Tag: Elon Musk

  • Elon Musk Tiba-tiba Bangun Terowongan Bawah Tanah, Buat Apa?

    Elon Musk Tiba-tiba Bangun Terowongan Bawah Tanah, Buat Apa?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Jalanan Nashville Amerika Serikat (AS) akan dilengkapi dengan jalur terowongan bawah tanah di masa depan. Jalur tersebut dikerjakan oleh The Boring Company, perusahaan penggalian yang dimiliki miliarder Elon Musk.

    Proyek bernama Music City Loop bekerja sama dengan Gubernur Tenesse dari Partai Republik Bill Lee. Rencananya jalur yang dibangun sepanjang 10 mil atau sekitar 16 km.

    Nantinya jalan tersebut akan menghubungkan pusat kota dan pusat konvensi ke bandara Nashville dalam waktu 8 menit, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (1/8/2025).

    Kantor gubernur setempat memastikan proyek tersebut tanpa biaya dari pajak. Biaya pembangunan akan berasal sepenuhnya dari swasta.

    Namun, CNBC Internasional melaporkan tidak ada informasi soal perincian biaya, lingkungan, keselamatan, atau penilaian lalu lintas apa yang telah diselesaikan oleh negara bagian sebelum kesepakatan disetujui.

    Terkait rencana tersebut, sejumlah anggota parlemen dari partai Demokrat di Nashville meminta jawaban lebih jelas. Termasuk Wali Kota Nashville, Freddie O’Connell yang mempertanyakan dampak pembangunan pada wilayah tersebut.

    “Kami mengetahui percakapan negara bagian dengan Boring Company dan kami punya sejumlah pertanyaan operasional untuk memahami dampak pada Metro dan warga Nashvilee,” jelasnya dalam pernyataan resmi.

    Sementara perwakilan negara bagian Demokrat di Nashville, Justin Jones mengatakan distriknya belum bisa berpartisipasi pada periode komentar publik. Dia juga belum melihat laporan dampak lingkungan atau kesehatan terkait proyek.

    Dia juga sempat hadir pada acara rekrutmen Boring Co. Sebelum akhirnya dia diberitahu tidak diizinkan berada di sana.

    Salah satu yang jadi kekhawatiran khusus di Nashville adalah wilayah tersebut rawan banjir. Di sana, curah hujan rata-rata mencapai 120 cm.

    Boring Co. dinilai belum memiliki pengalaman di daerah dengan curah hujan tinggi dan potensi banjir seperti di Nashville.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Beda Nasib Emiten Prajogo Pangestu, Laba BRPT-TPIA Ngebut tapi CUAN Amblas

    Beda Nasib Emiten Prajogo Pangestu, Laba BRPT-TPIA Ngebut tapi CUAN Amblas

    Jakarta

    Konglomerat Prajogo Pangestu tercatat memiliki sejumlah perusahaan terbuka yang sahamnya diperdagangkan di pasar modal Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga awal Agustus ini, tercatat tiga emiten milik Prajogo Pangestu yang telah melaporkan laporan keuangannya hingga semester I-2025.

    Ketiga emiten Prajogo Pangestu ini adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Namun, ketiga emiten taipan tersebut memiliki nasib yang berbeda sepanjang semester I-2025.

    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

    Dikutip dari laporan keuangan Petrindo dari laman keterbukaan informasi, perseroan membukukan penurunan laba bersih yang signifikan hingga paruh pertama 2025. CUAN membukukan penurunan laba bersih hingga 93,42% menjadi US$ 1,94 juta atau sekitar Rp 31,97 miliar (asumsi kurs Rp 16.490), dari US$ 29,57 juta atau Rp 487,52 miliar di semester I-2024.

    Namun begitu, CUAN membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 49,2% menjadi US$ 462,11 juta atau sekitar Rp 7,61 triliun pada semester I-2025. Adapun pada periode yang sama tahun sebelumnya, CUAN membukukan pendapatan sebesar US$ 309,69 juta atau sekitar Rp 5,10 triliun. Pertumbuhan laba CUAN ditopang oleh penjualan batu bara US$ 108,05 juta untuk waktu tertentu, yang tercatat menurun dari US$ 116,20 juta.

    Sementara untuk sepanjang waktu, pendapatan CUAN ditopang oleh konstruksi dan rekayasa US$ 159,33 juta, yang tumbuh dari US$ 92,01 juta di semester I-2024. Kemudian untuk penambangan, menyumbang pada pendapatan sebesar US$ 158,55 juta dari US$ 87,42 juta. Sementara sektor jasa, menyumbang US$ 34,81 juta dan usaha lainnya sebesar US$ 1,35 juta.

    Namun begitu, CUAN membukukan laba bruto sebesar US$ 47,93 juta, atau susut dari US$ 66,44 juta di semester I-2024. Penyusutan ini terjadi akibat membengkaknya beban pokok pendapatan CUAN yang tercatat sebesar US$ 414,18 juta dari US$ 243,24 juta di semester I-2024.

    PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

    Foto: Chandra Asri

    Emiten Prajogo Pangestu yang bergerak di sektor energi bersih, PT. Barito Renewable Energy Tbk (BREN) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,9%, yakni menjadi US$ 65,46 juta atau sekitar Rp 1,07 triliun di semester I 2025. Adapun pada periode yang sama di tahun sebelumnya, laba bersih BREN tercatat sebesar US$ 57,95 juta atau sekitar Rp 955,53 miliar.

    Dari sisi pendapatan hingga Juni 2025, BREN membukukan sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,94 triliun, naik 3,4% dari pendapatan sebelumnya yakni US$ 290 juta. Namun jika dirinci, BREN juga memiliki beban usaha yang tersebar di sejumlah titik.

    Beban depresiasi dan amortisasi sebesar US$ 47,72 juta, kemudian beban kompensasi dan tunjangan karyawan sebesar US$ 21,63 juta, beban konsultan dan teknisi US$ 7,25 juta, tunjangan produksi kepada PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) US$ 9,15 juta, beban keuangan US$ 58,79 juta, dan kerugian kurs mata uang asing bersih US$ 397 ribu.

    PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

    Induk usaha BREN, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan laba sebesar US$ 1,72 miliar atau sekitar Rp 28,36 triliun sepanjang semester I 2025. Angka tersebut tumbuh 3,348% yoy dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sebesar US$ 50 juta. Kemudian untuk pendapatan konsolidasian sebesar US$ 3,22 miliar atau sekitar Rp 53,09 triliun.

    Secara rinci, pendapatan Barito Pacific terdiri dari petrokimia US$ 2,92 miliar atau tumbuh 237,9%, energi US$ 300 juta atau tumbuh 3,4%. Namun begitu, BRPT mencatat beban pokok pendapatan sebesar US$ 3,09 miliar atau naik 238,6%. Dengan laba kotor US$ 134 juta.

    Peningkatan signifikan dalam laba terutama didorong oleh keberhasilan akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) pada April 2025, yang menghasilkan pencatatan bargain purchase accounting. Pencapaian ini semakin diperkuat oleh peningkatan kontribusi dari Barito Renewables.

    PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

    Terakhir, Chandra Asri Group, dengan induk usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan laba sebesar US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 25,39 triliun sepanjang semester I 2025. Capaian itu tumbuh 3.565% dari periode yang sama di tahun 2024, sebesar US$ 46,6 juta.

    Sementara itu, TPIA mencatat pendapatan bersih sebesar US$ 2,92 miliar atau sekitar Rp 48,16 triliun sepanjang semester I 2025. Pendapatan tersebut ditopang oleh kilang sebesar US$ 1,07 miliar, kimia US$ 1,79 miliar dan infrastruktur US$ 62,9 juta. Secara total, pendapatan TPIA tercatat naik hingga 237,7%.

    “Kontributor utama pencapaian ini adalah pencatatan keuntungan dari pembelian dengan harga rendah (bargain purchase accounting) atau negative goodwill yang berasal dari akuisisi tersebut. Hal ini mencerminkan nilai tambah yang luar biasa dari aksi korporasi kami baru-baru ini, yang tidak hanya mendorong kinerja kami namun juga memperkuat struktur neraca keuangan,” tulis Chief Financial Officer dan Direktur Perseroan, Andre Khor, dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (1/8/2025).

    Simak juga Video: Elon Musk Diprediksi Jadi Triliuner Pertama, Prajogo Pangestu Keempat

    Halaman 2 dari 2

    (ara/ara)

  • Pendiri Tesla yang Asli Sedih Elon Musk Bikin Mobil Mirip Bak Sampah

    Pendiri Tesla yang Asli Sedih Elon Musk Bikin Mobil Mirip Bak Sampah

    Jakarta, CNBC Indonesia – Salah satu pendiri awal Tesla, Martin Eberhard, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perusahaan yang kini dipimpin Elon Musk. Dalam sebuah wawancara terbaru, Eberhard bahkan menyebut kendaraan terbaru Tesla, Cybertruck, mirip bak sampah.

    Banyak yang belum tahu kalau Elon Musk sebenarnya bukanlah pendiri Tesla. Faktanya, Musk adalah CEO keempat perusahaan tersebut ketika ia pertama kali bergabung pada tahun 2008.

    Meski Musk berjasa besar dalam mengubah arah dan produk Tesla, para pendiri aslinya adalah Martin Eberhard dan Marc Tarpenning, yang meluncurkan Tesla pada tahun 2003.

    Selama bertahun-tahun, Musk dan para eksekutif awal Tesla kerap berselisih. Ketegangan antara Musk dan Eberhard bahkan berujung pada gugatan hukum dan penyelesaian pada tahun 2009. Dalam penyelesaian itu, disepakati bahwa Musk boleh menyebut dirinya sebagai salah satu pendiri Tesla, bersama Eberhard, Tarpenning, JB Straubel, dan Ian Wright.

    Insinyur AS dan salah satu pendiri Tesla Martin Eberhard menghadiri ET Global Business Summit di New Delhi pada 23 Februari 2019. (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP/File Foto)

    Komentar pedas soal ‘bak sampah’ itu, dilontarkan Eberhard dalam wawancara dengan YouTuber otomotif Kim Java. Ia secara terang-terangan menyayangkan keputusan Tesla yang membatalkan proyek mobil listrik murah. Padahal, menurutnya, itulah kendaraan yang paling dibutuhkan dunia saat ini.

    “Saya sebenarnya kecewa karena Tesla membatalkan program mobil murahnya, karena itulah yang dibutuhkan dunia, bukan truk yang terlihat seperti tempat sampah,” kata Eberhard, dikutip dari Gizmodo, Jumat (1/8/2025).

    Cybertruck sendiri merupakan salah satu proyek ambisius Elon Musk yang dirancang sebagai truk listrik masa depan dengan desain futuristik dan material baja tahan peluru.

    Cybertruck baru Tesla dipamerkan di toko Tesla di San Diego, California, AS, 20 November 2023. (REUTERS/Mike Blake)

    Namun sejak peluncurannya, kendaraan ini kerap menuai kritik karena desain yang ekstrem, bobot yang berlebihan, dan harga yang jauh dari ekspektasi publik.

    Tesla sebelumnya sempat menjanjikan kehadiran mobil listrik seharga US$25.000 (sekitar Rp400 jutaan), yang akan dibangun dengan platform baru dan teknologi manufaktur inovatif. Namun laporan Reuters pada 2023 menyebut bahwa Musk telah membatalkan proyek tersebut dan memilih fokus pada robotaksi otonom.

    Meski Musk sempat membantah laporan itu dan menyebut Reuters berbohong, laporan lanjutan menyebut para manajer senior Tesla justru bingung dengan pernyataan Musk karena proyek tersebut memang telah dihentikan.

    Di sisi lain, Eberhard juga tetap memberikan pujian atas pencapaian Musk dalam membawa Tesla menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

    “Itu hal yang bagus. Saya senang melihat bayi saya masih bertahan,” ujarnya.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Starlink Diminta Setop Layanan di Asia Tenggara, Indonesia Kena?

    Starlink Diminta Setop Layanan di Asia Tenggara, Indonesia Kena?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Elon Musk, CEO SpaceX didesak untuk menghentikan layanan Starlink pada pengguna tertentu di Asia Tenggara. Permintaan ini datang dari Senator Demokrat bernama Maggie Hassan dalam suratnya kepada pengusaha tersebut.

    Hassan mengatakan layanan internet berbasis satelit itu memfasilitasi penipuan pada warga Amerika Serikat (AS). Dia menyebut ada berbagai organisasi kriminal yang melakukan hal itu di Asia Tenggara.

    Berdasarkan catatan Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan Departemen Keuangan AS, kelompok penipu itu telah meraup miliaran dolar dari hasil menipu warganya. Hassan menyebut empat negara asal kejahatan itu yakni Myanmar, Thailand, Kamboja dan Laos. Indonesia belum termasuk dalam daftar, sehingga masih bisa tetap melanjutkan layanan.

    “Jaringan penipuan di Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Laos terus menggunakan Starlink meski aturan layanan mengizinkan SpaceX memblokir akses untuk aktivitas penipuan,” kata Hassan dikutip dari Reuters, Jumat (1/8/2025).

    “SpaceX bertanggung jawab mencegah penjahat menggunakan layanan ini yang menargetkan warga Amerika,” dia melanjutkan.

    Masyarakat yang menjadi korban kemungkinan juga tak tahu penjahat yang mengincar mereka berasal dari negara lain yang menggunakan Starlink.

    “Meski kebanyakan orang mungkin menyadari meningkatnya jumlah SMS, telepon dan email penipuan, mereka mungkin tidak tahu penjahat transnasional di belahan lain melakukan penipuan dengan akses internet Starlink,” jelasnya.

    Reuters melaporkan tidak segera menanggapi untuk berkomentar terkait permintaan ini.

    Catatan PBB menyebutkan jaringan kriminal melakukan perdagangan orang untuk melakukan penipuan di Asia Tenggara. Salah satunya dipaksa bekerja untuk skema online ilegal pada perbatasan Thailand-Myanmar.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • SpaceX Hadapi Dua Tuntutan Hukum

    SpaceX Hadapi Dua Tuntutan Hukum

    Bisnis.com, JAKARTA — SpaceX, perusahaan yang fokus pada dirgantara luar angkasa milik Elon Musk, akan hadapi gugatan bulan ini, mengenai pemutusan hubungan kerja yang tidak adil setelah mengabaikan peringatan salah satu mantan karyawannya.

    Supervisor lama SpaceX, Robert Markert, memperingatkan petinggi perusahaannya bahwa salah satu bagian dari proses pemulihan fairing roket dengan mudah akan menyebabkan cedera serius, bahkan kematian, namun akibat hal tersebut, dia malah dipecat.

    Markert menuduh, selama masa jabatannya, teknisi terkadang diharuskan bekerja 15 hingga 20 hari berturut-turut. Itu dilakukan di tengah lingkungan kerja penuh tekanan yang akhirnya mengakibatkan cedera, tetapi ketika dia menyampaikan hal tersebut kepada supervisor, jawabannya adalah “jadwal kerja harus diutamakan”.

    Dia juga sempat menyarankan agar perusahaan memprioritaskan pelatihan dan sertifikasi, namun perusahaan berdalih tidak memiliki waktu dan tidak akan mengeluarkan biaya untuk hal tersebut.

    Gugatan lainnya yang juga diajukan terhadap SpaceX adalah dari tukang ledeng perusahaan tersebut sejak 2014, David Lavalle, yang dipecat setelah perusahaan gagal mengakomodasi beberapa cedera terkait pekerjaan, termasuk patah kaki, nyeri leher parah, cedera punggung dan bahu, dan nyeri pergelangan tangan.

    Lavalle mengakui, dia mengajukan kompensasi untuk beberapa cedera yang dialaminya, namun tidak secara keseluruhan karena takut akan “pembalasan”.

    Dua tuntutan hukum tersebut muncul di tengah upaya perusahaan bidang luar angkasa tersebut mempersiapkan roket heavyweightnya, Starship, agar dapat menyelesaikan misi bersama NASA, serta untuk meluncurkan layanan internet satelit Starlink.

    Dilansir TechCrunch (31/07/25), dalam laporan terbarunya, menunjukkan SpaceX melampaui pesaingnya dalam urusan cedera pekerja pada 2024. Itu terbukti berdasarkan data dari Occupational Safety and Health Administration, yang menunjukkan angka cedera 4,27 per 100 pekerja di internal perusahaan SpaceX.

    Selain itu, di dalam gugatan yang sama juga mencatat, operasi pemulihan fairing roket SpaceX di pantai barat memiliki tingkat cedera tertinggi di antara semua lokasi SpaceX dengan 7,6 per 100 pekerja yang cedera untuk operasi di sana.

    Kedua gugatan itu diajukan di Pengadilan Tinggi Daerah Los Angeles, untuk kemudian dipindahkan oleh SpaceX ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Elon Musk Didesak Setop Layanan Starlink di Asia Tenggara, Kenapa?

    Elon Musk Didesak Setop Layanan Starlink di Asia Tenggara, Kenapa?

    Washington

    Seorang senator dari Partai Demokrat mendesak CEO SpaceX, Elon Musk, untuk bertindak terkait penyalahgunaan akses internet Starlink di Asia Tenggara oleh kelompok kriminial.

    Orang terkaya di dunia itu diminta untuk memblokir kelompok kriminal transnasional di Asia Tenggara agar tidak menggunakan layanan internet satelit Starlink untuk melakukan penipuan terhadap warga Amerika Serikat.

    Senator Maggie Hassan mengutip laporan terbaru bahwa Starlink digunakan untuk memfasilitasi penipuan terhadap warga AS oleh berbagai organisasi kriminal transnasional yang mengoperasikan jaringan penipuan di Asia Tenggara.

    U.S. Treasury Department’s Financial Crimes Enforcement Network mengatakan kelompok-kelompok ini menipu warga Amerika hingga miliaran dolar.

    “Jaringan penipuan di Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Laos tampaknya terus menggunakan Starlink meskipun aturan layanan mengizinkan SpaceX untuk menghentikan akses karena aktivitas penipuan,” tulis Hassan dalam surat kepada Musk.

    “SpaceX memiliki tanggung jawab memblokir penjahat agar tidak menggunakan layanan ini untuk menargetkan warga Amerika,” imbuhnya seperti dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (31/7/2025).

    Menurut PBB, jaringan kriminal telah melakukan trafficking ratusan ribu orang ke berbagai tempat penipuan di Asia Tenggara, termasuk banyak tempat di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar, tempat para korban dipaksa bekerja dalam skema online ilegal.

    “Meskipun kebanyakan orang mungkin menyadari meningkatnya jumlah SMS, panggilan telepon, dan email penipuan yang mereka terima, mereka mungkin tidak tahu bahwa penjahat transnasional di belahan dunia lain mungkin melakukan penipuan ini dengan menggunakan internet Starlink,” tulis Hassan.

    Sejak Februari, Thailand telah menghentikan pasokan listrik, internet, dan bahan bakar ke lima wilayah perbatasan Myanmar, termasuk Myawaddy, dalam upaya mengganggu pusat-pusat penipuan.

    Aktivitas kejahatan itu telah menjadi masalah keamanan regional di Asia Tenggara. Jaringan kriminal itu diketahui sebagian besar berasal dari China.

    (fyk/fay)

  • Provinsi Terpadat di Kanada Batalkan Kontrak Senilai Rp1,4 Triliun dengan Starlink

    Provinsi Terpadat di Kanada Batalkan Kontrak Senilai Rp1,4 Triliun dengan Starlink

    Bisnis.com, JAKARTA —  Provinsi Ontario, Kanada, resmi membatalkan kontrak senilai US$68,12 juta atau Rp1,4 triliun untuk layanan internet satelit berkecepatan tinggi Starlink milik Elon Musk.

    Langkah tersebut diambil untuk memenuhi janji retaliasi terhadap tarif yang dikenakan Amerika Serikat pada produk-produk Kanada.

    Menteri Energi dan Pertambangan Ontario Stephen Lecce mengkonfirmasi penghentian kesepakatan layanan internet satelit tersebut. Lecce, yang mengawasi konektivitas broadband di provinsi terpadat Kanada ini, tidak mengungkapkan biaya untuk mengakhiri perjanjian tersebut.

    “Kami membatalkan kontrak tersebut karena alasan-alasan yang telah dia sebutkan sebelumnya. Kami membela Kanada,” kata Lecce, Kamis (31/7/2025).

    Sebelumnya, kontrak yang ditandatangani pada November 2024 ini dimaksudkan untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi kepada 15.000 rumah dan bisnis di komunitas terpencil Ontario.

    Kesepakatan ini juga mencakup akses Starlink untuk First Nations terpencil, setelah uji coba yang menjanjikan pada 2020 di Pikangikum First Nation yang menunjukkan internet berkecepatan tinggi berfungsi dalam 15 menit setelah pengiriman perangkat keras menurut laporan Independent

    Premier Doug Ford telah mengancam akan membatalkan kesepakatan tersebut pada Februari, menyusul pengenaan tarif oleh Presiden AS Donald Trump terhadap impor Kanada. Pembatalan kemudian ditunda setelah Trump menyetujui jeda tarif selama 30 hari. 

    Dalam perkembangan lain, NASA menaruh perhatian terhadap Starlink yang disebut mengikis lapisan ozon Bumi saat mereka keluar dari orbit. Hal ini diungkapkan oleh studi yang didanai NASA dan diterbitkan dalam Geophysical Research Letters pada Juni 2024.

    Satelit Starlink yang mencapai akhir masa pakainya terbakar di atmosfer Bumi dan meninggalkan partikel kecil aluminium oksida. Partikel-partikel ini kemudian turun ke lapisan ozon, yang berfungsi menyerap radiasi ultraviolet berbahaya.

    Para peneliti – yang berasal dari University of Southern California – menemukan jumlah oksida ini meningkat delapan kali lipat dari 2016 hingga 2022. Namun, tidak semua dari partikel ini disebabkan oleh Starlink meskipun satelit Elon Musk itu memiliki armada terbesar.

    Menurut data yang dikumpulkan oleh astrofisikawan Jonathan McDowell, dari sekitar 10.000 objek aktif di orbit rendah Bumi, lebih dari 7.750 di antaranya merupakan milik Starlink.

    Laporan Space.com mengatakan perusahaan tersebut saat ini memiliki izin untuk meluncurkan 12.000 satelit lagi dan berencana menambah hingga 42.000 satelit pada masa mendatang.

    Perlu diketahui, satelit-satelit ini dirancang untuk bertahan sekitar 5 tahun. Sebuah satelit seberat 550 pon disebut akan melepaskan sekitar 66 pon partikel nano aluminium oksida saat masuk kembali ke atmosfer.

    Satelit-satelit Starlink juga menjadi semakin berat seiring waktu, dengan versi terbaru memiliki berat sekitar 2.760 pon.

    Aluminium tersebut sebagian besar akan dilepaskan di ketinggian antara 30 hingga 50 mil di atas permukaan Bumi. Namun, kemudian akan melayang turun ke lapisan ozon, yang diperkirakan memakan waktu sekitar 30 tahun.

    Dampaknya dikatakan sudah mulai terlihat — satelit yang terbakar pada tahun 2022 menyebabkan peningkatan kadar aluminium di atmosfer sebesar 29,5% di atas tingkat alami. Para peneliti bahkan menyebut situasinya akan semakin buruk.

    Salah satu penulis studi Geophysical Research Letters Joseph Wang berkomentar kondisi ini menjadi perhatian karena banyaknya satelit yang akan diluncurkan di masa depan.

    “Kami memperkirakan kelebihan tahunan lebih dari 640% dibandingkan tingkat alami. Berdasarkan proyeksi tersebut, kami sangat khawatir,” kata Wang.

  • Misteri Pemesan Chip Samsung Senilai Rp 270 Triliun Terungkap

    Misteri Pemesan Chip Samsung Senilai Rp 270 Triliun Terungkap

    Jakarta, CNBC Indonesia – Misteri pemesan chip Samsung senilai US$16,5 miliar (Rp 270 triliun) terungkap. Ternyata rekanan raksasa Korea Selatan itu adalah perusahaan produsen mobil listrik Tesla.

    Hal ini diungkapkan CEO Tesla Elon Musk dalam postingannya di akun X. Dia mengatakan Samsung akan memproduksi chip A16 untuk Tesla.

    “Pabrik raksasa baru Samsung di texas didedikasikan untuk memproduksi chip A16 generasi berikutnya bagi Tesla,” kata Musk dalam postingannya itu dikutip CNBC Internasional, Rabu (30/7/2025).

    Musk menambahkan kerja sama kedua perusahaan menjadi titik krusial. Dia mengisyaratkan juga jika kesepakatannya dengan Samsung bisa lebih besar dari nilai yang diumumkan sekarang.

    Sebelumnya Samsung mengumumkan kesepakatan, namun tak banyak mengungkap soal informasinya secara terperinci. Termasuk siapa rekanan bisnisnya yang memesan chip dari pabrik Samsung.

    Menurut Samsung, rincian kesepakatan tersebut baru akan diungkap pada akhir 2033 mendatang. Pihak kedua berasalan tidak ingin diungkap rincian kesepakatan dalam rangka ‘melindungi rahasia dagang’.

    Karena hal tersebut, pengajuan Samsung juga menuliskan investor disarankan berhati-hati karena ada kemungkinan perubahan pada kerja sama tersebut.

    “Karena isi utama kontrak belum terungkap, untuk kebutuhan menjaga kerahasiaan bisnis, investor disarankan berinvestasi secara hati-hati dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan atau pemutusan kontrak,” jelas Samsung.

    Nama Tesla sebagai rekanan Samsung sebelumnya juga telah diungkap. Salah satunya adalah oleh direktur riset semikonduktor, rantai pasok dan teknologi baru The Futurum Group, Ray Wang.

    Pabrikan Samsung memproduksi chip dari desain yang disediakan perusahaan lain. Raksasa teknologi itu adalah penyedia layanan pengecoran terbesar kedua dunia setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Company.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Simulasi Gilanya Kekayaan Mark Zuckerberg Disandingkan dengan Taylor Swift

    Simulasi Gilanya Kekayaan Mark Zuckerberg Disandingkan dengan Taylor Swift

    Jakarta

    Sebuah simulasi menggambarkan betapa kayanya para miliarder dunia. Mulai artis Taylor Swift hingga bos Meta Mark Zuckerberg, begini gambaran kekayaannya jika dihitung menggunakan butiran nasi.

    Melansir Ladbible, Zac D. Films mengibaratkan satu butir nasi sebagai USD 1 (setara Rp 15.000). Saat ini, Mark Zuckerberg berada di posisi ke-2 setelah Elon Musk yang punya kekayaan bersih USD 342 miliar atau sekitar Rp 5.609 triliun. Zuck memiliki kekayaan bersih USD 216 miliar yang bila dikonversikan mencapai Rp 3.544 triliun.

    Di simulasi tersebut, kekayaan Zuck dikomparasikan dengan timbunan beras. Tapi sebelum sampai ke pemahaman seberapa banyak beras yang akan dimiliki Zuck, Zac D. Films mulai dengan rata-rata rumah di Amerika Serikat yang sekitar 500.000 butir beras.

    [Gambas:Youtube]

    “Sekarang, jika Anda mengisi satu kontainer penuh dengan beras, nilainya akan sama dengan kekayaan bersih Taylor Swift,” katanya. Pelantun lagu ‘Bad Blood’ itu memiliki kekayaan bersih bernilai USD 1,6 miliar (Rp 26,2 triliun).

    “Ditambah lagi, tumpukan beras milik Mark Zuckerberg akan cukup untuk mengisi tiga kolam renang ukuran Olimpiade sampai penuh,” lanjutnya.

    Kolam renang ukuran Olimpiade memiliki panjang 50 meter dan lebar 25 meter. Kedalamannya biasanya minimal 2 meter, namun bisa menjadi 3 meter dengan tujuan mengurangi turbulensi.

    Taylor Swift memiliki kekayaan bersih sebesar USD 1,6 miliar dan, menurut Forbes, merupakan musisi perempuan terkaya. Berkat pendapatan dari Eras Tour di seluruh dunia dan nilai katalog musiknya, Swift mencapai status miliarder pada usia 33 tahun, masih kata Forbes.

    Sekitar USD 600 juta di antaranya diyakini telah terkumpul melalui royalti dan tur, sementara ia juga memiliki sekitar USD 125 juta dalam bentuk real estate. Swift juga pernah dikenal sebagai miliarder perempuan termuda di dunia yang merintis usahanya sendiri.

    Namun, taipan teknologi Lucy Guo kini telah mengambil alih gelar tersebut, setelah menjadi miliarder tiga tahun lebih cepat dari Swift, lapor Forbes. Perempuan berusia 30 tahun ini adalah salah satu pendiri Scale AI, sebuah perusahaan anotasi data yang berbasis di California, yang menyediakan data berlabel yang digunakan untuk melatih aplikasi kecerdasan buatan.

    (ask/afr)

  • Elon Musk Sebut Tesla-Samsung Teken Kontrak USD 16,5 Miliar

    Elon Musk Sebut Tesla-Samsung Teken Kontrak USD 16,5 Miliar

    Jakarta

    Samsung Electronics telah menandatangani kontrak senilai USD 16,5 miliar atau setara Rp 270,6 triliun untuk memasok semikonduktor ke Tesla, berdasarkan postingan CEO Tesla Elon Musk di X. Angka ini bisa jadi lebih besar lagi dari yang diumumkan, berdasarkan isyarat dari Musk.

    Produsen chip memori tersebut, yang tidak menyebutkan nama rekanan, menyebutkan dalam pengajuannya bahwa tanggal mulai efektif kontrak adalah 26 Juli 2025 (penerimaan pesanan) dan tanggal berakhirnya adalah 31 Desember 2033.

    Namun, Musk kemudian mengonfirmasi dalam balasannya di platform media sosial X bahwa Tesla adalah rekanan tersebut.

    “Pabrik raksasa baru Samsung di Texas akan didedikasikan untuk membuat chip AI6 generasi berikutnya dari Tesla. Pentingnya strategis ini sulit dilebih-lebihkan. Samsung saat ini memproduksi AI4. TSMC akan memproduksi AI5, yang baru saja menyelesaikan desain, awalnya di Taiwan dan kemudian di Arizona,” tulis bos SpaceX itu.

    “Samsung setuju untuk mengizinkan Tesla membantu memaksimalkan efisiensi manufaktur. Ini adalah titik kritis, karena saya akan melangkah maju secara pribadi untuk mempercepat laju kemajuan,” lanjutnya.

    Samsung sebelumnya menyatakan bahwa detail kesepakatan, termasuk nama rekanan, tidak akan diungkapkan hingga akhir tahun 2033, dengan alasan permintaan dari pihak kedua. Tujuannya untuk melindungi rahasia dagang, menurut terjemahan Google dari dokumen yang diajukan dalam bahasa Korea pada hari Senin.

    “Karena isi utama kontrak belum diungkapkan karena kebutuhan untuk menjaga kerahasiaan bisnis, investor disarankan untuk berinvestasi dengan hati-hati dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan atau pemutusan kontrak,” kata perusahaan tersebut, dikutip detikINET dari CNBC.

    Saham perusahaan naik lebih dari 6% dalam perdagangan pada hari Senin, mencapai level tertinggi sejak September 2024.

    Disebutkan pula sebelumnya bahwa Tesla kemungkinan merupakan pelanggan, ujar Ray Wang, direktur riset semikonduktor, rantai pasokan, dan teknologi baru di The Futurum Group, kepada CNBC sebelum postingan Musk. Bloomberg News sebelumnya melaporkan bahwa kesepakatan Samsung adalah dengan Tesla, mengutip sebuah sumber.

    Layanan Samsung memproduksi chip diketahui berdasarkan desain yang disediakan oleh perusahaan lain. Samsung merupakan penyedia layanan terbesar kedua di dunia, setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Company.

    (ask/ask)