Tag: Fajriyah Usman

  • PGN Group Tegaskan Reputasi Global, Raih 7 Penghargaan Stevie Awards 2025

    PGN Group Tegaskan Reputasi Global, Raih 7 Penghargaan Stevie Awards 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Group, Subholding Gas Pertamina, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 7 penghargaan dalam ajang Stevie International Business Awards 2025 di Portugal, (10/10/2025). Hal ini menunjukkan apresiasi besar dari kancah internasional atas pencapaian PGN Group melalui kompetisi global yang diikuti berbagai perusahaan di seluruh dunia.

    Dalam ajang bergengsi tersebut, PGN berhasil meraih penghargaan Gold Winner untuk kategori Company of The Year dan kategori Innovating Utility Through Web, atas program pemasaran perusahaan yang terus bertransformasi dan berinovasi sepanjang tahun 2024.

    “PGN berhasil mengenalkan produk LNG di tahun 2024 yang dialirkan kepada industri domestik, hal ini merupakan bentuk inovasi sekaligus menjawab tantangan pasokan gas untuk pemenuhan kebutuhan energi,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman dalam keterangannya.

    Optimalisasi website bisnis PGN (www.pgas.id) turut memperkuat pengalaman calon pelanggan B2B dalam memperoleh informasi terkait layanan gas bumi. Melalui fitur on-demand meeting, calon pelanggan dapat melakukan online meeting dengan tim PGN, sehingga proses komunikasi menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan.

    “Sepanjang 2024, sebanyak 40 calon pelanggan B2B telah memanfaatkan fitur on-demand meeting untuk mendapatkan informasi terkait layanan gas bumi PGN secara langsung. Hal ini menandai langkah awal transformasi digital dalam akuisisi pelanggan korporasi,” sebut Fajriyah.

    Selain itu, PGN juga mengikutsertakan Annual Report (AR) 2024 yang mengangkat tema “Resilience to Deliver”, dan meraih Bronze Winner untuk kategori Best Annual Report – Publicly Held Corporations. Annual Report PGN 2024 dinilai menyampaikan tema yang kuat dan mendukung misi perusahaan. Kinerja operasi dan keuangan PGN sepanjang tahun 2024 ditampilkan dengan lengkap didukung oleh data yang komprehensif. Termasuk di dalamnya mengenai ekspansi infrastruktur, penggunaan teknologi dan kolaborasi strategis dengan berbagai partner.

    “Terlepas dari kinerja positif yang diraih, kami menyampaikan kondisi perusahaan dengan transparan melalui Annual Report sebagai bentuk penerapan GCG (Good Corporate Governance) serta laporan pertanggungjawaban kepada pemegang saham. Selain itu, dapat menjadi media informasi untuk mendukung pengambilan keputusan stakeholder PGN lainnya sekaligus untuk memperkuat relationship bisnis,” lanjut Fajriyah.

    Selain PGN, Anak Perusahaan PGN juga berhasil meraih penghargaan Best Annual Report – Privately-Owned Companies dalam ajang Stevie International Business Awards 2025. Terdapat 4 Anak Perusahaan yang meraih penghargaan yaitu PT Gagas Energi Indonesia sebagai Silver Winner, PT PGN LNG Indonesia sebagai Silver Winner, PT Permata Graha Nusantara sebagai Bronze Winner, dan PT PGAS Telekomunikasi Nusantara sebagai Bronze Winner.

    Penghargaan ini diharapkan dapat memperkuat citra positif PGN Group di mata publik dan pemangku kepentingan, serta menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi di masa mendatang.

  • PGN Dorong Budaya Hijau Lewat Eco Green Fest 2025

    PGN Dorong Budaya Hijau Lewat Eco Green Fest 2025

    JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi menuju energi bersih dengan mendorong terciptanya budaya hijau di lingkungan perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Eco Green Fest 2025 yang digelar pada 2-3 Oktober 2025 di Kantor Pusat PGN, Jakarta.

    Ajang ini menjadi inisiatif strategis perusahaan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam budaya kerja sekaligus kehidupan sehari-hari karyawan, sehingga semangat hijau dapat tumbuh dan terimplementasi secara konsisten.

    Direktur Strategi & Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, mengatakan keberlanjutan tidak cukup hanya dengan kebijakan besar, tetapi juga dapat dilakukan mulai dari langkah kecil sehari-hari. “Kami percaya bahwa perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan harus dimulai dari kesadaran individu. Harapannya kolaborasi individu yang peduli lingkungan dengan strategi bisnis berkelanjutan akan memperkuat daya saing dan membuka peluang ekonomi hijau,” ujar Mirza, dikutip Jumat, 3 Oktober.

    Ia menjelaskan, kolaborasi antara individu yang memiliki kepedulian lingkungan dan korporasi yang menjalankan strategi bisnis berkelanjutan akan melahirkan dampak yang lebih luas. Tidak hanya sebatas menjaga kelestarian lingkungan, namun juga menciptakan peluang ekonomi baru, memperkuat daya saing usaha, serta memberi manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.

    Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa festival ini mengusung lima pilar utama, mulai dari Green Movement hingga Green Entertainment. Sejumlah program konkret turut dihadirkan, salah satunya sesi “Seeds of Change” berupa pembagian 1.400 bibit pohon dan tanaman yang dapat dibawa pulang oleh pekerja PGN. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan budaya hijau yang berkelanjutan, baik di lingkungan kantor maupun di rumah masing-masing.

    Selain itu, PGN juga menerapkan kebijakan “Empty-Glass Policy” yang dirancang untuk mengurangi limbah air sekaligus membangun gaya hidup sehat. Melalui seruan ini, pekerja didorong untuk membawa wadah minum pribadi agar tidak bergantung pada air minum kemasan, sehingga tercipta budaya efisiensi sumber daya yang konsisten di tempat kerja.

    PGN juga mengajak pekerja untuk berpastisipasi dalam gerakan hemat energi melalui One Switch for the Earth. Kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu dan perangkat listrik yang tidak digunakan bagi pekerja yang terakhir meninggalkan ruangan. Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan dampak besar, karena mengurangi pemborosan energi listrik dan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya sustainability.

    “Semoga kedepan kolaborasi antara korporat dan komunitas-komunitas internal bisa menciptakan hal-hal yang positif untuk mendukung wellbeing pekerja dan kinerja perusahaan,” ungkap Fajriyah.

    Sementara pada pilar Green Workshop & Education, aktor sekaligus pegiat lingkungan, Hamish Daud bersama Gloria Parinnusa, yang dikenal sebagai Minimalist Enthusiasts, berbagi inspirasi tentang gaya hidup hijau. Mereka menekankan pentingnya konsistensi langkah kecil, mulai dari mengurangi plastik sekali pakai hingga mendukung produk ramah lingkungan. Selain itu, praktisi Syukriyatin Ni’amah dari Robries dan Prisma Pratama Sukma selaku Founder Lala Farm hadir dalam sesi talkshow Green Business. Mereka membahas konsep, peluang, tantangan dan tips aman bagi pekerja yang ingin terjun di industri green business.

    Festival ini juga menghadirkan Green Market yang memberi ruang bagi enam UMKM lokal untuk memperkenalkan produk-produk bernilai hijau, mulai dari hidangan sehat dan minuman alami, karya kreatif hasil daur ulang yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, hingga tanaman hias lengkap dengan pot dekoratif yang mempercantik rumah.

    Sementara itu, pilar Green Community mengajak pekerja PGN berpartisipasi dalam aksi kolektif, seperti Eco Fashion Swap, di mana mereka dapat menyumbangkan pakaian layak pakai dan menukarkannya dengan item fashion lain melalui sistem koin, serta Leaf It to Me Challenge yang mendorong perawatan tanaman dari bibit yang telah dibagikan. Sebagai penutup, festival dimeriahkan dengan Sound from the Earth, penampilan musik dari band internal PGN

    Fajriyah menegaskan festival ini sejalan dengan tiga program utama CSR perusahaan yakni Ecogreenmove, Ecogasmove, dan Ecosociomove. Kegiatan ini, lanjutnya, bagian dari komitmen PGN untuk mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam budaya kerja sehari-hari sebagai bentuk kolaborasi yang baik antara Perusahaan dan Komunitas yang ada di PGN, dalam hal ini Growth Corner.

    “Eco Green Fest 2025 membuktikan PGN bukan hanya menghadirkan energi bersih, tetapi juga menggerakkan setiap insan perusahaan untuk menjadi agen perubahan,” tutup Fajriyah.

  • PGN: Penggunaan Gasku hemat biaya energi hingga 55 persen

    PGN: Penggunaan Gasku hemat biaya energi hingga 55 persen

    Surabaya (ANTARA) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menyatakan penggunaan layanan Bahan Bakar Gas (BBG) dengan nama produk Gasku dapat menghemat biaya energi sekitar 30 sampai 55 persen dibandingkan dengan BBM subsidi maupun non subsidi.

    “Pembakaran mesin juga menjadi lebih bersih karena Gasku memiliki nilai oktan yang cukup tinggi sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna,” kata Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman di Surabaya, Kamis.

    Produk Gasku khususnya di Surabaya dikelola oleh Anak Usaha PGN yaitu PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) dengan stasiun pengisian BBG berada di SPBG Ngagel yang berkapasitas 4.000-4.500 liter setara premium (LSP) per hari dan dibanderol Rp4.500 per LSP.

    Fajriyah mengatakan layanan BBG merupakan komitmen PGN untuk mendukung pemerintah terutama program konversi BBM ke BBG agar masyarakat menggunakan bahan bakar kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

    “Diharapkan, dengan layanan dan infrastruktur pendukung BBG dapat memperkuat ekosistem penggunaan energi bersih domestik,” ujarnya.

    Gasku dapat digunakan oleh berbagai kendaraan namun perlu dipasang converter kit sebagai sistem tambahan pembakaran mesin kendaraan yang tadinya hanya bisa menggunakan BBM sehingga dapat bekerja menggunakan BBG.

    Kendaraan yang sudah menggunakan converter kit akan memiliki dua jenis bahan bakar (dual fuel) yang dapat digunakan secara bergantian.

    “Dengan sistem dual fuel, maka kapasitas bahan bakar kendaraan akan bertambah sehingga dapat menambah jarak tempuh kendaraan,” kata General Manager PGN Sales and Operation Region III (SOR III) Hedi Hedianto.

    Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Manajemen PGN Dirombak, Arief Kurnia Dirut-Wamenkum Eddy Hiariej Komisaris

    Manajemen PGN Dirombak, Arief Kurnia Dirut-Wamenkum Eddy Hiariej Komisaris

    Jakarta

    PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang memuat satu mata acara utama, yakni perubahan jajaran direksi dan komisaris. Agenda tersebut disetujui 77,98% suara pemegang saham yang hadir dalam RUPSLB pada Rabu (27/8).

    Dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPSLB menyepakati pengangkatan Arief Kurnia Risdianto sebagai Direktur Utama (Dirut) PGN. Selain itu, RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Tony Setia Boedi Hoesodo sebagai Komisaris Utama (Komut) dan Komisaris Independen Perseroan.

    Di jajaran komisaris, terdapat Wakil Menteri dari Kabinet Merah Putih, yakni Edward Omar Sharif Hiariej. Diketahui, pria yang akrab disapa Eddy ini menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Kepemimpinan PGN baru ini diharapkan dapat membawa PGN semakin solid dan lincah menghadapi tantangan-tantangan volatilitas perekonomian dan sektor energi, sejalan dengan peran utama Perseroan dalam menyalurkan gas bumi untuk seluruh sektor pelanggan dengan terus memperhatikan prinsip berkelanjutan.

    “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang telah mengantarkan PGN untuk mencapai kinerja terbaik dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, Kamis (28/8/2025).

    PGN berkomitmen melanjutkan pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan menjangkau masyarakat. Inisiatif sejalan langkah dengan bisnis PGN yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah gas bumi bagi negara dan masyarakat.

    “Diversifikasi bisnis gas bumi juga akan terus berkembang untuk mengoptimalkan peran gas bumi dalam rangka percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission. Dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder akan memperkuat PGN untuk mencapai target-target pemanfaatan gas bumi untuk ketahanan energi nasional,” tutupnya.

    Susunan Komisaris dan Direksi PGN

    Komisaris

    Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Tony Setia Boedi Hoesodo
    Komisaris: Edward Omar Sharif Hiariej
    Komisaris: Rambe Kamarulzaman
    Komisaris: Thanon Aria Dewangga
    Komisaris Independen: Conny Lolyta Rumondor
    Komisaris Independen: Widjono Hardjanto

    Direksi

    Direktur Utama: Arief Kurnia Risdianto
    Direktur Keuangan: Catur Dermawan
    Direktur Komersial: Aldiansyah Idham
    Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis: Mirza Mahendra
    Direktur Infrastruktur dan Teknologi: Hery Murahmanta
    Direktur Manajemen Risiko: Eri Surya Kelana
    Direktur SDM dan Penunjang Bisnis: Rachmat Hutama

    Tonton juga Video: Anugerah Ekonomi Hijau: PGN hingga Wuling Sabet Kategori Program Ramah Lingkungan

    (ara/ara)

  • RUPSLB PGN Pilih Pengurus Baru, Perkuat Strategi di Ekosistem Gas Bumi

    RUPSLB PGN Pilih Pengurus Baru, Perkuat Strategi di Ekosistem Gas Bumi

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Rabu (27/08/25) di Kantor PGN, Jakarta dengan agenda tunggal Perubahan Pengurus Perseroan.

    Keputusan RUPSLB yang berdasarkan sekitar 77,98 % dari hasil pemungutan suara pemegang saham yang hadir, menetapkan perubahan pengurus Perseroan sebagai berikut:

    Dewan Komisaris

    Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Tony Setia Boedi Hoesodo
    Komisaris : Edward Omar Sharif Hiariej
    Komisaris : Rambe Kamarulzaman
    Komisaris : Thanon Aria Dewangga
    Komisaris Independen : Conny Lolyta Rumondor
    Komisaris Independen : Widjono Hardjanto

    Direksi

    Direktur Utama : Arief Kurnia Risdianto
    Direktur Keuangan : Catur Dermawan
    Direktur Komersial : Aldiansyah Idham
    Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Mirza Mahendra
    Direktur Infrastruktur dan Teknologi : Hery Murahmanta
    Direktur Manajemen Risiko : Eri Surya Kelana
    Direktur SDM dan Penunjang Bisnis : Rachmat Hutama

    “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang telah mengantarkan PGN untuk mencapai kinerja terbaik dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Fajriyah Usman selaku Corporate Secretary PGN.

    Formasi kepemimpinan PGN yang baru diharapkan dapat menahkodai PGN untuk semakin solid dan lincah dalam menghadapi tantangan-tantangan volatilitas perekonomian dan sektor energi. Peran utama PGN dalam menyalurkan gas bumi untuk seluruh sektor pelanggan tentunya terus berkelanjutan.

    PGN juga berkomitmen melanjutkan pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi demi keterjangkauan masyarakat dengan gas bumi. Inisiatif baru mengiringi langkah PGN dalam menjalankan core bisnis, dengan harapan dapat memberikan added value gas bumi bagi negara dan masyarakat.

    “Diversifikasi bisnis gas bumi juga akan terus berkembang untuk mengoptimalkan peran gas bumi dalam rangka percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission. Dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder akan memperkuat PGN untuk mencapai target-target pemanfatan gas bumi untuk ketahanan energi nasional,” tutup Fajriyah.

  • Resmi Dirombak, Ini Daftar Direksi & Komisaris Terbaru PGN

    Resmi Dirombak, Ini Daftar Direksi & Komisaris Terbaru PGN

    Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten milik BUMN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) telah merubah susunan pengurus perusahaan sektor migas tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Rabu, 27 Agustus 2025.

    Keputusan RUPSLB tersebut telah kuorum atau memperoleh hasil pemungutan suara sebesar 77,98% yang selesai pada pukul 20:44 WIB.

    Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, formasi kepemimpinan PGN yang baru diharapkan dapat menahkodai PGN dalam menghadapi tantangan-tantangan volatilitas perekonomian dan sektor energi. Apalagi, peran utama PGN dalam menyalurkan gas bumi untuk seluruh sektor pelanggan tentunya terus berkelanjutan.

    “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang telah mengantarkan PGN untuk mencapai kinerja terbaik dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (27/8/2025).

    Ia menambahkan, harapannya pengurus yang baru juga berkomitmen melanjutkan pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi demi keterjangkauan masyarakat dengan gas bumi.

    “Diversifikasi bisnis gas bumi juga akan terus berkembang untuk mengoptimalkan peran gas bumi dalam rangka percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission. Dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder akan memperkuat PGN untuk mencapai target-target pemanfatan gas bumi untuk ketahanan energi nasional,” tutup Fajriyah.

    Berdasarkan hasil RUPSLB, berikut perubahan pengurus Perseroan yang baru:

    Dewan Komisaris

    Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Tony Setia Boedi Hoesodo
    Komisaris : Edward Omar Sharif Hiariej
    Komisaris : Rambe Kamarulzaman
    Komisaris : Thanon Aria Dewangga
    Komisaris Independen : Conny Lolyta Rumondor
    Komisaris Independen : Widjono Hardjanto

    Dewan Direksi

    Direktur Utama : Arief Kurnia Risdianto
    Direktur Keuangan : Catur Dermawan
    Direktur Komersial : Aldiansyah Idham
    Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Mirza Mahendra
    Direktur Infrastruktur dan Teknologi : Hery Murahmanta
    Direktur Manajemen Risiko : Eri Surya Kelana
    Direktur SDM dan Penunjang Bisnis : Rachmat Hutama.

    Foto: Dok. PGN
    Arief Setiawan Handoko (Dirut lama PGN) bersama Direktur Utama PGN baru terpilih Arief Kurnia Risdianto (kanan).

    (dce/dce)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Amien Sunaryadi peroleh GRC Lifetime Achievement Award 2025

    Amien Sunaryadi peroleh GRC Lifetime Achievement Award 2025

    Jakarta (ANTARA) – Komisaris Utama PT PGN Tbk Amien Sunaryadi memperoleh GRC Lifetime Achievement Award 2025 dari Asosiasi Governansi, Manajemen Risiko & Kepatuhan (GRK) atas dedikasi, kontribusi nyata dan kepemimpinan yang visioner dalam memajukan governansi, manajemen risiko, dan kepatuhan (GRC) di Indonesia.

    Dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Selasa, anugerah GRC Lifetime Achievement Award 2025 mengingatkan Amien soal pencapaiannya pada 25 tahun lalu.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Asosiasi GRK Indonesia dan komunitas GRC, yang telah memberikan award ini kepada saya. Passion saya selama ini lebih ke pemberantasan korupsi, sehingga banyak hal yang saya ketahui di bidang ini,” ujar Amien saat menerima penghargaan tersebut di Yogyakarta, Jumat (22/8).

    Ia bersama rekan-rekannya membentuk Lembaga Pengkajian Good Governance (LPGG) dan berhasil menjadi pemenang dalam Development Marketplace Innovative Competition 2000 (DM-2000) yang diselenggarakan Bank Dunia di Washington DC, AS.

    Berangkat dari inovasi tersebut, Amien berharap GRC juga dapat diterapkan tidak hanya di suatu perusahaan saja, namun di lingkungan DPR sebagai bentuk perbaikan demokrasi di Indonesia.

    Sepanjang kiprah profesionalnya, pengalaman Amien memang tidak jauh dari bidang antikorupsi, antipenyuapan, manajemen risiko, good corporate governance (GCG), dan bidang sejenis lainnya.

    Track record, yang menjunjung tinggi integritas ini terus dia emban dengan penuh dedikasi hingga kini, salah satunya sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2003-2007.

    Di sektor energi, Amien pernah menjabat sebagai Kepala SKK Migas periode 2014-2018.

    Ia memimpin peningkatan tata kelola SKK Migas dan pengawasan terhadap kontraktor kontrak kerja sama (K3S) dengan menerapkan prinsip 4 NO’s yakni no bribery, no kickback, no gift, dan no luxurious hospitality, serta Sistem Manajemen Anti-Penyuapan SNI ISO-37001:2016 di SKK Migas.

    Komisaris Utama PT PGN Tbk Amien Sunaryadi (dua dari kanan) menerima penghargaan GRC Lifetime Achievement Award 2025 dari Asosiasi Governansi, Manajemen Risiko & Kepatuhan (GRK) di Yogyakarta, Jumat (22/8/2025). ANTARA/HO-PT PGN Tbk

    Saat ini, Amien juga aktif sebagai Ketua Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) Kementerian Keuangan sejak Mei 2023 dan Ketua Umum Forum Manajemen Risiko (FMR) BUMN periode 2024-2027.

    Ia dikenal vokal dalam mengampanyekan isu-isu governansi dan antikorupsi di berbagai forum.

    Sebagai Komut PGN sejak 2023, Amien juga tegas dalam mengawasi penerapan GCG di PGN, tidak hanya soal mematuhi peraturan.

    Lebih dari itu, penerapan GCG penting untuk memelihara integritas dan kepatuhan dalam keberlangsungan bisnis perusahaan secara jangka panjang.

    Ia bersama Dewan Komisaris PGN lainnya mendukung penuh penerapan whistleblowing system (WBS) dengan melakukan pengawasan secara menyeluruh dan memastikan diterapkannya sanksi bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

    Pencapaiannya, PGN meraih penghargaan internasional ASEAN Corporate Governance Conference & Awards 2025 (ASEAN CGCA 2025).

    PGN juga termasuk dalam jajaran 50 Public Listed Companies (PLC) teratas di ASEAN dan 5 terbaik di Indonesia berdasarkan hasil penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) 2024.

    Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan penghargaan tersebut merupakan bukti komitmen kuat PGN dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG di setiap proses, keputusan serta langkah strategis perusahaan.

    “Tentunya, tidak lepas dari pengawasan yang ketat agar implementasi GCG di PGN selalu disiplin dan berintegritas,” katanya.

    Pewarta: Kelik Dewanto
    Editor: Virna P Setyorini
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • PGN Pastikan Pelanggan Industri Terlayani Optimal 100%

    PGN Pastikan Pelanggan Industri Terlayani Optimal 100%

    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memastikan penyaluran gas bumi kepada pelanggan industri sepenuhnya normal, dengan pasokan 100%. Penguatan pasokan sudah dilakukan sejak pertengahan Agustus, sehingga tidak ada pemberlakuan pembatasan.

    Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa penguatan pasokan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah dalam tambahan pasokan termasuk gas swap Natuna dan optimalisasi pasokan gas dan LNG serta kerja sama berbagai pemangku kepentingan terkait.

    Sinergi tersebut menjadi landasan penting bagi PGN untuk memastikan keandalan pasokan dan pelayanan energi bersih bagi seluruh sektor pelanggan, terutama industri.
     

    “PGN senantiasa berkomitmen mengupayakan pemenuhan kebutuhan energi gas bumi dengan optimal. Dengan kondisi penyaluran gas yang sudah normal, kami dapat semakin fokus mendukung kegiatan operasional pelanggan serta menjaga kontribusi gas bumi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Fajriyah.

    PGN juga menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi para pelanggan atas pengertian, komunikasi yang baik, koordinasi cepat, serta loyalitas dan kerja sama selama proses stabilisasi.

    Ke depan, PGN terus memperkuat infrastruktur dan layanan agar pasokan energi ramah lingkungan dapat terdistribusi dengan andal dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan komitmen PGN dalam mendukung transisi energi nasional serta pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.

    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memastikan penyaluran gas bumi kepada pelanggan industri sepenuhnya normal, dengan pasokan 100%. Penguatan pasokan sudah dilakukan sejak pertengahan Agustus, sehingga tidak ada pemberlakuan pembatasan.
     
    Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa penguatan pasokan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah dalam tambahan pasokan termasuk gas swap Natuna dan optimalisasi pasokan gas dan LNG serta kerja sama berbagai pemangku kepentingan terkait.
     
    Sinergi tersebut menjadi landasan penting bagi PGN untuk memastikan keandalan pasokan dan pelayanan energi bersih bagi seluruh sektor pelanggan, terutama industri.
     

    “PGN senantiasa berkomitmen mengupayakan pemenuhan kebutuhan energi gas bumi dengan optimal. Dengan kondisi penyaluran gas yang sudah normal, kami dapat semakin fokus mendukung kegiatan operasional pelanggan serta menjaga kontribusi gas bumi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Fajriyah.
     
    PGN juga menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi para pelanggan atas pengertian, komunikasi yang baik, koordinasi cepat, serta loyalitas dan kerja sama selama proses stabilisasi.
     
    Ke depan, PGN terus memperkuat infrastruktur dan layanan agar pasokan energi ramah lingkungan dapat terdistribusi dengan andal dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan komitmen PGN dalam mendukung transisi energi nasional serta pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • PGN Salurkan Tambahan Gas 27 BBtud dari Natuna ke Industri Batam-Jawa Barat

    PGN Salurkan Tambahan Gas 27 BBtud dari Natuna ke Industri Batam-Jawa Barat

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mengonfirmasi telah mendapat pasokan gas sebesar 27 billion British thermal units per day (BBtud) dari West Natuna Gas Supply Group. Pengaliran gas itu dilakukan oleh Medco E&P Grissik Ltd. dan PetroChina International Jabung Ltd. 

    Adapun, pengaliran gas kepada PGN itu menyusul kelangkaan pasokan yang dialami oleh anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut. Imbasnya, gas untuk industri pun seret.

    Keterbatasan pasokan gas untuk industri itu pun banyak dikeluhkan oleh para pelaku usaha. Menurut para pengusaha, pembatasan gas mengganggu produktivitas kinerja produksi pengolahan.

    Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, pasokan gas dari West Natuna Gas Supply Group sudah mulai diterima pada Jumat (22/8/2025) ini.

    “Tambahan pasokan gas yang diterima PGN dialirkan untuk pelanggan existing PGN terutama di wilayah Batam, Dumai, dan Jawa bagian barat,” ujar Fajriyah kepada Bisnis.

    Pemenuhan gas itu dilakukan dengan mekanisme swap gas multi-pihak. Mekanisme swap gas multi-pihak merupakan perjanjian kolaboratif antara SKK Migas, kontraktor hulu migas, pembeli gas seperti PGN, dan perusahaan gas internasional untuk menjaga stabilitas pasokan gas domestik.

    Dalam mekanisme ini, volume gas dari satu sumber dialirkan melalui pihak lain kepada pembeli gas (PGN) untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, memastikan ketersediaan pasokan sambil tetap menghormati komitmen kontraktual lainnya.

    “Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian ESDM, SKK Migas, dan stakeholder terkait atas tambahan alokasi gas untuk kebutuhan penyaluran melalui PGN,” ucap Fajriyah.

    Dalam kesempatan terpisah, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, perjanjian swap gas multi-pihak tersebut melibatkan berbagai kontraktor hulu migas dan pembeli gas, antara lain West Natuna Supply Group (Medco E&P Natuna Ltd., Premier Oil Natuna Sea B.V., dan Star Energy (Kakap) Ltd.).

    Lalu, South Sumatra Sellers (Medco E&P Grissik Ltd., PetroChina International Jabung Ltd.), PT Pertamina (Persero), PGN, Sembcorp Gas Pte Ltd., dan Gas Supply Pte Ltd.

    Menurut Djoko, perjanjian ini disusun melalui koordinasi erat antar semua pihak untuk memastikan kepentingan seluruh pihak tetap terjaga. Dia menyebut, pengaliran swap gas multi-pihak ini memastikan tambahan pasokan untuk kebutuhan industri dalam negeri dapat terjaga dengan baik.

    “Skema ini hanya mungkin terlaksana melalui kerja sama erat antara kontraktor hulu, pembeli gas, dan pemerintah. Dengan langkah ini, stabilitas pasokan domestik tetap terjamin, sementara kontrak lain yang sudah berjalan tetap terlaksana,” jelas Djoko melalui keterangan resmi.

    Dia menjelaskan, tambahan gas ini bukan berarti semua industri atau industri baru akan mendapat gas. Menurutnya, pasokan ini untuk menjaga industri existing tetap mendapatkan gas.

    Dia meminta semua harus memahami bahwa minyak dan gas bumi adalah energi tak terbarukan, yang akan habis jika tidak ada penemuan baru. Meskipun tingkat penemuan eksplorasi di Indonesia telah meningkat dari 10:1, menjadi 10:3, tetapi risiko tidak ditemukan migas masih 70%.

    “Apalagi, pada umumnya, temuan eksplorasi, khususnya gas, berada di remote area terutama offshore. “Biaya eksplorasi sangat mahal, dengan risiko dry hole 70%,” ucapnya.

  • PGN Klaim Pasokan Gas untuk Industri Mulai Normal

    PGN Klaim Pasokan Gas untuk Industri Mulai Normal

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengklaim pasokan gas pipa untuk industri telah normal dan stabil.

    Keterbatasan pasokan gas untuk industri sebelumnya banyak dikeluhkan oleh para pelaku industri. Menurut para pengusaha, pembatasan gas mengganggu produktivitas kinerja produksi pengolahan.

    Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, pihaknya terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan gas nasional melalui optimalisasi infrastruktur dan dukungan penuh dari pemerintah serta para pemangku kepentingan. Dia mengklaim saat ini tekanan gas dalam jaringan pipa telah normal dan dijaga stabilitasnya.

    Seiring dengan stabilisasi tersebut, pelanggan di sejumlah wilayah Jawa bagian barat yang sebelumnya terdampak telah kembali beroperasi.

    Fajriyah menyampaikan bahwa seluruh direksi PGN secara aktif memantau perkembangan operasional di wilayah Jawa bagian barat dan sebagian Sumatra secara real-time melalui Integrated Monitoring Center yang berbasis digital di Jakarta.

    Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya PGN dalam memastikan kelancaran distribusi gas. PGN juga terus konsisten melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan keandalan penyaluran energi bagi pelanggan.

    “Tambahan pasokan gas saat ini telah membantu meningkatkan keandalan infrastruktur. Penyaluran kepada pelanggan akan dilakukan secara berkelanjutan,” ucap Fajriyah melalui keterangan resmi, Rabu (20/8/2025).

    Dia pun mengapresiasi kerja sama dan pengertian pelanggan dalam mengelola konsumsi gas, yang berperan penting dalam mendukung upaya stabilisasi sistem. Selain itu, PGN juga mengaku bersyukur atas dukungan yang telah diberikan oleh Kementerian ESDM, SKK Migas, PT Pertamina (Persero), serta seluruh pemangku kepentingan.

    Fajriyah menambahkan bahwa pemenuhan kebutuhan energi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Dalam tahap ini, PGN terus memperkuat keandalan dan keamanan infrastruktur untuk memastikan penyaluran gas bumi berjalan optimal.

    Adapun, seluruh langkah mitigasi dilakukan sesuai dengan prosedur pengelolaan perusahaan yang baik serta memperhatikan aspek HSSE.

    “PGN memahami bahwa energi adalah bagian dari fondasi utama produktivitas pelanggan. Karena itu, kami terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan dan memperkuat infrastruktur gas, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang,” tutup Fajriyah.