Tag: Eva Chairunisa

  • KCIC Siapkan 808.946 Tempat Duduk untuk Mudik Lebaran 2025

    KCIC Siapkan 808.946 Tempat Duduk untuk Mudik Lebaran 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyiapkan 808.946 tempat duduk untuk angkutan lebaran 2025. Masa angkutan lebaran KCIC akan berlangsung selama 22 hari, mulai 21 Maret sampai dengan 11 April 2025.

    General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan tempat duduk tersedia dalam 1.346 perjalalan Whoosh selama periode angkutan idulfitri tahun ini. Peningkatan kapasitas dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, terutama pada tanggal-tanggal favorit yang diprediksi terjadi pada 5 April atau H+2 Lebaran.

    “Kami memproyeksikan jumlah penumpang Whoosh selama angkutan lebaran akan meningkat hingga 30%, mencapai 24.000 orang per hari. Sebagai perbandingan, pada hari kerja biasa, jumlah penumpang Whoosh berkisar antara 16.000-18.000 per hari, sedangkan akhir pekan bisa mencapai 18.000-21.000 per hari,” kata Eva dalam siaran pers, Jumat (14/3/2025).

    Periode lebaran tahun ini, KCIC mengoperasikan 62 perjalanan reguler per hari, meningkat 20% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 52 perjalanan per hari. Kapasitas tempat duduk harian pun bertambah menjadi 37.262 unit, naik dari 31.252 unit pada tahun lalu.

    KCIC, sambungnya, juga telah mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang diperkirakan terjadi sejak 21 Maret 2024, seiring dengan dimulainya libur sekolah dan kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah.

    Selain itu, libur Nyepi pada 28 Maret juga diperkirakan akan meningkatkan jumlah penumpang Whoosh secara bertahap.

    Masyarakat pun diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket secara online agar perjalanan lebih lancar dan nyaman. Hal ini dikarenakan tren pembelian tiket Whoosh, di mana sekitar 85% penumpang membeli tiket pada hari keberangkatan.

    Terkait dengan keamanan dan keselamatan perjalanan Whoosh, KCIC menugaskan total 530 petugas pengamanan yang tersebar di seluruh stasiun dan jalur kereta.

    Petugas ini merupakan gabungan dari personel keamanan internal KCIC, TNI, dan Polri. Selain itu, KCIC menugaskan sebanyak 688 petugas layanan termasuk Passenger Service Mobile yang siap membantu pelayanan penumpang di berbagai stasiun Whoosh.

    Sementara dari sisi kesiapan fasilitas pendukung, KCIC melakukan pengecekan agar seluruhnya dalam kondisi baik untuk dimanfaatkan penumpang.

    Adapun, sejumlah fasilitas layanan yang telah disiapkan diantaranya area bermain anak, ruang tunggu, ruang VIP, jalur khusus disabilitas, ruang ibu menyusui, pos kesehatan, pos pengamanan, parkir, dan lainnya yang dapat menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan.

    Sebagai bagian dari peningkatan layanan selama Ramadan, KCIC bersama para tenant dan UMKM di Stasiun Whoosh menghadirkan berbagai promo dan diskon menarik bagi para penumpang.

    “KCIC berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi yang andal dan nyaman bagi masyarakat selama periode angkutan Lebaran. Dengan berbagai kesiapan yang telah dilakukan, kami siap melayani lonjakan penumpang dan memastikan perjalanan yang lancar serta menyenangkan bagi seluruh pengguna Whoosh,” kata Eva.

  • Cek Tiket Kereta Cepat Whoosh yang Tersedia Lebaran 2025

    Cek Tiket Kereta Cepat Whoosh yang Tersedia Lebaran 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Cepat Jakarta China (KCIC) atau Whoosh menyiapkan sekitar 808.946 tiket whoosh untuk angkutan Lebaran 2025. 

    General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan perseroan menyediakan sebanyak 808.946 tempat duduk dalam 1.346 perjalanan Whoosh selama masa angkutan Lebaran 2025. 

    Adapun, keputusan peningkatan kapasitas itu untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang khususnya terutama pada periode favorit yang diprediksi terjadi mulai dari 5 April 2025 atau H+2 Lebaran.

    “Kami memproyeksikan jumlah penumpang Whoosh selama angkutan Lebaran akan meningkat hingga 30%, mencapai hingga 24.000 penumpang per hari,” ujarnya di Stasiun Halim, Jumat (14/3/2025). 

    Sebagai gambaran, jumlah penumpang Whoosh berkisar antara 16.000 hingga 18.000 per hari pada hari kerja biasa sedangkan pada akhir pekan bisa mencapai 18.000 hingga 21.000 penumpang per hari. 

    Eva menjelaskan bahwa KCIC mengoperasikan 60 perjalanan reguler per hari atau meningkat 20% dibandingkan dengan angkutan Lebaran tahun sebelumnya yang hanya mencapai 52 perjalanan per hari. 

    Peningkatan jumlah perjalanan ini turut menambah kapasitas tempat duduk harian menjadi 37.262 tempat duduk, naik dari 31.252 tempat duduk per hari pada tahun lalu.  

    KCIC telah mempersiapkan lonjakan jumlah penumpang yang diperkirakan terjadi mulai 21 Maret 2024 seiring dengan libur sekolah dan penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) oleh pemerintah. Selain itu, libur Nyepi pada 28 Maret juga diperkirakan akan meningkatkan jumlah penumpang Whoosh secara bertahap.  

    Untuk mendukung kelancaran perjalanan, masyarakat dianjurkan merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket secara online. Hal ini sesuai dengan tren pembelian tiket Whoosh, di mana sekitar 85% penumpang melakukan pembelian pada hari keberangkatan.

  • Kereta Cepat WHOOSH Bandung-Surabaya, Akan Memiliki 3 Alternatif Jalur

    Kereta Cepat WHOOSH Bandung-Surabaya, Akan Memiliki 3 Alternatif Jalur

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA– General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia Chika (KCIC), Eva Chairunisa mengungkapkan, proyek perpanjangan kereta cepat WHOOSH ke Surabaya sedang dalam tahap uji kelayakan oleh pemerintah.

    Eva juga menyampaikan masih banyak yang perlu dibenahi dan butuh ide serta solusi yang baik.

    “Masih tahap feasibility study yang dilakukan oleh pemerintah. Tentunya harus banyak sekali yang masih harus didiskusikan,” ujar Eva, dikutip Kamis, (13/3/2025).

    Ia juga menyebut bahwa meski KCIC terlibat, namun lebih mengutamakan jika mendapatkan kebijakan pemerintah dalam memberi dukungan dan hal penting lainnya.

    “KCIC juga dilibatkan dalam hal ini, tapi tentunya kita akan melihat nanti kebijakan pemerintah seperti apa, yang pasti kita akan support,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Eva mengatakan, KCIC juga susah melakukan tahap transfer pengetahuan baik untk masinis ataupun petugas yang bertugas dalam hal perawatan.

    Masinis Indonesia sendiri sudah ada yang bisa mengendarai kereta dengan kecepatan 350 kilometer per jam.

    Sebagai Informasi, perpanjangan kereta cepat Jakarta-Surabaya telah tertulis dalam program pengembangan jaringan dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor KM 296 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Perkeretapian Nasional.

    Adapun 3 Jalur Alternatif Perpajangan WHOOSH, sebagai berikut.

    Bandung-Surabaya Lintas Selatan
    Dengan jarak 629,5 km melewati 13 stasiun, dengan rute : Bandung- Kroya- Yogyakarta- Surabaya. Memiliki waktu tempuh selama 180 menit.

    Bandung-Surabaya Lintas Tengah
    Menempuh Jarak 679,2 melalui 15 stasiun. berdasarkan rute: Bandung- Cirebon- Purwokerto- Surabaya. Dengan waktu tempuh selama 193 menit.

    Bandung-Surabaya Lintas Utara
    Memiliki jarak sebanyak 642 km, melewati 14 stasiun. Rute yang dilalui: Bandung- Cirebon- Semarang- Surabaya. Dan waktu tempuhnya mencapai 184 menit.

    (Besse Arma/Fajar)

  • Whoosh Beroperasi 62 Perjalanan/Hari, Ini Jadwal Paling Diincar

    Whoosh Beroperasi 62 Perjalanan/Hari, Ini Jadwal Paling Diincar

    Jakarta

    PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) saat ini mengoperasikan 62 jadwal perjalanan kereta Whoosh per hari. Adapun perjalan ini dilakukan mulai Februari 2025 dengan keberangkatan setiap 30 menit sekali.

    General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan dengan 62 perjalanan per hari maka, masyarakat dapat memilih jadwal yang paling sesuai tanpa terganggu oleh kemacetan.

    “Hal ini memungkinkan perjalanan pulang-pergi untuk menghadiri acara buka bersama atau melakukan perjalanan singkat tanpa kendala waktu,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/3/2025).

    Eva menambahkan, pada momen Ramadhan, terdapat pola perjalanan penumpang Whoosh yang berbeda jika dibandingkan dengan hari biasa. Di mana mayoritas tiket terjual terlihat menyesuaikan dengan waktu tertentu seperti berbuka puasa dan tarawih atau kereta pertama dengan jadwal terdekat dari momen imsak.

    Ia mengatakan, operiasional dari Stasiun Halim, keberangkatan kereta pertama pukul 06.25 WIB menjadi jadwal favorit, sementara untuk sore hari banyak yang memilih keberangkatan kereta antara pukul 16.00 s.d 17.25 WIB.

    Sementara untuk perjalanan dari wilayah Bandung penumpang lebih banyak memilih jadwal keberangkatan pagi pukul 06.05 s.d 07.05 WIB dan malam 20.35-21.25 WIB.

    “KCIC memastikan pelayanan Whoosh juga akan mengakomodir kebutuhan penumpang yang berpuasa seperti memberikan pengumuman pada saat waktu berbuka tiba dan memperbolehkan penumpang untuk makan dan minum di dalam kereta dengan kewajiban tetap menjaga kebersihan dengan menbuang sampah bekas makan atau minum pada tempatnya,” katanya.

    Selain itu, Eva mengatakan pihaknya juga mempersiapkan untuk peningkatan penumpang yang diprediksi akan mulai terjadi saat masa libur sekolah atau libur bersama serta kebijakan work from anywhere (WFA) yang ditetapkan pemerintah. Salah satunya kita akan menambah jumlah petugas layanan di stasiun.

    “Dengan waktu tempuh hanya sekitar 30-40 menit antara Jakarta-Bandung, penumpang tidak perlu menghabiskan waktu lama di perjalanan dan tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk di rumah maupun tempat kerja,” katanya.

    (acd/acd)

  • Daftar 3 Kabupaten di Jateng Jadi Opsi Lintasan Perpanjangan Kereta Cepat Whoosh Bandung-Surabaya

    Daftar 3 Kabupaten di Jateng Jadi Opsi Lintasan Perpanjangan Kereta Cepat Whoosh Bandung-Surabaya

    TRIBUNJATENG.COM – Tiga wilayah di Jawa Tengah menjadi pertimbangan untuk menjadi lintasan proyek perpanjangan Kereta cepat Whoosh Bandung-Surabaya.

    Dikutip dari Kompas.com (14/2/2025), berdasar hasil kajian PT KCIC, beberapa rencana alternatif jalur perpanjangan telah disiapkan dengan rute lanjutan dari Tegalluar, Bandung, hingga Surabaya.

    Ada tiga jalur yang telah dipertimbangkan, yakni lintas selatan, lintas tengah, dan lintas utara.

    – Pertama ada lintas selatan rute Bandung-Surabaya akan melewati wilayah Kroya dan Yogyakarta. 

    Jaraknya 629,5 km dengan 13 stasiun yang dapat ditempuh selama 180 menit.

    – Kedua lintas tengah melalui Cirebon dan Purwokerto dengan jarak tempuh 679,2 km, melalui 15 stasiun dengan jarak tempuh 193 menit.

    – Ketiga adalah lintas utara melalui Cirebon dan Semarang dengan panjang 642 km, melewati 14 stasiun dengan waktu tempuh 184 menit.

    Program perpanjangan kereta cepat Jakarta-Surabaya ini telah tertulis dalam program pengembangan jaringan dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor KM 296 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Nasional. Pada saat bersamaan, PT KCIC sedang menyusun prastudi kelayakan potensi perpanjangan kereta cepat ke Surabaya.

    Sementara itu, proyek perpanjangan kereta cepat dari Bandung-surabaya masih dalam tahap uji kelayakan yang dilakukan oleh pemerinyah.

    Hal ini diungkap oleh General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China Eva Chairunisa.

    “Masih tahap feasibility study yang dilakukan oleh pemerintah. Tentunya harus banyak sekali yang masih harus didiskusikan. KCIC juga dilibatkan dalam hal ini, tapi tentunya kita akan melihat nanti kebijakan pemerintah seperti apa, yang pasti kita akan support,” ujarnya kepada media di Jakarta, Jumat (14/2/2025), dikutip dari Kompas.com.

    KCIC juga sudah melakukan tahap transfer pengetahuan baik untuk masinis ataupun petugas yang bertugas dalam hal perawatan. 

    Hal itu dilakukan pada saat sebelum dioperasionalkan kereta cepat Whoosh Jakarta-Bandung.

     “Jadi di kita sudah ada masinis di Indonesia yang sudah bisa mengendarai kereta dengan kecepatan 350 kilometer per jam kemudian bertugas untuk melakukan perawatan, sarana prasarana untuk terkait teknologi kereta cepat kita sudah ada,” kata Eva.

  • Cek! Ketentuan Berbuka Puasa di Kereta Cepat Whoosh

    Cek! Ketentuan Berbuka Puasa di Kereta Cepat Whoosh

    Jakarta

    PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyampaikan informasi soal berbuka puasa selama perjalanan Kereta Cepat Whoosh. Penumpang diperbolehkan berbuka puasa di dalam Whoosh dengan tetap menjaga kebersihan dan memperhatikan kenyamanan bersama.

    General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, tidak ada pembatasan waktu dan jenis makanan yang dapat dikonsumsi pada perjalanan Whoosh.

    KCIC mengimbau penumpang untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, baik di plastik sampah yang disediakan maupun tempat sampah di sambungan kereta.

    “Dikarenakan perjalanan yang singkat, hanya 30-40 menit, penumpang diimbau untuk memperhatikan waktu tiba di stasiun agar dapat berbuka dengan nyaman,” ujar Eva dalam keterangan tertulis, Jumat (28/2/2025).

    Eva menyampaikan, bagi penumpang yang ingin membeli makanan untuk berbuka, tersedia berbagai pilihan makanan dan minuman di kereta makan yang berada di kereta nomor 5.

    KCIC menyarankan agar pembelian dilakukan lebih awal menjelang waktu berbuka guna menghindari antrean. Penumpang juga dapat membeli makanan di berbagai tenant yang tersedia di area stasiun sebelum keberangkatan untuk dibawa dan dikonsumsi di dalam perjalanan.

    Eva menambahkan, untuk memberikan kemudahan bagi penumpang mengetahui waktu berbuka, petugas akan melakukan pengumuman melalui announcement di kereta saat memasuki waktu magrib.

    “Dengan layanan cepat dan andal, Whoosh siap mendukung perjalanan Anda selama Ramadhan, termasuk dalam momen berbuka puasa di perjalanan dengan kenyamanan yang tetap terjaga.” tutup Eva.

    (hns/hns)

  • Whoosh Beroperasi 62 Perjalanan/Hari, Ini Jadwal Paling Diincar

    Tiket Whoosh Bisa Dijadwal Ulang 15 Menit Setelah Waktu Keberangkatan, Segini Biayanya

    Jakarta

    PT KCIC menghadirkan kebijakan baru yang memungkinkan penumpang mengubah jadwal perjalanan 15 menit setelah jadwal keberangkatan. Bahkan, bisa tanpa potongan biaya.

    Ketentuan sebelumnya, perubahan jadwal perjalanan penumpang hanya bisa dilakukan maksimal 2 jam sebelum keberangkatan. Kini, fleksibilitas kebijakan PT KCIC memungkinkan perubahan jadwal 5 menit sebelum keberangkatan secara online khusus transaksi di websiteticket.kcic.co.idaplikasi Whoosh dan hingga 15 menit setelah jadwal keberangkatan secara offline di loket stasiun.

    Meski begitu, penumpang tetap perlu antre dengan tertib jika melakukan perubahan jadwal di loket stasiun. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, perubahan ini didasarkan pada dua alasan utama.

    Pertama, frekuensi perjalanan Whoosh yang meningkat seiring dengan jadwal keberangkatan yang kini tersedia setiap 30 menit. Dengan begitu, layanan Whoosh semakin menyerupai layanan kereta komuter yang membutuhkan kebijakan lebih adaptif.

    Kedua, kata Eva, perubahan ini menjadi respons terhadap kebutuhan penumpang yang menginginkan proses reschedule yang lebih mudah dan terjangkau.

    “Kini, pelanggan memiliki kemudahan untuk menyesuaikan jadwal perjalanan mereka tanpa khawatir akan kehilangan kesempatan perjalanan mereka. KCIC terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi cepat yang nyaman, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan penumpang,” kata Eva dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/2/2025).

    Selain itu, aturan pemotongan bea reschedule juga disesuaikan menjadi:

    1. Perubahan ke tanggal yang sama: Tidak dikenakan potongan bea

    2. Perubahan ke tanggal yang berbeda: Dikenakan potongan bea 25% dari harga tiket

    3. Untuk tiket yang sudah pernah diubah jadwalnya: Akan dikenakan potongan biaya 25% jika dilakukan perubahan jadwal kembali

    4. Perbedaan tarif: Apabila tiket baru yang diinginkan lebih mahal, maka penumpang harus membayar tiket baru terlebih dahulu dan bea tiket lama akan dikembalikan paling cepat 1×24 jam. Jika lebih rendah, tidak ada pengembalian bea.

    Tonton juga Video: Long Weekend, 85 Ribu Tiket Whoosh Terjual-Penumpang Naik 20%

    (acd/acd)

  • KCIC Rilis Kartu Frequent Whoosher, Ini Rincian Harganya

    KCIC Rilis Kartu Frequent Whoosher, Ini Rincian Harganya

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Cepat Jakarta China (KCIC) atau Whoosh meluncurkan kartu berlangganan Whoosh atau Frequent Whoosher Card (FWC) yang dibanderol mulai dari Rp450.000 untuk enam kali perjalanan. 

    General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan mulai 14 Februari 2025, tersedia 2 jenis kartu langganan Whoosh yaitu Gold dengan benefit 10 perjalanan untuk masa berlaku 60 hari dan Silver dengan benefit 6 perjalanan untuk masa berlaku 30 hari.

    “Frequent Whoosher Card juga kini dibedakan harganya berdasarkan relasi yang dapat diredeem yaitu Jakarta – Bandung, Jakarta-Karawang, dan Karawang-Bandung,” kata Eva kepada wartawan di Stasiun Halim, Jumat (14/2/2025). 

    Dengan Frequent Whoosher Card penumpang bisa menikmati hingga 10 perjalanan Whoosh kelas Premium Economy dengan tarif flat meskipun perjalanan dilakukan di jam sibuk atau di hari libur maupun akhir pekan. Frequent Whoosher Card dengan skema baru ini sudah dapat dibeli di seluruh stasiun Whoosh mulai 14 Februari 2025 di loket Stasiun Whoosh yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon.  

    Penumpang dapat memanfaatkan kuota perjalanan tersebut ke berbagai rute selama tempat duduk pada perjalanan yang diinginkan masih tersedia. Proses pengambilan kuota atau redeem ticket dilakukan di loket Stasiun Whoosh  

    Tiket yang didapatkan dari penukaran kuota Frequent Whoosher Card tidak dapat dibatalkan dan diubah jadwal. Frequent Whoosher Card hanya bisa digunakan oleh satu orang dan tidak bisa dipindah tangankan. Masa berlaku kartu terhitung 30 hari untuk FWC Silver dan 60 hari untuk FWC Gold sejak tanggal pembelian dan jika masa berlaku kartu sudah habis, maka sisa kuota perjalanan tidak dapat digunakan atau diuangkan.

    Pada Februari 2025, sudah sebanyak 524 kartu yang terjual. Secara total, sejak awal dijual pada Juni 2024 sampai dengan Februari 2025 sudah sebanyak 5.300 Frequent Whoosher Card yang telah terjual.

    Berikut rincian relasi Whoosh dan harga yang ditawarkan untuk FWC, yaitu: 

    1. FWC JaBan: Untuk perjalanan relasi Jakarta – Karawang – Bandung atau sebaliknya

    – Gold: Rp2.000.000 untuk 10 perjalanan atau senilai Rp200.000 per perjalanan (masa berlaku 60 hari sejak pembelian)

    – Silver: Rp1.350.000 untuk 6 perjalanan atau Rp225.000 per perjalanan (masa berlaku 30 hari sejak pembelian)

    2. FWC JaKa: Untuk perjalanan relasi Jakarta-Karawang atau sebaliknya

    – Gold: Rp500.000 untuk 10 perjalanan atau senilai Rp50.000 per perjalanan (masa berlaku 60 hari sejak pembelian)

    – Silver: Rp450.000 untuk 6 perjalanan atau senilai Rp75.000 per perjalanan (masa berlaku 30 hari sejak pembelian)

    3. FWC KaBan: Untuk perjalanan relasi Karawang-Bandung atau sebaliknya

    – Gold: Rp1.000.000 untuk 10 perjalanan atau senilai Rp100.000 per perjalanan (masa berlaku 60 hari sejak pembelian)

    – Silver: Rp750.000 untuk 6 perjalanan atau senilai Rp125.000 per perjalanan (masa berlaku 30 hari sejak pembelian)

  • KCIC Dukung Rencana Pemerintah Perpanjang Jalur Kereta Cepat hingga Surabaya

    KCIC Dukung Rencana Pemerintah Perpanjang Jalur Kereta Cepat hingga Surabaya

    Jakarta, Beritasatu.com – Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) memastikan akan mendukung rencana pemerintah untuk memperpanjang jalur kereta cepat Jakarta-Bandung hingga mencapai Surabaya. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap uji kelayakan.

    General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan, pihaknya bersama pemerintah tengah melakukan studi kelayakan terkait rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya. 

    Menurutnya, hal tersebut penting mengingat PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga tengah mengembangkan program kereta jarak jauh langsung tanpa transit dari Jakarta ke Surabaya.

    “Proyek Jakarta-Surabaya masih dalam tahap feasibility study yang dilakukan oleh pemerintah. Tentu saja, banyak hal yang masih perlu didiskusikan. KCIC juga dilibatkan dalam hal ini, tetapi kami akan menunggu kebijakan pemerintah selanjutnya. Yang pasti, kami akan mendukung sepenuhnya,” ujar Eva di Stasiun Halim, Jakarta Timur, pada Jumat (14/2/2025).

    Eva menjelaskan, pemilihan jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya juga mempertimbangkan pengembangan program direct train PT KAI. Pemilihan jalur tersebut bisa melalui jalur utara Pulau Jawa, jalur tengah, atau jalur selatan, dan semua itu akan dipertimbangkan dalam studi kelayakan yang sedang dilakukan pemerintah.

    “Semua itu akan tergantung pada studi kelayakan yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk pilihan jalur, apakah jalur selatan atau utara,” tambahnya.

    Eva juga memastikan KCIC sudah melakukan transfer pengetahuan terkait pengoperasian dan pemeliharaan kereta cepat. Sebagai hasilnya, beberapa warga negara Indonesia kini sudah mampu mengoperasikan kereta Whoosh dan melakukan perawatan rutin terhadap kereta cepat.

    “Saat ini, kami sudah melakukan transfer pengetahuan sehingga sudah ada masinis Indonesia yang dapat mengendarai kereta dengan kecepatan 350 kilometer per jam. Kami juga telah melibatkan tenaga lokal dalam pemeliharaan sarana dan prasarana serta teknologi kereta cepat,” kata Eva.

    Eva menegaskan, begitu hasil studi kelayakan ini final dan kebijakan pemerintah sudah jelas, informasi lebih lanjut mengenai kereta cepat Jakarta-Surabaya akan segera diumumkan. “Untuk sementara, semuanya masih dalam tahap pembahasan,” tutupnya.

  • KCIC Siap Jual Nama Stasiun Whoosh Halim, Harga Negotiable

    KCIC Siap Jual Nama Stasiun Whoosh Halim, Harga Negotiable

    KCIC Segera Jual Penamaan Stasiun Whoosh Halim

    Key: 

    Sum:

    Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah perusahaan disebut sedang mengincar hak penamaan (naming rights) Stasiun Whoosh Halim. Dari banyak yang mengincar, disebut sudah ada dua perusahaan yang tengah bernegosiasi untuk hak penamaan stasiun Whoosh itu. 

    General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, dalam waktu dekat, hak penamaan Stasiun Whoosh Halim akan diresmikan. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan dari sektor properti, retail, dan transportasi. 

    “Kalau untuk Halim, sudah banyak ya, karena sebelumnya kita juga sempat melakukan gathering dengan para investor atau juga mitra. Nah ini ada banyak, baik itu ada dari transportasi, kemudian juga ada dari perusahaan retail, ada juga perumahan,” kata Eva kepada wartawan di Stasiun KCIC Halim, Jumat (14/2/2025).

    Lebih lanjut dia mengatakan, setelah melakukan pertemuan dengan para investor ada dua perusahaan yang tengah mengincar nama Stasiun Whoosh Halim. Saat ini kedua perusahaan tersebut masih dalam proses negosiasi. 

    “Naming rights dalam waktu dekat ini rencananya untuk Stasiun Whoosh Halim. Nanti kita infokan, sektornya nanti kita informasikan, karena masih ada dua. Masih ada dua yang sedang dalam tahap negosiasi,” jelasnya. 

    “KCIC sebagai operator, dan juga tim komersial di nonfare book. Dua brand tersebut yang paling baik nilainya,” tambahnya. 

    Eva menjelaskan jika rata-rata hak penamaan stasiun Whoosh berlangsung selama lima tahun. Meski demikian, dia tidak merincikan harga yang ditawarkan. Naming rights stasiun di komersialkan dengan harga yang fleksibel serta melihat benefit lain yang akan didapatkan oleh kedua belah pihak. 

    “Naming rights stasiun dikomersialkan dengan harga yang negotiable,” kata Eva tentang hak penamaan stasiun Whoosh.