Hasil Quick Count Pilkada Jatim 2024 Litbang Kompas Data 48,50 Persen: Khofifah-Emil Unggul 58,64 Persen
Penulis
KOMPAS.com –
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2
Khofifah Indar Parawansa
-Emil Dardak, unggul 58,64 persen dalam hitung cepat atau
quick count
sementara Litbang Kompas, Rabu (27/11/2024), pukul 15.00 WIB.
Sementara itu, pasangan nomor urut 3
Tri Rismaharini
-Zahrul Azhar Asumta mendapat 32,41 persen suara.
Kemudian, pasangan nomor urut 1
Luluk Nur Hamidah
-Lukmanul Khakim mendapatkan 8,95 persen suara.
Perolehan suara tersebut diperoleh dari data penghitungan yang masuk sebesar 48,50 persen dari total sampel 400 TPS di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Quick count
Litbang Kompas dalam
Pilkada Jatim
2024 menggunakan metodologi sistematik
random sampling.
Dengan menggunakan tingkat kepercayaan 99%,
sampling error
hasil penelitian diperkirakan kurang lebih 1%.
Survei dibiayai sepenuhnya oleh harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).
Hasil
quick count
ini bukanlah hasil resmi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari Kamis (28/11/2024) hingga Senin (16/12/2024).
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Emil Dardak
-
/data/photo/2024/11/15/67362ea1e7988.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Hasil Quick Count Pilkada Jatim 2024 Litbang Kompas Data 48,50 Persen: Khofifah-Emil Unggul 58,64 Persen Surabaya
-

Berjalan Kaki ke TPS Margorejo Surabaya, Emil dan Arumi Ajak Warga Nikmati Pesta Demokrasi
Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wakil Gubernur Emil Dardak bersama istrinya, Arumi Bachsin, menyalurkan hak pilih mereka di TPS 015 Margorejo Indah, Kelurahan Margorejo, Rabu (27/11/2024).
Mereka tiba di TPS tepat pukul 08.00 pagi dan mencoblos 22 menit kemudian. Berjalan kaki sejauh 200 meter dari kediamannya, Emil dan Arumi tampak santai dengan pakaian serba putih yang serasi.
Kehadiran Emil dan Arumi disambut antusias oleh warga sekitar. Suasana akrab terlihat saat mereka menyapa dan berbincang dengan warga yang turut mencoblos. Beberapa warga dan petugas TPS memanfaatkan momen untuk berswafoto bersama pasangan ini.
Setelah mencoblos, Emil dan Arumi menyempatkan diri mampir di booth TPS yang menyediakan makanan dan minuman untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Mereka mencicipi jajanan pasar, sinom, dan susu kedelai yang disediakan panitia.
“Selain mencoblos, ini jadi momen kebersamaan dengan warga. Suasana seperti ini yang membuat Pilkada terasa seperti pesta demokrasi,” kata Emil.
Emil mengungkapkan persiapannya sebelum mencoblos. Dia memulai hari dengan doa dan meminta restu kepada orang tua serta mertuanya melalui panggilan video.
“Sebelum mencoblos, saya berdoa dan meminta restu dari orang tua serta mertua. Semua ini kita serahkan kepada Tuhan, hasil akhirnya adalah keputusan yang Maha Kuasa,” ungkap Emil.
Terkait suasana malam sebelum pencoblosan, Emil mengaku ada rasa harap dan pasrah terhadap hasil Pilkada. Dia juga menekankan bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata kerja individu, melainkan usaha kolektif semua pihak.
“Semua ini adalah hasil dari ikhtiar bersama. Kita hanya bisa berdoa agar upaya ini diridhoi,” ujar mantan Bupati Trenggalek ini.
Emil juga menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai jujur dan adil dalam proses pemilu. Ia mengajak masyarakat untuk tidak terpecah karena perbedaan pilihan.
“Sistem kita ini jurdil, jujur dan adil, serta menjunjung asas kerahasiaan. Setelah mencoblos, jangan terlalu mengkotak-kotakkan orang hanya karena perbedaan pilihan,” pesannya.
Arumi Bachsin, yang turut menemani Emil, menambahkan pesan penting untuk masyarakat, terutama generasi muda. Dia berharap Pilkada kali ini bisa dimaknai sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan sekaligus bermakna.
“Pilkada adalah momen demokrasi. Jangan malas nyoblos hanya karena hari libur. Hari ini akan menentukan masa depan daerah kita untuk lima tahun ke depan,” ujar Arumi.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan hari libur Pilkada untuk menjalin keakraban dengan keluarga, tanpa melupakan tanggung jawab memilih. “Nyoblos dulu, baru liburan. Jangan sampai melewatkan kesempatan ini,” pungkasnya.[asg/ted]
-

Hari Ini, Satu Juta Rakyat Jombang Pilih Pemimpin Baru
Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak satu juta rakyat Jombang, tepatnya 1.012.800 orang yang masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) Pilkada Serentak 2024 akan memilih pemimpin baru, Rabu (27/11/2024).
Baik Pilbup (Pemilihan Bupati) Jombang maupun Pilgub (Pemilihan Gubernur) Jawa Timur. Mereka akan menyalurkan suaranya pada 1.942 TPS yang tersebar di 21 kecamatan. Dar jumlah itu, sembilan diantaranya merupakan TPS loksus (lokasi khusus) yang sebagian berada di pondok pesantren.
Distribusi logistik sudah sampai di masing-masing TPS oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) setempat. Para pemilih juga sudah mendapatkan undangan untuk mencoblos. Dari bilik suara itulah mereka akan menentukan pemimpinnya untuk masa lima tahun mendatang.
Untuk Pilgub Jatim diikuti tiga paslon (pasangan calon). Nomor urut 01 adalah Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim. Nomor urut 02 Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Sedangkan nomor urut 03 Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.
Sementara Pilbup Jombang diikuti dua pasangan calon. Yaitu, nomor urut 01 Mundjidah Wahab-Sumrambah (MuRah). Pasangan ini diusung PDIP (10 kursi), PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi). Totalnya 20 kursi. Pasangan ini juga didukung sejumlah partai non-parlemen.
Kemudian, paslon nomor urut 02 H Warsubi-KH Salmanudin Yazid (WarSa). Pasangan ini diusung oleh sejumlah partai. Diantaranya, Partai Gerindra (8 kursi), PKB (12 kursi), Partai Golkar (5 kursi), PKS (3 kursi), serta Partai Nasdem (2 kursi). Totalnya 30 kursi. Sederet partai non-parlemen juga memberikan rekomendasi untuk pasangan ini. [suf]
-

Pilgub Jatim 2024, Luluk dan Gus Hans Nyoblos di Jombang
Jombang (beritajatim.com) – Pilgub (Pemilihan Gubernur) Jatim 2024 digelar Rabu, 27 November 2024. Tentu saja, para paslon (pasangan calon) juga akan memberikan hak suaranya di TPS (Tempat Pemungutan Suara) masing-masing.
Ada dua kandidat yang akan mencoblos di Kabupaten Jombang. Mereka adalah Cagub (Calon Gubernur) nomor 1 Luluk Nur Hamidah dan Cawagub (Calon Wakil Gubernur) nomor 3 KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.
Luluk mencoblos di TPS 003 Desa Brodot Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. TPS ini berada di SDN Brodot 1. Luluk merupakan Cagub kelahiran desa tersebut. Namun selama ini lebih banyak di Jakarta.
Ketua TPS 003 Desa Brodot Kecamatan Bandarkedungmulyo St. Nur Fadillah membenarkan bahwa Cagub Luluk akan mencoblos di TPS tersebut. Pasalnya, Luluk sudah masuk dalam DPK (Daftar Pemilih Khusus).
“Karena masuk DPK, mencoblosnya mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Bu Luluk mencoblos di TPS 003 Desa Brodot,” kata Nur Fadillah ketika dihubungi melalui ponselnya.
Untuk diketahui, pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus atau DPK adalah para Pemilih yang memiliki identitas kependudukan dan telah memenuhi syarat, tetapi tidak terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan).
Sementara itu, Gus Hans menyalurkan hak suaranya di TPS 007 Desa/Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. TPS tersebut berada di dekat Akper (Akademi Perawat) Darul Ulum Rejoso Jombang.
Yakni di area PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Jombang. “Benar. Saya mencoblos di TPS 007 Desa/Kecamatan Peterongan,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Selasa (26/11/2024).
Gus Hans menegaskan bahwa dirinya juga sudah mendapatkan undangan untuk mencoblos. Jika tidak ada aral melintang, Cawagub dari Cagub Tri Rismaharini itu akan mencoblos pada pukul 10.00 WIB.
Pilkada serentak 2024 digelar Rabu, 27 November. Saat ini, distribusi logistik masih berlangsung dari PPS ke masing-masing TPS. Di Jombang, terdapat 1.942 TPS yang tersebar di 21 kecamatan.
Dari jumlah itu, terdapat Sembilan TPS loksus (lokasi khusus) yang sebagian berada di pondok pesantren. Sementara jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pilkada 2024 ini sebanyak 1.012 800 pemilih.
Untuk Pilgub Jatim diikuti tiga paslon (pasangan calon). Nomor urut 01 adalah Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim. Nomor urut 02 Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Sedangkan nomor urut 03 Tri Rismaharini-Gus Hans.
Sementara Pilbup Jombang diikuti dua pasangan calon. Yaitu, nomor urut 01 Mundjidah Wahab-Sumrambah (MuRah). Pasangan ini diusung PDIP (10 kursi), PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi). Totalnya 20 kursi. Pasangan ini juga didukung partai non-parlemen, Hanura.
Kemudian, paslon nomor urut 02 H Warsubi-KH Salmanudin Yazid (WarSa). Pasangan ini diusung oleh sejumlah partai. Di antaranya, Partai Gerindra (8 kursi), PKB (12 kursi), Partai Golkar (5 kursi), PKS (3 kursi), serta Partai Nasdem (2 kursi). Totalnya 30 kursi.
Sedangkan partai non-parlemen yang memberikan rekomendasi untuk pasangan ini adalah PAN (Partai Amanat Nasional), PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan Partai Gelora. [suf]
-

Emil Dardak Manfaatkan Masa Tenang Pilkada dengan Ziarah Wali Limo
Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur (Jatim) nomor urut 2, Emil Elestianto Dardak, memanfaatkan masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) dengan berziarah ke makam Wali Limo atau makam lima dari sembilan wali. Dalam perjalanan yang dimulai dari pagi hingga larut malam, Emil juga berkunjung ke makam leluhurnya di Gresik.
Emil memulai perjalanan spiritualnya pada pukul 10.00 WIB dari makam Sunan Ampel di Surabaya. Setelah berdoa dan merenung, dia melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Drajat di Lamongan.
Saat tiba di Lamongan sekitar pukul 13.00 WIB, Emil diajak oleh salah satu dzurriyah untuk mengunjungi petilasan berupa kamar kecil yang dipercaya memiliki nilai spiritual tinggi. Di sana, dia juga melaksanakan Sholat Dzuhur.
“Ziarah ini adalah kesempatan untuk merenungkan perjuangan para wali yang telah menyebarkan Islam dan membangun nilai-nilai kebudayaan di Nusantara,” ujar mantan Bupati Trenggalek ini.
Tepat pukul 14.30 WIB, perjalanan Emil berlanjut ke Tuban, di mana ia mengunjungi makam Syekh Asmoro Qondi dan Sunan Bonang. Menjelang malam, Emil tiba di Gresik untuk berziarah ke makam Sunan Gresik Syekh Malik Maulana Ibrahim sekitar pukul 22.00 WIB.
Dia juga meluangkan waktu untuk berziarah ke makam leluhurnya, Kyai Tumenggung Pusponegoro, yang merupakan bupati pertama Gresik dan seorang mursyid Thoriqoh Sathoriyah ke-29.
“Ziarah ke makam leluhur saya ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan membangun masyarakat adalah warisan yang harus diteruskan,” ujar Emil saat di Gresik.
Perjalanan spiritualnya diakhiri di makam Sunan Giri di Gresik, dengan ziarah selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Emil mengatakan bahwa ziarah ini menjadi momen refleksi diri sekaligus inspirasi untuk terus melayani masyarakat Jawa Timur dengan semangat para wali dan leluhurnya. [asg/beq]
-

Puluhan TPS di Jombang Berada di Area ‘Blank Spot’
Jombang (beritajatim.com) – Karena tak terjangkau jaringan internet atau blamk spot, sebanyak 22 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jombang digeser ke tempat lain.
Ketua KPU Jombang, Ahmad Udi Masjkur menjelaskan, pergeseran ini dilakukan beberapa hari menjelang Pilkada 2024. Sebelum tahap distribusi logistik, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di masing-masing desa melakukan pengecekan terakhir dan menemukan indikasi kerawanan itu.
“Selanjutnya, petugas sepakat memindahkan lokasi TPS ke titik yang lebih tinggi sebagai alternatifnya,” kata Ahmad Udi Masjkur, Selasa (26/11/2024).
Udi mengatakan, untuk blank spot internet itu pihaknya melakukan pergeseran TPS. Karena kebutuhan internet sangat penting dalam proses tersebut. Sehingga lokasi TPS digeser ke tempat lebih tinggi. “Ada sekitar 22 titik yang blank spot,” kata Udi.
Udi mengungkapkan bahwa puluhan TPS yang tidak terjangkau jaringan internet ini berada di wilayah pinggiran. Diantaranya, Kecamatan Plandaan, Ngusikan, Kabuh, Wonosalam dan beberapa titik di Kecamatan Mojoagung.
Untuk diketahui, Pilkada 2024 akan digelar besok Rabu, 27 November 2024. Saat ini, distribusi logistik masih berlangsung dari PPS ke masing-masing TPS.
Di Jombang, terdapat 1.942 TPS yang tersebar di 21 kecamatan, dimana sembilan diantaranya merupakan TPS loksus (lokasi khusus) yang sebagian berada di pondok pesantren. Sementara jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pilkada 2024 ini sebanyak 1.012 800 pemilih.
“Sesuai dari laporan teman-teman PPK di seluruh Jombang menyampaikan distribusi di masing-masing desa PPS ke TPS sedianya tanggal 26 (November), sebagai langkah mitigasi kita sebelumnya sudah melalukan pemetaan awal, terkait TPS-TPS rawan,” pungkasnya.
Untuk Pilgub Jatim diikuti tiga paslon (pasangan calon). Nomor urut 01 adalah Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim. Nomor urut 02 Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Sedangkan nomor urut 03 Tri Rismaharini-Gus Hans.
Sementara Pilbup Jombang yang digelar 27 November 2024 diikuti dua pasangan calon. Yaitu, nomor urut 01 Mundjidah Wahab-Sumrambah (MuRah). Pasangan ini diusung PDIP (10 kursi), PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi). Totalnya 20 kursi. Pasangan ini juga didukung partai non-parlemen, Hanura.
Kemudian, paslon nomor urut 02 H Warsubi-KH Salmanudin Yazid (WarSa). Pasangan ini diusung oleh sejumlah partai. Di antaranya, Partai Gerindra (8 kursi), PKB (12 kursi), Partai Golkar (5 kursi), PKS (3 kursi), serta Partai Nasdem (2 kursi). Totalnya 30 kursi.
Sedangkan partai non-parlemen yang memberikan rekomendasi untuk pasangan ini adalah PAN (Partai Amanat Nasional), PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan Partai Gelora. [suf]
-

Sosok-sosok yang Diunggulkan dalam Pilkada Jakarta, Jateng, dan Jatim 2024 Berdasarkan Hasil Survei
TRIBUNJATIM.COM – Inilah deretan sosok yang diunggulkan dalam Pilkada Jakarta, Jateng, dan Jatim 2024 berdasarkan hasil survei.
Tinggal dua hari lagi menuju pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.
Diketahui, pemungutan suara Pilkada 2024 akan dilaksanakan pada Rabu, 27 November 2024.
Lantas, siapa nama-nama yang unggul dalam survei Pilkada Jakarta, Pilkada Jateng, dan Pilkada Jatim?
Berikut informasi selengkapnya tentang sosok yang unggul.
1) Pilkada Jakarta: Pramono-Rano Unggul
Berdasar lima survei terakhir Pilkada Jakarta 2024, Pramono Anung-Rano Karno unggul dari dua paslon lain, yaitu Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto maupun Ridwan Kamil-Suswono.Empat dari lima survei menunjukkan Pramono-Rano unggul.
Litbang Kompas (20-25 Oktober)
Pramono-Rano : 38,3 persen
RK-Suswono : 34,6 persen
Dharma-Kun : 3,3 persenLembaga Survei Indonesia (10-17 Oktober 2024)
Pramono-Rano : 41,6 persen
RK-Suswono : 37,4 persen
Dharma-Kun : 6,6 persen
LSI Denny JA (16-22 Oktober 2024)RK-Suswono : 37,4 persen
Pramono-Rano : 37,1 persen
Dharma-Kun : 4 persen
Saiful Mujani Research and Consulting/SMRC (31 Oktober-9 November)Pramono-Rano : 46 persen
RK-Suswono : 39,1 persen
Dharma-Kun : 5,1 persen
Alvara Research and Center (17-21 November)Pramono-Rano : 49 persen
RK-Suswono : 44,5 persen
Dharma-Kun : 1,9 persen2) Pilkada Jateng: Andika dan Luthfi Bersaing Ketat
Pilkada Jateng 2024 diikuti dua paslon cukup seimbang, yaitu Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin.
Berkaca dari enam survei, masing-masing unggul di tiga survei.
SMRC (7-12 November)
Andika-Hendi : 50,4 persen
Ahmad Luthfi-Taj Yasin : 47,0 persen
Tidak tahu/Tidak Menjawab : 2,6 persenSurvei Indikator (7-13 November)
Ahmad Luthfi-Taj Yasin : 47,19 persen
Andika-Hendi : 43,46 persen
Tidak tahu/tidak menjawab : 9,35 persenLitbang Kompas (15-20 Oktober)
Andika-Hendi : 28,8 persen
Luthfi-Yasin : 28,1 persen
Tidak memilih : 1 persen
Belum tentukan pilihan/tidak tahu : 43,1 persenLSI Denny JA (16-22 Oktober)
Luthfi-Taj Yasin : 46,8 persen
Andika-Hendi : 28,2 persen
Tidak tahu/tidak jawab : 25 persenLKPI (27 Agustus-3 September)
Andika-Hendi : 64,8 persen
Luthfi-Yasin : 31,4 persen
Tidak tahu/tidak jawab : 3,8 persenSurvei Poltracking Indonesia (8-17 September)
Luthfi-Yasin : 52,2 persen
Andika Perkasa-Hendrar Prihadi : 31,4 persen
Belum menentukan : 19,1 persen3) Pilkada Jatim: Khofifah-Emil Rajai Survei
Pilkada Jatim 2024 diikuti tiga paslon, yaitu Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (Luluk-Lukmanul), Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak (Khofifah-Emil), dan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Risma-Gus Hans).
Dari tiga survei, Khofifah-Emil unggul telak dari dua paslon lain.
Litbang Kompas (2-7 November)
Khofifah-Emil : 52,5 persen
Risma-Gus Hans : 20,9 persen
Luluk-Lukmanul : 3,8 persenPoltracking (4-10 Oktober)
Khofifah-Emil: 67,5 persen
Risma – Gus Hans: 24,6 persen
Luluk – Lukmanul: 2,8 persen
Tidak tahu/Tidak Menjawab: 5,1 persenLSI Denny JA (27 Oktober-3 November)
Khofifah-Emil: 67,0 persen
Risma-Gis Hans: 19,1 persen
Luluk-Lukmanul: 2,1 persen
Suara yang tidak sah: 0,6 persen
Belum memutuskan/merahasiakan pilihannya: 11,2 persenBerita Viral dan Berita Jatim lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
-

Kejar-kejaran Elektablitas Luluk, Khofifah, Risma, Update Survei Pilgub Jatim 2024 Jelang Coblosan
TRIBUNJATIM.COM – Pertarungan tiga srikandi Jawa Timur (Jatim) dalam Pilgub Jatim 2024 semakin disorot.
Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota serentak di seluruh Indonesia atau Pilkada 2024 akan dilaksanakan pada Rabu, 27 November 2024.
Untuk diketahui, Pilgub Jatim 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon (paslon).
Paslon nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim.
Nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.
Nomor urut 3 Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans.
Elektablitas ketiga paslon semakin disorot, dua hari jelang coblosan Pilgub Jatim 2024.
Untuk itu, berikut TribunJatim.com sajikan rangkuman hasil survei Pilgub Jatim 2024 dari beberapa lembaga, sebagai update jelang coblosan.
Siapa paslon terkuat dalam perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim?
1.Poltracking
Menurut survei Pilgub Jatim 2024 terbaru dari Poltracking mencatat tren elektoral Khofifah dan Emil terus naik selama dua bulan belakangan.
Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda AR membeberkan hasil survei Poltracking sepekan jelang coblosan yakni elektabilitas Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di angka 68,4 persen.
Kemudian Tri Rismaharini (Risma)-KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) 24,2 persen , dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (LUMAN) 3,8 persen . Ada 3,6 persen responden belum menentukan pilihan.
“Khofifah-Emil unggul atas Risma-Gus Hans dan Luluk-Lukman,” kata Hanta saat paparan hasil survei melalui zoom, Kamis (21/11/2024).
Hanta menyebut tren elektoral Khofifah-Emil selama 2 bulan terakhir terus melesat. Sementara dua paslon lain cenderung stagnan.
Lebih lanjut Hanta kemudian menganalisa terkait interval angka ketiga paslon dengan perhitungan margin of error.
“Jadi margin of error di angka 2,2 persen. Maka range angka Khofifah-Emil bisa naik dari 68,4 persen menjadi 70,6 persen atau bisa menjadi 66,2 persen. Artinya paslon Khofifah-Emil menurut data Poltracking angkanya di kisaran interval 66,2 persen hingga 70,6 persen,” bebernya.
“Sementara paslon Risma-Gus Hans dengan interval margin of error 2,2 persen, maka kami prediksi angka Risma-Gus Hans di kisaran 22 persen sampai dengan 26,4 persen. Lalu paslon LUMAN di kisaran angka 1,6 persen hingga 6 persen,” tambahnya.
Hanta mengatakan dengan sisa masa kampanye yang kurang 3 hari dan coblosan kurang 6 hari, Poltracking menyebut Khofifah-Emil akan memenangkan Pilgub Jatim 2024.
“Berdasar data survei Poltracking terbaru ini, memprediksi pemenang Pilkada Gubernur Jawa Timur 2024 mendatang akan dimenangkan oleh paslon 2, Khofifah-Emil dengan perolehan kisaran 66,2 persen hingga 70,6 persen,” ungkapnya.
Meski begitu, Hanta mengatakan angka tersebut bisa dicapai Khofifah-Emil jika tidak ada operasi politik besar dari salah satu paslon, termasuk soal partisipasi pemilih.
“Kalau partisipasi semakin tinggi, maka angka ini tidak akan jauh. Kemudian tidak ada dinamika politik termasuk operasi politik dan isu-isu atau sentimen positif/negatif di masing-masing paslon yang sangat signifikan,” jelasnya.
“Faktor masa kampanye semakin berkurang, debat sudah selesai, dan undecided voters semakin kecil. Maka Poltracking memprediksi Khofifah-Emil akan memenangkan kontestasi di Jatim,” tambahnya.
Survei Poltracking digelar pada 13-19 November 2024. Survei ini melibatkan 2.000 responden di seluruh Jatim. Metode survei menggunakan multistage random sampling.
Survei Poltracking ini memiliki margin of error di angka -+2,2?ngan tingkat kepercayaan 95 persen . Survei dilakukan dengan tatap muka.
2.Litbang Kompas
Survei ini berlangsung pada 2-7 November 2024 melalui wawancara tatap muka. Survei ini melibatkan 800 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Jatim.
Menggunakan metode ini pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian +/- 3,46 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
Menggunakan pertanyaan pertutup, sebanyak 52,5 persen responden memilih paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.
Adapun paslon nomor urut 3, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta, dipilih 20,9 persen responden.
Sedangkan, paslon nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim, dipilih 3,8 persen reponden.
Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu soroti peluang Luluk kejar elektabilitas Khofifah dan Risma dari sisi faktor ketokohan.
“Mesin partai ekfektif, tapi kalau calon tidak begitu populer, orang enggak merasa kenal dengan orang itu, ya cenderung akan menghindari memilih,” ujarnya kepada Kompas.com dalam Obrolan News Room, Jumat (15/11/2024).
Luluk-Lukmanul diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, dalam pilkada, figur tokoh lebih menonjol dibanding partai-partai pengusungnya.
“Sosok yang kemudian sangat memengaruhi pemilih. Memengaruhi itu bisa dalam popularitas, rekam jejak,” ucapnya.
Ia mengibaratkan alasan pemilih mencoblos calon tertentu seperti memilih jodoh.
“Ini kan teori sederhana, kamu kenal, kamu sayang, kamu milih. Kalau enggak kenal, apalagi bisa meyanyangi, milih pun enggak mungkin,” ungkapnya.
Karena tak mengenal sosok tersebut, pemilih PKB goyah, sehingga cenderung beralih ke calon yang diusung parpol lain.
Jika dibandingkan dengan Khofifah-Emil, paslon petahana itu lebih dikenal publik karena memiliki modal sosial sebagai gubernur-wakil gubernur Jatim selama lima tahun.
“PKB belum (mengambil) keputusan pada saat itu untuk mencalonkan siapa. Luluk-Lukman hadir di last minute,” tuturnya.
Khofifah-Emil telah berada di garis start, sementara Luluk-Lukmanul belum.
“Sementara yang baru mulai, social capital-nya belum kelihatan. Dia harus bertarung dengan pasangan petahana dengan durasi waktu yang relatif sempit,” jelas Yohan.
3.Polbrain
Elektabilitas Luluk Nur Hamidah, Khofifah Indar Parawansa, dan Tri Rismaharini jelang coblosan Pilgub Jatim 2024 bersaing ketat. (KOLASE Istimewa/TribunJatim.com)
Dalam survei Polbrain, elektabilitas Khofifah-Emil mencapai 49,3 persen, ditempel oleh Risma-Gus Hans dengen tingkat keterpilihan 35,2 persen. Adapun duet Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim ada di angka 5,3 persen. Sebanyak 10,2 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan (Undecided Voters).
Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Riset Politik “Polbrain”, Airlangga Pribadi Kusman, menyebut Pilkada Jatim masih akan berlangsung dinamis sampai hari pencoblosan pada 27 November 2024.
Preferensi masyarakat telah mengerucut pada dua dari tiga kandidat, yaitu Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans).
“Kami melihat situasi Pilkada Jatim masih dinamis, bahkan sampai hari H nanti. Meski demikian, harus diakui fokus publik sudah mengerucut pada dua pasangan calon (paslon), yaitu Khofifah-Emil dan Risma-Gus Hans.
Keduanya akan saling berebut pemilih yang belum menentukan serta pemilih masing-masing kubu yang masih bisa berubah,” ujar Airlangga kepada media, Jumat (15/11/2024).
Bila dijumlah, Khofifah-Emil dan Risma-Gus Hans sudah meraup lebih dari 85 persen suara.
“Di sisa waktu yang ada saat ini, baik Khofifah-Emil maupun Risma-Gus Hans harus memacu diri pada lap terakhir untuk bisa mengunci kemenangan,” jelas Airlangga.
Dia menganalisis, terdapat tiga faktor yang bisa menentukan hasil Pilkada Jatim.
Pertama, suara publik yang belum menentukan pilihan, yang berkisar 10 persen. Kandidat yang bisa meraih suara ini akan cukup mampu meningkatkan elektabilitasnya.
Kedua, lanjut Airlangga, pemilih yang sudah menentukan pilihan tetapi masih menyatakan bisa mengubah pilihan. Berdasarkan survei, ada 44,3 persen pemilih yang menyatakan bahwa pilihannya saat ini masih mungkin berubah ketika Pilkada berlangsung 27 November 2024.
“Ceruk pasar inilah yang akan menjadi penentu utama, medan pertempuran paling penting, bagi Risma-Gus Hans dan Khofifah-Emil. Artinya situasi bisa berubah signifikan bila swing voters ini bisa digaet,” jelasnya.
Faktor ketiga, papar Airlangga, adalah sejauh mana duet Luluk-Lukman manpu mengoptimalkan basis suara mereka, yaitu kalangan Nahdliyin.
Airlangga menyebut pasar utama Luluk dan Khofifah beririsan kuat. Semakin Luluk bisa mengoptimalkan jaringan suara Nahdliyin dan PKB, tentu berpotensi akan menggerus suara Khofifah.
“Artinya masih ada cukup waktu, baik Risma-Gus Hans maupun Khofifah-Emil untuk menentukan hasil akhir, apakah Risma-Gus Hans mampu menyalip di lap terakhir, atau Khofifah-Emil memperkokoh posisinya,” tuturnya.
Sebagai informasi, survei Polbrain dilakukan pada 18-23 Oktober 2024 terhadap 1.000 responden yang tersebar secara proporsional di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
4.LSI Denny JA
Dalam survei LSI Denny JA, paslon Khofifah-Emil juga masih mengungguli paslon lainnya yakni Risma-Gus Hans dan Luluk-Lukmanul.
Ini hasilnya:
Khofifah-Emil: 67,0 persen
Risma-Gis Hans: 19,1 persen
Luluk-Lukmanul: 2,1 persen
Suara yang tidak sah: 0,6 persen
Belum memutuskan/merahasiakan pilihannya: 11,2 persen
Survei LSI Denny JA dilakukan pada tanggal 27 Oktober-3 November 2024 dengan menggunakan metodologi multistage random sampling melalui wawancara tatap muka kepada 1.000 responden.
Survei ini dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen, menurut peneliti LSI Denny JA, Fadhli Fakri Fauzan dalam keterangannya, Selasa (12/11/2024).
5. Katadata Insight Center (KIC)
Katadata Insight Center (KIC) menemukan pada hasil surveinya periode 18-19 Oktober Khofifah-Emil memperolehan kenaikan angka elektabilitas mengungguli para pesaingnya.
Survei ini melibatkan 613 responden yang telah memilliki hak suara di Jawa Timur.
Pengumpulan datan dilakukan pada 18-19 Oktober 2024 dengan metode survei online.
Margin of error kurang lebih 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei memperlihatkan elektabilitas Khofifah-Emil terus konsisten unggul dengan 55.5 persen, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans 33.4 persen.
Sedangkan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim hanya mendapat 6 persen.
Angka elektabilitas tersebut tumbuh dari hasil survei sebelumnya.
Pada periode 4-9 September 2024 menunjukkan angka elektabilitas Khofifah-Emil tetap jadi yang tertinggi.
Khofifah-Emil puncaki elektabilitas dengan 52.7 persen, Risma-Gus Hans 14.5 persen dan Luluk-Lukman hanya mendapat 3.1 persen.
‘Khofifah-Emil sulit sekali dikejar, kecuali ada akselerasi positif di pasangan Risma Gus Hans atau Luluk-Lukman,” ucap Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya M. Syaeful Bahar di Surabaya, Senin (28/10/2024).
6. Survei kilat di media sosial X
Nama pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim, santer dibicarakan di media sosial, menurut polling politisi senior Akbar Faizal, 2024. (Kolase Tribun Jatim Network/Twitter Akbar Faizal)
Dalam debat Pilgub Jatim 2024 Minggu (3/11/2024), Luluk-Lukmanul tampil bak macan panggung.
Dengan suara khasnya yang berat, Luluk berkali-kali mematahkan komentar Calon Gubernur Jatim petahana, Khofifah Indar Parawansa. Apalagi saat Khofifah pamer raihan penghargaan saat menjabat Gubernur Jatim.
Di media sosial X (dulu bernama Twitter), komentar pedas Luluk pun menjadi perbicangan hangat, akun milik Akbar Faizal @akbarfaizal68 yang punya 236.953 pengikut membuat polling Pilgub Jatim 2024 pada 4 November 2024.
Akbar Faizal merupakan salah satu politikus yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI dari tahun 2009–2013 dan 2014–2019.
“Hallo Jawa Timur. Aku nang Suroboyo saiki. Ayo nggawe survei kilat: Arep milih sopo?” katanya.
Polling yang diadakan Akbar Faizal, pun diserbu penggunan X.
Berdasarkan pantauan TribunJatim.com, dalam polling tersebut, paslon yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini unggul memperoleh polling 58 persen.
Untuk paslon Cagub-Cawagub Jatim nomor urut 3, Risma-Gus Hans berada di urutan kedua dengan peroleh polling 33 persen.
Sedangkan paslon nomor urut 2, Khofifah-Emil berada di posisi paling buncit dengan peroleh polling 9 persen.
Diketahui, hasil akhir polling itu di-vote oleh 13.794 suara pengguna medsos X, dan mendapat penayangan 35 ribu lebih, serta diposting ulang sebanyak 130 kali.
Berita tentang Pilgub Jatim 2024 lainnya

