Tag: Erika Retnowati

  • Konsumsi BBM Naik Saat Nataru, Begini Datanya

    Konsumsi BBM Naik Saat Nataru, Begini Datanya

    Jakarta

    Distribusi energi nasional selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berjalan lancar. Hal itu disampaikan dalam penutupan Posko Nasional Satuan Tugas (Satgas) Nataru Sektor ESDM yang digelar di Kantor BPH Migas, Jakarta.

    Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Satgas Nataru, Erika Retnowati, mengatakan penyaluran energi nasional selama masa posko yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 berada dalam kondisi aman dan terkendali.

    “Kondisi ketersediaan stok BBM selama posko terpantau aman, ketahanan stok BBM nasional atau coverage day dapat dipertahankan antara 16-35 hari atau rata-rata sekitar 21 hari. Pada masa Posko Nasional Sub-sektor BBM, Gasoline mengalami peningkatan sebesar 0,9 persen, Avtur meningkat 5,5 persen, sementara Gasoil turun 3,4 persen dan Kerosene turun 6,2 persen dibandingkan dengan rerata normal,” ujar Erika.

    Tak hanya BBM, penyaluran LPG selama masa Satgas Nataru juga berada dalam kondisi aman. Stok LPG di seluruh agen serta pangkalan siaga beroperasi normal. Rata-rata penyaluran LPG tercatat meningkat 10,6 persen dibandingkan penyaluran normal.

    Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Irjen Pol Yudhiawan Wibisono yang hadir mewakili Menteri ESDM menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam menjaga kelancaran pasokan energi selama libur akhir tahun.

    “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran stakeholder yang telah bekerja sama dengan baik mengamankan Natal dan Tahun Baru, terlebih juga kepada seluruh rekan-rekan jajaran TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, juga termasuk BNPB, Basarnas, dan badan-badan lainnya,” kata Yudhiawan.

    Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menjelaskan pihaknya telah menyiagakan infrastruktur dan operasional distribusi BBM dan LPG di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di jalur tol, jalur wisata, serta wilayah dengan potensi lonjakan permintaan.

    Ia menyebut konsumsi BBM selama periode Nataru menunjukkan tren positif, terutama untuk produk non-subsidi.

    “Selama masa Satgas Nataru, produk BBM Gasoline Non-Subsidi, Pertamax mencatatkan konsumsi tertinggi hingga 21.609 kiloliter (KL) per hari, atau meningkat 3,5 persen dibandingkan dengan sales normal. Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi tetap aman dan merata di seluruh wilayah,” jelas Mars Ega.

    Selain memastikan pasokan energi, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan layanan kepada masyarakat melalui Serambi MyPertamina di jalur-jalur strategis. Hingga 5 Januari 2026, jumlah pengunjung Serambi MyPertamina tercatat lebih dari 37.000 orang, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode Satgas tahun sebelumnya.

    Dengan berakhirnya Posko Nasional Satgas Nataru Sektor ESDM, Kementerian ESDM bersama Pertamina menegaskan komitmen untuk terus menjaga keandalan distribusi energi nasional serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kebutuhan energi dan potensi kebencanaan ke depan.

    (fdl/fdl)

  • BPH Migas Minta Stok BBM Dijaga hingga Lebaran 2026

    BPH Migas Minta Stok BBM Dijaga hingga Lebaran 2026

    Liputan6.com, Palu – Komite BPH Migas yang juga Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Erika Retnowati, memastikan pengawasan pasokan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya dilakukan selama periode Natal dan Tahun Baru, tetapi juga berlanjut hingga Hari Raya Idul Fitri. Hal ini mengingat jarak waktu antara Nataru dan Lebaran yang relatif berdekatan.

    Erika menyampaikan BPH Migas secara rutin membentuk posko setiap momentum besar keagamaan untuk memantau pergerakan dan distribusi BBM. Pemantauan tersebut bahkan telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelum periode Nataru.

    “Ya, jadi kami dari BPH Migas memang setiap kali Natal atau Idul Fitri selalu membentuk Posko yang akan memonitor pergerakan dan penyaluran BBM,” ujar Erika dalam Konferensi Pers usai meninjau SPBU 7494116 di Jl. Prof. Moh. Yamin, Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (22/12/2025).

    Dalam rangka menjaga keandalan pasokan, BPH Migas juga meminta agar tingkat stok BBM ditingkatkan sejak periode Natal. Berdasarkan pemantauan, Pertamina telah berupaya memenuhi standar ketahanan stok yang ditetapkan.

    “Alhamdulillah dari Pertamina ini sudah berusaha untuk bisa memenuhi standar stock yang ditetapkan BBM-nya selama 23 hari,” tutur Erika.

    Saat ini, rata-rata ketahanan stok BBM berada di kisaran 20 hingga 23 hari dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun. BPH Migas meminta agar kondisi tersebut tetap dijaga mengingat periode puasa dan Lebaran akan segera tiba setelah pergantian tahun.

    “Jadi kita minta itu stock itu dijaga sampai dengan hari raya Idul Fitri,” ujar Erika.

    Dengan pengawasan berkelanjutan melalui posko serta pemantauan stok secara berkala, BPH Migas berharap ketersediaan BBM tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Idul Fitri mendatang.

       

  • Pertamina Patra Niaga Tambah Stok BBM dan Armada Distribusi Hadapi Cuaca Ekstrem Nataru

    Pertamina Patra Niaga Tambah Stok BBM dan Armada Distribusi Hadapi Cuaca Ekstrem Nataru

    Liputan6.com, Jakarta – Demi mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu distribusi energi selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Komite BPH Migas yang juga Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026, Erika Retnowati, menyampaikan kesiapan Pertamina dalam menjaga pasokan BBM, khususnya di wilayah kepulauan.

    Erika mengatakan, Pertamina telah melakukan langkah antisipatif dengan menambah pasokan BBM lebih awal di sejumlah wilayah rawan gangguan distribusi. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi tetap aman selama periode Nataru.

    “Jadi kami juga selalu mengingatkan dan teman-teman Pertamina juga sudah siap sepertinya ya, khususnya misalnya di pulau-pulau yang kemungkinan terkendala dengan cuaca buruk. Nah itu mereka melakukan build up stock, artinya stocknya itu sudah ditambah sebelum-sebelumnya dari sekarang. Dari yang biasanya berapa itu ditambah gitu ya,” ujar Erika dalam Konferensi Pers usai meninjau SPBU 7494116 di Jl. Prof. Moh. Yamin, Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (22/12/2025).

    Selain penguatan stok, kata Erika, dukungan distribusi juga diperkuat melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Laut. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM tetap berjalan meski kondisi laut tidak memungkinkan kapal reguler untuk bersandar.

    “Dan juga ada kerjasama tadi baru disampaikan dengan KRI ya, Kapal Republik Indonesia. Jadi kalau misalnya kapal kita nggak bisa merapat, kalau KRI kan kapalnya besar-besar ya, artinya mereka akan bisa menembus misalnya ombak yang tinggi, seperti itu. Sudah ada kerjasama dari teman-teman dari Pertamina,” katanya.

    Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan Posko Nasional Sektor ESDM dalam memonitor dan memastikan kelancaran pasokan energi selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

     

  • Posko Nasional ESDM Pastikan Pasokan BBM, LPG, dan Listrik Aman di Sulawesi Tengah Jelang Nataru

    Posko Nasional ESDM Pastikan Pasokan BBM, LPG, dan Listrik Aman di Sulawesi Tengah Jelang Nataru

    Liputan6.com, Jakarta – Komite BPH Migas yang juga Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Erika Retnowati, menyampaikan tim Posko Nasional Sektor ESDM melakukan kunjungan ke Kota Palu untuk memastikan kesiapan pasokan energi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.

    “Kunjungan kami ke Kota Palu ini adalah untuk memastikan ketersediaan baik BBM, LPG dan juga keandalan dari sistem kelistrikan, khususnya di Sulawesi Tengah,” ujar Erika Konferensi Pers usai meninjau SPBU 7494116 di Jl. Prof. Moh. Yamin, Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (22/12/2025).

    Dalam kunjungan tersebut, tim Posko Nasional ESDM meninjau sejumlah fasilitas energi, mulai dari SPBU BBM Satu Harga untuk nelayan, Integrated Terminal di Donggala, SPBU di Jalan Diponegoro, hingga pembangkit listrik PLTU Palu 3.

    Berdasarkan hasil pemantauan, stok BBM di Terminal BBM (TBBM) Donggala berada pada rata-rata 6,5 hari dan berpotensi meningkat hingga sekitar 8 hari seiring adanya penambahan pasokan. Kondisi serupa juga terjadi pada LPG, dengan rata-rata stok 6,5 hari yang akan bertambah menjadi sekitar 8–8,5 hari.

     

  • Buka Posko Nasional, Kementerian ESDM Pastikan Pasokan Listrik Aman saat Nataru

    Buka Posko Nasional, Kementerian ESDM Pastikan Pasokan Listrik Aman saat Nataru

    Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta. Posko ini akan bertugas memastikan keandalan pasokan energi nasional selama periode libur akhir tahun.

    Posko Nasional ini menjadi pusat koordinasi lintas sektor untuk menjaga kelancaran pelayanan energi. Termasuk ketenagalistrikan, di tengah peningkatan mobilitas masyarakat dan potensi cuaca ekstrem.

    “Posko Nasional ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan energi tetap berjalan optimal selama periode Natal dan Tahun Baru,” kata Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru, Erika Retnowati dikutip dari siaran pers, Selasa (16/12/2025).

    Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika memastikan pasokan listrik dapat diakses merata oleh masyarakat. Khususnya, di daerah dengan tingkat mobilitas yang tinggi.

    “Pasokan energi harus benar-benar dapat diakses masyarakat, tidak hanya cukup secara angka, tetapi juga hadir di lapangan, termasuk di wilayah dengan mobilitas tinggi,” ujarnya.

    Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Wanhar menuturkan, pihaknya dan PT PLN (Persero) telah meningkatkan kesiapsiagaan selama periode siaga Nataru. Kementerian ESDM juga telah mengantisipasi potensi gangguan listrik sehingga masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman.

    “Sistem pembangkit, transmisi, dan distribusi dipastikan siap operasi serta pekerjaan pemeliharaan dibatasi untuk meminimalkan potensi gangguan pasokan listrik,” jelas Wanhar.

  • Beban Puncak Listrik Selama Nataru Diprediksi Sebesar 46.808 MW

    Beban Puncak Listrik Selama Nataru Diprediksi Sebesar 46.808 MW

    JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebagai Ketua Posko Nasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) untuk Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan beban puncak ketenagalistrikan selama Nataru sebesar 46.808 MW.

    “Prognosa kondisi pasokan tenaga listrik pada sistem kelistrikan Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar Indonesia Timur pada periode Natal 2025 dan tahun baru 2026 dalam kondisi aman,” ujar Ketua Posko Nataru ESDM, Erika Retnowati, Senin, 15 Desember.

    Adapun daya mampu pasok listrik diperkirakan sebesar 53.930 MW, sementara cadangan total di pembangkit tercatat sebesar 7.122 MW atau 15,2 persen.

    Hadir dalam kesempatan yang sama, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto membenarkan jika pembangkit PLN memiliki margin yang cukup besar sehingga pasokan listrik dipastikan aman.

    “Pembangkitan kami cukup mempunyai margin yaitu 7 GW, dan HOP (PLTU) di masing-masing pembangkit sepanjang 22 hari,” sambung Adi. 

    Adi menambahkan, pasokan gas untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) juga mencukupi selama 22 hari ke depan. Dengan jumlah ini, Adi memastikan pasokan ketenagalistrikan anak tetap aman selama periode Posko Nataru sektor ESDM.

    “Tentunya dari sisi kesiapan transmisi kami distribusi maupun sampai ke retail niaga ini semua siap,” tegas Adi.

  • Wahyudi Anas resmi menjadi Kepala BPH Migas 2025-2029

    Wahyudi Anas resmi menjadi Kepala BPH Migas 2025-2029

    Tujuan kami adalah bagaimana kami bisa membangun tim yang baik, terutama dalam pengelolaan, karena yang mengendalikan subsidi BBM adalah di BPH Migas.

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi melantik Wahyudi Anas menjadi Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), beserta anggota-anggota komitenya.

    “Tujuan kami adalah bagaimana kami bisa membangun tim yang baik, terutama dalam pengelolaan, karena yang mengendalikan subsidi BBM (bahan bakar minyak) adalah di BPH Migas,” ujar Bahlil ketika ditemui setelah melantik anggota Komite BPH Migas, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.

    Ia berpesan kepada Wahyudi selaku Ketua Komite sekaligus Kepala BPH Migas agar bisa membangun kerja sama tim yang solid.

    Selain mengendalikan subsidi BBM, ujar Bahlil, BPH Migas juga berperan dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi melalui pipa bagi masyarakat maupun dunia usaha.

    “Harapan kami ke depan bisa membangun kerja sama tim yang baik, ya,” kata Bahlil.

    Komisi XII DPR RI menunjuk Wahyudi Anas menjadi Kepala BPH Migas periode 2025-2029, menggantikan Erika Retnowati dalam “Fit and Proper Calon Ketua dan Anggota Komite BPH Migas”, di Jakarta, Senin (8/9).

    Sementara itu, Erika Retnowati terpilih untuk menjadi anggota Komite BPH Migas periode 2025-2029, bersama dengan tujuh orang lainnya, yakni Arief Wardono, Bambang Hermanto, Baskara Agung W, Eman Salman, Fathul Nugroho, Harya Adityawarman, dan Hasbi Anshory.

    Dalam paparan strategi dan inovasinya, Wahyudi menyampaikan penugasan jaringan gas (jargas) kepada badan usaha penerima alokasi gas bumi dengan dana sendiri.

    Kemudian, membuat peta jalan percepatan lelang WJD (Wilayah Jaringan Distribusi) yang terintegrasi dengan pengembangan demand industri dan diversifikasi BBM/LPG.

    Wahyudi juga akan memantau manajemen stok dan penyaluran BBM dan gas bumi dengan memanfaatkan teknologi informasi.

    Lebih lanjut, ia juga berencana untuk menetapkan toll fee jaringan gas bumi, termasuk tarif toll terintegrasi antarjaringan, untuk mendukung penerapan harga gas bumi di konsumen yang lebih kompetitif.

    Inovasi kelima yang Wahyudi usulkan adalah pengalokasian gas bumi kepada badan usaha niaga yang ditugaskan oleh pemerintah dalam pengembangan jaringan transmisi dan distribusi gas bumi.

    “Ini strategi dan inovasi periode kami ke depan,” kata Wahyudi.

    Wahyudi bercita-cita dapat meningkatkan ketahanan energi melalui peningkatan pasokan energi, yang meliputi BBM dan gas bumi; perluasan akses dan jangkauan; serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

    Berikut adalah daftar lengkap Komite BPH Migas untuk periode 2025-2029:

    Ketua Komite: Wahyudi Anas;
    Anggota Komite: Arief Wardono;
    Anggota Komite: Bambang Hermanto;
    Anggota Komite: Baskara Agung Wibawa;
    Anggota Komite: Eman Salman Arief;
    Anggota Komite: Erika Retnowati;
    Anggota Komite: Fathul Nugroho;
    Anggota Komite: Harya Adityawarman; dan
    Anggota Komite: Hasby Anshory.

    Pewarta: Putu Indah Savitri
    Editor: Budisantoso Budiman
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Lantik Anggota Komite BPH Migas, Ini Harapan Bahlil

    Lantik Anggota Komite BPH Migas, Ini Harapan Bahlil

    Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi melantik Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) periode 2025-2029. Adapun, pelantikan ini berlangsung pada Senin (10/11/2025) di Kantor Kementerian ESDM.

    Bahlil berharap, formasi baru di BPH Migas dapat memperkuat tata kelola di sektor hilir migas, terutama terkait pengendalian penyaluran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pengawasan jaringan pipa transmisi.

    “Jadi sekarang kita lantik ya tujuan kita adalah bagaimana kita bisa membangun tim yang baik, terutama dalam pengelolaan karena yang mengendalikan subsidi BBM itu kan adalah di BPH Migas termasuk di dalamnya adalah Pipa,” kata Bahlil ditemui usai pelantikan, Senin (10/11/2025).

    Menurut Bahlil, BPH Migas sendiri merupakan bagian dari keluarga besar Kementerian ESDM. Sehingga diperlukan koordinasi demi memastikan program subsidi tepat sasaran.

    “Mereka bagian daripada keluarga besar dan mempunyai hubungan kerja dengan ESDM. Jadi saya baru habis lantik harapan kita ke depan bisa membangun teamwork yang baik ya,” ujarnya.

    Berikut susunan lengkap anggota Komite BPH Migas periode 2025-2029 yang akan dilantik pada siang hari ini:

    Ketua Komite: Wahyudi Anas

    Anggota: Arief Wardono

    Anggota: Bambang Hermanto

    Anggota: Baskara Agung Wibawa

    Anggota: Eman Salman Arief

    Anggota: Erika Retnowati

    Anggota: Fathul Nugroho

    Anggota: Harya Adityawarman

    Anggota: Hasbi Anshory

    (pgr/pgr)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Bahlil Lantik 9 Anggota Komite BPH Migas, Ini Daftarnya

    Bahlil Lantik 9 Anggota Komite BPH Migas, Ini Daftarnya

    Jakarta

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik sembilan anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk periode 2025-2029. Pelantikan berlangsung tertutup di Kantor Kementerian ESDM hari ini, Senin (10/11).

    “Hari ini saya sudah melakukan pelantikan BPH Migas, karena BPH Migas sudah satu periode selesai, dan SK masa berlaku yang perpanjangan hari ini berakhir. Jadi saya lantik,” kata Bahlil saat ditemui usai pelantikan Komite BPH Migas, Senin (10/11/2025).

    Ia berhadap Komite BPH Migas yang baru dilantik dan mulai bertugas hari ini mampu bekerja sama dengan baik, terlebih mengingat badan ini memiliki tugas yang sangat penting yakni mengatur serta mengawasi penyediaan serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.

    “Tujuan kita adalah bagaimana kita bisa membangun tim yang baik, terutama dalam pengelolaan, karena yang memberikan subsidi BBM itu kan ada di BPH Migas dan mereka bagian daripada keluarga besar dan punya hubungan kerja dengan ESDM. Harapan kita ke depan bisa membangun team work yang baik,” terangnya.

    Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan Ketua dan Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada Selasa (23/9) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Wahyudi Anas ditetapkan untuk memimpin komite sebagai Ketua Komite BPH Migas.

    Pemilihan ketua dan anggota Komite BPH Migas dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat. Dalam proses ini disepakati 9 ketua dan calon anggota komite BPH Migas.

    Ketua dan Anggota Komite BPH Migas 2025-2029

    Ketua: Wahyudi Anas

    Anggota:

    – Arief Wardono
    – Bambang Hermanto
    – Baskara Agung Wibawa
    – Eman Salman Arief
    – Erika Retnowati
    – Fathul Nugroho
    – Harya Adityawarman
    – Hasbi Anshory

    Lihat juga Video ‘Kejagung soal Mafia Migas Riza Chalid Masih Buron’:

    (igo/fdl)

  • Menteri ESDM pastikan kualitas Pertalite di Jatim dalam kondisi baik

    Menteri ESDM pastikan kualitas Pertalite di Jatim dalam kondisi baik

    saya akan memantau karena mereka yang bertanggung jawab untuk urusan kualitas terhadap konsumen, dan penyaluran BBM untuk subsidi

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Jawa Timur dalam kondisi baik.

    Menurut dia, hasil uji laboratorium dari Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas Kementerian ESDM menunjukkan bahwa kualitas BBM jenis Pertalite di lokasi tersebut berada dalam kondisi baik.

    Hasil ini, dalam keterangannya, yang dikutip di Jakarta, Kamis, sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang sempat muncul beberapa waktu terakhir.

    “Di sini, saya pikir clear, karena ada dari Lemigas, kemudian dari Dirjen (Direktur Jenderal) Migas, ada Dirut (Direktur Utama) Pertamina Patra Niaga, yang punya tugas untuk menyediakan stok sampai kemudian menyalurkan. Ini Pak Ega Dirutnya (PT Pertamina Patra Niaga) dan Ibu BPH Migas, Ibu Erika, yang mengontrol stok dan penyaluran BBM subsidi,” ujar Bahlil saat mengecek kualitas BBM Pertalite di salah satu SPBU Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (29/10/2025).

    Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati, serta menjadi tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan penurunan kualitas BBM di sejumlah wilayah.

    Menteri Bahlil menyebut bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah menindaklanjuti laporan masyarakat di wilayah Lamongan, Gresik dan Tuban, Jatim, terkait kendaraan bermotor yang mengalami kendala seusai menggunakan BBM Pertalite.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah bersikap transparan terhadap hasil pengecekan di lapangan.

    “Saya akan melakukan rapat langsung di Kementerian ESDM untuk mengecek perkembangan apa yang menjadi kunjungan lapangan hari ini di lokasi-lokasi yang ditengarai, yang diinformasikan ada problem. Nanti, kalau ada apa-apa, kita sampaikan,” paparnya.

    Bahlil juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas BBM sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap kebutuhan energi masyarakat.

    Ia juga mengingatkan Pertamina Patra Niaga agar menjamin kualitas produk yang dijual di lapangan.

    “Kita meminta kepada Pertamina jangan main-main ya. Saya nggak main-main. Sekalipun BUMN, tapi saya akan memantau karena mereka yang bertanggung jawab untuk urusan kualitas terhadap konsumen, dan penyaluran BBM untuk subsidi,” sebutnya.

    Dalam kegiatan ini, Menteri ESDM turut pula didampingi Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.

    Stok BBM Terkendali

    Selain mendampingi Menteri ESDM, Erika Retnowati juga melakukan kunjungan ke Fuel Terminal (FT) Malang untuk memastikan stok dan pasokan BBM subsidi dan kompensasi tetap aman.

    Dalam kunjungan itu, Erika menegaskan pentingnya kesiapan pasokan menjelang periode akhir tahun.

    “Kita harus bisa memastikan bahwa Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti bisa berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. Stok BBM harus tersedia cukup hingga akhir tahun, penyaluran dan distribusinya berjalan lancar,” tambahnya.

    Erika juga mengingatkan bahwa faktor cuaca ekstrem dan kondisi geografis dapat menjadi tantangan dalam penyaluran energi.

    “Semoga kendala-kendala dalam penyediaan dan distribusi BBM tidak banyak terjadi. Kita harus memastikan stok BBM cukup karena dapat berdampak atau memunculkan kondisi atau isu-isu yang tidak kita inginkan,” harapnya.

    FT Malang, yang berdiri sejak 1947, memiliki 10 unit tangki dengan kapasitas total 6.987 kiloliter dan disuplai dari Integrated Terminal Surabaya, Jatim.

    BBM dari terminal ini disalurkan untuk 114 SPBU, 150 Pertashop, dan 1 stasiun pengisian diesel nelayan (SPDN), serta untuk kebutuhan industri dan instansi lain.

    Kunjungan ke terminal ini juga diikuti Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, Sales Area Manager Retail Malang Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Alam Kanda Winali, serta Fuel Terminal Manager Malang Doly Pratama Yudha.

    Pewarta: Kelik Dewanto
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.