orang meninggal dunia atas nama AS ini usia 71 tahun,” jelas Aditya.

    Pelaku Serang Korban Pakai Samurai

    Ilustrasi penjara (Foto: Getty Images/iStockphoto/bortn76)

    Polisi menyebut ketiga pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis golok dan samurai. Bentrokan ini menewaskan satu pekerja berinisial AS (71).

    “Saudara AC ini melakukan penyerangan ke arah pekerja dan penjaga lahan dengan membawa pedang sisir. Kemudian saudara HT ini melakukan penyerangan ke arah pekerja dan penjaga lahan dengan membawa samurai,” jelas Aditya.

    “Kemudian saudara ZH ini memiting korban almarhum saudara AS. Dari akibat penyerangan tersebut, satu orang meninggal dunia atas nama AS ini usia 71 tahun,” imbuhnya.

    Korban Mandor Proyek

    Polisi mengungkap profesikorban. Polisi mengatakan korban bekerja sebagai operator ekskavator sekaligus mandor proyek.

    “Untuk AS ini yang korban yang meninggal dunia ini, dia sebagai operator. Operator ekskavator sekaligus dia itu mandor. Jadi mandor sekaligus sopir atau operator alat berat, ekskavator,” katanya.

    Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

    Polisi menjelaskan para tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Hal ini karena pelaku dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain.

    “Ancaman pidana ini sudah jelas, pelaku yang telah melakukan tindak pidana yaitu dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain dan atau di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan yang menyebabkan matinya orang sebagaimana dimaksud pasal 338 dan atau pasal 170 dan atau pasal 351 ayat 3 undang-undang nomor 1 tentang tahun 1946 tentang KUHP ini diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun,” ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Aditya Simanggara.

    Peran 3 Tersangka

    Polisi mengungkap peran ketiganya dalam bentrokan yang menewaskan satu orang tersebut. AKBP Aditya Simanggara menjelaskan pelaku AC dan HT melakukan penyerangan kepada pekerja proyek menggunakan sengaja tajam. Adapun jenis senjata tajam yang digunakan adalah pedang sisir dan samurai.

    “Untuk perannya masing-masing, saudara AC ini melakukan penyerangan ke arah pekerja dan penjaga lahan dengan membawa pedang sisir, kemudian saudara HT ini melakukan penyerangan ke arah pekerja dan penjaga lahan dengan membawa samurai,” terang AKBP Aditya.

    Sementara untuk pelaku ZH, Aditya menyebut memiliki peran memiting mandor proyek, AS (71). AS diketahui meninggal dunia dalam bentrokan itu.

    “Kemudian saudara ZH ini memiting korban almarhum saudara AS,” ujar Aditya.

    Halaman 2 dari 4

    (lir/fas)

  • Polisi Ungkap Pemicu Bentrok Pekerja Vs Warga Tewaskan 1 Orang di Jakpus

    Polisi Ungkap Pemicu Bentrok Pekerja Vs Warga Tewaskan 1 Orang di Jakpus

    Jakarta

    Polisi menangkap AC (36), HT (41) dan ZH (41) sebagai pelaku bentrokan pekerja proyek dengan warga di Kebon Kosong, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut bentrokan ini diawali keluhan warga terhadap pekerja proyek yang kerja hingga larut sehingga dirasa mengganggu.

    Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Aditya Simanggara menjelaskan awalnya salah seorang warga inisial AH menemui pihak penjaga lahan proyek pada Minggu (15/12) dini hari pukul 01.30 WIB. AH saat itu berniat menyampaikan keluhan warga.

    “Kedatangan saudara AH ini adalah menyampaikan keluhan keluhan warga sekitar terkait dengan pekerjaan yang sedang dilakukan salah satunya adalah bekerja sampai larut malam,” kata AKBP Aditya dalam konferensi pers di Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).

    Keluhan warga kembali disampaikan AH di hari yang sama kepada pihak pekerja proyek. Kedatangan AH untuk kedua kalinya ini justru mendapat penolakan hingga ancaman dari pihak pekerja.

    “Kedatangan dari saudara AH ini yang kedua kali tidak diterima dengan baik oleh para pekerja dan penjaga tersebut sehingga muncul adanya perkataan di mana saudara AH ini merasa terancam oleh perkataan salah satu dari pekerja tersebut,” jelas AKBP Aditya.

    AH pun menemui Ketua RW 01 untuk mengadukan hal yang dialaminya. Para Ketua RW dekat wilayah proyek tersebut akhirnya sepakat untuk mendatangi para pekerja proyek tersebut untuk bermusyawarah.

    Namun, beberapa warga masih ada yang belum bisa menerima hasil dari musyawarah yang dilakukan sehingga merencanakan untuk melakukan penyerangan terhadap para pekerja proyek. Aksi penyerangan ini pun dilakukan pada Selasa (17/12) pukul 17.00 WIB.

    “Kemudian pada hari Selasa tanggal 17 Desember 2024 kira-kira pukul 17.00 WIB, ada sekelompok warga yang melakukan, berkumpul, berkumpul di depan lahan tersebut dan masuk ke dalam dan langsung melakukan penyerangan. Dari akibat penyerangan tersebut satu orang meninggal dunia atas nama AS ini usia 71 tahun,” jelas Aditya.

    Tiga Pelaku Ditangkap

    “Iya betul (tiga orang pelaku sudah diamankan),” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, Jumat (20/12).

    Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Muhammad Firdaus mengatakan ketiga pelaku yang diamankan dari kelompok warga. Saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan.

    “Sudah 3 pelaku diamankan. Pelakunya dari warga,” ujarnya.

    (ygs/ygs)

  • Jaksel optimis ekoedukasi Ciliwung mampu wujudkan potensi wisata air

    Jaksel optimis ekoedukasi Ciliwung mampu wujudkan potensi wisata air

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan optimis kawasan Ekoedukasi Ciliwung yang berada di Mat Peci Green Camp, Jalan Inspeksi Ciliwung, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, mampu mewujudkan potensi wisata air.

    “Mat Peci melalui Ekoedukasi Ciliwungnya membawa konsep-konsep tentang kali, bahkan konsep tentang wisata airnya yang luar biasa,” kata Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho dalam peresmian di Jakarta, Kamis.

    Ali mengatakan harus ada perubahan paradigma tentang air, yang dulunya sebagai tempat pembuangan, harusnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.

    Ketua Mat Peci, Usman Firdaus menuturkan, adanya penyebutan kata “ekoedukasi” ini diharapkan mampu menjadi wahana edukasi terutama yang terkait dengan iklim.

    “Bagaimana misalnya masyarakat mengelola sampah, kemudian bagaimana mereka mempertahankan diri dengan ketahanan pangan mandiri, kemudian bagaimana berinteraksi dengan masyarakat sekitar dalam rangka menjaga kelestarian Ciliwung,” ujar Usman.

    Menurut dia, kalau Kali Ciliwung ini baik, maka akan menumbuhkan ekonomi di sekitar daerah tersebut.

    Contoh yang paling gampang adalah ikan. Dengan banyaknya ikan maka masyarakat akan kembali lagi ke sungai dengan catatan mereka menjaga kemuliaan dengan tanaman-tanaman yang kita tanam.

    “Juga burung-burung yang dulu pernah ada dan sekarang sudah tidak ada dan sekarang ada lagi,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Ali Murthadho juga menebarkan 1.000 benih ikan nila di Kali Ciliwung.

    Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur Legal Zurich Topaz Life Fitria Djemat, Ketua Dewan Kota Kecamatan Pancoran H Yom Emzier, Camat Pancoran Alamsyah dan Lurah Cikoko Fadhilah Nursehati dan Ketua Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) Usman Firdaus.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Agung Nugroho Curhat ke Menteri PU Soal Masalah Banjir di Pekanbaru

    Agung Nugroho Curhat ke Menteri PU Soal Masalah Banjir di Pekanbaru

    FAJAR.CO.ID, PEKANBARU – Walikota Pekanbaru terpilih, Agung Nugroho memulai gebrakan untuk menyelesaikan permasalahan kota Pekanbaru dengan menemui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di kantornya, Rabu (18/12) siang.

    Agung bahkan menegaskan salah satu agenda pertemuannya dengan Menteri Dody adalah untuk meminta dukungan pemerintah pusat dalam menyelesaikan persoalan banjir di Pekanbaru.

    “(Rabu) siang ini, kami berada di Kementerian PU. Langsung ketemu dengan Pak Menteri. Alhamdulilah, disambut dengan hangat. Ini salah satu niat kami untuk menyelesaikan banjir,” ucap Agung.

    Menteri PU Dody Hanggodo pun merespon dengan baik kedatangan Walikota terpilih Agung Nugroho. Menurutnya, Kementerian PU akan mendukung semua program kerakyatan yang diusulkan Walikota Agung Nugroho. Meskipun, ungkapnya, pemerintahan kota Pekanbaru yang bakal dipimpin Walikota Agung Nugroho sebelumnya juga harus terlebih dahulu mengajukan permohonan secara formal.

    “Insya Allah Pak Walikota Pekanbaru terpilih (Agung Nugroho), kami akan support semua program-program kerakyatan untuk masyarakat Pekanbaru. Kami tunggu permohonan formalnya. Karena hanya dengan permohonan formal, kami bisa memproses apapun aspirasi dari daerah,” ujar Menteri Dody.

    Mendengar pernyataan tersebut, spontan Walikota Agung Nugroho menghaturkan ucapan terimakasih kepada Kementerian PU. Walikota Agung bahkan menyebut Menteri Dody sebagai salah seorang Menteri yang dapat bekerja dengan baik dan berkomitmen membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat kota Pekanbaru.