Akhir Kasus Prada Lucky: 17 Prajurit TNI Dipecat, Penjara 9 Tahun dan Bayar Rp 544 Juta
Tim Redaksi
KUPANG, KOMPAS.com
– Ibunda almarhum Prada Lucky Namo, Sepriana Paulina Mirpey, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih usai majelis hakim Pengadilan Militer III-15 Kupang menjatuhkan vonis kepada 17 terdakwa kasus penganiayaan yang menewaskan putranya, Rabu (31/12/2025).
Di hadapan awak media, Sepriana mewakili keluarga besar almarhum menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan media yang telah mengawal proses hukum sejak awal persidangan hingga putusan dibacakan. Dukungan publik dinilai menjadi penguat bagi keluarga selama mencari keadilan.
“Untuk semua media dan seluruh masyarakat Kota Kupang serta masyarakat Indonesia yang mengikuti sidang ini, baik secara langsung maupun daring, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih. Berkat dukungan media dan masyarakat, almarhum anak kami bisa mendapatkan keadilan,” ujar Sepriana dengan suara bergetar.
Sepriana menyebut, keluarga merasa puas dengan putusan yang dijatuhkan majelis hakim. Menurutnya, vonis tersebut mencerminkan rasa keadilan yang selama ini diperjuangkan keluarga korban atas hilangnya nyawa Prada Lucky.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tiga hakim yang mulia, Oditur Militer,
Pengadilan Militer Kupang
, serta pimpinan institusi TNI yang telah memberikan keadilan bagi anak kami. Tuntutan Oditur Militer juga telah didengar oleh hakim dan itu adalah isi hati kami sebagai keluarga,” katanya.
Sepriana juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas putusan tersebut. Ia menegaskan, keluarga akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas, termasuk proses pemecatan para terpidana dari dinas militer.
“Kami bersyukur kepada Tuhan Yesus, Sang Pemilik Hidup, karena telah memberikan keadilan yang sebesar-besarnya bagi almarhum Lucky. Kami tidak bisa membalas semua kebaikan ini selain dengan doa,” ujarnya.
Dalam sidang putusan tersebut, majelis hakim menjatuhkan vonis penjara kepada 17 terdakwa penganiaya
Prada Lucky Namo
, prajurit Yonif TP 834/WM Aeramo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 15 terdakwa divonis 6 tahun penjara, sementara dua terdakwa lainnya dijatuhi hukuman 9 tahun penjara. Kelima belas terdakwa yang divonis 6 tahun penjara yakni Thomas Desembris Awi, Andre Mahoklory, Ponciatus Allan Dadi, Abner Yeterson Nubatonis, Rivaldo De Alexando Kase, Imanuel Nimrot Laubora, Dervinti Arjuna Putra Bessie, Rofinus Sale, Emanuel Joko Huki, Ariyanto Asa, Jamal Bantal, Yohanes Viani Ili, Mario Paskalis Gomang, Firdaus, serta Yulianus Rivaldy Ola Baga.
Sementara itu, dua perwira yakni Letda Inf Made Juni Arta Dana dan Letda Achmad Thariq Al Qindi Singajuru, STr (Han), masing-masing divonis 9 tahun penjara.
Majelis hakim menyatakan vonis tersebut sesuai dengan tuntutan yang sebelumnya dibacakan Oditur Militer. Selain hukuman penjara, seluruh terdakwa juga dijatuhi sanksi pemecatan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.
Tak hanya itu, para terdakwa juga diwajibkan membayar restitusi kepada keluarga korban sesuai perhitungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan total nilai Rp 544 juta, atau masing-masing sebesar Rp 32 juta.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 22 terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap Prada Lucky dituntut hukuman pidana penjara serta pemecatan dari
TNI AD
.
Rincian tuntutan pidana yakni 19 terdakwa dituntut 6 tahun penjara, dua terdakwa dituntut 9 tahun penjara, dan satu terdakwa dituntut 12 tahun penjara. Sidang pembacaan tuntutan oleh Oditur Militer sendiri telah berlangsung pada 10–11 Desember 2025.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Firdaus
-
/data/photo/2025/11/12/69140856d19cd.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Akhir Kasus Prada Lucky: 17 Prajurit TNI Dipecat, Penjara 9 Tahun dan Bayar Rp 544 Juta Regional
-

Hujan Deras dan Angin Picu Pohon Tumbang di Probolinggo, Pengendara Motor Tewas Tertimpa
Probolinggo (beritajatim.com) – Musibah pohon tumbang merenggut nyawa seorang warga di Kota Probolinggo. Nur Hasil (40), warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, meninggal dunia setelah tertimpa pohon di Jalan Mastrip, Kamis (25/12/2025) sore.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.42 WIB, tepatnya di depan SD Integral Hidayatullah. Saat itu, hujan deras disertai angin melanda kawasan tersebut. Sebuah pohon besar mendadak tumbang dan menimpa korban yang tengah melintas menggunakan sepeda motor.
Saksi mata, Ayu Firdaus (28), mengaku tidak mengetahui detik-detik awal kejadian. Ia baru menyadari adanya insiden setelah arus lalu lintas tersendat dari arah utara. “Pas sampai sini hujan sudah agak reda, tapi jalan macet. Ternyata ada orang tertimpa pohon,” ujarnya.
Korban diketahui mengendarai sepeda motor dari arah utara. Kendaraan jenis Honda Vario yang digunakannya mengalami kerusakan parah akibat tertimpa batang pohon. Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kedopok. Namun, karena kondisinya kritis, ia dirujuk ke RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo. Meski telah mendapat penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong. Nur Hasil dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WIB.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Probolinggo, Yudha Arisandy, menjelaskan hujan deras yang mengguyur sejak siang hari menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. “Berdasarkan data Pusdalops BPBD, akar pohon tidak mampu menahan beban saat hujan dan terpaan angin. Saat korban melintas, pohon besar itu tiba-tiba tumbang dan langsung menimpanya,” kata Yudha.
Ia menambahkan, laporan dari warga diterima Pusdalops BPBD pada pukul 15.42 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan penanganan pohon tumbang.
Terkait kondisi pohon, Yudha mengaku pihaknya belum dapat memastikan penyebab teknisnya. “Ketika petugas tiba di lokasi, pohon sudah dalam kondisi tumbang. Saat kejadian memang hujan deras disertai angin, meski anginnya tidak terlalu kencang,” ujarnya.
Proses pemotongan dan pembersihan pohon dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, relawan, dan petugas PLN. Setelah evakuasi selesai, arus lalu lintas di Jalan Mastrip kembali normal. “Penanganan sudah selesai, personel telah kembali ke posko. Saat ini kondisi lokasi aman dan terkendali,” pungkasnya. (ada/kun)
-

Jakarta Kota Sinema, IKJ komit wujudkan dengan perkuat kolaborasi
Jakarta (ANTARA) – Perguruan tinggi seni, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) berkomitmen untuk mewujudkan Jakarta Kota Sinema dengan memperkuat kolaborasi dengan pihak terkait.
“Kami memiliki peran strategis dalam menyiapkan seniman dan insan perfilman yang akan mengisi ekosistem kota sinema,” kata Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Syamsul Maarif di Jakarta, Selasa.
Untuk itu, IKJ berkomitmen mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema melalui diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD) dan penyerahan Apresiasi Penghargaan Film 2025 yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri perfilman nasional.
Menurut dia, Jakarta harus berkembang tidak hanya sebagai lokasi produksi film, tetapi juga sebagai ruang ide, kreativitas dan kolaborasi lintas disiplin seni.
Syamsul menekankan, terwujudnya Jakarta sebagai kota sinema membutuhkan kerja kolaboratif dan jejaring yang berkelanjutan.Retno menambahkan, forum diskusi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diintegrasikan dalam kebijakan dan program pengembangan perfilman Jakarta, sehingga memperkuat posisi Jakarta di tingkat nasional maupun global.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, IKJ juga menyerahkan Apresiasi Penghargaan Film 2025 kepada para sineas dan pekerja film nasional, antara lain M. Kanz Daffa (Will Today Be A Happy Day), Zancko Zebedillah Zayyaan bersama tim Kolase Films (Rahasia Umum).Selanjutnya Suryana Paramita, Yandy Laurens, Hanung Bramantyo, Ismail Fahmi Lubis dan Azhar Kinoi Lubis, Amar Haikal, Batara Goempar, Dimas Bagus Triatma, Ical Tanjung, Muhammad Firdaus, Roy Lolang, Eros Eflin, Frans Paat, Aline Jusria, Dinda Amanda, Wawan I Wibowo, Indrasetno Vyatrantra, Ichsan Rachmaditta, Wahyu Tri Purnomo, serta Mira Lesmana.
IKJ menegaskan, pemberian penghargaan dan forum strategis tersebut menjadi bagian dari penguatan jejaring dan ekosistem perfilman Jakarta.Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-

Rano Karno Buka Jakarta Drum Corps International, Cerita Pengalaman di Banten
Jakarta –
Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno membuka event Jakarta Drum Corps International 2025. Rano menargetkan indeks city atau peringkat kota global Jakarta bisa meningkat dengan adanya event tersebut.
Pembukaan Jakarta Drump Corps International 2025 dilakukan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (18/12/2025) malam. Acara dihadiri Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Pelaksana Jakarta Indonesia Drum Corps Association (IDCA) 2025 Beno, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Firdaus Ali, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ardiansyah, Staf Khusus Gubernur Bidang Pemuda dan Olahraga Diki Budi, Ketua Umum IDCA Hari Doyo Sugianto.
“Jakarta harus mencapai nilai sebagai indeks city, harus mencapai 50 poin. Pada tahun 2023 Jakarta pada posisi 24. Dan Alhamdulillah setelah kami 6 bulan di Jakarta, kita bisa meningkatkan menjadi nomor 71,” kata Rano dalam sambutannya.
“Ini adalah salah satu usaha saya untuk segera meningkatkan indeks city Jakarta dengan kegiatan internasional seperti ini,” sambungnya.
Rano mengulas kembali perjuangannya membawa Provinsi Banten sampai ke Eropa lewat marching band. Dia berharap Jakarta nantinya bisa menorehkan prestasi lebih dari yang pernah diraih Banten.
“Pengalaman saya membawa sebuah provinsi pada tahun 2013 menjuarai sebuah kejuaraan marching band, pada waktu itu mendapat piala presiden dan dengan itu kita diundang bisa bermain di Amsterdam di Belanda, dan mendapat gold medal di sana,” tuturnya.
“Bayangin sebuah provinsi kecil yang bernama Banten, bisa mengirim anak-anak ya sampai ke Amerika. Ini Jakarta, Jakarta harus lebih dari Banten,” lanjutnya.
Pembukaan dilakukan dengan pemukulan gong. Setelahnya dilakukan penandatanganan prasasti.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Jakarta Drum Corps International 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” kata Rano.
Sementara, Ketua Umum IDCA Hari Doyo Sugianto menyampaikan, Jakarta Drump Corps International 2025 akan diselenggarakan selama tiga hari mulai 19 hingga 21 Desember 2025. Event internasional ini diikuti oleh peserta dari 12 provinsi dan tiga negara.
“Untuk peserta diikuti 12 provinsi dan 3 negara. Ada satu delegasi Jepang yang negaranya itu Malaysia Thailand Hongkong,” ujarnya.
Dia menyebut Jakarta baru pertama kali menjadi tuan rumah penyelenggaraan event ini dan akan menjadi agenda rutin tahunan. Event ini diharapkan dapat memberi warna baru di Jakarta khsusunya bagi Indonesia.
“Sebenarnya event ini event tahunan dari DCI Indonesia yang sekarang menjadi Jakarta DCI atau Jakarta Drum Corps International. Dan ini pertama di Jakarta dan membawa ini memberikan warna baru buat bangsa ini,” jelasnya.
Ada 5 kategori yang dilombakan dalam event ini. Berikut kategorinya:
1. Drum corps
2. Sound sport
3. Drumline battle
4. Street parade
5. Flag ensembleHalaman 2 dari 2
(dek/isa)
-

Wali Kota Kediri dan Forkopimda Dialog Bersama Perguruan Silat, Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan
Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Forkopimda berdialog bersama perwakilan perguruan silat se-Kota Kediri. Dialog berjalan begitu hangat di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (17/12/2025). Dialog ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan sinergi dalam menjaga kerukunan di Kota Kediri.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Wali ini menjelaskan di Kota Kediri terdapat 14 perguruan silat. Pencak silat telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Dimana pencak silat mencerminkan identitas, nilai, serta kearifan lokal Bangsa Indonesia. Pengakuan tersebut tentunya bukan hanya sebuah kehormatan melainkan juga amanah dan tanggung jawab. Terlebih untuk menjaga dan melestarikan pencak silat agar hidup dan berkembang di masyarakat.
“Pencak silat itu sendiri tentu tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai luhur. Seperti, budi pekerti, pengendalian diri, sportivitas, persaudaraan serta penghormatan terhadap sesama dan alam,” jelasnya.
Wali kota termuda ini mengungkapkan IPSI memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan, pelestarian, serta pengembangan dari pencak silat. IPSI tidak hanya bertanggung jawab terhadap prestasi olahraga, tetapi juga pelestarian nilai budaya dan jati diri bangsa. IPSI juga memiliki peran penting sekali dimana sebagai wadah pembinaan generasi muda. Agar ke depan anak-anak bisa jadi atlet berprestasi, dan menghindari kekerasan. Harapannya IPSI juga menanamkan nilai-nilai pancasila di dalam pencak silat. Setiap gerakan pencak silat ini mengandung nilai pancasila.
“Harapannya pencak silat ini bisa mempersatukan generasi muda untuk mejadi generasi yang berdaya saing. Sehingga terwujud Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Menutup dialog, Mbak Wali menyampaikan pesan khusus kepada seluruh perguruan silat dan para pendekar di Kota Kediri. Ia mengajak para pendekar untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kedamaian.
“Saya pernah membaca quote yakni, pendekar yang kuat bukan yang kuat fisiknya tetapi yang paling kuat menjaga persatuan dan kehormatan bangsa. Makna dari quote ini begitu mendalam. Mari kita wujudkan bersama-sama,” pungkasnya.
Turut hadir, Wakil Wali Kota Qowimuddin, Ketua DPRD Firdaus, Kepala Kejaksaan Negeri Raden Roro Theresia, Perwakilan Forkopimda, Kepala Bakesbangpol Didik Catur, Ketua KONI Eko Agus Koko, Ketua IPSI Kota Kediri dan seluruh perguruan pencak silat, serta tamu undangan lainnya. [nm/ted]




