Tag: Fandi Akhmad Yani

  • Pj Gubernur Adhy Lepas Bantuan Pemprov Jatim ke Pulau Bawean

    Pj Gubernur Adhy Lepas Bantuan Pemprov Jatim ke Pulau Bawean

    Surabaya (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono melepas bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Pelepasan bantuan dengan menggunakan Kapal Basarnas KN SAR Permadi tersebut dilakukan di Dermaga Mirah Tanjung Perak Surabaya, Senin (25/3/2023).

    Adapun jenis bantuan yang dikirim di antaranya lauk pauk, nasi siap saji, mie instan dan minyak goreng masing-masing sebanyak 50 karton. Ada juga sarden 10 karton dan telur ayam sebanyak 400 kg.

    Lebih lanjut, beras sebanyak 970 kg, bubur bayi 2 dus, pop mie 6 dus, teh 22 dus, kopi 39 dus, snack makanan ringan 20 dus, makanan bayi 1 dus, snack bayi 2 dus, susu 1 dus, abon 2 dus, kering tempe 6 pack dan kering kentang sebanyak 4 pack.

    Selain itu, juga dikirimkan tenda keluarga 1 buah, terpal 200 buah, kasur lipat 15 pcs, matras 255 lembar, pampers anak 31 dus, pempers dewasa 8 dus, pembalut 4 dus, tikar 5 pcs dan selimut 200 lembar.

    Juga ada genset sebanyak 1 buah, kompor+tungku sebanyak 5 buah, dandang 3 buah, wajan 2 buah, kontainer stik kompor dan perlengkapan sebanyak 1 buah.

    Dalam sambutannya, Adhy yang didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, bahwa bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban gempa di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

    “Pastikan urusan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, bagaimana masyarakat terlindungi dengan baik, jangan ada yang terlantar dan jangan sampai ada masalah,” ujarnya.

    Adhy mengatakan, bantuan yang dikirim saat ini merupakan kumpulan bantuan dari berbagai Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan para donatur.

    “Ini terkumpul dari para OPD, dari beberapa simpatisan dan para donatur, kita sedang terus menghimpun lebih banyak lagi bantuan,” katanya.

    Selain bahan kebutuhan dasar yang dikirim, Adhy menyampaikan, juga ada barang material untuk bangunan yang dikirim melalui Pelabuhan Paciran, Kabupaten Lamongan.

    “Kapal yang di Paciran itu ada yang membawa semen, genteng yang akan digunakan untuk membantu rehab rumah masyarakat yang dilakukan secara mandiri,” terang Adhy.

    Lebih lanjut, Adhy menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengirimkan personel dari para relawan seperti Jatim Sosial Care (JSC) dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) untuk membantu para korban gempa dari sisi psikologis.

    Sehingga, diharapkan bisa memberikan ketenangan dan kedamaian kepada masyarakat korban gempa di Pulau Bawean.

    “Saya minta JSC, Tagana yang punya kapasitas untuk trauma healing, layanan dukungan psikososial untuk gunakan ilmunya membantu masyarakat,” katanya.

    “Ada banyak kelompok rentan, anak-anak, lansia dan ibu hamil, rasa trauma itu yang paling penting untuk dihilangkan, sehingga masyarakat nantinya bisa hidup dengan tenang dan kembali normal,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan ini, Adhy menyampaikan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder dari mulai pemerintah pusat, provinsi maupun daerah serta dari pihak swasta yang turut serta meringankan beban masyarakat korban gempa di Pulau Bawean.

    “Terima kasih yang tak terhingga, semoga ini menjadi ladang amal kita, terlebih di bulan suci Ramadhan ini. Mudah-mudahan semua diridhoi yang Maha Kuasa dan semoga semua segera pulih dan normal seperti sedia kala,” pungkasnya. [tok/but]

  • BPBD Gresik Catat Ada 2.106 Rumah Rusak Akibat Gempa di Pulau Bawean

    BPBD Gresik Catat Ada 2.106 Rumah Rusak Akibat Gempa di Pulau Bawean

    Gresik (beritajatim.com) – BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Gresik mencatat ada 2.106 rumah warga mengalami kerusakan imbas gempa dengan kekuatan 6,5 skala richter di Pulau Bawean.

    Jumlah tersebut tersebar di 35 desa baik di Kecamatan Sangkapura, maupun Tambak. Kerusakan rumah itu rinciannya 820 mengalami kerusakan berat, dan 1.286 kerusakan ringan.

    Selain rumah warga, sejumlah tempat ibadah juga mengalami hal yang sama. Ada 143 tempat ibadah mengalami kerusakan ringan. Detailnya, 10 tempat ibadah rusak sedang, dan 11 mengalami rusak berat.

    Hal yang sama pada bangunan sekolah. Ada 59 sekolah rusak ringan, 11 sekolah rusak sedang, 5 sekolah rusak berat, 1 ponpes rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat serta 1 rumah sakit rusak ringan.

    Kepala BPBD Gresik Sukardi mengatakan, untuk korban pihaknya mencatat ada 7 orang
    mengalami luka ringan. Masing-masing Hasi’ah (71) warga Desa Tambak Kecamatan Tambak, Fatmawiyah (46) warga Desa Lebak Kecamatan Sangkapura, Amira Nita Aprilia (4) dari Desa Gelam Kecamatan Tambak, Amalia Riski (18) warga Desa Tambak Keramat Kecamatan Tambak.

    Serta Nur Hasanah (39) warga Desa Tambak Keramat. Kemal Abdullah Al Gafiqi (2) dari Desa Sawahmulya Kecamatan Sangkapura dan Faiqatul Febriana (20) dari Desa Bululanjang Kecamatan Sangkapura.

    “Semua korban itu sudah mendapat perawatan medis. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” katanya, Minggu (24/3/2024).

    Sementara itu, Bupati Fandi Akhmad Yani yang mengunjungi Pulau Bawean menuturkan, pihaknya terus memberikan sosialisasi terkait mitigasi bencana alam dan trauma healing kepada warga.

    “Ini menjadi penting karena mengembalikan rasa percaya kepada masyarakat bahwa Bawean baik-baik saja,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kordinasi dan segala bentuk upaya mitigasi bencana sudah dilakukan oleh Pemkab Gresik bersama BMKG untuk menangani warga yang terdampak.

    “Kami tidak hanya bantuan, tapi juga memberikan trauma healing dan semangat kepada warga terdampak agar tetap tenang menghadapi kondisi yang ada saat ini,” imbuhnya.

    Seperti diberitakan, hingga Sabtu (23/3) kemarin warga Pulau Bawean masih merasakan gempa susulan. Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 229 kali gempa susulan yang dirasakan di pulau tersebut. [dny/suf]

  • Dampak Gempa Tuban, Malam Ini BPBD Gresik Kirim Bantuan ke Pulau Bawean

    Dampak Gempa Tuban, Malam Ini BPBD Gresik Kirim Bantuan ke Pulau Bawean

    Gresik (beritajatim.com) – Gempa bumi yang melanda Pulau Bawean Gresik sangat dirasakan oleh warga setempat. Untuk meringankan warga di sana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik malam ini mengirim bantuan ke lokasi yang terdampak gempa.

    Kepala BPBD Kabupaten Gresik Sukardi, yang baru saja dilantik hari ini mengatakan, saat ini dirinya bersama tim BPBD berupaya menyiapkan bantuan dan personel secepat mungkin. Hal ini karena kapal yang berangkat dari Pelabuhan Gresik ke Bawean berangkat malam ini.

    “Saat ini kami menyiapkan bantuan dan personel untuk dikirimkan ke Pulau Bawean,” katanya, Jumat (22/03/2024).

    Selain bantuan lanjut dia, BPBD juga telah mengeluarkan himbauan bagi masyarakat Gresik, utamanya di Pulau Bawean. Masyarakat diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

    “Kami menghimbau warga disana tetap waspada mengingat titik pusat gempa bumi jaraknya dekat dengan Pulau Bawean,” ungkapnya.

    Sementara itu, Bupati Fandi Akhmad Yani menyatakan dirinya sudah menghubungi Camat Tambak dan Sangkapura untuk mengetahui situasi disana. Mulai malam ini kita juga kirim bantuan dan personel untuk Bawean.

    “Data-data terus kita kumpulkan dan kita akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan saudara-saudara kita di Bawean,” paparnya.

    Dirinya juga menghimbau masyarakat agar tidak panik dan terus waspada akan adanya gempa bumi susulan.

    “Kita berduka ini adalah musibah kita bersama, namun saya berharap masyarakat tidak panik dan tetap waspada akan adanya gempa susulan. Hati-hati juga dengan informasi yang beredar dan belum jelas sumber dan kebenarannya,” pungkasnya.

    Pulau Bawean, merupakan lokasi terdekat dengan titik episenter gempa bumi. Disana, gempa bumi dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI. Artinya, jika berlangsung pada siang hari, akan dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Gempa bumi susulan juga terus terjadi, hingga pukul 16.00 wib. Tercatat 10 kali gempa susulan dengan magnitudo beragam. [dny/ian]

  • PWI Gresik, Bupati, dan Wakil Ketua Dewan Santuni Puluhan Anak Yatim Piatu

    PWI Gresik, Bupati, dan Wakil Ketua Dewan Santuni Puluhan Anak Yatim Piatu

    Gresik (beritajatim.com) – Memasuki hari ke 10 Bulan Ramadhan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik kembali menggelar aksi sosial. Bersama Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Ketua Dewan Ahmad Nurhamin memberi santunan anak yatim piatu dari Yayasan Fadhilah Gresik serta berbuka puasa bersama.

    Ada 30 anak yatim piatu putri mulai dari kelas 4 Sekolah Dasar (SD) hingga kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) mendapat santunan berupa uang saku serta sembako.

    Kegiatan santunan ini, PWI Gresik juga menggandeng Badan Amil Zakat (Baznas) setempat. Serta donasi dari anggota serta pengurus PWI.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menuturkan, kegiatan yang digagas oleh rekan-rekan jurnalis yang tergabung di PWI sangat positif. Terlebih lagi di Bulan Ramadhan.

    “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan PWI Gresik di tengah kesibukannya sebagai jurnalis masih menyempatkan berbagi berkah dengan anak yatim piatu,” tuturnya, Kamis (21/03/2023).

    Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Dewan Ahmad Nurhamim. Menurutnya kegiatan berbagi berkah ini sangat tepat. Namun, dirinya mengusulkan untuk ke depannya bisa melibatkan tidak hanya anak yatim piatu saja tapi juga janda miskin.

    “Kalau bisa tahun depan usul saja melibatkan janda miskin berbagi berkah di Bulan Ramadhan,” ungkapnya.

    Sementara Ketua PWI Kabupaten Gresik, Deni Ali Setiono menyatakan kegiatan di Bulan Ramadhan seperti ini tradisi setiap tahun yang digelar dengan mengundang anak yatim piatu sekaligus berbuka bersama.

    “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini mendapat hidayah dari Allah SWT dengan berbagi berkah bersama anak yatim piatu,” pungkasnya. [dny/ian]

  • Polisi Gresik Patroli Keliling ke Sejumlah Gereja

    Polisi Gresik Patroli Keliling ke Sejumlah Gereja

    Gresik (beritajatim.com) – Polisi di Gresik melakukan patroli keliling ke sejumlah gereja. hal itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Hari Natal berjalan aman dan kondusif. Dalam pengamanan itu, polisi dibantu oleh TNI bersama instansi terkait.

    Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menuturkan, patroli berkeliling ini untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi umat kristiani yang menjalankan ibadah Natal.

    “Meski kondisi aman dan kondusif. Kami tak mau lengah dan selalu siap dalam rangka melakukan pengamanan perayaan Natal,” tuturnya, Senin (25/12/2023).

    Sementara Bupati Fandi Akhmad Yani yang turut serta berpatroli bersama Dandim 0817 Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar mengatakan, pengamanan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 untuk memastikan kegiatan ibadah berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

    Ini penting karena momentum Natal menjadi bagian dari ibadah umat kristiani. “Kami ke gereja-gereja dan posyan (pos pelayanan) serta pospam (pos pengamanan) wilayah hukum Polres Gresik beserta anggota TNI,” katanya.

    Sejumlah gereja yang dikunjungi tim patroli gabungan di antaranya, Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja St Perawan Maria, posyan di depan Icon Mall, dan pospam di Alun-alun Kota Gresik. “Dalam patroli bersama ini kami juga menghimbau kepada umat kristiani agar sama-sama menjaga dengan saling menghormati kepercayaan,” ungkap Fandi Akhmad Yani.

    Seperti diketahui, pelaksanaan kegiatan Ibadah Natal 2023 di tiap-tiap gereja akan menjadi fokus pemerintah daerah maupun unsur TNI-Polri, guna untuk memberikan pengamanan serta pelayanan yang terbaik.

    Tidak lupa Kapolres Gresik bersama Bupati Gresik dan Dandim 0817 Gresik terus memantau kondisi keamanan. Tujuannya, memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah Natal.

    “Patroli ke gereja ini mendapat sambutan positif dari umat Kristiani. Mereka mengapresiasi langkah aparat kepolisian bersama TNI yang telah menjamin keamanan dan kenyamanan,” pungkas Adhitya Panji Anom. [dny/suf]

  • Manajemen Gresik United Jenguk Anggota Polisi yang Dirawat di RS Bhayangkara Surabaya

    Manajemen Gresik United Jenguk Anggota Polisi yang Dirawat di RS Bhayangkara Surabaya

    Gresik (beritajatim.com) – Pasca kericuhan antara suporter dengan aparat kepolisian.
    Manajemen Gresik United langsung bertindak cepat mengunjungi petugas yang dirawat di RS Bhayangkara Surabaya.

    Bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom, dan Dandim 0817 Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, dan CEO Muhammad Allan memberi bantuan serta motivasi kepada anggota polisi yang masih dirawat.

    Semua pejabat daerah itu, langsung menuju ke ruang kamar anggrek 5 tempat dimana Kabagops Polres Gresik Kompol Andria Diana Putra dirawat dengan kondisi kepala masih dibalut perban putih.

    “Atas nama masyarakat serta manajemen Gresik United, kami memohon maaf atas kejadian diluar kendali. Saya berharap yang menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Surabaya segera sembuh dan beraktivitas kembali,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Rabu (22/11/2023).

    Hal senada juga dikemukakan Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom. Alumni Akpol 2002 itu mengatakan, dirinya memberi support kepada anggota dalmas yang dirawat di ruang.

    “Cepat sembuh yaa, tetap bersemangat,” ujarnya kepada salah satu anggota Dalmas Polda Jatim.

    Setelah 10 menit menjenguk bersama Bupati Gresik dan Dandim 0817. Pucuk pimpinan Polres Gresik itu juga melakukan hal yang sama memberi semangat kepada anggota dalmas yang lain yang juga masih menjalani perawatan medis.

    Berdasarkan data RS Bhayangkara Surabaya saat ini masih 6 anggota polisi masih dirawat. Keenam orang itu antara lain Kompol Andria Diana Putra. Kemudian 5 orang anggota Dalmas Polda Jatim masing-masing Bripda Ahmad Zaini, Imam Fauzi Alifirdaus, M.Syaifudin Abdullah, Firdian Firdaus Putra, dan Bripda Welly Dwi Irawan Putra. (dny/ted)

  • Bupati dan Kapolres Gresik Motivasi Siswi SD Gangguan Mata

    Bupati dan Kapolres Gresik Motivasi Siswi SD Gangguan Mata

    Gresik (beritajatim.com) – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kapolres AKBP Adithya Panji Anom menjenguk siswi Sekolah Dasar (SD) yang mengalami gangguan mata akibat dicolok tusukan bakso.

    Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini bersama Adhitya membawakan mainan serta bingkisan sebagai bentuk motivasi untuk SAH (8) agar tidak mengalami trauma.

    “Kedatangan kami bersama Bupati Gresik untuk memberikan support, dan memastikan proses penyidikan kasus yang dialami SAH terus berlanjut,” ujar Adhitya, Rabu (20/9/2023).

    Untuk menghilangkan trauma, lanjut Adhitya, siswi SD tersebut akan menjalani pemeriksaan psikologis di RS Bhayangkara Polda Jatim. Pemeriksaan ini dijalankan sebagai upaya trauma healing demi memulihkan kejiwaan korban.

    BACA JUGA:
    Mata Siswi SD Ditusuk, Disdik Gresik Belum Sanksi Kepsek

    Sementara terkait dengan penanganan kasus ini, alumnus Akpol 2002 itu menambahkan, pihaknya sudah memanggil 12 saksi dan meminta bantuan Labfor Polda Jatim untuk analisa DVR CCTV.

    “Secepatnya hasilnya keluar akan kami informasikan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Gus Yani mengatakan, dia datang bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Mulai dari Dinas Pendidikan, RSUD Ibnu Sina, Dinas Keluarga Berencana Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB,PP,PA), serta DPRD Gresik.

    “Saya turut prihatin atas apa yang dialami SAH. Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga, mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali,” katanya.

    BACA JUGA:
    Kasus Penusukan Mata Siswi SD di Gresik Naik ke Penyidikan

    Mantan Ketua DPRD Gresik itu menyatakan dirinya meminta Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru, atau pindah sekolah di sekitar tempat tinggal korban.

    “Mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita-cita,” ungkapnya.

    Dirinya juga menegaskan akan membantu pemeriksaan dan pengobatan SAH. Salah satunya terkait pemeriksaan MRI di Runas Sakit Surabaya.

    “Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI segera dilakukan. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban,” pungkasnya. [dny/beq]