Tag: Emil Elestianto Dardak

  • Kabar Baik! Jalur Kereta Api Madiun-Ponorogo Akan Diaktifkan Lagi

    Kabar Baik! Jalur Kereta Api Madiun-Ponorogo Akan Diaktifkan Lagi

    Bisnis.com, MADIUN—Pemerintah melalui Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, akan mengaktifkan kembali jalur kereta Madiun-Ponorogo setelah tidak berfungsi selama 41 tahun.

    Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan pengkajian untuk pengaktifan kembali jalur kereta api Madiun-Ponorogo sudah dilakukan oleh Ditjen Perkeretaapian pada 2022.

    “Nah ini reaktifasi jalur kereta api ini memang sudah dikaji oleh Ditjen Perkeretaapian pada 2022. Harapannya reaktifasi ini bisa dilakukan KA Madiun-Ponorogo yang berakhir di Slahung,” ujarnya dalam Sarasehan Pengembangan Kawasan Pawitandirogo di Madiun, Jawa Timur, Jumat (22/8).

    Menurutnya, destinasi terakhir di Slahung, Ponorogo, sudah mendekati Pacitan. Namun, sambungnya, kontur menuju ke Pacitan tidak mudah, apabila diperpanjang hingga Kota Seribu Goa itu, membutuhkan biaya tidak sedikit.

    Jika reaktivasi ini dilakukan, Emil berharap dapat meningkatkan destinasi wisata ke Ponorogo. Terlebih lagi saat ini ada Monumen Reog yang sedang dibangun dengan ketinggian melebihi Garuda Wisnu Kencana, Bali.

    “Jadi kalau keretaapi ini bisa direaktifasi mudah-mudahan akan semakin meningkatkan minat travelling di dalam kawasan Pawitandirogo [Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun dan Ponorogo],” tuturnya.

    Lebih lanjut, Emil melihat potensi yang diperoleh dari reaktifasi jalur kereta api Madiun-Ponorogo. Pertama, di Ponorogo terdapat pusat pendidikan terkemuka, yakni Pondok Modern Gontor.

    Kedua, terdapat lahan yang dapat digunakan pengembangan jalur alternatif kereta api. Ketiga, jalur kereta api eksisting masih ada, tetapi tertimbun tanah maupun bangunan. Keempat, terdapat banyak destinasi wisata.

    Akan tetapi, Wagub Jatim itu juga melihat ada permasalahan yang dihadapi dalam melakukan aktifasi jalur kereta Madiun-Ponorogo. “Jalur eksisting dalam perkotaan [Madiun-Ponorogo] sudah dipergunakan untuk perumahan, pertokoan, perkantoran.”

    Dia menambahkan beberapa stasiun yang akan disingahi jalur kereta api Madiun-Ponorogo tidak beda jauh dengan sebelumnya.

    Foto situasi stasiun kereta api jalur Madiun-Ponorogo pada saat masih aktif pada 1949./Arsip Nasional-Kellenbach, F.C./DLC

    Berikut ini stasiun yang akan dilewati jalur kereta api Madiun-Ponorogo:

    –       Stasiun Kanigoro

    –       Stasiun Pagotan

    –       Stasiun Ponorogo

    –       Stasiun Jetis

    –       Stasiun Balong

    –       Stasiun Slahung

    Jalur kereta api Madiun-Ponorogo dinonaktifkan pada 1984 setelah beroperasi lebih dari 77 tahun atau beroperasi sejak 1907. Jalur ini ditutup karena dinilai kalah bersaing dengan kendaraan bermotor.

    Jalur kereta api ini  digunakan untuk mengangkut hasil bumi, pedagang hingga penumpang era penjajahan Belanda. Hasil bumi yang diangkut dari Ponorogo dibawa ke sejumlah daerah hingga ekspor ke mancanegara.

  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) jadi Kunci Buka Akses Kawasan Pawitandirogo

    Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) jadi Kunci Buka Akses Kawasan Pawitandirogo

    Bisnis.com, JAKARTA – Sorak-sorai warga bergemuruh saat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono tiba di lokasi Merdeka Run, Komplek Museum Reog, Ponorogo, yang masih dalam proses pembangunan.

    Jalan menuju lokasi museum itu masih berupa batu dan tanah. Derap kaki ribuan pelari saat melintas membuat debu berterbangan memenuhi udara. Antusias warga cukup tinggi untuk mengikuti hajatan Merdeka Run. Dari 2.000 kuota yang disediakan panitia, sebanyak 32.000 orang menyerbu pendaftaran secara online.

    Museum Reog diharapkan menjadi magnet baru pariwisata Ponorogo, setelah kesenian daerah itu diganjar warisan budaya tak benda oleh Unesco pada pengujung tahun lalu. Namun, lokasi wisata yang terpencil dan infrastruktur yang buruk menjadi masalah baru.

    “Saya mau di ajak ke situ [Merdeka Run] biar melihat akses jalan yang masih berbatu. Biar ada perhatian dari Menko IPK,” ujar menteri yang biasa disapa AHY tersebut dalam Sarasehan Pengembangan Kawasan Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun dan Ponorogo (Pawitandirogo) di Madiun, Jawa Timur, Jumat (22/8/2025).

    Sarasehan menjadi acara penutup rangkaian acara Paguyuban Pawitandirogo, wadah bagi diaspora dari daerah tersebut, untuk sumbangsih membangun kawasan Mataraman itu.

    Adapun rangkaian acara dimulai dengan Merdeka Run di Ponorogo pada pagi hari. Kemudian dilanjutkan peresmian bukit sampah yang disulap menjadi tempat wisata di Desa Winongo, Madiun. Selanjutnya peresmian Kopdes Merah Putih di Nambangan Lor, Madiun.

    Dalam acara sarasehan, disampaikan kawasan Pawitandirogo dalam kondisi perkembangan ekonomi yang lambat terutama karena akses terkunci. Meskipun demikian, kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lewat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

    Acara yang juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Ketua Paguyuban Pawitandirogo yang juga Sekretaris Menko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Sekjen KEK Edwin Manangsang hingga para kepala daerah dari kawasan Mataraman, mengharapkan ada sinergi ekosistem wilayah.

    Kabupaten Ngawi yang memiliki ikon kawasan industri agrowisata, Magetan identik dengan UMKM, Madiun sebagai kota jasa, Ponorogo memiliki budaya adiluhung dan Pacitan terkenal dengan pantai serta goa perlu bersinergi dalam mengembangkan kawasan.

    “Perlu ada kolaborasi untuk mengembangkan kawasan ini. Apalagi tiap daerah memiliki kekhasan tersendiri, mari kita dorong bersama-sama,” kata AHY, anak Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang sebagai penggagas Paguyuban Pawitandirogo.

    Sementara itu, Emil Dardak menambahkan bahwa kawasan Pawitandirogo memiliki kontribusi ekonomi cukup signifikan bagi Jawa Timur. Apalagi, sambungnya, jumlah penduduk di kawasan itu mencapai 4,09 juta jiwa.

    “Dari enam daerah ini rata-rata PDRB-nya Rp20 triliun. Total lebih dari Rp100 triliun. Potensinya sangat besar dengan jumlah penduduk sebanyak itu,” ujarnya.

    Menurutnya, pemerintah provinsi terus mengembangkan akses ke kawasan Pawitandirogo itu. “Kami mau melakukan reaktivasi jalur kereta Madiun-Ponorogo yang mencapai Slahung. Ini sudah mendekati Pacitan.”

    Perlu Dukungan Pusat

    Kawasan Pawitandirogo ini memiliki luas lebih dari 6.000 km2, dengan sebagian besar wilayah berada di posisi geografis yang ‘kurang strategis’ karena berada di tengah pulau (land-lock), kecuali Pacitan di pinggir laut selatan, dan beberapa kabupaten tidak berada di jalur logistik utama Pulau Jawa, hanya Madiun dan Ngawi yang dilewati Tol Trans Jawa.

    Susiwijono menyampaikan dengan karakteristik seperti itu, pilihan terbaik adalah mengoptimalkan sektor pariwisata. Apalagi kawasan Pawitandirogo memiliki  banyak destinasi wisata, tetapi perlu infrastruktur dan integrasi destinasi.

    “Perlu dukungan infrastruktur dan konektivitas antar destinasi wisata, dan perlu integrasi antar lokasi wisata sehingga bisa lebih menarik wisatawan,” ujarnya.

    Selain itu, sambungnya, perlu dukungan program dan event dari pemerintah pusat untuk pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan, seperti program kegiatan dari Kementerian Pariwisata, untuk menjaga agar obyek wisata tetap hidup dan berkegiatan.

    “Perlu dukungan adanya event-event bertaraf nasional dan global yang bisa masuk di KEN [Karisma Event Nusantara] di Kementerian Pariwisata.”

    Dia menambahkan kawasan khusus juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, seperti KEK di Gresik dan di Singhasari. Hal itu dapat mendorong perekonomian daerah dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

    Sependapat dengan Susiwijono, Edwin Manangsang menyampaikan bahwa kawasan ekonomi khusus bakal mendapatkan keringanan fasilitas fiskal dan non-fiskal dari pemerintah, sehingga mempunyai daya saing untuk menarik investasi.

    “Perlu dikembangkan juga kawasan khusus yang tidak hanya berbasis industri, tetapi bisa sektor jasa pariwisata, saya tantang kepala daerah di sini untuk mewujudkan itu,” ujarnya.

  • SPPG 2 Polresta Sidoarjo siap layani 7.363 siswa program MBG

    SPPG 2 Polresta Sidoarjo siap layani 7.363 siswa program MBG

    “Nantinya SPPG 2 Polresta Sidoarjo yang didirikan di Kecamatan Porong, Sidoarjo, ini akan memberi pelayanan terhadap seluruh siswa dari rentang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),”

    Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2 Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo siap melayani kebutuhan gizi 7.363 siswa di wilayah setempat dalam mendukung program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Kepala Polresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Christian Tobing menyatakan dapur SPPG 2 Polresta Sidoarjo yang diresmikan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tersebut akan melayani siswa di 27 sekolah di wilayah sekitar lokasi dapur SPPG.

    “Nantinya SPPG 2 Polresta Sidoarjo yang didirikan di Kecamatan Porong, Sidoarjo, ini akan memberi pelayanan terhadap seluruh siswa dari rentang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” kata Tobing di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.

    Menurut Tobing, Polresta Sidoarjo telah menyiapkan dua dapur SPPG demi mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto itu.

    Ia menjelaskan dapur SPPG 1 Polresta Sidoarjo yang berlokasi di gedung eks Markas Polresta Sidoarjo di Kecamatan Cemengkalang, Sidoarjo, ini sedang dalam tahap pembangunan.

    Nantinya SPPG 1 Polresta Sidoarjo akan melayani kebutuhan gizi bagi 3.405 siswa di sembilan sekolah di wilayah Sidoarjo.

    Tobing pun memastikan SPPG 2 Polresta Sidoarjo akan segera beroperasi dalam waktu dekat demi membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa di Sidoarjo.

    Dalam lingkungan dapur SPPG 2 Polresta Sidoarjo tersebut, Tobing menuturkan terdapat pula Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang berisikan tanaman-tanaman bergizi dan juga kandang ayam petelur serta kolam ikan lele.

    Ia menyatakan P2B ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan dapur SPPG dalam menyiapkan sumber makanan berkualitas bagi siswa.

    Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut Kapolri juga melaksanakan peletakan batu pertama atas pembangunan 13 SPPG Polri di wilayah yurisdiksi Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

    Selain itu, Kapolri bersama Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak, Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Nanang Avianto, beserta jajaran juga menyapa warga yang hadir dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Polda Jatim di rangkaian kegiatan yang sama.

    Program GPM tersebut memberikan akses kepada masyarakat melalui pasar murah yang memungkinkan warga memperoleh barang kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak, gula dan sebagainya dalam harga yang murah.

    Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah/Fahmi Alfian
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Emil Dardak ajak berikan penghormatan tertinggi untuk Merah Putih

    Emil Dardak ajak berikan penghormatan tertinggi untuk Merah Putih

    “Kita tahu tidak ada yang sempurna, termasuk insan yang mengabdi di berbagai lini. Karena itu, pemerintah provinsi senantiasa membuka telinga, membuka mata, membuka hati untuk segala masukan perbaikan,”

    Surabaya (ANTARA) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak masyarakat memberikan penghormatan tertinggi kepada bendera Merah Putih sekaligus memperkuat komitmen memperbaiki pelayanan publik dalam momentum peringatan HUT ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia.

    “Kita tahu tidak ada yang sempurna, termasuk insan yang mengabdi di berbagai lini. Karena itu, pemerintah provinsi senantiasa membuka telinga, membuka mata, membuka hati untuk segala masukan perbaikan,” ujar Emil usai upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya, Minggu.

    Ia menilai semarak perayaan diisi ribuan pelajar yang membentangkan kain Merah Putih sepanjang lapangan menjadi simbol nyata kebanggaan masyarakat terhadap tanah air.

    Selain itu, penampilan kolosal taruna, pelajar, dan kelompok drum band juga menampilkan potret semangat generasi muda Jawa Timur dalam menjaga nilai kebangsaan.

    “Penghormatan kepada Merah Putih haruslah setinggi-tingginya, karena untuk mengibarkannya para pahlawan kita sudah mengorbankan darah mereka. Dari pengorbanan itu kita bisa menikmati kemerdekaan Indonesia yang kini sudah berusia 80 tahun,” katanya.

    Emil juga menekankan bahwa momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat untuk memperkuat rasa manunggal antara pemerintah dan masyarakat.

    Menurut dia, capaian pembangunan tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari guru, tenaga kesehatan, petani, hingga pekerja lapangan yang setiap hari berjuang demi kemajuan bangsa.

    “Kita perlu mengapresiasi guru, tenaga kesehatan, para pekerja infrastruktur, penyuluh pertanian, dan semua yang berjerih payah. Mereka bagian penting dari kemajuan bangsa. Namun kita juga tidak boleh berpuas diri, tantangan selalu ada dan harus dijawab dengan kerja lebih baik lagi,” katanya.

    Menanggapi pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menyinggung capaian kemiskinan nasional, Emil menjelaskan bahwa persentase kemiskinan Jawa Timur sudah menurun hingga berada di angka satu digit.

    Meski demikian, jumlah absolutnya tetap besar karena populasi di provinsi ini juga besar.

    “Persentase penting sebagai ukuran, karena kalau kerja tidak diukur sama saja seperti berjalan tanpa peta dan tanpa kompas. Kalau strateginya betul, kita genjot. Kalau belum efektif, kita sempurnakan. Tapi ini belum selesai, justru makin menantang,” katanya.

    Strategi pengentasan kemiskinan, lanjut Emil, dilakukan dengan pendekatan by name by address atau identifikasi detail setiap warga miskin sesuai nama dan alamat.

    Menurut dia, pendekatan itu memungkinkan pemerintah memahami tantangan spesifik setiap kelompok, baik petani, pedagang kaki lima, pekerja kota, lansia, maupun warga usia produktif.

    “Penyesuaian ini membuat penanganan kemiskinan tidak bisa hanya jadi urusan Dinas Sosial, tetapi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bergerak bersama. Karena itu Presiden sudah menekankan pentingnya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSEN) agar tidak ada perbedaan data antar-dinas,” ujarnya.

    Ia menambahkan dengan basis data yang tunggal, pemerintah bisa memastikan program benar-benar menyasar warga yang berhak.

    “Kalau ada program di satu desa, tapi warga miskin yang terdata tidak mendapat dampak, artinya program belum menyentuh kemiskinan itu sendiri. Ini yang harus diperbaiki,” katanya.

    Pewarta: Willi Irawan
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sekjen Demokrat Luruskan Isu Siapkan AHY di Pilpres 2029: Fokus Kami Dukung Pemerintahan Prabowo – Page 3

    Sekjen Demokrat Luruskan Isu Siapkan AHY di Pilpres 2029: Fokus Kami Dukung Pemerintahan Prabowo – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron meluruskan isu Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono akan maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Wacana mengusung AHY di Pilpres 2029 itu disebut-sebut muncul saat Rakerda Partai Demokrat Jatim.

    Herman mengatakan, fokus partai saat ini adalah menyukseskan pemerintahan Prabowo Subianto lima tahun ke depan. Dia mengklaim, Demokrat belum memikirkan peluang AHY maju Pilpres 2029.

    “Tidak ada pembahasan Pilpres dalam forum kami. Fokus Demokrat jelas bekerja untuk rakyat, mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dan memastikan program-programnya berjalan sukses,” kata Herman dalam keterangannya, Kamis (14/8/2025).

    Menurutnya, semangat menjaga popularitas dan eksistensi AHY bukanlah sinyal politik untuk menyiapkan diri menuju Pilpres, melainkan energi positif yang mempersatukan kader.

    “Popularitas dan kepemimpinan AHY menjadi motivasi bagi kami — bukan untuk memulai kompetisi Pilpres, tapi untuk memperkuat barisan, merapatkan langkah, dan memenangkan hati rakyat,” jelasnya.

    Selain AHY, Herman juga meluruskan isu menyiapkan Emil Dardak sebagai calon Gubernur Jawa Timur di Pilkada mendatang. Dia menegaskan, Demokrat berdiri teguh mendukung kepemimpinan Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil Dardak.

    “Kami ingin Jawa Timur menjadi etalase keberhasilan kerja sama pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.

    Herman memastikan partai berlambang bintang mercy ini solid untuk bekerja bagi bangsa dan negara. “Demokrat adalah partai yang solid, fokus bekerja, dan berdiri di garis terdepan untuk keberhasilan bangsa. Politik bagi kami adalah tentang karya, bukan sekadar wacana,” tutup Herman.

    Masa mudik hari raya Idulfitri atau lebaran 2025 telah tiba. Pemerintah dan lembaga terkait seperti Korlantas Polri dan Jasa Raharja telah berkoordinasi agar arus mudik dan arus balik lebaran aman, nyaman, dan lancar.

  • Bocoran Aturan Sound Horeg di Jatim, Ada Batasan Volume dan Kendaraan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        7 Agustus 2025

    Bocoran Aturan Sound Horeg di Jatim, Ada Batasan Volume dan Kendaraan Surabaya 7 Agustus 2025

    Bocoran Aturan Sound Horeg di Jatim, Ada Batasan Volume dan Kendaraan
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut, Surat Edaran (SE) mengenai aturan Sound Horeg dalam waktu dekat akan ditandatangani.
    Dia enggan menjelaskan detail apa saja yang diatur dalam SE tersebut, dia hanya membocorkan bahwa SE akan mengatur batasan volume dan kendaraan yang digunakan.
    “Salah satunya yang diatur adalah volume, dan kendaraan yang digunakan. Semua aturan tersebut sebenarnya sudah ada rujukan aturan hukumnya, hanya saja nanti sebagai penguatan,” katanya dikonfirmasi, Kamis (7/8/2025).
    Menurutnya, detail aturan nanti akan disampaikan oleh Polda Jatim. Aturan-aturan yang ada dalam SE sudah dibahas dalam forum Forkopimda Jatim.
    “Dalam forum tersebut kami sepakat bahwa sound horeg memiliki dampak multi-dimensi. Tidak hanya soal ekonomi, tapi juga sosial, dan juga kesehatan,” tuturnya.
    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengeluarkan fatwa khusus untuk menyikapi fenomena sound horeg yang marak di beberapa daerah di Jatim.
    Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg itu ditandatangani pada 12 Juli 2025. Dalam pembahasan ketentuan hukum, ada 6 poin yang dijelaskan.
    Beberapa di antaranya menyebut sound horeg haram karena membahayakan kesehatan dan berpotensi  merusak fasilitas umum.
    Poin lainnya juga mengharamkan battle sound atau adu sound karena dinilai menimbulkan mudarat dalam hal ini kebisingan melebihi ambang batas dan berpotensi
    tabdzir
    dan
    idha’atul mal
    (menyia-nyiakan harta).
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Video: Investasi Ala Wagub Emil Dardak Biar Sukses Sejak Muda

    Video: Investasi Ala Wagub Emil Dardak Biar Sukses Sejak Muda

    Jakarta, CNBC Indonesia- Transmedia bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar Financial Festival pada 6-7 Agustus 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya. Acara ini menjadi bagian dari edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan yang diharapkan mendorong kesadaran masyarakat termasuk generasi muda untuk bijak dalam pengelolaan keuangan.

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dalam Busnisess Talks menyampaikan pentingnya anak muda untuk memiliki tujuan dalam merencakan masa depan termasuk keuangan. Ada 2 hal yang penting yang harus dimiliki anak muda agar sukses yakni keberanian dan memanfaatkan kesempatan yang ada

    Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung serta Chief Economist LPS, Muhammad Rifqi dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dalam LPS Financial Festival di CNBC Indonesia (Rabu, 06/08/2025)

  • Video: Simak! Pesan Chairul Tanjung ke Anak Muda Yang Mau Cepet Kaya

    Video: Simak! Pesan Chairul Tanjung ke Anak Muda Yang Mau Cepet Kaya

    Jakarta, CNBC Indonesia- Transmedia bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar Financial Festival pada 6-7 Agustus 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya. Acara ini menjadi bagian dari edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan yang diharapkan mendorong kesadaran masyarakat termasuk generasi muda untuk bijak dalam pengelolaan keuangan.

    Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung dalam Business Talks memberi pesan penting bagi generasi muda dalam meraih kesuksesan secara cepat. CT mengatakan tidak ada hal instan untuk mewujudkan keberhasilan dan keuntungan finansial, karena harus diraih secara bertahap.

    Anak muda harus belajar yang baik dan mengikuti ragam organisasi sebagai langkah awal meraih kesuksesan untuk belajar bagaimana membangun kepimpinan, networking dan manajemen belajar mulai mencari uang.

    Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung serta Chief Economist LPS, Muhammad Rifqi dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dalam LPS Financial Festival di CNBC Indonesia (Rabu, 06/08/2025)

  • Video: LPS Ajak Anak Muda Rajin Menabung di Bank, Ini Loh Manfaatnya

    Video: LPS Ajak Anak Muda Rajin Menabung di Bank, Ini Loh Manfaatnya

    Jakarta, CNBC Indonesia- Transmedia bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar Financial Festival pada 6-7 Agustus 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya. Acara ini menjadi bagian dari edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan yang diharapkan mendorong kesadaran masyarakat termasuk generasi muda untuk bijak dalam pengelolaan keuangan.

    Dalam Business Talks LPS Financial Festival 2025, Chief Economist LPS, Muhammad Rifqi menyampaikan sejumlah strategi pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% menuju Indonesia Emas 2045.

    LPS dalam mendorong pertumbuhan ekonomi RI terus mendorong literasi keuangan RI untuk dapat memanfaatkan layanan keuangan untuk mendukung perekonomian, termasuk menabung yang bisa membantu pergerakan ekonomi lewat penyaluran kredit.

    Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung serta Chief Economist LPS, Muhammad Rifqi dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dalam LPS Financial Festival di CNBC Indonesia (Rabu, 06/08/2025)

  • Sarjana Usia 19 Tahun, Emil Dardak Ungkap Peran Ayah Prabowo

    Sarjana Usia 19 Tahun, Emil Dardak Ungkap Peran Ayah Prabowo

    Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak memaparkan pengalamannya menimba ilmu dan meniti karier di pemerintahan. Meskipun berhasil menjadi pejabat dalam usia muda, ia menegaskan bahwa tidak ada kesuksesan yang instan.

    “Orang pikir, Emil ini semua serba instan. Sebenarnya tidak semudah itu,” katanya dalam acara LPS Financial Festival 2025, Rabu (6/8/2025).

    Salah satu teladan Emil dalam mengejar kesuksesan adalah Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah Presiden RI Prabowo Subianto yang pernah menjadi menteri keuangan RI.

     “Sarjana juga tidak instan, saya planning dari usia 14 tahun. Saya baca bukunya ayahnya Pak Prabowo, beliau dapat doktor usia 26 tahun. Saya pengin 23-24 tahun, makanya 19 tahun selesai setara sarjana,” katanya.

    Namun, di tengah masa kuliah, Emil mengaku punya ambisi baru. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk bergabung dalam tim yang mempersiapkan konferensi infrastruktur Asia Pasifik.

    Dalam tim tersebut, ia mengumpulkan data dan hasil diskusi dalam konferensi-konferensi sebelumnya dan menyusunnya dalam sebuah file Excel kemudian disimpan dalam sebuah flash disk. 

    “Sewaktu-waktu, pejabat eselon panik. Menteri saat itu ingin ada deklarasi menteri-menteri seasia pasifik,” kata Emil. “Saya waktu itu nekat, angkat tangan. Pak saya punya sesuatu. Saya colok.”

    Arsip yang dikumpulkan Emil ternyata sangat berguna untuk deklarasi tersebut. Emil kemudian dipindah dari tim administrasi ke tim “inti” yang diisi oleh pakar dan pejabat.

    “Kalau saya enggak angkat tangan, enggak ada yang tahu. Tapi kalau angkat tangan saja cuma dikenal modal nekat. Jadi persiapan perlu, walaupun kesempatan enggak tahu kapan datang,” kata Emil.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]