Tag: Erika Retnowati

  • Penyalahgunaan BBM Subsidi Terjadi di Berbagai Daerah

    Penyalahgunaan BBM Subsidi Terjadi di Berbagai Daerah

    Jakarta, FORTUNE – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap berbagai temuan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah daerah di Indonesia.

    Dalam pengawasan yang dilakukan sepanjang 2020-2024, BPH Migas telah memverifikasi 31.286 penyalur serta melakukan inspeksi lapangan secara acak berdasarkan analisis data dan laporan masyarakat.

    Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan melalui rekaman CCTV untuk mendeteksi adanya potensi kelebihan kuota. 

    Beberapa kasus yang terungkap dalam pengawasan BPH Migas pada 2024 menunjukkan pola penyalahgunaan BBM subsidi yang beragam.

    Di Bali, ditemukan penyaluran jenis bahan bakar tertentu (JBT) terhadap kendaraan TNI, serta penjualan BBM menggunakan jeriken tanpa surat rekomendasi resmi.

    Kasus serupa juga ditemukan di Sumatra Barat, tempat pembelian berulang menggunakan QR Code berbeda-beda oleh kendaraan pribadi dan truk.

    “Kasus seperti ini tidak hanya terjadi di satu wilayah. Hampir semua provinsi memiliki temuan penyalahgunaan BBM subsidi dengan pola yang mirip, seperti di Kalimantan Barat, di mana terjadi pembelian berulang dengan QR Code yang berbeda,” kata Erika dalam rapat dengar pendapat di Komisi XII DPR, Jakarta, Senin (10/2).

    Selain melakukan pemantauan, BPH Migas juga terus meningkatkan jumlah inspeksi untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Dari hanya 221 penyalur yang diperiksa lapangan pada 2020 (3,7 persen dari total), angka ini meningkat menjadi 800 penyalur pada 2024, setara dengan 12 persen dari total penyalur JBT dan JBKP atau jenis BBM khusus penugasan.

    Peran masyarakat dalam pengawasan BBM Subsidi

    Demi memperkuat pengawasan, BPH Migas sejak 2023 membuka layanan pengaduan masyarakat melalui hotline WhatsApp pada nomor 0812 3001 36.

    Respons dari masyarakat cukup tinggi, dengan jumlah aduan meningkat signifikan dari 638 kasus pada 2023 menjadi 2.487 kasus pada 2024.

    Dari total laporan yang masuk, sebanyak 356 kasus pada 2024 terkait langsung dengan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

    “Dari tahun 2022 hingga 2024, kami telah mengirimkan 31 surat kepada Polri terkait dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM. Beberapa kasus langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, sementara kami juga diminta menjadi saksi ahli dalam beberapa proses hukum yang berjalan,” kata Erika.

  • BPH Migas Akan Batasi Volume Penyaluran BBM Solar Bersubsidi – Halaman all

    BPH Migas Akan Batasi Volume Penyaluran BBM Solar Bersubsidi – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan melakukan pembatasan maksimal volume penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi, untuk kendaraan roda empat, roda enam hingga kendaraan yang memiliki roda di atas enam.

    Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, kebijakan itu dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM solar subsidi ini lebih tepat sasaran.

    “Kami akan menerbitkan pengaturan untuk pengetatan batas maksimal volume penyaluran BBM, ini agar lebih tepat sasaran,” kata Erika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Senin (10/11/2025).

    Erika menyatakan, saat ini kebijakan penyaluran BBM Solar bersubsidi untuk kendaraan roda empat maksimal 60 liter. Kemudian, kendaraan roda enam 80 liter dan kendaraan di atas enam roda sebanyak 200 liter.

    Menurutnya, hal itu terlalu berlebihan sehingga khawatir bisa disalahgunakan.

    “Nah ini kami menilai bahwa itu terlalu banyak karena itu melebihi kapasitas tanki nya sehingga berpotensi untuk disalahgunakan,” jelas Erika.

    “Dan berdasarkan kajian yang kami lakukan bersama dengan tim kajian dari UGM ini akan kami lebih perketat untuk volumenya,” sambungnya.

    Di satu sisi, Erika juga menyebut bahwa BPH Migas akan melakukan pengetatan pengawasan bahkan pada titik selain SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum).

    “Jadi kalau selama ini kami lebih banyak fokus kepada SPBU, nanti kami akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap SPBB dan juga PBBM, kemudian juga pengawasan secara hibrid,” ungkapnya.

     

     

  • Penyebab Kelangkaan Stok BBM di SPBU Terungkap, Kementerian ESDM Izinkan Impor Shell dan BP

    Penyebab Kelangkaan Stok BBM di SPBU Terungkap, Kementerian ESDM Izinkan Impor Shell dan BP

    PIKIRAN RAKYAT – President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian mengungkap penyeban kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM).

    Menurutnya, kelangkaan stok BBM Shell di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell disebabkan kendala pengadaan dan penyaluran.

    “Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini terdapat kendala dalam pengadaan dan penyaluran produk BBM,” kata Ingrid di Jakarta pada Jumat, 31 Januari 2025 seperti dikutip dari Antara.

    Kelangkaan Stok BBM

    Shell Indonesia berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait guna memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU Shell secepatnya.

    SPBU Shell tetap beroperasi melayani masyarakat dengan produk layanan lain yang tersedia seperti Shell Select dan bengkel, meskipun terjadi kelangkaan stok BBM.

    Pihaknya juga meminta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat akibat kelangkaan stok BBM di SPBU tersebut.

    “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” lanjutnya.

    BBM Impor

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkap akan berkoordinasi dengan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati soal kelangkaan BBM di SPBU swasta.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat, 31 Januari 2025.

    “Ini akan saya cek dulu bagaimana kendalanya, saya akan koordinasikan dulu dengan Kepala BPH Migas,” kata Yuliot.

    Kementerian ESDM telah memberikan izin impor untuk SPBU swasta, mengingat mereka menjual bbm impor.

    Yuliot mengungkapkan, Kementerian ESDM memberikan izin impor BBM untuk Shell, BP dan lainnya.

    “Ini mereka melakukan impor terhadap BBM yang dijual, dan ESDM sudah memberikan persetujuan impor untuk BP, Shell, dan lain-lain,” lanjutnya.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • BBM di SPBU Swasta Kosong Gegara Kendala Pengadaan, ESDM Bilang Begini

    BBM di SPBU Swasta Kosong Gegara Kendala Pengadaan, ESDM Bilang Begini

    Jakarta

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell yang mengalami kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM). Adapun kekosongan stok itu diklaim terjadi akibat kendala pengadaan BBM ke sejumlah SPBU.

    Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan pihaknya masih mendalami kendala penyaluran BBM bagi SPBU swasta. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas).

    “Jadi kendala ini kan saya cek dulu bagaimana kendalanya. Itu saya koordinasikan dulu dengan Kepala BPH Migas (Erika Retnowati),” kata Yuliot kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jum’at (31/1/2025).

    Sementara itu, Yuliot mengatakan, Kementerian ESDM juga telah memberikan persetujuan impor kepada SPBU swasta, yakni BP dan Shell. Ia juga mengatakan, SPBU swasta juga melakukan penjualan BBM yang diperoleh dari hasil impor.

    “Ini kan mereka melakukan impor terhadap BBM yang dijual. Dan juga dari kementerian ESDM sudah memberikan persetujuan impor untuk BP, Shell, dan juga pelaku usaha lain,” tutupnya.

    Dikutip dari detikOto, salah satu SPBU Shell di wilayah Jatimekar, Bekasi, SPBU itu kehabisan stok. Display harga di totem SPBU Shell tersebut juga tidak tersedia. Saat hendak mengisi, disarankan untuk memutar karena tidak adanya stok BBM tersedia.

    President Director dan Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, membenarkan sedang mengalami masalah distribusi BBM. Shell belum bisa memastikan sampai kapan kelangkaan BBM ini terjadi.

    “Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini terdapat kendala dalam pengadaan dan penyaluran produk bahan bakar minyak (BBM) dan Shell Indonesia senantiasa berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan ketersediaan produk BBM di SPBU Shell secepatnya,” ujar Ingrid dikutip dari detikOto, Kamis (30/1/2025).

    (rrd/rrd)

  • Konsumsi Bensin dan Avtur Naik Selama Nataru, Solar Turun

    Konsumsi Bensin dan Avtur Naik Selama Nataru, Solar Turun

    Jakarta, CNN Indonesia

    Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mencatat penyaluran gasoline atau bensin naik 0,03 persen selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

    Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan data tersebut merupakan penyaluran selama Posko Nataru mulai 19 Desember 2024 hingga 7 Januari 2025.

    “Gasoline naik 0,03 persen selama Nataru disebabkan penggunaan mobil pribadi untuk mudik juga berwisata,” katanya dalam penutupan Posko Nataru Sektor ESDM di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (7/1).

    Penyaluran kerosine atau minyak tanah dan avtur juga naik selama Nataru. Kerosine naik 3,86 persen dan avtur naik 5,81 persen seiring dengan meningkatnya kegiatan rumah tangga dan meningkatnya mobilitas menggunakan pesawat.

    Sementara itu, penyaluran gasoil alias solar turun 5,82 persen.

    “Disebabkan pembatasan operasional untuk angkutan barang dan menurunnya aktivitas industri,” kata Erika.

    Penyaluran LPG selama periode Nataru naik 0,9 persen selama Nataru 2024/2025 dibandingkan hari biasa. Apabila dibandingkan periode Nataru 2023/2024 naik sebesar 5,08 persen.

    “Penyaluran LPG tertinggi terjadi pada 24 Desember 2024 yaitu sebesar 30.404 metrik ton (MT) atau naik sebesar 5,4 persen dari penyaluran LPG normal sebesar 28.857 MT,” katanya.

    (fby/pta)

  • Peringati HUT ke-22, BPH Migas terus bertransformasi layani masyarakat

    Peringati HUT ke-22, BPH Migas terus bertransformasi layani masyarakat

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati mengatakan pihaknya terus bertransformasi melayani pendistribusian energi ke masyarakat dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-22 pada 30 Desember 2024.

    Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, BPH Migas telah menghadapi berbagai tantangan, belajar dari pengalaman, dan terus bertransformasi untuk memastikan ketersediaan dan distribusi energi bagi masyarakat Indonesia.

    “Perjalanan dua dekade lebih BPH Migas, kita perlu mengupayakan perbaikan berkelanjutan, di mana dalam kurun waktu ini, kita telah menghadapi berbagai tantangan, belajar dari pengalaman, dan terus beradaptasi demi memastikan ketersediaan dan distribusi energi bagi masyarakat Indonesia,” ujar Erika saat Seminar Achievement Motivation BPH Migas dengan tema “Tantangan Transformasi Manajemen di Era Digital” dalam rangka memperingati HUT BPH Migas ke-22 pada 30 Desember 2024 di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (30/12/2024).

    Erika menuturkan dinamika dunia migas saat ini berkembang sangat cepat.

    Transisi energi dan tantangan penurunan emisi karbon menjadi isu strategis. Pemanfaatan gas bumi untuk industri dan juga jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga menjadi sangat penting untuk mendorong penyediaan energi bersih yang lebih ramah lingkungan.

    “Kemudian, perlu juga mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat dan mewujudkan swasembada energi,” lanjutnya.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai inovasi dibutuhkan untuk terus memperbaiki kinerja, sekaligus menguatkan kelembagaan BPH Migas di tengah tantangan dunia migas yang dinamis.

    Untuk itu, seluruh pegawai BPH Migas perlu terus mengembangkan kapasitas dan berinovasi, selalu mengimplementasikan core value “ASN Ber-Akhlak” baik di lingkungan kantor maupun di masyarakat.

    Erika juga menekankan perlunya merespons secara cepat di era digital yang terus berkembang dan menuntut kita bertransformasi, baik dari sisi teknologi maupun manajemen.

    Transformasi, lanjutnya, bukan sekedar opsi, melainkan kebutuhan mutlak agar BPH Migas tetap relevan dalam mendukung pemenuhan energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

    “Proses transformasi ini bukan tanpa hambatan. Namun, dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang kuat, kita mampu melangkah lebih jauh,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Erika mengapresiasi seluruh pegawai BPH Migas yang berkontribusi mendukung setiap inovasi dan perubahan.

    Penghargaan juga disampaikan ke mitra strategis, baik dari sektor pemerintah maupun swasta, atas sinergi dan dukungannya selama ini.

    “Saya mengajak kita semua untuk memanfaatkan momentum ini sebagai titik tolak menuju BPH Migas yang lebih tangguh dan inovatif, siap menghadapi tantangan di era digital dengan penuh optimisme,” sebut Erika.

    Seminar Achievement Motivation BPH Migas dengan tema “Tantangan Transformasi Manajemen di Era Digital” dalam rangka memperingati HUT BPH Migas ke-22 pada 30 Desember 2024 di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (30/12/2024). ANTARA/HO-BPH Migas

    Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2016-2019 Ignasius Jonan yang hadir sebagai narasumber Achievement Motivation mengatakan transformasi dilakukan top down atau dari atas ke bawah.

    Untuk mencapai tujuan organisasi, lanjut Jonan, terdapat empat hal yang harus dipenuhi. Pertama, mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dunia.

    “Kebutuhan dunia ini dari waktu ke waktu mengalami perubahan. Kita sendiri harus bisa menyesuaikan karena ekspektasi hidup berubah dari waktu ke waktu,” paparnya.

    Kedua, passion atau hal-hal yang menjadi ketertarikan para pegawai. “Setiap perusahaan yang para pegawainya melakukan sesuai passion, hasilnya akan lebih baik,” tambahnya.

    Ketiga, bagaimana perusahaan dapat menciptakan nilai ekonomi. Transformasi harus dapat menciptakan nilai ekonomis untuk stakeholdernya.

    Terakhir, adalah mengetahui hal-hal yang menjadi kelebihan atau keunikan perusahaan yang kemudian terus ditingkatkan kemampuannya.

    Lebih lanjut, Jonan mengungkapkan transformasi dapat diartikan sebagai lebih besar, lebih baik dan lebih berani.

    Kunci transformasi digital adalah mengubah visi dan melaksanakan perubahan tersebut dalam kegiatan operasional perusahaan.

    “Ini merupakan tantangan bagi manajemen dan para pegawainya. Jadi bukan semata-mata perubahan teknologi,” katanya.

    Seminar dihadiri pula Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, Basuki Trikora Putra, Eman Salman Arief, Harya Adityawarman, Iwan Prasetya Adhi, Wahyudi Anas, Saleh Abdurrahman, serta Yapit Sapta Putra.

    Selanjutnya, hadir Kepala BPH Migas periode 2003-2011 Tubagus Haryono, Kepala BPH Migas periode 2012-2017 Andy Noorsaman Sommeng serta para Anggota Komite BPH Migas periode I hingga IV.

    Kegiatan juga dihadiri Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S, Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady BTP, Direktur Gas Bumi BPH Migas Soerjaningsih, serta seluruh pegawai di lingkungan BPH Migas.

    Pewarta: Kelik Dewanto
    Editor: Evi Ratnawati
    Copyright © ANTARA 2024

  • Wamen ESDM optimistis Kilang Dumai penuhi kebutuhan BBM nasional

    Wamen ESDM optimistis Kilang Dumai penuhi kebutuhan BBM nasional

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung optimistis Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) II Dumai, Riau, mampu memenuhi kebutuhan BBM nasional.

    “Kunjungan ke Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai ini untuk melihat bagaimana kesiapan memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Jadi, untuk Kilang Dumai kapasitasnya sekitar 170.000 barel per hari, mampu memenuhi kebutuhan sekitar 16 persen dari total kebutuhan nasional. Selain Kilang Dumai, KPI mengelola lima kilang lainnya,” papar Yuliot usai melakukan pertemuan dengan Direksi KPI dan manajemen Kilang Dumai di Dumai, Riau, Jumat (27/12/2024).

    Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Wamen yang didampingi Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati dan Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, mengunjungi Kilang Dumai, yang merupakan kilang terbesar ketiga di Indonesia, setelah Kilang RU V Balikpapan dan RU IV Cilacap. Kilang Dumai memproduksi Solar, Pertalite dan Avtur.

    Menurut Yuliot, sistem yang ada di Kilang Dumai saat ini merupakan yang terbaik, mengingat sumber bahan bakunya berasal dari sekitar Dumai, seperti Lapangan Rokan, serta lapangan migas lainnya di sekitar Riau.

    Hal itu sejalan dengan program swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto yaitu mampu memproduksi energi dari dalam negeri.

    “Dari sisi swasembada energi, kita mendorong diversifikasi energi, di mana kebutuhan energi dipenuhi dari berbagai sumber energi lain. Kilang Dumai menjadi contoh yang baik karena bahan bakunya berasal dari daerah tersebut,” katanya.

    Wamen berharap dengan melakukan pengecekan di lapangan, bisa mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi dalam rangka pemenuhan energi secara nasional.

    Kunjungan kerja ke Kilang Dumai II, juga berkaitan dengan rencana pemerintah melaksanakan wajib pemanfaatan biodiesel 40 persen atau B40 pada 2025.

    “Kami mengharapkan seluruh proses pelaksanaan B40 baik ketersediaan FAME (fatty acid methyl ester) maupun kesiapan di industri kilang bisa disinkronkan,” terangnya.

    Sementara itu, mengenai ketersediaan pasokan BBM selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Yuliot mengungkapkan dalam kondisi aman.

    Kebutuhan BBM menyambut Tahun Baru 2025 diperkirakan mengalami peningkatan. Namun demikian, sejumlah upaya antisipasi telah dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

    “Sudah dilakukan antisipasi keamanan pasokan BBM dalam bentuk ketersediaan bahan baku dan kapasitas pengolahan cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan tahun baru,” tegasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengimbau usai periode Natal/Tahun Baru 2024/2025, perlu dilakukan persiapan ketersediaan pasokan BBM menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri (RAFI), yang mana kebutuhan BBM juga akan mengalami peningkatan.

    “Pada bulan Februari 2025, kita akan memasuki masa RAFI, yaitu bulan Ramadan dan Idul Fitri. Jadi, waktu kita untuk mempersiapkannya sangat sempit. Saya mengingatkan agar kegiatan pemeliharaan kilang dilakukan secara cermat dan jika ada masa pemeliharaan (turn around) agar segera diantisipasi dan tidak mengganggu produksi BBM,” tegasnya.

    Sedangkan, Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim mengapresiasi kerja sama yang dilakukan oleh seluruh pihak sehingga pasokan BBM selama libur Nataru berjalan baik dan lancar.

    “Kesiapan pasokan BBM ini patut kita apresiasi. Besar harapan kami agar pelayanan kepada masyarakat terus menerus ditingkatkan dan menjadi hal yang utama sehingga masyarakat yang memanfaatkan waktunya untuk berusaha dan liburan bersama keluarga bisa berjalan lancar. Semuanya bisa merasakan manfaat energi yang kita sediakan bersama,” ungkapnya.

    Direktur Operasi KPI Didik Bahagia menambahkan secara umum infrastruktur kilang dalam kondisi normal.

    “Rata-rata ketersediaan pasokan minyak mentah kita 17,8 hari dan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional,” sebutnya.

    Wamen juga mengunjungi SPBU di Pekanbaru untuk mengetahui pasokan BBM menjelang Tahun Baru 2025.

    Selain dengan pengelola SPBU, Yuliot juga berdialog dengan masyarakat yang mengisi BBM dengan QR code, untuk memastikan teknologi yang dipergunakan untuk pengendalian dan pengawasan agar subsidi tepat sasaran. Masukan dari masyarakat akan menjadi pertimbangan untuk peningkatan sistem digitalisasi dan pelayanan di kemudian hari, tuturnya.

    Kunjungan dilanjutkan ke PT PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera.

    “Secara keseluruhan pasokan kelistrikan selama libur Hari Raya Natal aman. Sedangkan untuk tahun baru 2025, masyarakat yang ingin berkumpul bersama keluarga maupun bepergian ke tempat wisata tak perlu khawatir karena pasokan listrik aman,” papar Yuliot.

    Untuk wilayah Sumatera, daya mampu mencapai 8,3 gigawatt (GW), sedangkan kebutuhan beban puncak 6,8 GW, atau ada cadangan 1,5 GW.

    Turut mendampingi dalam kunjungan, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, Staf Khusus Menteri ESDM Azhar Lubis, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad, dan Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari.

    Pewarta: Kelik Dewanto
    Editor: Adi Lazuardi
    Copyright © ANTARA 2024

  • Wamen ESDM jamin ketersediaan energi di Sumatera Utara aman

    Wamen ESDM jamin ketersediaan energi di Sumatera Utara aman

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Pantau Satgas Nataru Pertamina

    Wamen ESDM jamin ketersediaan energi di Sumatera Utara aman
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Selasa, 24 Desember 2024 – 21:11 WIB

    Elshinta.com – Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2024-2025, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Yuliot melakukan kunjungan kerja untuk memantau kesiapan Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) Pertamina di Medan, Sumatera Utara, pada Senin, 23 Desember 2024. 

    Dalam kunjungannya Yuliot didampingi oleh Kepala BPH Migas Erika Retnowati,  Direktur Manajemen Risiko Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Rahman Pramono Wibowo dan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Freddy Anwar. Dalam kesempatan ini, Wamen ESDM melakukan peninjauan di beberapa titik, diantaranya Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Agung Sarana Terminal, Fuel Terminal Medan Group, dan SPBU Pertamina 11.201.101. 

    Pada Nataru kali ini, diprediksi permintaan BBM dan LPG akan meningkat khususnya di wilayah Medan dan Sumatera Utara. Kepada awak media, setelah kunjungan di Fuel Terminal Medan Group, Wamen ESDM Yuliot mengungkap ketersediaan BBM dan LPG selama periode Nataru ini dalam keadaan aman. 

    “Kami dari posko nasional Kementerian ESDM melakukan pengecekan lapangan terhadap ketersediaan BBM dan LPG. Alhamdulillah ini aman untuk ketersediaan dalam rangka Natal 2024 dan menyambut Tahun Baru 2025. Ketersediaan distribusi dilakukan secara baik sehingga ketersediaan BBM dan LPG, relatif aman,” ujar Yuliot seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Selasa (24/12). 

    Jaminan ketersediaan energi tersebut telah disiapkan Pertamina dengan penguatan stock baik dari produk BBM maupun LPG, serta memastikan seluruh proses distribusi dapat berjalan dengan baik.

    “Kita menambah stok BBM di seluruh stasiun pengisian, karena adanya penambahan permintaan rata-rata sebanyak 5% dari suply normal. Stok sudah ditambah dari suplai normal, sehingga tidak akan ada kelangkaan,” ujar Yuliot. 

    Sementara Direktur Manajemen Risiko Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Rahman Pramono Wibowo mengatakan Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan layanan khusus untuk menjamin kelancaran distribusi energi di Sumatera Bagian Utara. 

    “Di Sumatera Utara kami mengoperasikan 287 SPBU Siaga di jalur strategis, 7 titik Modular Kiosk Pertamina Siaga serta 45 unit mobil tangki stand-by untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar di titik-titik pusat keramaian perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, terdapat 32 unit motorist yang siap melayani pengantaran BBM ke lokasi saat kondisi emergency,” jelas Rahman.

    Selain BBM, Rahman menyampaikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan LPG, Pertamina Patra Niaga pun telah menyiapkan 87 SPPBE LPG Siaga, 932 agen LPG (PSO & NPSO) Siaga, 37.236 pangkalan LPG PSO siaga dan 7.206 pangkalan LPG NPSO siaga di wilayah tersebut. 

    Freddy Anwar menambahkan bahwa dalam masa satgas yang tengah berjalan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah mensiagakan seluruh sarana fasilitasnya seperti di Fuel Terminal, Integrated Terminal dan Aviation Fuel Terminal. 

    “Seluruh sarfas Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kami pastikan berfungsi dengan optimal dalam memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat khususnya di Sumatera Utara dan umumnya di seluruh wilayah operasi kami di Sumbagut (Aceh, Kepri, Riau, Sumbar dan Sumut)”, terang Freddy Anwar.

    Dalam rangkaian kunjungan, selain menyapa pengunjung yang sedang mengisi BBM, Wamen ESDM bersama Direktur Manajemen Risiko Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Rahman Pramono Wibowo juga memberikan bingkisan kepada awak mobil tangki, dan pekerja di SPBU sebagai bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam memenuhi kebutuhan energi BBM dan elpiji untuk masyarakat di Medan, Sumatera Utara. 

    Di tempat terpisah VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan bahwa seluruh upaya tersebut dilakukan oleh Pertamina bersama Satgas Nataru dan seluruh pihak terkait untuk menjaga ketersediaan energi serta demi memberikan layanan terbaik untuk masyarakat di seluruh Indonesia.

    “Ini merupakan layanan untuk masyarakat dalam rangka Nataru agar bisa berjalan lancar. Semoga dengan upaya ini masyarakat yang beribadah bisa menjalankannya dengan baik bersama keluarga. Masyarakat yang menikmati libur Natal dan Tahun Baru bisa berwisata dengan aman dan nyaman,” ungkap Fadjar. 

    Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. 

    Sumber : Radio Elshinta

  • Pertagas Jaga Keandalan Operasi, Kunci Dukung Ketahanan Energi Nasional, – Page 3

    Pertagas Jaga Keandalan Operasi, Kunci Dukung Ketahanan Energi Nasional, – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi guna memastikan pasokan energi yang stabil, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Komitmen ini sejalan dengan bisnis perusahaan yang bergerak dalam pembangunan infrastruktur energi terintegrasi, mulai dari regasifikasi gas, pemrosesan gas menjadi LPG, transportasi gas, termasuk pengoperasian pipa transmisi gas bumi, hingga pengelola pipa Bahan Bakar Minyak (BBM).

    Direktur Utama Pertagas, Gamal Imam Santoso, mengatakan Pertagas selalu berkomitmen untuk menjaga keandalan operasional dalam menyalurkan gas bumi, baik untuk sektor domestik maupun industri.

    “Keandalan dalam operasi dan pelayanan adalah kunci dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Gamal, Senin (23/12/2024).

    Pertagas terus menunjukkan komitmennya dalam membangun dan mengoperasikan infrastruktur penyaluran energi di Indonesia.

    Hingga saat ini, Pertagas telah mengoperasikan sepanjang 2.930 KM pipa transmisi gas yang berada di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan menghubungkan berbagai wilayah Nusantara.

    Sebagai perusahaan yang progresif dan berorientasi pada pertumbuhan, Pertagas tidak hanya mempertahankan bisnis yang ada, tetapi juga terus meningkatkan kinerja operasionalnya.

    Melalui tagline baru “Delivering Reliable Energy” Pertagas telah menegaskan posisinya sebagai Wajah Baru Infrastruktur Energi yang menjadi leading sector dalam pengembangan bisnisnya.

    Kepala BPH Migas Erika Retnowati, mengatakan infrastruktur gas bumi akan menjadi strategi utama dalam menjaga ketahanan energi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di era transisi energi dan hilirisasi gas bumi.

    Hal ini diungkapkan Erika saat ajang BPH Migas Award 2024 yang berlangsung di Jakarta pada 13 Desember 2024, dimana Pertagas mendapat dua penghargaan.

     

  • Wamen ESDM Pantau Satgas Nataru Pertamina di Medan, Jamin Pasokan Aman

    Wamen ESDM Pantau Satgas Nataru Pertamina di Medan, Jamin Pasokan Aman

    Jakarta, CNN Indonesia

    Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara, untuk memantau kesiapan Satuan Tugas Nataru Pertamina pada Senin (23/12). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG tetap lancar dan aman selama masa liburan, yang diperkirakan akan mengalami lonjakan permintaan.

    Dalam kunjungan ini, ia didampingi Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, dan Direktur Manajemen Risiko Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga, Rahman Pramono Wibowo. Kunjungan ini mencakup beberapa lokasi strategis, seperti Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Agung Sarana Terminal, Fuel Terminal Medan Group, serta SPBU Pertamina 11.201.101.

    Setelah kunjungan di Fuel Terminal Medan Group, Yuliot menyampaikan ketersediaan BBM dan LPG selama periode Nataru ini dalam keadaan aman.

    “Alhamdulillah ini aman untuk ketersediaan dalam rangka Natal 2024 dan menyambut Tahun Baru 2025. Ketersediaan distribusi dilakukan secara baik sehingga ketersediaan BBM dan LPG, relatif aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/12).

    Ia melanjutkan, jaminan ketersediaan energi tersebut telah disiapkan Pertamina dengan penambahan stok baik dari produk BBM maupun LPG, serta memastikan seluruh proses distribusi dapat berjalan dengan baik.

    Menurut Yuliot, stok BBM di seluruh stasiun pengisian ditambah karena adanya peningkatan permintaan rata-rata sebesar 5% dari suplai normal. Stok tambahan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya kelangkaan.

    Di sisi lain, Rahman mengatakan Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan layanan khusus untuk menjamin kelancaran distribusi energi di Sumatera Bagian Utara.

    “Di Sumatera Utara kami mengoperasikan 287 SPBU Siaga di jalur strategis, 7 titik Modular Kiosk Pertamina Siaga serta 45 unit mobil tangki stand-by untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar di titik-titik pusat keramaian perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, terdapat 32 unit motorist yang siap melayani pengantaran BBM ke lokasi saat kondisi emergency,” papar dia.

    Di samping BBM, ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan LPG pihaknya juga telah menyiapkan 87 SPPBE LPG Siaga, 932 agen LPG (PSO & NPSO) Siaga, 37.236 pangkalan LPG PSO siaga dan 7.206 pangkalan LPG NPSO siaga di wilayah tersebut.

    Dalam rangkaian kunjungan, selain menyapa pengunjung yang sedang mengisi BBM, Yuliot bersama Rahman juga memberikan bingkisan kepada awak mobil tangki, dan pekerja di SPBU sebagai bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam memenuhi kebutuhan energi BBM dan elpiji untuk masyarakat di Medan, Sumatera Utara.

    Pada tempat terpisah, VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengungkapkan bahwa seluruh upaya tersebut dilakukan oleh Pertamina bersama Satgas Nataru dan seluruh pihak terkait untuk menjaga ketersediaan energi serta demi memberikan layanan terbaik untuk masyarakat di seluruh Indonesia.

    “Ini merupakan layanan untuk masyarakat dalam rangka Nataru agar bisa berjalan lancar. Semoga dengan upaya ini masyarakat yang beribadah bisa menjalankannya dengan baik bersama keluarga. Masyarakat yang menikmati libur Natal dan Tahun Baru bisa berwisata dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

    Sebagai pemimpin transisi energi, ia melanjutkan, Pertamina terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan mengintegrasikan program-program berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) serta prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG).

    Seluruh langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    (rir/rir)