Tag: Elon Musk

  • Boeing Bakal PHK Sekitar 400 Karyawan, Ada Apa?

    Boeing Bakal PHK Sekitar 400 Karyawan, Ada Apa?

    Bisnis.com, JAKARTA – Produsen pesawat asal Amerika Serikat Boeing Co. berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terdapat ratusan karyawan di proyek SLS roket bulan. Hal ini menimbulkan spekulasi jika program eksplorasi ruang angkasa NASA akan mengalami perubahan di masa pemerintahan Donald Trump.

    Dilansir dari Bloomberg, Boeing mengutip pernyataan terkait revisi program Artemis NASA dan ekspektasi biaya dalam pernyataan singkat, yang menyebutkan potensi pengurangan sekitar 400 posisi pada April 2025.

    “Kami bekerja sama dengan pelanggan kami dan mencari peluang untuk mempekerjakan kembali karyawan di seluruh perusahaan kami guna meminimalkan PHK dan mempertahankan rekan kerja kami yang berbakat,” kata juru bicara Boeing melalui email pada hari Jumat, dikutip Senin (10/2/2025).

    Masa depan Boeing di bidang antariksa dipertanyakan saat NASA mengalami pergantian kepemimpinan di bawah Presiden Trump dan penasihat dekatnya Elon Musk, kepala SpaceX yang diberi kewenangan pengawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Pabrikan kedirgantaraan AS itu memangkas ribuan pekerja dan memangkas kepemilikannya di bawah Kepala Eksekutif baru Kelly Ortberg. “Roket SLS NASA merupakan komponen penting dari kampanye Artemis milik badan tersebut,” kata juru bicara badan tersebut pada hari Sabtu dalam sebuah pernyataan melalui email.

    Dia menambahkan NASA dan mitra industrinya terus bekerja sama untuk mengevaluasi dan menyelaraskan anggaran, sumber daya, kinerja kontraktor, dan jadwal untuk melaksanakan persyaratan misi secara efisien, aman, dan berhasil dalam mendukung tujuan dan sasaran NASA dari bulan ke Mars.

    Sebagai informasi, program Artemis secara resmi dibentuk di bawah pemerintahan pertama Trump, setelah dia menandatangani arahan kebijakan untuk mengirim manusia kembali ke bulan untuk pertama kalinya sejak program Apollo berakhir lebih dari setengah abad yang lalu. Program tersebut terbebani selama bertahun-tahun oleh pembengkakan biaya, masalah teknis, dan rencana misi yang rumit, meskipun mendukung ribuan pekerjaan di seluruh AS.

    Pada November 2022, roket SLS memulai debut peluncurannya setelah lebih dari satu dekade pengembangan, dengan mengirimkan kapsul tanpa awak di sekitar bulan sebagai bagian dari uji terbang besar pertama untuk kampanye Artemis.

    Roket tersebut telah berulang kali dikritik karena penundaannya dan anggaran yang membengkak, yang diperkirakan akan menelan biaya sebesar US$23,8 miliar hingga 2025. Sementara itu, juru bicara NASA tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Trump telah mengisyaratkan keinginannya untuk mengirim astronot ke Mars dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga telah menjalin hubungan dekat dengan Elon Musk, yang mendirikan SpaceX dengan tujuan memulai pemukiman di Mars dan sedang mengembangkan roket baru yang kuat untuk mencapainya.

    “Kami akan mengejar takdir nyata kami ke bintang-bintang, meluncurkan astronot Amerika untuk menanam bintang dan garis di planet Mars,” kata Trump saat pelantikannya.

    Adapun, pengumuman PHK SLS muncul sekitar seminggu setelah Boeing mengumumkan perubahan kepemimpinan pada kapsul astronot Starliner-nya.

    Program ini telah menghabiskan lebih dari US$2 miliar dalam pembengkakan biaya setelah serangkaian kemunduran, termasuk uji terbang yang gagal pada Juni tahun lalu yang menyebabkan dua astronaut AS terjebak di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

  • Elon Musk Sebut Tak Minat Akuisisi TikTok

    Elon Musk Sebut Tak Minat Akuisisi TikTok

    Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu orang terkaya di dunia, Elon Musk, menyatakan tidak berminat mengakuisisi TikTok, yang merupakan aplikasi video popular.

    Sebagai informasi, Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya mencoba melarang aplikasi besutan Bytedance Ltd asal China dengan alasan keamanan nasional.

    Dilansir Bloomberg pada Minggu (9/2/2025), Elon Musk berkomentar mengenai isu pembelian TikTok pada sebuah konferensi di Jerman, yang diselenggarakan oleh konglomerat media Jerman AxelSpringer, Mathias Doepfner, pada bulan lalu.

    “Saya tidak pernah mengajukan penawaran untuk TikTok,” ujarnya yang bergabung melalui video pada konferensi tersebut.

    Video Elon Musk itu dirilis secara publik oleh penerbit koran Die Welt pada Sabtu kemarin. “Saya tidak punya rencana apapun mengenai apa yang akan dilakukan jika punya TikTok,” tambahnya.

    Dia juga menyebut tidak menggunakan aplikasi populer itu secara personal. “Saya tidak berhasrat untuk mengakuisisi TikTok,” kata Elon Musk, yang membeli Twitter pada 2022 sebelum mengganti nama layanan media sosial tersebut menjadi X.

    Membeli Twitter merupakan pengecualian, katanya, dan beralasan media sosial itu dibeli untuk menjaga kebebasan berbicara.

    Bloomberg News pada bulan Januari melaporkan bahwa pejabat China sedang mengevaluasi kemungkinan yang akan memungkinkan orang terkaya di dunia dan pendukung Presiden Donald Trump itu untuk mengakuisisi bisnis TikTok di AS jika perusahaan tersebut gagal menghindar dari larangan pemerintah Paman Sam.

    Dalam satu skenario, X milik Elon Musk akan mengambil alih TikTok AS dan menjalankan bisnis tersebut bersama-sama, orang-orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Bloomberg.

    Pada hari pertama Trump menjabat, dia menandatangani perintah eksekutif yang menghentikan sementara penjualan paksa atau penutupan TikTok, memberi perusahaan dan induknya di China lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan. Perintah itu dikeluarkan beberapa jam setelah pelantikan Trump, yang dihadiri oleh CEO Bytedance Shou Chew.

    Perintah itu menandai perubahan terbaru dalam upaya selama bertahun-tahun di Washington untuk melarang aplikasi tersebut karena masalah keamanan. Trump — yang mendukung larangan selama masa jabatan pertamanya — berubah pikiran setelah aplikasi itu membantunya memenangkan suara pemilih muda.

    “Kami memenangkan suara kaum muda. Saya pikir saya memenangkannya melalui TikTok, jadi saya punya tempat yang hangat di hati saya untuk TikTok,” katanya.

    Meski menyatakan tidak berminat akuisisi TikTok, Elon Musk diyakini mirip dengan Trump, yang selalu bisa berubah pikiran.

  • Elon Musk Nggak Tertarik Caplok TikTok

    Elon Musk Nggak Tertarik Caplok TikTok

    Jakarta

    Pendiri Tesla Elon Musk mengaku tak tertarik membeli aplikasi sosial media asal China TikTok. Diketahui, TikTok saat ini sedang dalam ancaman pelarangan operasi di Amerika Serikat (AS) karena dianggap sebagai keamanan nasional dengan pemiliknya, ByteDance.

    Seminggu setelah Donald Trump dilantik sebagai Presiden baru AS, Musk mengaku belum mengajukan penawaran untuk membeli TikTok. “Saya belum mengajukan penawaran untuk TikTok,” kata Musk dikutip dari Reuters, Minggu (9/2/2025).

    Musk juga mengaku tak punya rencana apapun seandainya membeli TikTok. Apalagi, ia juga mengaku tidak menggunakan aplikasi video pendek dan tidak familiar dengan format aplikasi TikTok.

    “Saya tidak tertarik ingin akuisisi TikTok, saya tidak mengakuisisi perusahaan secara umum, itu cukup langka,” ungkapnya.

    Musk juga menambahkan, akuisisi miliaran dolar AS terhadap platform media sosial Twitter, yang sekarang disebut X, menjadi hal yang tidak biasa. “Saya biasanya membangun perusahaan dari awal,” kata Musk.

    Untuk diketahui, Presiden dari Partai Republik menandatangani perintah untuk menunda larangan terhadap aplikasi video pendek populer yang dijadwalkan pada tanggal 19 Januari lalu.

    ByteDance diberi tenggat waktu untuk menjual aset TikTok di AS atau dilarang beroperasi. Hal itu muncul seiring kekhawatiran anggota parlemen yang menyebut aplikasi berisiko pada keamanan nasional lantaran China dapat memaksa TikTok untuk membagikan data penggunanya di AS.

    Namun begitu, TikTok telah membantah dugaan tersebut. Sementara itu, Apple dan Google juga dikabarkan belum mengembalikan TikTok ke toko aplikasi mereka sejak undang-undang pelarangan berlaku.

    Adapun sebelumnya, TikTok juga mengizinkan pengguna Android di AS untuk mengunduh dan terhubung ke aplikasi melalui paket kit di situs webnya sebagai upaya untuk menghindari pembatasan platform tersebut.

    Sementara itu, Trump mengaku tengah berunding dengan banyak orang untuk menentukan nasib pembelian TikTok. Adapun keputusan mengenai masa depan TikTok akan diputuskan bulan ini. Aplikasi tersebut memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS.

    Trump juga telah menandatangani perintah eksekutif untuk membuat dana kekayaan negara tahun ini, yang di dalamnya memuat potensi pembelian TikTok. Namun begitu, ByteDance sebelumnya membantah rencana menjual TikTok.

    Keputusan Trump menyelamatkan TikTok merupakan perubahan sikap dari masa jabatan pertamanya. Kala itu, Trump diketahui gagal melarang TikTok atas kekhawatiran yang sama.

    Pada periode kepemimpinan saat ini, Trump bahkan sempat mengatakan menyukai TikTok. Ia beranggapan, aplikasi tersebut telah membantunya memenangkan hati pemilih muda dalam pemilihan presiden 2024.

    (kil/kil)

  • Elon Musk Nggak Tertarik Caplok TikTok

    Elon Musk Ternyata Tak Tertarik Beli TikTok, Ini Alasannya

    Jakarta

    Miliuner Elon Musk sempat dikabarkan tertarik mengakuisisi bisnis TikTok di Amerika Serikat. Namun kini terungkap kalau ia tak tertarik membeli platform video singkat itu.

    Musk mengungkap hal itu dalam acara yang digelar oleh Axel Springer SE, media asal Jerman pada akhir Januari lalu, dan baru dipublikasikan sekarang oleh The Welt Group, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (9/2/2025).

    “Saya tidak ikut menawar TikTok. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan jika saya memiliki TikTok,” kata Musk.

    Komentar ini ia lontarkan seminggu setelah Presiden Amerika Donald Trump menyebut akan menyambut baik jika Musk membeli TikTok di Amerika Serikat.

    Musk juga menyebut ia tidak menggunakan TikTok di kesehariannya, dan mengaku tidak memahami format aplikasi tersebut.

    “Saya tidak tertarik untuk mengakuisisi TikTok, saya normalnya tidak mengakuisisi perusahaan, itu sangat jarang terjadi,” tambahnya.

    Ia berkilah, akuisisi Twitter — kini menjadi X — yang ia lakukan adalah hal yang sangat jarang terjadi. Pasalnya, ia biasanya membangun perusahaan dari nol.

    “Saya biasanya membangun perusahaan dari awal,” jelas Musk.

    Seperti diketahui, induk TikTok ByteDance diwajibkan untuk menyerahkan sahamnya untuk dibeli perusahaan asal Amerika Serikat agar tak diblokir di Negeri Paman Sam itu.

    “Biarkan AS punya 50% dari TikTok. Kami akan punya banyak tawaran. AS akan melakukan apa yang disebut joint venture,” kata Trump.

    Perintah eksekutif Trump menunda pemblokiran TikTok sampai 75 hari. Karena dianggap ancaman keamanan nasional, TikTok akan dilarang kecuali dijual pada pembeli dari Amerika atau salah satu negara sekutu.

    Trump pun tampaknya ingin AS membeli separuh dari ByteDance agar TikTok leluasa lagi beroperasi di Amerika Serikat.

    (asj/asj)

  • Elon Musk Nggak Tertarik Caplok TikTok

    PNS Amerika Terancam Dibabat Habis Elon Musk

    Washington

    PNS di pemerintahan federal Amerika Serikat tampaknya khawatir menghadapi sepak terjang Elon Musk dan Department of Government Efficiency (DOGE) yang ia pimpin. Program pengunduran diri sedang digalakkan oleh Musk dengan restu Presiden Donald Trump.

    Musk tampaknya melakukan hal yang sama seperti saat akuisisi Twitter. Langkah-langkahnya memicu kekacauan dan kebingungan pegawai federal. Orang terkaya di dunia itu berupaya mengurangi biaya dan merombak seluruh departemen. Ia mengirim email ultimatum dengan subjek Fork in the Road, meminta pegawai komitmen kerja sangat keras atau mundur.

    Dalam beberapa jam setelah akuisisi Twitter, Musk memecat eksekutif puncak. Dalam beberapa hari, ia memberhentikan sekitar 3.500 karyawan, sekitar 50% dari total staf.

    Pada akhirnya, total dia memangkas 80% karyawan Twitter, menuntut semua orang kembali ke kantor, dan sering mengharuskan karyawan bekerja lebih dari 40 jam seminggu.

    DOGE yang bertujuan memangkas anggaran federal hingga triliunan dolar, melakukan pemangkasan serupa di pemerintahan. USAID tampaknya sedang dalam proses penutupan. Sumber mengatakan bahwa Office of Personnel Management diarahkan memangkas 70% tenaga kerja. Lalu, General Services Administration diperintahkan mengajukan proposal untuk memangkas 50% biaya bisnis.

    “Elon tampaknya berpikir ia telah membeli pemerintah federal sekarang, dan ia memainkan rangkaian peristiwa yang sama seperti yang ia lakukan di Twitter,” kata Shannon Liss-Riordan, pengacara yang mewakili ribuan mantan karyawan Twitter, dikutip detikINET dari CNN.

    Pegawai pemerintah federal diberi tahu bahwa mereka sekarang harus memutuskan apakah akan tetap dalam peran mereka dan menerima tuntutan baru pemerintahan Trump, yaitu dapat diandalkan, loyal, dapat dipercaya, atau mengundurkan diri dan menerima pesangon.

    Namun tampaknya hal itu tidak mudah dilakukan. Sebagai contoh, ribuan mantan karyawan Twitter mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan setelah PHK karena pesangon yang tidak sesuai.

    Adapun juru bicara Office of Personnel Management menyebut resign dan dibayar ini adalah peluang langka bagi para PNS. “Ini adalah kesempatan langka dan menguntungkan – kesempatan yang telah melalui pemeriksaan menyeluruh dan sengaja dirancang untuk mendukung karyawan melalui restrukturisasi,” kata jubir OPM McLaurine Pinover.

    Ia menambahkan bahwa karyawan yang menerima tawaran tersebut akan diliburkan dan tidak perlu untuk terus bekerja sementara mereka tetap menerima gaji hingga September mendatang.

    (fyk/fyk)

  • Elon Musk Nggak Tertarik Caplok TikTok

    Ada Struktur Kotak Aneh di Mars, Elon Musk: Harus Diinvestigasi!

    Jakarta

    Foto yang diambil dari Planet Mars menemukan sesuatu yang berbentuk kotak dan misterius. Elon Musk bahkan menyarankan untuk kirim astronaut ke sana untuk diselidiki.

    Baru-baru ini, orang-orang tertarik dengan struktur yang diabadikan oleh Mars Global Surveyor (MGS) Mars Orbiter Camera (MOC). Pertanyaan soal ini ramai dibicarakan di forum Reddit di subreddit ‘alien’.

    Setelah menarik perhatian Reddit, banyak pasang mata yang ikut penasaran. Pocaster Joe Rogan dan bos SpaceX Elon Musk pun menuliskan komentarnya di platform X.

    “Ini benar-benar LIAR,” tulis Joe Rogan.

    “Kita harus mengirim sejumlah astronaut ke Mars untuk investigasi!” usul Musk.

    Melansir IFLScience, foto ini menunjukkan area yang panjangnya sekitar 3 km. Jelas saja, hal ini memancing spekulasi. Ada yang berpendapat itu adalah struktur alami, tapi ada yang yakin inu mungkin bukti peradaban alien yang telah lama terkubur.

    Baru-baru ini, orang-orang tertarik dengan struktur yang diabadikan oleh Mars Global Surveyor (MGS) Mars Orbiter Camera (MOC). Pertanyaan soal ini ramai dibicarakan di forum Reddit di subreddit ‘alien’. Foto: Mars Global Surveyor (MGS) Mars Orbiter Camera (MOC)

    Meski seru banget membuat banyak kemungkinan dari foto yang ada, sepertinya ini hanya pemandangan alam biasa. Alam memang seringkali memunculkan beberapa fitur dan struktur yang menarik, dari kolom heksagonal Giant’s Causeway di Bumi hingga heksagon kutub Saturnus. Fenomena geologi dan cuaca dapat menyebabkan banyak bentuk yang familiar, bukan semata-mata karena alien.

    Ada istilahnya, ketika kita melihat pola yang familiar pada objek yang sebenarnya tidak ada maka itu disebut pareidolia. Carl Sagan menjelaskan dalam bukunya ‘The Demon-Haunted World: Science as a Candle in the Dark’, bahwa kemampuan untuk mengidentifikasi ancaman sangat penting bagi kelangsungan hidup kita.

    Sagan mengatakan bahwa menemukan pola (ada atau tidaknya pola) merupakan keterampilan bertahan hidup yang penting, tetapi dapat menyebabkan salah tafsir terhadap gambar acak atau pola cahaya sebagai wajah dan objek yang dikenal. Dalam kasus ini, orang-orang melihat struktur persegi di bebatuan dan bayangan di Mars dalam foto yang diambil pada tahun 2001.

    Dengan begitu, kesimpulan sementara yang dapat menjelaskan apa struktur kotak di Planet Mars itu adalah murni bentukan alam. Besar kemungkinan itu adalah salah satu pareidolia.

    (ask/ask)

  • Kekayaan Bersih Elon Musk Merosot Usai Trump Berlakukan Tarif Baru

    Kekayaan Bersih Elon Musk Merosot Usai Trump Berlakukan Tarif Baru

    Bisnis.com, JAKARTA — Kekayaan bersih miliarder teknologi Elon Musk merosot menyusul upaya pemerintahan Trump dalam memberlakukan tarif baru.

    Kekayaan bersih CEO Tesla dan SpaceX ini berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir, terutama karena usaha bisnis dan politiknya baru-baru ini, termasuk perannya di Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).

    Saham Tesla anjlok 5,2% pada awal pekan ini, kerugian disebabkan oleh ancaman tarif yang menargetkan impor dari Kanada, Meksiko, dan China, demikian dilaporkan Newsweek. Saham tersebut turun 3,3% hingga 6 Februari.

    Penjualan Tesla di Inggris turun hampir 12% pada Januari, bahkan saat pendaftaran kendaraan listrik bulanan di pasar baterai-listrik terbesar di Eropa melonjak ke rekor, menurut data yang diterbitkan oleh New AutoMotive.

    Kekayaan bersih Elon Musk

    Musk terjun ke dunia politik pada 2024 dengan memberi dukungan finansialnya terhadap Trump.

    CEO miliarder tersebut menghabiskan setidaknya US$250 juta. Hasil untuk kampanye ini terbukti berhasil untuk kembali ke Gedung Putih.

    Newsweek melaporkan, kekayaan bersih Musk berada di sekitar US$433 miliar sebelum penurunan baru-baru ini menjadi sekitar US$418 miliar, sedikit pulih menjadi US$424 miliar pada hari Selasa.

    Hingga Kamis, kekayaan bersih Musk mencapai US$414 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index. Daftar miliarder real-time Forbes dari tanggal yang sama melaporkan kekayaan bersih miliarder teknologi tersebut adalah US$401,8 miliar.

    Dilansir Bloomberg, kekayaan Musk sebelumnya melonjak, mencapai US$486 miliar pada Desember 2024, naik dari US$262 miliar sebelum pemilihan. Kemudian pada November 2024, kekayaan bersih Musk tercatat sebesar US$307,4 miliar oleh Forbes dan US$319 miliar oleh Bloomberg.

    Apa yang menyebabkan Kekayaan Musk Menurun?

    Tarif yang diancam Trump merupakan faktor utama di balik kemunduran keuangan Musk baru-baru ini. 

    Tarif tersebut mengancam akan menaikkan biaya produksi Tesla dan perusahaan lain yang bergantung pada rantai pasokan global untuk bahan-bahan utama seperti aluminium dan litium, yang penting untuk baterai kendaraan listrik.

    Kekhawatiran tentang potensi tarif balasan dari China, pasar utama Tesla, juga menyebabkan ketidakpastian tambahan, yang memberi tekanan pada saham perusahaan mobil tersebut.

    Meskipun SpaceX dimiliki secara pribadi, tarif baru tersebut juga dapat memengaruhi rantai pasokannya, termasuk komponen yang dibutuhkan untuk jaringan Starlink.

  • Trump Setop Bantuan AS ke Afrika Selatan, Alasannya?

    Trump Setop Bantuan AS ke Afrika Selatan, Alasannya?

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump membekukan bantuan AS ke Afrika Selatan (Afsel). Alasannya, undang-undang di negara itu yang menurutnya memungkinkan tanah dirampas dari petani kulit putih, meskipun pemerintah Afsel telah membantahnya.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (8/2/2025), undang-undang tersebut akan “memungkinkan pemerintah Afrika Selatan untuk menyita properti pertanian suku minoritas Afrikaner tanpa kompensasi,” kata Trump dalam perintah eksekutif pada Jumat (7/2) waktu setempat, yang juga menekankan bentrokan kebijakan luar negeri antara kedua negara terkait Timur Tengah.

    Kepemilikan tanah merupakan masalah yang kontroversial di Afrika Selatan, dengan sebagian besar lahan pertanian masih dimiliki oleh orang kulit putih, tiga dekade setelah berakhirnya apartheid. Pemerintah Afrika Selatan telah berada di bawah tekanan untuk melaksanakan reformasi.

    Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat akan “mempromosikan pemukiman kembali pengungsi Afrikaner yang melarikan diri dari diskriminasi berbasis ras yang disponsori pemerintah.”

    Presiden AS tersebut baru-baru ini mengklaim bahwa Afrika Selatan menyita tanah melalui undang-undang perampasan yang ditandatangani bulan lalu. Tuduhan ini oleh pemerintah Afrika Selatan digambarkan sebagai misinformasi.

    Sekutu Trump, Elon Musk, yang lahir di Afrika Selatan, menuduh pemerintahan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa memiliki “undang-undang kepemilikan yang secara terbuka rasis.”

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Ini Sebab Elon Musk Ngotot Bubarkan USAID

    Ini Sebab Elon Musk Ngotot Bubarkan USAID

    Jakarta

    Elon Musk ngotot ingin menutup US Agency for International Development (USAID) dengan restu Presiden Donald Trump. Saat ini, kantor pusat USAID ditutup dan miliaran dolar uangnya dibekukan. Mengapa orang terkaya di dunia itu ingin sekali memberangus USAID?

    Bagi jutaan orang miskin di seluruh dunia, USAID adalah penyelamat penting dengan menyediakan bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan. Bagi Amerika Serikat, USAID menjadi salah satu elemen kunci dalam soft power.

    Didirikan berdasar perintah eksekutif Presiden John F. Kennedy pada 3 November 1963, kurang dari tiga minggu sebelum ia terbunuh, USAID adalah produk Undang-Undang Bantuan Luar Negeri. UU itu ditandatangani Kennedy untuk memisahkan program bantuan luar negeri militer dan non militer.

    Salah satu fungsi USAID yang paling terlihat adalah penyediaan bantuan bencana bagi negara-negara asing. Menurut situs webnya, USAID beroperasi sebagai donor tunggal bantuan pangan internasional terbesar di dunia. Website itu telah ditutup, mungkin atas perintah Elon Musk.

    Per tahun, AS menghabiskan sekitar USD 40 miliar untuk bantuan luar negeri, merupakan negara donor kemanusiaan terbesar di dunia. Menurut Congressional Research Service (CRS), USAID membantu sekitar 130 negara dan memiliki lebih dari 10.000 tenaga kerja. Indonesia termasuk negara yang mendapat bantuan USAID.

    Karena USAID didirikan berdasarkan undang-undang Kongres, lembaga ini tidak dapat dibubarkan begitu saja melalui keputusan eksekutif atau melalui cuitan dari Elon Musk. Untuk saat ini, Trump menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai penjabat administrator USAID.

    Namun, kantor pusat USAID di Washington telah ditutup. Staf diperintahkan bekerja dari rumah dan beberapa ratus karyawan melapor tak dapat mengakses sistem komputernya.

    Lantas mengapa Elon Musk ngotot menutup USAID? Kemungkinan besar dasarnya adalah efisiensi dan penghematan karena itulah tugas Musk di Department of Government Efficiency atau DOGE.

    “Ia (Trump) setuju bahwa kita harus menutupnya,” kata Musk di X.

    Ia menuding USAID adalah lembaga yang busuk. “Menjadi jelas bahwa itu bukan apel dengan cacing di dalamnya. Apa yang kita miliki hanyalah sekumpulan cacing. Pada dasarnya Anda harus menyingkirkan semuanya. Itu (USAID) tidak dapat diperbaiki. Kita akan menutupnya,” cuitnya.

    Ia bahkan mencap USAID sebagai organisasi kriminal tanpa menyuguhkan bukti yang meyakinkan. “Saatnya mereka mati,” sebutnya lagi seperti dikutip detikINET dari Independent.

    (fyk/fay)

  • Bank Sentral Inggris Minta Donald Trump Tak Tarik Dukungan ke IMF dan Bank Dunia – Page 3

    Bank Sentral Inggris Minta Donald Trump Tak Tarik Dukungan ke IMF dan Bank Dunia – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Gubernur Bank of England, Andrew Bailey mendesak dukungan Amerika Serikat (AS) yang berkelanjutan terhadap dua lembaga ekonomi global, yaitu Dana Moneter International (IMF) dan Bank Dunia.

    Mengutip BBC, Jumat (7/2/2025) Bailey mengatakan bahwa Bank Sentral Inggris mengamati kemungkinan Presiden AS Donald Trump akan mengubah dukungannya pada IMF dan Bank Dunia.

    “Sangat penting bahwa kita tidak mengalami fragmentasi ekonomi dunia,” kata Bailey.

    “Sebagian besar dari itu adalah kita memiliki dukungan dan keterlibatan dalam lembaga-lembaga multilateral, lembaga-lembaga seperti IMF, Bank Dunia, yang mendukung operasi ekonomi dunia. Itu sangat penting “ ungkapnya.

    Dilaporkan, ada kekhawatiran di antara kementerian keuangan dan bank-bank sentral di seluruh dunia tentang pelepasan AS dari lembaga keuangan global.

    Perintah Eksekutif Gedung Putih

    Sejumlah sumber di Washington juga mengatakan dua lembaga keuangan tersebut berada dalam perintah eksekutif Gedung Putih untuk meninjau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya.

    Sebagai informasi, AS merupakan pemegang saham terbesar di IMF dan Bank Dunia, lembaga yang dibentuk oleh Konferensi Bretton Woods pascaperang 80 tahun lalu.

    IMF menyediakan pinjaman terakhir bagi negara-negara yang sedang mengalami kesulitan keuangan, dan mensurvei masalah ekonomi.

    Sementara Bank Dunia memberikan uang dan pinjaman murah kepada negara-negara berkembang untuk pengentasan kemiskinan dan pembangunan.

    Belum Ada Staf Khusus

    Sejauh ini, Trump belum menunjuk staf untuk bidang ini, tetapi pengeluaran pembangunan USAID saat ini menjadi fokus pemotongan anggaran Departemen Efisiensi Pemerintahan Elon Musk.

    Ketika ditanya tentang kemungkinan AS meninggalkan IMF, IMF mengatakan bahwa mereka memiliki “sejarah panjang” dalam bekerja sama dengan pemerintahan AS yang berurutan.