Tag: Fajriyah Usman

  • PGN Menang Lelang Gas di Batam, Siap Ekspansi Jaringan dan Dorong Energi Bersih

    PGN Menang Lelang Gas di Batam, Siap Ekspansi Jaringan dan Dorong Energi Bersih

    Jakarta: Akses energi bersih di Kota Batam bakal semakin luas! PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, resmi memenangkan lelang Hak Khusus Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi di Batam. 
     
    Penetapan ini dikeluarkan oleh BPH Migas melalui Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 14/KD/Lelang/BPH Migas/Kom/2025.
     
    Langkah ini menjadi bagian dari strategi PGN memperkuat layanan gas bumi untuk masyarakat sekaligus mendukung tata kelola energi nasional yang lebih bersih dan efisien.

    “PGN menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemerintah. Kami berkomitmen memperluas infrastruktur dan layanan gas bumi, khususnya bagi sektor rumah tangga, industri, kelistrikan dan UMKM di Batam yang memiliki potensi ekonomi besar termasuk dukungan terhadap program Pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan jaringan gas bumi untuk rumah tangga,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 April 2025.
     

    Jangkauan layanan PGN semakin luas
    Saat ini, PGN sudah memiliki infrastruktur pipa sepanjang 273 km di Batam, menjangkau kawasan industri dan permukiman seperti Tanjung Uncang, Batamindo, Kabil, Batam Centre, Panbil, hingga Lubuk Baja. 
     
    Layanan PGN mencakup, enam pembangkit listrik, 102 pelanggan komersial dan industri, 76 pelanggan kecil, serta 5.686 rumah tangga
     
    Konsumsi gas di Batam sendiri mencapai sekitar 96,9 BBTUD. Dengan penambahan hak wilayah ini, PGN menargetkan penambahan 4.000 sambungan rumah tangga di tahun 2025 dari total komitmen 16.000 pelanggan baru hingga 2027.
    Dukungan untuk program pemerintah
    PGN tak hanya menyasar sektor industri dan rumah tangga. Melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, PGN juga menghadirkan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) ke wilayah yang belum terjangkau pipa. Ini termasuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah.
     
    Untuk memastikan keandalan pasokan, PGN mengoptimalkan sumber gas dari berbagai wilayah, mulai dari Blok Duyung, Anambas, hingga West Natuna. Bahkan, regasifikasi LNG juga menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga ketahanan energi di Batam.
    Belanja modal fokus ke hilir energi
    Tahun 2025, PGN mengalokasikan belanja modal sebesar USD338 juta, dengan 67 persen fokus untuk pengembangan sektor hilir, termasuk pembangunan jargas, pipa Tegal-Cilacap, serta infrastruktur CNG dan LNG.
     
    Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa kolaborasi erat antara PGN, pemerintah, dan pemangku kepentingan lokal sangat penting untuk memaksimalkan pemanfaatan gas bumi.
     
    “Kami berharap kolaborasi  antara PGN, pemerintah, dan pemangku kepentingan di Batam dapat semakin erat untuk mendorong pemanfaatan gas bumi secara optimal, demi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat serta mendukung Asta Cita Pemerintah terkait swasembada energi,” tutur Fajriyah.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Pakai Jargas, Masyarakat Tak Perlu Cemas Kehabisan Gas saat Memasak – Page 3

    Pakai Jargas, Masyarakat Tak Perlu Cemas Kehabisan Gas saat Memasak – Page 3

    Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan layanan bagi pelanggan rumah tangga dan usaha kecil, dengan mempermudah proses pembayaran tagihan gas bumi.

    Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman mengatakan, pelanggan dapat membayar tagihan dengan lebih fleksibel melalui berbagai kanal, baik digital maupun ritel, dengan disiapkannya beragam opsi loket pembayaran guna memastikan kenyamanan pelanggan, antara lain melalui minimarket di seluruh Indonesia.

    Selain itu, dapat juga melalui aplikasi digital MyPertamina, Pegadaian, layanan perbankan melalui bank transfer, e-commerce Shopee dan Tokopedia, serta dompet digital seperti Gopay, Dana dan LinkAja.

    “Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pelanggan, kami menghadirkan lebih banyak opsi pembayaran yang mudah dijangkau. Dengan demikian, pelanggan dapat memilih metode pembayaran yang paling sesuai dengan kebutuhannya,” kata Fajriyah, (27/3/2025).

    Tagihan gas bumi PGN dihitung berdasarkan jumlah pemakaian yang tercatat pada meter gas pelanggan. Setiap bulan, tagihan akan muncul pada tanggal 6 dan dapat dibayarkan hingga tanggal 20 melalui kanal pembayaran yang tersedia.

    Untuk membantu pelanggan dalam mengelola konsumsi gas, PGN menyediakan aplikasi PGN Mobile, yang memungkinkan pemantauan pemakaian gas secara real-time.

    “Kami terus berupaya meningkatkan kenyamanan pelanggan, salah satunya dengan menghadirkan PGN Mobile. Aplikasi ini memungkinkan pelanggan untuk memantau konsumsi gas secara langsung, sehingga mereka bisa lebih mudah mengelola anggaran bulanannya,” tambah Fajriyah.

     

  • Dukung Ketahanan Energi, FSRU Lampung Terima Pasokan LNG dari Bontang – Halaman all

    Dukung Ketahanan Energi, FSRU Lampung Terima Pasokan LNG dari Bontang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengoptimalkan infrastruktur Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung. 

    Upaya ini menjadi bagian dari strategi penyediaan pasokan gas bumi yang andal, fleksibel, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan industri dan kebutuhan masyarakat.

    Melalui anak usaha PT PGN LNG Indonesia (PLI), PGN berhasil melaksanakan proses ship-to-ship (STS) transfer LNG dari Terminal LNG Bontang ke FSRU Lampung pada 13–14 April 2025. Fasilitas ini memiliki peran strategis sebagai simpul distribusi gas hasil regasifikasi LNG yang terhubung langsung dengan jaringan pipa transmisi South Sumatera – West Java (SSWJ). 

    LNG atau Liquefied Natural Gas adalah gas alam yang didinginkan hingga mencapai suhu sangat rendah sehingga berubah menjadi cair. Proses pencairan ini dilakukan agar gas lebih mudah dan efisien diangkut melalui kapal dari lokasi-lokasi produksi yang jauh dan belum terhubung jaringan pipa. Setelah sampai di FSRU Lampung, LNG dikembalikan ke bentuk gas melalui proses regasifikasi, sebelum akhirnya disalurkan melalui jaringan pipa ke berbagai segmen pelanggan yang membutuhkan.

    “PGN mengembangkan infrastruktur pipa dan non-pipa secara terintegrasi guna memastikan keandalan pasokan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan. FSRU Lampung menjadi bukti kesiapan PGN dalam menghadapi dinamika pasokan  dan mendukung transisi energi di Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, (15/4/2025). 

    Sejak mulai dimanfaatkan secara komersial pada Mei 2024, pemanfaatan  FSRU Lampung terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Maret 2025, volume penyaluran rata-rata mencapai 175,37 BBTUD, dengan utilisasi yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan industri dan retail.

    “Optimalisasi FSRU Lampung juga menjadi bagian dari langkah strategis PGN dalam memperkuat portofolio bisnis LNG. Ke depan, PGN akan terus mendorong efisiensi, fleksibilitas pasokan, serta ekspansi pemanfaatan gas bumi di berbagai wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa,” tambah Fajriyah.

    Pemanfaatan LNG sebagai bagian dari energi transisi menjadikan PGN mampu menjawab kebutuhan energi yang lebih bersih dan kompetitif. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga terus diperkuat demi menjaga kelancaran operasional dan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

    “PGN berkomitmen menjaga kesinambungan pasokan gas sebagai bagian dari kontribusi terhadap ketahanan energi nasional. Langkah ini sekaligus mendukung target dekarbonisasi dan penguatan daya saing industri dalam negeri,” tutup Fajriyah.

     

  • PGN Menang Lelang Hak Khusus Wilayah Jaringan Distribusi Gas Bumi di Batam, Siap Perluas Jaringan dan Layanan

    PGN Menang Lelang Hak Khusus Wilayah Jaringan Distribusi Gas Bumi di Batam, Siap Perluas Jaringan dan Layanan

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, telah resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang Hak Khusus Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi di Kota Batam oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 14/KD/Lelang/BPH Migas/Kom/2025.

    Keputusan ini menjadi langkah strategis bagi PGN dalam memperluas layanan gas bumi di Batam dan wujud dukungan PGN dalam perbaikan tata kelola gas bumi yang diinisiasi pemerintah.

    “PGN menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah. Kami berkomitmen memperluas infrastruktur dan layanan gas bumi, khususnya bagi sektor rumah tangga, industri, kelistrikan dan UMKM di Batam yang memiliki potensi ekonomi besar termasuk dukungan terhadap program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan jaringan gas bumi untuk rumah tangga,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman, Senin (14/4/2025).

    Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim menyampaikan bahwa Badan Usaha pemenang lelang wajib ikut mengembangkan potensi industri dan masyarakat di Kota Batam.

    “Mereka memiliki hak dan kewajiban sesuai ketentuan, termasuk berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan daya beli masyarakat serta komitmen untuk penambahan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sesuai dokumen penawaran,” ujarnya.

    BPH Migas menyebut, pengembangan WJD Batam telah sesuai dengan tata ruang wilayah dan termasuk dalam prioritas nasional untuk mendorong pemanfaatan energi bersih.

    “Gas bumi sudah digunakan di kawasan industri dan permukiman Batam sejak tahun 2003. Ke depan, pasokan dapat bersumber dari Blok Duyung, Anambas, hingga West Natuna,” imbuh Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas.

    Untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus tumbuh, PGN juga mengoptimalkan berbagai sumber pasokan, termasuk gas dari regasifikasi LNG, sebagai solusi jangka panjang untuk keandalan pasokan gas bumi kepada pelanggan. Saat ini, PGN telah memiliki jaringan pipa sepanjang 273 kilometer di Batam, serta 20 meter regulator/station (MR/S) dan satu offtake station di Panaran. Infrastruktur ini menjangkau kawasan industri dan permukiman seperti Tanjung Uncang, Batamindo, Kabil, Batam Centre, Panbil, hingga Lubuk Baja.

    Layanan PGN di Batam mencakup 6 pembangkit listrik, 102 pelanggan komersial dan industri, 76 pelanggan kecil, serta 5.686 rumah tangga, dengan total konsumsi gas mencapai sekitar 96,9 BBTUD. Tahun ini, PGN menargetkan penambahan 4.000 sambungan rumah tangga baru dari total komitmen penambahan jumlah sambungan dalam dokumen penawaran sebesar +/- 16.000 pelanggan rumah tangga, industri & komersial selama periode pengembangan tahun 2025 – 2027.

    Upaya ini sejalan dengan alokasi belanja modal di tahun 2025 sebesar US$ 338 juta yang 67 persen difokuskan untuk pengembangan hilir, termasuk jargas, pipa Tegal–Cilacap, serta infrastruktur CNG dan LNG. Melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, PGN juga menyediakan layanan gas bumi dalam bentuk CNG bagi wilayah yang belum terjangkau pipa, termasuk untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) di Batam.

    “Kami berharap kolaborasi antara PGN, pemerintah, dan pemangku kepentingan di Batam dapat semakin erat untuk mendorong pemanfaatan gas bumi secara optimal, demi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat serta mendukung Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” tutup Fajriyah.

  • PGN Menang Lelang Khusus Wilayah Jaringan Distribusi Gas di Batam

    PGN Menang Lelang Khusus Wilayah Jaringan Distribusi Gas di Batam

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, telah resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang Hak Khusus Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi di Kota Batam oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 14/KD/Lelang/BPH Migas/Kom/2025.

    Keputusan ini menjadi langkah strategis bagi PGN dalam memperluas layanan gas bumi di Batam dan wujud dukungan PGN dalam perbaikan tata kelola gas bumi yang diinisiasi Pemerintah.

    “PGN menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemerintah. Kami berkomitmen memperluas infrastruktur dan layanan gas bumi, khususnya bagi sektor rumah tangga, industri, kelistrikan dan UMKM di Batam yang memiliki potensi ekonomi besar termasuk dukungan terhadap program Pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan jaringan gas bumi untuk rumah tangga,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, Senin (14/4/2025).

    Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim menyampaikan bahwa Badan Usaha pemenang lelang wajib ikut mengembangkan potensi industri dan masyarakat di Kota Batam. “Mereka memiliki hak dan kewajiban sesuai ketentuan, termasuk berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan daya beli masyarakat serta komitmen untuk penambahan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sesuai dokumen penawaran,” ujarnya.

    BPH Migas menyebut pengembangan WJD Batam telah sesuai dengan tata ruang wilayah dan termasuk dalam prioritas nasional untuk mendorong pemanfaatan energi bersih. “Gas bumi sudah digunakan di kawasan industri dan permukiman Batam sejak tahun 2003. Ke depan, pasokan dapat bersumber dari Blok Duyung, Anambas, hingga West Natuna,” imbuh Anggota Komite BPH Migas, Wahyudi Anas.

    Untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus tumbuh, PGN juga mengoptimalkan berbagai sumber pasokan, termasuk gas dari regasifikasi LNG, sebagai solusi jangka panjang untuk keandalan pasokan gas bumi kepada pelanggan.

    Saat ini, PGN telah memiliki jaringan pipa sepanjang 273 kilometer di Batam, serta 20 meter regulator/station (MR/S) dan satu offtake station di Panaran. Infrastruktur ini menjangkau kawasan industri dan permukiman seperti Tanjung Uncang, Batamindo, Kabil, Batam Centre, Panbil, hingga Lubuk Baja.

    Layanan PGN di Batam mencakup 6 pembangkit listrik, 102 pelanggan komersial dan industri, 76 pelanggan kecil, serta 5.686 rumah tangga, dengan total konsumsi gas mencapai sekitar 96,9 BBTUD. Tahun ini, PGN menargetkan penambahan 4.000 sambungan rumah tangga baru dari total komitmen penambahan jumlah sambungan dalam dokumen penawaran sebesar +/- 16.000 pelanggan rumah tangga, industri & komersial selama periode pengembangan tahun 2025 – 2027.

    Upaya ini sejalan dengan alokasi belanja modal di tahun 2025 sebesar US$ 338 juta yang 67 persen difokuskan untuk pengembangan hilir, termasuk jargas, pipa Tegal-Cilacap, serta infrastruktur CNG dan LNG.

    Melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, PGN juga menyediakan layanan gas bumi dalam bentuk CNG bagi wilayah yang belum terjangkau pipa, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam.

    “Kami berharap kolaborasi antara PGN, pemerintah, dan pemangku kepentingan di Batam dapat semakin erat untuk mendorong pemanfaatan gas bumi secara optimal, demi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat serta mendukung Asta Cita Pemerintah terkait swasembada energi.” tutup Fajriyah.

    (pgr/pgr)

  • GasKita Makin Diminati, PGN Raih Penghargaan Branding Bergengsi

    GasKita Makin Diminati, PGN Raih Penghargaan Branding Bergengsi

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil meraih Bronze Winner kategori Above the Line dalam Indonesia Branding Campaign of The Year 2025 dari Markplus Inc. PGN dinilai unggul dalam kreativitas, inovasi, jangkauan, dan menciptakan dampak signifikan dalam peningkatan kesadaran serta penggunaan gas bumi oleh masyarakat dan sektor bisnis melalui kampanye “Your Future Energy, Today!”.

    Strategi targeted ads di media sosial dan program bedah dapur GasKita yang diinisiasi perusahaan dapat meningkatkan jumlah pendaftar rumah tangga GasKita hingga 9% dibanding tahun sebelumnya sejumlah 442.722 pelanggan. Sementara kesadaran produk mencapai lebih dari 50 juta audiens.

    Tidak hanya fokus pada sektor residensial, PGN juga mengembangkan interaksi digital untuk layanan B2B melalui optimalisasi online meeting, memberikan pengalaman 2.479 pelanggan sektor industri dan pembangkit Listrik serta 517 pelanggan idnustri CNG/LNG dalam penggunaan produk GasLine dan GasLink. 

    “Penghargaan ini membuktikan efektivitas strategi komunikasi kami dalam mendorong transisi ke energi gas bumi yang lebih bersih dan efisien dan diharapkan semakin banyak masyarakat dan pelaku bisnis yang beralih ke energi gas bumi,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman.

    PGN terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi layanan guna meningkatkan aksesibilitas energi gas bumi bagi seluruh sektor pelanggan baik rumah tangga, industri, maupun transportasi serta berkontribusi dalam transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

  • Mengenal Padi Biosalin Solusi Lahan yang Terdampak Rob

    Mengenal Padi Biosalin Solusi Lahan yang Terdampak Rob

    Jakarta: Inovasi budidaya padi biosalin di pesisir utara Semarang menjadi perhatian karena memanfaatkan lahan sawah yang sebelumnya tandus akibat rob dan salinitas. Pengembangan padi biosalin di pesisir utara Semarang oleh PT PGN Tbk itu memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat.
     
    Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bertujuan untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang terdampak rob dan memiliki kadar garam tinggi.
     
    “Padi Biosalin diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan dipanen dengan hasil yang berkualitas. Semoga kedepannya, budidaya padi biosalin ini juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar,” ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Februari 2025.
     

    Solusi untuk lahan terdampak salinitas
    Seperti diketahui, lahan di pesisir utara Semarang selama ini menjadi tantangan bagi para petani akibat tingginya kadar garam yang membuat tanaman sulit tumbuh. 

    PGN, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menghadirkan solusi dengan membudidayakan padi biosalin-varietas padi yang mampu beradaptasi di lahan dengan salinitas tinggi.
     
    “Semoga kedepannya, budidaya padi biosalin ini juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar,” kata Fajriyah.

    Mendorong ketahanan pangan berkelanjutan
    PGN memberikan dukungan penuh mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga pendampingan teknis bagi petani. Dengan metode budidaya yang tepat, menurut Fajriyah padi biosalin diharapkan dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen berkualitas tinggi.
     
    Di lahan seluas 20 hektare di kawasan pesisir Mangunharjo, Semarang, program ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain yang mengalami permasalahan serupa. 
     
    Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu, menyatakan bahwa program ini membuka peluang bagi kelompok tani lain untuk belajar dan mengadopsi metode yang sama guna meningkatkan hasil pertanian mereka.
     
    Program budidaya padi biosalin ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperluas cakupan lahan pertanian produktif di wilayah pesisir.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Begini Kiat Perusahaan Tingkatkan Skor ESG

    Begini Kiat Perusahaan Tingkatkan Skor ESG

    Jakarta: Saat ini perusahaan-perusahaan dunia dituntut untk semakin memperhatikan hal lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Tak Terkecuali bagi perusahaan pelat merah.
     
    Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), berhasil meningkatkan skor ESG Risk Rating menjadi 20,2 pada 2024, termasuk dalam kategori ‘Medium Risk’ oleh Morningstar Sustainalytics. 
     
    Pencapaian ini meningkat signifikan dari skor 24,7 pada 2023, menunjukkan komitmen PGN terhadap keberlanjutan.

    “Peningkatan skor ESG Risk Rating ini membuktikan keberlanjutan adalah prioritas strategis kami. Kami optimis dapat terus memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan sekaligus mendukung masa depan yang lebih hijau,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, dikutip dari siaran pers, Minggu, 19 Januari 2025.
     

    Upaya peningkatan skor ESG
    Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan skor ESG tersebut, diantaranya:

    1. Penurunan emisi karbon

    Selama tahun 2024, PGN berhasil menurunkan emisi karbon hingga 29.722,54 ton CO?eq dan mencatatkan efisiensi energi 5 persen dibanding tahun sebelumnya. 

    2. Lebih mengutamakan K3

    Selain itu, sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) PGN yang bersertifikasi ISO 14001 dan ISO 45001 mencatat jam kerja aman lebih dari 12 juta jam.

    3. Menjalankan proram pemberdayaan desa

    Di aspek sosial, PGN menjalankan program Desa Kaya dan Desa Wisata yang memberdayakan masyarakat lokal melalui peningkatan pendapatan serta pengelolaan limbah menjadi produk ramah lingkungan.

    5. Pembenahan tata kelola

    Dalam tata kelola, PGN menerapkan kebijakan “4 No’s”: No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality, untuk menjaga integritas bisnis sesuai standar internasional. 
     
    “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan,” ucap Fajriyah.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • PGN Sukses Tekan Emisi Karbon 29.722,54 ton CO₂eq, Ini Rahasianya – Page 3

    PGN Sukses Tekan Emisi Karbon 29.722,54 ton CO₂eq, Ini Rahasianya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina telah membuktikan komitmennya dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060, atas keberhasilannya dalam menurunkan emisi karbon.

    Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, selama tahun 2024, PGN berhasil menurunkan emisi karbon hingga 29.722,54 ton CO₂eq dan mencatatkan efisiensi energi 5 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Capaian ini mendongkrak skor ESG Risk Rating menjadi 20,2 pada 2024, termasuk dalam kategori Medium Risk oleh Morningstar Sustainalytics, dari skor 24,7 pada 2023.

    “Peningkatan skor ESG Risk Rating ini membuktikan keberlanjutan adalah prioritas strategis kami. Kami optimis dapat terus memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan sekaligus mendukung masa depan yang lebih hijau,” kata Fajriyah, Minggu (19/1/2025)

    Menurutnya, atas pencapaian ini menempatkan PGN pada posisi kompetitif diantara perusahan energi yang bergerak di industri gas bumi di Asia, berkontribusi pada target Net Zero Emission 2060.

    Selain penurunan emisi karbon, sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) PGN yang bersertifikasi ISO 14001 dan ISO 45001 mencatat jam kerja aman lebih dari 12 juta jam juga menjadi penyumbang skor ESG Risk Rating.

    Di aspek sosial, PGN menjalankan program Desa Kaya dan Desa Wisata yang memberdayakan masyarakat lokal melalui peningkatan pendapatan serta pengelolaan limbah menjadi produk ramah lingkungan.

    Dalam tata kelola, PGN menerapkan kebijakan “4 No’s”: No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality, untuk menjaga integritas bisnis sesuai standar internasional.

    “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan,” tutup Fajriyah.

  • Tingkatkan Edukasi Energi Bersih, SMPN 34 Depok Ditetapkan sebagai Sekolah Energi Berdikari

    Tingkatkan Edukasi Energi Bersih, SMPN 34 Depok Ditetapkan sebagai Sekolah Energi Berdikari

    Depok, Beritasatu.com – PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina mendukung SMPN 34 Depok menjadi Sekolah Energi Berdikari (SEB) untuk meningkatkan edukasi kepada siswa terkait pemanfaatan energi bersih. Pada program ini, PGN berkolaborasi dengan Holding Migas Pertamina untuk merealisasikan fokus program TJSL Pertamina di bidang pendidikan.

    “SEB menjadi langkah solutif perusahaan dalam meningkatkan kesadaran generasi muda di SMPN 34 Depok terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup, mengenalkan konsep EBT dan mitigasi perubahan iklim. Program SEB juga mendukung SMPN 34 Depok menjadi Sekolah Adiwiyata,” jelas Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman (16/1/2025).

    SMPN 34 Depok merupakan mitra PGN dalam program TJSL Gerbang Ciliwung. SEB bertajuk Energizing Sustainable Community mengadakan beragam kegiatan. PGN menyerahkan bantuan sistem panel surya berkapasitas 3,3 kW yang dilengkapi dengan battery storage 5 kWh. Panel Surya ini akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional kantin dan sistem hidroponik di sekolah.

    “Penggunaan panel surya ini diestimasikan dapat menghemat biaya listrik hingga Rp 6,8 juta per tahun dan mengurangi emisi gas rumah kaca kurang lebih 3,82 ton CO2 per tahun,” jelas Fajriyah.

    Sedangkan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, dilakukan penanaman bibit pohon di area sekolah. Para siswa SMPN 34 Depok juga diberikan fasilitas untuk menampilkan kreativitas dalam kompetisi daur ulang sampah melalui Upcycling Expo. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menanamkan nilai pentingnya pengelolaan sampah secara kreatif.

    SEB pun menggelar workshop dengan berbagai jenis kelas, tema dan metode belajar. Materi utama workshop yaitu terkait pengelolaan limbah rumah tangga, pemahaman isu lingkungan di sekitar dan manfaat penggunaan solar panel.

    “Dengan Program SEB di SMPN 34 Depok, PGN menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan energi. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi lingkungan maupun generasi muda sebagai penerus bangsa. PGN akan terus berkolaborasi untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4),” tutup Fajriyah.

    Di tempat terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa Program SEB di sekolah tingkat menengah adalah salah satu upaya Pertamina dalam memberikan edukasi isu keberlanjutan, khususnya ke generasi muda.

    “Generasi muda ini yang nantinya akan melanjutkan pembangunan negeri, sehingga menjadi penting untuk sejak dini mendapatkan edukasi terkait pengelolaan lingkungan dan energi hijau. Harapannya di masa depan mereka yang akan meneruskan tugas ini demi mencapai Swasembada Energi dan Energi Hijau Indonesia,” ujar Fadjar.