Tag: Emil Elestianto Dardak

  • Pemprov Jatim catat 10 ribu UMKM dapat pendampingan literasi digital

    Pemprov Jatim catat 10 ribu UMKM dapat pendampingan literasi digital

    Situbondo (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak lebih dari 10 ribu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah mendapatkan pendampingan literasi digital sehingga mampu beradaptasi dalam menghadapi persaingan toko modern.

    Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan pemerintah provinsi telah memfasilitasi pelaku UMKM memasarkan produknya secara digital termasuk foto dan video produk juga difasilitasi.

    “Semua program untuk UMKM di Jatim sudah paripurna, apalagi DPRD sudah menyetujui dana bergulir ada tambahan signifikan bagi UMKM, angkanya capai ratusan miliar,” kata Wagub Emil Dardak saat kunjungan kerja ke Situbondo, Jawa Timur, Selasa.

    Dalam pemberian pendampingan literasi digital bagi pelaku UMKM di Jawa Timur, lanjut dia, melibatkan sejumlah anak muda yang memiliki kemampuan digitalisasi.

    Menurut Emil Dardak, anak muda yang memiliki kemampuan digitalisasi memberikan pendampingan kepada UMKM memasarkan produk mereka secara digital dengan baik, dan foto/video produk lebih menarik.

    “Jadi Pemprov Jatim sudah memfasilitasi semuanya untuk penguatan produk UMKM. Seperti yang saya sampaikan sudah paripurna, mulai dari produknya harus unggul, pemasaran tepat serta juga ada pembiayaan,” kata Wagub Emil Dardak.

    Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan pendampingan literasi digital bagi UMKM sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang teknologi digital.

    Program ini diharapkan dapat memberdayakan UMKM dalam menghadapi era digital, meningkatkan daya saing serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

    ​​​​​​​

    Pewarta: Novi Husdinariyanto
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ratusan Relawan Baguss Jatim Bersih-bersih Sisa Kebakaran Grahadi

    Ratusan Relawan Baguss Jatim Bersih-bersih Sisa Kebakaran Grahadi

    Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan relawan Barisan Gus dan Santri (Baguss) Jatim melakukan aksi bersih-bersih lima ruangan di sisi Barat Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (7/9/2025) sejak pukul 08.00 pagi hingga malam nanti.

    Ruangan yang dibersihkan itu terdiri dari ruang kerja Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, ruang kerja Kabiro Umum Yanuar Rachmadi, ruang protokoler, ruang Kabag Rumah Tangga dan stafnya serta Gudang milik Biro Umum.

    Acara ini dihadiri Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur I Nyoman Gunadi, Ketua Barisan Gus dan Santri (Baguss) Jatim Gus Zakariah dan Sekreraris Baguss Jatim Gus Mohaimin.

    Serta juga dihadiri Sekjen Baguss Pusat, Gus Yusuf Hidayat dan KH Hakim Rofiqi, Ketua Baguss Kabupateh Bojonegoro.

    “Ada 117 orang relawan Baguss Jatim yang ikut kegiatan bersih-bersih di Grahadi pasca dibakar oknum massa pendemo ini. Kami mewakili hampir seluruh pesantren yang ada di Jawa Timur mengenang bahwa gedung sejarah di Jawa Timur ini perlu dijaga kelestariannya, perlu dirawat dengan senang hati dengan penuh rasa jiwa ksatria. Tentunya santri adalah mencerminkan sebuah akhlak, segala-galanya akhlak ada di jiwanya santri,” ujar Sekretaris Baguss Jatim, Gus Mohaimin kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (7/9/2025).

    “Kami hadir pada hari Minggu ini. Kami terpanggil secara hati nurani untuk membersihkan gedung yang pernah diperjuangkan oleh para pahlawan-pahlawan yang dulu, yang membuat Indonesia menjadi merdeka. Kecintaan kepada tanah air adalah sebagian dari iman. Itu yang dikumandangkan oleh para kiai-kiai sepuh Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lainnya,” imbuhnya.

    Gus Mohaimin menambahkan, sebanyak 117 orang itu terdiri dari 17 pengasuh pondok sekaligus pengurus Baguss dan 100 murid, murni adalah dari santriwati dan santri laki-laki.

    “Hari ini kami ingin tuntaskan sampai nanti malam. Ini karena besok harus dilakukan pemeliharaan lanjutan oleh Dinas PU Cipta Karya Pemprov Jatim. Di sini juga hadir Pak Nyoman selaku kepala dinas yang mendampingi para santri, ada juga dari tim ahli cagar budaya. Sehingga, kita bukan hanya membersihkan, tapi mengamankan. Aset-aset yang ada di gedung ini termasuk aset sejarah. Baik paku, genteng dan seterusnya karena banyak yang tertimbun, tapi Alhamdulillah banyak aset-aset sejarah cagar budaya masih terlindungi dan tidak mengurangi nilai perjuangan para pahlawan Indonesia. Merdeka, Merdeka, Merdeka. Terima kasih,” pungkasnya. [tok/aje]

  • DMI Jatim 2025-2030 Dilantik, JK Soroti Peran Masjid untuk Ekonomi Umat

    DMI Jatim 2025-2030 Dilantik, JK Soroti Peran Masjid untuk Ekonomi Umat

    Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur resmi dilantik di Gedung Islamic Center Surabaya pada Sabtu (6/9/2025), menandai awal masa khidmat 2025-2030.

    Acara pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum DMI sekaligus Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

    Ribuan undangan yang terdiri dari takmir masjid, pengurus masjid dari berbagai daerah di Jawa Timur, perwakilan PD DMI se-Jatim, serta berbagai organisasi Islam lainnya memadati lokasi acara. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi DMI Jatim untuk menegaskan komitmen dalam memakmurkan masjid dan meningkatkan peran strategisnya di masyarakat.

    Dr. KH. Sudjak, M.Ag., terpilih sebagai Ketua DMI Provinsi Jawa Timur untuk periode 2025-2030 melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar pada 25 Mei lalu di Hotel Aria Centra Surabaya. Pemilihan dilakukan secara aklamasi, mencerminkan kepercayaan dan dukungan penuh dari seluruh peserta Muswil terhadap kepemimpinan KH. Sudjak.

    Selain KH. Sudjak, Drs. H. Suhadi dilantik sebagai sekretaris dan Hj. Nur Syamsiah, S.H., M.H sebagai bendahara PW DMI Jatim.

    Dalam sambutan usai pelantikan, KH. Sudjak menekankan bahwa amanah ini adalah tanggung jawab besar untuk terus memakmurkan masjid dan memposisikannya sebagai pusat dakwah, pendidikan, serta penguatan ukhuwah Islamiyah.

    “Kita harus bergerak bersama, menjadikan DMI sebagai motor penggerak kemajuan umat di Jawa Timur,” tegas KH. Sudjak saat ditemui di Aula Islamic Center Surabaya.

    KH. Sudjak juga mengajak seluruh anggota PW DMI Jatim untuk lebih menekankan fungsi-fungsi masjid, khususnya di seluruh wilayah Jawa Timur. Program-program unggulan yang akan diprioritaskan meliputi Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM), Masjid Award yang sudah berjalan, serta pembentukan Ekosistem Industri Halal yang akan segera dijalankan.

    “Program-program ini adalah bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas dan peran masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam di Jawa Timur,” jelas KH. Sudjak.

    Sementara itu, Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla, dalam pidatonya menyoroti pentingnya peran masjid dalam memajukan ekonomi umat. Ia menekankan bahwa masjid seharusnya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

    “Kemajuan beragama kita di Indonesia tercermin dari jumlah masjid yang terus bertambah. Masjid harus berfungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kemajuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

    JK menambahkan, DMI akan terus memberikan semangat kepada masyarakat untuk bergerak, bekerja, dan menjalankan ekonomi yang maju. Semangat dakwah juga harus berbicara tentang muamalah, bukan hanya tentang ibadah.

    Dengan pelantikan ini, PW DMI Jatim diharapkan dapat segera menjalankan program-programnya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat Islam di Jawa Timur, khususnya dalam bidang keagamaan, sosial, dan ekonomi. (tok/kun)

  • Penjarah Gedung Grahadi Diamankan, Lukisan Pakde Karwo Jadi Barang Bukti

    Penjarah Gedung Grahadi Diamankan, Lukisan Pakde Karwo Jadi Barang Bukti

    Surabaya (beritajatim.com) – Beritajatim.com mendapatkan video secara eksklusif dari sumber kepolisian. Yakni, seorang pemuda berusia 21 tahun yang memanfaatkan momentum saat Gedung Negara Grahadi Surabaya sisi barat dibakar oleh massa pendemo yang anarkis pada Sabtu (30/8/2025) malam.

    “Yang mencuri lukisan di Grahadi sudah kutangkap. Lukisannya bergambar Pakde Karwo (mantan Gubernur Jatim dua periode) yang berjenis lukisan karikatur. Identitas pelaku berinisial HAS, warga Sidonipah, Simolawang, Surabaya. KTP Sidonipah kelahiran tahun 2004,” ujar sumber kepolisian kepada Beritajatim.com, Kamis (4/9/2025).

    Polisi ini mengaku baru mengamankan satu orang pelaku penjarahan di Gedung Negara Grahadi saat terbakar. “Baru satu orang yang kami amankan di Polrestabes Surabaya. Ini karena ada bukti dia membawa lukisan itu seperti di video yang kami dapat,” tuturnya.

    Nantinya, pihak kepolisian akan mengembalikan lukisan Pakde Karwo ke Gedung Negara Grahadi Surabaya.

    Pengamatan beritajatim.com selama menjadi jurnalis yang bertugas di Grahadi, banyak lukisan juga di ruang kerja Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak. Mungkin ada sekitar 10 lukisan. Tidak diketahui kemana lukisan-lukisan itu hingga saat ini. Apakah ikut terbakar atau sempat dijarah sebelum ruang kerja terbakar habis?

    Kuat dugaan lukisan Pakde Karwo tersebut berada di ruangan Gudang Biro Umum di lantai atas yang terbakar habis.

    Tangkapan layar video pelaku penjarahan lukisan Pakde Sukarwo dari Gedung Grahadi.

    Dalam video penjarahan yang didapat beritajatim.com, seorang perekam video yang juga merupakan massa aksi mengatakan cair cair kepada pelaku penjarahan lukisan Pakde Karwo tersebut. “Wow, cair cair,” ujarnya.

    Pelaku HAS pun menjawab, “Cair cair. Ayo pak sampeyan tuku seket ewu nggak popo ayo (ayo pak anda beli Rp50 ribu tidak apa-apa ayo)”.

    Jawaban pelaku penjarahan ini tidak sekadar guyonan. Mereka ternyata lebih membutuhkan uang Rp50 ribu, dibandingkan lukisan bernilai seni sangat tinggi. Secara logika mana ada lukisan seharga Rp50 ribu lengkap dengan frame pigoranya. Apalagi lukisan itu berukuran besar dan merupakan gambar mantan Gubernur Jatim Soekarwo, yang menjabat selama dua periode.

    Menanggapi ditangkapnya pelaku penjarahan di Gedung Grahadi Surabaya, Kepala Biro Umum Setdaprov Jatim, Yanuar Rachmadi mengapresiasi kinerja kepolisian yang berhasil mengamankan pelaku. “Saya perkirakan penjarah mengambil lukisan itu di gudang Biro Umum yang bersebelahan dengan Musala dan Pressroom, belakang ruang kerja Wagub Jatim,” tuturnya.

    Menurut Yanuar, penjarah tidak sempat mengambil barang-barang lukisan yang terpasang di dinding ruangan Wagub Jatim. Ini karena api sudah membesar dan asapnya hitam pekat.

    “Mereka jelas sesak napas kalau maksa masuk. Awalnya saya sempat menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) untuk memadamkan ruangan wagub dari dalam, ternyata api sudah membesar. Barang-barang elektronik, souvenir-souvenir batik dan alat pembersih udara (air purifier) yang disimpan di ruangan saya habis terbakar, tinggal ragangannya semua. Artinya, mereka nggak sempat menjarah barang-barang elektronik di ruangan Kepala Biro Umum dan Gudang, yang bersebelahan dengan ruang kerja wagub,” jelasnya.

    Hanya saja, Yanuar mendapatkan info bahwa komputer sebanyak 6 unit, printer 1 unit dan TV di ruangan pressroom (ruang kerja wartawan) ikut terjarah dan dibakar di luar Grahadi. Selain itu, juga terdapat dua sepeda motor yang berada di parkiran samping pressroom dibakar massa. “Mereka mau menyeret keluar sepeda motor itu untuk dibakar di luar, tapi dikejar sama aparat TNI. Akhirnya motor dibakar di area parkiran, samping pressroom. Satu motor terbakar habis, satu motor terbakar sedikit,” jelasnya.

    Total ada lima ruangan yang terbakar di sisi barat Grahadi menjadi korban keberingasan massa perusuh. Ruangan itu adalah ruang kerja wagub, ruang kerja Kabiro Umum, gudang Biro Umum, ruang kerja Protokoler Grahadi dan ruangan Staf Bagian Rumah Tangga Biro Umum.

    “Pressroom, Mushola dan gudang dalam aman nggak terbakar. Api dari atas genteng. Posisi pressroom ada di dalam lorong yang terlindungi dek beton atas. Tempat istirahat staf Biro Umum di lantai dua ikut terbakar sebagian,” pungkasnya. (tok/ian)

  • VIDEO: Menyentuh! Pesan Wagub Emil Dardak Soal Perusuh di Surabaya

    VIDEO: Menyentuh! Pesan Wagub Emil Dardak Soal Perusuh di Surabaya

    Wagub Jatim Emil Dardak mengungkap, lebih dari 50 pelaku kerusuhan dan pembakaran Gedung Negara Grahadi adalah anak di bawah umur. Mereka tidak punya motif politik, hanya ikut-ikutan dan diduga diperdaya pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Y

    OlehYoga NugrahaDiperbaharui 03 Sep 2025, 02:02 WIB

    Diterbitkan 02 Sep 2025, 16:37 WIB

  • Hadiri Haul KH Abdul Hamid Pasuruan, Wagub Emil Ajak Warga Jaga Kondusivitas

    Hadiri Haul KH Abdul Hamid Pasuruan, Wagub Emil Ajak Warga Jaga Kondusivitas

    Pasuruan (beritajatim.com) – Ribuan umat dari berbagai daerah tumpah ruah di Kota Pasuruan untuk mengikuti haul ke-44 KH Abdul Hamid, Selasa (2/9/2025). Suasana khidmat dan penuh doa terasa sejak awal acara hingga selesai.

    Acara haul ini dihadiri tokoh penting, mulai dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak hingga Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. Kehadiran pejabat daerah maupun provinsi semakin menambah kekhidmatan jalannya peringatan.

    Dalam sambutannya, Emil menyampaikan pesan agar masyarakat selalu optimistis menyongsong masa depan. “Bangsa ini bisa menjadi lebih baik jika kita bersama-sama menjaga dan merawatnya,” ujarnya.

    Emil juga menyinggung maraknya kabar menyesatkan yang beredar di media sosial. Bahkan kabar tersebut bisa memiliki risiko besar jika masyarakat tidak pintar-pintar dalam menyaring informasi.

    Ia menekankan, penyampaian aspirasi tetap diperbolehkan selama dilakukan dengan bijak. Tak hanya itu, Mas Emil sapaannya juga mengatakan bahwa dirinya memperbolehkan mengkritik, namun tetap dalam prosedur tanpa adanya kericuhan.

    Selain itu, Emil mengingatkan pentingnya menjaga keamanan demi keberlangsungan ekonomi warga. “Kondisi yang tidak kondusif bisa mengganggu penghasilan masyarakat kecil, termasuk para pedagang,” jelasnya.

    Di penghujung sambutannya, Emil mendoakan keberkahan bagi seluruh jamaah yang hadir. “Semoga kita semua mendapat barokah dari Romo KH Abdul Hamid,” pungkasnya.

    Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, juga menegaskan nilai penting dari haul tersebut. “Haul KH Abdul Hamid mengajarkan kita untuk menumbuhkan kebersamaan dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

    Mas Adi berharap, momen haul menjadi semangat baru bagi masyarakat Kota Pasuruan. Momentum ini dilakukan untuk terus menjaga persatuan dan ketentraman Kota Pasuruan.

    Setiap tahun, haul KH Abdul Hamid selalu menjadi magnet bagi jamaah dari dalam dan luar kota. Kehadirannya bukan hanya sebagai ajang doa, melainkan juga perekat silaturahmi antarumat. (ada/but)

  • Emil Dardak: Pemprov Jatim Utamakan Perbaikan Fasilitas Publik dan Inventarisasi Aset Rusak

    Emil Dardak: Pemprov Jatim Utamakan Perbaikan Fasilitas Publik dan Inventarisasi Aset Rusak

    Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa pemerintah provinsi kini fokus pada inventarisasi aset dan fasilitas publik yang rusak.

    Hal itu dia sampaikan usai Paripurna DPRD Jatim terkait Penyampaian Laporan Komisi-Komisi atas Pembahasan Raperda Perubahan APBD 2025, Selasa (2/9/2025). “Lagi diinventarisasi,” kata Emil saat ditanya soal aset yang mengalami kerusakan.

    Menurut Emil, yang menjadi perhatian utama pemprov adalah fasilitas umum yang digunakan langsung oleh masyarakat. Dia menyebut perbaikan untuk kepentingan publik harus menjadi prioritas awal. “Nah, nanti dulu. Yang penting fasilitas umum masyarakat. Saya lebih khawatir ada dua hal yang utama. Satu yang digunakan oleh publik karena itu yang harus duluan kita benerin. Jadi yang masyarakat ini menggunakan,” jelas Emil.

    Selain fasilitas publik, Emil menegaskan pentingnya menjaga dokumen-dokumen pemerintahan. Dia menyebut dokumen menjadi bagian penting dari tata kelola dan akuntabilitas. “Yang kedua, itu dokumen-dokumen ini. Karena dokumen ini kan bagian dari tata kelola, bagian dari governance ya, akuntabilitas. Nah, ini yang harus diinventarisir,” ujar dia.

    Terkait aset lain yang menunjang tugas pemerintahan, Emil menyebut akan dicari solusi berikutnya. Namun, dia menilai yang lebih etis saat ini adalah memastikan masyarakat bisa kembali menggunakan fasilitas mereka.

    “Nah, bahwa yang lainnya untuk menunjang tugas kita akan mencari solusi berikutnya. Kayaknya yang lebih etis hari ini kita fokus kepada masyarakat. Apa sih fasilitas mereka yang bisa kita coba benahi itu dulu,” imbuhnya.

    Disinggung apakah kerugian akibat kerusakan bisa dimasukkan dalam pembahasan APBD Perubahan, Emil mengatakan hal itu belum masuk dalam agenda saat ini. Menurut dia, langkah paling penting adalah mengembalikan situasi agar kembali stabil.

    “Kita memang kadang harus fokus ya, hari ini kita fokus mengembalikan situasi menjadi terkendali. Mohon izin nanti mungkin kita bisa bahas lagi soal itu,” pungkas Emil.[asg/kun]

  • Ini Pesan Menyentuh Wagub Emil kepada Pendemo Anak di Bawah Umur yang Sempat Ditahan

    Ini Pesan Menyentuh Wagub Emil kepada Pendemo Anak di Bawah Umur yang Sempat Ditahan

    Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mendatangi Mapolrestabes Surabaya untuk menemui orang tua dan puluhan anak di bawah umur yang sempat ditahan usai mengikuti aksi demonstrasi, Minggu (31/8/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Wagub Emil mengungkapkan, keprihatinannya lantaran lebih dari 50 anak yang diamankan ternyata masih berusia belasan tahun. Bahkan, ada yang baru duduk di bangku SMP.

    “Jadi, dari kejadian di Surabaya ini, ternyata lebih dari 50 anak adalah di bawah umur. Bahkan, ada yang baru masuk SMP, usia 13-14 tahun. Saat didalami, mereka tidak punya motif politik sama sekali, hanya ikut-ikutan. Mereka juga tidak punya kemampuan teknis untuk merakit bom molotov atau hal lain yang membahayakan,” kata Emil.

    Menurut Emil, kondisi ini berbahaya karena anak-anak rentan dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis.

    “Bahaya sekali anak-anak ini ada di luar, dalam situasi yang bisa berhadapan dengan api, lemparan batu. Ini yang harus diwaspadai, karena anak-anak bisa diperalat, dipersenjatai, bahkan ditumbalkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Suami Arumi Bachsin ini juga memberikan semangat dan mengajak para orang tua untuk tidak menyerah serta terus mendidik juga membina anak-anak mereka.

    “Tadi orang tua-orang tua telah kami ajak bicara, mereka semua tentu sedih. Tetapi kami tetap memberikan semangat bahwa orang tua tidak boleh menyerah dalam membina anak-anaknya,” tambahnya.

    Senada dengan Emil, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Lis Diana, menegaskan, bahwa negara tetap harus memenuhi hak-hak anak meski mereka terlibat dalam aksi.

    “Karena anak-anak ini masih di bawah 17 tahun, sebanyak 56 anak, mereka perlu didampingi dan diadvokasi. Kesalahan yang sudah dilakukan membawa konsekuensi, tapi kita pastikan mereka kembali ke sekolah masing-masing,” tutur Lis.

    Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, juga meminta orang tua lebih aktif membimbing anak-anaknya untuk lebih bertanggung jawab.

    “Kami berharap orang tua bisa membimbing anak-anak ini agar menjadi anak yang lebih bertanggung jawab,” katanya.

    Mantan Bupati Trenggalek ini mengapresiasi langkah kepolisian yang telah memberikan penanganan khusus terhadap anak-anak tersebut. Ia juga menuturkan keprihatinan terhadap kerusakan yang terjadi, tetapi dirinya menyebut bahwa lebih mengkhawatirkan masa depan dan keselamatan para generasi muda.

    “Kami prihatin atas kerusakan, termasuk di Grahadi, tapi kami lebih khawatir terhadap masa depan anak-anak kita di Jawa Timur dan Indonesia. Sesuai arahan Presiden, kami akan lebih waspada untuk menjaga kemaslahatan dan keselamatan warga di Jawa Timur,” pungkas Emil. (tok/ian)

  • Khofifah prihatin pembakaran Gedung Negara Grahadi oleh massa aksi

    Khofifah prihatin pembakaran Gedung Negara Grahadi oleh massa aksi

    yang terbakar adalah kantor kerja Wakil Gubernur yang juga berada di kompleks Grahadi

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan keprihatinan atas pembakaran Gedung Negara Grahadi di Surabaya yang dilempari bom molotov oleh massa aksi, karena gedung itu merupakan cagar budaya.

    “Iya tentu itu bagian dari cagar budaya, kita semua prihatin bahwa bagian barat gedung Grahadi ternyata dilempari molotov juga,” kata Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Senin.

    Sekitar 30 menit sebelum peristiwa pelemparan molotov, Khofifah bersama Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin sempat menemui perwakilan massa aksi di depan Gedung Negara Grahadi.

    Dia mengaku bahkan menghubungi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto di hadapan massa, ketika perwakilan mereka meminta agar rekan-rekannya yang ditahan di Polrestabes Surabaya segera dikeluarkan.

    Khofifah bersama Pangdam dan perwakilan mahasiswa kemudian mendatangi Polrestabes untuk memastikan tuntutan itu ditindaklanjuti.

    Menurut dia, beberapa orang yang ditahan masih berusia 15-16 tahun sehingga Kapolda memutuskan untuk menyerahkan mereka langsung kepada pihak keluarga.

    “Yang malam itu sampai dini hari, ya sampai (pukul) 01.30 WIB yang anggota keluarganya sudah datang menjemput semua dipulangkan,” ujarnya.

    Khofifah juga memastikan para korban yang mengalami luka-luka akibat aksi massa mendapat perawatan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur di RSUD dr. Saiful Anwar Malang maupun RSUD dr. Soetomo Surabaya.

    Terkait kerusakan bangunan, Khofifah menyebut bagian kanan dan kiri Gedung Grahadi telah dipasang garis polisi oleh Polrestabes Surabaya untuk keperluan pemeriksaan.

    “Harapannya, garis polisi yang dipasang oleh Poltabes Surabaya dan proses pemeriksaan oleh Poltabes untuk melihat sisi-sisi Grahadi yang rusak karena proses pelemparan bom molotov itu semua bisa teridentifikasi,” katanya.

    Khofifah juga meluruskan kabar bahwa rumah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak turut dijarah dalam kericuhan. Menurut dia, yang terbakar adalah kantor kerja Wakil Gubernur yang juga berada di kompleks Grahadi.

    “Ndak, bukan, jadi itu Kantor Wagub di Grahadi, bukan rumah, itulah yang terbakar bagian depan barat itu adalah kantor kerjanya Pak Wagub,” kata Khofifah.

    Diketahui, sisi barat Gedung Negara Grahadi di Jalan Raya Gubernur Suryo Surabaya dibakar massa yang anarkis pada Sabtu (30/8) malam sekitar pukul 21.38 WIB.

    Area tersebut terdapat sejumlah ruangan salahnya satunya adalah pressroom atau ruang wartawan yang biasa meliput kegiatan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

    Massa membakar Grahadi kurang lebih 1,5 jam setelah Khofifah menemui demonstran.

    “Setelah itu mereka mulai melempar botol hingga bom molotov ke dalam Gedung Negara Grahadi Surabaya sisi barat,” ujar salah satu saksi mata, Anwar, warga Gubeng Surabaya.

    Pewarta: Fathur Rochman/Mentari Dwi Gayati
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Gubernur Pantau Grahadi Usai Dibakar, Warga: Bu Khofifah Tolong Sampaikan DPR, Kalau Ngomong Hati-hati!

    Gubernur Pantau Grahadi Usai Dibakar, Warga: Bu Khofifah Tolong Sampaikan DPR, Kalau Ngomong Hati-hati!

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau Gedung Negara Grahadi Surabaya pasca dibakar pada Sabtu (30/8/2025) malam.

    “Saya harap ini kejadian yang terakhir,” kata Pangdam V/Brawijaya.

    Saat menemui warga, seorang bapak bapak menemui Khofifah dan menyampaikan pesan. “Bu Khofifah, tolong sampaikan ke anggota DPR agar kalau ngomong hati-hati. Saya sakit hati Bu. Kasihan Pemprov Jatim yang jadi korban dibakar Bu,” katanya.

    Khofifah menjawab. “Iya, saya sampaikan,” ujarnya.

    Khofifah meminta beberapa PKL agar masuk ke Gedung Grahadi untuk menjajakan jualannya. “Monggo yang jualan bisa masuk dalam,” tuturnya.

    Pantauan beritajatim.com, tampak hangus beberapa bangunan Grahadi sisi barat. Mulai ruang kerja Wagub Jatim, Kabiro Umum, Gudang Biro Umum dan ruangan Kabag-kabag.

    “Tetap semangat Bu Khofifah dan Mas Emil, sabar ya. Semangat terus,” kata warga seorang ibu. [tok/suf]