Tag: Fadli Zon

  • Kolintang Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda ke-16 yang Diakui UNESCO

    Kolintang Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda ke-16 yang Diakui UNESCO

    Jakarta

    Alat musik tradisional khas Minahasa, Sulawesi Utara, kolintang secara resmi diakui sebagai bagian dari warisan budaya tak benda atau ‘Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity’ oleh UNESCO. Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak yang berkontribusi.

    Dilansir Antara, Hal itu diumumkan dalam sidang ke-19 the Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay pada Kamis (5/12) pukul 12.20 waktu setempat, atau pada Kamis (5/12) pukul 22.00 WIB.

    Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pidatonya secara virtual menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi atas pencapaian ini.

    “Kolintang bukan sekadar alat musik, melainkan simbol harmoni, persatuan, dan kreativitas masyarakat Indonesia. Pengakuan ini adalah bukti komitmen kita bersama dalam melestarikan kekayaan budaya bangsa,” ujar Menteri Fadli seperti tertuang dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

    Menurut Fadli, pengakuan ini mencerminkan nilai lintas budaya yang dimiliki Kolintang, yang memiliki kemiripan dengan Balafon, alat musik tradisional dari Mali, Burkina Faso, dan Côte d’Ivoire di Afrika Barat.

    Kolaborasi Indonesia dengan ketiga negara tersebut menjadi bukti bahwa musik tradisional mampu menjembatani perbedaan geografis dan budaya.

    Menteri Fadli Zon pun menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada seluruh komunitas Kolintang di Indonesia, mulai dari musisi, perajin, hingga praktisi budaya yang selama ini telah bekerja keras menjaga keberlanjutan alat musik ini.

    “Kami berterima kasih atas dedikasi Anda semua dalam memastikan Kolintang tetap hidup dan terus menginspirasi generasi mendatang,” ujarnya.

    “Kami berharap pengakuan ini dapat meningkatkan kesadaran global akan pentingnya warisan budaya takbenda, serta mempererat kerja sama lintas negara dalam upaya pelestarian Kolintang dan Balafon,” ujar dia.

    Pengakuan Kolintang mencakup lima domain penting Warisan Budaya Takbenda yaitu; tradisi lisan, seni pertunjukan, praktik sosial dan ritual, pengetahuan ekologis, dan kerajinan tradisional.

    (aik/aik)

  • Menteri Kebudayaan Pastikan Musik Indonesia Mampu Bersaing di Panggung Dunia

    Menteri Kebudayaan Pastikan Musik Indonesia Mampu Bersaing di Panggung Dunia

    Jakarta: Suksesnya pergelaran malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-27 yang berlangsung Rabu, 4 Desember kemarin turut diapresiasi oleh Kementerian Kebudayaan.
    Penyelenggaaan AMI Awards 2024 mengusung tema Musik Generasi Baru yang memberi
    makna sebagai pesta perayaan keberagaman musik dan genre dari para musisi generasi
    baru di Indonesia saat ini.

    Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyebutkan jika malam anugerah ini merupakan momen untuk merayakan pencapaian, mengenang perjalanan, sekaligus merangkul potensi masa depan musik Indonesia.

    “Izinkan saya menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para
    musisi, pencipta lagu, produser, insan musik, dan pegiat seni budaya tanah air atas
    dedikasi, kreativitas, dan kerja keras anda dalam menciptakan karya-karya terbaik bagi
    bangsa,” ujar Fadli Zon.

    Menurut Menteri Fadli, selama 27 tahun perjalanannya, AMI telah menjadi tonggak penting
    dalam industri musik nasional, menjadi saksi berbagai perubahan dan kemajuan. Salah
    satunya transformasi dari rilisan fisik ke platform digital, yang telah memperluas akses dan membuka jalan bagi lahirnya bakat-bakat muda dari berbagai penjuru Nusantara.

    “Hari ini, 90,6 persen dari total pendapatan musik di Indonesia berasal dari sektor streaming
    digital yang menjadi bukti kekuatan dan adaptasi industri kita. Pencapaian yang kita rayakan
    malam ini tidak terlepas dari upaya bersama, baik para pelaku industri, masyarakat, maupun
    pemerintah dalam membangun ekosistem budaya yang kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

    Fadli Zon menegaskan jika Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ekosistem musik Indonesia, sebagai bagian dari amanat pemajuan kebudayaan, sebagaimana diamanatkan Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945, dan juga UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menjadi fondasi dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan, termasuk membina talenta-talenta terbaik bangsa di bidang musik.

    “Lebih dari pada itu, musik memiliki peran strategis dalam diplomasi budaya. Musik dapat
    menjadi duta budaya yang menyampaikan cerita tentang keberagaman, persatuan, dan
    kebesaran Indonesia pada dunia. Melalui promosi budaya, Kementerian Kebudayaan akan
    memastikan bahwa seni dan musik Indonesia tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi
    juga mampu bersaing dan bersinar di panggung dunia,” jelasnya.

    “Dengan bangga saya turut sampaikan bahwa pada tanggal 3 dan 4 Desember 2024, tiga
    elemen budaya Indonesia resmi diinskripsikan dalam daftar Warisan Budaya Intangible
    UNESCO: Reog Ponorogo, Kebaya, dan Kolintang. Khususnya dalam konteks musik, inskripsi Kolintang menjadi tonggak penting yang semakin mengukuhkan posisi musik tradisional Indonesia di mata dunia,” sambung Menteri Kebudayaan.

    “Dengan adanya Kolintang, kini Indonesia memiliki tiga alat musik tradisional yang terdaftar
    di UNESCO, yakni: Angklung, diinskripsikan pada tahun 2010; Gamelan, di tahun 2021; serta Kolintang. Pengakuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung
    jawab bagi kita semua untuk terus melestarikan dan memajukan budaya Indonesia,”
    pungkasnya. 

    Terkait pekembangan genre musik dari para musisi baru, sejak AMI Awards ke-20 sampai
    pelaksanaan saat ini telah bertambah jumlah kategori seperti jazz alternatif, soul R&B
    Alternatif, dangdut elektro, koplo, orkestra, teater musikal, film scoring, blues, rearansemen,
    maupun video musik.

    Malam puncak AMI Awards tahun 2024 juga membuktikan masih terus munculnya transformasi di blantika musik nasional, antara lain perubahan dari rilisan fisik menjadi rilisan digital yang telah ada sejak AMI Awards ke-20.

    Jakarta: Suksesnya pergelaran malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-27 yang berlangsung Rabu, 4 Desember kemarin turut diapresiasi oleh Kementerian Kebudayaan.
    Penyelenggaaan AMI Awards 2024 mengusung tema Musik Generasi Baru yang memberi
    makna sebagai pesta perayaan keberagaman musik dan genre dari para musisi generasi
    baru di Indonesia saat ini.
     
    Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyebutkan jika malam anugerah ini merupakan momen untuk merayakan pencapaian, mengenang perjalanan, sekaligus merangkul potensi masa depan musik Indonesia.
     
    “Izinkan saya menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para
    musisi, pencipta lagu, produser, insan musik, dan pegiat seni budaya tanah air atas
    dedikasi, kreativitas, dan kerja keras anda dalam menciptakan karya-karya terbaik bagi
    bangsa,” ujar Fadli Zon.
    Menurut Menteri Fadli, selama 27 tahun perjalanannya, AMI telah menjadi tonggak penting
    dalam industri musik nasional, menjadi saksi berbagai perubahan dan kemajuan. Salah
    satunya transformasi dari rilisan fisik ke platform digital, yang telah memperluas akses dan membuka jalan bagi lahirnya bakat-bakat muda dari berbagai penjuru Nusantara.
     
    “Hari ini, 90,6 persen dari total pendapatan musik di Indonesia berasal dari sektor streaming
    digital yang menjadi bukti kekuatan dan adaptasi industri kita. Pencapaian yang kita rayakan
    malam ini tidak terlepas dari upaya bersama, baik para pelaku industri, masyarakat, maupun
    pemerintah dalam membangun ekosistem budaya yang kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
     
    Fadli Zon menegaskan jika Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ekosistem musik Indonesia, sebagai bagian dari amanat pemajuan kebudayaan, sebagaimana diamanatkan Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945, dan juga UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menjadi fondasi dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan, termasuk membina talenta-talenta terbaik bangsa di bidang musik.
     
    “Lebih dari pada itu, musik memiliki peran strategis dalam diplomasi budaya. Musik dapat
    menjadi duta budaya yang menyampaikan cerita tentang keberagaman, persatuan, dan
    kebesaran Indonesia pada dunia. Melalui promosi budaya, Kementerian Kebudayaan akan
    memastikan bahwa seni dan musik Indonesia tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi
    juga mampu bersaing dan bersinar di panggung dunia,” jelasnya.
     
    “Dengan bangga saya turut sampaikan bahwa pada tanggal 3 dan 4 Desember 2024, tiga
    elemen budaya Indonesia resmi diinskripsikan dalam daftar Warisan Budaya Intangible
    UNESCO: Reog Ponorogo, Kebaya, dan Kolintang. Khususnya dalam konteks musik, inskripsi Kolintang menjadi tonggak penting yang semakin mengukuhkan posisi musik tradisional Indonesia di mata dunia,” sambung Menteri Kebudayaan.
     
    “Dengan adanya Kolintang, kini Indonesia memiliki tiga alat musik tradisional yang terdaftar
    di UNESCO, yakni: Angklung, diinskripsikan pada tahun 2010; Gamelan, di tahun 2021; serta Kolintang. Pengakuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung
    jawab bagi kita semua untuk terus melestarikan dan memajukan budaya Indonesia,”
    pungkasnya. 
     
    Terkait pekembangan genre musik dari para musisi baru, sejak AMI Awards ke-20 sampai
    pelaksanaan saat ini telah bertambah jumlah kategori seperti jazz alternatif, soul R&B
    Alternatif, dangdut elektro, koplo, orkestra, teater musikal, film scoring, blues, rearansemen,
    maupun video musik.
     
    Malam puncak AMI Awards tahun 2024 juga membuktikan masih terus munculnya transformasi di blantika musik nasional, antara lain perubahan dari rilisan fisik menjadi rilisan digital yang telah ada sejak AMI Awards ke-20.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (WHS)

  • Reog Ponorogo Jadi Warisan Tak Benda, Fadli Zon Ajak Generasi Muda Cintai Kesenian Indonesia
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        4 Desember 2024

    Reog Ponorogo Jadi Warisan Tak Benda, Fadli Zon Ajak Generasi Muda Cintai Kesenian Indonesia Nasional 4 Desember 2024

    Reog Ponorogo Jadi Warisan Tak Benda, Fadli Zon Ajak Generasi Muda Cintai Kesenian Indonesia
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak
    generasi muda
    untuk mencintai kesenian dan kebudayaan Indonesia asal Jawa Timur
    Reog Ponorogo
    setelah ditetapkan sebagai
    warisan budaya
    takbenda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (
    UNESCO
    ).
    “Reog Ponorogo bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga identitas dan kebanggaan kita sebagai bangsa. Kami mengajak generasi muda untuk terus mengenal, mencintai, dan melestarikan seni ini agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup,” kata Fadli dalam keterangan pers, Rabu (4/12/2024).
    Politikus Partai Gerindra ini menekankan bahwa pengakuan Reog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding oleh UNESCO merupakan momen penting bagi Indonesia dalam pelestarian seni budaya tradisional yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan semangat gotong royong.
    “Pemerintah Indonesia bersama komunitas lokal telah melakukan berbagai upaya untuk melestarikan Reog Ponorogo, mulai dari mendokumentasikan, mempromosikan, hingga mengintegrasikannya ke dalam pendidikan formal, informal, dan nonformal,” tambahnya.
    “Kami juga terus memberdayakan komunitas seni sebagai penjaga utama warisan budaya ini,” ujar Fadli Zon.
    Sementara itu, Duta Besar/Delegasi Tetap RI untuk UNESCO Mohamad Oemar. yang menjabat sebagai Ketua Delegasi RI pada Sidang Komite ICH UNESCO Sesi ke-19, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Komite
    Warisan Budaya
    Takbenda (WBTb) UNESCO serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses pengakuan Reog Ponorogo sebagai WTb UNESCO.
    “Pengakuan ini tidak hanya menonjolkan pentingnya seni Reog tetapi juga menegaskan komitmen untuk melestarikan identitas budaya Indonesia bagi generasi mendatang,” ujar Dubes Oemar.
    Reog Ponorogo resmi masuk dalam Daftar WBTb UNESCO dalam kategori “In Need of Urgent Safeguarding” pada Sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage Sesi ke-19 yang berlangsung di Asunción, Paraguay, pada Selasa (3/12/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • UNESCO Resmi Akui Reog Ponorogo Warisan Budaya dari Indonesia

    UNESCO Resmi Akui Reog Ponorogo Warisan Budaya dari Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Reog Ponorogo resmi diakui menjadi warisan budaya tak benda (WBTb) dari Indonesia yang diakui oleh Badan Perserikatan Bangsa Bangsa yang menaungi bidang kebudayaan UNESCO.

    Pengakuan Reog Ponorogo itu dilakukan saat sesi sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay pada Selasa (3/12/2024). Sesi itu menyetujui usulan Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan, memasukkan reog ponorogo sebagai intangible cultural heritage yang diakui oleh UNESCO. Ini berarti, Reog Ponorogo menjadi warisan budaya tak benda dari Indonesia ke-14 yang diinskripsi ke dalam daftar WBTb UNESCO.

    “Masuknya Reog Ponorogo sebagai sebuah representasi kekayaan warisan budaya Indonesia, yang memadukan keberanian, solidaritas, dan keindahan tradisi lokal ke dalam daftar WBTb UNESCO merupakan kebanggaan sekaligus pengingat tanggung jawab kolektif kita untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi mendatang,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (4/12/2024).

    Dalam pesan virtual yang disampaikan di hadapan anggota komite dan delegasi Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage ke-19 di Paraguay, Fadli Zon menyatakan pengakuan reog Ponorogo ini menjadi momen penting bagi Indonesia dalam upaya pelestarian seni budaya tradisional yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan semangat gotong royong.

    Reog Ponorogo merupakan seni pertunjukan yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang mencerminkan harmoni antara tari, musik, dan mitologi. Seni ini menggambarkan keberanian, solidaritas, dan dedikasi yang telah menjadi identitas masyarakat Ponorogo selama berabad-abad. Reog juga merupakan simbol dari gotong royong, yang tercermin dalam proses kreatifnya, mulai dari pembuatan topeng hingga kolaborasi antara seniman, pengrajin, dan komunitas lokal.

    “Reog Ponorogo bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga cerminan identitas, semangat, dan ketangguhan masyarakat Ponorogo. Dalam hal ini, Pemerintah berkomitmen memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia pasal 32 ayat 1,” kata wakil ketua DPR periode 2014-2019 ini.

    Saat ini Pemerintah Indonesia bersama komunitas lokal telah melakukan berbagai upaya melestarikan reog ponorogo, mulai dari mendokumentasikan, mempromosikan, hingga mengintegrasikannya ke dalam pendidikan formal, informal, dan nonformal. Selain itu, pemerintah juga terus memberdayakan komunitas seni sebagai penjaga utama warisan budaya. 

    “Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen dalam melestarikan seni budaya tradisional sebagai warisan budaya yang kita jaga bersama. Reog Ponorogo adalah kebanggaan kita, dan tugas kita adalah memastikan seni ini terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang,” tutup Fadli Zon.

  • UNESCO Setujui Reog Ponorogo Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia

    UNESCO Setujui Reog Ponorogo Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia

    Jakarta

    Sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay menyetujui usulan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan memasukkan Reog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage yang diakui oleh UNESCO. Reog Ponorogo kini resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Indonesia ke-14 yang diinskripsi ke dalam daftar WBTb UNESCO.

    Sidang tersebut digelar pada Selasa (3/12/2024). Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan keputusan Reog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage oleh UNESCO menjadi momen penting bagi Indonesia.

    “Masuknya Reog Ponorogo sebagai sebuah representasi kekayaan warisan budaya Indonesia, yang memadukan keberanian, solidaritas, dan keindahan tradisi lokal ke dalam daftar WBTb UNESCO merupakan kebanggaan sekaligus pengingat tanggung jawab kolektif kita untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi mendatang,” ujar Fadli saat menyampaikan sambutan virtual di hadapan anggota komite dan delegasi Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage ke-19 di Paraguay, sebagaimana keterangan pers yang diterima, Rabu (4/12/2024).

    Untuk diketahui, Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mencerminkan harmoni antara tari, musik, dan mitologi. Seni ini menggambarkan keberanian, solidaritas, dan dedikasi yang telah menjadi identitas masyarakat Ponorogo selama berabad-abad. Reog juga merupakan simbol dari gotong royong, yang tercermin dalam proses kreatifnya, mulai dari pembuatan topeng hingga kolaborasi antara seniman, pengrajin, dan komunitas lokal.

    Fadli Zon kemudian menyoroti tantangan pelestarian seni tradisional di era modern. Dia menegaskan pengakuan internasional atas kekayaan budaya Indonesia adalah seruan untuk melestarikannya di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi.

    “Reog Ponorogo jangan sampai punah, dan harus dihidupkan kembali ekosistemnya,” kata Fadli.

    Saat ini, Pemerintah Indonesia bersama komunitas lokal telah melakukan berbagai upaya melestarikan Reog Ponorogo, mulai dari mendokumentasikan, mempromosikan, hingga mengintegrasikannya ke dalam pendidikan formal, informal, dan nonformal. Selain itu, pemerintah juga terus memberdayakan komunitas seni sebagai penjaga utama warisan budaya.

    Dalam kesempatan ini, Menteri Fadli Zon juga mengajak mengajak generasi muda untuk terus mengenal, mencintai, dan melestarikan Reog Ponorogo agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.

    (zap/dhn)

  • Menteri Kebudayaan Ingin Musik Indonesia Jadi Penggerak Persatuan dan Kekuatan Budaya

    Menteri Kebudayaan Ingin Musik Indonesia Jadi Penggerak Persatuan dan Kekuatan Budaya

    Jakarta: Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-27 akan digelar Rabu, 4 Desember 2024, di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Bertema “Musik Generasi Baru”, perhelatan tahun ini menjadi momentum penting untuk merayakan semangat muda, inovasi, dan keberagaman dalam industri musik Indonesia.

    Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan AMI Awards, seraya menyoroti peran ajang ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan musik tanah air.

    “Selama 27 tahun, AMI Awards telah menjadi penghormatan tertinggi kepada para musisi
    Indonesia yang terus berkontribusi pada industri musik tanah air. Ajang ini juga konsisten
    membangun ekosistem musik yang inklusif, menggali potensi terbaik anak bangsa, serta
    mengukir identitas budaya melalui karya-karya mereka,” ujar Menteri Fadli, Senin, 2 Desember 2024.

    Fadli Zon menyoroti transformasi besar yang dialami industri musik Indonesia, khususnya dengan pergeseran dari rilisan fisik ke platform digital. Hal ini, menurutnya, tidak hanya mengubah cara masyarakat menikmati musik, tetapi juga membuka peluang baru bagi musisi muda dari berbagai penjuru Nusantara.

    “Sektor streaming musik digital bahkan menyumbang 90,6% dari total pendapatan musik di
    Indonesia pada 2022. Perubahan ini menjadi jalan bagi lahirnya nama-nama baru yang kini
    mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.

    Selain itu, keberagaman genre turut menjadi sorotan. AMI Awards tahun ini menambahkan
    sejumlah kategori baru seperti Dangdut Elektro, Koplo, Jazz Alternatif, Soul R&B Alternatif,
    Orkestra, dan Scoring Film.

    “Kategori-kategori baru ini merupakan bentuk pengakuan atas kreativitas dan inovasi para musisi Indonesia yang terus menciptakan karya segar dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Menteri Kebudayaan.

    Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung perkembangan
    ekosistem musik melalui fasilitasi pelindungan hak kekayaan intelektual, kolaborasi lintas
    sektor, dan inovasi berbasis budaya.

    “Musik, sebagaimana kebudayaan, harus mampu menjadi binding power, kekuatan pemersatu bangsa,” tegasnya.

    Pada malam puncak nanti, sebanyak 62 kategori penghargaan dan 5 penghargaan khusus
    akan diberikan, mencakup berbagai genre musik dan inovasi kreatif. Hal ini sekaligus menjadi 
    bukti bahwa AMI Awards terus berevolusi seiring perkembangan zaman, tanpa melupakan
    akar budaya Indonesia.

    Menutup sambutannya, Fadli Zon mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi demi
    kemajuan musik tanah air. “Mari kita jadikan musik Indonesia sebagai inspirasi, penggerak
    persatuan, dan kekuatan budaya yang membanggakan bangsa kita di panggung dunia,”
    pungkasnya.

    Konferensi pers ini juga dihadiri sejumlah musisi ternama, produser, dan perwakilan industri
    musik yang turut berbagi harapan untuk AMI Awards ke-27. Dengan tema “Musik Generasi
    Baru”, acara ini diharapkan menjadi perayaan atas dinamika dan kreativitas musik Indonesia
    yang semakin mendunia.

    Malam puncak AMI Awards ke-27 yang akan diselenggarakan 4 Desember 2024 akan mengumumkan 62 kategori dan 5 penghargaan khusus yang akan dibagi dalam dua sesi.
    Sesi pertama siang hari akan diumumkan 50 kategori, kemudian sesi kedua akan diumumkan
    12 kategori serta 5 penghargaan khusus yang langsung diberikan ke semua penerima penghargaan saat malam malam puncak AMI Awards ke-27 berlangsung.

    Jakarta: Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-27 akan digelar Rabu, 4 Desember 2024, di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Bertema “Musik Generasi Baru”, perhelatan tahun ini menjadi momentum penting untuk merayakan semangat muda, inovasi, dan keberagaman dalam industri musik Indonesia.
     
    Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan AMI Awards, seraya menyoroti peran ajang ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan musik tanah air.
     
    “Selama 27 tahun, AMI Awards telah menjadi penghormatan tertinggi kepada para musisi
    Indonesia yang terus berkontribusi pada industri musik tanah air. Ajang ini juga konsisten
    membangun ekosistem musik yang inklusif, menggali potensi terbaik anak bangsa, serta
    mengukir identitas budaya melalui karya-karya mereka,” ujar Menteri Fadli, Senin, 2 Desember 2024.
    Fadli Zon menyoroti transformasi besar yang dialami industri musik Indonesia, khususnya dengan pergeseran dari rilisan fisik ke platform digital. Hal ini, menurutnya, tidak hanya mengubah cara masyarakat menikmati musik, tetapi juga membuka peluang baru bagi musisi muda dari berbagai penjuru Nusantara.
     
    “Sektor streaming musik digital bahkan menyumbang 90,6% dari total pendapatan musik di
    Indonesia pada 2022. Perubahan ini menjadi jalan bagi lahirnya nama-nama baru yang kini
    mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.
     
    Selain itu, keberagaman genre turut menjadi sorotan. AMI Awards tahun ini menambahkan
    sejumlah kategori baru seperti Dangdut Elektro, Koplo, Jazz Alternatif, Soul R&B Alternatif,
    Orkestra, dan Scoring Film.
     
    “Kategori-kategori baru ini merupakan bentuk pengakuan atas kreativitas dan inovasi para musisi Indonesia yang terus menciptakan karya segar dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Menteri Kebudayaan.
     
    Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung perkembangan
    ekosistem musik melalui fasilitasi pelindungan hak kekayaan intelektual, kolaborasi lintas
    sektor, dan inovasi berbasis budaya.
     
    “Musik, sebagaimana kebudayaan, harus mampu menjadi binding power, kekuatan pemersatu bangsa,” tegasnya.
     
    Pada malam puncak nanti, sebanyak 62 kategori penghargaan dan 5 penghargaan khusus
    akan diberikan, mencakup berbagai genre musik dan inovasi kreatif. Hal ini sekaligus menjadi 
    bukti bahwa AMI Awards terus berevolusi seiring perkembangan zaman, tanpa melupakan
    akar budaya Indonesia.
     
    Menutup sambutannya, Fadli Zon mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi demi
    kemajuan musik tanah air. “Mari kita jadikan musik Indonesia sebagai inspirasi, penggerak
    persatuan, dan kekuatan budaya yang membanggakan bangsa kita di panggung dunia,”
    pungkasnya.
     
    Konferensi pers ini juga dihadiri sejumlah musisi ternama, produser, dan perwakilan industri
    musik yang turut berbagi harapan untuk AMI Awards ke-27. Dengan tema “Musik Generasi
    Baru”, acara ini diharapkan menjadi perayaan atas dinamika dan kreativitas musik Indonesia
    yang semakin mendunia.
     
    Malam puncak AMI Awards ke-27 yang akan diselenggarakan 4 Desember 2024 akan mengumumkan 62 kategori dan 5 penghargaan khusus yang akan dibagi dalam dua sesi.
    Sesi pertama siang hari akan diumumkan 50 kategori, kemudian sesi kedua akan diumumkan
    12 kategori serta 5 penghargaan khusus yang langsung diberikan ke semua penerima penghargaan saat malam malam puncak AMI Awards ke-27 berlangsung.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (WHS)

  • Menbud Fadli Zon: Industri Musik Indonesia Dihiasi Generasi Baru pada AMI Awards 2024

    Menbud Fadli Zon: Industri Musik Indonesia Dihiasi Generasi Baru pada AMI Awards 2024

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai industri musik Indonesia sudah dihiasi generasi baru, yakni para musisi muda. Hal itu terlihat dari Anugerah Musik Indonesia atau AMI Awards 2024 yang ke-27 menjaring banyak musisi generasi baru dalam daftar nominasi.

    Menariknya, nama-nama musisi muda bahkan mendominasi berbagai kategori utama. Alhasil, Yayasan AMI pun mengusung tema “Musik Generasi Baru” dalam gelarannya pada tahun ini. Penganugerahan AMI akan berlangsung di Ciputra Artpreneur, Jakarta pada Rabu (4/12/2024).

    “Dominasi para musisi muda dalam daftar nominasi AMI secara tidak langsung menunjukkan wajah terkini industri musik Tanah Air yang semakin ramai oleh wajah-wajah baru,” katanya di gedung A, Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (2/12/2024).

    Menurut Fadli Zon, para musisi generasi baru ini tidak hanya memeriahkan ekosistem industri musik itu sendiri. Namun, sekaligus juga menunjukkan kekayaan musikalitas dan ekspresi budaya Indonesia.

    “Tahun ini AMI Awards mengusung tema ‘Musik Generasi Baru’. Saya kira ini tema yang juga sangat penting sebagai sebuah tonggak, mencerminkan semangat muda, inovasi, keberagaman musik Indonesia yang terus bertumbuh,” urainya.

    Disebutkan, generasi baru musisi tersebut membawa energi yang relevan dengan zaman, yang memperkuat identitas budaya bangsa dan menyatukan keberagaman Indonesia dalam satu harmoni.

    Fadli Zon pun mengulas ihwal transformasi industri musik dari era ke era, sejak rilisan fisik hingga digital. Dalam perjalanannya, musisi-musisi Indonesia terus mampu beradaptasi dengan kebaruan-kebaruan yang ada, hingga mencapai situasi seperti saat ini, terkait AMI Awards 2024.

    Ia menjelaskan perkembangan teknologi digital telah memberi kesempatan besar bagi industri musik untuk berkembang pesat. Musisi-musisi baru bermunculan, menangkap peluang di tengah segala kemudahan yang disediakan teknologi, hingga akhirnya mampu menghasilkan karya-karya yang sukses dan diakui secara luas.

    Kemunculan musisi-musisi baru juga membuat lanskap musikalitas berkembang. Hingga kini tingkat keberagaman genre musik di Indonesia juga tinggi.

    Hal itu mencerminkan beragamnya karakteristik kekaryaan para musisi tanah air. Contohnya,  dengan AMI yang mengakomodasi genre-genre baru ke dalam daftar penghargaannya, seperti koplo, soul, orkestra hingga musik scoring.

    “Generasi muda dan terutama generasi Z dan milenial yang menonjol dalam daftar nominasi terbanyak tahun ini, menunjukkan musik Indonesia tidak hanya beradaptasi dan bertransformasi, tetapi juga menciptakan peluang dan potensi yang lebih besar untuk masa depan,” ungkap Fadli Zon.

    “Sebagaimana saya kira di dunia film, saya kira dunia musik kita juga kelihatan semakin positif, ke depan semakin menjanjikan. Mudah-mudahan musik Indonesia juga berkontribusi bagi musik dunia,” tambah Fadli Zon terkait nominasi AMI Awards 2024.

  • Menteri Kebudayaan Dorong Penguatan Ekosistem Film Nasional Menuju Panggung Dunia

    Menteri Kebudayaan Dorong Penguatan Ekosistem Film Nasional Menuju Panggung Dunia

    Whisnu Mardiansyah • 01 Desember 2024 12:14

    Yogyakarta-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) festival film internasional terbesar dan terlama di Indonesia yang berfokus pada perkembangan sinema Asia dan berkontribusi untuk perkembangan sinema Indonesia. Festival ini memberikan ruang bagi persimpangan berbagai sektor seperti seni, budaya, dan pariwisata.

    Tahun ini adalah tahun ke19 JAFF diadakan dan akan berlangsung mulai tanggal 30 November – 7 Desember 2024. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam sambutannya menyebutkan jika festival ini menjadi bukti bagaimana perfilman dapat menjadi wadah persimpangan seni, budaya, dan industri kreatif berbasis budaya, sekaligus platform yang memperkuat eksistensi sinema Asia di kancah global.

    “Dengan kehadiran karya-karya yang kompetitif, insan perfilman kita telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing secara global, membuktikan bahwa Indonesia adalah salah satu pusat kreativitas yang unggul di Asia,” ungkap Fadli Zon.

    Selanjutnya Fadli Zon mengatakan jika film lebih dari sekadar hiburan dan medium ekspresi budaya. Film menurutnya adalah instrumen diplomasi budaya, sebuah kendaraan yang mampu membawa kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia.

    Fadli Zon mendorong sineas Indonesia untuk mengeksplorasi tema-tema budaya dalam sinema, agar dunia dapat mengenal dan semakin menghargai keanekaragaman budaya nusantara. “Untuk mendukung langkah ini, kami juga akan berupaya mendukung distribusi karya-karya ini ke pasar global,” jelasnya.

    Menteri Kebudayaan menyebutkan jika Industri perfilman Indonesia juga semakin menunjukkan potensi yang luar biasa. Tahun ini, hingga akhir November, jumlah penonton film Indonesia telah mencapai 72 juta, ini pertama kali dalam sejarah, ungkapnya.

    Ia kemudian mengutarakan jika potensi tersebut hanya dapat direalisasikan melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, salah satunya melalui JAFF Market, yang pertama kali digelar pada festival tahun ini. Kehadiran lebih dari 100 perusahaan film nasional dan internasional di JAFF Market, menegaskan perannya sebagai platform yang efektif dalam mendorong transformasi sinema Asia, terang Menteri Kebudayaan malam ini.

    “Saya ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat ekosistem perfilman sebagai medium untuk menyuarakan pesan-pesan universal, memperkenalkan budaya Indonesia, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang dan penggerak perubahan,” pungkasnya.

    JAFF-19 yang mengusung tema “Metanoia” ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sinema Asia untuk terus melanjutkan transformasinya dan semakin memperkokoh jati dirinya, meski di tengah berbagai tantangan dan dinamika regional maupun global.

    Pada JAFF-19 sebanyak 182 film panjang dan film pendek dari 25 negara Asia Pasifik dan beragam genre (fiksi, dokumenter, animasi, eksperimental) akan ditayangkan dengan dengan tema-tema yang berhasil terkurasi dalam beberapa program tema.

    Penyelenggaraan JAFF akan diisi oleh program-program (screening dan non screening) yang akan berlangsung selama festival. Sebagian besar program ini akan berlangsung di Empire XXI, D.I Yogyakarta.

    Jadwal program JAFF19 dan cara membeli tiket secara regular dapat ditemukan di akun media sosial resmi @jaffjogja dan situs resmi, jaff-filmfest.org.Tahun ke-19 penyelenggaraan JAFF menjadi lebih istimewa karena menjadi tahun pertama digelarnya juga JAFF Market, sebuah event industri yang menjadi hub dan sarana berjejaring bagi seluruh ekosistem perfilman Indonesia untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi industri film di Indonesia.

    JAFF Market diharapkan dapat menjadi sebuah sinergi yang menstimulasi industri, profesional, talenta baru, pembuat konten, pembeli, institusi film, pers & media, dan juga penikmat film. Sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara, JAFF Market merupakan ajang industri film dan etalase bagi industri film Indonesia. JAFF Market akan berlangsung 3 – 5 December 2024, berlokasi di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

    Yogyakarta-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) festival film internasional terbesar dan terlama di Indonesia yang berfokus pada perkembangan sinema Asia dan berkontribusi untuk perkembangan sinema Indonesia. Festival ini memberikan ruang bagi persimpangan berbagai sektor seperti seni, budaya, dan pariwisata.
     
    Tahun ini adalah tahun ke19 JAFF diadakan dan akan berlangsung mulai tanggal 30 November – 7 Desember 2024. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam sambutannya menyebutkan jika festival ini menjadi bukti bagaimana perfilman dapat menjadi wadah persimpangan seni, budaya, dan industri kreatif berbasis budaya, sekaligus platform yang memperkuat eksistensi sinema Asia di kancah global.
     
    “Dengan kehadiran karya-karya yang kompetitif, insan perfilman kita telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing secara global, membuktikan bahwa Indonesia adalah salah satu pusat kreativitas yang unggul di Asia,” ungkap Fadli Zon.
    Selanjutnya Fadli Zon mengatakan jika film lebih dari sekadar hiburan dan medium ekspresi budaya. Film menurutnya adalah instrumen diplomasi budaya, sebuah kendaraan yang mampu membawa kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia.
     
    Fadli Zon mendorong sineas Indonesia untuk mengeksplorasi tema-tema budaya dalam sinema, agar dunia dapat mengenal dan semakin menghargai keanekaragaman budaya nusantara. “Untuk mendukung langkah ini, kami juga akan berupaya mendukung distribusi karya-karya ini ke pasar global,” jelasnya.
     
    Menteri Kebudayaan menyebutkan jika Industri perfilman Indonesia juga semakin menunjukkan potensi yang luar biasa. Tahun ini, hingga akhir November, jumlah penonton film Indonesia telah mencapai 72 juta, ini pertama kali dalam sejarah, ungkapnya.
     
    Ia kemudian mengutarakan jika potensi tersebut hanya dapat direalisasikan melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, salah satunya melalui JAFF Market, yang pertama kali digelar pada festival tahun ini. Kehadiran lebih dari 100 perusahaan film nasional dan internasional di JAFF Market, menegaskan perannya sebagai platform yang efektif dalam mendorong transformasi sinema Asia, terang Menteri Kebudayaan malam ini.
     
    “Saya ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat ekosistem perfilman sebagai medium untuk menyuarakan pesan-pesan universal, memperkenalkan budaya Indonesia, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang dan penggerak perubahan,” pungkasnya.
     
    JAFF-19 yang mengusung tema “Metanoia” ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sinema Asia untuk terus melanjutkan transformasinya dan semakin memperkokoh jati dirinya, meski di tengah berbagai tantangan dan dinamika regional maupun global.
     
    Pada JAFF-19 sebanyak 182 film panjang dan film pendek dari 25 negara Asia Pasifik dan beragam genre (fiksi, dokumenter, animasi, eksperimental) akan ditayangkan dengan dengan tema-tema yang berhasil terkurasi dalam beberapa program tema.
     
    Penyelenggaraan JAFF akan diisi oleh program-program (screening dan non screening) yang akan berlangsung selama festival. Sebagian besar program ini akan berlangsung di Empire XXI, D.I Yogyakarta.
     
    Jadwal program JAFF19 dan cara membeli tiket secara regular dapat ditemukan di akun media sosial resmi @jaffjogja dan situs resmi, jaff-filmfest.org.Tahun ke-19 penyelenggaraan JAFF menjadi lebih istimewa karena menjadi tahun pertama digelarnya juga JAFF Market, sebuah event industri yang menjadi hub dan sarana berjejaring bagi seluruh ekosistem perfilman Indonesia untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi industri film di Indonesia.
     
    JAFF Market diharapkan dapat menjadi sebuah sinergi yang menstimulasi industri, profesional, talenta baru, pembuat konten, pembeli, institusi film, pers & media, dan juga penikmat film. Sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara, JAFF Market merupakan ajang industri film dan etalase bagi industri film Indonesia. JAFF Market akan berlangsung 3 – 5 December 2024, berlokasi di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (WHS)

  • Sekjen HKTI Sadar Subagyo Meninggal, Fadli Zon: Almarhum Pejuang Petani Indonesia

    Sekjen HKTI Sadar Subagyo Meninggal, Fadli Zon: Almarhum Pejuang Petani Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) Fadli Zon, menyampaikan kabar Sekjen DPN HKTI Sadar Subagyo meninggal dunia pada Sabtu (30/11/2024) pukul 06.10 WIB di Rumah Sakit PMI Bogor. Almarhum dikenal sebagai tokoh yang berdedikasi tinggi dalam memperjuangkan kesejahteraan petani Indonesia.

    “Benar, (Sekjen HKTI Sadar Subagyo meninggal dunia),” ujar Fadli Zon yang juga menjabat sebagai menteri kebudayaan dilansir Antara, Minggu (1/12/2024).

    Berita duka meninggalnya Sekjen HKTI Sadar Subagyo juga disampaikan Fadli Zon melalui akun Instagram pribadinya, @fadlizon. Dalam unggahannya, ia mengenang almarhum sebagai sosok pejuang petani.

    “Selamat jalan P Sadar Subagyo, sekjen DPN HKTI, pejuang petani,” tulis Fadli Zon dalam unggahan tersebut.

    Semasa hidupnya, Sekjen HTI Sadar Subagyo aktif menyuarakan berbagai isu penting terkait kesejahteraan petani. Salah satu ide strategis yang pernah ia usulkan adalah penempatan Bulog dan PT Pupuk Indonesia di bawah Kementerian Pertanian.

    Menurut Sadar, langkah tersebut akan mempercepat respons terhadap kebutuhan petani. Ia menegaskan, distribusi pupuk yang selama ini sering terkendala dapat dikelola lebih efektif, dan hasil panen petani dapat diserap dengan optimal.

    “Sudah saatnya kita meninggalkan ego sektoral yang tidak menguntungkan petani. Dengan penataan ini, distribusi pupuk lebih terkoordinasi dan hasil panen petani bisa langsung terserap. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Sadar pada Selasa (1/10/2024).

    Sadar Subagyo juga menyoroti beberapa permasalahan mendesak yang dihadapi petani, seperti keterlambatan distribusi pupuk subsidi yang mengganggu produktivitas dan penyerapan hasil panen yang tidak optimal, menyebabkan harga anjlok di tingkat petani.

    “Dengan penataan kelembagaan yang tepat, pemerintah dapat fokus memberikan solusi nyata bagi petani,” tegasnya.

    Dunia pertanian Indonesia kehilangan sosok Sekjen HKTI Sadar Subagyo yang meninggal dunia. Almarhum dinilai konsisten memperjuangkan kepentingan petani diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju.

  • Lestarikan Warisan Kebudayaan Indonesia, Menbud Fadli Resmikan Museum Kujang Pusaka di Bogor – Page 3

    Lestarikan Warisan Kebudayaan Indonesia, Menbud Fadli Resmikan Museum Kujang Pusaka di Bogor – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggandeng para seniman kebudayaan Sunda untuk melestarikan salah satu warisan budaya Tanah Pajajaran yakni Kujang. Dia menjelaskan, berdiri Kujang Kanjeng Kiai Bhairawa, sebuah kujang raksasa seberat 1,5 ton yang menjadi monumen budaya Sunda. 

    “Kujang ini dibuat dengan teknik tradisional, melibatkan pengrajin keris dari Madura, dan memakan waktu sekitar dua tahun untuk penyelesaiannya,” kata Fadli saat meresmikan Museum Kujang Pusaka di Kampung Budaya Sunda Paseban, Kabupaten Bogor, Rabu 27 November 2024.

    Fadli menceritakan, kujang tertua berasal dari abad ke-9. Berdasarkan catatan di kementeriannya, sudah ada studi untuk formasi dan deformasi dari Kujang sejak periode-periode awal. 

    “Jadi, varian-varian Kujang dari berbagai kesultanan di Jawa, khususnya Jawa Barat akan dikumpulkan menjadi sebuah koleksi di Gedung Museum Kujang Pusaka,” jelas dia. 

    Fadli mengungkap, nantinya Museum Kujang akan memamerkan berbagai kujang dari berbagai periode sejarah, termasuk kujang tertua yang berasal dari abad ke-9. Dia meyakini, Museum Kujang Pusaka atau Gedong Kusaka bisa menjadi pusat kajian budaya yang tak hanya memperkenalkan kujang sebagai senjata tradisional, tetapi juga sebagai simbol identitas masyarakat Sunda. 

    “Karena Museum Keris sudah ada di Solo. Museum Kujang ini mudah-mudahan menjadi semacam rintisan. Nanti yang akan datang kita akan mencari tempat yang lebih mudah dicapai, sehingga ada satu Museum Kujang sendiri.” dia menandasi.