Tag: Elon Musk

  • Petaka Trump Menggila, Pentagon PHK Besar-besaran 5.400 Orang Dipecat

    Petaka Trump Menggila, Pentagon PHK Besar-besaran 5.400 Orang Dipecat

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pentagon turut menjadi korban efisiensi yang dilakukan pemerintahan Donald Trump. Pada Jumat (21/2) waktu setempat, markas besar Departemen Pertahanan AS mengumumkan pemangkasan 5.400 pekerjaan.

    Pengumuman itu dilakukan sehari setelah beberapa anggota parlemen Partai Republik dihujat para pemilih yang marah dengan upaya pemangkasan tenaga kerja federal besar-besaran oleh pemerintah.

    Pemangkasan terhadap karyawan Pentagon akan dilakukan minggu depan. Secara total, diprediksi akan ada 50.000 pekerjaan di Departemen Pertahanan AS yang diantisipasi akan dipangkas.

    Selain itu, salah satu pejabat tinggi, Darin Selnick, mengatakan Pentagon akan menerapkan pembekuan perekrutan dan pada akhirnya dapat mengurangi 5-8% dari 950.000 tenaga kerja sipil.

    Pemangkasan ini merupakan yang terbaru dalam perombakan cepat yang dipimpin oleh miliarder teknologi Elon Musk. Trump secara khusus menunjuk Musk untuk mengepalai Lembaga Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang ditugaskan memangkas anggaran federal.

    Musk dan timnya telah memberhentikan lebih dari 20.000 pekerja dan membatalkan program-program di seluruh pemerintahan AS. Di antaranya bantuan luar negeri hingga pengawasan keuangan.

    Tantangan hukum sejauh ini memberikan hasil yang beragam, karena hakim federal menolak menghentikan PHK. Seorang hakim federal pada Jumat (21/2) ini membuka jalan bagi Trump untuk merumahkan lebih dari 2.000 pekerja di Badan Pembangunan Internasional AS.

    Namun, Mahkamah Agung AS menghalangi Trump untuk segera memecat kepala Kantor Penasihat Khusus, sebuah badan pengawas independen.

    Pada pekan ini, Biro Investigasi Federal (FBI) juga memerintahkan 1.500 staf untuk dipindahkan dari kantor pusatnya di Washington ke kantor-kantor di seluruh negeri, menurut dua sumber.

    Dalam beberapa kasus, pemerintahan Trump berupaya untuk mempekerjakan kembali orang-orang yang dipecat, termasuk para pekerja yang mengawasi keselamatan nuklir dan respons terhadap flu burung.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan akan menarik kembali pekerja yang sebelumnya dipecat dan mengawasi rencana kesehatan untuk 137.000 orang yang sakit karena paparan racun setelah serangan pembajakan 11 September 2001.

    CDC juga mengatakan akan memulihkan dua kontrak penelitian yang telah dibatalkan untuk menyelidiki tingkat kanker di kalangan pekerja tanggap darurat setelah mendapat kritik dari Partai Demokrat dan Republik di Kongres.

    Menurut survei Reuters, mayoritas warga AS khawatir pemangkasan yang dilakukan Musk atas perintah Trump akan menyebabkan terganggunya layanan pemerintah untuk masyarakat.

    (fab/fab)

  • Bukti ChatGPT Belum Terusik Kedatangan DeepSeek

    Bukti ChatGPT Belum Terusik Kedatangan DeepSeek

    Jakarta

    Layanan chatbot ChatGPT yang dikembangkan oleh perusahaan OpenAI, telah mengalami jumlah lonjakan pengguna aktif mingguan sebesar 33% menjadi 400 juta pengguna sejak bulan Desember.

    “Kami merasa sangat beruntung dapat melayani 5% dunia setiap minggunya,” ujar COO OpenAI Brad Lightcap di X tentang statistik pengguna yang baru yang dikutip detikINET dari Engadaget, Minggu (23/2/2025).

    Angka ini dua kali lipat dari jumlah pengguna aktif mingguan yang dilaporkan oleh perusahaan pada Agustus 2024, yang merupakan dua kali lipat dari angka yang dibukukan pada November 2023.

    Pencapaian terbaru untuk asisten AI ini terjadi setelah OpenAI menghadapi persaingan baru dari saingannya di China, DeepSeek, dan tantangan hukum dari salah satu pendiri OpenAI, Elon Musk, yang baru-baru ini menggugat perusahaan tersebut karena langkahnya untuk beralih menjadi entitas nirlaba.

    Berkembangnya model dan chatbot telah menimbulkan keraguan bahwa perusahaan akan dapat membukukan laba atas investasi besar-besaran yang diperlukan untuk melatih model-model tersebut. Musk juga belum lama ini meluncurkan pesaing ChatGPT terbaru dari perusahaan AI-nya, Grok 3.

    OpenAI saat ini berada di ambang langkah untuk menyederhanakan penawaran ChatGPT sehingga pengguna tidak perlu memilih model penalaran mana yang akan merespons input, dan akan segera membuat model GPT-4.5 dan GPT-5 yang tersedia di klien chat dan API.

    Dengan GPT-5 yang tersedia untuk pengguna gratis OpenAI, ChatGPT tampaknya siap untuk terus memperluas basis penggunanya dalam beberapa bulan mendatang. Dengan capaiannya itu, ChatGPT masih membuktikan diri sebagai chatbot AI populer meskipun pesaing berat bermunculan.

    (jsn/jsn)

  • Top 3 Tekno: Grok Chatbot AI hingga Kulkas Pintar Samsung – Page 3

    Top 3 Tekno: Grok Chatbot AI hingga Kulkas Pintar Samsung – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Elon Musk melalui xAI telah meluncurkan Grok, chatbot AI canggih yang diklaim mampu bersaing dengan ChatGPT.

    Tidak sekadar menjawab pertanyaan, Grok juga dapat bercanda dengan pengguna, menghadirkan pengalaman interaksi yang lebih alami dan menarik.

    Artikel itu ternyata menjadi salah satu yang terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com, pada Jumat (21/2/2025), kemarin. 

    Di samping itu, ancaman siber berbasis AI semakin mengkhawatirkan juga menarik minat para pembaca. Karenya, artikel soal riset terbaru mengenai responden di Indonesia yang siap menghadapi serangan siber juga jadi yang terpopuler. 

    Terakhir, artikel lain yang juga menarik perhatian pembaca adalah soal kulkas pintar berbasis AI besutan Samsung. Perangkat ini mampu mendeteksi tanggal kedaluwarsa makanan dan memberikan notifikasi kepada pengguna. 

    Nah, untuk tahu lebih lengkapnya, tiga berita teratas yang ada di kanal Tekno Liputan6.com, berikut ini: 

    1. Grok: Chatbot AI Canggih Pesaing ChatGPT yang Bisa Bercanda!

    Elon Musk melalui perusahaannya, xAI, telah meluncurkan Grok, sebuah chatbot AI generatif yang dirancang untuk bersaing dengan ChatGPT. Grok mampu memahami konteks, belajar dari interaksi, dan bahkan dapat bercanda dengan pengguna.

    Chatbot ini tersedia bagi pengguna premium di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter). Musk mengklaim bahwa Grok memiliki kemampuan penalaran yang kuat dan dapat memberikan solusi yang tidak terduga.

    Baca selengkapnya di sini. 

  • Elon Musk dan Mark Zuckerberg Jadi Musuh Warga AS, Kenapa?

    Elon Musk dan Mark Zuckerberg Jadi Musuh Warga AS, Kenapa?

    Jakarta

    Studi terbaru yang dilakukan oleh Pew Research Center menemukan pandangan warga Amerika Serikat terhadap Elon Musk dan Mark Zuckerberg cenderung negatif ketimbang positif.

    Untuk melakukan studi ini, Pew melibatkan 5.086 warga AS berusia dewasa yang dipilih secara acak. Survei ini dilakukan pada 27 Januari 2025 sampai 2 Februari 2025, jadi jawaban mereka mencerminkan opini terbaru masyarakat.

    Survei tersebut menemukan Zuckerberg kalah populer dibandingkan Musk. 67% responden mengatakan mereka memiliki pandangan negatif terhadap Zuckerberg, sedangkan 54% mengaku kurang suka dengan Musk.

    “Dua pertiga warga Amerika memiliki pandangan negatif terhadap Zuckerberg. Ini termasuk 26% yang sangat tidak menyukainya,” kata Pew dalam hasil jajak pendapatnya, seperti dikutip dari Gizmodo, Minggu (23/2/2025).

    “Seperempat lainnya memandangnya secara positif, termasuk hanya 2% yang memandangnya sangat positif,” imbuhnya.

    Dua bos teknologi ini terus menjadi sorotan setelah Donald Trump kembali terpilih menjadi Presiden AS. Keduanya duduk bersama Trump saat pelantikannya dan sama-sama memberikan sumbangan untuk dana pelantikannya.

    Zuckerberg juga menjadi sasaran kritik setelah mengubah kebijakan moderasi konten Meta untuk membatasi pengecekan fakta dan tindakan terhadap ujaran kebencian. Sementara itu, Musk menjadi tangan kanan Trump dan memiliki peran besar dalam pemerintahannya.

    Mengingat hubungan Musk yang sangat dekat dengan Trump, wajar jika 85% responden yang berhaluan Partai Demokrat atau condong ke Partai Demokrat memiliki pandangan negatif terhadap bos Tesla tersebut. Sementara itu, 73% responden yang berhaluan Partai Republik atau condong ke Partai Republik memiliki pandangan yang lebih positif.

    Berbeda dengan Zuckerberg yang tidak disukai secara umum, meskipun ia menuai lebih banyak kritik dari kelompok demografi yang condong Demokrat. 76% responden dari Partai Demokrat memiliki pandangan negatif terhadap CEO Meta tersebut, sedangkan 60% responden dari Partai Republik memiliki sentimen yang sama.

    Padahal Zuckerberg sudah menghabiskan banyak tenaga untuk mengubah citranya agar terlihat lebih keren. Tapi sepertinya pakaian yang lebih trendi dan kalung emas yang kini sering dikenakan Zuckerberg tidak berhasil menarik simpati warga AS.

    (vmp/vmp)

  • Elon Musk Pamer Gergaji Mesin Pemberian Presiden Argentina Javier Milei

    Elon Musk Pamer Gergaji Mesin Pemberian Presiden Argentina Javier Milei

    Video: Elon Musk Pamer Gergaji Mesin Pemberian Presiden Argentina Javier Milei

    1,924 Views | Jumat, 21 Feb 2025 21:22 WIB

    Elon Musk pamer gergaji mesin di panggung Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC), Kamis (20/2). Gergaji mesin itu merupakan hadiah dari Presiden Argentina Javier Milei. Musk menyebutnya gergaji mesin untuk birokrasi.

    Arssy Firliani / Reuters – 20DETIK

  • Heboh Roket Elon Musk Jatuh dari Langit Semburkan Api, Warga Bingung

    Heboh Roket Elon Musk Jatuh dari Langit Semburkan Api, Warga Bingung

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah benda asing jatuh dari angkasa dan menerangi langit di Eropa Utara. Objek tersebut melesat di udara dalam kobaran api pada Rabu (19/2/2025).

    “Saya langsung teringat film fiksi ilmiah di mana benda itu terlihat seperti formasi pasukan yang akan menyerang,” kata Simon Eriksson, seorang pekerja dari Malmo, kepada lembaga penyiaran negara Swedia, dikutip dari BBC, Jumat (21/2/2025).

    Kembang api tersebut ternyata disebabkan oleh roket Space X Falcon 9 yang masuk kembali ke atmosfer Bumi.

    Menurut laporan, penampakan roket itu terlihat di Denmark, Swedia dan Inggris.

    Potongan-potongan roket tersebut kemudian jatuh di Polandia dan kemungkinan mendarat di Ukraina.

    Sekitar pukul 10:00 waktu setempat, warga kaget melihat benda yang wujudnya seperti tangki hangus berukuran sekitar 1,5 meter kali 1 meter di belakang gudangnya di Komorniki, Polandia.

    Puing-puing tersebut tampaknya telah merusak lampu di halaman gudang.

    Borucki menghubungi polisi yang bekerja sama dengan badan antariksa Polandia, Polsa. Pihak berwenang kemudian menetapkan bahwa benda tak dikenal itu adalah puing-puing dari roket Falcon 9, yang diproduksi oleh perusahaan SpaceX milik Elon Musk.

    “Kami sedang menyelidiki bagaimana benda itu bisa berada di lokasi ini, tapi yang terpenting adalah tidak ada yang terluka,” kata juru bicara polisi Andrzej Borowiak.

    Sebuah serpihan serupa ditemukan di sebuah hutan di dekat desa Wiry, Polandia, menurut polisi Polandia.

    Polsa telah mengkonfirmasi bahwa masuknya kembali tahap kedua roket Falcon 9 yang tidak terkendali terjadi antara pukul 04:46 dan 04:48 pada tanggal 19 Februari 2025, di atas Polandia.

    Roket SpaceX Falcon 9 digunakan untuk mengangkut orang dan muatan ke atmosfer Bumi. Roket ini dirancang untuk dapat digunakan kembali.

    Roket yang menciptakan puing-puing ini diluncurkan oleh SpaceX dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California pada 1 Februari.

    “Seharusnya benda ini masuk kembali ke atmosfer Bumi dengan cara yang terkendali dan jatuh ke Samudera Pasifik,” kata ahli astrofisika dari Universitas Harvard, Dr Jonathan McDowell,

    Tapi mesinnya gagal. Dan mereka telah melihatnya mengorbit Bumi selama beberapa minggu terakhir. Ahli bahkan telah mengantisipasi masuknya kembali benda asing ini secara tidak terkendali hari itu.

    “Puing-puing itu melesat di atas Inggris dengan kecepatan sekitar 17.000 mph, kemudian sebagian Skandinavia dan sebagian lagi jatuh di Eropa timur dengan kecepatan beberapa ratus mil per jam.”

    (fab/fab)

  • TikTok PHK Ratusan Karyawan di Asia hingga Eropa Imbas AI, Di AS Nasib Tak Menentu

    TikTok PHK Ratusan Karyawan di Asia hingga Eropa Imbas AI, Di AS Nasib Tak Menentu

    Bisnis.com, JAKARTA — TikTok, sosial media commerce asal China, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan di unit Trust & Safety yang bertanggung jawab atas moderasi konten di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika mulai 20 Februari 2025.

    PHK ini terjadi di tengah ketidakpastian nasib TikTok di Amerika Serikat dan peralihan perusahaan ke moderasi berbasis AI.  

    Dilansir dari Reuters, Jumat (21/2/2025),  dua sumber anonim mengatakan bahwa Adam Presser, kepala operasi aplikasi yang juga mengawasi unit tersebut, mengirim memo kepada staf pada hari Kamis untuk memberitahu mereka tentang kepindahan tersebut.

    PHK dimulai pada hari yang sama untuk tim di Asia dan Eropa, Timur Tengah dan Afrika, kata dua sumber. yang mengetahui. Dikabarkan jumlah yang terdampak hingga ratusan karyawan.

    Sementara itu, Malaymail melaporkan bahwa restrukturisasi ini dilakukan setelah pertimbangan matang selama berbulan-bulan, bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan memenuhi kebutuhan bisnis dengan lebih baik.

    Di antara yang terdampak adalah manajer produk trust and safety Eric Tan, yang membagikan di LinkedIn bahwa ia “terbangun oleh kabar mengejutkan” tentang pemutusan hubungan kerjanya.

    Adapun PHK ini terjadi di tengah ketidakpastian nasib mereka di pasar terbesarnya di Amerika Serikat. 

    Bloomberg News pada bulan Januari melaporkan bahwa pejabat China sedang mengevaluasi kemungkinan yang akan memungkinkan orang terkaya di dunia dan pendukung Presiden Donald Trump itu untuk mengakuisisi bisnis TikTok di AS jika perusahaan tersebut gagal menghindar dari larangan pemerintah Paman Sam. 

    Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya mencoba melarang aplikasi besutan Bytedance Ltd asal China dengan alasan keamanan nasional.

    Dalam proses evaluasi tersebut, Elon Musk justru berkomentar mengenai isu pembelian TikTok pada sebuah konferensi di Jerman, yang diselenggarakan oleh konglomerat media Jerman AxelSpringer, Mathias Doepfner, pada bulan lalu.

    “Saya tidak pernah mengajukan penawaran untuk TikTok,” ujarnya yang bergabung melalui video pada konferensi tersebut.

    “Saya tidak punya rencana apapun mengenai apa yang akan dilakukan jika punya TikTok,” tambahnya.

    Dia juga menyebut tidak menggunakan aplikasi populer itu secara personal. “Saya tidak berhasrat untuk mengakuisisi TikTok,” kata Elon Musk, yang membeli Twitter pada 2022 sebelum mengganti nama layanan media sosial tersebut menjadi X.

    Imbas AI

    Pada Oktober 2024, Induk usaha platform media sosial TikTok, ByteDance, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada lebih dari 700 pekerja dari unitnya di Malaysia. 

    Pemecatan ini seiring dengan upaya perusahaan mengalihkan fokusnya ke arah penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang lebih besar dalam moderasi konten.

    Mengutip Reuters pada Jumat (11/10/2024) berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui masalah tersebut para karyawan yang sebagian besar terlibat dalam operasi moderasi konten perusahaan diberitahu tentang pemecatan mereka melalui email pada Rabu (9/10) malam.

    Satu Kabar tersebut juga telah dikonfirmasi pihak TikTok pada hari Jumat. Namun, TikTok menyebut pihaknya tidak dapat memberikan angka pasti mengenai jumlah karyawan yang terkena dampak di Malaysia.

  • Elon Musk Tantang Zelensky Gelar Pemilu Ukraina: Buktikan Anda Bukan Diktaktor – Halaman all

    Elon Musk Tantang Zelensky Gelar Pemilu Ukraina: Buktikan Anda Bukan Diktaktor – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Miliarder dan pengusaha Amerika, Elon Musk, mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky harus mengadakan pemilihan umum presiden untuk membuktikan bahwa ia mewakili keinginan rakyat Ukraina, jika tidak, ia dianggap sebagai diktator.

    “Zelensky harus mengadakan pemilu untuk membuktikan bahwa ia mewakili keinginan rakyat, atau ia adalah seorang diktator,” tulis Elon Musk di platform X miliknya, Kamis (20/2/2025).

    Elon Musk mengatakan warga Ukraina membenci presiden mereka.

    “Ia tahu ia akan kalah telak, meskipun telah menguasai SEMUA media Ukraina, jadi ia membatalkan pemilihan. Kenyataannya, ia dibenci oleh rakyat Ukraina,” tulis Elon Musk.

    Ia juga membela Donald Trump yang tidak melibatkan Zelensky dalam perundingan dengan Rusia di Arab Saudi pada Selasa (18/2/2025) yang bertujuan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

    Sebelumnya, setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putin, Elon Musk ditunjuk sebagai penasihat senior Presiden Donald Trump, yang mengawasi Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).

    Donald Trump sebut Zelensky adalah Diktator

    Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan kedua terhadap Zelensky, pada hari Rabu (19/2/2025), yang mengatakan Zelensky adalah diktator yang tidak dipilih.

    Donald Trump menuduh Zelensky tidak populer dalam sebuah postingan di situs X miliknya dan yang lain di jejaring sosial Truth Social miliknya.

    “Saya tidak suka mengatakannya, tetapi tingkat persetujuannya turun menjadi 4 persen,” tulisnya, Rabu (19/2/2025).

    Ia juga mengkritik disorganisasi pemilu di Ukraina dan menegaskan bahwa sejumlah bantuan Amerika telah “dicuri”, merujuk pada 350 miliar dolar bantuan AS yang diklaim Trump tidak memiliki laporan yang jelas.

    “Anda seharusnya tidak pernah memulainya,” kata Donald Trump, menuduh Zelensky memulai perang Rusia-Ukraina, seperti diberitakan France24.

    Setelah Donald Trump menyebut Zelensky sebagai diktator, sejumlah pemimpin negara Eropa membela Zelensky, termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

    Hubungan AS dan Eropa terkait perang Ukraina mulai berubah sejak Donald Trump kembali ke Gedung Putih.

    Pada 12 Februari 2025, Donald Trump menelepon Putin dan mengatakan akan bertemu dengannya sebelum akhir bulan Februari untuk membahas usulannya agar AS menengahi negosiasi Rusia dan Ukraina dalam upaya mengakhiri perang.

    Sebelum itu, pada 18 Februari 2025, perwakilan Rusia dan AS bertemu di Arab Saudi tanpa melibatkan perwakilan dari Ukraina untuk membahas usulan Donald Trump.

    Masa jabatan Zelensky sebagai presiden Ukraina berakhir pada Mei tahun 2024, tetapi Ukraina belum menyelenggarakan pemilu karena perang dan darurat militer.

    Selain itu, jutaan warga Ukraina telah meninggalkan negara itu dan lebih dari 20 persen wilayah telah berada di bawah kendali Rusia. 

    Rusia sebelumnya mengulangi klaim yang sama bahwa tidak ada negosiasi yang dapat dilakukan dengan Zelensky karena ia adalah presiden yang “tidak sah” dan tidak mewakili Ukraina.

    Namun Kremlin pekan lalu mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin mengesampingkan hal tersebut dan bersedia untuk negosiasi.

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

    Berita lain terkait Konflik Rusia VS Ukraina

  • Elon Musk Minta Stasiun Antariksa Internasional Segera Dihancurkan

    Elon Musk Minta Stasiun Antariksa Internasional Segera Dihancurkan

    Jakarta

    ISS atau International Space Station sudah dalam masa akhir operasinya dan direncanakan akan ditarik dari angkasa pada tahun 2030. Namun Elon Musk meminta stasiun itu dihancurkan lebih cepat.

    “Sudah saatnya untuk memulai persiapan untuk deorbit @Space_Station. Stasiun itu telah mencapai tujuannya. Utilitasnya sangat sedikit. Ayo kita pergi ke Mars,” kata bos SpaceX dan penasihat Donald Trump itu melalui X.

    Dalam posting X lainnya, ia memaparkan jadwal yang diinginkannya. “Keputusan ada di tangan Presiden, tetapi rekomendasiku adalah sesegera mungkin. Kusarankan 2 tahun dari sekarang,” cetusnya.

    Artinya, orang terkaya di dunia itu ingin ISS dihancurkan pada tahun 2027 atau 3 tahun lebih cepat dari jadwal. Namun yang membingungkan, SpaceX diminta oleh NASA membuat kendaraan deorbit ISS yang didesain untuk menariknya pada tahun 2030 dan dihancurkan secara terukur.

    Meski sudah tua, ISS masih berguna. Astronaut masih rutin mengunjunginya untuk menjalankan berbagai eksperimen, termasuk menguji bagaimana jika manusia menjelajah jangka panjang ke angkasa. Riset semacam itu tentu berguna bagi SpaceX yang berambisi ke Planet Mars sesuai keinginan Elon Musk.

    NASA dan mitranya dalam proyek ISS yaitu Canadian Space Agency, The European Space Agency, Japan Aerospace Exploration Agency, dan badan antariksa Rusia Roscosmos membangun laboratorium itu tahun 1998. Laboratorium ini telah menampung astronot yang bergiliran datang secara terus-menerus sejak November 2000.

    Musk belakangan memang bikin bingung komunitas antariksa. Dalam posting X bulan Desember, ia mengabaikan pendaratan ke Bulan dan menyebutnya sebagai gangguan. “Kita akan langsung menuju Mars,” tulisnya ketika itu.

    Padahal itu bukan rencana NASA saat ini. NASA sedang berupaya untuk membawa astronot kembali ke Bulan melalui program Artemis dan memandang tetangga terdekat Bumi itu sebagai batu loncatan ke Planet Merah.

    (fyk/fay)

  • Grok: Chatbot AI Canggih Pesaing ChatGPT yang Bisa Bercanda! – Page 3

    Grok: Chatbot AI Canggih Pesaing ChatGPT yang Bisa Bercanda! – Page 3

    Sebelumnya, salah satu perusahaan milik Elon Musk, xAI, baru saja mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbaru, Grok 3.

    Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan Grok 3 Mini, versi yang lebih kecil, serta Deepsearch, alat pencarian baru yang diklaim sebagai mesin pencari generasi mendatang.

    Pembaruan lainnya mencakup peningkatan fitur pada aplikasi web dan seluler Grok 3, serta layanan berlangganan eksklusif bernama SuperGrok.

    “Kami sangat antusias menghadirkan Grok 3, yang kami yakini jauh lebih unggul dibandingkan Grok 2 dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Elon Musk dalam siaran langsung xAI di platform X, dikutip dari CNET, Kamis (20/2/2025).

    Grok 3 dikembangkan menggunakan 200.000 unit GPU Nvidia H100, dua kali lebih besar dibandingkan pendahulunya, Grok 2.

    Tim xAI mengungkapkan diperlukan waktu 92 hari untuk memperluas superkomputer mereka di Memphis, yang diberi nama Colossus, guna mendukung proses pelatihan model baru ini.

    Dalam presentasinya, Musk menyatakan bahwa Grok 3 memiliki daya komputasi 15 kali lebih besar dibandingkan Grok 2.

    Namun, dalam unggahan sebelumnya di X, ia sempat menyebut bahwa peningkatannya mencapai 10 kali lipat.