Tag: Elon Musk

  • CEO OpenAI Sam Altman Ingin Saingi Neuralink Elon Musk, Galang Dana Rp13 Triliun

    CEO OpenAI Sam Altman Ingin Saingi Neuralink Elon Musk, Galang Dana Rp13 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA — CEO OpenAI, Sam Altman dalam proses mendirikan perusahaan startup antarmuka brain-to-computer baru bernama Merge Labs. Sam membutuhkan dana sebesar Rp13,8 triliun untuk membangun perusahaan rintisan pesain Neuralink.

    Untuk menyukseskan usaha tersebut, Altman menggalang dana dengan modal yang kemungkinan besar berasal dari tim ventura OpenAI. 

    Merge Labs diperkirakan akan bernilai US$850 juta atau sekitar Rp13,8 triliun (Kurs: Rp16.233), tetapi pembicaraan masih dalam tahap awal dan OpenAI belum berkomitmen untuk berpartisipasi, sehingga persyaratan dapat berubah.

    Dilansir TechCrunch, Rabu (13/8/25), Selain OpenAI, perusahaan startup tersebut juga dilaporkan akan bekerja sama dengan Alex Blania, yang menjalankan Tools for Humanity (sebuah proyek ID digital pemindai mata milik Sam Altman, yang memungkinkan siapapun memverifikasi kemanusiaan mereka).

    Merge Labs nantinya akan bersaing dengan Neuralink milik Elon Musk, yang sedang mengembangkan chip antarmuka komputer dan dirancang untuk ditanamkan ke dalam otak.

    Musk sendiri sudah mendirikan Neuralink pada 2016, meski keberadaannya baru diketahui pada 2017, dan hingga kini, mereka telah membuat kemajuan signifikan.

    Saat ini, Neuralink sedang diujicobakan pada penderita kelumpuhan parah. Tujuannya agar mereka dapat mengendalikan perangkat dengan pikiran mereka. Untuk tujuan itu, Neuralink telah meraih pendanaan Seri E sebesar US$600 juta atau Rp9,7 triliun dengan valuasi US$9 miliar atau Rp146,1 triliun (Kurs: Rp16.233) pada Juni.

    Neuralink, dan mungkin juga Merge Labs dapat merevolusi cara manusia berinteraksi dengn teknologi. Beberapa orang bahkan mungkin mengatakan kedua produk tersebut akan membawa umat manusia pada “singularitas”.

    Jauh sebelum Silicon Valley terobsesi dengan konsep kecerdasan umum buatan (AGI), mereka terpikat dengan singularitas. Elon Musk menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan masa ketika AI melampaui kecerdasan manusia.

    Sejak Musk meninggalkan OpenAI pada 2018, hubungannya dengan Altman telah retak. Minggu ini, mereka berdua berselisih tentang X, setelah Altman menuduh Musk memanipulasi X, dan Musk menyebut Altman pembohong.

    Kini, hanya perlu menunggu waktu kapan Altman pada akhirnya akan meresmikan Merge Labs. Itu menjadi masuk akal, sebab dia tidak mungkin membiarkan Musk mengerjakan sesuatu sepenting singularitas tanpa adanya penantang. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Duduk di Mobil, Digaji Rp 500 Ribu/Jam

    Duduk di Mobil, Digaji Rp 500 Ribu/Jam

    Jakarta

    Kata siapa dapat gaji besar harus kerja super keras? Buktinya, perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS), Tesla, siap bayar pegawainya Rp 500 ribu/jam hanya untuk duduk di dalam kendaraan. Kamu minat?

    Disitat dari laman resmi Tesla, Rabu (13/8), Tesla lagi mencari ‘Vehicle Operator, Autopilot’ alias penguji mobil tanpa sopir di Flushing, New York. Bayarannya berkisar US$ 25,25 sampai US$ 30,60 per jam, atau kira-kira Rp 400-500 ribu per jam.

    Bayangkan, kalau kerja tiga jam per hari saja, kamu bisa menerima Rp 1,3 jutaan. Nah, kalau dikalikan sebulan, bisa Rp 30-40 jutaan!

    Tugasnya memang bukan nyetir seperti sopir biasa. Kandidat bakal duduk di balik kemudi mobil engineering Tesla, memantau sistem mengemudi otonom sambil mengumpulkan data kamera dan audio selama berjam-jam.

    Tesla Robotaxi. Foto: Tesla via Reuters

    Selain itu, mereka juga harus siap start-stop perangkat perekam, cek kesehatan software dan hardware, kasih feedback, tulis laporan harian, dan memastikan mobil aman sebelum berangkat.

    Jadi meskipun terlihat ‘cuma duduk’, fokus dan kewaspadaan tetap wajib 100 persen. Tesla butuh orang yang matanya tajam kayak elang, bukan yang gampang ngantuk di kursi sopir.

    Menariknya, Carscoops melaporkan, Tesla belum mengajukan izin resmi untuk menguji kendaraan otonom di negara bagian New York. Aturan setempat pun mengharuskan selalu ada pengemudi pengaman di balik kemudi, meskipun mobilnya bisa jalan sendiri.

    Strategi ini mirip yang Tesla lakukan di San Francisco, di mana mereka juga belum mendapat izin operasi penuh tapi tetap jalan dengan skema ride-hailing plus pengemudi pengaman.

    Elon Musk sebelumnya sudah berjanji bahwa pada 2026, setengah wilayah AS bisa merasakan Robotaxi Tesla. Jadi, perekrutan di NYC ini kemungkinan besar cuma pemanasan sebelum gebrakan besar itu terjadi.

    Kalau jadi kenyataan, pekerjaan ‘duduk di kursi sopir Tesla’ ini bisa jadi profesi idaman. Nggak perlu keringetan, nggak perlu capek macet-macetan di jalan raya, tapi gajinya bikin senyum sampai akhir bulan.

    (sfn/rgr)

  • Elon Musk Bakal Luncurkan Grok 4.20 Bulan Ini, Saingi GPT-5

    Elon Musk Bakal Luncurkan Grok 4.20 Bulan Ini, Saingi GPT-5

    Bisnis.com, JAKARTA — xAI milik Elon Musk tengah menguji versi terbaru Grok 4.20, yang digadang-gadang mampu menyaingi GPT-5 di beberapa tolok ukur, seperti ARC-AGI-2.

    Dalam sebuah unggahan di X, Elon Musk telah memberi bocoran tentang Grok 4.20 yang rencananya diluncurkan pada akhir Agustus.

    Model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terbaru tersebut akan berwujud “multimodal asli”, yang artinya, Grok 4.20 dapat memproses aliran bit video/audio secara langsung, serta memahaminya tanpa mengubahnya menjadi apapun.

    “Misalnya, dia akhirnya akan memahami suasana hati dan penekanan dalam cara berbicara pengguna,” jelas Musk, dikutip dari BleepingComputer, Rabu (13/8/2025).

    Sebelumnya, Elon Musk telah mengkonfirmasi pengerjaan model pondasi V7, yang telah menyelesaikan pra-pelatihan pada minggu lalu.

    xAI juga sebelumnya sudah meluncurkan model Grok 4, yang performanya mengungguli pesaingnya. Grok 4 baik dalam evaluasi matematika dan sains terstruktur, serta memperkenalkan sistem multi-agen dalam Grok 4 Heavy untuk lingkungan penelitian dan pemikiran jangka panjang.

    Namun, ternyata model AI tersebut lebih lambat daripada Grok 3. Itu disebabkan oleh pemahaman gambar dan videonya yang masih belum sempurna dalam penggunaan sehari-hari. 

    Itu membuat pengguna perlu membuat prompt secara hati-hati, dan memangkas input karena jendela konteks yang relatif terbatas. Jika pengguna menginginkan performa terbaik dengan Grok 4 Heavy pun, mereka perlu membayar lebih untuk itu.

    Grok 4 pun dinilai lebih cocok untuk para pengembang dan peneliti, sebab mereka dapat mengeksplorasi model AI tersebut.

    Untuk pengguna awam, mereka akan lebih cocok menggunakan Grok 3 dengan kecepatan dan responnya, atau dapat memilih model mainstream lainnya yang lebih cocok dengan kebutuhan. 

    Ketika dibandingkan dengan model AI terbaru milik OpenAI, GPT-5, Grok 4 kalah jauh dari segi kecepatan. Dilansir dari Artificial Analysis, ketika dua model tersebut dibandingkan, GPT-5 menghasilkan 156 output token per detik, sementara itu Grok 4 hanya 72 output token per detik.

    Tetapi, dari segi intelijen, kedua model AI tersebut mendapat skor yang berbeda tipis. Berdasarkan Indeks Kecerdasan Analisis Buatan, GPT-5 mendapat skor 69, sementara itu, Grok 4 mendapat skor 68. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Pengganti Starlink Makin Kencang Kejar Setoran Sampai 2026

    Pengganti Starlink Makin Kencang Kejar Setoran Sampai 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Starlink milik Elon Musk selama ini mendominasi pasar internet berbasis satelit. Namun, pesaingnya mulai banyak bermunculan dari China hingga Eropa.

    Selain itu, Amazon yang merupakan sesama raksasa teknologi asal AS juga makin kencang meluncurkan satelit untuk menggelar jaringan internet serupa Starlink.

    Amazon baru saja meluncurkan satelit internet baru ke orbit rendah Bumi (LEO) pada Senin (11/8) waktu setempat. Peluncuran itu dibantu oleh roket Falcon 9 milik SpaceX yang menaungi Starlink.

    Sebelumnya, empat upaya peluncuran satelit Amazon terhalang oleh cuaca buruk.

    Peluncuran pada Senin ini menandai misi Kuiper ke-4. Secara total, Amazon sudah memiliki 102 satelit di orbit, dikutip dari CNBC International, Selasa (12/8/2025).

    Roket Falcon 9 berangkat dari Cape Canaveral, Florida, pada pukul 08.35 pagi waktu setempat. Sekitar 1 jam setelah meluncur, SpaceX mengonfirmasi 24 satelit Kuiper milik Amazon sukses mengorbit.

    Misi ini tadinya dijadwalkan pada Kamis pekan depan. Namun, SpaceX terpaksa menunda hingga pekan ini karena hujan.

    Ini adalah kali kedua Amazon meminta bantuan SpaceX milik Elon Musk untuk membawa satelitnya ke orbit rendah Bumi.

    Saat ini, Starlink masih menjadi penyedia internet satelit yang dominan. Konstelasinya berjumlah sekitar 8.000 satelit dan melayani 5 juta pelanggan di seluruh dunia.

    Amazon menggenjot peluncuran satelit Kuiper ke antariksa demi memenuhi tenggat yang ditetapkan Komisi Komunikasi Federal (FCC).

    Sebagai informasi, FCC meminta Amazon menggelar 1.600 satelit di orbit hingga Juli 2026 mendatang, dengan konstelasi penuh 3.236 satelit pada Juli 2029.

    Amazon telah memesan 83 peluncuran satelit, termasuk 3 di antaranya dengan bantuan SpaceX.

    Meski masih dalam tahap awal membangun konstelasi, Amazon telah meneken kesepakatan dengan beberapa negara untuk menggelar layanan komersilnya pada akhir tahun ini.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Elon Musk Ancam Apple Karena Pilih Kasih Pada ChatGPT

    Elon Musk Ancam Apple Karena Pilih Kasih Pada ChatGPT

    Jakarta

    Elon Musk mengancam Apple dengan tindakan hukum atas dugaan pelanggaran antimonopoli. Orang terkaya di dunia itu menilai pemeringkatan aplikasi chatbot Grok AI, yang dimiliki oleh startup kecerdasan buatan miliknya, xAI, tidak adil.

    “Apple bertindak sedemikian rupa sehingga mustahil bagi perusahaan AI mana pun selain OpenAI untuk mencapai posisi #1 di App Store, yang merupakan pelanggaran antimonopoli yang jelas. xAI akan segera mengambil tindakan hukum,” tulis Musk dl X.

    “Mengapa kalian menolak untuk menempatkan X atau Grok di bagian ‘Must Have’ padahal X adalah aplikasi berita #1 di dunia dan Grok adalah #5 di antara semua aplikasi? Apakah kalian bermain politik?” cetus Musk dalam postingan lain.

    Apple tahun lalu bermitra dengan OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT ke iPhone, iPad, laptop Mac, dan desktopnya. Musk saat itu mengatakan bahwa, “Jika Apple mengintegrasikan OpenAI di tingkat OS, maka perangkat Apple akan dilarang di perusahaan saya. Itu adalah pelanggaran keamanan yang tidak dapat diterima,” sebutnya.

    Sebelum mengancam Apple, Musk merayakan Grok melampaui Google sebagai aplikasi gratis kelima teratas di App Store. Adapun ChatGPT menduduki peringkat 1 di bagian aplikasi gratis teratas toko iOS Amerika, dan merupakan satu-satunya chatbot AI di Must Have. App Store juga menampilkan tautan untuk mengunduh AI baru OpenAI, ChatGPT-5.

    OpenAI mengumumkan GPT-5, model AI skala besar terbaru dan tercanggih, setelah xAI merilis chatbot terbarunya, Grok 4, bulan lalu. Musk berseteru dengan pembuat ChatGPT OpenAI yang ikut ia dirikan tahun 2015 sebelum mengundurkan diri dari dewan direksi di 2018.

    Ia juga menggugat startup yang didukung Microsoft tersebut,dan CEO-nya Sam Altman, dengan tuduhan mengabaikan misi pendirian OpenAI untuk mengembangkan AI demi kepentingan umat manusia secara luas.

    Menanggapi ancaman antimonopoli Musk terhadap Apple, CEO OpenAI Sam Altman berkomentar. “Ini adalah klaim luar biasa mengingat apa yang saya dengar bahwa Elon diduga memanipulasi X demi keuntungan dirinya dan perusahaannya sendiri serta merugikan pesaing dan orang-orang yang tidak disukainya,” tulisnya.

    Ini bukan pertama kalinya Apple digugat dengan alasan antimonopoli. Departemen Kehakiman tahun lalu menggugat perusahaan tersebut atas tuduhan menjalankan monopoli ekosistem iPhone.

    (fyk/fay)

  • Kata Elon Musk, Uang Segini Bisa Bikin Kamu Kaya kalau Investasi di Tesla

    Kata Elon Musk, Uang Segini Bisa Bikin Kamu Kaya kalau Investasi di Tesla

    Jakarta

    Elon Musk berpikir investasi di Tesla bisa membuat seseorang kaya. Berdasarkan tweet-nya di platform miliknya, X, berinvestasi USD 150.000 atau setara Rp 2,4 miliar di saham Tesla (TSLA) dapat membuat seseorang kaya.

    Pada tanggal 6 Agustus, seorang pengguna di X, Cole Grinde, membagikan tangkapan layar kinerja saham Tesla sejak pertama kali melantai di bursa pada tahun 2010. Dari grafiknya memang terlihat kenaikan yang tinggi.

    “Investasi USD 150.000 di Tesla kemungkinan besar akan menjadikan Anda seorang jutawan,” tulisnya.

    Menanggapi unggahan tersebut, Musk setuju dengan keterangan tersebut. “Saya pikir ini mungkin benar,” jawab miliarder itu pada hari yang sama.

    Pada tanggal 6 Agustus, seorang pengguna di X, Cole Grinde, membagikan tangkapan layar kinerja saham Tesla sejak pertama kali melantai di bursa pada tahun 2010. Dari grafiknya memang terlihat kenaikan yang tinggi. Foto: via X

    Kendati demikian, keadaan Tesla sedang tidak baik-baik saja. Penjualan Tesla menurun di berbagai pasar di seluruh dunia, dengan penjualan di Eropa turun dalam persentase dua digit di negara-negara seperti Prancis dan Inggris. Tesla hanya mengirimkan 987 unit pada bulan Juli, menandai penurunan sebesar 60%.

    Lebih lanjut, Tesla mendapat skor baik pada metrik Momentum, Kualitas, dan Pertumbuhan, tetapi menawarkan Nilai yang buruk. Hal ini didapatkan dari pengamatan Benzinga Edge Stock Rankings.

    Meski begitu, Musk siap menerima lebih dari 96 juta saham Tesla sebagai bagian dari kompensasi CEO-nya. Nilai saham tersebut lebih dari USD 29 miliar atau sekitar Rp 471 triliun. Namun, jumlah tersebut masih kurang dari USD 56 miliar (Rp 911 triliun) yang awalnya disetujui oleh dewan Tesla, sebelum dibatalkan oleh hakim Delaware pada tahun 2024.

    Sementara itu, pesaing Tesla, BYD Co. Ltd. (OTC:BYDDY) (OTC:BYDDF), mengumumkan akan memperkuat kehadirannya di pasar Eropa dengan memperkenalkan dua sub-mereknya, Yangwang dan Denza, ke wilayah tersebut tahun depan. Persaingan ketat keduanya menjadi topik yang cukup disorot di dunia.

    (ask/fay)

  • Kiamat HP Segera Tiba, Penggantinya Sudah Ramai Bermunculan

    Kiamat HP Segera Tiba, Penggantinya Sudah Ramai Bermunculan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Rasanya sulit membayangkan kehidupan manusia modern tanpa smartphone. Dalam aktivitas sehari-hari, smartphone membantu manusia berinteraksi dengan dunia luar secara real-time. 

    Namun, ternyata sudah ada tanda-tanda ‘kiamat’ HP. Pasalnya, sudah banyak ahli yang merancang perangkat penggantinya.

    Seperti yang dilakukan oleh Jony Ive, mantan Chief Design Officer Apple yang dikenal sebagai sosok di balik desain iPhone dan MacBook.

    Ive kabarnya tengah mengembangkan perangkat baru yang didukung kecerdasan buatan (AI). Meski orang-orang yang tahu soal proyek menegaskan bahwa perangkat ini bukan HP pada umumnya, tapi fungsinya kemungkinan akan menyerupai HP dalam banyak hal.

    Proyek ini muncul setelah  Jony Ive bekerja sama dengan CEO OpenAI, Sam Altman, untuk menciptakan perangkat AI generasi baru.

    Perangkat tersebut tengah dikembangkan oleh io products, sebuah startup yang diluncurkan oleh Sam Altman dan LoveFrom, firma desain milik Jony Ive.

    Keduanya mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI mengakuisisi startup milik Jony Ive. Meski ada kendala hak cipta nama, tetapi proyek ini digadang-gadang akan mengubah masa depan. 

    Akuisisi tersebut diyakini dapat mempercepat proses pengembangan dan peluncuran perangkat, demikian dikutip dari Phone Arena, Selasa (12/8/2025).

    Sumber yang mengetahui proyek ini menyebutkan bahwa desain perangkat masih dalam tahap pengembangan. Beberapa konsep yang tengah dieksplorasi mencakup bentuk tanpa layar-sering disebut sebagai “ponsel tanpa layar”-hingga perangkat rumah tangga pintar yang dikendalikan oleh AI.

    Dengan kata lain, perangkat ini mungkin akan sulit diklasifikasikan secara konvensional, meskipun istilah “ponsel” tetap sering muncul saat orang mencoba menjelaskannya.

    Meski detailnya masih terbatas, satu hal yang jelas adalah tim di balik proyek ini tidak hanya ingin menciptakan aksesori kecil, melainkan mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi.

    Kata Elon Musk dan Mark Zuckerberg soal kepunahan HP

    Baru-baru ini, CEO Meta Mark Zuckerberg juga mengungkap prediksi yang menghebohkan. Ia mengatakan dominasi smartphone sebagai perangkat sehari-hari saat ini akan tergantikan oleh smartglasses atau kacamata pintar.

    Bahkan, Zuckerberg memprediksi fenomena itu akan mulai terlihat di pengujung dekade ini atau 2030 mendatang.

    Ternyata, sebelumnya miliarder Elon Musk juga pernah menyinggung soal kepunahan smartphone dan penggantinya.

    Berbeda dengan Zuckerberg, Musk mengatakan pengganti smartphone masa depan adalah Neuralink, yakni produk chip otak yang saat ini sudah bisa membuat manusia lumpuh mampu menjalankan komputer hanya dengan telepati otak.

    Hal ini disampaikan Musk beberapa saat lalu di X. Kala itu ada akun parodi Not Elon Musk (@iamnot_elon) yang bertanya ke netizen “apakah Anda akan menginstal antarmuka Neuralink untuk mengontrol ponsel hanya melalui pikiran?”.

    Musk kemudian menjawab tweet itu dengan menyebut, “di masa depan tak ada lagi HP, hanya Neuralink,” kata dia, dikutip dari DeccanHerald.

    Nah, itu dia beberapa sinyal yang mengindikasikan perang smartphone akan diganti oleh perangkat baru. Kita tunggu saja!

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Cara Cepat Kaya Raya 2025 Terbukti Ampuh, Ini Sederet Contohnya

    Cara Cepat Kaya Raya 2025 Terbukti Ampuh, Ini Sederet Contohnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tahun 2025 banyak orang yang mendadak kaya lewat ledakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Gelombang investasi besar-besaran di sektor ini melahirkan puluhan miliarder baru hanya dalam hitungan bulan. Dari pendiri startup hingga insinyur AI, semua berlomba memanfaatkan peluang emas yang tak pernah terjadi sebelumnya.

    Pendanaan jumbo bagi startup AI seperti Anthropic, Safe Superintelligence, OpenAI, dan Anysphere telah menciptakan valuasi spektakuler dan kekayaan di atas kertas bernilai miliaran dolar.

    Menurut CB Insights, saat ini terdapat 498 “unicorn” AI, perusahaan AI privat bernilai US$1 miliar atau lebih, dengan total valuasi mencapai US$2,7 triliun. Menariknya, 100 di antaranya baru berdiri sejak 2023.

    “Selama lebih dari 100 tahun data, kami belum pernah melihat penciptaan kekayaan sebesar dan secepat ini,” kata Andrew McAfee, peneliti utama di MIT, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (12/8/2025).

    Ditambah dengan melesatnya harga saham Nvidia, Meta, Microsoft, dan perusahaan publik lain yang terkait AI, serta perusahaan infrastruktur yang membangun pusat data dan daya komputasi, ditambah bayaran fantastis bagi para insinyur AI, AI menciptakan kekayaan pribadi dalam skala yang membuat dua gelombang teknologi sebelumnya terlihat seperti pemanasan saja.

    Jensen Huang, CEO Nvidia, kini masuk daftar 10 orang terkaya dunia menggeser nama lama seperti Bill Gates. Dua nama lama, yaitu Elon Musk dan Mark Zuckerberg, juga habis-habisan berinvestasi di sektor AI. Zuckerberg lewat proyek Meta AI, Musk lewat xAI.

    Adapun valuasi yang melesat melahirkan generasi miliarder baru. Bloomberg mencatat pada Maret lalu, empat perusahaan AI swasta terbesar telah melahirkan sedikitnya 15 miliarder dengan kekayaan gabungan US$38 miliar. Jumlah itu bertambah seiring lahirnya unicorn baru di paruh kedua 2025.

    Contohnya, mantan CTO OpenAI Mira Murati yang mendirikan Thinking Machines Lab pada Februari dan berhasil mengamankan pendanaan US$2 miliar pada Juli, terbesar dalam sejarah pendanaan tahap awal, membawa valuasi perusahaannya ke US$12 miliar.

    Startup raksasa Anthropic AI tengah bernegosiasi menggalang US$5 miliar dengan valuasi US$170 miliar, hampir tiga kali lipat dari Maret lalu. Sementara itu, Anysphere melonjak dari valuasi US$9,9 miliar pada Juni menjadi tawaran US$18-20 miliar hanya dalam hitungan minggu, membuat CEO muda berusia 25 tahun, Michael Truell, menjadi miliarder baru.

    Ada juga Alexander Wang, pendiri Scale AI. Perusahaan yang didirikan pria berusia 27 tahun ini dicaplok oleh Meta yang dipimpin oleh Zuckerberg.

    Tidak seperti era dot-com akhir 1990-an, startup AI saat ini cenderung bertahan lebih lama di ranah privat berkat banjir modal dari dana ventura, sovereign wealth fund, dan investor teknologi global. Meski begitu, pasar sekunder yang berkembang pesat memberikan kesempatan bagi pemegang saham menjual kepemilikannya.

    OpenAI bahkan dikabarkan tengah menggelar penjualan saham sekunder bagi karyawan, dengan valuasi yang diproyeksikan mencapai US$500 miliar, naik dari US$300 miliar pada pendanaan Maret lalu.

    Fenomena ini juga memicu lonjakan transaksi merger, akuisisi, dan IPO. Data CB Insights mencatat ada 73 “liquidity event” sejak 2023. Salah satunya, investasi US$14,3 miliar Meta di Scale AI membuat pendirinya, Alexandr Wang, bergabung ke tim AI Meta. Rekan pendirinya, Lucy Guo, langsung membeli rumah mewah di Hollywood Hills senilai US$30 juta.

    Gelombang kekayaan AI ini terpusat di Bay Area, AS, mengulang memori masa dot-com. San Francisco kini memiliki 82 miliarder, melampaui New York yang memiliki 66. Harga rumah di kota itu memecahkan rekor, dengan penjualan properti di atas US$20 juta terbanyak dalam sejarah.

    Ledakan AI mengubah citra San Francisco yang beberapa tahun lalu diprediksi terjebak “doom loop” menjadi pusat kemakmuran baru-dan mungkin, medan persaingan miliarder berikutnya.

    Di Indonesia, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman melesat masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia. Harta keduanya meningkat pesat sepanjang tahun berjalan.

    Industri data center yang digeluti Toto dan Marina juga merupakan salah satu yang paling menikmati “berkah” AI. Platform AI membutuhkan daya komputasi yang lebih besar dan chip jenis GPU yang berbeda dari chip server sebelumnya. Pergeseran ini mendongkrak permintaan tambahan kapasitas data center, termasuk di Indonesia.

    Mengutip data Forbes, Toto pada 2024 tercatat memiliki kekayaan senilai US$ 2,21 miliar, sedangkan Marina US$ 1,32 miliar.

    Dalam data Forbes Real Time Billionaires, Senin (11/8/2025), kekayaan Toto bertambah lebih dari lima kali lipat menjadi US$ 12,5 miliar dan Marina terbang lebih dari enam kali lipat menjadi US$ 9,1 miliar.

    Kekayaan keduanya menjulang seiring dengan kenaikan harga saham emiten data center milik mereka, DCI Indonesia (DCII). Sepanjang tahun berjalan saham DCII naik 561,35% ke level 281.075.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Petaka Besar Buat Driver Online, Dampaknya Meluas

    Petaka Besar Buat Driver Online, Dampaknya Meluas

    Jakarta, CNBC Indonesia – Industri taksi otomatis tanpa sopir (robotaxi) akan membawa petaka besar bagi profesi driver online. Pasalnya, robotaxi bisa beroperasi tanpa membutuhkan pengemudi.

    Saat ini memang robotaxi masih dalam tahap awal pengembangan. Para raksasa teknologi masih berlomba-lomba melakukan uji coba hingga bisa memegang perizinan untuk menggelar robotaxi yang aman.

    China dan AS menjadi dua negara yang paling gencar mengembangkan robotaxi. Raksasa ride-hailing seperti Uber juga kencang menggandeng mitra produsen robotaxi untuk menawarkan layanan taksi otomatis komersil.

    Terbaru, Tesla milik Elon Musk juga makin cepat mengekspansi layanannya. Dikutip dari CNBC International, Senin (11/8/2025), Tesla telah mendapatkan izin untuk menggelar bisnis ride-hailing berbasis robotaxi di Texas.

    Hal ini akan membuat Tesla bersaing langsung dengan perusahaan kawakan seperti Uber dan Lyft.

    Robotaxi Tesla memiliki izin untuk mengoperasikan “perusahaan jaringan transportasi” hingga 6 Agustus 2026, menurut daftar di situs web Departemen Perizinan dan Regulasi Texas, atau TDLR. Izin tersebut diterbitkan minggu ini.

    Sebagain informasi, Tesla telah menjalankan layanan pemesanan kendaraan terbatas untuk penumpang yang diundang di Austin sejak akhir Juni 2025. Beberapa penumpang terpilih sebagian besar adalah influencer dan analis media sosial.

    Banyak yang membuat konten terkait pengalaman menunggangi robotaxi Tesla dan membagikannya ke platform populer seperti X dan YouTube.

    Armada robotaxi Tesla di Austin terdiri dari kendaraan Model Y yang dilengkapi dengan sistem kemudi otomatis parsial terbaru Tesla. Perusahaan mengoperasikan mobil-mobil tersebut dengan seorang valet, atau pengawas keselamatan manusia di kursi penumpang depan, yang bertugas mengintervensi jika terjadi masalah dengan perjalanan. Kendaraan-kendaraan tersebut juga diawasi dari jarak jauh oleh karyawan di pusat operasi.

    Dalam laporan kinerja Tesla pada bulan lalu, Musk meyakini perusahaannya bisa melayani setengah populasi AS pada akhir 2025 dengan layanan ride-hailing otomatis.

    Izin dari Texas merupakan yang pertama kali dikantongi Tesla untuk menjalankan perusahaan jaringan transportasi. TLDR mengatakan izin itu memungkinkan Tesla mengoperasikan bisnis ride-hailing di berbagai wilayah di negara bagian tersebut, termasuk kendaraan otomatis.

    Bahkan, Tesla tak perlu menggunakan pengawas atau valet manusia dalam mengoperasikan layanan ride-hailing.

    Tesla tak segera merespons permintaan komentar dari CNBC International.

    Sebelumnya, CNBC International melaporkan layanan robotaxi Tesla tertangkap kamera melanggar aturan lalu lintas saat uji coba pilot di Austin. Tak ada kecelakaan yang dilaporkan, namun penyelidikan ke Tesla tetap dilakukan.

    Dalam satu insiden, kreator konten Joe Tegtmeyer melaporkan robotaxi Tesla yang ia tumpangi tak berhenti saat ada sinyal kereta melintas. Pegawai Tesla harus melakukan intervensi untuk keamanannya.

    Texas selama ini dikenal lebih ‘longgar’ dalam regulasi untuk pengujian robotaxi dan pengoperasiannya di jalan raya, dibandingkan di negara-negara bagian AS lainnya.

    Kendati demikian, undang-undang baru yang ditandatangani Gubernur Texas dari Partai Republik, Greg Abbott, akan mulai berlaku tahun ini. Undang-undang ini mewajibkan produsen kendaraan otomatis untuk mendapatkan persetujuan dari negara bagian sebelum memulai operasi tanpa pengemudi.

    Undang-undang baru ini juga memberi Departemen Kendaraan Bermotor Texas wewenang untuk mencabut izin jika perusahaan AV dan mobil mereka tidak mematuhi standar keselamatan.

    Upaya Tesla dalam bidang AV menghadapi sejumlah tantangan di seluruh negeri, termasuk penyelidikan federal, tuntutan hukum tanggung jawab produk, dan penarikan kembali produk setelah tabrakan yang menyebabkan cedera atau kerusakan terjadi saat pengemudi menggunakan sistem Autopilot dan FSD (Full Self-Driving) milik perusahaan.

    Hakim federal di Miami pada minggu lalu memutuskan bahwa Tesla harus menanggung tanggung jawab 33% atas kecelakaan fatal yang melibatkan sistem Autopilot miliknya.

    Departemen Kendaraan Bermotor California (DMV) telah menuntut Tesla menggembar-gemborkan iklan sistem bantuan driver yang sesat. Buku panduan pemilik Tesla menyatakan bahwa fitur Autopilot dan FSD di mobil mereka merupakan sistem “hands-on” yang mengharuskan pengemudi siap untuk mengemudikan atau mengerem kapan saja.

    Namun, Tesla dan Musk telah berbagi pernyataan selama bertahun-tahun yang menyatakan bahwa Tesla dapat “mengemudi sendiri”.

    Sejak 2016, Musk telah menjanjikan mobil listrik (EV) Tesla akan berubah menjadi mobil yang sepenuhnya otomatis, hanya dengan pembaruan software secara over-the-air (OTA).

    Pada 2019, Musk mengatakan Tesla akan mengoperasikan 1 juta robotaxi pada 2020. Klaim itu membantunya mengumpulkan US$2 miliar pada saat itu dari investor institusional.

    Janji-janji itu tak terbukti. Tesla nyatanya tertinggal dalam pasar robotaxi di belakang para pesaingnya seperti Waymo milik Alphabet (Google) di AS dan Apollo Go milik Baidu di China.

    Sepanjang tahun ini, saham Tesla sudah anjlok 18% dan mencatat penurunan terbesar di daftar saham emiten teratas.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Militer AS Mau Beli Tesla Cybertruck… buat Ditembak Rudal

    Militer AS Mau Beli Tesla Cybertruck… buat Ditembak Rudal

    Jakarta

    Militer Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dilaporkan bakal membeli Tesla Cybertruck. Bukan untuk kendaraan dinas tapi dipakai sebagai target sasaran rudal.

    Dikutip dari The Drive dan Business Insider, Angkatan Udara AS ingin membeli dua Cybertruck untuk pengujian tembakan rudal langsung.

    Informasi ini diperoleh dari dokumen pengadaan yang dilaporkan pertama kali oleh The War Zone. Spesifikasi Cybertrucks yang bakal dibeli hanya perlu dapat ditarik, tidak berfungsi, dan baterainya harus dilepas. Cybertruck termasuk di antara 33 kendaraan untuk pengujian tembakan rudal langsung di White Sands Missile Range, New Mexico.

    Dalam dokumen terpisah dijelaskan mengapa Tesla Cybertruck secara khusus diperlukan untuk latihan tembak. Alasan terbesarnya, musuh berpeluang menggunakan truk berlapis baja tahan karat di medan perang karena daya tahannya.

    Tesla Cybertruck di depan Gedung Putih Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

    “Di ruang operasi, kemungkinan jenis kendaraan yang digunakan oleh musuh dapat beralih ke Tesla Cybertruck,” kata dokumen itu.

    “Pengujian perlu mencerminkan situasi dunia nyata. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan unit untuk operasi dengan mensimulasikan skenario sedekat mungkin dengan situasi dunia nyata,” tambahnya lagi.

    Lebih lanjut, rencana ini disebut mendukung program U.S. Special Operations Command’s (SOCOM) Stand Off Precision Guided Munitions (SOPGM). SOPGM mencakup berbagai jenis munisi pandu presisi yang diluncurkan dari udara khusus untuk operasi khusus, termasuk berbagai varian AGM-114 Hellfire, misil AGM-176 Griffin, GBU-69/B Small Glide Munition (SGM), dan GBU-39B/B Laser Small Diameter Bomb (LSDB).

    Belum ada komentar dari militer AS maupun pihak Tesla.

    Sebagai catatan, Tesla Cybertruck merupakan pikap berkabin ganda yang menggunakan baja tahan karat ultra keras (ultra-hard 30X cold-rolled stainless steel) untuk memberikan perlindungan lebih saat mengalami benturan keras. Selain itu, kendaraan tersebut juga sudah punya kaca armor yang membuatnya tak mudah pecah.

    Tesla Cybertruck masuk Indonesia. Foto: Doc. Glamour Auto Boutique

    Tesla masih mempertahankan desain produksi yang ‘agak’ lain. Truk tersebut, terbuat dari baja tahan karat mengkilap dan dibentuk menjadi bidang datar, sebagian garis desainnya terinspirasi oleh mobil yang berubah menjadi kapal selam dalam film James Bond tahun 1977 “The Spy Who Loved Me.

    Tahun lalu, pemimpin Chechnya alias Chechen di Rusia, Ramzan Kadyrov, memamerkan Tesla Cybertruck yang sudah dibekali senjata seperti senapan mesin di bagian baknya. Dia sesumbar mobil tersebut bakal dipakai untuk perang Ukraina. Namun, Kadyrov kemudian menuduh Tesla sudah menonaktifkan mobilnya jarak jauh, lalu menyebut Elon Musk “tidak jantan.”

    Kaca dan panel samping Cybertruck telah terbukti tahan peluru, mampu menghentikan peluru pistol berkecepatan subsonik, hal yang sangat ditonjolkan saat kendaraan ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2019. Elon Musk pernah menggambarkan kendaraan ini sebagai mobil yang tahan kiamat.

    (riar/lua)