Tag: Elon Musk

  • CEO X Tiba-tiba Resign, Diduga Gegara Elon Musk

    CEO X Tiba-tiba Resign, Diduga Gegara Elon Musk

    Jakarta

    Linda Yaccarino mengundurkan diri dari posisi CEO X setelah dua tahun memimpin perusahaan media sosial milik Elon Musk. Kepergian Yaccarino diduga karena ada campur tangan Musk.

    Pengumuman itu disampaikan Yaccarino melalui unggahan di akun X. Unggahan tersebut mengisyaratkan bahwa pengunduran dirinya sebagai CEO merupakan keputusan dirinya sendiri. Kendati begitu, Musk mempunyai sejarah menghentikan bawahannya secara tiba-tiba.

    “Saya telah memutuskan untuk mundur sebagai CEO X,” tulis Yaccarino, dikutip dari Reuters, Jumat (11/7/2025).

    Hengkangnya Yaccarino menambah gejolak dalam kerajaan bisnis Musk yang semakin luas, termasuk penurunan penjualan di produsen kendaraan listriknya, Tesla, dan kontroversi terkait AI. Musk telah terlibat perseteruan dengan mantan sekutunya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    “Terima kasih atas kontribusinya,” tulis Musk di X, menanggapi unggahan pengunduran diri Yaccarino.

    Yaccarino menjabat selama dua tahun sebagai CEO X. Perempuan berusia 61 tahun ini memulihkan citra X saat dulu tengah anjlok gara-gara ditinggalkan banyak perusahaan dan iklan.

    Sejauh ini, ia tidak memberikan alasan spesifik atas keputusannya. Baik pihak X maupun Yaccarino tidak segera memberikan tanggapan ke media. Selain itu, belum jelas kapan pengunduran diri tersebut berlaku efektif.

    Pengunduran diri Yaccarino terjadi sehari setelah Grok, chatbot AI yang dikembangkan oleh xAI, mengunggah konten di platform X yang berisi sentimen anti semit dan pujian untuk Adolf Hitler. Unggahan tersebut dihapus setelah mendapat kecaman publik, dan Yaccarino menulis bahwa ia sedang berupaya memulihkan kepercayaan pengiklan dan memprioritaskan keamanan di X.

    (rea/kil)

  • Elite Global Adakan Pertemuan Rahasia, Ini yang Dibicarakan

    Elite Global Adakan Pertemuan Rahasia, Ini yang Dibicarakan

    Idaho

    Para eksekutif top dan orang terkaya dari perusahaan teknologi, media, dan keuangan berkumpul di Sun Valley, Idaho, untuk menghadiri konferensi tahunan Allen & Co. minggu ini. Acara ini disebut sebagai perkemahan musim panas bagi para miliarder.

    Orang-orang penting dan berpengaruh ini muncul satu per satu di Bandara Memorial Friedman yang kecil di Hailey, Idaho. Menurut laporan, hingga 175 jet pribadi mendarat di landasan pacu dalam satu hari. Pers tidak diizinkan masuk dan meliput acara, tapi para reporter tetap memantau dan meliput siapa pun yang mereka bisa.

    CEO Disney, Bob Iger, mengenakan celana pendek, mendarat bersama istrinya, Willow Bay. Senior Vice President Apple, Eddy Cue, hadir, begitu pula CEO OpenAI, Sam Altman, yang mengenakan kaus dan kacamata hitam.

    Adapun CEO Apple Tim Cook, co-CEO Netflix Ted Sarandos, dan CFO Netflix Spencer Neumann mengenakan polo dan celana khaki. Sementara CEO Amazon Andy Jassy tampak memakai celana jins dan kemeja santai.

    Hadir pula CEO Microsoft Satya Nadella, CEO YouTube Neal Mohan, salah satu pendiri LinkedIn Reid Hoffman, salah satu pendiri Yahoo Jerry Yang, CEO Media Group Casey Wasserman, pemilik Boston Red Sox John Henry, CEO Yahoo Jim Lanzone, aktris Candice Bergen, dan salah satu pembawa acara CBS Mornings Gayle King.

    Pertemuan Sun Valley ikut dihadiri CEO OpenAI, Sam Altman. Foto: CNBC

    Terlihat pula Brian Armstrong, CEO bursa mata uang kripto Coinbase, CEO Walmart Doug McMillon, salah satu pendiri Home Depot Kenneth Langone, dan Chariman PayPal Ohn Donahoe. CEO General Motors Mary Barra, CEO Uber Dara Khosrowsha dan Tobias Lutke, CEO Shopify, termasuk di antara mereka. Begitu pula Bobby Kotick, mantan CEO Activision, dan Sheryl Sandberg, mantan COO Meta.

    Yang patut diperhatikan adalah absennya beberapa tokoh penting dalam konferensi tahun ini, termasuk Mark Zuckerberg dari Meta, Bill Gates dari Microsoft, dan Jeff Bezos dari Amazon, yang kabarnya diundang tapi belum terlihat. Mereka kadang datang di edisi sebelumnya. Adapun orang terkaya dunia Elon Musk tidak ada dalam daftar undangan.

    Pertemuan tahunan ini memang identik dengan busana santai layaknya liburan, membuat para orang penting itu terlihat sebagai sosok-sosok biasa. Tetapi di balik layar, tentunya mereka membicarakan banyak hal penting, terutama perkembangan terkini di dunia. Biasanya, juga muncul kesepakatan akuisisi.

    Dikutip detikINET dari Observer, perkembangan AI kabarnya menjadi tema utama tahun ini, di mana para raksasa teknologi telah menghabiskan ratusan miliar dolar dan selain itu menghadapi tekanan regulasi.

    Kemungkinan juga akan dibahas aksi-aksi Presiden Donald Trump yang terus melancarkan perang tarif dengan mitra dagang AS, yang mengguncang pasar keuangan, mengganggu stabilitas perdagangan dan investasi global.

    Konferensi Sun Valley dikenal eksklusif dan memiliki sejarah sebagai tempat berkembangnya berbagai kesepakatan bisnis penting. Konferensi ini menampilkan beragam kegiatan, termasuk hiking, arung jeram, dan golf, yang menyediakan suasana santai bagi para peserta untuk terlibat dalam diskusi bisnis maupun rekreasi. Seperti disebutkan, agenda konferensi bersifat privat, yang menambah daya tarik dan nuansa mistisnya.

    (fyk/fyk)

  • Bos Perempuan Perusahaan Milik Elon Musk Mundur, Disebut Enggak Tahan

    Bos Perempuan Perusahaan Milik Elon Musk Mundur, Disebut Enggak Tahan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Secara mengejutkan, Linda Yaccarino mundur dari jabatannya sebagai CEO X, media sosial milik Elon Musk yang dulunya bernama Twitter. Namun dia tak menjelaskan dengan pasti alasannya mundur.

    Dalam unggahannya, dia mengatakan alasan pengunduran dirinya karena keputusan sendiri.

    “Saya memutuskan untuk mundur dari CEO X,” tulis Yaccarino dalam pengumumannya, dikutip dari Reuters.

    Alasan tersebut membantah spekulasi Yaccarino dipecat Musk dari jabatannya sebab orang terkaya di dunia itu dikenal kerap memecat petinggi perusahaannya secara tiba-tiba.

    Musk juga menjawab unggahan Yaccarino itu. Dia mengucapkan terima kasih atas pekerjaan Yaccarino pada perusahaannya.

    “Terima kasih atas kontribusi Anda,” tulis Musk dalam balasan terhadap unggahan Yaccarino.

    Yaccarino baru menjabat sebagai bos X sejak 2023 silam. Dia berupaya membersihkan reputasi X yang dikenal negatif di kalangan pengiklan karena platformnya dikenal menjadi sarang ujaran kebencian dan disinformasi.

    Pengunduran diri ini terjadi saat Musk dan bisnisnya tengah menghadapi banyak masalah. Misalnya chatbot AI X bernama Grok diketahui mengunggah konten yang dinilai antisemitik dengan memuji Adolf Hitler.

    Unggahan juga langsung dihapus karena banyak kontroversi yang muncul. Bahkan Yaccarino juga langsung turun gunung menyelesaikan dan mengembalikan pengiklan dan memprioritaskan keamanan X.

    Selain itu, Musk memiliki banyak masalah dengan perilakunya yang terkadang kontroversial. Misalnya perseteruannya dengan Presiden AS Donald Trump yang didukungnya saat pemilihan presiden tahun lalu.

    Sejumlah perusahaan Musk terdampak dengan manuver politiknya. Mulai dari harga saham Tesla yang terus turun, hingga roket Starship milik SpaceX yang sering bermasalah.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • 2 Tahun Pimpin X, Linda Yaccarino Mundur dari Jabatan CEO X – Page 3

    2 Tahun Pimpin X, Linda Yaccarino Mundur dari Jabatan CEO X – Page 3

    Sekadar informasi, hengkangnya Yaccarino dari X tepat terjadi setelah xAI, perusahaan tempat X bernaung, memperbarui chatbot Grok-nya menjadi lebih politis dan mengakibatkan terjadinya banjir ujaran antisemitisme dan pujian pada Hitler. 

    Untuk diketahui, Yaccarino merupakan mantan eksekutif bidang periklanan di NBC Universal. Ia ditunjuk menjadi CEO X pada Mei 2023. 

    Pada saat itu, Elon Musk mengatakan, Yaccarino akan berfokus pada operasi bisnis perusahaan. Sementara, Elon Musk akan fokus pada desain produk dan teknologi baru.  

  • CEO X Linda Yaccarino Mendadak Mundur, Buntut Kontroversi Elon Musk?

    CEO X Linda Yaccarino Mendadak Mundur, Buntut Kontroversi Elon Musk?

    Bisnis.com, JAKARTA — Linda Yaccarino, salah satu tangan kanan Elon Musk yang menjabat sebagai CEO X atau dulu dikenal sebagai Twitter mengumumkan resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

    Laporan Reuters menyebutkan pengunduran diri ini terjadi hanya beberapa bulan setelah platform tersebut diambil alih oleh perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Musk, xAI.

    Dalam unggahan di platform X pada Rabu (9/7/2025), Yaccarino yang berusia 61 tahun mengumumkan pengunduran dirinya dan mengisyaratkan bahwa keputusan itu datang dari dirinya sendiri.

    “Setelah dua tahun yang luar biasa, saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai CEO X,” tulisnya.

    Yaccarino bergabung dengan X dua tahun lalu. Dia dikenal sebagai tokoh senior di dunia periklanan dan sempat menjabat sebagai ketua divisi periklanan global di NBCUniversal.

    Dia dibawa masuk untuk memulihkan kepercayaan para pengiklan, yang sempat meninggalkan X karena meningkatnya konten ujaran kebencian dan postingan bermuatan negatif.

    Namun hingga pengunduran dirinya, tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan kepergiannya, dan belum ada keterangan siapa yang akan menggantikannya.

    “Saya sangat berterima kasih kepadanya [Elon Musk] karena telah mempercayakan saya dengan tanggung jawab untuk melindungi kebebasan berbicara, membalikkan perusahaan, dan mengubah X menjadi Aplikasi Everything,” tuturnya.

    Pengunduran diri Yaccarino terjadi hanya sehari setelah Grok, chatbot AI buatan xAI, memicu kemarahan publik karena mengunggah konten bernada antisemit dan pujian terhadap Adolf Hitler.

    Konten tersebut langsung dihapus. Yaccarino sempat mengatakan bahwa ia tengah berupaya mengembalikan kepercayaan pengiklan dan menjadikan keamanan platform sebagai prioritas utama.

    Para analis menilai tugas Yaccarino memang tidak mudah. Ia harus menghadapi reputasi Musk yang kontroversial serta maraknya konten ekstrem di platform.

    “Dia harus menjalankan bisnis sambil terus memadamkan api,” kata Jasmine Enberg, Wakil Presiden di Emarketer.

    Namun, Enberg juga menambahkan bahwa bisnis iklan X diprediksi akan tumbuh di 2025, dan Yaccarino sebenarnya telah menjalankan tugasnya dengan baik.

    Analis dari DA Davidson, Gil Luria, menyebut perbedaan gaya antara Yaccarino dan Musk mungkin menjadi pemicu utama kepergian Yaccarino.

    “Masalah ini memuncak ketika chatbot AI Grok mulai merespons unggahan dengan komentar yang semakin ofensif,” katanya.

    Keputusan Yaccarino menambah daftar masalah di kerajaan bisnis Musk. Tesla, perusahaan mobil listrik milik Musk, mengalami penurunan penjualan. Di sisi lain, Musk juga tengah diterpa kontroversi seputar AI dan konflik terbuka dengan Presiden AS, Donald Trump.

    Di sisi lain, Tesla juga tengah dilanda gejolak. Dua orang kepercayaan Musk di Tesla, Omead Afshar dan direktur HRD Amerika Utara Jenna Ferrua, dikabarkan telah hengkang bulan lalu.

    Saham Tesla dilaporkan turun sekitar 1% setelah kabar mundurnya Yaccarino mencuat.

  • Driver Online Bakal Punah, Tandanya Makin Jelas di China dan Amerika

    Driver Online Bakal Punah, Tandanya Makin Jelas di China dan Amerika

    Jakarta, CNBC Indonesia – Lebih banyak taksi robot yang akan terlihat di jalanan China. Terbaru, Car Inc meluncurkan layanan penyewaan mobil otonom bersama dengan Baidu.

    Batch pertama mobil bernama Apollo itu akan bisa menampung tiga penumpang sekaligus, dikutip dari Reuters, Rabu (9/7/2025).

    Perusahaan telah membuka reservasi bagi mereka yang berminat bagi mereka berusia 18 tahun. Pemesanan dapat dilakukan untuk rentang waktu empat jam hingga tujuh hari.

    Pengembangan taksi yang bisa berjalan sendiri memang tengah masif. Di China, pemain taksi robot mulai menjamur misalnya WeRide, Pony.Ai dan AutoX.

    Di AS, juga ada Waymo yang cakupan layanannya kian meluas. Philadelphia dan New York City masuk dalam wilayah yang tengah dipetakan kendaraan self drivingnya.

    Sementara itu, taksi Waymo sudah terlihat lalu lalang di beberapa daerah di AS seperti Santa Mobica, Los Angeles, Atlanta, Austin, Bay Area hingga Phoenix.

    Waymo berencana merilis layanannya di Miami untuk tahun ini. Tahun depan, giliran Washington DC yang bisa mencicipi langsung layanan tersebut.

    Waymo juga bekerja sama dengan perusahaan ride hailing Uber untuk memperluas layanannya dengan mobil listrik Jaguar I-Pace. Layanannya meluncur di Atlanta dan Austin dengan tarif setara UberX atau Comfort.

    Tesla juga masuk ke industri ini. Beberapa waktu lalu perusahaan milik Elon Musk meluncur di Austin.

    Namun tak lama, layanan itu memicu penyelidikan dari otoritas keselamatan transportasi setempat. Dari video yang beredar, robotaxi Tesla terekam melaju melawan arus dan mengerem mendadak di tengah jalanan.

    Selain itu, mobil juga berlaku aneh pada mobil polisi yang sedang parkir.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Orang Dekat Ungkap Pikiran Tak Terduga di Benak Elon Musk

    Orang Dekat Ungkap Pikiran Tak Terduga di Benak Elon Musk

    Jakarta, CNBC Indonesia – Orang dekat Elon Musk buka suara soal keadaan bos Tesla terkait keadaan perusahaan dan opininya di publik. Orang terkaya dunia itu disebut tengah berupaya memahami apa yang terjadi di sekelilingnya.

    Musk diketahui orang yang cukup kontroversial dan bahkan membuat khawatir para investor Tesla. Misalnya, ucapan dia yang berencana membangun partai politik ketiga di AS.

    Kontroversi itu terus berlanjut meskipun keadaan Tesla yang juga memburuk. Penjualannya mengalami kemerosotan di seluruh dunia dan pendapatan yang menurun dari tahun sebelumnya.

    Proyek robotaxi Tesla juga bermasalah dan mengalami gangguan teknis. Belum lagi permintaan konsumen pada produk mengalami penurunan, menambah daftar hal buruk bagi perusahaan.

    Meskipun minat pada kendaraan listrik masih meningkat khususnya di Eropa, tapi permintaannya mengalami penurunan drastis. Futurism mencatat salah satu penyebabnya adalah sikap Musk yang mengasingkan diri pada ideologi sayap kanan yang ekstrem.

    Seorang sumber menyebutkan berbagai masalah itu membuat Musk akhirnya berpikir. Namun nampaknya upayanya sedikit terlambat.

    “Akhirnya Elon menyadari hal ini, namun telah sehari dan ia sudah kehilangan beberapa dolar,” kata seorang mantan eksekutif Tesla dikutip dari Futurism, Rabu (9/7/2025).

    Masa jabatan kedua presiden AS Donald Trump juga membuat Tesla kian terpuruk. Hubungan keduanya yang sangat akrab berakhir hancur.

    Kebijakan Trump soal tarif ekspor mengganggu supply chain Tesla dengan China. Selain itu, anggaran negara yang disebut Trump sebagai “UU Besar dan Indah” makin membuat hubungan mereka kian memburuk.

    “Ini kebijakan buruk dan pukulan telak untuk laba Tesla. Semuanya terintegrasi: tarif, kredit konsumen US$7.500, kredit pajak manufaktur, kredit pengisian daya dan kredit perumahan tenaga surya,” jelas mantan eksekutif Tesla.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Kekayaan Elon Musk Turun Rp 243,8 Triliun Gegara Mau Bikin Partai Politik

    Kekayaan Elon Musk Turun Rp 243,8 Triliun Gegara Mau Bikin Partai Politik

    Jakarta

    Kekayaan bersih Elon Musk menurun USD 15,3 miliar (sekitar Rp 234,8 triliun) sejak CEO Tesla itu mengumumkan akan membentuk partai politik baru.

    Berita tersebut menimbulkan gejolak di pasar keuangan dan membuat para investor khawatir mengenai ambisi politik Musk dan kemungkinan implikasinya terhadap merek dan operasi bisnis Tesla.

    Musk, orang terkaya di dunia saat ini, kerap kali menggunakan jabatannya untuk memengaruhi kebijakan dan pasar, dan kiprahnya di dunia politik kali ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara dirinya dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Pada Sabtu (5/7), Musk mengumumkan pembentukan partai politik baru bernama America Party, dan pada Senin (7/7) saham Tesla anjlok 6,8%.

    Saham raksasa perusahaan EV itu ditutup pada USD 293,94, perusahaan kehilangan lebih dari USD 79 miliar dalam total nilai pasar.

    Sebagian besar kekayaan Musk terikat pada sahamnya di Tesla, yang kini bernilai sekitar USD 121 miliar. Total kekayaan bersihnya kini sekitar USD 346 miliar, turun dari USD 361 miliar pada hari sebelumnya, menurut Bloomberg Billionaires Index.

    Para investor sebelumnya menyatakan kekhawatiran tentang prioritas Musk, dan para pemegang saham Tesla pada Mei lalu meminta Musk untuk bekerja setidaknya 40 jam seminggu di perusahaan tersebut.

    Pembentukan America Party terjadi setelah Musk, yang sebelumnya mendukung Trump selama kampanye pemilihan presiden 2024 dan yang ditugaskan presiden untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah, berselisih dengan Trump terkait Undang-Undang One Big Beautiful Bill.

    RUU belanja terbaru itu diproyeksikan akan meningkatkan defisit AS lebih dari USD 3 triliun dalam dekade mendatang. RUU tersebut dikritik oleh Musk karena menaikkan pagu utang dan mencabut insentif bagi produsen kendaraan listrik dan transisi energi.

    Sementara itu, Trump merespons pengumuman Musk, menyebut pembentukan America Party adalah hal konyol. “Saya sedih melihat Elon Musk benar-benar ‘keluar jalur’,” tulisnya dalam sebuah postingan di Truth Social.

    Meskipun America Party bertujuan mengganggu tatanan politik tradisional, sejarah menunjukkan sedikit keberhasilan bagi kelompok independen dan pihak ketiga dalam pemilihan presiden AS. Upaya-upaya sebelumnya yang dilakukan oleh Libertarian, Green, dan People’s Parties, telah gagal menembus dominasi Partai Republik dan Demokrat yang mengakar.

    “Saham Tesla telah terdampak oleh ‘ketidakpastian tarif’, ‘penghapusan subsidi untuk kendaraan listrik’, dan kekhawatiran tentang apakah Musk memiliki kapasitas yang cukup jika ia memutuskan untuk mendirikan America Party agar benar-benar bertanggung jawab dalam hal aktivitas bisnisnya,” kata Scott Lucas, pengajar politik Amerika di Dublin University, dikutip dari NewsWeek.

    Ivana Delevska, pendiri Spear Invest yang baru-baru ini menjual saham Tesla, mengatakan, “Meskipun peluangnya sangat besar, risikonya juga sangat signifikan. Meskipun potensi keuntungannya jelas ada, risikonya juga signifikan.”

    Sedangkan Jed Dorsheimer, analis di William Blair, dalam catatan risetnya menyebutkan bahwa para investor sudah jengah menghadapi kelakuan Musk.

    “Kami memperkirakan para investor mulai bosan dengan gangguan yang ada di saat bisnis sangat membutuhkan perhatian Musk dan hanya melihat sisi negatif dari kembalinya Musk ke dunia politik,” sebutnya.

    Adapun tindakan Musk selanjutnya terkait pendaftaran resmi partai tersebut masih belum jelas. Investor dan pengamat akan terus memantau dampak intervensi politik Musk terhadap saham Tesla dan perannya sebagai CEO.

    (rns/fay)

  • SpaceX Elon Musk Incar Pendanaan Rp6,5 Triliun, Ingin Kalahkan Valuasi OpenAI

    SpaceX Elon Musk Incar Pendanaan Rp6,5 Triliun, Ingin Kalahkan Valuasi OpenAI

    Bisnis.com, JAKARTA — SpaceX sedang dalam pembicaraan untuk meningkatkan pendanaan baru dengan valuasi US$400 miliar atau sekitar Rp6,5 triliun (Kurs: Rp16.000).

    Dilansir Techcrunch, Selasa (9/7/2025) perusahaan milik Elon Musk itu menyusun strategi untuk mengumpulkan dana melalui putaran penggalangan dana dan secara terpisah mengadakan penawaran tender agar karyawan dapat menjual sebagian saham mereka kepada sekelompok investor tertentu.

    Putaran penggalangan dana akan berjalan dengan cara, mereka akan menjual sejumlah kecil saham baru kepada investor. 

    Salah satu putaran penggalangan dana yang pernah SpaceX adakan pada 2021 berhasil mengumpulkan sekitar US$850 juta atau sekitar Rp13,8 miliar (kurs: Rp16.000).

    Sementara itu, untuk penjualan internal saham kepada karyawan dan investor awal dilakukan untuk penawaran sekunder, dengan harga yang ditentukan oleh putaran pertama. Rinciannya dapat berubah, bergantung pada minat dari penjual dan pembeli dari orang dalam.

    Perusahaan ini pada umumnya mengadakan penawaran tender dua kali dalam setahun.

    Jika kesepakatan tersebut berjalan sesuai rencana, ini akan menandai lompatan besar lainnya dalam  lintasan valuasi SpaceX.

    Sejak perusahaan ini didirikan lebih dari dua dekade lalu, SpaceX menembus angka valuasi US$100 miliar atau sekitar Rp1,6 triliun (kurs Rp16.00) dan menggandakannya hanya dalam waktu tiga tahun.

    Sebelumnya, SpaceX mencatat pendapatan sekitar US$15,5 miliar atau Rp253,18 triliun pada 2024, dengan Starlink menjadi kontributor utama pendapatan tersebut.

    Selain itu, Angka ini menegaskan dominasi SpaceX yang makin kuat di sektor antariksa komersial global, sekaligus melampaui anggaran tahunan NASA untuk program komersial yang hanya sekitar US$1,1 miliar tahun depan.

    Elon Musk membagikan kabar ini melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), menyoroti pertumbuhan pesat bisnis peluncuran roket dan layanan satelit SpaceX.

    Sementara NASA tetap fokus pada eksplorasi luar angkasa dan riset ilmiah, SpaceX memanfaatkan permintaan tinggi untuk layanan peluncuran yang lebih murah dan komunikasi satelit. Inovasi utama SpaceX terletak pada roket Falcon 9 dan Falcon Heavy yang dapat digunakan kembali, sehingga memangkas biaya peluncuran secara signifikan dan memperbesar pangsa pasar global.

    Dilansir dari Reuters, Rabu (4/6/2025) pada 2024, SpaceX mencatat rekor dengan 134 peluncuran Falcon, menjadikannya operator peluncuran paling aktif di dunia. Perusahaan bahkan menargetkan 170 peluncuran hingga akhir tahun ini guna memenuhi permintaan pemasangan satelit yang terus meningkat.

    Pendapatan terbesar SpaceX saat ini berasal dari layanan internet satelit Starlink. Jaringan ini telah meluncurkan ribuan satelit untuk menyediakan akses internet broadband ke seluruh dunia.

    Pada November 2023, Musk mengumumkan bahwa Starlink sudah mencapai arus kas impas (breakeven cashflow). Meski Musk pernah menyatakan rencana untuk membawa Starlink go public, dia belum memberikan jadwal pasti.

    Selain Falcon, SpaceX juga tengah mengembangkan sistem roket raksasa Starship setinggi 122 meter. Musk menyebut Starship akan menjadi kunci utama dalam misi mengirim manusia ke Mars di masa depan.

    (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • 3 Orang Divonis Bersalah Kasus Pembakaran di London yang Diperintahkan Tentara Wagner Rusia

    3 Orang Divonis Bersalah Kasus Pembakaran di London yang Diperintahkan Tentara Wagner Rusia

    JAKARTA – Tiga orang dinyatakan bersalah atas serangan pembakaran terhadap sejumlah bisnis yang terkait dengan Ukraina di London. Pelaku menurut pejabat Inggris diperintahkan oleh kelompok tentara bayaran Wagner dari Rusia.

    Kebakaran tahun lalu di kawasan industri di London timur menargetkan dua unit termasuk satu unit milik perusahaan yang mengirimkan paket ke Ukraina termasuk peralatan satelit dari Starlink milik Elon Musk.

    Dilansir Reuters, Selasa, 8 Juli, jaksa Duncan Penny mengatakan kepada pengadilan Old Bailey di London pada awal persidangan bulan lalu, pembakaran tersebut diorganisir oleh Dylan Earl (21) yang mengaku bersalah atas pembakaran yang diperparah dan dakwaan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional.

    Pengakuan bersalah Earl atas tindakan mempersiapkan tindakan yang membahayakan nyawa menjadikannya orang pertama yang dihukum berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional, yang diperkenalkan tahun lalu untuk mengatasi aktivitas permusuhan oleh negara asing.

    Penny mengatakan Earl secara sadar bertindak atas perintah Wagner Group yang dilarang karena dianggap organisasi teroris. Earl juga dirinya bertindak melawan Ukraina, dan untuk kepentingan Rusia.

    Sementara Nii Kojo Mensah (23)  Jakeem Rose (23) dan Ugnius Asmena (20) membantah tuduhan pembakaran yang diperparah tetapi dinyatakan bersalah oleh juri di pengadilan Old Bailey di London.

    Paul English (61) dibebaskan dari tuduhan yang sama. Dmitrijus Paulauskas (23) dan Ashton Evans (20) membantah dua tuduhan mengetahui tentang aksi teroris tetapi gagal mengungkapkan informasi tersebut.

    Evans dinyatakan bersalah atas satu tuduhan dan dibebaskan dari tuduhan kedua, sementara Paulauskas dibebaskan dari kedua tuduhan.