Korban Penipuan Istri Tentara di Purworejo Bertambah Jadi 104 orang, Kerugian Capai Rp 26,9 Miliar
Tim Redaksi
PURWOREJO, KOMPAS.com
– Jumlah korban penipuan yang dilakukan oleh seorang oknum persit atau istri anggota TNI di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terus bertambah.
Hingga kini, total korban mencapai 104 orang dari berbagai daerah.
Istri tentara bernama Dwi Rahayu, seorang warga Dusun Pangenrejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, diduga menipu para pensiunan hingga meraup dana sebesar Rp 26,9 miliar.
Kuasa hukum korban, Abung Nugraha Fauzi, yang didampingi rekannya, Erni Azanaryati, membenarkan jumlah korban yang terus meningkat.
“Ya betul kami kuasa hukum dari 104 korban tindak pidana penipuan yang dilakukan Dwi Rahayu yang merupakan oknum anggota persit Kodim Kebumen,” kata Abung saat ditemui, Rabu (26/2/2025).
Sebelumnya, korban yang melaporkan kasus ini berjumlah 72 orang. Mayoritas korban adalah pensiunan TNI, Polri, guru, PNS, dan janda.
Seiring dengan bertambahnya jumlah korban, nilai kerugian yang dialami juga meningkat secara signifikan.
Dari total 104 korban, jumlah kerugian kini diperkirakan mencapai Rp 26,9 miliar.
Modus penipuan yang dilakukan Dwi Rahayu adalah dengan menawarkan investasi dalam proyek pembangunan rest area di Bandara YIA. Namun, proyek tersebut ternyata fiktif dan tidak pernah ada.
“Para korban diimingi-imingi bagi hasil antara Rp 4 sampai 5 juta, para korban karena tidak mempunyai uang tunai akhirnya diberikan solusi oleh Dwi Rahayu untuk mengajukan kredit dengan jaminan SK,” jelas Abung.
Salah satu korban, Yasmin Istono, berharap para korban yang mayoritas lansia dapat mendapatkan kembali SK mereka yang telah dijadikan agunan.
Sebagai bentuk dukungan kepada hakim agar memberi keputusan yang adil, Yasmin bersama puluhan korban lainnya mendatangi Pengadilan Negeri Purworejo.
Puluhan korban yang hadir juga membawa poster berisi tuntutan agar SK pensiun mereka segera dikembalikan.
“Ini spontan dari kami, penipuan ini telah terjadi lama dan tidak pernah terselesaikan. Teman-teman kami yang tertipu sudah banyak yang sakit hingga stres,” ungkap Yasmin.
Dia pun berharap agar tuntutan mereka segera dipenuhi dan SK pensiun yang dijadikan jaminan kredit akibat tipu daya oknum persit tersebut bisa dikembalikan.
“Jadi tolong kembalikan SK kami,” tutup Yasmin.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Fauzi
-
/data/photo/2025/02/26/67bed6b8eb3ab.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Korban Penipuan Istri Tentara di Purworejo Bertambah Jadi 104 orang, Kerugian Capai Rp 26,9 Miliar Regional
-

12 Menteri Kabinet Merah Putih Jadi Pemateri Retreat Kepala Daerah, Ini Daftarnya
loading…
Sebanyak 12 menteri Kabinet Merah Putih menjadi pemateri dalam retreat kepala daerah, di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Foto/SindoNews
MAGELANG – Sebanyak 12 menteri Kabinet Merah Putih menjadi pemateri dalam retreat kepala daerah, di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, di hari kelima, Selasa (25/2/2025).
Dari informasi yang diterima, para kepala daerah mendapatkan paparan mendalam terkait berbagai isu strategis dalam pembangunan, mulai dari pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), kesehatan, hingga digitalisasi.
Sesi pertama dimulai dengan pemaparan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno kemudian diikuti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. Selain itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, serta Kepala BKKBN, Wihaji, juga turut memberikan materi dalam retreat kali ini.
Menurut informasi, pada sesi pertama itu para menteri berfokus pada Asta Cita keempat yang berkaitan dengan pembangunan SDM. Menteri PPPA salah satunya menyoroti isu-isu layanan perlindungan anak, kesetaraan gender, serta penyandang disabilitas. Sementara Menko PMK Pratikno menegaskan pentingnya penguatan SDM sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Selanjutnya, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Mutia Hafiz, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang menyampaikan paparan.
Menkomdigi Mutia Hafiz memberikan fokus materi pada cetak biru transformasi digital, dengan menekankan pentingnya digitalisasi dalam pelayanan publik dan pemerintahan daerah.
Sementara, Mentan Amran Sulaiman, dalam paparannya, membahas kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Dia menekankan pentingnya program ketahanan pangan yang berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
Berikut 12 menteri yang hadir memberikan materi di retreat Kepala Daerah hari kelima:
1. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno
2. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin
3. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi
4. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala BKKBN, Wihaji
5. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar
6. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman
7. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti
8. Menteri Komunikasi dan Digital, Mutia Hafiz
9. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan
10. Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani
11. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto
12. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman(cip)
-

Satpol PP Aniaya 2 Wartawan Saat Meliput Demo Indonesia Gelap
Terante, Beritasatu.com – Petugas Satpol PP menganiaya dua wartawan saat meliput unjuk rasa ‘Indonesia Gelap’ yang dilakukan ratusan mahasiswa di Kantor Wali Kota Ternate, Maluku Utara, Senin (24/2/2025). Penganiayaan itu sudah dilaporkan ke polisi.
Kedua korban Julfikram Suhadi dari Tribun Terneta dan Fitrianti jurnalis media Halmaheraraya. Keduanya dianiaya Satpol PP saat meliput kericuhan demo dilakukan massa Aliansi Mahasiswa Maluku Utara.
Kericuhan bermula saat ratusan mahasiswa membakar ban bekas di depan Kantor Wali Kota Ternate di Jalan Pahlawan Revolusi, kemudian mereka berusaha masuk ke halaman kantor untuk bertemu wali kota Ternate guna menyampaikan tuntutannya.
Namun, upaya para mahasiswa diadang Satpol PP di pintu masuk sehingga terjadi saling dorong dan saling pukul. Petugas Satpol PP yang bertindak arogan ikut memukul wartawan.
Akibat pemukulan itu, Julfikram Suhadi mengalami luka sobek di pelipis kanan dan memar di sejumlah bagian tubuh. Fitrianti juga jadi sasaran kekerasan Satpol PP. Keduanya kemudian melaporkan kejadian menimpanya ke Polres Ternate.
Kepala Bagian Operasional Polres Ternate AKP Rizal Fauzi mengatakan pihaknya akan menyelidiki kasus pemukulan wartawan oleh oknum Satpol PP.
“Insiden tadi kami dari Polres Ternate sudah menerima laporan dari teman-teman semua, kami akan proses ya, nanti kami lakukan penyelidikan terlebih dulu terkait dengan titik temunya,” kata Rizal.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate Ikram Salim menyayangkan tindakan arogan petugas Satpol PP yang menganiaya wartawan saat meliput aksi Indonesia Gelap.
“Terhadap korban kekerasan jurnalis yang dilakukan Satpol PP terhadap jurnalis Tribun Ternate, kami sudah melakukan pendampingan laporan secara resmi. Ini jelas sekali melakukan upaya menghalang-halangi, intimidasi, mapun kekerasan terhadap jurnalis,” ungkapnya.
Dia mendesak Polres Ternate segera memproses kasus penganiayaan wartawan oleh Satpol PP dan wali kota Ternate juga harus memberikan sanksi tegas kepada petugas tersebut.
“Kami dari AJI Ternate berkomitmen mengawal kasus ini sampai tuntas,” tembahnya.
-
/data/photo/2025/02/23/67bb157e20fd4.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Meriahnya Gebyuran Bustaman, Tradisi Perang Air Khas Semarang Menyambut Bulan Ramadan Regional 23 Februari 2025
Meriahnya Gebyuran Bustaman, Tradisi Perang Air Khas Semarang Menyambut Bulan Ramadan
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com –
Suara riuh ratusan warga memenuhi lorong-lorong sempit Kampung Bustaman, Purwodinatan, Semarang Tengah, Kota Semarang, pada Minggu (23/2/2025).
Dengan wajah yang dihiasi beragam coretan cat, mereka bersiap membawa puluhan kantong plastik berisi air berwarna-warni untuk merayakan tradisi unik yang dikenal sebagai
Gebyuran Bustaman
.
Tradisi ini telah ada sejak tahun 1742 dan dipelopori oleh Kyai Bustam.
Prosesi Gebyuran Bustaman dimulai dengan memandikan lima anak yang mengenakan kain jarik.
Suara beduk menggema, menandakan bahwa
perang air
telah dimulai.
Warga saling lempar dan menyerang dengan kantong-kantong plastik berisi air.
Salah satu warga Bustaman, Eva Yulianti, mengungkapkan rasa antusiasme terhadap tradisi ini.
“Sepertinya lebih meriah di tahun ini. Saya tinggal di sini. Tadi sudah nyiapin air warna-warni yang dibungkus plastik,” kata Eva saat ditemui
KOMPAS.com.
Dia merasakan bahwa partisipasi warga luar Bustaman turut menambah kemeriahan tahun ini.
Hal senada disampaikan oleh Fauzi, warga Bustaman lainnya.
Menurutnya, Gebyuran Bustaman merupakan salah satu tradisi unik yang dimiliki Kota Semarang.
“Dari tahun ke tahun agendanya sama, tapi ramai ini. Semoga bisa lebih baik dari yang sebelumnya,” ujarnya.
Aulia Istiq Fani, seorang pengunjung dari Candisari, juga ingin merasakan pengalaman Gebyuran Bustaman.
“Pertama kali ikut Gebyuran Bustaman, padahal saya asli Semarang, tapi baru sekali ini,” ujarnya.
Aulia mengaku terpesona dengan tradisi perang air ini, yang tidak ia temukan di kampungnya atau daerah lain.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso, menjelaskan bahwa tradisi ini awalnya dilakukan oleh Kyai Bustam bersama anak dan cucunya menjelang Ramadhan.
“Tradisi ini dilakukan secara turun temurun dan dilestarikan oleh warga Kampung Bustaman. Meski sempat terhenti, sejak tahun 2012 Gebyuran Bustaman kembali bergeliat,” ucap Wing.
Dia menambahkan bahwa ada filosofi di balik tradisi ini.
“Kyai Bustaman mengingatkan umat muslim untuk senantiasa membersihkan diri menjelang bulan Ramadhan, sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dengan khidmat dan sesuai dengan kaidah agama Islam,” jelasnya.
Wing berharap agar tradisi yang telah mengakar selama ratusan tahun ini dapat terus dilestarikan dan bahkan diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
“Ini adalah salah satu bentuk
kearifan lokal
menjelang bulan Ramadhan dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain. Semua orang pasti senang hati. Tentunya ini upaya Kyai Bustam untuk mengangkat nilai-nilai Islam sebagai ibadah kita kepada Allah,” pungkas Wing.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Para Mantan Gubernur DKI Jakarta Hadir, Pramono Anung Tak Tahu Alasan Jokowi Absen di Acara Sertijab
PIKIRAN RAKYAT – Pramono Anung mengaku tidak tahu alasan mantan Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak hadir dalam acara serah terima jabatan (sertijab).
Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung mengaku bukan pihak yang mengundang karena baru saja dilantik pada Kamis, 20 Februari 2025.
“Yang mengundang acara ini bukan saya. Saya ini baru menjadi gubernur setelah dilantik tadi. Tentunya, saya tidak mengundang dan saya tidak tahu untuk itu,” ucap Pramono di Jakarta seperti dikutip dari Antara.
Diskusi Terbuka dengan Jokowi
Pramono Anung mengatakan, yakin dapat berdiskusi secara terbuka dengan Jokowi terkait pembangunan Jakarta. Hal tersebut sama seperti dirinya yang juga berdiskusi dengan mantan gubernur Jakarta lainnya.
Ia percaya untuk membangun Jakarta, diperlukan kerja sama dengan semua pihak dan berusaha terbuka guna berkomunikasi bersama siapapun.
Acara sertijab dihadiri sejumlah mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Baswedan sampai Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.
Mereka terlihat hadir langsung, namun Jokowi tampak absen dalam acara di Balai Agung, Balai Kota Jakarta tersebut.
Retret di Akmil Magelang
Pramono Anung dan Rano Karno resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta usai pelantikan kepala daerah 2025 serentak.
Sebanyak 961 kepala daerah dilantik dalam satu rangkaian prosesi di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis, 20 Februari 2025.
Upacara pelantikan dipimpin langsung Presiden Prabowo, yang mengambil sumpah jabatan para kepala daerah terpilih.
Acara pelantikan kepala daerah 2025 disebut momen bersejarah yang menandai komitmen kuat pemerintah menciptakan pemerintahan daerah yang lebih efektif, efisien, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik.
Para kepala daerah akan menjalani retret atau pembekalan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah selama 21-28 Februari 2025.***
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News
-

Cak Imin: IKA PMII Harus Konsisten Jaga Kebangsaan dan Toleransi
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) harus tetap konsisten dalam menjaga kebangsaan dan toleransi di Indonesia.
“Saya berharap IKA PMII tetap konsisten berkontribusi dalam memperkokoh kebangsaan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Cak Imin saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VII IKA PMII di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat (21/2/2025).
Cak Imin berharap Munas VII IKA PMII yang berlangsung pada 21 Februari 2025, hingga 23 Februari 2025 berjalan lancar dan sukses, terutama dalam merumuskan agenda penting bagi organisasi dan bangsa.
Ia juga mengapresiasi sumber daya manusia (SDM) alumni PMII yang telah menyebar di berbagai sektor kehidupan dan berkontribusi dalam perjalanan bangsa.
Salah satu agenda utama dalam Munas VII IKA PMII adalah pemilihan ketua umum PB IKA PMII periode 2025-2030. Cak Imin berharap pemilihan ini menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi semakin maju dan relevan dalam pembangunan nasional.
“Sebagai alumni PMII, saya bangga sekaligus berharap munas ini sukses. Inilah kami wahai Indonesia,” tandasnya.
Munas VII IKA PMII resmi dibuka oleh Ketua MPR, Ahmad Muzani. Dalam sambutannya, Muzani menekankan pentingnya keterlibatan alumni PMII dalam pembangunan nasional.
“Pak Prabowo berharap alumni PMII bisa mengisi jabatan strategis di BUMN. Jika alumni PMII sejahtera, mereka pasti akan memikirkan umat, pondok pesantren, dan rumah tahfiz,” kata Muzani.
Menurutnya, alumni PMII telah dididik untuk mencintai masyarakat dan memiliki peran strategis dalam berbagai bidang, baik politik maupun ekonomi.
Selain Cak Imin dan Muzani, acara pembukaan Musyarawah Nasional (Munas) VII IKA PMII ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Cucun Syamsurizal, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PPA Arifatul Choiri Fauzi, Kepala BP Haji Irfan Yusuf Hasyim, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Ketua Umum IKA PMII Ahmad Muqowan dan senior-senior PMII.
-

Ketua DPRD Sumenep Sambut Baik Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
Sumenep (beritajatim.com) – Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, menyambut baik pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep terpilih, Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH. Imam Hasyim, untuk kepemimpinan 2025-2030 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Menurut Zainal, pada awal masa bertugas, duet Fauzi-Kiai Imam menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Meski begitu, ia optimistis keduanya mampu mengatasi tantangan tersebut dengan baik.
“Bupati dan Wakil Bupati harus cermat dalam memprioritaskan anggaran untuk program-program yang berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan dan ketahanan pangan,” ujar Zainal di Sumenep, Jumat (21/2/2025).
Zainal menjelaskan bahwa Bupati Fauzi memiliki pengalaman dalam menghadapi efisiensi anggaran. Pada periode pertamanya, Fauzi dihadapkan pada refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19.
“Kami optimistis Bupati Fauzi mampu menghadapi tantangan efisiensi anggaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bendahara DPC PDI Perjuangan Sumenep itu mengingatkan Fauzi-Kiai Imam untuk bekerja keras dalam menunaikan janji-janji politik mereka selama masa kampanye.
“Yang perlu kita dukung dan kita kawal, Bupati Fauzi harus bekerja keras menunaikan janji-janji politiknya,” terangnya.
“Karena itu berkait erat dengan harapan dan mandat masyarakat Sumenep,” tandasnya. (but)
-
/data/photo/2025/02/21/67b7f45be9edf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kebakaran Hebat di Berau Kaltim, Sembilan Rumah Warga Ludes Dilalap Api Regional 21 Februari 2025
Kebakaran Hebat di Berau Kaltim, Sembilan Rumah Warga Ludes Dilalap Api
Tim Redaksi
BERAU, KOMPAS.com
– Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Jalan Milono, Gang Husada, RT 012, Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten
Berau
,
Kalimantan Timur
, pada Jumat (21/2/2025) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wita ini menghanguskan sedikitnya sembilan rumah warga. Kepanikan melanda warga sekitar yang berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.
Salah satu warga, Junaidi (45), mengungkapkan bahwa dirinya terbangun karena teriakan warga lain yang memperingatkan adanya kebakaran.
“Saya dengar teriakan orang, langsung keluar rumah dan mencoba menyelamatkan barang-barang berharga,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (21/2/2025).
Hal serupa juga dirasakan oleh Ahmad Fauzi (38), yang menyaksikan api cepat membesar dan menyebar ke rumah-rumah di sekitar lokasi.
“Rumah di sini kebanyakan dari kayu, apinya cepat sekali menyebar,” jelas Fauzi.
Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Berau dikerahkan ke lokasi. Api baru bisa dipadamkan setelah dua jam upaya pemadaman oleh petugas.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Namun, dugaan sementara menyebutkan api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga.
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

