Tag: Elon Musk

  • AWS Amazon Gangguan, Pengguna Teriak Gak Bisa Buka Reddit hingga Roblox

    AWS Amazon Gangguan, Pengguna Teriak Gak Bisa Buka Reddit hingga Roblox

    Bisnis.com, JAKARTA — Layanan komputasi awan Amazon Web Services (AWS) mengalami gangguan global pada Senin (20/10/2025) waktu setempat, melumpuhkan ribuan situs dan aplikasi populer seperti, Reddit, Roblox dan Duolingo, serta mengacaukan aktivitas bisnis di berbagai negara.

    Insiden ini menjadi salah satu gangguan internet terbesar sejak kerusakan sistem CrowdStrike tahun lalu, yang sempat melumpuhkan teknologi di rumah sakit, bank, dan bandara. Peristiwa tersebut kembali menyoroti kerentanan sistem digital global yang saling terhubung.

    Melansir Reuters pada Selasa (21/10/2025), setelah lebih dari sembilan jam gangguan, sejumlah layanan mulai pulih secara bertahap pada pukul 13.00 waktu AS Timur (atau 00.00 WIB). Namun, AWS mengakui masih terdapat eror yang memengaruhi beberapa layanan dan pihaknya tengah berupaya memulihkan konektivitas sepenuhnya.

    Menurut situs pelacak gangguan Downdetector, AWS dilaporkan tidak berfungsi untuk lebih dari 9.300 pengguna hingga pukul 13.00 waktu AS Timur, meningkat dari puncak laporan sebelumnya sekitar 5.800 pengguna.

    Dalam pembaruan di laman status resminya, AWS menjelaskan bahwa salah satu layanan komputasinya, Lambda, mengalami error akibat masalah pada subsistem internal. 

    “Kami sedang mengambil langkah untuk memulihkan sistem Lambda internal ini,” tulis AWS.

    AWS juga menyebut penyebab utama gangguan berasal dari subsistem yang memantau kesehatan network load balancer, komponen yang berfungsi mendistribusikan lalu lintas data ke berbagai server untuk menjaga performa dan kapasitas. 

    Masalah tersebut berasal dari jaringan internal EC2 (Elastic Compute Cloud), layanan AWS yang menyediakan kapasitas server virtual sesuai kebutuhan pengguna.

    Langkah pemulihan pada sistem EC2 telah menunjukkan tanda-tanda perbaikan di beberapa pusat data, dan upaya serupa tengah dilakukan di lokasi lain. Namun, AWS belum memberikan perkiraan waktu pemulihan total.

    Ribuan Aplikasi Terdampak

    Situs pemantau Downdetector mencatat, lebih dari seribu perusahaan terdampak oleh gangguan tersebut.

    Beberapa aplikasi seperti Reddit dan Roblox dilaporkan sudah mulai stabil, sementara Snapchat, Venmo milik PayPal, serta Duolingo masih mengalami gangguan berulang.

    Snapchat mencatat lebih dari 7.500 laporan gangguan, turun dari puncaknya yang mencapai 22.000, tetapi tetap lebih tinggi dibandingkan sekitar 4.000 laporan pada pukul 07.00 waktu setempat.

    Sejumlah perusahaan besar lain juga terdampak, termasuk startup kecerdasan buatan Perplexity, bursa kripto Coinbase, dan aplikasi perdagangan Robinhood, yang semuanya menyebut AWS sebagai sumber gangguan.

    Layanan Amazon sendiri, seperti situs belanja Amazon.com, Prime Video, dan asisten suara Alexa, turut terdampak meski intensitasnya mulai menurun.

    Di sektor gim, platform populer seperti Fortnite, Clash Royale, dan Clash of Clans ikut terganggu. Di Amerika Serikat, Lyft, pesaing Uber, juga mengalami gangguan operasional.

    Presiden aplikasi pesan Signal, Meredith Whittaker, mengonfirmasi melalui platform X bahwa aplikasinya ikut terkena dampak, sementara Elon Musk menyebut platform X tetap berfungsi normal.

    Bukan Serangan Siber

    Hingga kini, belum ada indikasi bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh serangan siber, namun skala gangguan yang luas memicu berbagai spekulasi.

    “Ketika hal seperti ini terjadi, kekhawatiran bahwa itu adalah insiden siber sangat wajar,” ujar Rafe Pilling, Direktur Intelijen Ancaman di perusahaan keamanan siber Sophos.

    Dia menambahkan, AWS memiliki jejak infrastruktur yang sangat luas dan kompleks. Oleh karena itu, satu masalah kecil saja bisa menimbulkan dampak besar.

  • Tesla Cybercab Muncul di Giga Texas, Isyaratkan Produksi Semakin Dekat?

    Tesla Cybercab Muncul di Giga Texas, Isyaratkan Produksi Semakin Dekat?

    JAKARTA – Setelah diperkenalkan pada 2024 silam, Tesla tampaknya semakin serius menyiapkan peluncuran kendaraan otonom dua penumpangnya, Cybercab.

    Mengutip dari laman Teslarati, Senin, 20 Oktober, hal ini terungkap lewat rekaman drone terbaru yang memperlihatkan unit Cybercab tengah diuji di Fremont Factory dan Gigafactory Texas. Penampakan ini memicu perbincangan seputar jadwal produksi dan desain akhir dari kendaraan tanpa pengemudi tersebut.

    Video tersebut diunggah oleh pengamat Tesla Joe Tegtmeyer melalui platform X. Dalam video berdurasi beberapa 45 detik ini terlihat satu unit Cybercab sedang melaju di South River Road, tepat di sisi barat area Giga Texas.

    “Mampir ke Giga Texas sore ini dan ada kendaraan uji Cybercab yang melaju di S River Road dan di sisi barat. Ini pertama kalinya saya melihat Cybercab melaju di sini setelah sekian lama,” cuitanya di platform X.

    Penampakan serupa juga terjadi di Pabrik Fremont, di mana satu unit Cybercab terekam sedang diuji di area internal fasilitas. Menariknya, baik di Fremont maupun Texas, Cybercab terlihat dikemudikan secara manual, berbeda dari konsep versi produksinya yang didesain tanpa roda kemudi dan pedal.

    Fakta ini memunculkan spekulasi bahwa unit uji coba saat ini masih menggunakan kontrol manual untuk keperluan pengujian sistem otonom dan validasi mekanis sebelum versi final dirilis ke publik.

    Kehadiran Cybercab di dua fasilitas utama Tesla ini dianggap sebagai indikasi positif terhadap perkembangan proyek. Beberapa laporan sebelumnya menyebut bahwa perusahaan tengah memasang peralatan khusus di Giga Texas untuk lini produksi Cybercab.

    Selain itu, rekaman drone juga memperlihatkan tumpukan komponen dan coran bodi Cybercab, menandakan bahwa uji produksi awal (pilot production) bisa segera dimulai dalam waktu dekat. Jika berjalan sesuai rencana, Cybercab akan menjadi produk dengan volume produksi tertinggi dalam sejarah Tesla.

    CEO Elon Musk bahkan memperkirakan kapasitas produksi bisa mencapai 2 juta unit per tahun, didukung oleh proses manufaktur “Unboxed” yang diklaim lebih efisien dibandingkan metode perakitan otomotif konvensional.

  • Jeff Bezos Prediksi 2045 Jutaan Orang Tinggal di Luar Angkasa

    Jeff Bezos Prediksi 2045 Jutaan Orang Tinggal di Luar Angkasa

    Jakarta

    Jeff Bezos berpikir masa depan tampak cerah menurut pandangan futuristiknya. Sementara banyak kalangan pesimis memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan mengakhiri peradaban, pendiri Amazon dan Blue Origin ini mengatakan 20 tahun ke depan akan menjadi zaman keemasan.

    Menurutnya, 2045 akan menjadi zaman ketika manusia akan lebih bahagia, lebih kaya, dan hidup di luar Bumi sambil bekerja dengan jam kerja yang jauh lebih sedikit.

    “Saya tidak mengerti bagaimana orang yang masih hidup saat ini bisa berkecil hati,” ujar Bezos saat berbicara di acara Italian Tech Week 2025 awal Oktober, seperti dikutip dari The New York Post, Senin (20/10/2025).

    Ia juga menyatakan bahwa teknologi akan segera membawa umat manusia ke era ‘kelimpahan peradaban’. Bezos memperkirakan bahwa pada 2045, robot akan menangani berbagai pekerjaan berat manusia. Dan bagi banyak orang, kantor-kantor mungkin berada di luar planet.

    “Dalam beberapa dekade mendatang, saya yakin akan ada jutaan orang yang tinggal di luar angkasa. Begitu cepatnya percepatan ini,” ujarnya.

    “Mereka sebagian besar akan tinggal di sana karena mereka ingin. Kita tidak membutuhkan manusia untuk tinggal di luar angkasa,” tambahnya.

    Orang terkaya keempat di dunia ini mengatakan pekerjaan di Bulan dan wilayah luar angkasa lainnya akan jatuh ke tangan robot-robot dan mesin.

    “Jika kita perlu melakukan pekerjaan di permukaan Bulan atau di mana pun, kita akan dapat mengirim robot untuk melakukannya, dan itu akan jauh lebih hemat biaya daripada mengirim manusia,” prediksinya.

    Bezos menepis semua kesuraman yang melingkupi AI sejak munculnya ChatGPT, dengan mengatakan sejarah membuktikan penemuan baru selalu membuat hidup lebih baik, bukan lebih buruk.

    “Kelimpahan peradaban berasal dari penemuan-penemuan kita. Jadi 10 ribu tahun yang lalu, atau kapan pun itu, seseorang menemukan bajak, dan kita semua menjadi lebih kaya. Saya berbicara tentang seluruh peradaban, alat-alat ini meningkatkan kelimpahan kita, dan pola itu akan terus berlanjut,” yakinnya.

    Banyak ahli dan tokoh masyarakat memperingatkan bahwa AI dapat menyebabkan pengangguran massal, hilangnya kendali manusia, atau bahkan bencana eksistensial. Ketakutan ini diperkuat oleh penggambaran dalam film-film distopia dan beberapa pemimpin teknologi terkemuka.

    Bezos bukan satu-satunya raksasa teknologi di kubu yang berlawanan. CEO Tesla Elon Musk, orang terkaya di dunia saat ini yang perusahaan roketnya SpaceX menyaingi Blue Origin milik Bezos, meyakini manusia dapat mendarat di Mars pada 2028 dengan roket tak berawak yang meluncur ke sana paling cepat tahun depan.

    SpaceX, yang sekarang bernilai sekitar USD400 miliar, telah bekerja sama dengan NASA untuk mewujudkannya. Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman, yang ChatGPT-nya membantu memicu ledakan AI, mengatakan karier di bidang luar angkasa akan segera menjadi pekerjaan terpopuler.

    Ia berpikir bahwa dalam satu dekade, lulusan perguruan tinggi akan bekerja di beberapa pekerjaan yang benar-benar baru, menarik, dan bergaji sangat tinggi di orbit Bumi, dan menambahkan bahwa ia iri pada anak-anak muda yang karier awalnya tidak akan terlihat membosankan dan kuno seperti generasinya.

    Namun, tidak semua orang mempercayai kabar gembira antarplanet itu. Bill Gates mengatakan alangkah lebih baik jika para miliarder fokus memperbaiki kerusakan Bumi ketimbang menjajah planet lain.

    “Luar angkasa? Kita punya banyak hal yang harus dilakukan di Bumi,” ujar salah satu pendiri Microsoft ini saat berbicara di acara Late Night Show yang dipandu James Corden pada 2021.

    Meski begitu, Gates pun mengakui kebangkitan AI dapat memberi kesempatan baru bagi umat manusia. Ia memprediksi mesin akan membuat minggu bekerja begitu efisien sehingga jadwal bekerja dua hari bisa menjadi hal umum.

    “Jika Anda memperluas wawasan, tujuan hidup bukan hanya untuk melakukan pekerjaan,” kata Gates.

    (rns/fay)

  • Belum Bayar Denda, Platfom X Terancam Diblokir hingga Dicabut Izinnya

    Belum Bayar Denda, Platfom X Terancam Diblokir hingga Dicabut Izinnya

    Bisns.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengancam akan menjatuhkan sanksi lanjutan kepada platform media sosial X milik Elon Musk apabila abai dalam membayar denda.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria  platform media sosial X terancam dikenakan sanksi lanjutan apabila tidak membayar denda yang telah ditetapkan sebelumnya.

    “Lagi proses dan komunikasi sedang dibangun, jadi kita tunggu. Secepatnya sih (tenggat waktu), kita lihat minggu depan ya,” kata Nezar dilansir dari Antara, Sabtu (18/10/2025).

    Sebelumnya, Komdigi secara resmi melayangkan surat teguran ketiga kepada X karena tidak membayar denda atas kelalaiannya menangani temuan konten pornografi.

    Apabila X tidak segera membayar denda, platform media sosial tersebut akan dikenakan sanksi lanjutan yakni berupa teguran tertulis hingga evaluasi izin Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

    Sanksi lanjutan diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5/2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

    Selain itu, dalam UU No. 1/2024 dan Peraturan Pemerintah no.43/2023 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kominfo, disebutkan bahwa pelanggaran kewajiban oleh PSE dapat dikenai sanksi administratif, berupa peringatan tertulis, penghentian sementara, hingga pencabutan izin operasional. 

    Nezar juga meminta X untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia guna memudahkan komunikasi antara pemerintah dengan pihak platform terkait moderasi konten.

    Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar mengatakan teguran kepada X (dulu bernama Twitter) sudah dilayangkan pada 12 September 2025, namun, platform tidak merespons sehingga kementerian memberikan denda bersamaan dengan surat teguran kedua pada 20 September 2025.

    “Melalui surat teguran ketiga ini, nilai denda diperbarui menjadi Rp78.125.000, hasil akumulasi denda dari Surat Teguran Kedua dan Ketiga sebagai bentuk eskalasi sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Alex.

    Adapun eskalasi dan akumulasi denda administratif diberlakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 43 Tahun 2023 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 522 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN).

    Meski pada akhirnya konten pornografi tersebut diturunkan atau dihapus oleh X dua hari setelah surat teguran kedua disampaikan, kewajiban untuk membayar denda administratif masih berlaku.

    X tidak merespons surat teguran kedua, baik berupa klarifikasi resmi atau pembayaran denda, sehingga Pemerintah mengirimkan surat teguran ketiga pada 8 Oktober 2025.

  • Saat Telkom dan Starlink Bersatu Demi Internetan di Papua

    Saat Telkom dan Starlink Bersatu Demi Internetan di Papua

    Merauke

    Di tengah tantangan geografis Papua, sinyal internet kini menembus batas-batas yang dulu sulit dijangkau. Telkom memanfaatkan kombinasi satelit miliknya dan satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) Starlink untuk menjaga konektivitas tetap hidup, termasuk sebagai cadangan ketika koneksi kabel laut terputus.

    Strategi hybrid ini tak hanya soal efisiensi jaringan, tetapi juga tentang memastikan Papua tetap terhubung dengan dunia digital.

    Keterbatasan Kapasitas Satelit

    Menurut Executive Vice President Telkom Regional V Amin Soebagyo, Telkom saat ini mengoperasikan empat satelit aktif, yakni satelit Merah Putih 1, Merah Putih 2, Merah Putih 3, dan Telkom-3S (Solid Speed Smart), yang seluruhnya menggunakan frekuensi Ku-band. Namun, kapasitas jaringannya tetap terbatas. Disebutkan Amin, satelit tidak seperti koneksi fiber yang bisa ditambah begitu saja.

    “Ada hitung-hitungannya, bukan berarti dia menjadi resources yang tidak terbatas, bukan. karena satelit kan lebih mahal dan bandwidth-nya terbatas,” jelas Amin di sela kunjungan kerja Telkom di Merauke, Papua Selatan pekan ini.

    Ia memberikan contoh di Papua Selatan, dalam kondisi normal, jaringannya ditopang oleh kabel laut Pasela (Papua Selatan). Namun ketika terjadi gangguan, seperti putusnya kabel laut beberapa waktu lalu, Telkom harus beralih ke sistem cadangan berbasis satelit.

    Dalam kesempatan yang sama, Syamsul Mail selaku Koordinator Telkomsat untuk Wilayah Papua kemudian menjelaskan proses back up saat kabel laut putus. Ketika sinyal mengalami blank, tim Telkomsat (anak usaha Telkom penyedia telekomunikasi berbasis satelit) segera memasang antena dan meningkatkan komunikasi lewat satelit C-band untuk voice, dan Ku-band untuk data.

    Executive Vice President Telkom Regional V Amin Soebagyo. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

    Namun tentu saja kapasitasnya kecil hanya puluhan Mbps, tidak bisa memenuhi kebutuhan kapasitas yang dilayani koneksi fiber sepenuhnya. Amin menyebutkan, dengan semua upaya backup yang dikerahkan melalui fiber optik, radio, dan satelit, kondisi traffic saat terjadi gangguan di wilayah Merauke dan Boven Digoel, kapasitas jaringannya maksimal 15,2 Gbps. Sedangkan traffic wilayah tersebut saat kondisi normal (100%) adalah 73 Gbps.

    “Satelit yang digunakan untuk backup itu milik Telkom semua. Tapi untuk memenuhi 73 Gbps, itu gak cukup,” kata Amin.

    Di sinilah peran Starlink masuk. Dengan memanfaatkan satelit LEO, Starlink menutup celah konektivitas di wilayah yang sulit dijangkau jaringan kabel. “Untuk beam atau community gateway ini yang digunakan satelit LEO. LEO ini yang kerja sama dengan Starlink,” jelas Amin.

    Kombinasi Kabel Laut dan Satelit

    Pendekatan Telkom bukan sekadar mengganti infrastruktur lokal dengan Starlink, tetapi mengombinasikan kekuatan keduanya.

    Kabel laut tetap menjadi tulang punggung utama karena efisiensi dan kapasitasnya yang besar. Sementara satelit, baik satelit milik Telkomsat maupun Starlink, berfungsi sebagai jalur darurat dan penguat jaringan di area non-fiber.

    Langkah ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang mencatat hubungan Telkom dan Starlink semakin erat. Bahkan, Telkom mulai menyesuaikan harga layanan internet bisnis agar tetap kompetitif, mengingat Starlink kini juga melayani sektor korporasi di wilayah terpencil Indonesia.

    Telkomsat telah menjalin kerja sama dengan Starlink sejak 2021 dan menggelar layanan backhaul satelit milik Elon Musk itu pada 2022 dengan memanfaatkan hak labuh yang telah diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (sekarang Kementerian Komunikasi dan Digital).

    Hasil kolaborasi Telkomsat dan Starlink ini terlihat dengan keberadaan produk VSAT Star dan MangoStar. Kedua produk itu memanfaatkan satelit LEO dari Starlink.

    VSAT Star dirancang khusus untuk menghubungkan jaringan akses (access network) dengan jaringan utama (core network) dengan kecepatan data hingga 500 Mbps per titik. Sedangkan MangoStar diklaim memiliki latency yang sangat rendah dan ditujukan untuk pelanggan-pelanggan segmen SME (Small Medium Enterprise), dan enterprise.

    Pada Mei 2024, Telkom menyebutkan kerja sama antara Telkomsat dengan Starlink menunjukkan komitmen mereka dalam mengatasi ketersediaan koneksi di pelosok Tanah Air.

    Bagi wilayah Papua, termasuk Merauke, keberadaan konektivitas satelit ini bukan sekadar soal kecepatan internet, melainkan menjadi urat nadi komunikasi, karena memastikan pelayanan publik, bisnis, hingga UMKM lokal tetap berjalan ketika jalur utama terganggu.

    Ke depan, Telkom berencana memperkuat jaringan Papua Selatan dan sekitarnya melalui pembangunan kabel laut Pasela 2, sambil tetap mengandalkan koneksi satelit (Telkomsat dan Starlink) sebagai mitra strategis untuk konektivitas berlapis.

    (rns/rns)

  • Sam Altman: ChatGPT bakal Bisa Lakukan Sexting dengan Pengguna Dewasa Terverifikasi – Page 3

    Sam Altman: ChatGPT bakal Bisa Lakukan Sexting dengan Pengguna Dewasa Terverifikasi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – OpenAI akan segera mengizinkan konten “erotika” atau konten yang membangkitkan gairah seksual, bagi pengguna yang telah memverifikasi usia mereka di platform ChatGPT.

    CEO OpenAI, Sam Altman, melalui unggahan di platform X, menyatakan bahwa perusahaan akan menambahkan dukungan untuk percakapan dewasa (sexting) saat peluncuran sistem penentuan batas usia (age-gating) pada Desember 2025.

    “Seiring dengan peluncuran age-gating secara lebih menyeluruh dan sebagai bagian dari prinsip kami untuk ‘memperlakukan pengguna dewasa layaknya orang dewasa’, kami akan mengizinkan lebih banyak hal, seperti erotika untuk orang dewasa yang terverifikasi,” tulis Sam Altman.

    Awal bulan ini, OpenAI memberikan sinyal akan mengizinkan pengembang membuat aplikasi ChatGPT “dewasa” setelah sistem verifikasi dan kontrol usia yang sesuai diterapkan.

    Mengutip The Verge, Rabu (15/10/2025), OpenAI bukan satu-satunya perusahaan yang merambah konten dewasa.

    Kompetitornya, xAI milik Elon Musk, sebelumnya meluncurkan pendamping AI yang “sensual” (flirty AI companions), yang tampil sebagai model anime 3D di aplikasi Grok.

    Selain penambahan konten erotika, OpenAI juga berencana meluncurkan versi baru dari ChatGPT yang diklaim akan “berperilaku lebih seperti apa yang disukai pengguna ChatGPT 4o.”

     

  • Tekanan Politik, YouTube Buka Akses Pelaku ‘Penyebar Misinformasi’ yang Diblokir – Page 3

    Tekanan Politik, YouTube Buka Akses Pelaku ‘Penyebar Misinformasi’ yang Diblokir – Page 3

    Masih beririsan dengan kasus pembatasan suara yang dilakukan oleh YouTube atas desakan dari kubu Demokrat, kini mereka harus menerima imbas dari buntut perkara tersebut.

    Diwartakan CNBC, Presiden AS saat ini Donald Trump, menggugat YouTube, Facebook, dan X (sebelumnya Twitter) pada pertengahan 2021 setelah akun-akunnya di tiga laman besar itu ditangguhkan karena dianggap berisiko memicu kekerasan.

    Buntut dari gugatan Presiden Trump membuat YouTube sepakat membayar USD 24,5 juta atau sekitar Rp 408 miliar untuk menyelesaikan tuntutan tersebut.

    Selain YouTube, Meta juga ikut!

    Pada Januari, Meta, selaku perusahaan induk Facebook sepakat membayar USD 25 juta atau sekitar Rp 415 miliar. Sebulan kemudian, platform X milik Elon Musk, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, juga sepakat menyelesaikan kasus serupa dengan nilai sekitar USD 10 juta atau sekitar Rp 166 miliar.

    Namun langkah tersebut menuai sorotan politik, sebab pada Agustus 2025, sejumlah senator Partai Demokrat, termasuk Elizabeth Warren dari Massachusetts, mengirim surat kepada CEO Google Sundar Pichai dan CEO YouTube Neal Mohan.

  • Video Detik-detik SpaceX Uji Terbang Roket Starship ke-11

    Video Detik-detik SpaceX Uji Terbang Roket Starship ke-11

    SpaceX milik Elon Musk meluncurkan roket Starship ke-11 dari Starbase, Texas, AS, pada Senin (13/10) waktu setempat.

    Peluncuran ini merupakan bagian dari rangkaian misi uji terbang untuk menilai desain roket yang bisa digunakan kembali untuk mengangkut satelit dan manusia ke Bulan atau Mars. Roket kemudian berhasil mendarat di perairan Teluk Meksiko

    Klik di sini untuk melihat video lainnya!

  • IQ-nya Disebut Capai 160, Elon Musk Punya Cara Jaga Kesehatan Otak

    IQ-nya Disebut Capai 160, Elon Musk Punya Cara Jaga Kesehatan Otak

    Jakarta

    Elon Musk dikenal sebagai salah satu tokoh paling jenius dan berpengaruh di dunia teknologi. CEO Tesla, SpaceX, dan Neuralink ini dikabarkan memiliki IQ 160, setara dengan ilmuwan ternama seperti Albert Einstein.

    Versi perhitungan CogniDNA, IQ Musk diperkirakan mencapai 160. CogniDNA menghitung IQ Musk menggunakan nilai mahasiswa jurusan fisika dan UPenn sebagai proksi.

    Musk menunjukkan kecerdasannya secara berbeda dibandingkan ilmuwan tradisional. Tidak seperti Einstein yang berfokus pada fisika teoretis, Musk menerapkan ide-ide ilmiahnya di berbagai bidang.

    Salah satu kelebihan dari Elon adalah dirinya yang dianggap memiliki daya ingat luar biasa. Bahkan, untuk detail-detail kecil, seperti nama orang, peristiwa, dan lainnya.

    Dikutip dari Times of India, kunci dari mengingat sesuatu dari Elon Musk adalah dengan memberi makna pada setiap kejadian. Dengan ini, maka kecil kemungkinan otak akan melupakan hal tersebut.

    Misalnya, jika ingin mengingat nama orang, cobalah kaitkan sesuatu yang istimewa atau berhubungan dengan orang tersebut. Bisa jadi hobi mereka, cerita lucu, atau gaya bicaranya.

    Ini akan menciptakan hubungan mental yang kuat, sehingga nama akan mudah diingat. Hubungan yang bermakna ini akan membantu otak manusia lebih terprogram untuk mengingat cerita dan emosi lebih baik daripada fakta acak.

    Mengaitkan dengan sesuatu yang lucu mungkin bisa menjadi cara paling ampuh untuk mengingat sesuatu. Ini karena otak sendiri menyukai hal-hal yang tidak biasa dan mengejutkan.

    Trik mengingat dari pendiri X Corp ini ternyata bisa dibuktikan lewat sains. Para ahli memori menjelaskan bahwa otak kita menyimpan informasi lebih baik jika dikaitkan dengan emosi atau gambaran mental yang kuat.

    Hal ini karena bagian otak yang emosional dan visual membantu menciptakan memori yang bertahan lama.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/naf)

  • Elon Musk Didenda Komdigi, X Banjir Porno Tak Punya Kantor

    Elon Musk Didenda Komdigi, X Banjir Porno Tak Punya Kantor

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali melayangkan teguran ketiga kepada platform media sosial X (X Corp) setelah perusahaan belum juga membayar denda administratif terkait pelanggaran moderasi konten pornografi di platformnya.

    Surat teguran ketiga itu dikirimkan pada 8 Oktober 2025 oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi melalui jalur komunikasi resmi yang telah disediakan oleh pihak X.

    “Sanksi denda administratif pertama kali dijatuhkan saat Surat Teguran Kedua diterbitkan pada 20 September 2025. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, pihak X belum melakukan pembayaran maupun memberikan tanggapan resmi,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, dalam keterangan pers Senin (13/10/2025).

    Melalui surat teguran terbaru, nilai denda administratif terhadap perusahaan media sosial milik Elon Musk itu naik menjadi Rp 78.125.000, hasil akumulasi dari teguran sebelumnya. Kenaikan ini merupakan bagian dari eskalasi sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Eskalasi tersebut mengacu pada PP No. 43 Tahun 2023 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Komdigi serta Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 522 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN).

    Langkah itu diambil setelah Komdigi menemukan konten bermuatan pornografi di platform X pada 12 September 2025. Meski X kemudian menindaklanjuti perintah pemutusan akses dua hari setelah teguran kedua, kewajiban pembayaran denda tetap harus dipenuhi.

    Alex mengungkapkan, hingga kini X belum juga merespons dua surat teguran sebelumnya, baik melalui pembayaran maupun klarifikasi resmi.

    “Platform X juga belum memiliki kantor perwakilan maupun pejabat penghubung (narahubung) di Indonesia. Padahal kedua hal tersebut merupakan kewajiban dasar bagi setiap PSE Privat Asing,” jelas Alexander.

    Kewajiban penunjukan narahubung diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat. Narahubung berfungsi sebagai kontak utama untuk menindaklanjuti permintaan moderasi konten, proses take down, serta pelaporan berkala atas konten berbahaya.

    Menurut Alexa, langkah tegas Komdigi merupakan bagian dari komitmen menjaga ruang digital Indonesia tetap aman, sehat, dan produktif, sekaligus memastikan industri digital tumbuh berdasarkan prinsip tanggung jawab dan kepatuhan hukum.

    Seluruh denda administratif yang dikenakan kepada X nantinya akan disetorkan ke kas negara melalui mekanisme resmi Kementerian Keuangan.

    “Kewajiban administratif seperti pembayaran denda dan penunjukan narahubung bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari tata kelola ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab.” tegasnya.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]