Tag: Fahri Hamzah

  • Respons Pengembang Atas Rencana Pembentukan Lembaga Percepatan Pembangunan Rumah

    Respons Pengembang Atas Rencana Pembentukan Lembaga Percepatan Pembangunan Rumah

    Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestate Indonesia (REI) memberikan tanggapan mengenai rencana pemerintah membentuk Lembaga Percepatan Pembangunan Perumahan.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP REI, Raymond Arfandy menilai bahwa penambahan institusi baru bukan merupakan urgensi utama dalam menyelesaikan tantangan backlog hunian nasional.

    Terlebih, tambah dia, saat ini pemerintah sebenarnya telah memiliki struktur kelembagaan yang cukup untuk menangani sektor perumahan. Yakni melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Satuan Tugas (Satgas).

    “Pembentukan lembaga percepatan pembangunan perumahan itu dalam hemat kami belum terlalu mendesak untuk dilaksanakan. Kita sudah memiliki Kementerian PKP ataupun Satgas Perumahan,” ujar Raymond kepada Bisnis, Jumat (9/1/2026).

    Alih-alih menambah Lembaga baru, Raymond mengusulkan pemerintah untuk lebih fokus pada perumusan konsep dan terobosan baru guna memperlancar sistem penyediaan serta akses pembelian rumah bagi masyarakat luas. 

    Menurutnya, efektivitas pencapaian target perumahan lebih bergantung pada inovasi skema pembiayaan dan kemudahan regulasi.

    “Bukan malah menambah institusi lain, jalan keluarnya bukan di sana. Dengan institusi yang sudah ada itu, kita buatkan terobosan-terobosan dan konsep-konsep baru untuk sistem penyediaan dan pembelian rumah rakyat,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan besar-besaran pembangunan dan renovasi perumahan nasional melalui pembentukan lembaga khusus. 

    Hal tersebut disampaikan Fahri usai mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo di Istana Negara, Selasa (30/12/2025).

    Fahri menjelaskan, dalam beberapa kesempatan Presiden menitipkan pesan agar pemerintah segera menyiapkan mekanisme percepatan pembangunan perumahan. Pesan tersebut, kata dia, sejalan dengan mandat sejumlah undang-undang yang mengamanatkan pembentukan lembaga khusus untuk mempercepat pembangunan perumahan. 

    “Intinya memang harus ada lembaga yang nanti mengambil alih persoalan tanah, pengadaan lahan, perizinan, pembiayaan, serta manajemen hunian yang berbasis hunian sosial,” ujar Fahri.

  • Wamen PKP Sebut Prabowo Beri Lampu Hijau Renovasi 2 Juta Rumah Rakyat

    Wamen PKP Sebut Prabowo Beri Lampu Hijau Renovasi 2 Juta Rumah Rakyat

    Bisnis.com, JAKARTA —  Presiden Prabowo Subianto diketahui memberi restu untuk memperluas cakupan renovasi rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga tembus 2 juta unit pada Tahun Anggara (TA) 2026. 

    Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa meskipun dalam postur APBN 2026 telah teralokasi anggaran untuk renovasi rumah rakyat sekitar 400.000 unit rumah, Kepala Negara membuka peluang untuk meningkatkan kuota tersebut secara masif.

    “Tahun depan sudah ada anggaran untuk renovasi dalam APBN 2026 sekitar 400.000 rumah. Tetapi, beliau [Presiden Prabowo] setuju sampai 2 juta sekalipun untuk renovasi, tidak ada masalah,” ujar Fahri dalam Konferensi Pers di Istana Negara, dikutip Rabu (31/12/2025).

    Selain mengakselerasi program renovasi rumah lewat program BSPS, pemerintah berencana mengebut pembangunan 1 juta rumah di kawasan perkotaan. Di mana, dalam implementasinya keterbatasan ketersediaan lahan menjadi hambatan utama yang memerlukan terobosan regulasi.

    Menurutnya, pemenuhan hunian di area urban memerlukan mekanisme percepatan atau akselerasi. Hal ini dikarenakan kompleksitas persoalan lahan di kota-kota besar yang semakin menyempit dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

    “Yang 1 juta rumah di perkotaan ini kita memang memerlukan satu mekanisme percepatan karena di perkotaan itu ada banyak masalah ketersediaan lahan yang memang sangat sulit,” tambah Fahri.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Fahri mengaku Presiden Prabowo menekankan pentingnya kehadiran sebuah lembaga atau badan khusus yang memiliki kewenangan penuh dalam mengeksekusi program perumahan nasional secara terintegrasi.

    Lembaga ini nantinya diproyeksikan untuk mengambil alih fungsi-fungsi krusial, mulai dari pengadaan lahan, penyederhanaan perizinan, hingga skema pembiayaan. Tujuannya adalah agar birokrasi yang selama ini menghambat pembangunan hunian sosial dapat dipangkas secara signifikan.

    “Intinya memang harus ada lembaga nanti yang mengambil alih persoalan tanah, perizinan, pembiayaan, hingga manajemen hunian berbasis hunian sosial. Beliau membayangkan harus ada akselerasi besar-besaran,” tambahnya.

  • Presiden Prabowo Dorong Pembentukan Lembaga Percepatan Pembangunan Perumahan

    Presiden Prabowo Dorong Pembentukan Lembaga Percepatan Pembangunan Perumahan

    Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan besar-besaran pembangunan dan renovasi perumahan nasional melalui pembentukan lembaga khusus. 

    Hal tersebut disampaikan Fahri usai mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo di Istana Negara, Selasa (30/12/2025).

    Fahri menjelaskan, dalam beberapa kesempatan Presiden menitipkan pesan agar pemerintah segera menyiapkan mekanisme percepatan pembangunan perumahan. Pesan tersebut, kata dia, sejalan dengan mandat sejumlah undang-undang yang mengamanatkan pembentukan lembaga khusus untuk mempercepat pembangunan perumahan.

    “Intinya memang harus ada lembaga yang nanti mengambil alih persoalan tanah, pengadaan lahan, perizinan, pembiayaan, serta manajemen hunian yang berbasis hunian sosial,” ujar Fahri.

    Menurut Fahri, Presiden Prabowo membayangkan adanya akselerasi besar-besaran dalam program perumahan, terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk tahun depan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran renovasi rumah yang tercantum dalam APBN 2026 sekitar 400.000 unit.

    Kendati demikian, Fahri menyebut Presiden membuka peluang perluasan target renovasi hingga dua juta unit rumah.

    “Bahkan beliau setuju sampai dua juta sekalipun untuk renovasi, tidak ada masalah,” katanya.

    Fahri menambahkan, tantangan terbesar berada pada pembangunan sekitar satu juta unit hunian di kawasan perkotaan. Di wilayah ini, persoalan utama adalah keterbatasan dan kompleksitas ketersediaan lahan, sehingga membutuhkan mekanisme percepatan yang berbeda dibandingkan wilayah lainnya.

    “Di perkotaan itu banyak masalah ketersediaan lahan yang memang sangat sulit. Inilah yang sedang kami desain konsepnya,” ujarnya.

    Untuk mendukung percepatan tersebut, Kementerian PKP tengah menyiapkan payung hukum berupa regulasi baru. Fahri menyebut aturan tersebut kemungkinan akan berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Pemerintah (PP) yang saat ini sedang dalam tahap perumusan.

    “Kami sedang siapkan peraturan yang dibutuhkan untuk memastikan percepatan itu bisa berjalan,” pungkas Fahri.

  • Setengah Abad Berdagang, Fauzy Tetap Bertahan di Pasar Loak Jalan Surabaya yang Sepi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        30 Desember 2025

    Setengah Abad Berdagang, Fauzy Tetap Bertahan di Pasar Loak Jalan Surabaya yang Sepi Megapolitan 30 Desember 2025

    Setengah Abad Berdagang, Fauzy Tetap Bertahan di Pasar Loak Jalan Surabaya yang Sepi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Setiap pagi, Fauzy (77) tiba lebih awal dibandingkan pedagang lain di Pasar Loak Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat.
    Sekitar pukul 08.00–09.00 WIB, pintu besi kios bernomor 199 miliknya sudah ia buka. Dengan gerakan pelan, ia menyingkirkan debu tipis dari etalase kayu tua yang menyimpan barang-
    barang antik
    , saksi bisu perjalanan hidupnya selama lebih dari setengah abad.
    Fauzy bukan sekadar
    pedagang barang antik
    . Ia adalah bagian dari sejarah Jalan Surabaya itu sendiri.
    Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jalan Surabaya pada 1974, ia menyaksikan pasar loak tersebut tumbuh dari deretan lapak berantakan menjadi ruko-ruko tertata yang kini dikenal sebagai salah satu ikon wisata barang antik di Jakarta.
    “Kalau dibandingkan pasar loak lain, ini memang lebih tertata karena bentuknya ruko. Tapi dulu belum seperti sekarang, masih gerobok-gerobak,” lanjut dia.
    Fauzy masih ingat betul bagaimana awal pasar ini berdiri. Saat itu, hanya segelintir orang yang berani membuka lapak.
    “Awalnya yang berani itu orang-orang tua. Paling cuma tiga atau empat orang di ujung sana. Belum pakai pintu toko,” ujar dia mengenang.
    Perlahan, jumlah pedagang bertambah. Pemerintah kemudian menata kawasan tersebut menjadi ruko permanen.
    Kini, terdapat sekitar 202 kios yang seluruhnya berizin resmi dan berada di bawah naungan organisasi pedagang. Pasar ini pun telah bertahan hampir 50 tahun.
    Bagi Fauzy, Jalan Surabaya bukan sekadar tempat mencari nafkah. Ia adalah rumah kedua, bahkan mungkin rumah utama dalam perjalanan hidupnya sebagai perantau dari Bukittinggi, Sumatera Barat.
    “Saya orang Bukittinggi. Desa saya sekitar lima kilometer dari Jam Gadang,” kata Fauzy.
    Sebelum menetap di Jakarta, Fauzy sempat merantau ke Jambi. Ia datang ke Jalan Surabaya tanpa bekal pengetahuan tentang barang antik.
    “Awalnya saya enggak tahu apa-apa soal barang antik. Dulu malah dagang sayur, karena desa saya desa sayur. Semua dipelajari sambil jalan,” tutur dia.
    Sejak awal, Fauzy tidak pernah mengoleksi barang untuk kepentingan pribadi. Baginya, barang antik adalah komoditas dagang.
    “Sistemnya jual-beli. Barang biasanya datang dari rumah-rumah orang yang mau pindahan atau yang sudah bosan,” ujar dia.
    Ketika masa awal berdagang adalah cerita perjuangan, maka tahun-tahun setelahnya adalah masa keemasan.
    Fauzy mengenang periode akhir 1970-an hingga tahun-tahun berikutnya sebagai puncak keramaian Jalan Surabaya.
    “Dulu, sekitar tahun 1979-an, pasar ini ramai sekali,” kata dia.
    Namun, kondisi itu perlahan berubah. Dalam lima tahun terakhir, sepi menjadi kata yang paling sering diucapkan para pedagang.
    “Sekarang ini pasar sangat sepi. Ini yang paling parah,” ujar Fauzy.
    Fauzy menyebut pembeli datang tak menentu, bahkan tidak ada penglaris berhari-hari.
    “Jika pun ada transaksi, nilainya kecil. Kadang cuma Rp 100.000 sampai Rp 200.000,” lanjut Fauzy.
    Sementara itu, biaya tetap harus dibayar. Fauzy masih mengeluarkan iuran harian dan bulanan untuk keamanan dan organisasi.
    “Sekarang jangankan buat belanja dapur, buat kebutuhan pribadi saja sudah enggak cukup,” ujar dia pelan.
    Kini, Fauzy hidup dengan bantuan anak-anaknya. Dari empat anak, hanya anak pertama yang meneruskan usaha di kios sebelah.
    “Awalnya juga enggak ada minat sama sekali. Tapi akhirnya jalan juga,” kata dia.
    Bagi Fauzy, semua yang terjadi adalah bagian dari perubahan zaman. Ia menyadari pasar tak lagi seramai dulu. Namun, meninggalkan Jalan Surabaya bukan pilihan.
    “Sekarang saya cuma menunggu toko ini terisi penuh, supaya bisa makan sendiri saja,” katanya.
    Bukan untuk mengejar keuntungan besar, melainkan untuk bertahan. Di tengah Jakarta yang terus bergerak cepat, Fauzy memilih berjalan pelan.
    Setengah abad telah ia habiskan di Jalan Surabaya. Dan selama masih mampu, ia akan tetap duduk di balik etalase kayu tua itu, menjaga sisa-sisa masa lalu yang masih bernapas di tengah kota.
    “Ini sudah jadi sejarah hidup saya. Puluhan tahun saya di sini, dan insyaallah tetap di sini selama masih mampu,” tutur dia.
    Sepinya Jalan Surabaya tak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga tampak jelas bagi pengunjung.
    Rizky (22), mahasiswa, datang ke pasar ini hanya untuk melihat-lihat. Ia mengetahui keberadaan Pasar Loak Jalan Surabaya dari media sosial.
    “Barangnya menarik dan unik,” kata Rizky.
    “Tapi untuk beli masih mikir-mikir karena harganya enggak murah buat mahasiswa,” lanjutnya.
    Bagi Rizky, pasar ini lebih menyerupai tempat wisata alternatif.
    “Lebih ke jalan-jalan, foto-foto, lihat barang antik. Kayak nostalgia,” ujar Rizky.
    Hal serupa disampaikan Nabila (21), mahasiswa desain. Ia tertarik pada estetika barang-barang yang dipajang.
    “Banyak yang estetik. Tapi jujur, saya enggak ngerti mana yang antik beneran,” kata Nabila.
    Nabila datang tanpa niat belanja, hanya untuk bersantai dan melihat-lihat.
    “Datang cuma keliling, ngobrol, terus pulang. Kalau ada informasi tentang barangnya mungkin bakal lebih tertarik beli,” ujar Nabila.
    Fahri (24), pekerja swasta, juga baru pertama kali masuk meski sering melintas di Jalan Surabaya.
    “Suasananya tenang, tapi sepi juga. Banyak kios tutup,” kata Fahri.
    Ia mengaku belum berani membeli karena takut kemahalan. Fahri datang hanya untuk mengisi waktu luang.
    “Lebih ke nostalgia. Lihat-lihat barang lama,” ujarnya singkat.
    Kompas.com
    menelusuri kawasan Pasar Loak Jalan Surabaya dari ujung ke ujung, sejauh sekitar 450 meter.
    Di balik pintu-pintu itu, barang antik dipajang memenuhi ruang sempit. Patung kayu etnik, porselen bermotif klasik, hingga lampu gantung kristal tersusun rapi.
    Di beberapa kios, radio tabung, mesin tik, pemutar kaset pita, hingga proyektor film lawas berjajar berdebu.
    Deretan kaset pita dari berbagai era musik tersusun rapi, bersanding dengan alat elektronik kuno yang kini jarang digunakan.
    Di kios lain, topeng ukiran kayu, alat musik tradisional, hingga kain tenun digantung di depan toko, menciptakan kesan galeri seni terbuka.
    Meski dikenal sebagai pasar loak, penataan kawasan ini relatif rapi dibanding pasar loak lain di Jakarta.
    Trotoar lebar memungkinkan pengunjung berjalan nyaman. Beberapa kios menjual koper dan tas jinjing, ciri khas Jalan Surabaya sejak lama.
    Namun, di balik kerapian itu, suasana sunyi terasa kuat. Banyak kios tutup, sebagian hanya dijaga satu orang.
    Percakapan antarpedagang terdengar pelan, sesekali diselingi canda untuk mengusir jenuh.
    Ridhamal Barkah, kolektor barang antik, menilai Jalan Surabaya memiliki keunggulan dari sisi lokasi dan kenyamanan.
    “Strategis banget, jalurnya eksklusif,” kata Ridhamal saat dihubungi
    Kompas.com
    .
    Namun, dari sisi harga, ia menilai pasar ini kurang ramah bagi kolektor lokal.
    “Target pasarnya memang mancanegara. Harganya sudah enggak masuk,” ujar dia.
    Ridhamal juga menyoroti soal kurasi barang yang dijual di sana.
    “Banyak barang repro, bukan original,” kata dia.
    Meski demikian, ia mengakui kenyamanan berbelanja di Jalan Surabaya sulit ditandingi pasar loak lain.
    Menurut dia, pasar loak ideal adalah yang memungkinkan pedagang dan kolektor mendapatkan harga lebih variatif.
    “Kalau pasar loak, pedagang masih bisa muter barang,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • RK Digugat Cerai, Loyalis Anies Ungkit Dukungan Jokowi hingga Fahri Hamzah: Persekongkolan Jahat Bersatu Padu

    RK Digugat Cerai, Loyalis Anies Ungkit Dukungan Jokowi hingga Fahri Hamzah: Persekongkolan Jahat Bersatu Padu

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Komisaris Ancol, Geizs Chalifah, ikut merespons polemik yang menyelimuti mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

    Polemik tersebut mencuat seiring gugatan cerai yang diajukan sang istri, Atalia Praratya, serta isu dugaan hubungan gelap dengan artis Aura Kasih.

    “Ketika persengkongkolan Jahat bersatu padu,” ujar Geizs yang dikenal sebagai loyalis Anies Baswedan ini di X @GeizsChalifah (26/12/2025).

    Dalam video yang diunggah Geizs, tampak Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia, Fahri Hamzah, sedang berbicara dalam sebuah kegiatan menjelang Pilgub DKI Jakarta.

    Dalam kesempatan itu, Fahri secara terbuka memuji Ridwan Kamil.

    “Supaya rekonsiliasi kita berlanjut, tidak ada yang sebaik Pak Ridwan Kamil memimpin Jakarta,” ucap Fahri Hamzah dalam video tersebut.

    Dukungan Presiden ke-7 RI, Jokowi, juga terlihat pada video yang sama.

    Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ini secara terang-terangan mempromosikan Ridwan Kamil kepada publik.

    Jokowi kala itu menekankan alasan dukungannya berdasarkan rekam jejak.

    “Kenapa saya (dukung) Ridwan Kamil, karena rekam jejaknya. Saya ulangi, kenapa saya (dukung) Ridwan Kamil, karena rekam jejaknya,” kata Jokowi, sebagaimana dikutip dalam video yang turut dibagikan Geizs.

    Bukan hanya menyinggung dukungan elite politik, Geizs juga mengungkit kebiasaan Ridwan Kamil dalam beberapa acara resmi yang kerap membuka sambutan dengan pantun yang diawali nama Aura Kasih.

    Ia menyebut beberapa contoh pantun tersebut yang terekam dalam berbagai kesempatan.

  • Jenazah Erawati PMI Asal Dampit Malang Korban Kebakaran Hong Kong Tiba di Rumah Duka

    Jenazah Erawati PMI Asal Dampit Malang Korban Kebakaran Hong Kong Tiba di Rumah Duka

    Malang (beritajatim.com) – Jenazah Erawati, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran di Apartemen Wang Fuk Court, Taipo, Hong Kong, akhirnya tiba di rumah duka pada Selasa (23/12/2025) malam. Kedatangan jenazah disambut isak haru keluarga, kerabat, serta warga sekitar.

    Setibanya di rumah duka, jenazah Erawati secara resmi diserahkan oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) kepada pihak keluarga. Penyerahan tersebut menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah yang selama ini dikenal sebagai pahlawan devisa.

    “Ini adalah wujud penghormatan terakhir bangsa kepada pekerja migran yang telah berjasa,” ujar Dirjen Pemberdayaan KP2MI, Much. Fahri, saat prosesi penyerahan jenazah.

    Selain memfasilitasi pemulangan jenazah, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan kepada ahli waris sebesar Rp20 juta. Tak hanya itu, melalui kerja sama dengan Palang Merah Hong Kong, keluarga korban akan menerima bantuan kemanusiaan sebesar 5.000 dolar Hong Kong per bulan selama satu tahun yang disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

    “Kami menjamin seluruh hak-hak almarhumah diterima oleh ahli waris. Minggu lalu kami juga telah didampingi pihak terkait untuk menyerahkan hak tersebut kepada keluarga,” tutur Fahri.

    Berdasarkan dokumen resmi KP2MI, Erawati tercatat sebagai pekerja migran prosedural dengan paspor dan visa kerja yang masih aktif saat peristiwa kebakaran terjadi.

    “Almarhumah tercatat sebagai PMI yang prosedural. Seluruh dokumen masih aktif,” tegasnya.

    Pihak keluarga menyampaikan kelegaan setelah jenazah Erawati akhirnya dipulangkan ke tanah air. Suyitno, suami almarhumah, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah serta pihak terkait.

    “Saya lega jenazah istri saya tiba di rumah. Semua hak juga telah diberikan, baik dari pemerintah maupun agen penyalur PMI,” ungkap Suyitno.

    Prosesi pemakaman almarhumah dijadwalkan berlangsung pada Rabu (24/12/2025) pagi di kampung halamannya.

    Sementara itu, pemulangan jenazah korban kebakaran di Hong Kong dilakukan secara bertahap sejak 21 hingga 25 Desember 2025. Pada Selasa (23/12/2025), sebanyak lima jenazah PMI telah tiba di Indonesia, masing-masing tiga jenazah melalui Bandara Soekarno-Hatta dan dua jenazah melalui Bandara Juanda, Surabaya.

    Diketahui, kebakaran hebat melanda Apartemen Wang Fuk Court, Taipo, Hong Kong, pada 26 November 2025. Dalam tragedi tersebut, sembilan Pekerja Migran Indonesia dilaporkan meninggal dunia. [yog/beq]

  • Pemda dan Warga Aceh Tenggara Gelar Doa Bersama dan Berikan Santunan

    Pemda dan Warga Aceh Tenggara Gelar Doa Bersama dan Berikan Santunan

    Aceh Tenggara, Beritasatu.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara bersama warga menggelar doa bersama di masjid yang berada di Desa Lawe Penanggalan, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini disertai dengan pemberian santunan tali asuh bagi keluarga korban yang meninggal dunia sebesar Rp 2 juta per orang.

    Bupati Aceh Tenggara Muhammad Salim Fahri mengatakan doa bersama ini bertujuan meminta tolak bala atas musibah banjir bandang menerjang kabupaten Aceh Tenggara. 

    “Doa bersama ini bertujuan meminta tolak bala dan mendoakan 11 warga Desa Lawe Penanggalan yang meninggal dunia akibat musibah ini,” ungkap Salim.

    Selain itu Salim juga mengucapkan terima kasih atas bantuan masyarakat, bahkan donatur dari dalam hingga luar daerah yang telah membantu warga Aceh Tenggara.

    “Bencana ini tidak ada satupun yang menghendaki. Namun, ini merupakan ujian bagi kita, serta ucapan terima kasih dari pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara atas bantuan warga, donatur baik di dalam daerah maupun luar daerah yang telah membantu warga kami,” tutur Salim.

    Ditambahkannya, untuk warga yang rumahnya rusak berat dan ringan akan dibangun kembali oleh pemerintah di tempat yang lebih layak. 

     

  • Top 5 News: Kayu Gelondongan Berserakan hingga Banjir Lahar Semeru

    Top 5 News: Kayu Gelondongan Berserakan hingga Banjir Lahar Semeru

    Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah artikel di Beritasatu.com masuk dalam top 5 news, sejak sejak Minggu (7/12/2025) hingga Senin (8/12/2025) pagi WIB. Artikel yang diminati pembaca ini memiliki tema yang beragam.

    Berikut top 5 news Beritasatu.com:

    1. Kayu Gelondongan Berserakan, Bupati Aceh Tenggara Sebut dari Tapteng

    Dalam waktu 11 hari setelah banjir bandang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara, pemandangan tumpukan kayu gelondongan berdiameter besar masih terlihat jelas di pemukiman warga.

    Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fahri, menegaskan kayu-kayu yang berserakan itu bukan hasil aktivitas ilegal di wilayahnya. Saat meninjau lokasi bencana di Desa Loser, Kecamatan Ketambe, Minggu (7/12/2025), ia memastikan kayu tersebut bukan berasal dari hutan Aceh Tenggara.

    “Saya pastikan ini kayu-kayu lama. Bahkan ada yang terbawa dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara,” ujarnya.

    2. Jembatan 4 Desa Ambruk, Ribuan Warga Pandeglang Terisolasi

    Jembatan utama yang menjadi akses vital bagi warga di empat desa Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, ambruk pada Minggu (7/12/2025) sore. Runtuhnya jembatan di Kampung Pasir Nangka, Desa Keramatjaya, itu membuat ribuan warga terisolasi dan aktivitas masyarakat lumpuh total.

    Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat sebuah truk pengangkut kayu melintas. Sekretaris desa, Apandi, mengonfirmasi jembatan runtuh tepat ketika truk berada di bagian tengah bentang jembatan yang telah lama mengalami kerusakan akibat usia.

    “Jembatan ini memang sudah lama rusak. Saat truk bermuatan kayu melintas, bagian tengahnya langsung ambrol,” ujar Apandi dalam keterangan video yang diterima Beritasatu.com.

    3. Banjir Sumatera, Kementerian PU Kebut Pemulihan Akses Utama di Aceh

     Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan fokus utama penanganan pascabencana di Aceh adalah memulihkan konektivitas jalan dan jembatan yang terputus akibat banjir dan longsor. 

    Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan seluruh personel teknis telah dikerahkan untuk memastikan akses warga dan jalur distribusi logistik kembali normal secepat mungkin.

    “Kami memastikan pemulihan akses utama di Aceh menjadi prioritas. Tim di lapangan bergerak maksimal, termasuk pemasangan jembatan bailey dan pembersihan material longsoran,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/12/2025).

  • Kayu Gelondongan Berserakan, Bupati Aceh Tenggara Sebut dari Tapteng

    Kayu Gelondongan Berserakan, Bupati Aceh Tenggara Sebut dari Tapteng

    Aceh Tenggara, Beritasatu.com – Sebelas hari setelah banjir bandang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara, pemandangan tumpukan kayu gelondongan berdiameter besar masih terlihat jelas di pemukiman warga.

    Kayu-kayu itu memenuhi badan jalan dan area rumah penduduk, seolah menjadi saksi bisu yang memicu dugaan adanya perambahan hutan di kawasan tersebut. Sejumlah rekaman warga bahkan memperlihatkan puing kayu yang tampak terpotong rapi, seakan menggunakan mesin sehingga memunculkan pertanyaan besar tentang asal-usul material tersebut.

    Namun, Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fahri, menegaskan kayu-kayu yang berserakan itu bukan hasil aktivitas ilegal di wilayahnya. Saat meninjau lokasi bencana di Desa Loser, Kecamatan Ketambe, Minggu (7/12/2025), ia memastikan kayu tersebut bukan berasal dari hutan Aceh Tenggara.

    “Saya pastikan ini kayu-kayu lama. Bahkan ada yang terbawa dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara,” ujarnya.

    Salim membantah keras adanya perambahan hutan maupun aktivitas perusahaan yang mengarah pada penggundulan hutan di Kabupaten Aceh Tenggara. Menurutnya, aktivitas yang beredar dalam isu publik tidak memiliki dasar yang kuat. “Perambahan hutan di Aceh Tenggara itu zero, tidak ada,” tegasnya.

    Meski begitu, Salim mengakui kebutuhan kayu skala kecil untuk konsumsi lokal memang ada. Namun, ia menegaskan apabila ditemukan pelanggaran atau aktivitas yang bertentangan dengan aturan, pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas.

    “Kalaupun ada kebutuhan lokal, itu tetap harus sesuai aturan. Jika melanggar, pasti kami tindak,” ujarnya.

    Di tengah upaya pemulihan pascabanjir bandang, keberadaan kayu gelondongan ini masih menyisakan tanda tanya besar bagi warga. Pemerintah daerah kini didesak untuk melakukan penyelidikan lebih jauh agar penyebab utama banjir dan keberadaan material kayu dapat terungkap secara terang.

  • Kecelakaan Beruntun 5 Sepeda Motor di Gresik, Warga Mojokerto Meninggal Dunia

    Kecelakaan Beruntun 5 Sepeda Motor di Gresik, Warga Mojokerto Meninggal Dunia

    Gresik (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas tragis kembali terjadi di wilayah Gresik, menyebabkan seorang pengendara motor kehilangan nyawanya. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 5 November 2025, di Jalan Raya Desa Lebani Suko Wringinanom, Gresik, dan melibatkan lima sepeda motor.

    Kecelakaan ini bermula ketika Riyagung (41), warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, mengendarai motor Honda Beat nopol S 3867 VO dengan kecepatan tinggi dari arah timur menuju barat. Saat hendak mendahului kendaraan lain, korban mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan.

    Akibatnya, motor korban bertabrakan dengan Honda Win nopol S 6853 WE yang dikendarai oleh Sulamsah yang melaju dari arah berlawanan. “Korban mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan,” ujar Kapolsek Wringinanom Iptu Ahmad Fahri.

    Tabrakan antara kedua motor menyebabkan kedua pengendara terjatuh di tengah jalan, yang memicu tabrakan beruntun dengan empat pengendara lainnya. Benturan keras pada bagian kepala menyebabkan Riyagung meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Sementara itu, empat pengendara lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di RS Anwar Medika Sidoarjo. “Saat itu, lalu lintas sedang ramai. Akibatnya, motor korban membentur Honda Win milik Sulamsah yang melaju dari lawan arah,” ungkap Kapolsek.

    Pihak kepolisian setempat segera mengamankan barang bukti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini telah dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik untuk proses hukum lebih lanjut. [dny/suf]