Tag: Elon Musk

  • Berapa IQ Elon Musk yang Disebut Trump Orang Paling Pintar

    Berapa IQ Elon Musk yang Disebut Trump Orang Paling Pintar

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Donald Trump menyebut Elon Musk adalah orang yang cerdas dan melakukan pekerjaan dengan baik sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).

    Bahkan, Trump mengatakan tak ada orang yang lebih pintar dari Musk. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut sudah berupaya mencari orang yang lebih pintar untuk membawahi DOGE, tetapi akhirnya tak berhasil dan memutuskan menunjuk Musk untuk tugas memangkas anggaran pemerintah.

    Tak dapat dibantah bahwa orang terkaya di dunia itu memang sering membuat gebrakan dengan ide-idenya yang menarik.

    Lantas, seberapa pintar Musk? Jika jawabannya mengacu pada dasar kecerdasan intelektual (IQ), ada banyak versi dari berbagai sumber.

    Versi perhitungan CogniDNA, IQ Musk diperkirakan mencapai 160. CogniDNA menghitung IQ Musk menggunakan nilai mahasiswa jurusan fisika dan UPenn sebagai proksi.

    “Catatan: Kami tidak memiliki skor SAT Elon Musk, jadi kami menggunakan skor UPenn dan mahasiswa jurusan fisika sebagai proksi. Harap anggap ini sebagai perkiraan kasar,” tulis CogniDNA.

    Pertama, mereka menghitung persentil rata-rata IQ siswa jurusan fisika dalam populasi semua siswa. Dengan asumsi bahwa nilai IQ terdistribusi secara normal, CogniDNA menggunakan rumus Z-score untuk mencari persentil. Z = (X – μ) / σ = (133 – 115) / 15 ≈ 1,2.

    Mencari IQ Rata-rata Mahasiswa Fisika di UPenn

    Selanjutnya, diasumsikan bahwa IQ rata-rata mahasiswa fisika di UPenn berada pada persentil yang sama (ke-88) dalam distribusi semua mahasiswa UPenn.

    Untuk menemukan IQ yang sesuai, CogniDNA membalikkan perhitungan skor-Z, menggunakan IQ rata-rata siswa UPenn (142) sebagai rata-rata. X = μ + Z * σ = 142 + 1,2 * 15 ≈ 160.

    Menyesuaikan Nilai SAT dan Korelasi IQ

    Terakhir, CogniDNA menambahkan rentang untuk memperhitungkan bahwa skor SAT dan IQ memiliki korelasi 0,8, bukan 1.

    Ini berarti bahwa 20% dari variasi IQ tidak dijelaskan oleh nilai SAT. Dengan asumsi variasi yang tidak dapat dijelaskan ini terdistribusi secara normal, mereka memperkirakan interval kepercayaan 95%.

    Untuk distribusi normal, 95% nilai berada dalam 1,96 standar deviasi dari rata-rata. Oleh karena itu, interval kepercayaan 95% adalah 160 ± (1,96 * 3) ≈ 160 ± 6.

    Hasil akhirnya, IQ Elon Musk adalah 160, dengan interval kepercayaan 95% dari 154 hingga 166.

    (fab/fab)

  • Berapa IQ Elon Musk? Donald Trump Bilang Tak Ada yang Lebih Pintar

    Berapa IQ Elon Musk? Donald Trump Bilang Tak Ada yang Lebih Pintar

    Jakarta

    Presiden AS Donald Trump sebut tidak ada yang lebih pintar dari Elon Musk. Tak dapat dibantah, bos SpaceX dan Tesla itu memang sering membuat gebrakan dengan ide-idenya yang menarik.

    Sebenarnya, seberapa pintar Musk? Jika mencari jawabannya dengan dasar kecerdasan intelektual (IQ), ada banyak versi dari berbagai sumber.

    Secara umum, banyak yang mengatakan IQ Elon Musk menyentuh 150. Sementara di cogniDNA menghitung-hitung dan memperkirakan IQ laki-laki yang kuliah di University of Pennsylvania School of Arts and Sciences itu mencapai 160.

    “Catatan: Kami tidak memiliki skor SAT Elon Musk, jadi kami menggunakan skor UPenn dan mahasiswa jurusan fisika sebagai proksi. Harap anggap ini sebagai perkiraan kasar,” tulis cogniDNA.

    Cara pertama, cogniDNA menghitung persentil IQ rata-rata mahasiswa jurusan fisika. Kemudian, mencari persentil IQ rata-rata mahasiswa jurusan fisika di UPenn.

    “Terakhir, kami menambahkan rentang untuk memperhitungkan fakta bahwa skor SAT dan IQ memiliki korelasi 0,8, bukan 1. Ini berarti bahwa 20% variasi IQ tidak dijelaskan oleh skor SAT. Dengan asumsi bahwa variasi yang tidak dapat dijelaskan ini terdistribusi secara normal, kami memperkirakan interval kepercayaan 95% di sekitar perkiraan kami. Untuk distribusi normal, 95% nilai berada dalam 1,96 deviasi standar dari rata-rata. Oleh karena itu, interval kepercayaan 95% adalah 160 ± (1,96 * 3) ≈ 160 ± 6,” jabarnya.

    Singkatnya, dari hitung-hitungan itu, IQ Elon Musk adalah 160, dengan interval kepercayaan 95% dari 154 hingga 166.

    Musk dan Trump memang dekat. Bahkan, Elon Musk menjadi pemimpin dari Department of Government Efficiency (DOGE) karena dianggap Trump tidak ada yang sepintar kelahiran Pretoria, Afrika Selatan tersebut.

    Baru-baru ini, Trump dan orang terkaya dunia itu duduk bersama dalam wawancara dengan Fox News. “Kalian tahu, aku ingin menemukan seseorang yang lebih pintar dari dia,” kata Trump di samping Musk.

    “Aku mencari di mana-mana. Aku tidak bisa melakukannya. Aku mencoba sangat keras. Aku tak bisa menemukan orang yang lebih pintar. Kami pun jadinya dengan orang ini,” cetus Trump sambil menunjuk Musk.

    (ask/ask)

  • Tak Ada yang Lebih Pintar dari Elon Musk

    Tak Ada yang Lebih Pintar dari Elon Musk

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memuji habis Elon Musk. Ia mengungkap sebenarnya mencari orang yang lebih pintar dari Musk untuk menjalankan Department of Government Efficiency (DOGE), tapi tidak menemukannya.

    Trump dan orang terkaya dunia itu duduk bersama dalam wawancara dengan Fox News. “Kalian tahu, aku ingin menemukan seseorang yang lebih pintar dari dia,” kata Trump di samping Musk.

    “Aku mencari di mana-mana. Aku tidak bisa melakukannya. Aku mencoba sangat keras. Aku tak bisa menemukan orang yang lebih pintar. Kami pun jadinya dengan orang ini,” cetus Trump sambil menunjuk Musk.

    Dengan demikian, Trump menganggap tidak ada orang yang lebih cerdas dari nakhoda Tesla dan SpaceX itu. Trump menambahkan salah satu tujuan utamanya di masa jabatan kedua adalah menemukan orang-orang hebat untuk mengisi staf pemerintahannya.

    Ia mengaku mengagumi cara Elon Musk berjuang keras di sektor swasta. “Aku menginginkan orang-orang hebat. Dan ia orang hebat. Ia luar biasa. Ia juga orang yang peduli. Ia orang baik, sangat baik, dan ingin negara ini jadi lebih baik,” lanjut presiden, menegaskan Musk takkan terlibat dalam keputusan DOGE apa pun yang mungkin mengandung konflik kepentingan.

    Ia pun memuji kemampuan pengusaha kelahiran Afrika Selatan itu untuk menarik individu-individu dengan IQ tinggi untuk bertugas di pemerintahan federal. Musk, yang menetapkan tujuan ambisius memangkas pengeluaran federal senilai USD 1 triliun pun balas memuji.

    Ia menilai kemenangan Trump kesempatan untuk memperbaiki sistem. Musk berpendapat bahwa hal itu bergantung pada kompetensi dan kepedulian. Ia pun menyinggung negosiasi alot Trump dengan Boeing untuk menurunkan biaya pesawat Air Force One baru hingga beberapa miliar dolar.

    “Ketika presiden diperlihatkan tagihan keterlaluan untuk Air Force One baru dan kemudian menegosiasikannya, jika presiden tidak menerapkan kompetensi dan kepedulian, harganya akan jadi 50% lebih tinggi. Secara harfiah 50% lebih tinggi,” kata Musk.

    “Presiden peduli. Presiden kompeten. Akibatnya, harganya tidak menjadi 50% lebih tinggi. Jadi, ketika Anda menambahkan lebih banyak kompetensi dan kepedulian, Anda akan mendapat kesepakatan yang lebih baik bagi rakyat Amerika,” tambah Musk.

    (fyk/fay)

  • Elon Musk Rilis AI yang Diklaim Libas ChatGPT dan DeepSeek

    Elon Musk Rilis AI yang Diklaim Libas ChatGPT dan DeepSeek

    Jakarta

    Perusahaan kecerdasan buatan xAI milik Elon Musk baru saja meluncurkan model AI terbarunya, Grok 3. Diklaim, model tersebut dapat mengungguli ChatGPT dan DeepSeek berdasarkan pengujian awal yang mencakup tes standar matematika, sains, dan pengodean.

    “Kami sangat gembira memperkenalkan Grok 3, yang menurut kami, jauh lebih canggih daripada Grok 2,” kata Musk dalam demonstrasi Grok 3 yang disiarkan langsung di media sosialnya X.

    Mereka juga meluncurkan produk baru bernama Deep Search yang akan bertindak sebagai mesin pencari generasi berikutnya. Grok 3 akan diluncurkan untuk pelanggan premium X di Amerika Serikat dan juga akan dapat diakses melalui langganan terpisah untuk versi web dan aplikasi.

    Dalam The World Governments Summit di Dubai minggu lalu, Musk mengklaim Grok 3 sangat cerdas dengan kemampuan penalaran kuat. Ia menambahkan AI tersebut dilatih dengan banyak data dan mampu berefleksi pada kesalahannya untuk mencapai konsistensi logis.

    “Grok 3 memiliki kemampuan penalaran yang sangat kuat, jadi dalam pengujian yang telah kami lakukan sejauh ini, Grok 3 mengungguli apa pun yang telah dirilis, yang kami ketahui, jadi itu pertanda baik,” cetus Musk.

    Tim xAI mengklaim Grok 3 diberi peringkat lebih baik dari para pesaing di Chatbot Arena, situs web crowdsourced yang mengadu berbagai model AI satu sama lain dalam pengujian buta. Musk mengatakan akan terus meningkatkan kemampuan model tersebut.

    “Kami harus menekankan bahwa ini semacam beta, yang berarti ada beberapa ketidaksempurnaan pada awalnya, tapi kami akan memperbaikinya dengan cepat, hampir setiap hari,” cetusnya.

    “Grok 3 memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dibandingkan Grok 2. Ini adalah AI yang mencari kebenaran secara maksimal,” lanjutnya, yang dikutip detikINET dari Independent.

    xAI telah membangun data center besar di Memphis dengan lebih dari 200.000 GPU khusus untuk melatih Grok 3. Musk mendirikan perusahaan ini di 2023 untuk ikut bersaing di bisnis AI.

    Dia sebelumnya membantu mendirikan pembuat ChatGPT, OpenAI, pada tahun 2015. Namun belakangan ini, Musk kerap bersengketa dengan CEO OpenAI Sam Altman karena menilai perusahaan itu sudah melenceng dari tujuan utamanya dan hanya fokus mencari untung.

    (fyk/fay)

  • Ini Fitur xAI Grok 3, Platform AI Baru Besutan Elon Musk – Page 3

    Ini Fitur xAI Grok 3, Platform AI Baru Besutan Elon Musk – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Salah satu perusahaan milik Elon Musk, xAI, baru saja mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbaru, Grok 3.

    Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan Grok 3 Mini, versi yang lebih kecil, serta Deepsearch, alat pencarian baru yang diklaim sebagai mesin pencari generasi mendatang.

    Pembaruan lainnya mencakup peningkatan fitur pada aplikasi web dan seluler Grok 3, serta layanan berlangganan eksklusif bernama SuperGrok.

    “Kami sangat antusias menghadirkan Grok 3, yang kami yakini jauh lebih unggul dibandingkan Grok 2 dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Elon Musk dalam siaran langsung xAI di platform X, dikutip dari CNET, Kamis (20/2/2025).

    Grok 3 dikembangkan menggunakan 200.000 unit GPU Nvidia H100, dua kali lebih besar dibandingkan pendahulunya, Grok 2.

    Tim xAI mengungkapkan diperlukan waktu 92 hari untuk memperluas superkomputer mereka di Memphis, yang diberi nama Colossus, guna mendukung proses pelatihan model baru ini.

    Dalam presentasinya, Musk menyatakan bahwa Grok 3 memiliki daya komputasi 15 kali lebih besar dibandingkan Grok 2.

    Namun, dalam unggahan sebelumnya di X, ia sempat menyebut bahwa peningkatannya mencapai 10 kali lipat.

    Model ini dilatih menggunakan berbagai sumber informasi, termasuk unggahan pengguna di X dan dokumen hukum.

    Grok 3 harus bersaing dengan perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, dan Anthropic, yang masing-masing telah atau akan meluncurkan model AI terbaru pada tahun 2025.

    Pada awal Februari 2025, Google merilis Gemini 2.0 dengan sejumlah peningkatan fitur. Sementara itu, OpenAI berencana mengintegrasikan semua model AI mereka saat GPT-5 diluncurkan pada 2025.

    Di sisi lain, mode AI terbaru dari Anthropic diperkirakan akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang.

  • Elon Musk ‘Ejek’ Zelensky: Presiden Ukraina Hanya Ingin Uang dan Kekuasaan, Bukan Perdamaian – Halaman all

    Elon Musk ‘Ejek’ Zelensky: Presiden Ukraina Hanya Ingin Uang dan Kekuasaan, Bukan Perdamaian – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Secara tidak langsung, Elon Musk dianggap telah mengejek Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Rabu (19/2/2025).

    Dirinya ditengarai telah merespon dan seolah menyetujui unggahan di sosial media X seseorang yang membahas soal Zelensky.

    Dalam unggahan di X tersebut, disebutkan bahwa Zelensky memprioritaskan kekuasaan dan uang daripada mencari perdamaian.

    Terlebih di tengah upaya Amerika Serikat (AS) untuk menegosiasikan diakhirinya perang di Ukraina dengan Rusia.

    Seorang pengguna di platform X, seorang pengamat politik Gunther Eagleman menuliskan:

    “Zelensky tidak menginginkan perdamaian, dia menginginkan uang dan kekuasaan,” ujar Gunther lewat akun X @GuntherEagleman.

    Cuitan tersebut pun ditanggapi Musk dengan emoji “100”, menunjukkan kesepakatan, mengutip Al Mayadeen.

    Diketahui Elon Musk telah menjadi sekutu utama Presiden Donald Trump dalam upaya untuk mengecilkan pemerintah federal sementara juga memperluas pengaruhnya secara internasional.

    Dirinya juga terlibat dalam politik Eropa dan mendukung tokoh-tokoh sayap kanan di Inggris dan Jerman.

    Musk sebelumnya mengkritik Zelensky, menolak bandingnya untuk bantuan Barat dan mengejek pernyataannya bahwa Ukraina independen dan tidak dapat dipaksa melakukan negosiasi dengan Rusia.

    Perlu dicatat bahwa pada awal perang, Musk menyediakan ribuan terminal Starlink ke Ukraina untuk memulihkan komunikasi yang terganggu oleh Rusia.

    Dan hal ini mendapatkan pujian sebagai sekutu utama Kiev.

    Namun, persepsi itu bergeser ketika ia mulai berbagi apa yang digambarkan Ukraina sebagai propaganda pro-Rusia di X.

    Sejak itu, ia telah mengkritik bantuan AS ke Ukraina karena kurang akuntabilitas dan strategi yang jelas sementara menjadi kritikus vokal Zelensky.

    Negosiator Rusia dan AS bertemu di Arab Saudi pada hari Selasa, tetapi Zelensky menyatakan bahwa Kiev tidak diberitahu atau terlibat.

    Para pejabat Eropa juga dikeluarkan dari pembicaraan.

    Kabarnya, delegasi Rusia terdiri dari Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan Penasihat Kebijakan Luar Negeri Yuri Ushakov, dan delegasi AS terdiri dari Sekretaris Negara Marco Rubio, Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz.

    (Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

  • Usai Musk Bertemu Modi, Tesla Langsung Buka Lowongan di India

    Usai Musk Bertemu Modi, Tesla Langsung Buka Lowongan di India

    Jakarta

    Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, mengumumkan 13 lowongan pekerjaan di India pada Senin (17/02). Pengumuman posisi yang dibuka, mulai dari spesialis keterlibatan konsumen hingga manajer toko itu, diunggah di halaman LinkedIn perusahaan.

    Pengumuman ini muncul setelah kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke AS, di mana ia bertemu dengan CEO Tesla, Elon Musk, yang juga merupakan pegawai pemerintah khusus di bawah Presiden AS Donald Trump.

    Tidak ada rencana resmi yang diumumkan setelah pertemuan tersebut, tetapi Modi menulis di X bahwa ia membahas “ruang angkasa, mobilitas, teknologi, dan inovasi” dengan Musk.

    Sebagian besar lowongan pekerjaan yang diumumkan Tesla tersedia di pusat keuangan India, Mumbai, sementara lima posisi terbuka untuk kandidat di Mumbai atau ibu kota New Delhi.

    Tesla dan India

    Kehadiran Tesla di India sebelumnya masih dalam skala kecil, dan selama ini ada kekhawatiran terkait tingginya bea masuk. Namun, India baru-baru ini mengurangi pajak untuk mobil mewah dengan harga di atas $40.000 (Rp653 juta) dari 110% menjadi 70%, yang dilaporkan oleh surat kabar keuangan India The Economic Times sebagai alasan meningkatnya minat Tesla di negara tersebut.

    Penurunan pajak ini kemungkinan dipengaruhi oleh ancaman Trump untuk memberlakukan tarif balasan.

    India saat ini bukan pasar besar bagi kendaraan listrik, dengan hanya 100.000 unit terjual tahun lalu. Sebagai perbandingan, 11 juta kendaraan listrik terjual di Cina pada tahun yang sama.

    Namun, minat terhadap kendaraan listrik di India semakin meningkat.

    Tesla telah mempersiapkan infrastruktur penjualan di India sejak 2021. Namun, Musk sebelumnya mengatakan bahwa tarif tinggi menjadi penghambat bagi rencana Tesla di India. Harian bisnis lokal Business Standard melaporkan bahwa dalam panggilan pendapatan pada April 2024, Musk berencana untuk “menggunakan jalur produksi saat ini dengan lebih efisien.”

    Belum jelas apakah Tesla akan mendirikan pabrik manufaktur di India. Namun, Musk telah mencari peluang di India selama beberapa waktu. Tahun lalu, terdapat laporan bahwa Tesla sedang mencari lokasi untuk pabrik dan showroom di India.

    Musk juga berencana meluncurkan layanan internet satelitnya, Starlink, di India.

    Artikel ini diadaptasi dari DW berbahasa Inggris

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • DeepSeek Minggir, Grok-3 Terbaru Milik Elon Musk Diklaim Lebih Canggih

    DeepSeek Minggir, Grok-3 Terbaru Milik Elon Musk Diklaim Lebih Canggih

    Jakarta, CNBC Indonesia – Startup xAI milik Elon Musk memperkenalkan sistem kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama ‘Grok-3’. Sistem AI itu dirancang untuk berkompetisi melawan DeepSeek buatan China, ChatGPT buatan OpenAI, dan Google.

    Grok-3 hadir di tengah momen kritis perlombaan AI. DeepSeek baru saja meluncurkan sistem R1 yang diklaim perkasa dengan biaya murah, sampai mengguncang Silicon Valley.

    Di saat bersamaan, Musk makin agresif memperluas pengaruh xAI miliknya, dikutip dari Reuters, Rabu (19/2/2025).

    Grok-3 langsung tersedia bagi pelanggan X dengan paket ‘Premium+’. X merupakan media sosial milik Musk yang dulunya bernama Twitter.

    Selain memperkenalkan Grok-3, xAI juga meluncurkan paket langganan baru ‘SuperGrok’ yang memungkinkan pengguna mengakses chatbot terbaru melalui aplikasi mobile dan situs resmi Grok.

    “Grok-3 secara keseluruhan berada dalam liga sendiri,” kata Musk dalam sebuah livestream bersama tiga engineer xAI. Hal ini mengindikasikan optimisme Musk dalam memenangkan perlombaan AI di tengah persaingan sengit AS dan China.

    “Peluncurkan Grok-3 membuat xAI kembali berada di perlombaan untuk memimpin model bahasa besar (LLM) terbuka (open source). Grok-3 berhasil mengalahkan performa model AI lain yang ada di pasaran dalam beberapa benchmark. Hal ini membuat xAI kembali relevan,” kata Gil Luria, managing director di D.A. Davidson.

    Tak tanggung-tanggung, xAI juga tengah membangun kapasitas data center untuk melatih model AI super canggih melalui pendanaan miliaran dolar AS. Kluster superkomputernya yang terletak di Memphis, Tennessee, disebut sebagai ‘Colossus’ dan digadang-gadang menjadi yang terbesar di dunia.

    Sistem Grok-3 terbaru juga memperkenalkan mesin pencari cerdas yang dinamai ‘DeepSearch’. xAI mengatakan layanan tersebut merupakan chatbot berbasis pemecahan masalah (reasoning-based) yang mampu mengartikulasikan proses berpikirnya ketika merespons perintah pengguna.

    Dalam demonstrasinya, tool tersebut menawarkan fungsi riset, brainstorming, dan analisis data.

    (fab/fab)

  • Vietnam Buka Jalan bagi Starlink Milik Elon Musk Beroperasi

    Vietnam Buka Jalan bagi Starlink Milik Elon Musk Beroperasi

    JAKARTA – Vietnam berencana mengadopsi aturan yang memungkinkan Starlink milik Elon Musk menyediakan layanan internet satelit di negara tersebut. Hal ini tetap mempertahankan kepemilikan penuh atas anak perusahaannya, menurut rancangan regulasi yang diperoleh Reuters.

    Perubahan ini membuka jalan bagi Starlink untuk beroperasi di Vietnam setelah melalui pembicaraan panjang dengan perusahaan induknya, SpaceX, kata seorang pejabat pemerintah.

    Langkah ini mencerminkan perubahan sikap mendadak yang dapat dilihat sebagai “tanda damai” bagi SpaceX di tengah kekhawatiran Vietnam terhadap ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump.

    “Ini adalah demonstrasi dari pihak Vietnam bahwa mereka juga bisa memainkan permainan diplomasi transaksional jika pemerintahan Trump menginginkannya,” kata sebuah sumber dikutip VOI dari Reuters.

    Upaya SpaceX untuk masuk ke Vietnam—pasar dengan hampir 100 juta penduduk—sebelumnya terhambat pada akhir 2023 setelah pemerintah menolak mencabut larangan kepemilikan asing atas penyedia layanan internet satelit, yang merupakan syarat utama bagi Musk, yang kini menjadi penasihat utama Trump.

    Namun, rancangan aturan baru yang akan disahkan dalam sidang luar biasa parlemen pada Rabu ini akan memungkinkan penyedia internet dengan jaringan satelit orbit rendah untuk sepenuhnya dikendalikan oleh pihak asing. Kebijakan ini akan berlaku dalam skema percontohan hingga akhir 2030.

    Ketentuan ini termasuk dalam resolusi sepanjang 12 halaman yang bertujuan “menghilangkan hambatan dalam aktivitas ilmiah, teknologi, dan inovasi”. Proyek yang diajukan dalam skema ini harus mendapatkan persetujuan dari Perdana Menteri Vietnam.

    SpaceX dan Kementerian Informasi Vietnam belum memberikan komentar terkait hal ini.

    SpaceX terus memperluas jaringan pemasoknya di Vietnam, dan pemerintah Vietnam menyebut bahwa perusahaan tersebut ingin berinvestasi sebesar  1,5 miliar dolar AS (Rp24.4 triliun) di negara tersebut.

    Jika banyak perusahaan dan individu Vietnam berlangganan layanan Starlink, hal itu dapat membantu mengurangi surplus perdagangan besar yang dimiliki negara tersebut terhadap Amerika Serikat, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

    Pada tahun lalu, surplus perdagangan Vietnam dengan AS mencapai rekor tertinggi sebesar 123,5 miliar dolar AS, menjadi yang terbesar keempat di antara mitra dagang AS, menurut data pemerintah AS.

    Pekan lalu, Trump menginstruksikan timnya untuk menyusun tarif balasan terhadap setiap negara yang mengenakan pajak atas impor AS, dengan batas waktu hingga 1 April. Ajudan Trump mengatakan bahwa negara-negara dengan surplus perdagangan besar akan menjadi target utama dalam kebijakan tersebut.

    Tarif AS berpotensi mengganggu ekonomi Vietnam yang sangat bergantung pada ekspor, di mana AS merupakan pasar utama. Vietnam juga menjadi tuan rumah bagi banyak produsen asal China yang telah berinvestasi besar di negara Asia Tenggara itu setelah pemerintahan Trump pertama kali memberlakukan tarif pada China pada 2018.

    Untuk mengurangi surplusnya dengan AS, Vietnam juga telah menawarkan untuk mengimpor lebih banyak produk pertanian dari AS dan sedang berdiskusi mengenai potensi impor lainnya.

  • Petaka Trump Nyata, Negara Tetangga RI Berubah Total

    Petaka Trump Nyata, Negara Tetangga RI Berubah Total

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sikap Vietnam terhadap layanan internet Starlink milik Elon Musk berubah. Sebelumnya, upaya SpaceX yang menaungi Starlink untuk masuk ke Vietnam terhenti pada akhir 2023 silam.

    Kala itu, Vietnam menolak mencabut larangan kontrol asing atas penyedia internet satelit. Hal ini menghambat masuknya Starlink ke negara tetangga RI yang memiliki 100 juta penduduk.

    Terbaru, Vietnam berencana mengadopsi aturan baru yang memungkinkan Starlink menyediakan layanan internet di negaranya, sembari mempertahankan kepemilikan penuh atas operasionalnya.

    Dilaporkan Reuters, Selasa (18/2/2025), perubahan tiba-tiba ini bisa dilihat sebagai ‘jalan damai’ yang menguntungkan SpaceX di tengah kegelisahan terkait ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump.

    Musk sendiri merupakan orang dekat Trump yang mendanai kampanye Presiden AS ke-47 tersebut dan kini memimpin Lembaga Efisiensi Pemerintah (DOGE) AS.

    “Perubahan ini menunjukkan Vietnam bisa memainkan diplomasi transaksional jika pemerintahan Trump menginginkan hal tersebut,” kata sumber dalam kepada Reuters.

    Dalam draf undang-undang baru yang direncanakan akan dibahas di parlemen pada pekan ini, Vietnam mengizinkan kontrol asing secara penuh untuk operasional penyedia layanan internet satelit. Skema baru ini akan berlaku hingga akhir 2030 mendatang.

    Ketentuan tersebut termasuk dalam resolusi setebal 12 halaman yang berupaya “menghilangkan hambatan dalam kegiatan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi”. Proyek-proyek yang diajukan berdasarkan skema percontohan memerlukan persetujuan Perdana Menteri (PM) Vietnam.

    SpaceX dan Kementerian Informasi Vietnam tidak merespons permintaan komentar.

    SpaceX telah memperluas jaringan pemasoknya di Vietnam. Pemerintah Vietnam mengatakan raksasa AS tersebut ingin berinvestasi sebesar US$1,5 miliar (Rp24,4 triliun) di negaranya.

    Jika banyak perusahaan dan masyarakat Vietnam berlangganan Starlink, hal ini dapat membantu mengurangi surplus barang dan jasa yang dimiliki negara tersebut dengan AS, menurut sumber yang familiar dengan hal tersebut.

    Surplusnya tahun lalu mencapai rekor tertinggi sebesar US$123,5 miliar (Rp2000 triliun), terbesar keempat di antara mitra-mitra AS, menurut data AS.

    Pada pekan lalu, Trump mengarahkan timnya untuk merancang tarif timbal balik pada setiap negara yang mengenakan pajak impor AS pada tanggal 1 April. Timnya mengatakan negara-negara dengan ketidakseimbangan yang besar akan diawasi dengan cermat.

    Bea masuk AS berpotensi mengganggu perekonomian Vietnam yang bergantung pada ekspor, yang menjadikan AS sebagai pasar utamanya. Vietnam juga menjadi tuan rumah bagi banyak produsen asal China yang telah banyak berinvestasi di negara tersebut setelah pemerintahan Trump yang pertama memberlakukan tarif terhadap China pada 2018 silam.

    Untuk menyeimbangkan surplusnya dengan AS, Vietnam secara terpisah juga menawarkan impor barang lebih banyak dari AS. Salah satunya produk-produk agrikultur.

    (fab/fab)