Tag: Elon Musk

  • Tentang Pertemuan Elon Musk dan Utusan Iran Usai Trump Menang Pilpres

    Tentang Pertemuan Elon Musk dan Utusan Iran Usai Trump Menang Pilpres

    Washington DC

    Kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS membuka peluang pembicaraan dengan Iran. Trump pun mengirim utusannya, Elon Musk untuk bertemu pihak Iran.

    Sebagaimana diketahui, fasilitas nuklir Iran menjadi sorotan di tengah ketegangannya dengan Israel.

    AFP sebelumnya memberitakan bahwa AS ingin ada perubahan sikap dari Iran setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji untuk menghilangkan keraguan dari dunia mengenai program nuklirnya. Hal ini disampaikan oleh Pezeshkian saat kepala pengawas nuklir dari PBB, Rafael Grossi, berkunjung ke Tehran.

    Trump pada masa jabatan terakhirnya berusaha memberikan “tekanan maksimum” pada Iran dan menarik diri dari kesepakatan nuklir yang dinegosiasikan di bawah pendahulunya Barack Obama, meskipun ia baru-baru ini mengatakan bahwa ia terbuka terhadap diplomasi dengan Teheran.

    Israel telah meningkatkan tekanan pada Iran termasuk melalui serangan militer langsung, dengan Menteri Pertahanan Israel Katz baru-baru ini memperingatkan bahwa Iran “lebih rentan terhadap serangan terhadap fasilitas nuklirnya daripada sebelumnya.”

  • Wall Street Jatuh karena Investor Khawatir Arah Suku Bunga The Fed

    Wall Street Jatuh karena Investor Khawatir Arah Suku Bunga The Fed

    New York, Beritasatu.com – Bursa saham AS Wall Street jatuh pada perdagangan Jumat (15/11/2024) karena investor khawatir arah suku bunga The Fed.

    Dow Jones turun 305,87 poin atau 0,70% ditutup pada level 43.444, S&P 500 turun 1,32% menjadi 5.870,62, dan Nasdaq Composite turun 2,24% menjadi 18.680,12.

    Penurunan saham farmasi membebani 30 saham unggulan Dow Jones dan S&P 500, dengan Amgen turun sekitar 4,2% dan Moderna ambles 7,3%.

    Presiden terpilih Donald Trump pada Kamis (14/11/2024) mengatakan pihaknya berencana mencalonkan Robert F Kennedy Jr memimpin Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS. Hal ini membuat sentimen negatif pada saham sektor farmasi. 

    Teknologi informasi di S&P 500 merupakan sektor dengan kinerja terburuk, turun lebih 2% karena kejatuhan Nvidia, Meta, Alphabet, dan Microsoft.

    Sementara Tesla naik 3% karena saham perusahaan kendaraan listrik raksasa ini disebut “Trump Trade” menyusul kedekatan pemiliknya Elon Musk dengan Trump.

    “Meski kondisi makro masih menjadi pertanda baik bagi aset berisiko, dalam waktu dekat akan terjadi beberapa volatilitas mikro, khususnya potensi perubahan kebijakan di bawah pemerintahan baru,” kata Kepala Strategi Investasi iShares, Amerika, Kristy Akullian, dilansir CNBC International.

    Para investor juga mencermati komentar terbaru Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengatakan bank sentral tidak terburu-buru memangkas suku bunga. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat memungkinkan pembuat kebijakan mengambil waktu saat memutuskan pemangkasan suku bunga. 

    Data penjualan ritel Oktober yang dirilis Jumat menunjukkan peningkatan 0,4%, sedikit lebih baik dari perkiraan ekonom yang disurvei Dow Jones 0,3%. Temuan tersebut mengikuti laporan inflasi konsumen Oktober yang sejalan dengan proyeksi para ekonom.

    S&P 500 membukukan kerugian mingguan sebesar 2,1%, Nasdaq Composite turun sekitar 3,2% dan Dow Jones turun 1,2% dalam periode tersebut.

  • Raja Media Sosial Ditinggal, Ramai Pindah ke Aplikasi Baru

    Raja Media Sosial Ditinggal, Ramai Pindah ke Aplikasi Baru

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) berdampak pada media sosial X milik Elon Musk.

    X diketahui menjadi salah satu alat yang digunakan Musk untuk menyebar kampanye demi memenangkan Donald Trump.

    Menurut laporan Reuters, Dikutip Jumat (15/11/2024), aplikasi pesaing X, Bluesky, mendapat penambahan jutaan pengguna baru yang memilih meninggalkan X.

    Secara spesifik, Bluesky berhasil meraup 2,5 juta pengguna baru dalam sepekan. Saat ini, total penggunanya tercatat mencapai 16 juta.

    Bluesky merupakan salah satu dari beberapa aplikasi pesaing X yang menawarkan alternatif platform mikroblog pasca Musk mencaplok Twitter dan mengubah namanya. Bluesky terhitung masih baru, didirikan pada 2021 silam.

    “Kami melihat peningkatan pertumbuhan pengguna yang memecahkan rekor tertinggi. Engagement seperti like, follows, dan akun baru, tumbuh signifikan. Kami mencatat penambahan setidaknya 1 juta pengguna baru dalam sehari,” kata Bluesky dalam keterangan resminya.

    Organisasi kawakan seperti Center for Countering Digital Hate, organisasi media Guardian, serta mantan anchor CNN Don Lemon, terang-terangan mengatakan telah meninggalkan X karena kekhawatiran terkait kebijakan konten pada platform tersebut.

    Beberapa pakar misinformasi menyebut X memainkan peran sentral dalam menyebarkan informasi sesat selama masa Pilpres AS.

    (fab/fab)

  • Kiamat Driver Online Terancam Makin Cepat, Ini Tandanya

    Kiamat Driver Online Terancam Makin Cepat, Ini Tandanya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan mobil listrik (EV) milik Tesla cenderung datar tahun ini. Oleh karena itu, CEO Tesla Elon Musk kini mempertaruhkan masa depan perusahaan untuk memproduksi taksi otomatis tanpa sopir (robotaxi). 

    Untuk bisa mewujudkannya, Musk masih harus menghadapi kendala terkait regulasi mobil otonom yang ada di Amerika Serikat (AS).

    Sebagai salah satu pendukung terbesar Presiden terpilih Donald Trump, Musk dikatakan akan lebih mudah menerobos hambatan regulasi tersebut.

    Dia mengisyaratkan akan mengadvokasi satu proses persetujuan federal jika Trump menang dan menepati janji untuk menunjuk dirinya sebagai “raja efisiensi”.

    “Jika ada departemen efisiensi pemerintah (DOGE), saya akan mencoba membantu mewujudkannya,” kata Musk dikutip dari Reuters, Jumat (15/11/2024).

    Awal pekan ini, Trump menunjuk Musk dan pendukung lainnya untuk memimpin entitas tersebut, yang bukan merupakan badan pemerintah. Sampai saat ini masih belum jelas bagaimana lembaga tersebut akan berfungsi.

    Musk yang telah memberikan US$119 juta kepada kelompok pro-Trump selama kampanye itu, disebut akan menghasut presiden terpilih untuk mengincar jabatan sebagai sekretaris Departemen Transportasi berikutnya. Hal ini diketahui dari seseorang yang dekat dengan Musk dan perencanaan transisi Trump.

    Departemen tersebut yang meliputi Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), mengatur produsen mobil dan dapat mendorong perubahan signifikan pada aturan mengemudi otomatis di tingkat nasional.

    Tapi para pakar hukum menilai, bahkan jika Musk dapat mengubah aturan yang menguntungkan bagi dirinya, Tesla masih akan menghadapi rintangan teknologi dan hukum yang berat dalam menyebarkan kendaraan tanpa pengemudi.

    Tesla dan Musk tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

    Saat ini, Tesla masih tertinggal di belakang para pesaingnya di California, yang sejauh ini merupakan pasar terbesar bagi produsen mobil di AS dan tempat pengujian utama bagi industri kendaraan otonom.

    Perusahaan lain telah melewati regulasi di California dan menyelesaikan jutaan mil pengujian kendaraan otonom di bawah pengawasan negara bagian, menurut tinjauan Reuters terhadap data regulasi negara bagian.

    (fab/fab)

  • Jadi Bos DOGE, Elon Musk Bakal Pecat Banyak PNS Amerika?

    Jadi Bos DOGE, Elon Musk Bakal Pecat Banyak PNS Amerika?

    Jakarta

    Donald Trump telah menunjuk Elon Musk, bersama politisi Partai Republik Vivek Ramaswamy, sebagai kepala departemen baru di pemerintahannya yang bernama Departement of Government Efficiency (DOGE). Tujuannya adalah untuk memangkas pengeluaran pemerintah.

    Elon Musk memang dikenal suka penghematan dan efisiensi, serta tak segan memecat pegawai di perusahaannya. Proses pembuatan mobil Tesla sangat efisien sehingga menghasilkan profit tinggi. Kemudian SpaceX dikenal mampu meluncurkan roket yang bisa dipakai kembali sehingga menekan biaya.

    Setelah membeli Twitter yang sekarang bernama X senilai USD 44 miliar di tahun 2022, Musk juga langsung melakukan perubahan dramatis. Hanya dalam hitungan minggu, ia memberhentikan banyak karyawan X, dari yang semula sekitar 8.000 menjadi hanya 1.500 orang.

    Sejauh ini, X masih belum bangkit dan malah kehilangan valuasi sekitar 80%, di mana para pengiklan banyak yang pergi. Namun demikian, jelas bahwa Elon Musk hobi memangkas karyawan atas nama penghematan.

    “Idenya untuk melakukan efisiensi adalah untuk membiarkan orang-orang pergi,” cetus Alex Waddan, profesor politik di University Leicester yang dikutip detikINET dari BBC.

    Nah dengan sikap seperti itu, apakah Elon Musk nanti juga akan banyak memangkas PNS Amerika Serikat saat memimpin DOGE? Jikalaupun dilakukan, hal itu sangat sulit karena seperti di Indonesia, PNS di AS pun sukar diberhentikan, tidak seperti di perusahaan swasta.

    Hal yang akan menghalangi Musk adalah salah satu musuh bebuyutannya, undang-undang ketenagakerjaan. Tesla adalah satu-satunya produsen mobil besar AS yang tidak mempekerjakan pegawai yang tergabung dalam serikat pekerja.

    “Sebaliknya, karyawan PNS pemerintah federal menikmati perlindungan ketenagakerjaan kuat yang akan menghalangi pendekatan ‘tebang bakar’ Musk untuk memangkas biaya dan mungkin membuatnya mustahil. Dari semua perusahaan yang ia jalankan, Musk memiliki sedikit pengalaman dalam mengelola karyawan sektor publik,” sebut Guardian yang dikutip detikINET.

    (fyk/afr)

  • Tentang Pertemuan Elon Musk dan Utusan Iran Usai Trump Menang Pilpres

    Elon Musk Bertemu Utusan Iran untuk Redakan Ketegangan di Era Trump Nanti

    New York

    Elon Musk, hartawan dan orang dekat presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bertemu dengan utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani. Pertemuan digelar di lokasi rahasia di New York.

    Dilansir AFP dan CNN, Jumat (15/11/2024), peristiwa politik penting ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, terjadi pada Kamis (14/11) waktu setempat. Pertemuan berlangsung lebih dari satu jam.

    Pejabat pemerintahan Biden di PBB tidak diberitahu bahwa pertemuan itu sedang terjadi, dan masih belum menerima konfirmasi independen mengenai kebenaran pertemuan itu, kata seorang pejabat AS kepada CNN.

    AFP sebelumnya memberitakan bahwa AS ingin ada perubahan sikap dari Iran setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji untuk menghilangkan keraguan dari dunia mengenai program nuklirnya. Hal ini disampaikan oleh Pezeshkian saat kepala pengawas nuklir dari PBB, Rafael Grossi, berkunjung ke Tehran.

    Trump pada masa jabatan terakhirnya berusaha memberikan “tekanan maksimum” pada Iran dan menarik diri dari kesepakatan nuklir yang dinegosiasikan di bawah pendahulunya Barack Obama, meskipun ia baru-baru ini mengatakan bahwa ia terbuka terhadap diplomasi dengan Teheran.

    Israel telah meningkatkan tekanan pada Iran termasuk melalui serangan militer langsung, dengan Menteri Pertahanan Israel Katz baru-baru ini memperingatkan bahwa Iran “lebih rentan terhadap serangan terhadap fasilitas nuklirnya daripada sebelumnya.”

    (dnu/zap)

  • Presiden Italia Marah-marah ke Elon Musk, Ada Apa?

    Presiden Italia Marah-marah ke Elon Musk, Ada Apa?

    Roma

    Presiden Italia, Sergio Mattarella, marah pada Elon Musk. Dia meminta nakhoda Tesla dan SpaceX tak ikut campur dalam urusan Italia. Itu setelah Musk mengatakan hakim-hakim di Roma yang menghalangi inisiatif anti imigrasi pemerintah harus diberhentikan.

    Pernyataan tak biasa dari kepala negara Italia itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara koalisi yang berkuasa di Italia. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, adalah teman dekat Musk. Musk mengkritik di X ketika inisiatif Meloni untuk menahan imigran diblokir para hakim di Italia.

    “Hakim-hakim ini harus pergi,” tulis Musk di X, merujuk pada panel hakim Roma yang mempertanyakan legalitas inisiatif pemerintah untuk menahan pencari suaka di Albania. Langkah hakim itu berarti para imigran yang baru saja dikirim ke Albania harus dibawa kembali ke Italia.

    Komentar Musk dimuat di halaman depan surat kabar Italia dan muncul beberapa jam sebelum Presiden terpilih AS Donald Trump memberinya peran untuk menciptakan pemerintahan yang lebih efisien.

    “Italia adalah negara demokrasi yang hebat dan tahu cara mengurus dirinya sendiri,” kata Mattarella, yang secara konsisten menduduki puncak jajak pendapat sebagai pemimpin paling dihormati di Italia.

    “Siapa pun, terutama jika seperti yang diumumkan, akan mengambil peran penting dalam pemerintahan di negara yang bersahabat dan bersekutu, harus menghormati kedaulatan dan tidak dapat mengeluarkan instruksi kepadanya (Italia),” imbuhnya yang dikutip detikINET dari CNN.

    Sebagai tanggapan, Musk mengeluarkan pernyataan melalui perwakilannya di Italia Andrea Stroppa, yang menyatakan rasa hormat pada Mattarella dan konstitusi Italia, tapi menegaskan niatnya untuk terus mengekspresikan pendapat dengan bebas. Musk juga berharap hubungan Italia-AS akan tumbuh lebih kuat dan ingin dapat segera bertemu Mattarella.

    Meloni sendiri tidak merespons komentar pengusaha AS tersebut di media sosial. Namunb wakil perdana menteri dan pemimpin partai sayap kanan Matteo Salvini menyambut baik komentar Musk. “@elonmusk benar,” katanya di X.

    (fyk/afr)

  • Daftar Harta Kekayaan Elon Musk yang Ditunjuk Donald Trump Jadi Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah

    Daftar Harta Kekayaan Elon Musk yang Ditunjuk Donald Trump Jadi Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah

    Jakarta, Beritasatu.com – Donald Trump berhasil memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2024. Tidak lama setelah kemenangannya, Trump mengumumkan penunjukan Elon Musk menjadi kepala departemen efisiensi pemerintah yang baru dibentuk.

    Penunjukan ini tidak hanya mencerminkan pengaruh Elon Musk dalam dunia bisnis dan politik, tetapi juga memberikan gambaran tentang kekayaan yang dimilikinya. Elon Musk, seorang pengusaha dan inovator terkemuka, telah menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan yang terus meningkat.

    Menurut estimasi terbaru, kekayaan bersihnya mencapai sekitar US$ 314 miliar atau setara Rp 4,867 triliun per November 2024, menjadikannya sebagai orang terkaya di dunia saat ini.

    Berikut ini daftar harta kekayaan Elon Musk yang dikutip dari berbagai sumber, Kamis (14/11/2024).

    Sumber Utama Kekayaan Elon Musk
    1. Tesla
    Sebagian besar kekayaan Elon Musk berasal dari kepemilikan sahamnya di Tesla, yang merupakan perusahaan mobil listrik terkemuka. Pada November 2024, sekitar 50% dari total kekayaannya berasal dari saham Tesla.

    Kenaikan harga saham Tesla yang signifikan, terutama setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden, telah berkontribusi besar terhadap lonjakan nilai kekayaannya.

    2. SpaceX
    Elon Musk juga merupakan pendiri dan CEO SpaceX, sebuah perusahaan yang fokus pada eksplorasi luar angkasa. Sekitar 20% dari kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di SpaceX. Perusahaan ini telah mencapai berbagai tonggak sejarah dalam peluncuran roket dan pengembangan teknologi luar angkasa.

    3. X Corp (dahulu Twitter)
    Elon  Musk mengakuisisi Twitter pada 2022 seharga US$ 44 miliar setara dengan Rp 682 triliun, yang menambah dimensi baru pada portofolio kekayaannya. Meskipun Twitter mengalami tantangan finansial setelah akuisisi, kepemilikan ini tetap menjadi bagian penting dari asetnya.

    4. The Boring Company
    Perusahaan ini didirikan oleh Elon Musk untuk mengembangkan teknologi terowongan dan transportasi bawah tanah. Meskipun kontribusinya terhadap kekayaan bersihnya tidak sebesar Tesla atau SpaceX, The Boring Company tetap menjadi sumber pendapatan yang signifikan.

    5. Neuralink
    Neuralink adalah perusahaan neuroteknologi yang didirikan oleh Elon Musk untuk mengembangkan antarmuka otak komputer. Meskipun masih dalam tahap pengembangan awal, potensi inovasi di bidang ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap kekayaannya di masa depan.

    6. xAI
    Didirikan pada 2023, xAI merupakan langkah terbaru Musk dalam dunia teknologi artificial intelligence (AI), dengan visi besar untuk memahami alam semesta melalui inovasi kecerdasan buatan yang saat ini diperkirakan bernilai sekitar US$ 24 miliar setara dengan Rp 372 triliun.

    Real Estat dan Aset Elon Musk Lainnya
    Meskipun Elon Musk pernah memiliki beberapa properti mewah, dia kini tinggal di sebuah rumah kecil senilai US$ 50.000 atau setara dengan Rp 775 juta di Boca Chica, Texas. Ia telah mengumumkan tidak memiliki rumah dan berusaha untuk menjual semua aset fisiknya.

    Kendaraan yang Dimiliki Elon Musk
    Elon Musk juga dikenal memiliki koleksi mobil mewah dan vintage, meskipun daftar lengkapnya tidak selalu dipublikasikan. Beberapa kendaraan yang diketahui, yaitu Tesla Model S, Tesla Roadster, McLaren F1, dan Audi Q7. Elon Musk sering kali menggunakan kendaraan yang berkaitan dengan inovasi teknologi dan keberlanjutan.

    Perkembangan Kekayaan Elon Musk
    Musk mengalami fluktuasi besar dalam kekayaannya sepanjang kariernya. Pada 2020, dia memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 27 miliar atau setara dengan Rp 418 triliun, tetapi berkat lonjakan harga saham Tesla selama pandemi Covid-19, kekayaannya melonjak hingga mencapai puncaknya sekitar US$ 340 miliar atau setara dengan Rp 5,270 kuadriliun pada November 2021.

    Namun, dia juga mencatatkan kerugian terbesar dalam sejarah ketika nilai saham Tesla jatuh, mengurangi kekayaannya hingga US$ 200 miliar atau setara dengan Rp 3,100 triliun pada akhir 2022.

    Penunjukan Elon Musk sebagai kepala departemen efisiensi pemerintah menunjukkan kombinasi antara kekuatan bisnis dan politik, serta potensi dampak signifikan terhadap kebijakan pemerintah mendatang. Dengan latar belakangnya yang kuat dalam teknologi dan inovasi, banyak yang menantikan bagaimana Elon Musk akan menerapkan strategi efisiensi dalam pemerintahan.

  • Bukti Tesla Mobil Pembunuh, Ribuan Unit Ditarik dari Pasar

    Bukti Tesla Mobil Pembunuh, Ribuan Unit Ditarik dari Pasar

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pada Agustus lalu, Tesla mengumumkan penarikan 9.100 unit mobil listrik (EV) model X di Amerika Serikat (AS) karena ada risiko kecelakaan.

    Baru berselang beberapa bulan, Tesla kembali mengumumkan penarikan 2.400 unit Cybertruck di AS dengan alasan serupa. Ini merupakan penarikan ke-6 untuk unit Cybertruck pada tahun ini.

    Dikutip dari Reuters, Kamis (14/11/2024), ada kesalahan pada bagian inverter pengemudi di Cybertrucks yang diproduksi hingga 30 Juli 2024. Kesalahan itu dapat menyebabkan kendaraan berhenti menghasilkan torsi saat pengemudi menggunkan pedal akselerator.

    Alhasil, mobil bisa kehilangan tenaga penggerak dan meningkatkan risiko kecelakaan. Hal tersebut diungkap Tesla dalam pengajuannya ke Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA).

    Tesla akan mengganti inverter pada unit yang ditarik dengan komponen yang berfungsi dengan baik. Produsen mobil milik Elon Musk tersebut mengatakan mereka mengetahui ada lima klaim garansi yang terkait dengan masalah ini tetapi tidak mengetahui adanya kecelakaan atau cedera.

    Mulai sekitar 9 Desember mendatang, Tesla akan mengganti drive inverter yang ditarik kembali dengan komponen baru. Tesla mengatakan telah menggunakan komponen yang diperbarui dalam produksinya sejak 30 Juli.

    Bulan lalu, pembuat kendaraan listrik tersebut mengatakan pihaknya menarik lebih dari 27.000 Cybertruck karena penjepretan kamera belakang yang terlambat, sehingga dapat mengganggu visibilitas pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

    Pada April lalu, Tesla juga Tesla menarik kembali unitnya untuk memperbaiki bantalan pedal akselerator yang longgar. Selanjutnya, pada Juni lalu, penarikan Tesla disebabkan masalah pada wiper kaca depan dan trim eksterior.

    Setelah tertunda selama dua tahun karena kendala produksi dan pasokan baterai, Tesla mulai menghadirkan Cybertruck futuristiknya pada tahun 2023. Perusahaan belum mengungkapkan jumlah produksi atau pengiriman spesifik untuk model tersebut.

    Truk yang terinspirasi dari Blade Runner itu diluncurkan untuk merevitalisasi jajaran produk perusahaan yang menua di tengah melambatnya pertumbuhan permintaan kendaraan listrik yang tengah diawasi ketat investor karena biaya pengembangannya yang signifikan.

    (fab/fab)

  • Elon Musk Blak-blakan Nasib Manusia 17 Tahun dari Sekarang, Merinding!

    Elon Musk Blak-blakan Nasib Manusia 17 Tahun dari Sekarang, Merinding!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Elon Musk merupakan orang terkaya di dunia yang menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan teknologi. Belakangan, Musk gencar mempromosikan teknologi AI dan robot melalui perusahaan mobil listriknya, Tesla.

    Musk beberapa saat lalu sudah memamerkan robot humanoid Optimus yang digadang-gadang akan mengubah peradaban manusia. Ia blak-blakan memprediksi nasib manusia 17 tahun mendatang atau 2040 nanti.

    Musk mengatakan akan ada sekitar 10 miliar robot humanoid pada 2040. Harganya berkisar US$20 ribu hingga US$25 ribu (Rp 314,7 juta hingga Rp 393 juta), dikutip dari Reuters, Kamis (14/11/2024).

    Prediksi jumlah robot humanodi yang melonjak sudah pernah dia ungkapkan pada sebuah acara pada September lalu. Saat itu dia juga mengatakan pertumbuhan jumlah robot akan berdampak pada manusia dan menghadapi krisis makna.

    Menurut pemilik SpaceX dan X tersebut, krisis makna akan terjadi ketika robot sudah dibuat sangat cerdas, sehingga batasan antara manusia dan robot makin kabur. 

    “Jika Anda punya robot humanoid, saat tidak ada batasan nyata pada jumlah robot humanoid, dan mereka beroperasi dengan sangat cerdas, maka tidak ada batasan nyata untuk ekonomi di dalamnya,” kata Musk kala itu, dikutip dari Decrypt.

    Meski begitu, tak semua orang setuju jika revolusi robot Ai sudah dekat. Penulis dan ilmuwan Gary Marcus mengatakan kemampuan orang untuk memiliki robot humanoid akan sama susahnya seperti membeli mobil.

    “Hanya ada 1,5 miliar mobil di jalan, tidak banyak orang mampu membelinya atau tidak melihat kebutuhannya,” jelas Marcus.

    “Hal serupa juga pada robot humanoid, dan tidak akan ada enam robot dalam setiap mobil dalam waktu dekat,” imbuh dia.

    Dia juga tak yakin dengan janji Musk menyediakan robot yang terjangkau.

    Diketahui, Musk mematok biaya jangka panjang robot Optimus diproyeksi sekitar US$20 ribu-US$30 ribu per unit (Rp 314,7 juta-Rp472 juta).

    (fab/fab)