Tag: Emil Elestianto Dardak

  • Wagub Jatim Tinjau Korban Keracunan Massal Mojokerto, Total 261 Korban

    Wagub Jatim Tinjau Korban Keracunan Massal Mojokerto, Total 261 Korban

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung ratusan santri, pelajar serta tenaga pendidik yang menjadi korban dugaan keracunan massal dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Hingga Minggu (11/1/2026), total korban mencapai 261 korban.

    Emil menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, serta di RSUD Prof dr Soekandar di Kecamatan Mojosari. Para korban diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu soto ayam MBG yang dibagikan pada Jumat (9/1/2026).

    Kasus keracunan massal tersebut disinyalir berasal dari makanan MBG yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Kecamatan Kutorejo. Hingga Minggu siang, jumlah peserta didik dan tenaga pendidik yang terdampak terus bertambah.

    “Terdata terdampak sejauh ini ada 261 orang. Data yang masuk ini berasal dari tujuh lembaga penerima manfaat. Ada yang datang ke posko di Pondok An Nur, ada juga yang langsung ke rumah sakit,” ungkapnya usai meninjau korban di RSUD Prof Dr Soekandar, Minggu (11/1/2026).

    Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat meninjau korban keracunan massal si RSUD Prof dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]Menurut Emil, penanganan medis dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sedikitnya 13 fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas. Fasilitas tersebut antara lain RS Mawaddah Medika, RSI Arofah, RS Sumberglagah, RS Kartini, RSUD Prof dr Soekandar, RS Sidowaras.

    RS Dian Husada, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, RSI Sakinah, RS Lapangan Ponpes An Nur, serta Puskesmas Pacet, Gondang, dan Kutorejo. Namun, lanjutnya, dari 261 korban keracunan massal, terbanyak dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar yakni sebanyak 37 korban.

    “Jumlah korban ini tersebar di beberapa faskes, namun yang paling banyak berada di RSUD Prof dr Soekandar, yakni sebanyak 37 orang. Yang paling praktis bagi siapapun dan sesuai kebutuhan penanganan medisnya. Di pondok juga sudah tersedia infus,” katanya.

    Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam menangani kasus tersebut. Menurut Emil, respons cepat sangat penting untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan kesehatan secara maksimal.

    “Kami mengapresiasi Pemkab Mojokerto yang bergerak dengan cekatan dalam memberikan pengobatan kepada seluruh penerima manfaat yang terdampak,” pungkasnya. [tin/but]

  • Temui Dubes Jerman, Khofifah Pastikan SRRL Siap Ground Breaking Tahun 2027

    Temui Dubes Jerman, Khofifah Pastikan SRRL Siap Ground Breaking Tahun 2027

    Surabaya (beritajatim.com) – Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste berkunjung ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/1/2026).

    Diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, pertemuan kali ini sarat membahas kelanjutan proyek angkutan publik Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang akan ground breaking pada tahun 2027 mendatang.

    Dalam wawancara usai pertemuan, Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste menegaskan kedatangannya kali ini turut membawa serta delegasi Jerman dan Uni Eropa dari beberapa negara anggota.

    “Kehadiran kami bertujuan menunjukkan bahwa Jerman dan Uni Eropa sangat berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Jawa Timur,” ujarnya.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menemui Dubes Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste.

    Ralf Beste menegaskan Jatim adalah sebuah kawasan yang sangat penting bagi Indonesia dan telah lama memiliki hubungan kerja sama yang erat dengan Jerman maupun Uni Eropa secara keseluruhan.

    “Pemerintah Jerman telah banyak berinvestasi dan akan terus mendukung pengembangan serta kerja sama dengan Surabaya dan Jawa Timur. Salah satu fokus utama kami adalah mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan transportasi publik di Surabaya, yang kami nilai sebagai game changer penting bagi kawasan ini,” imbuhnya.

    Sebagaimana diketahui bahwa Jerman melalui KfW menjadi investor yang membiayai proyek angkutan massal SRLL yang mengkoneksikan sejumlah wilayah di Gerbangkertasusila Jatim. Investasinya mencapai Rp 4,4 trilliun untuk tahap pertama.

    Tak hanya soal SRRL, topik bahasan yang juga penting adalah terkait pengelolaan sampah, sektor kesehatan, serta berbagai bidang lainnya.

    Pihaknya menyatakan komitmennya untuk membantu Pemerintah Jawa Timur dan Kota Surabaya dalam meningkatkan layanan transportasi publik bagi masyarakat, sekaligus bergandengan tangan menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan.

    “Kami siap mendukung ambisi Jawa Timur dan Surabaya dalam meningkatkan layanan publik, khususnya transportasi massal, yang sekaligus berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim,” tukasnya.

    Hal senada disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Secara lebih detail Khofifah menegaskan bahwa hal strategis yang dibahas memang adalah SRRL.

    Pertama, Khofifah menyampaikan apresiasi atas dukungan luar biasa dari Pemerintah Jerman melalui KfW Development Bank untuk pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

    Proyek ini menjadi sangat penting karena persoalan transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya Raya memang membutuhkan solusi komprehensif.

    “Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan, Insya Allah, pembangunan dapat dimulai dengan groundbreaking pada 2027. Baik jalur melalui Gubeng maupun Pasar Turi, seluruhnya dirancang untuk mempermudah, mempercepat, dan menekan biaya konektivitas masyarakat Surabaya Raya yang memiliki mobilitas tinggi,” tegas Khofifah.

    Tak hanya soal SRRL, dalam kesempatan ini turut dibahas kerja sama penanganan pengelolaan sampah, dimana saat ini yang sedang berproses adalah proyek pengelolaan sampah di TPA Supit Urang Malang.

    “Selain itu, teknologi Jerman selama ini telah memberikan dukungan signifikan bagi pengembangan alat dan teknologi kesehatan. Ke depan, kami berharap kerja sama tidak hanya terbatas pada penyediaan alat kesehatan dan teknologi medis, tetapi juga mencakup pendampingan dari dokter-dokter spesialis Jerman,” pungkas Khofifah. (tok/but)

  • Sambut 2026, Khofifah-Emil, Habib Syech dan Ribuan Masyarakat Larut Dalam Sholawat dan Doa Bersama

    Sambut 2026, Khofifah-Emil, Habib Syech dan Ribuan Masyarakat Larut Dalam Sholawat dan Doa Bersama

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengikuti gelaran Dzikir, Doa dan Sholawat Akhir Tahun 2025 bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama ribuan masyarakat pada Selasa (30/12/2025) malam, di halaman Masjid Raya Islamic Center Surabaya.

    Ini sekaligus bertepatan dengan 10 Rajab 1447 H, yang menjadi ruang syukur kolektif dan ikhtiar doa bagi keselamatan Jawa Timur dan Indonesia di momen pergantian tahun.

    Di momen spesial tersebut, Khofifah mengajak warga Jatim mengakhiri tahun 2025 dengan penuh syukur serta memohon keberkahan dan keselamatan bagi Jawa Timur dan Indonesia di tahun 2026 lewat lantunan doa serta shalawat.

    “Area ini wilayah Surabaya Barat, mudah-mudahan rawuhnya Habib Syech mengajak bersholawat di wilayah ini menjadi bagian penguat harmoni kehidupan masyarakat tidak hanya Surabaya, Jatim bahkan resonansinya se Indonesia, Aamiin,” kata Gubernur Khofifah yang diamini ribuan syekher mania.

    Khofifah juga mengajak segenap yang hadir untuk ikut mendoakan saudara sebangsa setanah air yang mengalami musibah bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat agar mereka sabar, kuat, segera pulih dan juga bangkit.

    “Dengan dzikir, doa dan shalawat mohon kepada kita semua nanti dipimpin Al Mukarram Habib Syech, saudara kita yang ada di Aceh, Sumut dan Sumbar karena masa tanggap darurat belum selesai, ada banjir bandang susulan bahkan di Agam ada gempa semoga mereia sabar, kuat dan segera pulih dan bangkit,” tuturnya.

    “Mudah-mudahan mereka mendapatkan kekuatan dari Allah, mereka sabar dan segera bangkit kembali melanjutkan kehidupan. Yang dipanggil keharibaan semoga dipanggil dalam keadaan husnul khotimah,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa hujan di Jawa Timur bulan Desember baru 20 persen. Yang mana angka tersebut karena dibantu lewat modifikasi cuaca supaya intensitas hujan tidak terlampau deras.

    “Sesungguhnya hujan di Jawa Timur bulan Desember baru 20 persen, di bulan Januari diperkirakan 58 persen, berarti diperkirakan tiga kali lipat dibanding bulan sebelumnya menurut BMKG,” imbuhnya.

    “Kemudian di bulan Februari kira-kira 22 persen. Yang 20 persen Desember ini sudah dengan modifikasi cuaca jadi ada pesawat yang menabur garam diatas laut dan menabur kapur kalau sudah masuk ke darat,” tambahnya.

    Khofifah menilai, hujan bisa dikendalikan lewat pendekatan scientific supaya hujan tidak terlalu deras di satu titik yang disebut OMC (Operasi Modifikasi Cuaca). Namun ada hal yang tidak bisa dimodifikasi adalah angin, puting beliung hingga gempa, bahkan belum ada teknologi yang bisa dilakukan saat ini.

    “Kemarin pagi kami ke Banyuwangi bersama Kepala Basarnas, BNPB dan BMKG. Sampai hari ini teknologi untuk modifikasi angin belum ditemukan,” terangnya.

    “Ada lagi yang bahkan tidak bisa diprediksi yakni gempa. Ada angin, puting beliung belum ada teknologi untuk modifikasi. Maka setelah melalui pendekatan secara scientific dan profesional, ikhtiar yang harus dilakukan adalah doa,” tegasnya.

    Khofifah menambahkan, dirinya sangat setuju dengan apa yang disampaikan Marsekal Madya Kepala Basarnas menyebutkan tentang bagaimana pentingnya diberseiringi dengan doa untuk memohon keselamatan kepada Allah.

    “Jadi memang harus diikuti dengan doa. Diberseiringi dengan doa, diawali dan diakhiri juga dengan doa. Beliau menyampaikan hanya doa inilah yang tembus dan Allah akan menganugerahkan keselamatan kepada kita semua,” lanjutnya.

    “Maka kita akhiri 2025 dan menyambut 2026 dengan doa, dzikir, istighotsah dan shalawat. Mudah mudahan ini cara kita menjemput ridha dan barakah Allah untuk kita semua, barakah Jatim, barakah Indonesia, barakah bulan Rajab,” jelasnya.

    Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengatakan Dzikir, Doa dan Shalawat akhir tahun 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 adalah momentum silaturahmi dan saling rukun antara masyarakat Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia.

    “Kita tutup akhir tahun 2025 dan tahun baru 2026 dengan dzikir, istighotsah, shalawat, tilawatil quran saling berjumpa, silaturahmi antara kita. Saling menyayangi, saling rukun ini yang diharapkan oleh Jawa Timur,” kata Habib Syech.

    “Ibu Gubernur tadi mengatakan banyak ikhtiar yang dilakukan untuk meminimalisir hujan. Angin dan gempa belum bisa, namun ikhtiar yang paling pokok adalah doa. Doa adalah senjata orang mukmin. Insya Allah , Allah yang bantu menyelesaikan semuanya,” tambahnya.

    Dirinya berharap, lewat Jawa Timur berdoa, seluruh Syekher Mania menjadikan kekuatan doa sebagai alat utama seorang Muslim untuk memohon pertolongan, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT supaya Jatim dan Indonesia selalu dalam lindungan Allah tetap aman, selamat, bala terangkat, dan yang ada hanya keberkahan.

    “Jangan ada satu sama lain yang saling menyakiti satu dengan lain. Itu penting. Jangan menebar fitnah, menebar benci,” lanjutnya.

    “Indonesia kedepan harus rukun, damai, saling mendoakan, mendukung satu sama lain, bekerja sama antara umara dan ulama serta aghniya dan fuqara. Kalau bisa bekerja sama dengan bagus hidup itu tenang dan damai,” tukasnya.

    Khofifah, Habib Syech dan Forkopimda juga berkesempatan melakukan undian 14 paket tabungan umroh bagi wajib patuh pajak.

    Sebagai informasi, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Habib Abu Bakar, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur. [tok/beq]

  • Apel Akhir 2025, Gubernur Khofifah: Realisasi Pendapatan Daerah Tembus Rp28,55 T

    Apel Akhir 2025, Gubernur Khofifah: Realisasi Pendapatan Daerah Tembus Rp28,55 T

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memimpin apel akhir tahun 2025 bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Selasa (30/12/2025).

    Turut hadir dalam apel tersebut Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, dan para kepala perangkat daerah Pemprov Jatim.

    Khofifah menyebut, per 29 Desember 2025, realisasi pendapatan daerah berhasil melampaui target, mencapai Rp28,55 triliun atau sebesar 100,88 persen. Realisasi PAD komponen pajak daerah dan retribusi yang dipungut Bapenda mencapai Rp13,56 triliun atau 104,39 persen dari target.

    Dari sisi realisasi belanja, per 29 Desember 2025 mencapai 92,32 persen atau sebesar Rp30,70 triliun. “Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol bahwa roda pemerintahan Jawa Timur bergerak cepat, responsif, dan akuntabel dalam melayani rakyat,” tegasnya.

    Khofifah mengatakan, apel akhir tahun juga menjadi ruang refleksi bersama, sekaligus penguatan komitmen sebagai aparatur pemerintah dalam mengemban amanah pelayanan kepada masyarakat Jawa Timur.

    “Secara khusus, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh super tim ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena sepanjang tahun 2025 ASN telah menunjukkan kemampuan luar biasa, sehingga dapat disimpulkan Pemprov Jatim terdepan di antara seluruh provinsi yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

    Kerja kolektif yang dilakukan ASN Pemprov Jatim dalam kurun waktu satu tahun memberikan dampak positif dari berbagai sektor, mulai dari sektor ekonomi, pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan daerah.

    Sejalan dengan kinerja fiskal yang sehat, kinerja pembangunan makro Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Khofifah mengatakan, pada triwulan III-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,04 persen.

    Capaian pertumbuhan ekonomi juga diikuti pengendalian inflasi yang pada November 2025 berada di angka 2,63 persen (y-on-y). Selain itu, dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor meningkat 20,23 persen dengan neraca perdagangan surplus.

    Prestasi kian lengkap setelah diraihnya berbagai penghargaan, salah satunya Innovative Government Award (IGA) 2025 sebagai provinsi terinovatif sekaligus provinsi dengan Indeks Inovasi Daerah tertinggi se-regional Pulau Jawa.

    “Insya Allah inovasi-inovasi yang luar biasa yang sudah dilakukan ASN Pemprov Jawa Timur didedikasikan untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.

    Seluruh daerah di Indonesia mengalami efisiensi RAPBD, tak terkecuali Provinsi Jawa Timur. RAPBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran (TA) 2026 menurun dibanding TA 2025. Hal ini karena adanya penyesuaian anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,8 triliun.

    Khofifah mengatakan, yang terjadi bukan pemotongan, tetapi penyesuaian anggaran TKD. Skemanya, anggaran yang biasanya diserahkan ke daerah dialihkan ke kementerian/lembaga untuk membiayai program kegiatan yang sasarannya tetap kembali ke daerah.

    “Dengan penyesuaian anggaran TKD sebesar Rp2,8 triliun sangat berdampak bagi APBD Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

    Mencari solusi dari efisiensi, Khofifah mengajak seluruh ASN proaktif menjemput program yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Pusat.

    Menyambut tahun 2026, Khofifah berharap seluruh kepala perangkat daerah harus lebih baik dalam mengelola anggaran. Bukan soal berapa besar anggaran yang dikelola, tetapi seberapa besar manfaat yang dihasilkan untuk rakyat dengan menyusun program efisiensi dan inovasi yang konkret dan terukur.

    “Saya minta tolong semangat tetap terbawa dan terkuatkan di 2026 meski kondisi anggaran memang harus dilakukan penyesuaian. Saya mohon kita semua bisa melakukan penyesuaian-penyesuaian dan jangan mengurangi kinerja dan produktivitas dari semua tim, semua sektor, dan dinas apa pun. Saya minta tolong dijaga,” pungkasnya. (tok/kun)

  • Wagub Emil Dardak Hadiri BRB 2025 di Ponorogo, Sebut Pencak Silat Kebanggaan Warisan Leluhur

    Wagub Emil Dardak Hadiri BRB 2025 di Ponorogo, Sebut Pencak Silat Kebanggaan Warisan Leluhur

    Ponorogo (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak hadir dalam gelaran Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025 di Alun-alun Ponorogo. Mengenakan seragam sakral Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun, Emil menyampaikan pesan kuat bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan warisan luhur leluhur yang harus dimuliakan dan dibanggakan, baik di Jawa Timur maupun di mata dunia.

    Emil tidak datang sebagai tamu biasa. Dia mengenakan seragam sakral SH Terate, simbol persaudaraan dan nilai luhur pencak silat. Di hadapan ribuan warga PSHT Pusat Madiun yang datang dari Ponorogo maupun luar daerah, Emil menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan jalan pengabdian.

    “Pencak silat, tapi semua yang ada di sini siap menggunakannya untuk kebaikan,” kata Emil membuka refleksinya saat memberikan sambutan, Minggu (28/12/2025).

    Kegiatan BRB 2025 sendiri diinisiasi oleh Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun, dan menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi warga SH Terate lintas daerah. Kehadiran Wagub Jatim mempertegas bahwa kegiatan ini, tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memiliki pesan kebudayaan dan kebangsaan yang kuat.

    Di hadapan massa, Emil menyampaikan harapannya agar insan pencak silat, khususnya warga SH Terate, menjadi wajah Jawa Timur di mana pun berada. “Saya ingin kalau ke mana-mana, orang Jawa Timur itu diingat karena hal-hal yang baik. Diingat karena jiwa kesatria dari insan pencak silat,” tuturnya.

    Menurut Emil, pencak silat adalah warisan luhur yang tak hanya layak dijaga, tetapi juga dimuliakan. Jawa Timur, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi provinsi yang nyengkuyung (mendukung sepenuh hati) tumbuhnya pencak silat sebagai kebanggaan bersama.

    “Kita ingin pencak silat mendunia. Kita ingin Jawa Timur jadi provinsi yang mendukung dan memuliakan seni pencak silat sebagai kebanggaan yang diwariskan leluhur kita,” tegasnya.

    Emil juga menyinggung dinamika di ruang publik, termasuk media sosial, yang kerap memunculkan stigma negatif terhadap pencak silat. Dia mengajak seluruh warga SH Terate untuk menjawab stigma itu bukan dengan amarah, melainkan dengan teladan.

    “Kalau ada satu orang yang membuat masyarakat kurang berkenan, mari kita buktikan bahwa ada seribu saudara-saudari yang justru membawa kebaikan di tengah masyarakat,” katanya.

    Pesan konkret pun disampaikan. Menurut Emil, menjaga kebersihan, ketertiban, dan aktif membawa manfaat sosial adalah langkah sederhana, namun berdampak besar dalam merawat marwah pencak silat.

    “Kita mulai dengan menjaga kebersihan, ketertiban, dan membawa manfaat serta prestasi di bidang pencak silat. Menolong mereka yang kesulitan,” katanya.

    Dia mengaku merasakan energi persaudaraan yang kuat saat memasuki Ponorogo dengan mengenakan seragam SH Terate. Bagi Emil, itu bukan sekadar pakaian, melainkan simbol doa dan harapan.

    “Inilah semangat yang saya rasakan saat masuk Ponorogo, semua pakai seragam SH Terate. Mudah-mudahan memperoleh doa yang baik dari masyarakat, ” ungkapnya.

    Di penghujung sambutan, Emil mengajak seluruh warga SH Terate untuk terus menjaga api persaudaraan, melampaui ruang dan waktu. Sebuah ajakan yang disampaikan dengan nada lirih namun penuh makna.

    “Mari kita gelorakan bersama. Selama matahari masih bersinar, selama bumi dihuni manusia, Persaudaraan Setia Hati Terate tetap kekal, jaya, abadi selamanya,” pungkasnya. [end/suf]

  • Bimtek Demokrat Jatim, Emil Tekankan Politik Harus Hadir di Tengah Rakyat

    Bimtek Demokrat Jatim, Emil Tekankan Politik Harus Hadir di Tengah Rakyat

    Surabaya (beritajatim.com) – Partai Demokrat Jawa Timur menegaskan kembali posisi kader sebagai ujung tombak kerja politik. Terutama di era dominasi media sosial.

    Isu itu menjadi benang merah Bimbingan Teknis (Bimtek) Bakomstra dan Bapilu DPD Demokrat Jawa Timur bertema ‘Apa Peran Kader Demokrat?’ yang digelar di Surabaya Suites Hotel. Kegiatan ini diikuti pengurus dan kader DPD Demokrat Jatim, serta jajaran DPC, DPAC, hingga PAC se-Jawa Timur.

    Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak menegaskan, kerja politik hari ini tidak bisa dilepaskan dari media sosial. Cara publik mengonsumsi informasi telah berubah.

    “Hari ini orang membaca berita lewat media sosial. Disuguhkan oleh konten media massa,” ujar Emil dalam sambutannya.

    Menurut Emil, perubahan itu menuntut struktur partai bekerja lebih rapi dan terukur. Demokrat Jatim telah memotret kekuatan organisasi hingga tingkat bawah.

    “Kita memotret struktur PAC dan ranting. Kita lakukan assessment melalui bimtek di berbagai kabupaten,” jelasnya.

    Dari proses tersebut, kata Emil, terlihat dengan jelas peta kekuatan kader. “Terlihat mana yang militannya kuat. Mana struktur yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.

    Emil menegaskan, peluang kemenangan tidak datang secara instan. Partai yang menang adalah partai yang konsisten hadir di tengah masyarakat.

    “Bukan datang mencari suara. Tapi jauh-jauh hari berada di masyarakat dan menjawab persoalan mereka,” tegasnya.

    Kegiatan berlangsung khidmat dan ditutup dengan menyanyikan Mars Partai Demokrat sebagai peneguhan semangat dan soliditas kader.

    Bimtek ini menghadirkan Ketua Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, sebagai pemateri utama. Ia menekankan pentingnya manajemen komunikasi partai di era digital.

    Sementara itu, Plt Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Mugianto, menyebut bimtek ini sebagai langkah penguatan mesin partai secara menyeluruh.

    “Hari ini kita bimtek Bakomstra, Bapilu, dan direktur eksekutif. Manajemen partai harus kuat,” katanya.

    Ia menegaskan, Bakomstra menjadi kunci keberhasilan partai dalam menghadapi “serangan udara” politik digital.

    “Tanpa Bakomstra, kinerja politik tidak akan terlihat,” ujarnya.

    Mugianto menambahkan, seluruh DPC se-Jawa Timur mendapatkan pelatihan bermedia sosial. Tujuannya agar kerja kader dan legislator dapat terbaca publik.

    “Kerja ada. Tapi kalau tertinggal medsos, tidak akan terlihat,” katanya.

    Selain penguatan komunikasi, Bappilu Demokrat Jatim juga mulai memanaskan mesin politik. Fokusnya pada rekrutmen calon di tingkat daerah. “Bappilu menyiapkan calon-calon sejak dini. Bimtek digelar agar struktur bergerak lebih awal menuju Pemilu 2029,” jelas Mugianto.

    Bimtek ini juga diarahkan untuk mengamplifikasi kinerja pemerintahan nasional. Mulai dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga peran Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menko Infrastruktur.

    “Harapannya, kinerja pemerintah bisa teramplifikasi dengan baik,” ujarnya.

    Di Jawa Timur, kata Mugianto, kinerja Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak harus digaungkan hingga tingkat kabupaten dan kota.

    “Teman-teman di daerah punya peran penting dalam amplifikasi itu,” pungkasnya. [tok/beq]

  • Puncak Haul ke-16 Gus Dur: Tokoh-tokoh Terkenal Bersatu dalam Momen Bersejarah di Tebuireng Jombang

    Puncak Haul ke-16 Gus Dur: Tokoh-tokoh Terkenal Bersatu dalam Momen Bersejarah di Tebuireng Jombang

    Jombang (beritajatim.com) – Puncak peringatan haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng pada Rabu malam (17/12/2025) malam menyaksikan hadirnya berbagai tokoh besar dari dunia politik, agama, hingga diplomasi.

    Ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah turut memadati acara ini, menjadikan jalan provinsi jurusan Jombang-Malang ditutup total demi kelancaran kegiatan.

    Acara haul yang digelar dengan khidmat ini dihadiri oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta sejumlah ulama dan tokoh penting lainnya.

    Di antaranya adalah KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dari Rembang, KH. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) dari Tulangan Sidoarjo, dan KH. Masduqi Abdurrahman dari Perak Jombang. Kehadiran Konsul Jenderal Amerika Serikat, Chris Green, juga menambah warna acara ini.

    Peringatan haul Gus Dur tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2025. Dalam sambutannya, Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) mengungkapkan kebanggaannya atas penetapan tersebut.

    Ia menekankan betapa Gus Dur adalah sosok yang berjuang untuk kepentingan orang banyak, terutama mereka yang terdzalimi. “Dari sudut pandang kami, Gus Dur adalah sosok yang ikhlas berjuang untuk kepentingan orang banyak, terutama mereka yang terdzalimi,” ujarnya.

    Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Ustaz Syamsul Anam dan KH. Masduqi Abdurrahman. Kemudian, acara semakin semarak dengan lantunan sholawat Nabi yang dibawakan oleh seribu rebana pimpinan KH. Nur Hadi (Mbah Bolong).

    Pengunjung yang memadati haul ke-16 Gus Dur di Tebuireng Jombang

    Momen puncak acara semakin diperkaya dengan tausiyah dari KH. Mustofa Bisri (Gus Mus), yang menggambarkan Gus Dur sebagai sosok yang telah ‘selesai dengan dirinya sendiri’ dan memiliki keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan.

    Selain itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh hadirin untuk meneladani perjuangan Gus Dur sebagai Bapak Kemanusiaan. “Hari ini kita hadir karena hati kita melekat pada sosok perjuangan, pemikiran dan keteladanan Gus Dur yang penuh nilai kemanusiaan,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i yang menegaskan bahwa Gus Dur adalah simbol dari perjuangan toleransi.

    Rangkaian puncak Haul Gus Dur ini ditutup dengan doa oleh KH. Agoes Ali Masyhuri. Melalui acara ini, masyarakat kembali diingatkan untuk selalu meneladani nilai-nilai luhur Gus Dur yang abadi, seperti toleransi, perjuangan kemanusiaan, dan pengabdian tanpa pamrih. [suf]

  • Dilantik di Benteng Van den Bosch Ngawi, Ini Susunan Pengurus PMI Jatim 2025-2030

    Dilantik di Benteng Van den Bosch Ngawi, Ini Susunan Pengurus PMI Jatim 2025-2030

    Surabaya (beritajatim.com) – Pelantikan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur masa bakti 2025-2030 berlangsung istimewa dengan memilih Benteng Van den Bosch (Benteng Pendem), Kabupaten Ngawi, sebagai lokasi acara pada Rabu (17/12/2025).

    Pelantikan ini menjadi yang kali pertama digelar di ruang terbuka dan kawasan cagar budaya, sekaligus menegaskan semangat kemanusiaan yang sejalan dengan nilai sejarah.

    Acara tersebut dihadiri langsung Ketua PMI Pusat, H. Jusuf Kalla serta seluruh perwakilan PMI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Sebanyak 38 PMI daerah hadir menyaksikan pengukuhan kepengurusan PMI Jawa Timur di bawah kepemimpinan H. Imam Utomo untuk periode kedua.

    Ketua PMI Jawa Timur, H. Imam Utomo, mengatakan pemilihan Benteng Van den Bosch bertujuan menghadirkan suasana berbeda sekaligus memperkuat semangat pengabdian pengurus dan relawan PMI. Menurutnya, pelantikan di lokasi bersejarah ini juga terlaksana berkat dukungan PMI Kabupaten Ngawi dan Pemerintah Kabupaten Ngawi.

    “Baru kali ini pelantikan pengurus PMI Jawa Timur digelar di ruang terbuka dan tempat bersejarah. Kami ingin menghadirkan nuansa berbeda yang sarat makna,” ujar Imam Utomo.

    Ia menegaskan bahwa soliditas antara PMI provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci utama keberhasilan gerakan kemanusiaan. “PMI adalah organisasi kerelawanan. Tanpa kekompakan dan kerja sama, tugas kemanusiaan tidak akan berjalan optimal,” katanya.

    Pelantikan ini dirangkaikan dengan Apel Hari Relawan PMI, menegaskan peran sentral relawan dalam setiap aksi kemanusiaan. Ketua PMI Pusat H. Jusuf Kalla menekankan bahwa relawan merupakan ujung tombak PMI, sementara pengurus berperan sebagai pengambil kebijakan.

    “PMI bekerja untuk kemanusiaan. Pengurus jumlahnya terbatas, karena yang bekerja langsung di lapangan adalah para relawan,” tegas Jusuf Kalla.

    Ia menjelaskan, struktur kepengurusan PMI sengaja dibuat ramping agar organisasi tetap efektif dan fokus pada pelayanan kemanusiaan. Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya kecepatan respons PMI dalam penanganan bencana.

    “Prinsip kami, maksimal enam jam setelah bencana, relawan PMI sudah berada di lapangan,” ujarnya.

    Selain tanggap darurat, ia mengingatkan pentingnya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, serta penanganan akar masalah, seperti kerusakan lingkungan. Jusuf Kalla turut mengapresiasi PMI Jawa Timur yang dinilai konsisten dalam penanganan bencana dan pelayanan donor darah, bahkan kerap mencatat capaian tertinggi secara nasional.

    Jusuf Kalla mengucapkan selamat kepada pengurus PMI Jawa Timur yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa masa kepengurusan PMI merupakan masa bakti untuk kemanusiaan.

    “Setetes darah adalah sumber kehidupan. Itulah tugas PMI. Selamat mengabdi untuk kemanusiaan,” pungkasnya.

    Berikut Susunan Pengurus PMI Jatim 2025-2030:

    Pelindung : Gubernur Jawa Timur

    Dewan Kehormatan

    Ketua : Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B. Bus, M.Sc
    Sekretaris : Dr. Ir. RB Fattah Jasin, MS
    Anggota
    1. Ang Herman Anggrek
    2. Baidowi
    3. Yamin Achmad
    4. Loddy Gunadi
    5. Hermawan Santoso

    Pengurus PMI Provinsi

    Ketua : H. Imam Utomo S
    Wakil Ketua : Dr. Ir. R. Eddy Indrayana
    Ketua Bidang Organisasi : Dr. Muchamad Taufiq, SH, MH,CLM
    Ketua bidang Penanggulangan Bencana : Dr. Edi Purwinarto,M.Si
    Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial dan Rumah Sakit : dr. Harsono
    Ketua Bidang Pelayanan Darah : dr. Betty Agustina Tambunan, SpPK (K)
    Ketua Bidang Anggota dan Relawan : H.EA. Zaenal, SH, M.H
    Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan : Drs. Budi Supriyanto,M.Si
    Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi : Dr. Turmudzi, SH,MBA
    Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya : Robert Simangungsong, SH, M.H
    Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan : Dr Suprianto, SH, M.H
    Sekretaris : Drs. Nurwiyatno,M.Si
    Wakil Sekretaris/Kepala Markas : Drs. Dwi Suyatno,M.Si
    Bendahara : Drs. Soedjarno
    Anggota :
    1. Drs. H. Abdul Mujib Hasyim, M.Pd.I
    2. Dr. Budi Sawitri, SST, M.Si
    3. H. Amin Istighfarin

    [tok/beq]

  • Dua Inovasi Banyuwangi Raih Penghargaan Kompetisi Kovablik Jatim 2025

    Dua Inovasi Banyuwangi Raih Penghargaan Kompetisi Kovablik Jatim 2025

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Dua inovasi Banyuwangi yakni Jagoan Tani dan I-Care, meraih penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2025, yang diselenggarakan Pemprov Jawa Timur.

    Jagoan Tani menyabet predikat prestisius sebagai Top 9 Outstanding Public Service Innovations 2025. Sementara I-Care meraih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik.

    Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak kepada Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, di Surabaya dalam acara penyerahan Penghargaan Kovablik 2025, Jumat (12/12/2025).

    “Kami bersyukur inovasi Banyuwangi terus mendapatkan apresiasi positif, baik dari pemerintah pusat maupun Provinsi Jatim. Prestasi ini semakin memotivasi kita untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima di Banyuwangi,” kata Mujiono.

    Wabup menjelaskan, inovasi Jagoan Tani sukses menyabet predikat prestisius sebagai Outstanding Public Service Innovations 2025. Predikat ini hanya diberikan kepada 9 inovasi terbaik dari ratusan inovasi yang ikut berkompetisi tahun ini.

    “Penghargaan ini menjadi kado indah bagi masyarakat Banyuwangi jelang peringatan Harjaba (Hari Jadi Banyuwangi) ke 254. Ini sekaligus melengkapi pencapaian, setelah kembali ditetapkan sebagai Daerah Terinovatif se-Indonesia untuk ke 8 kalinya oleh Kemendagri,” ujar Mujiono.

    Jagoan Tani adalah program inkubasi anak-anak muda daerah yang memiliki passion ke sektor pertanian. Jagoan Tani setiap tahunnya diikuti ratusan anak muda yang telah memiliki rintisan usaha untuk lebih mengembangkan bisnisnya.

    Program ini menghadirkan mentor-mentor berpengalaman dari kalangan praktisi hingga akademisi untuk scaling-up bisnis para peserta. Mereka juga dikoneksikan dengan perbankan, jaringan dunia usaha, hingga difasilitasi stimulus modal untuk pengembangan usahanya.

    “Dari Jagoan Tani lahir sekitar 4000 wirausaha muda di sektor agribisnis. Berbekal ilmu yang didapatkan selama inkubasi, mereka mampu menjalankan usaha di sektor pertanian secara lebih modern,” urainya.

    Sementara program I-Care, merupakan inovasi yang memfasilitasi rujukan cepat pasien stroke sehingga meningkatkan angka keberhasilan penanganan stroke di golden periode yakni sebelum 4,5 jam sejak serangan awal. Program ini diinisiasi RSUD Blambangan.

    Layanan I-Care menggabungkan edukasi, teknologi aplikasi dan gotong royong. Layanan I-Care bisa di akses dengan mudah di superApps Smart Kampung. Pasien bisa langsung membuka menu I-Care pada Smart Kampung, cek mandiri risiko stroke, kemudian memilih ambulance terdekat untuk segera menuju RS.

    “Tujuannya, mempercepat pasien tiba di rumah sakit. Dengan penanganan tepat di masa golden period, untuk mengurangi risiko cacat permanen hingga kematian pada penderita,” kata Mujiono.

    Untuk diketahui, dampak dari I-Care pada 2024 jumlah pasien stroke yang datang dalam golden period meningkat, sehingga angka kefatalan pasien stroke turun menjadi 16,18 persen dari sebelumnya sebesar 82 persen. Selain itu, sebanyak 83,82% pasien dapat kembali produktif dan bekerja seperti semula.

    Berkat keberhasilan ini, sejak 2023, I-CARE resmi menjadi percontohan nasional untuk layanan terintegrasi kegawatan stroke, serta 5 kali meraih penghargaan Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode 2021–2025, serta Penghargaan Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023. [tar/ian]

  • Bandara Dhoho Kediri Ditetapkan sebagai Episentrum Konektivitas Baru, Siap Layani 28 Rute Internasional

    Bandara Dhoho Kediri Ditetapkan sebagai Episentrum Konektivitas Baru, Siap Layani 28 Rute Internasional

    Kediri (beritajatim.com) – Bandara Dhoho Kediri resmi disebut sebagai episentrum baru bagi konektivitas, ekspor, dan pariwisata di Jawa Timur, khususnya di wilayah barat daya. Hal ini mengemuka dalam forum Market & Connectivity Opportunity yang diselenggarakan PT Surya Dhoho Investama (SDHI) pada Kamis (11/12/2025).

    Acara ini mempertemukan pejabat tinggi pemerintah, 13 kepala daerah, kementerian, maskapai domestik dan internasional, serta mitra logistik.

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam sambutan daringnya, menegaskan bahwa Bandara Dhoho merupakan infrastruktur strategis yang melayani populasi besar, yaitu lebih dari 10 juta jiwa di kawasan barat daya Jawa Timur.

    “Proses menuju pemanfaatan sebuah bandara bukanlah proses instan, bukan proses yang singkat. Kita tahu langkah pertama sudah dimulai oleh PT Surya Dhoho. Bagaimana cara menghidupkan kembali penerbangan rute Bandara Dhoho ke Jakarta,” kata Emil.

    Emil juga menyampaikan terima kasih atas keseriusan Kementerian Haji dan Umrah, terutama kepada Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Ipan), yang telah meninjau langsung kesiapan Bandara Dhoho sebagai lokasi keberangkatan haji dan umrah, sehari sebelumnya.

    Menurut Wagub, keberadaan Bandara Dhoho akan mendorong lahirnya rute-rute baru, pergerakan barang, investasi, hingga tumbuhnya ekosistem bisnis baru. Ia juga mengapresiasi dukungan TNI AU atas penggunaan ruang udara untuk penerbangan sipil.

    “Acara peluang pasar dan konektivitas ini semoga dapat menghasilkan kolaborasi yang nyata. Saya cek penerbangan Dhoho-Jakarta kemarin, tingkat penggunaannya relatif bagus untuk penerbangan [perdana]. Dan kami yakin ke depannya akan semakin konsisten,” jelasnya.

    Infrastruktur Strategis dan Potensi Ekspor

    Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa (Mbak Wabup), menyebutkan bahwa Bandara Dhoho kini telah berstatus bandara internasional, dengan landasan pacu sepanjang 3.300 meter yang mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777.

    Menurutnya, Bandara Dhoho merupakan penyangga baru bagi Jawa Timur yang dapat menampung limpahan penumpang dari Bandara Juanda dan menjadi episentrum bagi wilayah Jawa Timur bagian barat daya.

    Mbak Wabup juga menyoroti multiplier effect bandara yang sangat besar terhadap ekonomi daerah, berfungsi sebagai pintu gerbang mobilitas ekspor dan mendukung pengembangan pariwisata. Selain itu, bandara ini membuka peluang pendirian lembaga pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta.

    “Saat ini infrastruktur pendukung bandara terus berjalan. Mulai dari jalan tol Kediri, Tulungagung, sampai Kediri-Kertosono. Proyek strategis nasional ini diperkuat dengan moda transportasi antar daerah menggunakan Damri dan PO Harapan Jaya. Kali ini tentu sangat memudahkan masyarakat untuk bepergian ke Bandara Dhoho,” jelasnya.

    Kabupaten Kediri telah mencatatkan berbagai pencapaian ekspor, di antaranya:

    Ekspor nanas ke Dubai (Februari 2025).
    Rencana ekspor ke Jeddah (Desember 2025).
    Pengiriman PK1 ke Rusia (Januari 2026).
    Adanya peminat dari Eropa dan Jepang untuk berbagai komoditas hortikultura.

    “Ya, kami dari pemerintah daerah pastinya mendorong untuk segera ada direct [penerbangan] dari Kediri dengan luar negeri, konektivitasnya baik untuk umroh haji, untuk perdagangan kargonya, juga untuk ke Asia. Selain juga di penerbangan domestik yang lain,” tegas Mbak Wabup.

    Peluang 28 Negara Tujuan

    Yudhonur Setyaji, Kasubdit Kerjasama Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, mengungkapkan bahwa secara regulasi, terdapat 28 negara yang dapat membuka rute penerbangan dari dan menuju Bandara Dhoho. Negara-negara tersebut meliputi Turki, Jepang, Malaysia, Singapura, negara-negara Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.

    “Jadi sekali lagi, Bapak dan Ibu, khususnya kepada Bapak dan Ibu pemangku kebijakan di tingkat daerah, manfaatkan 28 destinasi ini. Tidak hanya untuk haji dan umroh, tapi juga bisa untuk pariwisata maupun untuk kegiatan kargo,” tuturnya.

    Vice Chairman Barindo, Farshal Hambali, yang memimpin 28 delegasi perwakilan maskapai internasional, menegaskan komitmen penuh untuk mendorong maskapai membuka rute ke Kediri. Namun, ia menekankan perlunya dukungan promosi, insentif biaya, dan penguatan ekosistem aviasi dari daerah.

    “Kami dari Barindo percaya bahwa setiap bandara baru membuka peluang baru, peluang perdagangan, peluang investasi, peluang UMKM, dan yang paling penting semua ini bisa menjadi manfaat bagi masyarakat di sekitar,” tegas Farshal, menjanjikan dukungan penuh untuk Bandara Dhoho. [nm/suf]