Tag: Fajriyah Usman

  • PGN Latih Ratusan Anak Muda jadi Generasi Tangguh – Page 3

    PGN Latih Ratusan Anak Muda jadi Generasi Tangguh – Page 3

    Lebih dari sekadar pelatihan, PGN Muda Maju turut menjadi jembatan antara dunia industri dan pemuda Indonesia. Melalui keterlibatan aktif PGN dan Young On Top, peserta akan dibimbing dalam hal pengembangan keterampilan, memahami tantangan dan peluang di masa depan, termasuk yang berkaitan dengan transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI). Begitu pun mindset positif dan semangat kepemimpinan yang akan mempercepat langkah mereka menuju masa depan yang sukses dan berdampak.

    Adapun PGN Muda Maju mengangkat topik-topik inspiratif dan aplikatif seputar kepemimpinan, pengembangan soft skills, membangun jaringan profesional (networking), perencanaan keuangan, strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi serta perencanaan karier jangka panjang. Pada akhir program, peserta terpilih akan memperoleh kesempatan untuk menghadiri Young On Top National Conference (YOTNC) 15 pada 19 Juli 2025 di Balai Kartini, Jakarta dan berpeluang meraih beasiswa pendidikan dari PGN.

    Pada acara YOTNC 15 tersebut, Direktur Manajemen Risiko PGN, Arief Kurnia Risdianto dan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak & Gas Bumi, Satya Hangga Yudha Widya Putra juga akan turut hadir untuk membagikan kisah sukses mereka serta pandangan terkait isu-isu strategis di sektor energi.

    “Program PGN Muda Maju menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi PGN dalam memperkuat pendidikan dan literasi digital generasi muda Indonesia, sejalan dengan misi perusahaan untuk memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat dan bangsa,” tutup Fajriyah Usman.

  • PGN beri pelatihan teknisi BBG dukung percepatan transisi energi

    PGN beri pelatihan teknisi BBG dukung percepatan transisi energi

    kami berharap lahir teknisi-teknisi BBG yang kompeten, sehingga adopsi kendaraan berbahan bakar gas di Indonesia dapat semakin luas

    Jakarta (ANTARA) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyelenggarakan program Pelatihan Teknisi Konversi dan Pemeliharaan Kendaraan Bahan Bakar Gas (BBG) selama 30 Juni hingga 7 Juli 2025 sebagai upaya percepatan konversi kendaraan ramah lingkungan.

    Sekretaris Perusahaan PT PGN Fajriyah Usman mengatakan kegiatan yang dilakukan bekerja sama dengan Komunitas Mobil Gas (Komogas) tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknisi konversi kendaraan BBG di berbagai daerah di Indonesia.

    Pelatihan ini, tambah dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, dirancang untuk membekali para teknisi dengan pemahaman teknis terkait proses konversi kendaraan dari bahan bakar minyak ke gas (CNG) sekaligus aspek perawatan dan keselamatan.

    “Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir teknisi-teknisi BBG yang kompeten, sehingga adopsi kendaraan berbahan bakar gas di Indonesia dapat semakin luas. Dengan demikian, upaya pengurangan emisi dan efisiensi biaya operasional transportasi bisa semakin optimal,” ujarnya.

    Pelatihan tersebut diikuti 20 peserta montir yang berasal dari beberapa daerah seperti Batam, Balikpapan, Lampung, Semarang dan Bandung serta mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas 17 Agustus 1945.

    Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan pengetahuan yang lebih baik bagi para peserta terkait energi terbarukan yakni BBG dan membuat para montir menjadi lebih mandiri dan memiliki efek berkelanjutan.

    Menurut Fajriyah, keberadaan teknisi BBG yang andal sangat penting untuk mendukung keberlanjutan ekosistem kendaraan berbahan bakar gas, mengingat masih terbatasnya jumlah teknisi terlatih di berbagai daerah.

    “Dengan program ini, diharapkan proses konversi kendaraan BBG dapat dipercepat dan menjangkau wilayah yang lebih luas,” katanya.

    Dikatakannya, perusahaan menargetkan bisa konversi 40 unit kendaraan BBM ke BBG, dimana 30 mobil akan dikonversi di Jakarta dan 10 mobil di Surabaya.

    Sementara itu, Direktur Utama Gagas Energi Indonesia, Santiaji Gunawan menegaskan bahwa pelatihan ini juga mendukung optimalisasi infrastruktur dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

    Peningkatan jumlah kendaraan berbahan bakar gas, tambahnya, juga mendukung optimalisasi pemanfaatan infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) milik PGN di seluruh Indonesia.

    Dengan harga BBG yang lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar fosil, menurut dia, biaya operasional kendaraan dapat ditekan signifikan sehingga memberikan manfaat langsung bagi pengemudi, khususnya pengemudi transportasi publik dan taksi daring.

    Ketua Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala Lumban Gaol menambahkan penggunaan BBG memiliki banyak manfaat nyata bagi pengguna kendaraan, salah satunya adalah biaya operasional yang jauh lebih hemat dibandingkan BBM bersubsidi.

    Selain itu, penggunaan BBG juga mendukung upaya pengurangan emisi sehingga berkontribusi langsung pada program transisi energi bersih di Indonesia.

    “Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh PGN melalui program pelatihan ini. Kehadiran teknisi BBG yang terlatih akan menjawab tantangan minimnya tenaga ahli konversi di berbagai daerah,” katanya.

    Pewarta: Subagyo
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • PGN Group bagikan 955 hewan kurban untuk masyarakat

    PGN Group bagikan 955 hewan kurban untuk masyarakat

    PGN sebagai Subholding Gas Pertamina memastikan bahwa semangat berkurban dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat

    Jakarta (ANTARA) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Group pada perayaan Idul Adha 1446 Hijriah memotong total 955 ekor hewan kurban yang terdiri atas 121 ekor sapi dan 834 ekor kambing.

    “PGN rutin menyalurkan hewan kurban saat Idul Adha kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud komitmen sosial perusahaan dan masyarakat. Hewan kurban disalurkan kepada penerima manfaat di berbagai wilayah sekitar operasi PGN Group, baik eksisting maupun wilayah yang tengah dilakukan pengembangan infrastruktur gas bumi,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

    Disampaikan dia, pelaksanaan kurban PGN dikelola oleh Divisi Corporate Social Responsibility (CSR), serta melibatkan sinergi bersama anak perusahaan dan afiliasinya.

    PGN bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dengan memperhatikan ketentuan dari Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Pelaksanaan kurban di PGN Grup juga menyesuaikan kondisi lapangan di masing-masing wilayah.

    “Kami memastikan penyaluran hewan purban dilakukan dengan aman. Selain itu, kami juga memastikan kelayakan dan kesehatan daging kurban secara detail sebelum dikonsumsi oleh penerima manfaat,” ujar dia lagi.

    Kegiatan penyembelihan dan pembagian hewan kurban untuk masyarakat di sekitar wilayah PT PGN Tbk Group. ANTARA/HO-PT PGN Tbk

    Lebih lanjut, dikatakan Fajriyah, bagi sebagian masyarakat, mungkin tidak dapat mengonsumsi daging setiap saat.

    Oleh karena itu, diharapkan, pembagian daging kurban ini menghadirkan kebahagiaan dan menjadi berkah untuk semua.

    Pembagian daging kurban tidak hanya menyasar masyarakat di sekitar operasional PGN Group, tetapi juga untuk driver, OB, cleaning service, security, dan mitra kerja.

    “PGN sebagai Subholding Gas Pertamina memastikan bahwa semangat berkurban dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Momentum Idul Adha merupakan wujud semangat kebersamaan, empati dan kepedulian dengan sesama, tidak hanya amalan spiritual. Semoga ikatan sosial antara PGN dengan masyarakat semakin harmonis,” kata Fajriyah.

    Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • PGN Bagi Dividen Jumbo 80% dari Laba Bersih 2024

    PGN Bagi Dividen Jumbo 80% dari Laba Bersih 2024

    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas dari Pertamina, resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 pada Rabu, 28 Mei 2025. 
     
    Dalam rapat yang berlangsung di Auditorium Graha PGAS, Jakarta kemarin, PGN memutuskan untuk membagikan dividen jumbo sebesar 80 persen dari laba bersih.
     
    Dari total laba bersih sebesar USD339,4 juta, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar USD271,5 juta. Dividen ini akan dibayarkan dalam bentuk tunai dan dalam mata uang Rupiah, menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal RUPST. 

    Pembayarannya dilakukan paling lambat 30 hari kalender sejak pengumuman ringkasan risalah RUPST.
     
    Sementara itu, untuk sisa USD67,8 juta akan masuk sebagai saldo laba ditahan guna mendukung kelanjutan operasional dan pengembangan bisnis PGN ke depan.

    Fokus pada efisiensi dan bisnis berkelanjutan
    Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan kunci keberhasilan PGN dalam menjaga performa di tengah gejolak industri energi.
     
    “PGN sebagai Subholding Gas Pertamina melakukan pengelolaan perusahaan dengan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur sepanjang tahun 2024, dengan didukung oleh cost optimization dan liability management. Strategi yang dijalankan ini berhasil meningkatkan efisiensi operasional, mendukung pertumbuhan keuangan dan keberlanjutan bisnis yang positif di tengah tantangan industri energi yang dinamis,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Mei 2025.
     
    PGN juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat strategi bisnis jangka panjang yang inovatif dan adaptif, serta memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai lapisan masyarakat.
     
    “Hal ini termasuk menjalankan penugasan dari pemerintah yaitu pengembangan jargas non-APBN bagi rumah tangga dan pelanggan kecil serta pembangunan Pipa Tegal-Cilacap untuk memenuhi kebutuhan gas bumi ke Refinery Unit (RU) Cilacap,” lanjut Fajriyah.
    Perubahan kursi komisaris dan direksi PGN
    RUPST 2025 juga menetapkan susunan baru untuk jajaran Komisaris dan Direksi PGN sebagai berikut:
     
    Komisaris:
    Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Amien Sunaryadi
    Komisaris: Warih Sadono
    Komisaris Independen: Christian H. Siboro
    Komisaris Independen: Dini Shanti Purwono
    Komisaris Independen: Tony Setyo Boedi Hoesodo
    Komisaris Independen: Abdullah Aufa Fuad
     
    Direksi:
    Direktur Utama: Arief Setiawan Handoko
    Direktur Keuangan: Fadjar Harianto Widodo
    Direktur Komersial: Ratih Esti Prihatini
    Direktur Infrastruktur dan Teknologi: Harry Budi Sidharta
    Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis: Rosa Permata Sari
    Direktur Manajemen Risiko: Arief Kurnia Risdianto
    Direktur SDM dan Penunjang Bisnis: Rachmat Hutama

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • LNG Jadi Andalan Penuhi Kebutuhan Gas untuk Industri dan Listrik

    LNG Jadi Andalan Penuhi Kebutuhan Gas untuk Industri dan Listrik

    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengambil langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional. 
     
    Kali ini, PGN menerima tambahan pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) domestik sebesar 130.000 meter kubik dari Lapangan Tangguh, Papua.
     
    Gas cair ini diregasifikasi di Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan kelistrikan di Indonesia.
    FSRU Lampung jadi penghubung vital energi non-pipa
    Proses pengiriman LNG dilakukan melalui skema ship-to-ship (STS) transfer dari Terminal LNG Tangguh ke FSRU Lampung oleh anak usaha PGN, yaitu PT PGN LNG Indonesia (PLI). Proses transfer ini berlangsung pada 25 hingga 27 April 2025.

    Sejak awal tahun, FSRU Lampung sudah menerima delapan kargo LNG atau setara 742.000 m³ LNG, menjadikannya titik krusial dalam distribusi energi non-pipa untuk pelanggan di wilayah Sumatera dan Jawa.
     
    Tak hanya itu, fasilitas LNG Arun juga menerima satu kargo untuk memperkuat pasokan di wilayah Sumatera Utara.
     

    Andalan gas untuk industri dan listrik
    Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan keberhasilan pengamanan pasokan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak.
     
    “Atas kerja sama dengan berbagai pihak, ketahanan pasokan dapat berjalan berkelanjutan. FSRU Lampung sebagai salah satu infrastruktur midstream, menjadi kekuatan penting PGN dalam menjaga keandalan layanan pemenuhan kebutuhan energi, khususnya untuk menjangkau sektor industri dan kelistrikan,” ujar Fajriyah dalam keterangen tertulis, Selasa, 6 Mei 2025.
    LNG solusi strategis di tengah penurunan produksi gas
    Fajriyah menambahkan, tantangan pasokan energi saat ini membuat PGN terus mendorong pemanfaatan LNG domestik sebagai solusi fleksibel. Apalagi, beberapa lapangan hulu gas di Jawa dan Sumatera tengah mengalami penurunan produksi.
     
    “PGN terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk keberlanjutan pasokan gas bumi bagi seluruh sektor pelanggan. Di tengah transisi energi, kami berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap target Net Zero Emissions (NZE),” jelas Fajriyah.
    Dukung transisi energi
    Di tengah pergeseran ke energi bersih dan target Net Zero Emissions, PGN tetap aktif memanfaatkan infrastruktur midstream-downstream yang terintegrasi. Strategi ini diyakini jadi kunci untuk menjaga pasokan tetap stabil, fleksibel, dan mampu menjangkau pelanggan lintas sektor.
     
    Dengan tambahan LNG ini, PGN membuktikan komitmennya sebagai pilar utama dalam distribusi gas bumi nasional, menjaga industri tetap menyala dan rumah tangga tetap nyaman.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Jaga Ketahanan Energi, Kinerja PGN Ngegas di Awal 2025

    Jaga Ketahanan Energi, Kinerja PGN Ngegas di Awal 2025

    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, memulai tahun 2025 dengan kinerja operasional yang tangguh. 
     
    Di tengah tekanan geopolitik dan naik turunnya harga energi global, PGN tetap fokus menjaga ketahanan energi nasional.
     
    Sepanjang kuartal I-2025, PGN mencatat volume penyaluran gas sebesar 861 BBTUD dan transmisi mencapai 1.602 MMSCFD.

    Infrastruktur gas yang dimiliki tetap andal dengan tingkat keandalan mencapai 99,9 persen, menopang layanan gas bumi kepada lebih dari 820 ribu pelanggan di seluruh Indonesia.

    Layanan gas tersambung ke 800 Ribu rumah tangga
    Hingga Maret 2025, pelanggan PGN terdiri dari 817.420 rumah tangga, 2.587 pelanggan kecil (UMKM dan sejenisnya), 3.291 pelanggan industri dan komersial.
     
    Keandalan infrastruktur menjadi tulang punggung layanan ini. Hal ini menunjukkan peran penting PGN dalam menjaga pasokan energi bersih dan efisien di seluruh penjuru negeri.
     
    “Kami terus fokus pada efisiensi, kesinambungan pasokan gas, dan akselerasi proyek strategis seperti pengembangan jaringan gas rumah tangga serta infrastruktur LNG,” ungkap Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 April 2025.
     

    Pasokan gas pipa Menurun, LNG jadi solusi
    PGN menghadapi tantangan pasokan gas pipa yang menurun akibat penurunan produksi di beberapa wilayah hulu di Jawa dan Sumatera. 
     
    Untuk mengatasi hal ini, PGN mengoptimalkan pemanfaatan jasa regasifikasi LNG di berbagai titik, antara lain FSRU Lampung dengan kapasitas 109 BBTUD, LNG Arun berkapasitas 128 BBTUD, dan FSRU Jawa Barat dengan kapasitas 294 BBTUD.
     
    Langkah ini penting untuk menjaga kontinuitas pasokan gas, terutama bagi sektor kelistrikan dan pelanggan industri non-HGBT.
    Gas pipa tetap prioritas untuk industri strategis
    Dalam kerangka kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), PGN memprioritaskan penyaluran gas pipa kepada pelanggan industri penerima HGBT. 
     
    Hal ini dilakukan untuk mendukung daya saing industri strategis nasional di tengah tekanan global.
    Pendapatan PGN tumbuh, laba tembus USD62 juta
    Kinerja keuangan PGN juga cukup stabil di awal tahun. Selama kuartal I-2025, PGN membukukan pendapatan sebesar USD967 juta (naik 2 persen YoY), EBITDA USD205 juta, laba nersih sebesar USD62 juta, 
     
    Tekanan dari harga minyak, nilai tukar, dan situasi geopolitik berhasil diimbangi dengan efisiensi dan penguatan operasional.
     
    “Kami menyikapi volatilitas pasar dengan mempercepat proyek strategis dan menjaga kelancaran operasional agar manfaat gas bumi tetap berdampak luas bagi ekonomi nasional,” lanjut Fajriyah.
     
    PGN juga memperkuat ekspansi dengan ditunjuk sebagai pemegang Hak Khusus di Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi Kota Batam oleh BPH Migas. 
     
    Penunjukan ini membuka peluang pengembangan 16.000 sambungan baru untuk rumah tangga, industri, dan pelanggan komersial hingga tahun 2027.
     
    “Kami menjalankan investasi strategis secara berkelanjutan agar utilisasi gas domestik meningkat dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Fajriyah.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • PGN Jaga Kinerja Operasional dan Ketahanan Energi Nasional di Kuartal I 2025

    PGN Jaga Kinerja Operasional dan Ketahanan Energi Nasional di Kuartal I 2025


    PIKIRAN RAKYAT –
    PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat kinerja operasional yang solid pada Kuartal I 2025 di tengah tekanan kondisi geopolitik dan fluktuasi harga energi global. PGN terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur dan agregasi pasokan gas bumi.

    Selama tiga bulan pertama 2025, volume penyaluran gas PGN tercatat sebesar 861 BBTUD, sementara transmisi mencapai 1.602 MMSCFD. Keandalan infrastruktur tetap tinggi di level 99,9%, menopang layanan kepada lebih dari 820 ribu pelanggan di seluruh Indonesia, mencakup 817.420 rumah tangga, 2.587 pelanggan kecil dan 3.291 industri dan komersial.

    Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyebutkan bahwa kuartal ini merupakan periode konsolidasi strategi di tengah transisi pasokan energi domestik.

    “Kami terus fokus pada efisiensi, kesinambungan pasokan gas, dan akselerasi proyek strategis seperti pengembangan jaringan gas rumah tangga serta infrastruktur LNG,” ungkap Fajriyah pada Rabu, (30/4/2025).

    Sesuai kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), gas pipa diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri penerima HGBT untuk mendukung daya saing industri strategis nasional.

    Di sisi lain, terbatasnya pasokan gas pipa akibat penurunan produksi dari beberapa lapangan hulu di wilayah Jawa dan Sumatera, mendorong PGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan jasa regasifikasi LNG di Lampung, Arun, dan Jawa Barat. Hal ini dilakukan guna menjaga kesinambungan pasokan energi, khususnya untuk sektor kelistrikan dan industri komersial lainnya termasuk pelanggan non-HGBT.

    Volume jasa regasifikasi melalui kontrak Terminal Usage Agreement (TUA) FSRU Lampung naik menjadi 109 BBTUD, sementara jasa melalui fasilitas LNG Arun mencapai 128 BBTUD dan FSRU Jawa Barat 294 BBTUD.

    PGN juga mencatat kontribusi di segmen lain seperti transportasi minyak sebesar 171.943 BOEPD, lifting migas sebesar 16.461 BOEPD, dan perdagangan LNG internasional sebesar 68 BBTUD.

    Dari sisi keuangan, PGN membukukan pendapatan sebesar USD 967 juta atau tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA tercatat USD 205 juta, sementara laba bersih mencapai USD 62 juta. Tekanan geopolitik, fluktuasi harga minyak serta fluktuasi kurs baik IDR terhadap USD maupun JPY terhadap USD mempengaruhi profit margin dan perusahaan berhasil mengimbangi melalui penguatan operasional, optimasi dana internal dan efisiensi.

    “Kami menyikapi volatilitas pasar dengan mempercepat proyek strategis dan menjaga kelancaran operasional agar manfaat gas bumi tetap berdampak luas bagi ekonomi nasional,” lanjut Fajriyah.

    Langkah strategis PGN juga diperkuat dengan ditetapkannya sebagai pemegang Hak Khusus pada Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi di Kota Batam oleh BPH Migas. Penunjukan ini membuka peluang pengembangan sekitar 16.000 sambungan rumah tangga, industri, dan komersial hingga 2027.

    “Kami menjalankan investasi strategis secara berkelanjutan agar utilisasi gas domestik meningkat dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Fajriyah.

    PGN berkomitmen dalam memperkuat ketahanan energi dan terus menjajaki berbagai potensi sumber pasokan gas baru dan memperkuat komunikasi serta koordinasi dengan Pemerintah, regulator, dan para pemangku kepentingan lainnya, guna memastikan keandalan pasokan dapat memenuhi kebutuhan gas bumi khususnya sektor komersial dan industri domestik.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina komitmen terhadap Keterbukaan informasi publik, momentum ini juga bagian dari memaknai Hari Keterbukaan Informasi Nasional, salah satunya melalui informasi implementasi kinerja kuartal I 2025 subholding gas Pertamina.***

     

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • PGN Catat Penyaluran Gas Hingga 861 BBTUD di Kuartal I-2025

    PGN Catat Penyaluran Gas Hingga 861 BBTUD di Kuartal I-2025

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatatkan kinerja operasional yang solid di tengah tekanan kondisi geopolitik dan fluktuasi harga energi global. Adapun, hingga kuartal tiga 2025, volume penyaluran gas perusahaan tercatat sebesar 861 BBTUD, sementara transmisi mencapai 1.602 MMSCFD.

    Sementara itu, keandalan infrastruktur tetap tinggi di level 99,9%, menopang layanan kepada lebih dari 820 ribu pelanggan di seluruh Indonesia, mencakup 817.420 rumah tangga, 2.587 pelanggan kecil dan 3.291 industri dan komersial.

    Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan bahwa kuartal ini merupakan periode konsolidasi strategi di tengah transisi pasokan energi domestik. “Kami terus fokus pada efisiensi, kesinambungan pasokan gas, dan akselerasi proyek strategis seperti pengembangan jaringan gas rumah tangga serta infrastruktur LNG,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis Rabu, (30/4/2025).

    Sesuai kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), gas pipa diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri penerima HGBT untuk mendukung daya saing industri strategis nasional.

    Di sisi lain, terbatasnya pasokan gas pipa akibat penurunan produksi dari beberapa lapangan hulu di wilayah Jawa dan Sumatera, mendorong PGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan jasa regasifikasi LNG di Lampung, Arun, dan Jawa Barat.

    Hal ini dilakukan guna menjaga kesinambungan pasokan energi, khususnya untuk sektor kelistrikan dan industri komersial lainnya termasuk pelanggan non-HGBT.

    Volume jasa regasifikasi melalui kontrak Terminal Usage Agreement (TUA) FSRU Lampung naik menjadi 109 BBTUD, sementara jasa melalui fasilitas LNG Arun mencapai 128 BBTUD dan FSRU Jawa Barat 294 BBTUD.

    PGN juga mencatat kontribusi di segmen lain seperti transportasi minyak sebesar 171.943 BOEPD, lifting migas sebesar 16.461 BOEPD, dan perdagangan LNG internasional sebesar 68 BBTUD.

    Dari sisi keuangan, PGN membukukan pendapatan sebesar USD 967 juta atau tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA tercatat USD 205 juta, sementara laba bersih mencapai USD 62 juta.

    Tekanan geopolitik, fluktuasi harga minyak serta fluktuasi kurs baik IDR terhadap USD maupun JPY terhadap USD mempengaruhi profit margin dan perusahaan berhasil mengimbangi melalui penguatan operasional, optimasi dana internal dan efisiensi.

    “Kami menyikapi volatilitas pasar dengan mempercepat proyek strategis dan menjaga kelancaran operasional agar manfaat gas bumi tetap berdampak luas bagi ekonomi nasional,” lanjut Fajriyah.

    Langkah strategis PGN juga diperkuat dengan ditetapkannya sebagai pemegang Hak Khusus pada Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi di Kota Batam oleh BPH Migas. Penunjukan ini membuka peluang pengembangan sekitar 16.000 sambungan rumah tangga, industri, dan komersial hingga 2027.

    “Kami menjalankan investasi strategis secara berkelanjutan agar utilisasi gas domestik meningkat dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Fajriyah.

    (pgr/pgr)

  • Pesisir Ternyata Bisa jadi Lahan Pertanian Subur, Ini Buktinya – Page 3

    Pesisir Ternyata Bisa jadi Lahan Pertanian Subur, Ini Buktinya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional melalui keberhasilan panen padi Biosalin seluas 20 hektare di wilayah pesisir utara Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang, Jawa Tengah.

    Panen ini menjadi penanda suksesnya implementasi Program Riset Smart Farming Biosalin 1 dan 2 yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan PGN pada Desember 2024 lalu.

    Padi Biosalin merupakan varietas benih padi yang tahan terhadap kadar garam tinggi, menjadikannya solusi inovatif bagi lahan-lahan pesisir yang sebelumnya tidak produktif akibat intrusi air laut. Sebagian besar lahan seluas 20 hektare yang dipanen itu merupakan lahan tidur salin milik Kelompok Tani Sumber Rezeki di desa setempat.

    Lahan tidur tersebut sudah tidak lagi dimanfaatkan sejak kejadian gagal panen akibat salinitas atau tingkat keasinan dalam air yang tinggi pada tahun 2021, sehingga Biosalin menjadi tanaman yang cocok untuk menghidupkan kembali lahan pesisir.

    Adapun panen kali ini menghasilkan total produksi sebesar 116,95 ton Gabah Kering Panen (GKP), dengan rata-rata produktivitas mencapai 5,85 ton per hektare. Varietas padi Biosalin 1 memberikan hasil sebesar 6,03 ton per hektare, sementara Biosalin 2 mencatat produktivitas 5,67 ton per hektare.

    Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Fajriyah Usman mengatakan, capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi pertanian adaptif terhadap salinitas tinggi, sekaligus menunjukkan dampak positif dari sinergi antara energi, riset, dan pemberdayaan masyarakat melalui program Social Responsibility (CSR) PGN.

    “Keberhasilan panen padi Biosalin ini menunjukkan bahwa upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga riset, dan dunia usaha mampu mewujudkan ketahanan pangan di wilayah yang menantang. PGN bangga bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan tidur yang kini menjadi sumber harapan baru,” ungkap Fajriyah Usman, Sabtu (26/4). 

     

  • PGN-BRIN panen perdana padi Biosalin sebanyak 116 ton

    PGN-BRIN panen perdana padi Biosalin sebanyak 116 ton

    Pekerja menggunakan traktor melakukan panen perdana padi varietas Biosalin hasil kerja sama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di wilayah pesisir utara Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/4/2025). ANTARA/HO-PT PGN Tbk

    PGN-BRIN panen perdana padi Biosalin sebanyak 116 ton
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Sabtu, 26 April 2025 – 13:19 WIB

    Elshinta.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan panen perdana padi varietas Biosalin sebanyak 116,95 ton gabah kering panen (GKP) di lahan seluas 20 hektare di Semarang, Jawa Tengah. Padi Biosalin, menurut Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman, merupakan varietas benih padi yang tahan terhadap kadar garam tinggi, menjadikannya solusi inovatif bagi lahan-lahan pesisir yang sebelumnya tidak produktif akibat intrusi air laut.

    “Keberhasilan panen padi Biosalin ini menunjukkan bahwa upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga riset, dan dunia usaha mampu mewujudkan ketahanan pangan di wilayah yang menantang,” ujar Fajriyah dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

    Panen padi di wilayah pesisir utara Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu itu, menurut dia, menjadi penanda suksesnya implementasi program Riset Smart Farming Biosalin 1 dan 2 yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang, BRIN dan PGN pada Desember 2024.

    Sebagian besar lahan seluas 20 hektare yang dipanen itu merupakan lahan tidur milik Kelompok Tani Sumber Rezeki yang sudah tidak lagi dimanfaatkan sejak kejadian gagal panen akibat salinitas atau tingkat keasinan dalam air yang tinggi pada 2021, sehingga Biosalin menjadi tanaman yang cocok untuk menghidupkan kembali lahan pesisir.

    Panen kali ini menghasilkan produksi sebesar 116,95 ton GKP, dengan rata-rata produktivitas mencapai 5,85 ton per hektare. Varietas padi Biosalin 1 memberikan hasil sebesar 6,03 ton per hektare, sementara Biosalin 2 mencatat produktivitas 5,67 ton per hektare. Fajriyah mengatakan setelah sukses panen pada bulan ini, PGN juga akan melanjutkan budidaya padi Biosalin tahap dua dengan luas 20 hektare, dan nantinya program ini bisa dikembangkan menjadi 100 hektare.

    Dalam pengembangan produksi padi Biosalin, lanjutnya, PGN memberikan bantuan berupa benih dan pupuk, yang dilanjutkan pendampingan pascapanen dan pengolahan pemrosesan benih yang berlangsung sampai Desember 2025. Budi daya padi Biosalin diharapkan berhasil tumbuh dan bisa panen dengan kualitas yang baik sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan diharapkan dapat menjadi lapangan kerja bagi para buruh tani.

    “Panen padi Biosalin ini bukan hanya soal hasil pertanian, tapi tentang membangun kembali semangat masyarakat pesisir yang sempat kehilangan mata pencahariannya,” kata Fajriyah.

    Sumber : Antara