Tag: Elon Musk

  • Elon Musk Mendadak Dapat Proyek Pemerintah Rp 3,2 Triliun

    Elon Musk Mendadak Dapat Proyek Pemerintah Rp 3,2 Triliun

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, tiba-tiba mendapatkan kontrak kerja dari pemerintah Amerika Serikat (AS) senilai US$200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun. Selain xAI, terdapat OpenAI, Google, dan Anthropic juga mendapatkan kontrak yang sama.

    Kontrak tersebut berasal dari Departemen Pertahanan AS (DoD). Tujuannya untuk peningkatan adopsi kapabilitas AI dalam departemen pemerintahan tersebut.

    Dengan kontrak tersebut, Departemen Pertahanan dapat mengembangkan alur kerja AI. Selain itu, bertujuan untuk mengatasi tantangan keamanan nasional yang kritis.

    “Adopsi AI mengubah kemampuan DoD yang mendukung prajurit dan mempertahankan keunggulan strategis atas musuh kita,” jelas Kepala Pejabat Digital dan AI, Doug Matty, dikutip dari Reuters, Selasa (15/7/2025).

    Kontrak dengan pemerintah menambah panjang pekerjaan xAI di lingkungan serupa. Perusahaan diketahui juga baru saja mengumumkan serangkaian produknya disebut sebagai Grok for Government.

    Produk itu tersedia untuk berbagai pelanggan dari keamanan federal, lokal, negara bagian dan nasional.

    Pemerintahan AS diketahui telah memperluas penggunaan AI. Gedung Putih mendorong lingkungan pemerintah bisa melakukan hal tersebut.

    Presiden AS Donald Trump juga melunakkan regulasi terkait teknologi AI. Dia mencabut perintah eksekutif saat pemerintahan Joe Biden tahun 2023 lalu, di mana aturan berupaya mengurangi dampak risiko AI dengan mengungkapkan data wajib.

    Sementara itu, Pentagon telah mengumumkan OpenAI mendapatkan kontrak US$200 juta pada bulan lalu. ChatGPT, chatbot buatan perusahaan akan mengembangkan prototipe kemampuan AI, sebagai cara mengatasi dampak keamanan nasional, dari bidang peperangan dan juga perusahaan.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Starlink Setop Terima Pelanggan Baru di Indonesia, Ini Alasannya – Page 3

    Starlink Setop Terima Pelanggan Baru di Indonesia, Ini Alasannya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan penyedia layanan internet milik Elon Musk, Starlink, tidak lagi menerima pengguna baru di Indonesia.

    Pengumuan tersebut disampaikan melalui blog resmi Starlink dengan judul “Important Note for New Customers in Indonesia(Catatan Penting untuk Pelanggan Baru di Indonesia)”.

    Lantas, apa alasan Starlink setop menerima pelanggan baru di Indonesia?

    Dikutip dari blog resmi Starlink, Selasa (15/7/2025), perusahaan tidak menerima pelanggan baru karena kapasitasnya telah habis terjual di seluruh Indonesia.

    “Layanan Starlink saat ini tidak tersedia untuk pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitasnya telah habis terjual di seluruh Indonesia,” tulis perusahaan yang bernaung di bawah payung SpaceX tersebut.

    Selain itu, Starlink menjelaskan, aktivasi perangkat baru dihentikan sementara bagi pelanggan di Indonesia yang membeli melalui toko ritel atau penjual pihak ketiga.

    “Namun, Anda masih dapat melakukan deposit untuk memesan di daftar tunggu dan menerima notifikasi segera setelah layanan tersedia Kembali,” ucap Starlink.

     

  • SpaceX Bantu Israel Luncurkan Satelit Geostasioner Khusus Komunikasi Dror-1

    SpaceX Bantu Israel Luncurkan Satelit Geostasioner Khusus Komunikasi Dror-1

    Bisnis.com, JAKARTA — Israel Aerospace Industries (IAI) mengumumkan bahwa satelit komunikasi baru negara itu, ‘Dror-1’, telah diluncurkan ke luar angkasa pada Minggu (13/7/2025), menggunakan peluncur buatan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk.

    Satelit buatan Israel ini lepas landas pukul 08.00 pagi waktu setempat dari Cape Canaveral, Florida. peluncuran Dror-1 itu bersamaan dengan roket SpaceX Falcon 9.

    Dror-1 dirancang untuk memenuhi kebutuhan komunikasi nasional Israel. Satelit itu memiliki berat 4,5 ton dan lebar sayap 18 meter.

    “Dror 1 adalah satelit komunikasi tercanggih yang pernah dibangun di Israel, yang dirancang untuk mempertahankan kapabilitas strategis nasional di negara ini sekaligus menyediakan kapabilitas komunikasi satelit penting bagi Israel untuk tahun-tahun mendatang,” kata Presiden IAI Boaz Levy dilansir dari KNS, Selasa (15/7/2025).

    Dror-1 terpisah dari peluncurnya sekitar 40 menit setelah lepas landas dan mulai mengorbit Bumi secara independen.

    Satelit ini diperkirakan akan mencapai orbit geostasioner terakhirnya, 36.000 km di atas khatulistiwa, dalam waktu sekitar dua minggu setelah serangkaian manuver.

    Adapun Dror-1 dikembangkan dan diproduksi oleh IAI untuk memastikan kemandirian industri dan teknologi Israel di sektor yang vital secara strategis tersebut.

    Posisi geostasionernya akan memungkinkan jangkauan komunikasi yang berkelanjutan dan fleksibel untuk berbagai sistem pemerintahan.

    “Israel Aerospace Industries telah memimpin program luar angkasa negara ini sejak tahun 1980-an, ketika satelit observasi pertama, Ofek-1, diluncurkan. Sejak saat itu, IAI telah mengembangkan, memproduksi, dan meluncurkan satelit komunikasi dan observasi tambahan untuk misi nasional, sipil, dan ilmiah, baik di Israel maupun di luar negeri,” kata perusahaan tersebut.

    Selama beberapa pekan mendatang, para insinyur IAI akan melakukan serangkaian uji coba yang dirancang untuk memverifikasi keberhasilan operasi satelit tersebut.

    Sejak saat itu, satelit ini akan memulai perjalanan multi-tahunnya di luar angkasa sebagai satelit komunikasi nasional Israel.

  • Starlink Setop Tambah Pelanggan Baru RI, Pemerintah Disorot Soal Kedaulatan Digital

    Starlink Setop Tambah Pelanggan Baru RI, Pemerintah Disorot Soal Kedaulatan Digital

    Jakarta – Pemerintah Indonesia disorot terkait sikap lunaknya terhadap operasional dan investasi Starlink milik Elon Musk. Adapun saat ini, SpaceX, perusahaan yang mengoperasikan Starlink mengumumkan menghentikan penambahan jumlah pelanggan baru untuk wilayah Indonesia.

    Kepala Bidang Media Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Firdaus Adinugroho mengungkapkan pelaku usaha mendorong agar Pemerintah Indonesia lebih tegas terhadap Starlink.

    “Prinsip keadilan akses dan pemerataan digital tetap harus menjadi pegangan utama dalam setiap kebijakan konektivitas nasional,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (15/7/2025).

    Di saat yang sama, ASSI juga mendorong perlindungan dan pemberdayaan industri satelit nasional agar tetap memiliki ruang tumbuh yang adil dan berkelanjutan, demi menjaga kedaulatan dan ketahanan infrastruktur digital Indonesia.

    Disampaikannya, ASSI juga mendorong agar pemerintah memastikan bahwa kapasitas yang tersedia dari penyedia layanan satelit global seperti Starlink diprioritaskan untuk mendukung konektivitas di wilayah-wilayah yang belum terlayani, khususnya di daerah 3T.

    Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG UI) telah merilis kajian dan rekomendasi kebijakan yang telah diterbitkan Universitas Indonesia pada tahun 2023 dan telah disampaikan kepada Komisi I DPR RI dan Kementerian/Lembaga terkait.

    Syauqillah dari SKSG UI mengingatkan bahwa kehadiran Starlink yang tidak diatur secara ketat mengancam banyak aspek kedaulatan Indonesia: dari kontrol spektrum nasional, pelindungan data, hingga potensi penyebaran separatisme digital di wilayah-wilayah sensitif.

    “Starlink bisa menjangkau Papua tanpa melewati jaringan nasional. Ini bukan sekadar soal koneksi, ini soal siapa yang mengendalikan informasi di wilayah rawan separatisme,” ungkapnya.

    Ia menilai pemerintah gagal memahami bahwa kedaulatan digital bukan sekadar urusan kecepatan internet, tapi tentang kendali penuh atas infrastruktur dan data bangsa. Saat ini, data yang ditransmisikan melalui Starlink tidak tunduk pada otoritas lokal, tidak dikendalikan melalui gateway Indonesia, dan tidak diaudit sesuai hukum dalam negeri.

    Meski Starlink turut menghadirkan akses internet, mereka tidak bisa disamakan dengan operator nasional, karena tidak menjalankan kewajiban investasi jaringan, tidak membangun SDM lokal, dan tidak memberikan kepastian hukum bagi negara.

    “Apakah data intelijen, data kesehatan, dan komunikasi strategis kita boleh begitu saja terbang ke luar angkasa dan kembali tanpa melewati kontrol nasional? Ini preseden yang sangat berbahaya,” tegas peneliti SKSG UI.

    (agt/rns)

  • Dari Elon Musk ke Elon Musk: SpaceX Investasi Rp 32,5 triliun ke Startup xAI – Page 3

    Dari Elon Musk ke Elon Musk: SpaceX Investasi Rp 32,5 triliun ke Startup xAI – Page 3

    Sementara itu, Presiden AS Donald Trump yang mulanya begitu akrab dengan Elon Musk mengganggap miliarder itu sudah gila.

    Hal ini bermula ketika Trump menjawab panggilan telepon dari ABC News pada Jumat (6/6/2025) pagi, sesaat sebelum pukul 07.00. Donald Trump saat itu ditanya soal laporan yang menyebut dia memiliki jadwal panggilan telepon dengan Elon Musk pada hari itu.

    “Maksudmu pria yang sudah gila?” jawab Trump seperti dilaporkan ABC News, yang kemudian menambahkan bahwa dia tidak terlalu tertarik untuk berbicara dengan Musk saat ini.

    Menurutnya, Musk yang ingin berbicara dengannya, namun dia sendiri belum siap untuk berbicara dengan Musk.

    Trump kemudian berbicara beberapa menit tentang sejumlah topik lain — dia menyebut soal inflasi yang menurun, investasi asing yang meningkat, dan rencananya untuk melakukan kunjungan ke China yang dia sebut luar biasa.

    Sehari sebelumnya, Trump dan Musk terlibat perang kata-kata.

  • Starlink Stop Layani Pelanggan Baru di RI, Kontrol Pemerintah jadi Sorotan

    Starlink Stop Layani Pelanggan Baru di RI, Kontrol Pemerintah jadi Sorotan

    Bisnis.com, JAKARTA — Langkah SpaceX, perusahaan dirgantara milik Elon Musk, menghentikan layanan internet Starlink dinilai sebagai tanda Indonesia belum memiliki kontrol kuat atas satelit orbit rendah tersebut. 

    Melalui laman resminya, perusahaan menyebut kapasitas Starlink sudah habis terjual di seluruh wilayah Indonesia. Starlink melayani wilayah rural dan perkotaan, termasuk kota-kota yang telah terjangkau serat optik. 

    Kondisi ini kembali memicu sorotan terhadap kebijakan pemerintah Indonesia yang dinilai terlalu longgar dalam mengatur kehadiran Starlink

    Kepala Bidang Media Asosiasi Satelit Indonesia (Assi) Firdaus Adinugroho mengatakan pelaku usaha mendorong agar pemerintah bersikap lebih tegas kepada Starlink.

    Mereka berharap pemerintah dapat memastikan kapasitas yang tersedia dari penyedia layanan satelit global, seperti Starlink, diprioritaskan untuk mendukung konektivitas di wilayah-wilayah yang belum terlayani, khususnya di daerah 3T.

    Dengan hadir di daerah tertinggal, misi pemerataan digital akan lebih maksimal. Adapun yang terjadi saat ini, Starlink 

    “Prinsip keadilan akses dan pemerataan digital tetap harus menjadi pegangan utama dalam setiap kebijakan konektivitas nasional,” kata Daus kepada Bisnis, Selasa (15/7/2025).

    Assi juga mendorong perlindungan dan pemberdayaan industri satelit nasional agar tetap memiliki ruang tumbuh yang adil dan berkelanjutan, demi menjaga kedaulatan dan ketahanan infrastruktur digital Indonesia.

    Kedaulatan Data

    Sementara itu, Syauqillah dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG UI) memberi peringatan keras atas dampak dari operasional layanan luar angkasa Starlink tanpa kontrol ketat dari dalam negeri. 

    Dalam kajian yang disusun SKSG UI pada 2023, disebutkan Starlink bisa beroperasi di wilayah-wilayah sensitif seperti Papua tanpa melewati jaringan nasional. 

    Hal ini dinilai berpotensi mengganggu kontrol informasi dan keamanan negara.

    “Ini bukan sekadar soal koneksi, ini soal siapa yang mengendalikan informasi di wilayah rawan separatisme,” tulis Syauqillah.

    Syauqillah juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap lalu lintas data Starlink yang tidak melewati gateway nasional, serta tidak tunduk pada aturan hukum lokal. 

    “Apakah data intelijen, data kesehatan, dan komunikasi strategis kita boleh begitu saja terbang ke luar angkasa dan kembali tanpa melewati kontrol nasional? Ini preseden yang sangat berbahaya,” tegas Syauqillah. 

    Komdigi

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons langkah Starlink yang menghentikan layanan untuk pelanggan baru di Indonesia

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto menilai keputusan ini merupakan inisiatif dari penyedia layanan internet berbasis satelit tersebut karena keterbatasan kapasitas jaringan yang mereka miliki saat ini. 

    “Karena memang inisiatif mereka karena kapasitas jaringan mereka sudah habis untuk pelanggan eksisting,” kata Wayan saat dihubungi Bisnis.

    Wayan juga menekankan pasar layanan satelit Indonesia tidak hanya bergantung pada Starlink. Kehadiran Starlink sebelumnya digadang-gadang sebagai solusi konektivitas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

    “Masih banyak layanan satelit lainnya misalnya seperti milik Telkomsat, PSN, OneWeb, dan lain-lain,” kata Wayan.

  • Lima Negara Uni Eropa Uji Coba Aplikasi Verifikasi Usia untuk Melindungi Anak-anak

    Lima Negara Uni Eropa Uji Coba Aplikasi Verifikasi Usia untuk Melindungi Anak-anak

    JAKARTA – Prancis, Spanyol, Italia, Denmark, dan Yunani akan menguji coba model aplikasi verifikasi usia untuk melindungi anak-anak di dunia daring. Hal ini dikatakan Komisi Eropa pada Senin, 14 Juluii, di tengah kekhawatiran global yang meningkat tentang dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak.

    Aplikasi verifikasi usia ini dibangun berdasarkan spesifikasi teknis yang sama dengan Dompet Identitas Digital Eropa yang akan diluncurkan tahun 2026. Kelima negara dapat menyesuaikan model ini sesuai kebutuhan mereka, mengintegrasikannya ke dalam aplikasi nasional atau menjadikannya aplikasi terpisah.

    Komisi Eropa juga menerbitkan pedoman bagi platform daring untuk mengambil langkah-langkah melindungi anak di bawah umur sebagai bagian dari kepatuhan terhadap Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA) Uni Eropa.

    Undang-undang penting ini, yang mulai berlaku tahun lalu, mewajibkan perusahaan seperti Google milik Alphabet, Meta Platforms, TikTok milik ByteDance, dan perusahaan daring lainnya untuk berbuat lebih banyak dalam menangani konten daring yang ilegal dan berbahaya.

    Platform seperti X milik Elon Musk, TikTok, Facebook dan Instagram milik Meta, serta beberapa situs web konten dewasa sedang diselidiki oleh regulator Uni Eropa terkait kepatuhan mereka terhadap DSA.

    Regulator Uni Eropa menyatakan bahwa pedoman baru ini akan membantu platform daring menangani desain yang menyebabkan kecanduan, perundungan siber, konten berbahaya, dan kontak yang tidak diinginkan dari orang asing.

    “Platform tidak punya alasan untuk melanjutkan praktik yang membahayakan anak-anak,” kata kepala teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, dikutip VOI dari Reuters.

    Dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak telah menjadi perhatian global yang meningkat. Puluhan negara bagian di Amerika Serikat menggugat Meta, sementara Australia tahun 2024 sudah melarang media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun.

  • Roket Elon Musk Bawa Objek Misterius Milik Israel ke Luar Angkasa

    Roket Elon Musk Bawa Objek Misterius Milik Israel ke Luar Angkasa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, meluncurkan satelit misterius pada Minggu dini hari (13/7/2025). Tidak seperti peluncuran satelit lain, SpaceX tidak mengumumkan rencana peluncuran tersebut.

    Satelit misterius diluncurkan dari Space Coast menuju orbit geostasioner menggunakan roket Falcon 9 dalam misi yang diberi nama Commercial GTO-1.

    Orbit geostasioner berada 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi. Pada ketinggian ini, kecepatan orbit sama dengan kecepatan rotasi Bumi sehingga satelit terus menerus berada di posisi yang sama.

    Meskipun tidak diumumkan SpaceX, Space melaporkan bahwa muatan yang dibawa oleh Falcon 9 adalah satelit Dror-1 buatan Israel Aerospace Industries (IAI).

    Menurut Times of Israel, Dror-1 adalah satelit komunikasi paling canggih buatan Israel yang beratnya mencapai 4,5 ton dan dilengkapi oleh sepasang antena atau parabola. Satelit tersebut disiapkan untuk beroperasi selama 15 tahun ke depan.

    ISI menyatakan Dror-1 memiliki kemampuan sebagai “smartphone di luar angkasa. “Ini adalah satelit yang sepenuhnya digital, bisa upload aplikasi. Mereka bisa menyiarkan data dari satu antena ke antena lain,” kata Shiomi Sudri, manajer di IAI. 

    Peluncuran rahasia sangat jarang dilakukan oleh SpaceX, yang selalu menyiarkan peluncuran roket mereka di internet. Selain satelit Israel, peluncuran yang juga dirahasiakan oleh SpaceX adalah misi di bawah National Reconnaissance Office dan divisi luar angkasa tentara AS, Space Force atas nama keamanan nasional.

    SpaceX juga pernah merahasiakan peluncuran untuk perusahaan swasta yaitu misi TD7 pada November 2024. Keterbukaan di bursa saham menyatakan muatan peluncuran tersebut diberi nama Optus-X miliki perusahaan bernama Optus yang terafiliasi dengan SingTel Australia Investment Ltd.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Elon Musk Mau Bunuh ChatGPT, Begini Taktik Barunya

    Elon Musk Mau Bunuh ChatGPT, Begini Taktik Barunya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Elon Musk kembali bikin gebrakan untuk menguasasi industri kecerdasan buatan (AI). SpaceX miliknya dilaporkan menyuntikkan dana jumbo sebesar US$2 miliar (Rp32 triliun) ke startup kecerdasan buatan xAI yang juga miliknya. Langkah ini disebut sebagai strategi besar Musk untuk menyaingi bahkan mengalahkan dominasi ChatGPT milik OpenAI.

    Laporan Wall Street Journal mengungkap, suntikan dana dari SpaceX itu merupakan bagian dari pendanaan ekuitas senilai US$5 miliar. Sebelumnya, X milik Elon Musk juga mengumumkan merger dengan xAI yang membuat valuasi gabungan kedua perusahaan mencapai US$113 miliar.

    Chatbot besutan xAI yang diberi nama Grok kini mulai dimanfaatkan untuk mendukung layanan pelanggan Starlink. Musk bahkan berencana mengintegrasikan Grok ke dalam robot humanoid Tesla bernama Optimus.

    Menariknya, Musk menyebut Grok sebagai “AI paling cerdas di dunia”, meskipun sebelumnya sempat menuai kritik atas sejumlah respons kontroversialnya.

    Ia juga mengisyaratkan bahwa Tesla berpotensi ikut masuk ke jajaran investor xAI. Namun, dalam unggahannya di X, Musk menyatakan bahwa keputusan akhir tentang investasi Tesla di xAI bukan di tangannya, melainkan di tangan para pemegang saham, demikian dikutip dari Reuters, Senin (14/7/2025).

    Tahun lalu, Musk juga melakukan jajak pendapat kepada pengguna X tentang apakah Tesla harus berinvestasi US$5 miliar di xAI, dan saat itu ia hanya menguji coba.

    “Itu bukan keputusan saya. Jika itu keputusan saya, Tesla pasti sudah berinvestasi di xAI sejak lama. Kita akan mengadakan pemungutan suara pemegang saham mengenai hal ini,” tulis Musk dalam unggahannya di X.

    Hingga kini, pihak SpaceX, xAI, maupun Tesla belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Terungkap Rencana Starlink Usai Setop Layanan RI Buat Pelanggan Baru

    Terungkap Rencana Starlink Usai Setop Layanan RI Buat Pelanggan Baru

    Jakarta, CNBC Indonesia – Starlink tengah berproses menambah kapasitas jaringannya. Ini dilakukan usai layanan internet berbasis satelit menutup pendaftaran untuk pelanggan baru.

    “Saat ini, Starlink sedang berproses untuk menambah kapasitas jaringannya melalui pita frekuensi E-Band untuk komunikasi dari gateway ke satelitnya,” kata Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wayan Toni kepada CNBC Indonesia, Senin (14/7/2025).

    “Proses evaluasi pun tengah dilakukan terhadap semua kewajiban Starlink di dalam Hak Labuh yang telah diterbitkan sebelumnya,” dia menambahkan.

    Wayan menjelaskan keputusan itu sepenuhnya berasal dari Starlink. Alasan penghentian sementara karena kapasitas jaringan yang disediakan untuk Indonesia telah penuh.

    “Keputusan untuk menghentikan sementara layanan bagi pelanggan baru sepenuhnya merupakan keputusan dari Starlink. Alasan mereka menghentikan sementara layanan bagi pelanggan baru tersebut adalah karena dinilai kapasitas jaringan starlink yang tersedia untuk Indonesia saat ini telah penuh untuk pelanggan eksisting,” jelasnya.

    Penutupan pendaftaran itu dilakukan lebih dari setahun setelah layanan diluncurkan di Indonesia pada Mei 2024. Elon Musk, bos SpaceX, langsung hadir saat peresmian Starlink di tanah air.

    Untuk beroperasi di Indonesia, Starlink telah memiliki izin operasional bisnis internet satelit (VSAT) dan Layanan Akses Internet (ISP) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Starlink, dalam pengumuman resminya, mengatakan belum bisa memberikan kapan layanan akan tersedia lagi di Indonesia. Perusahaan juga melakukan kerja sama dengan pihak lokal agar bisa membawa layananya secepat mungkin.

    Berikut isi pengumuman Starlink tersebut:

    Layanan Starlink saat ini tidak tersedia untuk pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitas yang terjual habis di seluruh Indonesia.

    Selain itu, aktivasi kit baru dihentikan sementara untuk pelanggan yang membeli melalui retail atau penjual pihak ketiga.

    Namun, Anda masih dapat menempatkan deposit untuk memesan tempat Anda dalam daftar tunggu dan menerima pemberitahuan segera setelah layanan tersedia kembali.

    Harap dicatat bahwa kami tidak dapat memberikan perkiraan waktu ketersediaan, tetapi tim kami bekerja sama dengan pihak lokal untuk membawa Starlink ke Indonesia secepat mungkin.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]