Tag: Ferry Juliantono

  • Profil Ferry Juliantono yang Diangkat Jadi Menteri Koperasi

    Profil Ferry Juliantono yang Diangkat Jadi Menteri Koperasi

    Jakarta

    Presiden RI Prabowo Subianto merombak sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Senin (8/9/2025). Salah satu Menteri yang dirombak ialah Menteri Koperasi (Menkop).

    Kini jabatan Menkop diemban oleh Ferry Juliantono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop). Ia menggantikan posisi Menkop Budie Arie Arie Setiadi.

    Ferry Juliantono lahir di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1967. Ia merupakan seorang dia merupakan Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa Partai Gerinda periode 2020-2025.

    Fery merupakan lulusan S1 Akuntansi Unpad pada 1993. Ia kemudian melanjutkan program pasca sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Studi Hubungan Internasional Kekhususan Ekonomi Politik Internasional Universitas Indonesia dan selesai pada 2006.

    Ferry bukanlah nama baru dalam dunia perkoperasian Indonesian, sebelum menjabat sebagai Wamenkop, ia pernah menjadi ketua Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) pada periode 2019-2023. Pada periode tersebut juga ia menjabat sebagai Asosiasi Pedagang Seluruh Pasar Indonesia.

    Ferry juga pernah menjabat pernah menjabat sebagai pemimpin Indonesian Coal Suppliers Association (Aspebindo) selama 12 tahun.

    Pada tahun ini, Ferry juga diangkat sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Penunjukkan itu dihasilkan dari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih.

    Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Unpad (IKA Unpad) periode 2024-2028. Ferry terpilih secara aklamasi.

    Lihat juga Video: Ferry Juliantono Gantikan Budi Arie Jadi Menteri Koperasi

    (kil/kil)

  • Prabowo lantik 4 menteri dan 1 wamen, Purbaya gantikan Sri Mulyani

    Prabowo lantik 4 menteri dan 1 wamen, Purbaya gantikan Sri Mulyani

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik lima pejabat baru Kabinet Merah Putih dalam reshuffle yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin.

    Dalam pelantikan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

    Selain itu, Presiden juga melantik Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi serta Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umroh beserta Wakilnya, Dahnil Azhar.

    Sedangkan, pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo belum disebutkan.

    Untuk posisi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Presiden turut mengangkat Muktaruddin.

    Pewarta: Andi Firdaus
    Editor: Budi Suyanto
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ferry Juliantono Gantikan Budi Arie Jadi Menteri Koperasi

    Ferry Juliantono Gantikan Budi Arie Jadi Menteri Koperasi

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto hari ini resmi melantik Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi. Ferry menggantikan Budi Arie Setiadi di posisi tersebut.

    Posisi Ferry digeser dari awalnya menjabat Wakil Menteri Koperasi mendampingi Budi Arie usai dilantik Oktober 2025.

    Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). Pelantikan tersebut sesuai Surat Keputusan Presiden RI nomor 26 P tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024-2029.

    “Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Prabowo membacakan sumpah diikuti Ferry.

    “Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” lanjutnya.

    (hal/ara)

  • Kopdes Merah Putih Mesti Jadi Pangkalan biar LPG 3 Kg Tak Mahal

    Kopdes Merah Putih Mesti Jadi Pangkalan biar LPG 3 Kg Tak Mahal

    Jakarta

    Kementerian Koperasi (Kemenkop) meminta Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih agar dapat berstatus sebagai pangkalan. Saat ini, Kopdeskel Merah Putih baru berstatus sub pangkalan.

    Dengan menjadi pangkalan, maka Kopdeskel bisa menjual LPG 3 kg dengan harga lebih murah.

    Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie mengatakan saat ini penyaluran LPG 3 kg masih bermasalah. Budi menyebut harga eceran tertinggi LPG 3 kg sebesar Rp 18.000. Namun, banyak daerah-daerah yang masih dijual dengan harga Rp 25.000-30.000.

    “Kita jujur bahwa saat ini penyaluran LPG ini masih bermasalah. Saya sudah bilang harga eceran tertinggi LPG itu Rp 18 ribu. Jadi saya gampang kita kan gampang nge-cek ya rakyat beli berapa? Ibu-ibu beli berapa? Karena di banyak daerah Rp 25 ribu, Rp 30 ribu. Padahal subsidi-nya udah begitu besar,” ujar Budi Arie saat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (8/9/2025).

    Saat ditanya lebih lanjut mengenai penyaluran yang bermasalah, Budi Arie menilai selama Kopdeskel Merah Putih bukan berstatus pangkalan persoalan tersebut masih berlanjut. Ia berharap dengan adanya Kopdes Merah Putih, harga-harga kebutuhan bahan pokok, termasuk LPG 3 kg dapat diterima dengan harga terjangkau.

    “Nah itu kan soal regulasi. Kalau selama Kopdes nggak jadi pangkalan, nggak bisa dong. Kita perlu keberpihakan, Kopdes Merah Putih perlu keberpihakan. Kan konsumennya ibu-ibu, bisa ditanya di desa beli berapa? Karena negara, HET-nya Rp 18.000,” katanya.

    Pada rapat bersama Komisi VI DPR RI, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai status pangkalan membuat Kopdeskel Merah Putih mendapatkan harga agen. Dengan begitu, Kopdeskel Merah Putih juga dapat menyalurkan LPG ke warung-warung di desa.

    “Kita melakukan banyak sekali relaksasi peraturan regulasi yang ada. Contoh penyaluran gas LPG, Permen ESDM-nya menetapkan status Kopdes itu sub pangkalan. Padahal sebenarnya Kopdes itu adalah statusnya sebagai pangkalan untuk mengatasi masalah. Kalau kopdes pangkalan maka bisa mendapatkan harga agen dan kopdes ini bisa menyalurkan kepada warung UMKM pasar-pasar dan tidak tabrakan,” ujar Ferry.

    Terkait hal ini, Ferry menerangkan telah berkoordinasi dengan Kementerian Hilirisasi dan Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta Kementerian ESDM, Kopdeskel Merah Putih akan diberikan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dapat menyalurkan gas LPG 3 kg.

    “Karena itu kemarin sudah disampaikan oleh Kementerian Investasi dan ESDM, Kopdes itu nanti NIB-nya salah satunya penyalur gas LPG 3 kg karena statusnya dengan risiko yang rendah,” jelasnya.

    Lihat juga Video: Kopdes Merah Putih Dibentuk Agar Subsidi Tepat Sasaran

    (acd/acd)

  • Reshuffle Kabinet Merah Putih, 6 Kementerian yang Dipanggil Prabowo

    Reshuffle Kabinet Merah Putih, 6 Kementerian yang Dipanggil Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Sekretariat Negara Indonesia Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle kabinet di 6 kementerian di Indonesia.

    “Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan kabinet merah putih,” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (8/9/2025).

    Prasetyo mengatakan akan ada beberapa kementerian yang direshuffle untuk memperkuat posisi pemerintah di Indonesia, usai adanya demo berkepanjangan hingga sepekan di Indonesia.

    Ada 6 kementerian yang akan di reshuffle kabinet:

    1. Kemenko Politik dan Keamanan

    2. Kementerian Keuangan atau Kemenkeu

    3. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

    4. Kementerian Koperasi

    5. Kementerian Pemuda dan Olahraga

    6. Kementerian Haji (Penambahan)

    Pejabat yang sudah datang ke Istana: 

    – Mukhtaruddin anggota DPR RI 

    – Mochamad Irfan Yusuf – Kepala Badan Penyelenggara Haji

    – Purbaya Yudi Sadewa – Ketua LPS 

    – Fery Juliantono – Wamenkop

    Tak lama berselang, sejumlah tokoh lain turut hadir, di antaranya Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Badan Penyelenggara Haji Moch Irfan Yusuf, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aries Marsudiyanto, serta Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

    Mereka kompak mengaku tidak mengetahui agenda resmi yang menanti di Istana. Irfan Yusuf bahkan menyebut dirinya baru menerima panggilan mendadak. 

    “Saya baru ditelpon tadi jam 2 oleh Letkol Teddy, diminta datang ke Istana jam 3 pakai jas, dasi. Cuma saya belum tahu acara apa ini,” ungkapnya kepada wartawan.

  • Politisi Golkar & Ketua LPS Mendadak ke Istana, Prabowo Reshuffle Menteri Kabinet?

    Politisi Golkar & Ketua LPS Mendadak ke Istana, Prabowo Reshuffle Menteri Kabinet?

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga hadir di Istana hanya menjawab singkat saat ditanya apakah ada pelantikan atau reshuffle kabinet hari ini, Senin (8/15/2025). 

    “Kayaknya [Reshuffle],” katanya Airlangga kepada wartawan sembari tersenyum di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (8/9/2025).

    Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa turut mengaku mendapat panggilan mendadak. Dia menyebut menerima telepon dari rekan hingga pejabat Istana.

    “Ada teman yang telepon, ada [Sekretaris Kabinet] Letkol Teddy juga. Diminta datang jam 3, tapi agendanya saya tidak tahu,” ujarnya.

    Purbaya yang datang bersama keluarga juga hanya menjawab singkat saat ditanya apakah dirinya akan dilantik.

    “Saya LPS, mungkin mau ngomong ekonomi. Kalau dilantik siap lah, enggak pernah nggak siap,” katanya.

    Dia pun menepis pertanyaan soal kemungkinan perpanjangan masa jabatannya di LPS yang akan habis pada September ini.

    “Saya nggak tahu. Tapi pakai dasi biru ini dipilihkan orang rumah,” ujarnya sambil tersenyum.

    Suasana Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/9/2025) sore, mendadak ramai oleh kedatangan sejumlah tokoh penting dengan balutan jas dan dasi biru. Mereka tiba secara bergelombang sekitar pukul 14.45 WIB, memicu spekulasi publik terkait kemungkinan adanya reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Orang pertama yang terlihat masuk ke lingkungan Istana adalah politikus Partai Golkar sekaligus anggota DPR RI, Mukhtarudin, yang datang bersama istrinya. Meski demikian, dia enggan memberi penjelasan saat ditanya apakah kehadirannya berkaitan dengan pelantikan menteri baru.

    “Nanti saja,” ujarnya singkat sambil tersenyum.

    Tak lama berselang, sejumlah tokoh lain turut hadir, di antaranya Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Badan Penyelenggara Haji Moch Irfan Yusuf, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aries Marsudiyanto, serta Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

    Mereka kompak mengaku tidak mengetahui agenda resmi yang menanti di Istana. Irfan Yusuf bahkan menyebut dirinya baru menerima panggilan mendadak.

    “Saya baru ditelepon tadi jam 14.00 WIB oleh Letkol Teddy, diminta datang ke Istana jam 15.00 pakai jas, dasi. Cuma saya belum tahu acara apa ini,” ungkapnya kepada wartawan.

    Hingga berita ini diturunkan, jurnalis yang biasa meliput di Istana Kepresidenan telah diarahkan masuk ke Kantor Presiden, lokasi transit sebelum agenda resmi berlangsung baik di Istana Merdeka maupun Istana Negara.

    Spekulasi reshuffle makin menguat lantaran kedatangan tokoh-tokoh tersebut bertepatan dengan dinamika politik terkini. Apalagi, DPR RI baru saja mengesahkan Undang-Undang Haji dan Umrah yang mengubah Badan Penyelenggara Haji menjadi Kementerian Haji, sehingga kemungkinan adanya penyesuaian struktur kabinet kian terbuka.

  • Budi Arie soal Reshuffle Kabinet: Itu Hak Prerogatif Presiden

    Budi Arie soal Reshuffle Kabinet: Itu Hak Prerogatif Presiden

    Jakarta

    Menteri Koperasi Indonesia, Budi Arie Setiadi, menanggapi adanya isu reshuffle di Kabinet Merah Putih sore ini. Budi Arie menegaskan jika reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

    “Itu hak prerogatif presiden, hak prerogatif presiden,” kata Budi Arie usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

    Budi Arie mengatakan dirinya tengah fokus kerja untuk kepentingan rakyat. Ia menyebut belum diberi informasi terkait reshuffle itu.

    “Belum, kita kerja saja ngurus rakyat ya, fokus ngurus rakyat. Nggak, belum, belum ada pemberitahuan, kenapa? Kamu bikin isu sendiri,” kata Budi Arie.

    “Semuanya hak prerogatif presiden kita fokus ngurus rakyat ya,” sambungnya.

    Sejumlah tokoh mulai berdatangan ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet. Para tokoh itu datang dengan kemeja dilengkapi dasi biru muda seperti yang digunakan menteri-menteri Kabinet Merah Putih saat pelantikan pada Oktober 2024.

    Pantauan detikcom, Senin (8/9), tokoh yang hadir itu antara lain Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji, M Irfan Yusuf. BP Haji sendiri telah resmi menjadi Kementerian Haji dan Umrah sehingga pimpinannya akan menjadi menteri.

    Perubahan nama itu membuat harus ada pelantikan Menteri Haji dan Umrah. Hal itu diperlukan untuk menyesuaikan dengan nama baru lembaga tersebut.

    Selain itu, ada juga Wamenkop Ferry Juliantono yang hadir mengenakan kemeja dan dasi biru. Politikus Golkar Muchtarudin dan ekomom Purbaya Yudhi Sadewa juga merapat dengan setelan kemeja dan dasi biru muda.

    Halaman 2 dari 2

    (dwr/maa)

  • Bos LPS hingga Wamenkop Ferry Merapat ke Istana di Tengah Isu Reshuffle

    Bos LPS hingga Wamenkop Ferry Merapat ke Istana di Tengah Isu Reshuffle

    Jakarta

    Sederet tokoh hadir ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat hari ini. Tokoh-tokoh ini datang di tengah isu reshuffle yang berkembang hari ini di Istana.

    Purbaya Yudhi Sadewa, yang saat ini menjabat Ketua DK Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) tampak hadir di Istana. Dia mengatakan diminta datang pukul 15.00 WIB hari ini. Namun tidak tahu apakah akan dilantik jabatan baru atau tidak.

    “Saya belum tahu. Diminta jam 3 datang. Saya kan Ketua LPS mungkin omongin ekonomi,” ungkap Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

    Ketika ditanya bila dilantik hari ini akan siap atau tidak. Dia menyatakan dirinya selalu siap. “Siap lah, nggak pernah nggak siap,” singkatnya menegaskan.

    Selain Purbaya ada juga tokoh lain merapat Anggota Komisi XII DPR dari fraksi Golkar Mukhtaruddin, Kepala BP Haji M. Irfan Yusuf Hasyim, dan Kepala Bappisus Aries Marsudianto. Selain itu Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono juga merapat ke Istana.

    (hal/ara)

  • Pekan Depan, Kopdes Merah Putih Bisa Cairkan Pinjaman Secara Bertahap dari Himbara

    Pekan Depan, Kopdes Merah Putih Bisa Cairkan Pinjaman Secara Bertahap dari Himbara

    Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menyatakan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan dapat mencairkan pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) secara bertahap mulai pekan depan.

    Dia menjelaskan bahwa hal ini berlaku seiring ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 63/2025 terkait alokasi dana untuk pembiayaan tahap awal operasional Kopdes Merah Putih yang sebesar Rp16 triliun. 

    “Sehingga, dengan PMK ini, Himbara sudah bisa mencairkan plafon yang diberikan kepada Kopdes Merah Putih,” kata Ferry dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (5/9/2025).

    Dia menjelaskan bahwa pembiayaan dari bank-bank Himbara yakni BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI ini telah masuk dalam tahap operasional, berdasarkan buku manual tata cara pencairan pinjaman untuk Kopdes.

    Sementara itu, Ferry menyatakan telah ada kerja sama yang disepakati dengan ID Food, Perum Bulog, hingga pihak swasta perihal distribusi barang untuk koperasi, apotek, dan klinik desa.

    “Namun, untuk produk di apotek desa tidak bisa dilakukan dengan sistem konsinyasi. Maka kita lakukan kerja sama dengan swasta agar bisa konsinyasi,” ujarnya.

    Selain itu, dia menyatakan bahwa petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari lintas kementerian/lembaga akan dituntaskan pekan ini. Harapannya, Kopdes dapat beroperasi mulai pekan depan.

    Diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa dana APBN yang akan ditempatkan ke Himbara untuk Kopdes Merah Putih pada 2025 dan 2026 mencapai Rp83 triliun.

    Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu Deni Surjantoro menyatakan bahwa sebanyak Rp16 triliun akan dialokasikan melalui saldo anggaran lebih (SAL) APBN 2025, sedangkan sisanya dianggarkan pada 2026.

    “Penempatan dana sebesar Rp83 triliun itu adalah akumulasi dari tahun 2025 dan 2026, yang diperkirakan tahun 2025: Rp16 triliun dan 2026: Rp67 triliun,” kata Deni melalui keterangan tertulis kepada Bisnis, Rabu (3/9/2025).

  • Bank BUMN Kebanjiran Rp 16 T buat Pinjaman 10.000 Kopdes

    Bank BUMN Kebanjiran Rp 16 T buat Pinjaman 10.000 Kopdes

    Jakarta

    Kementerian Keuangan menyuntikkan dana Rp 16 triliun ke bank milik negara (Himbara) untuk mendanai pinjaman modal Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Empat bank tersebut adalah BRI, Mandiri, BNI, dan BSI (Bank Syariah Indonesia).

    Kebijakan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 63 Tahun 2025 tentang Penggunaan Saldo Anggaran Lebih alias SAL Tahun Anggaran 2025 untuk Pemberian Dukungan Kepada Bank yang Menyalurkan Pinjaman Kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

    Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan seluruh Kopdes Merah Putih sudah bisa mengajukan pinjaman kepada empat bank tersebut. Dana Rp 16 triliun tersebut ditarget bisa tersalurkan ke 10.000-15.000 Kopdes sampai akhir tahun.

    “Minggu depan September ini diharapkan sudah mulai kegiatan operasional dengan menggunakan sumber keuangan yang dari APBN, dari dana SAL. Kan Rp 16 triliun, jadi nanti relatif karena memang September ini kita menargetkan bisa 10 ribuan koperasi desa sampai 15 ribuan sudah bisa. Besarannya kan relatif nanti,” jelas Ferry di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025).

    Jika dihitung rata, masing-masing Kopdes dapat menerima dana sekitar Rp 1-1,6 miliar. Jumlah ini tercatat masih jauh lebih rendah daripada plafon yang tertera dalam PMK, yakni sebesar Rp 3 miliar untuk setiap Kopdes.

    Menurut Ferry, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga sudah menyusun manual book alias prosedur pencairan pinjaman modal pengembangan Kopdes. Kementerian Koperasi hanya perlu melakukan sosialisasi kepada seluruh koperasi agar bisa segera mengajukan pinjaman.

    “Jadi mulai minggu depan kita akan mulai turun lagi ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan, diharapkan dari hasil sosialisasi itu kegiatan operasionalnya sudah bisa jalan. Jadi sudah bisa ke Himbara dan tata cara pengajuannya itu akan didampingi oleh Bank Himbara yang ditugaskan oleh Danantara tadi,” paparnya.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan dua PMK yang diterbitkan untuk mendukung pendanaan Kopdes Merah Putih. PMK 49 Tahun 2025 mengatur tata kelola cara pinjaman Kopdes di bank Himbara. Isinya mengenai plafon pinjaman, suku bunga pinjaman, hingga tenor kredit.

    “Sudah disampaikan, plafon pinjaman, suku bunga pinjaman 6 persen, tenor 6 tahun, grace period 6 sampai 8 bulan, dan tata kelolanya,” ungkap Suahasil.

    Sementara PMK 63 Tahun 2025 mengatur pengalokasian saldo anggaran lebih (SAL) APBN 2025 sebesar Rp 16 triliun yang dapat dipakai bank BUMN dalam penyaluran pinjaman Kopdes Merah Putih.

    “Jadi dengan demikian, kita akan taruh di empat bank yang tadi disampaikan oleh Pak Menko, BRI, BNI, Mandiri, dan juga BSI,” jelasnya.

    (igo/fdl)