Tag: Elon Musk

  • Saham Berjangka AS Stabil

    Saham Berjangka AS Stabil

    New York: Wall Street terpantau stabil dalam transaksi sore hari pada Rabu waktu setempat, setelah data inflasi konsumen mendukung spekulasi penurunan suku bunga Desember. Pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell dinilai aku memberikan banyak isyarat.
     
    Melansir Investing.com, Kamis, 14 November 2024, S&P 500 Futures datar pada 6.0126,50 poin, sementara Nasdaq 100 Futures turun sedikit menjadi 21.148,25 poin pada pukul 19:19 WIB (23:19 GMT). Dow Jones Futures datar pada 44,122.0 poin.

    Taruhan penurunan suku bunga Desember meningkat
    Kebijakan yang akan dibacakan Powell akan menjadi fokus pasar, setelah data CPI dibaca sesuai dengan ekspektasi untuk Oktober.
     
    Para trader memperkirakan 85,3 persen peluang untuk pemangkasan 25 basis poin bulan depan, naik tajam dari 60,2 persen peluang yang terlihat di awal minggu ini. CME Fedwatch menunjukkan, para pedagang juga memperkirakan peluang 14,7 persen untuk penundaan.
     

     
    Namun pembacaan CPI Rabu menunjukkan inflasi tetap bertahan, karena tingkat utama naik sedikit dari tahun ke tahun, sementara inflasi inti tetap berada di atas tiga persen. Angka ini meningkatkan ketidakpastian mengenai inflasi dan suku bunga dalam jangka panjang.
     
    Angka inflasi yang tetap tinggi juga muncul di tengah spekulasi Trump akan mengeluarkan kebijakan yang lebih ekspansif, yang menopang inflasi dan suku bunga dalam jangka panjang.
    Reli usai kemenangan Trump
    Di samping itu, reli yang terjadi setelah kemenangan Trump dalam pemilihan presiden AS kini tampak mendingin, karena para investor mencari lebih banyak petunjuk mengenai kebijakan-kebijakan yang akan diambilnya.
     
    Trump pada Selasa mengumumkan pembentukan departemen baru untuk merampingkan lembaga-lembaga pemerintah, yang dipimpin oleh Elon Musk dan Vivek Ramaswamy, meskipun berita tersebut tidak terlalu berpengaruh pada pasar.
     
    S&P 500 datar di 5.985,38 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,1 persen menjadi 43.958,19 poin. Komposit NASDAQ turun 0,2 persen menjadi 19.236,22 poin.
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Mengapa Elon Musk Jadi Juru Pangkas Anggaran-Regulasi Pemerintahan Trump?

    Mengapa Elon Musk Jadi Juru Pangkas Anggaran-Regulasi Pemerintahan Trump?

    Washington DC

    Donald Trump sudah mengumumkan sejumlah nama yang akan membantu tugasnya di Gedung Putih. Pada Selasa (12/11), salah satu orang terkaya di dunia, Elon Musk, masuk deretan nama pejabat.

    Trump mengumumkan pemilik jejaring sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter) itu akan bertugas di “Departemen Efisiensi Pemerintah” yang bertanggung jawab memangkas anggaran dan regulasi pemerintah AS.

    Trump mengatakan Musk akan “membongkar birokrasi pemerintah, memangkas regulasi yang berlebihan, memangkas pengeluaran yang boros, dan merestrukturisasi lembaga-lembaga federal”.

    Musk rencananya akan memimpin departemen ini bersama pengusaha teknologi dan mantan kandidat presiden dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy.

    Meskipun begitu, masih belum jelas seperti apa badan ini nantinya dan berapa lama masa jabatan Musk dan Ramaswamy.

    Keduanya diberi tenggat waktu hingga Juli 2026 untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Namun, tidak diketahui apakah posisi mereka juga akan berakhir pada tanggal tersebut.

    Melalui X, Musk merayakan penunjukan ini dengan kalimat seperti “Membuat pemerintah menyenangkan lagi!” dan “Orang-orang tidak tahu seberapa besar perbedaan yang akan terjadi.”

    Saat berbicara dalam kampanye Trump, Oktober lalu, Musk yakin anggaran pemerintah AS dapat dipotong “setidaknya” US$ 2 triliun dari sekitar US$ 6,5 triliun. Ia juga sering menyarankan agar jumlah PNS dapat dikurangi secara signifikan.

    Sementara itu, Ramaswamy telah mengajukan rencana untuk menghapus sejumlah departemen federal termasuk Departemen Pendidikan, Komisi Regulasi Nuklir, Badan Pajak, dan FBI.

    Apa itu Departemen Efisiensi Pemerintah?

    Elon Musk adalah salah satu figur yang terus hadir dalam kampanye Trump. Dia juga akan membantu pemerintahan Trump (Reuters)

    Musk pertama kali mengemukakan gagasan tentang pemangkasan anggaran saat menjamu Trump di X musim panas ini. Nama resminya merujuk pada meme yang menampilkan anjing Shiba Inu yang kemudian menjadi nama mata uang kripto Dogecoin, mata uang favorit Musk, yang nilainya telah melonjak sejak pemilihan.

    Christopher Phelps, seorang profesor sejarah politik AS modern, mengatakan nama itu “merujuk kepada deregulasi kripto yang bakal mereka lakukan”.

    Namun, tidak jelas seberapa besar pemangkasan yang benar-benar akan menjadi kenyataan.

    Departemen baru itu tidak akan memiliki peran resmi, tetapi memberikan “nasihat dan bimbingan dari luar pemerintah”, menurut pengumuman dari kubu Trump.

    Para ahli juga telah memperingatkan bahwa pemangkasan berskala besar dapat sangat mengganggu, tergantung pada seberapa cepat pemangkasan dilaksanakan. Pemangkasan juga berpotensi menghadapi penolakan di Kongres AS.

    Musk sendiri mengakui risikonya. Dia mengatakan bahwa rakyat Amerika harus siap menghadapi kesulitan sementara demi keuntungan jangka panjang.

    Cara dia menjalankan perusahaannya sendiri mungkin mengisyaratkan apa yang bisa terjadi.

    BBC

    BBC News Indonesia hadir di WhatsApp.

    Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

    BBC

    Setelah mengambil alih platform media sosial Twitter pada Oktober 2022 yang kemudian ia beri nama X, Musk melaksanakan perubahan besar-besaran, termasuk mengurangi tenaga kerja dari sekitar 8.000 orang menjadi 1.500 orang dalam hitungan minggu.

    “Idenya tentang efisiensi adalah memberhentikan banyak orang,” kata Alex Waddan, seorang profesor politik AS di Universitas Leicester.

    Musk juga melonggarkan moderasi konten, menghentikan verifikasi akun, serta menyambut kembali para pengguna yang telah dilarang karena sebelumnya melanggar aturan tentang ujaran kebencian dan disinformasi.

    Elon Musk tampil dalam kampanye Trump pada Oktober 2024 lalu (Getty Images)

    Di antara sejumlah pengguna yang ia sambut adalah Trump. Sebelumnya Trump dilarang Twitter pascakerusuhan Gedung Capitol pada Januari 2021 lantaran terus mengklaim pemilihan umum 2020 telah dicurangi.

    Kritikus berpendapat perubahan itu telah menggelorakan ujaran kebencian dan misinformasi meskipun Musk menegaskan situs tersebut netral secara politik.

    Perombakan tersebut juga mendorong eksodus pengiklan, cara utama situs tersebut menghasilkan uang. Meskipun Musk telah memperkenalkan cara-cara baru untuk meningkatkan pendapatan, seperti langganan berbayar, perusahaan tersebut saat ini bernilai jauh lebih rendah daripada US$ 44 miliar yang dibayarkan Musk dua tahun lalu.

    Rekam jejak Musk di Tesla dan SpaceX lebih kuat.

    Di antara perusahaan-perusahaan mobil, Tesla menonjol karena membuat kendaraan listrik dengan laba besar, sebagian berkat operasi yang efisien. Perusahaan roketnya, SpaceX, dipuji karena memungkinkan peluncuran roket dengan biaya yang jauh lebih rendah.

    “Sebagai pengusaha, Musk telah gigih dalam mencoba meningkatkan efisiensi kelembagaan di perusahaan-perusahaannya sendiri,” kata Thomas Gift, profesor ilmu politik sekaligus direktur Pusat Kajian Politik AS di University College London.

    Dia menambahkan bahwa meskipun peran utama Musk “menebas semak belukar birokrasi pemerintah federal AS”, posisinya juga akan memberinya pengaruh dalam pemerintahan baru.

    “Meskipun perannya di Departemen Efisiensi Pemerintah akan lebih informal, tidak diragukan lagi bahwa dia telah mendapat perhatian Trump, setidaknya untuk saat ini.”

    Memangkas regulasi

    Musk telah menyampaikan rencananya untuk mengoptimalkan efisiensi pemerintah. Dia memberi contoh bahwa suatu hari manusia bisa menguasai Planet Mars, tapi itu hanya bisa terjadi “jika tidak dikekang oleh birokrasi”.

    Yang tidak dikemukakan Musk adalah langkah pemangkasan anggaran dan regulasi sebenarnya dapat berdampak signifikan bagi kepentingan bisnisnya, yang terkait erat dengan pemerintah AS.

    Perusahaan roket SpaceX yang dia dirikan punya kontrak dengan pemerintah AS senilai lebih dari US$ 8 miliar, menurut situs pengadaan barang dan jasa AS. Musk dapat memperoleh manfaat lebih besar melalui kedekatannya dengan pemerintah AS di bawah Trump.

    Sementara itu, perusahaan mobil listrik Tesla miliknya Tengah menghadapi penyelidikan dari berbagai lembaga pemerintah atas sejumlah masalah seperti keselamatan fitur swakendara. Keinginan Musk untuk memangkas regulasi dapat mempengaruhi penyelidikan tersebut.

    Elon Musk kerap tampil dalam kampanye Trump (Getty Images)

    Dalam beberapa tahun terakhir, Musk berulang kali menuduh pihak regulator menggelar penyelidikan sepele dan menghalangi perusahaannya.

    Pada bulan September, ia mengancam akan menuntut Badan Penerbangan Federal (FAA) atas rencana untuk mendenda perusahaan SpaceX miliknya sebesar US$ 633.000 atas dugaan pelanggaran lisensi terkait dengan beberapa peluncuran roketnya dari Cape Canaveral di Florida. Ia menuduh badan tersebut melakukan “pelanggaran regulasi”.

    Musk “berpotensi memperoleh keuntungan pribadi dari banyak deregulasi yang digembar-gemborkannya,” kata Christopher Phelps, seorang profesor sejarah politik AS modern.

    Phelps menambahkan: “Saya pikir menugaskan seseorang yang merupakan miliarder dan menjalankan perusahaan besar untuk bertanggung jawab atas proyek deregulasi federal pada dasarnya penuh dengan konflik kepentingan.”

    Musk mengancam akan menuntut Badan Penerbangan Federal (FAA) atas rencana untuk mendenda perusahaan SpaceX miliknya (Reuters)

    Thomas Gift, profesor ilmu politik sekaligus direktur Pusat Kajian Politik AS di University College London, mengatakan bahwa Musk tampaknya benar-benar sosok yang percaya pada manfaat lingkup pemerintahan yang lebih kecil.

    “Tidak diragukan lagi bahwa Musk memiliki kepentingan pribadi yang signifikan dalam lanskap regulasi AS karena dia punya banyak bisnis,” kata Prof Gift. “Pada saat yang sama, sulit untuk menyatakan bahwa ini adalah satu-satunya hal yang mendorongnya.

    Alex Waddan, seorang profesor politik AS di Universitas Leicester, berkata: “Musk telah menanggung risiko pribadi dan politik yang besar dalam mendukung Trump, dan banyak dari aktivitas dan retorikanya tampaknya mencerminkan seorang yang berkomitmen secara ideologis terhadap tujuan yang diyakininya.”

    “Jelas dia terlibat dalam permainan ini dan ada kepentingan pribadi, tetapi ada pula orang yang secara tulus meyakini terlalu banyak peraturan pemerintah dan terlalu banyak birokrasi pemerintah,” katanya.

    Ganjaran untuk loyalitas

    Selama bertahun-tahun, Musk tidak memainkan peran besar dalam politik, meskipun kekayaannya sekarang bernilai lebih dari US$300 miliar, menurut perkiraan majalah Forbes.

    Namun, kritiknya terhadap pemerintahan Joe Biden meningkat setelah Gedung Putih tidak mengundang Tesla ke pertemuan puncak mobil listrik pada 2021.

    Ia secara resmi mendukung Trump tahun ini setelah percobaan pembunuhan. Musk lantas menyumbangkan US$ 200 juta untuk tim sukses Trump tahun 2024 dan tampil di banyak acara kampanye.

    Musk kerap hadir di markas transisi pemerintahan Trump di Mar-a-Lago.

    Musk juga bersumpah akan terus mendanai upaya-upaya untuk memajukan agenda presiden terpilih dan membantu para kandidat dari Partai Republik dalam pemilihan kongres mendatang.

    Prof Phelps menggambarkan hubungan Musk dengan Trump sebagai “transaksional”. Dia menambahkan bahwa peran baru Musk “memberinya banyak pengaruh simbolis dan mungkin pengaruh untuk menyelesaikan hal-hal yang paling penting baginya”.

    Musk dinilai dapat mempengaruhi kebijakan AS dan Trump akan memiliki penasihat yang simpatik untuk dimintai bantuan.

    “Trump ingin melibatkan para loyalis dalam pemerintahan barunya, dan tidak ada seorang pun yang lebih loyal daripada Musk sejak ia mengumumkan dukungannya untuk Trump,” kata Thomas Gift, seorang profesor ilmu politik dan direktur Pusat Politik AS di University College London.

    “Musk tidak hanya memberikan dukungan penuhnya untuk Trump secara pribadi dan finansial selama kampanye, tetapi ia juga telah berkembang menjadi penasihat terpercaya dalam berbagai topik, mulai dari kebijakan teknologi hingga perang di Ukraina.”

    Pertanda awal bahwa Musk punya pengaruh adalah ketika dia dilibatkan dalam pembicaraan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah pemilihan umum.

    “Itu sebenarnya sangat luar biasa,” kata Prof Waddan. “Biasanya, donatur terbesar tidak akan mendapatkan akses semacam itu.”

    Baca juga:

    (nvc/nvc)

  • Elon Musk Pimpin DOGE Ditunjuk Donald Trump, Begini Tugas Lengkapnya

    Elon Musk Pimpin DOGE Ditunjuk Donald Trump, Begini Tugas Lengkapnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menunjuk Elon Musk sebagai pemimpin ‘Departemen Efisiensi Pemerintah’ atau ‘Department of Government Efficiency’ (DOGE). Lembaga itu berfungsi untuk membedah birokrasi pemerintah, memangkas regulasi yang berlebihan, menghapus anggaran yang tidak bermanfaat, serta melakukan restrukturisasi lembaga-lembaga federal.

    Dalam pernyataan di akun Truth Social miliknya, Trump mengatakan Musk akan menjadi pelopor lembaga tersebut, bersama dengan mantan kandidat presiden sekaligus pengusaha farmasi Vivek Ramaswamy.

    Peran keduanya secara spesifik belum dijelaskan. Lembaga Efisiensi Pemerintah juga sepertinya tidak berada di dalam struktur pemerintahan.

    Sebab, Trump mengatakan lembaga tersebut akan memberikan masukan dan arahan dari luar pemerintah. Lembaga itu juga akan bermitra dengan Gedung Putih, serta Kantor Manajemen dan Anggaran.

    Tujuannya mendorong reformasi struktural berskala besar, serta menciptakan pendekatan kewirausahaan di dalam pemerintahan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

    “Pekerjaan mereka [Lembaga Efisiensi Pemerintah] akan selesai sebelum 4 Juli 2026,” ia menuturkan, dikutip dari Engadget, Rabu (13/11/2024).

    Musk turut membagikan informasi itu melalui akun X miliknya. Namun, ia tidak mengindikasikan bagaimana perannya akan berdampak pada tanggung jawabnya ke perusahaan-perusahaan miliknya.

    Pendiri Tesla dan SpaceX, sekaligus pemilik X tersebut telah menggelontorkan sekitar US$130 juta untuk mendukung kampanye Trump. Sebelum Trump dinyatakan menang, Musk juga sudah mengumbar keinginannya untuk bekerja dengan Trump dalam memangkas pengeluaran pemerintah.

    (fab/fab)

  • Jabatan untuk Elon Musk Usai Trump Menang Pilpres AS

    Jabatan untuk Elon Musk Usai Trump Menang Pilpres AS

    Kata Elon Musk Usai Diberi Jabatan oleh Trump

    Elon Musk memberikan reaksi antusias terhadap pengumuman Trump soal jabatan baru yang diberikan kepadanya. Pengusaha terkemuka AS itu menyatakan dirinya akan memberikan kejutan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pemborosan pemerintah.

    “Ini akan mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh sistem, dan siapa pun yang terlibat dalam pemborosan pemerintah, yang jumlahnya ada banyak orang!” cetus Musk dalam pernyataannya, saat menanggapi pengumuman Trump, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/11/2024).

    Musk memposting ulang pengumuman Trump itu pada akun media sosial X miliknya, dengan menambahkan komentar berbunyi: “Orang-orang tidak tahu seberapa besar ini akan mengubah situasi!”

    “Ancaman terhadap demokrasi? Tidak, ancaman terhadap BIROKRASI,” imbuh Musk dalam postingan lainnya pada akun media sosial X miliknya.

    Dia juga menyebut inisiatif baru pemerintahan Trump itu “berpotensi menjadi ‘Proyek Manhattan’ pada zaman kita”, yang merujuk pada program rencana AS untuk membuat bom atom pada era Perang Dunia II silam.

    Nama Departemen Baru yang Dipimpin Musk

    Adapun, singkatan dari departemen baru yang dipimpin Musk ini, yakni DOGE dari nama resminya Department of Government Efficiency, secara kebetulan mirip dengan nama mata uang kripto “dogecoin” sedang gencar dipromosikan oleh Musk.

    “Kita tidak akan melakukannya dengan lembut, @elonmusk,” tulis Ramaswamy dalam postingan media sosial X miliknya, sembari menyebut Musk.

    Ramaswamy sempat maju capres Partai Republik melawan Trump, namun kemudian dia mundur dari pencapresan dan memberikan dukungan kepada Trump. Musk dan Ramaswamy disebut sebagai pendukung kuat Trump dari sektor swasta selama pilpres tahun ini.

    Musk telah memberikan jutaan dollar Amerika untuk mendukung kampanye pilpres Trump dan bahkan tampil di depan umum bersamanya. Trump sebelumnya telah mengatakan dirinya akan menawarkan peran dalam pemerintahannya kepada Musk.

    (taa/aik)

  • Video: Janji Elon Musk Seusai Ditunjuk Trump untuk Pimpin ‘DOGE’

    Video: Janji Elon Musk Seusai Ditunjuk Trump untuk Pimpin ‘DOGE’

    Video: Janji Elon Musk Seusai Ditunjuk Trump untuk Pimpin ‘DOGE’

  • Bentuk Departemen Efisiensi Pemerintah,Donald Trump Tunjuk Elon Musk dan Vivek Ramaswamy – Page 3

    Bentuk Departemen Efisiensi Pemerintah,Donald Trump Tunjuk Elon Musk dan Vivek Ramaswamy – Page 3

    Ketua Eksekutif Amazon, Jeff Bezos menyambut kemenangan Trump dalam Pilpres AS melalui sebuah postingan di paltform X.

    “Selamat kepada Presiden kita yang ke-45 dan sekarang ke-47 atas kebangkitan politik yang luar biasa dan kemenangan yang menentukan. Tidak ada negara yang memiliki peluang yang lebih besar. Mendoakan @realDonaldTrump agar sukses dalam memimpin dan menyatukan Amerika yang kita cintai,” tulis Bezos di X.

    Kemudian ada Andy Jassy, ​​yang mengambil alih jabatan Bezos saat ia mengundurkan diri sebagai CEO Amazon pada tahun 2021, juga menyampaikan ucapan selamatnya kepada Trump atau kemenangannya dalam Pilpres AS 2024.

    “Selamat kepada Presiden terpilih @realDonaldTrump atas kemenangan yang diperjuangkan dengan keras,” tulis Jassy dalam sebuah unggahan di X.

    “Kami berharap dapat bekerja sama dengan Anda dan pemerintahan Anda dalam berbagai isu yang penting bagi pelanggan, karyawan, komunitas, dan negara kami,” tuturnya.

    Selanjutnya ada CEO Apple Tim Cook yang menyampaikan pesan serupa di platform media sosial X.

    Cook menulis: “Kami berharap dapat bekerja sama dengan Anda dan pemerintahan Anda untuk membantu memastikan Amerika Serikat terus memimpin dan didorong oleh kecerdikan, inovasi, dan kreativitas”.

    Adapun CEO OpenAI Sam Altman mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa ia berharap Trump akan meraih kesuksesan besar dalam tugasnya.

    “Sangat penting bagi AS untuk mempertahankan keunggulannya dalam mengembangkan AI dengan nilai-nilai demokrasi,” ujar Altman di X

  • Donald Trump Pilih Elon Musk dan Vivek Ramaswamy Gabung Departemen Doge, Apa Itu? – Page 3

    Donald Trump Pilih Elon Musk dan Vivek Ramaswamy Gabung Departemen Doge, Apa Itu? – Page 3

    Sebelumnya, Donald Trump resmi terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, bersama JD Vance sebagai Wakil Presiden, setelah mengalahkkan Kamala Harris.

    Kemenangan Donald Trump di Pilpres 2024 ini langsung menarik perhatian banyak pihak, terutama para pemimpin di industri tekknologi mulai dari Elon Musk hingga Tim Cook.

    Hampir dalam waktu bersamaan, mereka pun langsung mengunggah ucapan selamat dan dukungan mengalir kepada Trump di lini masa media sosial X–dulunya bernama Twitter.

    Beberapa di antaranya mendukung penuh, sementara lainnya berharap dapat menjalin hubungan lebih harmonis dengan presiden AS kerap berseberangan pandangan dengan mereka.

    Elon Musk, pemilik X, SpaceX, Tesla, dan Neuralink adalah salah satu pendukung vokal Trump. Elon Musk sampai menyumbangkan USD 75 juta kepada America PAC, sebuah komite pro-Trump.

    Sebelum pemilihan, Trump juga berjanji akan menunjuk Elon Musk sebagai kepala komisi efisiensi pemerintahan jika dirinya terpilih kembali.

    CEO Apple, Tim Cook, pun mengucapkan selamat melalui akun pribadinya di X. “Kami berharap dapat terlibat dengan Anda dan pemerintahan Anda untuk membantu memastikan Amerika Serikat terus memimpin dan didorong oleh kecerdikan, inovasi, dan kreativitas,” tulis Cook.

    CEO OpenAI, Sam Altman, mencuitkan “kesuksesan besar dalam pekerjaannya.” Dalam postingan lanjutannya, dia menulis, “sangat penting bagi AS untuk mempertahankan kepemimpinannya dalam mengembangkan AI dengan nilai-nilai demokrasi.”

  • Starlink Milik Elon Musk Dicap Belum Memenuhi Norma Keamanan India

    Starlink Milik Elon Musk Dicap Belum Memenuhi Norma Keamanan India

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Telekomunikasi India, Jyotiraditya Scindia, mengatakan Starlink milik Elon Musk belum mematuhi norma keamanan dan lisensi di India.

    Oleh sebab itu, layanan komunikasi satelit akan dikeluarkan hanya setelah mereka memenuhi semua persyaratan untuk layanan di India.

    “Kami akan dengan senang hati memberi mereka (lisensi) jika mereka (Starlink) mematuhi semua ketentuan. Anda harus melihatnya dari perspektif keamanan, memastikan bahwa semua masalah keamanan ditangani. Jika mereka melakukannya, kami akan dengan senang hati memberikannya. Jelas, mereka sedang dalam proses melakukannya,” kata Scindia kepada wartawan.

    Dilansir dari NDTV, Jyotiraditya Scindia juga menjelaskan tentang status lisensi Starlink di India saat ini.

    Menurutnya, saat ini pemerintah telah mengeluarkan lisensi kepada OneWeb yang didukung oleh Bharti Group dan perusahaan patungan Jio-SES, Jio Satellite Communications.

    Kedua perusahaan tersebut belum memulai operasinya karena masih menunggu alokasi spektrum, yang penetapan harga dan aturannya masih dalam proses.

    Laporan menyebut jika Otoritas Regulasi Telekomunikasi India (Trai) kemungkinan akan menyelesaikan rekomendasinya mengenai usulan aturan terkait alokasi spektrum untuk komunikasi satelit pada tanggal 15 Desember mendatang.

    Pemerintah akan mengevaluasi rekomendasi Trai dan kemudian memutuskan untuk mengalokasikan spektrum kepada perusahaan komunikasi satelit, yang akan membuka jalan bagi layanan pita lebar berbasis satelit di negara ini.

    “Saat ini kami memiliki empat pemain di pasar, yang juga sangat diperlukan dari sudut pandang sektoral. Cukuplah untuk mengatakan bahwa India mungkin memiliki jumlah pemain telekomunikasi nasional tertinggi dibandingkan dengan negara lain. Pengabaian jaminan bank telah diberikan pasca lelang 2022. Setiap langkah yang diambil pemerintah akan bersifat khusus untuk perusahaan. Ini akan menjadi langkah sektoral,” kata Scindia.

  • Pemimpin DOGE, Nama Jabatan Elon Musk dalam Pemerintahan Trump

    Pemimpin DOGE, Nama Jabatan Elon Musk dalam Pemerintahan Trump

    Jakarta

    Terjawab sudah posisi Elon Musk dalam pemerintahan Donald Trump mendatang dan ternyata sesuai dugaan. Presiden terpilih itu mengumumkan bahwa Musk dan Vivek Ramaswamy akan memimpin Department of Government Efficiency (DOGE) atau Departemen Efisiensi Pemerintah, sebuah departemen baru dalam pemerintahannya

    “Saya senang mengumumkan bahwa Elon Musk yang hebat, bekerja sama dengan patriot Amerika Vivek Ramaswamy, akan memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE),” tulis Trump. Seperti diketahui, Dogecoin adalah nama mata uang kripto yang selalu dipromosikan oleh Elon Musk.

    “Bersama-sama, kedua warga Amerika yang hebat ini akan membuka jalan bagi Pemerintahan saya untuk membongkar Birokrasi Pemerintah, memangkas peraturan yang berlebihan, memangkas pengeluaran yang boros, dan merestrukturisasi Badan-Badan Federal,” kata Trump yang dikutip detikINET dari CNN, Rabu (13/11/2024)

    Pengumuman jabatan Musk itu, bos perusahaan-perusahaan dengan kontrak pemerintah yang menguntungkan, menimbulkan pertanyaan soal potensi konflik kepentingan. Juga belum jelas bagaimana departemen itu –yang menurut Trump akan memberikan saran dari luar pemerintah– akan beroperasi.

    Trump mengusulkan pembentukan komisi efisiensi pemerintah sebagai bagian dari strategi perekonomiannya. Saat itu, ia mengatakan Musk telah setuju untuk memimpinnya jika Trump kembali ke Gedung Putih.

    Musk sendiri tampaknya siap mengembannya. “Ini akan mengirimkan gelombang kejut ke seluruh sistem dan siapa pun yang terlibat dalam pemborosan Pemerintah, yang jumlahnya banyak!” tulisnya.

    Ramaswamy secara terpisah menanggapi di X dengan slogan yang sering ia gunakan selama kampanye presidennya untuk menyerukan penghapusan lembaga-lembaga federal dengan menulis: “TUTUP ITU.”

    Saat kampanye, Trump menyebut komisi efisiensi pemerintah adalah cara untuk mengurangi pengeluaran. “Sebagai tugas pertama, komisi ini akan mengembangkan rencana aksi untuk sepenuhnya menghilangkan penipuan dan pembayaran yang tidak tepat dalam waktu enam bulan. Ini akan menghemat triliunan dolar,” katanya bulan September.

    Ramaswamy, yang sebelumnya menantang Trump dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik, menjadikan pengurangan pemborosan pemerintah sebagai kebijakan utama. Adapun Musk sebelumnya mengatakan akan mengajukan pencabutan besar-besaran peraturan pemerintah, yang telah lama ia keluhkan.

    “Pemerintah yang lebih kecil, dengan efisiensi lebih tinggi dan birokrasi lebih sedikit, akan menjadi hadiah sempurna bagi Amerika pada Peringatan 250 Tahun Deklarasi Kemerdekaan. Saya yakin mereka akan berhasil!” sebut Trump.

    (fyk/fay)

  • Diberi Jabatan oleh Trump, Elon Musk Bilang Gini

    Diberi Jabatan oleh Trump, Elon Musk Bilang Gini

    Sementara itu, singkatan dari departemen baru yang dipimpin Musk ini, yakni DOGE dari nama resminya Department of Government Efficiency, secara kebetulan mirip dengan nama mata uang kripto “dogecoin” sedang gencar dipromosikan oleh Musk.

    Ramaswamy, yang merupakan pengusaha terkemuka yang mendirikan perusahaan farmasi Roivant Sciences, juga memberikan komentarnya atas penunjukan dirinya oleh Trump untuk memimpin departemen baru bersama Musk.

    “Kita tidak akan melakukannya dengan lembut, @elonmusk,” tulis Ramaswamy dalam postingan media sosial X miliknya, sembari menyebut Musk.

    Ramaswamy sempat maju capres Partai Republik melawan Trump, namun kemudian dia mundur dari pencapresan dan memberikan dukungan kepada Trump.

    Musk dan Ramaswamy disebut sebagai pendukung kuat Trump dari sektor swasta selama pilpres tahun ini.

    Musk yang ditetapkan sebagai orang terkaya di dunia oleh Forbes, mendapatkan keuntungan besar dari kemenangan Trump dalam pilpres AS. Dia diperkirakan akan memiliki pengaruh luar biasa untuk membantu perusahaannya dan mendapatkan perlakuan baik dari pemerintahan Trump nantinya.

    Musk telah memberikan jutaan dollar Amerika untuk mendukung kampanye pilpres Trump dan bahkan tampil di depan umum bersamanya. Trump sebelumnya telah mengatakan dirinya akan menawarkan peran dalam pemerintahannya kepada Musk.

    Meski memimpin departemen pemerintahan, Musk dan Ramaswamy tampaknya tidak akan berstatus menteri. Sebagian besar kepala departemen pemerintahan di AS juga harus mendapatkan konfirmasi dari Senat AS. Sejauh ini masih belum jelas formalitas seperti apa yang harus dilalui keduanya.

    Namun dijelaskan oleh Trump dalam pengumumannya bahwa Departemen Efisiensi Pemerintahan yang nantinya dipimpin Musk dan Ramaswamy itu “akan memberikan saran dan bimbingan dari luar pemerintahan”. Hal ini mengisyaratkan bahwa lembaga itu akan beroperasi di luar lingkup pemerintahan AS.

    Kendati demikian, keduanya akan bekerja sama dengan Gedung Putih dan Kantor Manajemen dan Anggaran untuk “mendorong reformasi struktural berskala besar, dan menciptakan pendekatan kewirausahaan” terhadap pemerintah yang belum pernah ada sebelumnya.

    (nvc/ita)