Tag: Elon Musk

  • Data Center Raksasa Membludak di Mana-mana, Ini Dampaknya

    Data Center Raksasa Membludak di Mana-mana, Ini Dampaknya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu investasi gila-gilaan untuk membangun infrastruktur data center sebagai ‘tulang punggung’. Beberapa saat lalu, Citigroup memperkirakan total belanja infrastruktur AI akan menembus US$2,8 triliun atau setara Rp46.000 triliun hingga 2029 mendatang.

    Jumlah itu naik dari proyeksi sebelumnya yang ‘hanya’ mematok US$2,3 triliun atau sekitar Rp38.000 triliun. Namun, ada dampak yang ditimbulkan dari maraknya pembangunan data center di mana-mana.

    CEO Dell Technologies Michael Dell mengatakan permintaan daya komputasi memang sangat besar untuk menopang inovasi AI di masa depan. Namun, ia menilai produksi data center AI pada akhirnya akan membludak dan melebihi kebutuhan yang ada.

    “Saya yakin pada titik tertentu akan terlalu banyak [data center] yang dibangun, namun kita tidak melihat tanda-tandanya,” kata Dell dalam program ‘Closing Bell: Overtime’ CNBC International, dikutip Rabu (8/10/2025).

    Dell mengatakan bisnis jaringan server pembuat hardware tersebut melonjak 58% pada tahun lalu dan melejit 69% pada kuartal sebelumnya. Model bahasa besar (LLM) yang berevolusi ke multimodal dan sistem multi-agen membuat permintaan kapasitas dan daya pemrosesan AI terus menguat.

    Server AI Dell sendiri ditenagai oleh chip Blackwell Ultra dari Nvidia. Dell kemudia menjual perangkatnya ke konsumen seperti penyedia layanan cloud CoreWave dan startup xAI milik Elon Musk.

    Saham Dell melonjak 3% pada perdagangan Selasa (7/10) waktu setempat, setelah meningkatkan prediksi pendapatan jangka panjang dan pertumbuhan laba dalam pertemua bersama analis.

    Dell meningkatkan prediksi pertumbuhan pendapatan tahunannya menjadi 7-9%, naik dari target sebelumnya 3-4%.

    Perusahaan mencatat kinerja moncer pada kuartal-II (Q2) 2025 yang dilaporkan pada Agustus 2025. Dell mengungkap rencananya mengapalkan server AI senilai US$20 miliar pada tahun fiskal 2026. Jumlah itu meningkat 2 kali lipat dari tahun lalu.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • AS Bakal Percepat Izin Satelit, Starlink hingga Amazon Dapat Angin Segar

    AS Bakal Percepat Izin Satelit, Starlink hingga Amazon Dapat Angin Segar

    Bisnis.com, JAKARTA— Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) tengah bersiap mempercepat proses perizinan peluncuran satelit, sebuah langkah yang berpotensi membuka jalan bagi ekspansi besar-besaran layanan internet satelit. 

    Melansir laman PC Mag pada Rabu (8/10/2025), Ketua FCC Brendan Carr mengumumkan inisiatif baru untuk mempercepat proses persetujuan sistem satelit yang selama ini dapat memakan waktu hingga 1 tahun atau lebih. Carr menegaskan perlunya perubahan sistem perizinan seiring meningkatnya jumlah permohonan satelit hingga tiga kali lipat dalam 1 dekade terakhir.

    “Tidak mungkin kita hanya terus memaksakan lebih banyak permohonan melalui sistem yang sama. Kita membutuhkan peningkatan kapasitas atau efisiensi secara eksponensial,” kata Carr.

    Carr mengusulkan agar FCC meninggalkan sistem perizinan yang bersifat rumit dan individual, lalu menggantinya dengan pendekatan seperti jalur perakitan (assembly line). Dengan metode ini, permohonan lisensi satelit dapat diproses lebih cepat layaknya produksi di pabrik.

    “Permohonan sederhana akan dianggap memenuhi kepentingan publik dan langsung diproses. Kami juga akan menyederhanakan formulir, menetapkan tenggat waktu yang jelas, dan memberikan fleksibilitas lebih bagi operator satelit,” ujarnya.

    Langkah ini melanjutkan kebijakan yang sebelumnya diterapkan FCC pada Juli lalu, ketika lembaga tersebut mengurangi sejumlah persyaratan perizinan untuk stasiun radio darat yang berkomunikasi dengan satelit di orbit.

    Carr juga menunjukkan adanya rencana reformasi yang jauh lebih luas, termasuk kemungkinan penggunaan frekuensi di pita gelombang mikro atas untuk mendukung operasi satelit yang lebih intensif. Meski teks resmi proposal belum dipublikasikan, FCC dijadwalkan melakukan pemungutan suara atas usulan tersebut dalam rapat bulanan berikutnya.

    Kendati demikian, sebagian besar aktivitas FCC saat ini terhenti akibat penutupan sementara pemerintah AS (government shutdown). Bagi SpaceX, kabar ini menjadi angin segar. Pada Desember 2022, FCC menunda permohonan perusahaan tersebut untuk meluncurkan tambahan 30.000 satelit Starlink. 

    Namun, sejak tahun lalu, SpaceX kembali mendorong rencana itu guna meningkatkan kapasitas jaringan internet berkecepatan gigabit. Bulan lalu, perusahaan milik Elon Musk itu juga mengajukan izin baru untuk meluncurkan hingga 15.000 satelit tambahan, kali ini untuk memperluas jaringan Starlink versi seluler yang bekerja sama dengan T-Mobile.

    Perusahaan lain seperti Amazon (Project Kuiper), AST SpaceMobile, dan Globalstar juga berpotensi diuntungkan oleh kebijakan baru FCC ini. Namun, ekspansi besar-besaran konstelasi satelit tetap menimbulkan kekhawatiran dari kelompok lingkungan dan astronom. Mereka menilai ribuan satelit baru berisiko meningkatkan polusi cahaya serta berdampak pada atmosfer Bumi.

    Di bawah kepemimpinan Carr, FCC juga tengah mempertimbangkan pengecualian satelit dari kajian lingkungan, langkah yang menuai penolakan dari American Astronomical Society dan DarkSky International.

    Meski menuai pro dan kontra, Carr menegaskan percepatan ini penting agar Amerika Serikat tidak tertinggal dari China dalam perlombaan teknologi luar angkasa.

    “China menargetkan dominasi di orbit rendah Bumi bahkan di seluruh orbit. Kita harus memimpin dalam perlombaan ini,” ungkapnya.

  • Mobil Murah Tesla Resmi Meluncur, Banyak Orang Protes-Saham Anjlok

    Mobil Murah Tesla Resmi Meluncur, Banyak Orang Protes-Saham Anjlok

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tesla resmi meluncurkan mobil listrik ‘terjangkau’, yang merupakan versi lebih murah dari varian populer Model Y dan Model 3. Namun, banyak pihak yang protes karena menilai harganya tak semurah janji CEO Tesla Elon Musk.

    Adapun patokan harganya mulai dari US$39.990 (Rp663 jutaan) dan US$36.990 (Rp614 jutaan). Tahun lalu, Musk menyebut mobil murah Tesla ditujukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kala itu, Musk menyebut harganya bakal di bawah US$30.000 (Rp498 jutaan).

    Tesla mencoba untuk memulihkan penjualan mobil listriknya yang anjlok gara-gara sikap politik Musk, serta persaingan yang sengit dengan pabrikan Eropa dan China. Selain itu, Tesla harus memutar otak untuk menambal kerugian US$7.500 (Rp124 jutaan) dari kredit pajak yang dihapus pemerintahan Trump.

    Lini mobil ‘murah’ Tesla menghilangkan beberapa fitur premium, tetapi menawarkan jarak mengemudi di atas 480 kilometer, dikutip dari Reuters, Rabu (8/10/2025).

    Saham Tesla ditutup turun 4,5% usai pengumuman seri mobil murah yang dinilai tak murah. Analis Tesla Dan Ives dari Wedbush mengaku kecewa karena mobil tersebut hanya sekitar US$5.000 (Rp83 jutaan) lebih murah daripada model premiumnya.

    Bahkan, versi murah ini lebih mahal ketimbang model termurah Tesla di AS sebelumnya, ketika kredit pajak masih berlaku.

    Musk sudah bertahun-tahun menjanjikan kehadiran mobil murah Tesla. Namun, tahun lalu ia mengumumkan membatalkan produksi mobil murah yang benar-benar baru (all-new) dengan harga US$25.000.

    Tesla malah memilih untuk memodifikasi model-model populernya dan meluncurkan versi murah, yang pada akhirnya dinilai masih mahal.

    “[Mobil baru Tesla] pada dasarnya hanya menyediakan keberagaman harga, bukan berperan sebagai terobosan baru,” kata Shay Boloor, Chief Market Strategist di firma penelitian Futurum Equities.

    “Saya tak melihat kehadiran mobil baru ini akan menciptakan permintaan baru yang signifikan,” ia menambahkan.

    Hal senada diungkap Shawn Campbell, penasihat di Camalethorn Investments. Ia tak yakin upaya Tesla lewat Model Y dan Model 3 versi lebih murah akan cukup untuk menggenjot daya saing dengan kompetitor.

    “Untuk jangka panjang, berita ini tak menyelesaikan masalah yang ditimbulkan dari kompetitor-kompetitor China dengan mobil murahnya di pasar global. Menurut saya, Tesla butuh meluncurkan produk di bawah US$30.000,” ia menuturkan.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Lula Minta Trump Hapus Tarif dan Sanksi, Hubungan Brasil-AS Mencair

    Lula Minta Trump Hapus Tarif dan Sanksi, Hubungan Brasil-AS Mencair

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva meminta Presiden AS Donald Trump untuk mencabut tarif atas produk-produk asal negaranya dan sanksi terhadap sejumlah pejabat tinggi. Langkah ini membuka peluang cairnya hubungan dagang kedua negara.

    Permintaan tersebut diungkapkan Lula dalam panggilan telepon dengan Trump berdurasi sekitar 30 menit pada Senin (6/10/2025) waktu setempat.

    Menurut keterangan resmi pemerintah Brasil yang dilansir dari Bloomberg pada Selasa (7/10/2025), pada panggilan tersebut, keduanya sepakat menggelar pertemuan langsung dalam waktu dekat. Lula mengusulkan pertemuan bisa dilakukan di sela-sela KTT Asean di Malaysia akhir bulan ini.

    Adapun, Trump juga telah mengkonfirmasi pembicaraan telepon tersebut berjalan dengan baik. Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut diskusi dengan Lula terutama berfokus pada perdagangan dan ekonomi. 

    “Kami akan melanjutkan pembicaraan dan bertemu dalam waktu yang tidak terlalu lama, baik di Brasil maupun Amerika Serikat. Saya menikmati percakapan itu — kedua negara kita akan bekerja sama dengan sangat baik!,” ujar Trump

    Menyusul unggahan Trump, nilai tukar real Brasil sempat menguat ke level tertinggi sesi perdagangan.

    Percakapan tersebut menjadi sinyal paling jelas adanya upaya mencairkan hubungan AS–Brasil yang sempat merosot tajam setelah Trump memberlakukan tarif impor 50% atas sejumlah produk Brasil dan menjatuhkan sanksi terhadap seorang hakim Mahkamah Agung. 

    Sanksi itu disebut sebagai upaya menghentikan persidangan mantan Presiden Jair Bolsonaro yang divonis bersalah atas percobaan kudeta pada September lalu.

    Menteri Keuangan Brasil Fernando Haddad menyebut percakapan itu positif. Sebelumnya, Trump dan Lula hanya sempat berbicara singkat di sela Sidang Umum PBB di New York bulan lalu, ketika Trump menyebut keduanya memiliki hubungan yang baik dan membicarakan rencana pertemuan untuk menyelesaikan perbedaan.

    Menurut pejabat Brasil yang mengetahui isi pembicaraan, Trump tidak mengajukan tuntutan spesifik terkait produk yang masih dikenakan tarif maupun membahas vonis Bolsonaro. 

    Namun, Trump menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk memimpin negosiasi dagang lebih lanjut dengan pemerintahan Lula. Kedua presiden juga sepakat bertukar nomor telepon untuk menjalin komunikasi langsung.

    Sementara itu, Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin pekan lalu kembali membuka pembicaraan dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick. Haddad dijadwalkan bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent di Washington akhir bulan ini.

    Brasil berharap perundingan dapat menyelesaikan apa yang mereka anggap sebagai kesalahpahaman terkait isu perdagangan dan kebijakan lain. Salah satu titik krusial adalah aturan hukum bagi perusahaan media sosial AS yang beroperasi di Brasil, terutama setelah Mahkamah Agung sempat menangguhkan platform X milik Elon Musk pada tahun lalu.

    Trump dan sejumlah pejabat pemerintahannya selama berbulan-bulan juga menekan Brasil untuk membatalkan kasus hukum terhadap Bolsonaro, salah satu sekutu dekat Trump di Amerika Latin. Bolsonaro menghadapi proses hukum akibat percobaan pemberontakan pada 2023 terhadap pemerintahan Lula, yang banyak dibandingkan dengan serangan ke Capitol AS pasca kekalahan Trump pada 2020.

    “Situasinya mirip dengan yang mereka coba lakukan pada saya, tapi tidak berhasil sama sekali,” kata Trump bulan lalu mengenai persidangan Bolsonaro.

    Meski kerap mengecam Trump karena dianggap mengganggu kedaulatan Brasil, Lula menegaskan dirinya tetap terbuka untuk berdialog dengan AS — mitra dagang terbesar kedua Brasil — selama dilakukan atas dasar kesetaraan.

    Sektor swasta Brasil juga turut dilibatkan dalam upaya memperbaiki komunikasi, dengan perusahaan besar dan asosiasi industri diminta memberikan masukan terkait kepentingan sektor masing-masing.

  • Kalteng, Kaltim, Sulbar, hingga Malut Pakai Starlink

    Kalteng, Kaltim, Sulbar, hingga Malut Pakai Starlink

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemanfaatan satelit orbit rendah Starlink oleh di daerah-daerah makin masif. Sejumlah pemerintah provinsi seperti Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Barat (Sulbar), hingga Maluku Utara (Malut) mulai mengadopsi teknologi milik Elon Musk.

    Kalteng

    Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memakai Starlink untuk digitalisasi pembelajaran sebagai wujud nyata pemerataan pendidikan dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Pemprov berkomitmen setempat dalam mewujudkan pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan hingga pelosok daerah dengan memanfaatkan digital.

    Dalam mendukung langkah tersebut, pemerintah telah melengkapi sekolah-sekolah dengan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran digital, di antaranya berupa unit TV interaktif, Starlink, dan panel surya.

    “Digitalisasi pembelajaran menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” kata Agustiar dikutip dari Antara, Selasa (7/10/2025).

    Dalam berbagai kunjungan kerja ke daerah, dia selalu menyempatkan meninjau aktivitas pembelajaran di sekolah, salah satunya untuk melihat langsung implementasi digitalisasi pembelajaran.

    Kalimantan Timur

    Dilansir dari website Diskominfo Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur  mempercepat program internet gratis untuk semua.  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal menjelaskan setiap desa akan mendapatkan satu titik akses internet gratis, dengan prioritas awal di kantor desa.

    Pemprov Kaltim memprioritaskan jaringan fiber optik karena kualitas dan efisiensinya. Jika tidak memungkinkan, akan digunakan jaringan wireless Orbit Telkomsel. Sebagai alternatif terakhir, satelit Starlink dipilih, khususnya untuk desa yang belum memiliki jaringan listrik, yang akan didukung panel surya.

    Untuk tahun ini, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sekitar Rp12 miliar dengan target 716 desa melalui anggaran murni dan 125 desa lewat anggaran perubahan.

    “Kantor desa menjadi pusat layanan publik. Jika sudah baik, barulah berpindah ke puskesmas, sekolah, atau ruang publik,” katanya.

    Maluku Utara

    Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah memulai uji coba penggunaan layanan internet berbasis satelit (Starlink) sebagai upaya pemerataan jaringan internet di wilayah blank spot di sektor pendidikan yaitu SMA Negeri 8 Kabupaten Halmahera Barat, Kamis (10/4/2025).

    Gubernur Malut Sherly Laos mengatakan bahwa beberapa wilayah di Halmahera Barat masih susah jaringan internet (blank spot). Hal ini menjadi kendala satuan pendidikan mengupdate data pokok pendidikan (Dapodik) ke sistem database Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

    Untuk mengatasi masalah tersebut, sekolah menengah atas tersebut memutuskan menggunakan Starlink, satelit orbit rendah yang diklaim memiliki kecepatan unduh berkisar antara 25–220 Mbps  dan 5–20 Mbps untuk mengunggah. 

    “Sekolah yang berada di wilayah blank spot kesulitan untuk mengupdate dapodik karena koneksi internet yang dibutuhkan belum tersedia dan pemasangan starlink diharapkan bisa menjadi salah satu solusinya” ujar Sherly dilansir dari laman resmi Pemprov Malut.

    Dia menegaskan bahwa penggunaan teknologi Starlink belum diterapkan secara masif. Pemakaian starlink ini baru sebatas uji coba di SMA Negeri 8 Halmahera Barat. 

    Sherly  meminta kepala sekolah dan para guru mengkaji kembali jaringan starlink yang sudah terpasang.

    Sulawesi Barat

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Sulawesi Barat telah menggunakan Starlink di sejumlah desa yang sulit terjangkau serat optik. Salah satunya di Desa Tabulahan, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, pada Desember 2024.

    Kepala Bidang Layanan E Goverment Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Sulbar, M Ridwan Djafar mengatakan pemasangan bantuan ini untuk mendukung program pemerintah terkait percepatan transformasi. Pemprov berharap dengan adanya bantuan ini masyarakat setempat dapat menggunakan internet secara sehat dan memberi manfaat positif bagi warga.

    “Termasuk akses digital pada wilayah blank spot di pedesaan,” kata Ridwan.

  • Pemprov Kalteng Pilih Starlink untuk Akselerasi Digital di Lingkungan Sekolah

    Pemprov Kalteng Pilih Starlink untuk Akselerasi Digital di Lingkungan Sekolah

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengakselerasi dan mempercepat pembangunan sektor pendidikan dengan mengimplementasikan program digitalisasi pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan satelit orbit rendah Starlink milik Elon Musk.

    Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan digitalisasi pembelajaran wujud nyata pemerataan pendidikan dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Pemprov berkomitmen setempat dalam mewujudkan pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan hingga pelosok daerah dengan memanfaatkan digital.

    Dalam mendukung langkah tersebut, pemerintah telah melengkapi sekolah-sekolah dengan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran digital, di antaranya berupa unit TV interaktif, Starlink, dan panel surya.

    “Digitalisasi pembelajaran menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” kata Agustiar dikutip dari Antara, Selasa (7/10/2025).

    Dalam berbagai kunjungan kerja ke daerah, dia selalu menyempatkan meninjau aktivitas pembelajaran di sekolah, salah satunya untuk melihat langsung implementasi digitalisasi pembelajaran.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah memulai uji coba penggunaan layanan internet berbasis satelit (Starlink) sebagai upaya pemerataan jaringan internet di wilayah blank spot di sektor pendidikan yaitu SMA Negeri 8 Kabupaten Halmahera Barat, Kamis (10/4/2025).

    Gubernur Malut Sherly Laos mengatakan bahwa beberapa wilayah di Halmahera Barat masih susah jaringan internet (blank spot). Hal ini menjadi kendala satuan pendidikan mengupdate data pokok pendidikan (Dapodik) ke sistem database Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

    Untuk mengatasi masalah tersebut, sekolah menengah atas tersebut memutuskan menggunakan Starlink, satelit orbit rendah yang diklaim memiliki kecepatan unduh berkisar antara 25–220 Mbps  dan 5–20 Mbps untuk mengunggah. 

    “Sekolah yang berada di wilayah blank spot kesulitan untuk mengupdate dapodik karena koneksi internet yang dibutuhkan belum tersedia dan pemasangan starlink diharapkan bisa menjadi salah satu solusinya” ujar Sherly dilansir dari laman resmi Pemprov Malut, Jumat (11/4/2025).

    Dia menegaskan bahwa penggunaan teknologi Starlink belum diterapkan secara masif. Pemakaian starlink ini baru sebatas uji coba di SMA Negeri 8 Halmahera Barat. 

    Sherly  meminta kepala sekolah dan para guru mengkaji kembali jaringan starlink yang sudah terpasang.

  • Ramalan Jeff Bezos Soal Eksodus Jutaan Orang Tinggal di Luar Angkasa

    Ramalan Jeff Bezos Soal Eksodus Jutaan Orang Tinggal di Luar Angkasa

    Bisnis.com, JAKARTA – Pendiri Amazon, Jeff Bezos, memprediksi jutaan orang akan tinggal di luar angkasa dalam beberapa dekade mendatang lewat pernyataannya di gelaran Italian Tech Week pada Jumat (3/10/2025). 

    Mengutip Tech Crunch, hal itu disampaikan Bezos dalam pembicaraan dengan pewaris dinasti Agnelli dari Italia, John Elkann. Dia menyebut eksodus yang dia yakini itu terjadi karena permintaan yang cukup tinggi. 

    “Kebanyakan dari mereka menginginkannya, dan bahwa pekerjaan kasar akan ditangani oleh robot, sementara pusat data AI raksasa akan mengambang di atas mereka,” kata Bezos dikutip, Sabtu (4/10/2025).

    Menurut media tersebut, pernyataan ini terdengar seperti upaya Bezos untuk mengungguli pesaing luar angkasanya, Elon Musk, yang telah bertahun-tahun memprediksi manusia akan hidup di Mars. Bahkan, Musk menyebut sebanyak satu juta orang bisa tinggal di planet merah itu pada 2050.

    Sekitar setahun yang lalu, Musk lewat perusahaannya SpaceX mengawali rencana meluncurkan sekitar lima misi Starship tanpa awak ke Mars dalam dua tahun. Dia mengatakan Starship pertama ke Mars akan diluncurkan dalam periode dua tahun.

    Namun, Musk mengatakan jadwal misi berawak pertama akan bergantung pada keberhasilan penerbangan tanpa awak. 

    Apabila misi tanpa awak mendarat dengan selamat, misi berawak akan diluncurkan dalam empat tahun. Namun, kata dia, jika ada tantangan, misi berawak akan ditunda selama dua tahun lagi.

    Setelah itu, tingkat penerbangan diprediksi tumbuh secara eksponensial dari sana untuk membangun kota mandiri dalam waktu sekitar 20 tahun.

    Menurutnya, misi ini juga menandakan manusia bukan hanya tinggal di bumi, melainkan bisa di planet lain.

  • Smartfren Error Seharian pada 3 Oktober, XLSmart Angkat Bicara – Page 3

    Smartfren Error Seharian pada 3 Oktober, XLSmart Angkat Bicara – Page 3

    Akun @M**** menuliskan, “@smartfrencare min smartfren masih error kah? Udah lebih dari 4 jam min masih buffering.”

    “Kebetulan kuota pas bgt abis, terus lgsg beli kuota. sempet mikir ni hp rusak apa ya, eh taunya emg smartfren error. jadi rugi krn harus beli kuota lagi di provider lain 🥲,” unggah @l**** di platform medsos milik Elon Musk itu.

    Pantauan tim Tekno Liputan6.com di situs DownDetector, jaringan operator seluler milik XLSmart sudah mengalami masalah sejak jam 09:05 WIB.

    Laporan smartfren tumbang semakin banyak dan mencapai puncaknya di jam 10:20 WIB dengan 1.244 laporan. Kebanyakan masalah yang dilaporkan tidak bisa online dan sinyal hilang.

    Melalui akun resminya X, Smartfren telah mengonfirmasi adanya gangguan. “Hi, Teman SMARTFREN, mohon maaf saat ini layanan Telp, SMS dan Data sedang mengalami kendala dibeberapa area. Saat ini kendalanya sudah di atasi tim kami dan masih dimonitoring stabilitas jaringannya.”

  • BYD Bakal Ungguli Tesla hingga Akhir Tahun

    BYD Bakal Ungguli Tesla hingga Akhir Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA — Tesla Inc. memang mencatatkan rekor jumlah penjualan kendaraan pada kuartal lalu, tetapi BYD Co. diperkirakan tetap mengungguli perusahaan yang dipimpin Elon Musk tersebut, setidaknya dalam kurun waktu empat kuartal tahun ini.

    Melansir dari Bloomberg, Sabtu (4/10/2025), analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan BYD mengungguli Tesla dalam penjualan sepanjang tahun dengan selisih yang signifikan. BYD diperkirakan mengirimkan sekitar 2,17 juta kendaraan listrik baterai, sementara perkiraan rata-rata untuk Tesla adalah 1,61 juta mobil.

    Dari data Bloomberg, pengiriman BYD mendekati 600.000 unit sedangkan Tesla hampir 500.000 unit. Kendati demikian, perusahaan milik Wang Chuanfu ittu mencatat penurunan penjualan total pertamanya dalam 18 bulan.

    BYD tercatat kehilangan momentum di pasar domestiknya, saat pembuat kebijakan makin khawatir tentang persaingan yang merusak. Pemerintah China berusaha untuk meredam praktik persaingan yang berlebihan di pasar otomotif terbesar di dunia, di mana produsen telah terlibat dalam perang harga yang tak henti-hentinya sejak awal 2023. BYD berada di garis depan tren diskon dan pada akhir Agustus melaporkan penurunan laba kuartalan sebesar 30% yang mengejutkan.

    BYD sejak itu menurunkan target penjualannya untuk tahun ini menjadi 4,6 juta kendaraan listrik dan plug-in hybrid, hampir 1 juta unit lebih rendah dari target sebelumnya.

    Tantangan turut dihadapi Tesla berupa penghentian insentif pajak oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk pembelian kendaraan listrik. Hal itu akan berimbas pada penurunan penjualan tahunan untuk kedua kalinya berturut-turut. Meskipun telah mengirimkan 497.099 kendaraan pada kuartal ketiga, penjualan turun hampir 6% selama sembilan bulan pertama tahun ini. 

    Kendaraan listrik kini diperkirakan akan kehilangan daya tariknya di AS—pasar terbesar perusahaan—karena kredit pajak federal sejumlah US$7.500 akan berakhir pada akhir September.

    Musk telah memperingatkan bahwa Tesla dapat menghadapi beberapa kuartal yang sulit setelah kehilangan insentif AS. Meskipun Musk lebih fokus pada pengembangan mobil otonom dan robot humanoid, dia juga mengakui bahwa otonomi belum menyumbang banyak terhadap kas perusahaan dan masih samar tentang kemajuan Tesla dalam komersialisasi robot Optimus.

     

     

  • 3.000 Pegawai NASA Kerja Tidak Digaji, Pemerintah AS Zalim!

    3.000 Pegawai NASA Kerja Tidak Digaji, Pemerintah AS Zalim!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi menyetop sebagian besar operasionalnya alias shutdown pada Rabu (1/10). Hal ini menyusul kegagalan Kongres dalam menyetujui anggaran baru.

    Lembaga Antariksa AS atau NASA turut mendapat imbas dari shutdown ini. Plt Kepala Keuangan NASA Steve Shinn mengatakan NASA akan memberlakukan cuti sementara terhadap 15.000 karyawan.

    Kendati demikian, 3.000 karyawan diminta tetap bekerja, meski tidak mendapat gaji. Di antaranya adalah karyawan yang terlibat dalam misi Artemis untuk membawa manusia ke Bulan dan nantinya ke Mars.

    Misi Artemis menggandeng kontraktor dari SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos.

    Para karyawan NASA yang tetap bekerja di tengah shutdown diminta untuk mencatat waktu kerja mereka, menurut Kepala SDM NASA Kelly Elliot, dalam email yang dikirim ke para karyawan pada Rabu (1/10).

    Mereka akan menerima gaji setelah shutdown dicabut dan operasional pemerintah berjalan normal seperti sedia kala.

    Secara perinci, Shinn membeberkan apa saja pekerjaan NASA yang harus tetap berlanjut dan membutuhkan tenaga kerja. Selain misi Artemis, ada pula operasi yang telah direncanakan untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan misi satelit yang sudah berada dalam fase operasi.

    Secara keseluruhan, shutdown berdampak pada ratusan ribu pekerja federal dan menutup sejumlah program dan layanan kunci. Beberapa karyawan yang dinilai ‘esensial’, seperti yang bekerja di Lembaga Keamanan Transportasi (TSA), dan pengawas kemacetan, diminta untuk terus bekerja.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]