Kedekatan Trump dan Musk menjadi sorotan, terutama setelah Musk sering terlihat di Mar-a-Lago, klub pribadi Trump di Palm Beach. Musk, CEO Tesla, juga diketahui sebagai penasihat dekat Trump selama transisi menuju Gedung Putih. (Brandon Bell/Pool via REUTERS)
Tag: Elon Musk
-

Dituding Terlibat Konflik Gaza, Politisi Golkar Desak Pemerintah Tolak Investasi Starlink
Bisnis.com, JAKARTA – Petisi terkait kritik terhadap perusahaan internet Starlink beredar ke masyarakat. Dalam petisi itu disebutkan jika Starlink, milik Elon musk, terlibat dalam pembantaian anak dan perempuan di Gaza, Palestina.
Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H Ganinduto mengingatkan pemerintah untuk menolak keras investasi Starlink di Tanah Air.
Dia menekankan semangat Indonesia adalah mendukung penuh kemerdekaan Palestina.
“Kalau memang Starlink terafiliasi dengan pembangunan infrastruktur komunikasi untuk Israel selama perang maka seharusnya investasi Starlink ini kita tolak keras karena sesuai dengan semangat Indonesia untuk selalu mendukung penuh kemerdekaan Palestina serta menolak semua perang yang ada di muka bumi ini,” kata Firnando dalam keterangan resmi, Selasa (19/11/2024).
Pada petisi yang beredar di masyarakat, dipaparkan jika Israel yang secara aktif menggunakan teknologi canggih untuk mendukung operasi militernya.
Pasukan Militer Israel juga telah memanfaatkan layanan Starlink guna memperkuat infrastruktur komunikasi saat menyerang Gaza, Palestina.
Dengan jaringan internet berkecepatan tinggi dan tahan terhadap gangguan itu, Starlink dinilai memungkinkan mendukung koordinasi militer dan pemantauan wilayah secara real time.
Koneksi tersebut diklaim diperlukan untuk keamanan dan efisiensi operasi, tetapi di sisi lain, teknologi ini secara tidak langsung ikut andil pada peningkatan serangan yang menargetkan wilayah Gaza.
“Ketika infrastruktur komunikasi Israel tetap utuh, rakyat Palestina sering kali kehilangan akses ke informasi, komunikasi, bahkan layanan darurat memperparah penderitaan mereka,” imbuhnya.
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah mendorong pemerintah untuk mencari tahu kebenaran dari petisi tersebut.
Menurutnya, informasi yang beredar ke publik harus ditampung sebagai peringatan agar tak membuat keputusan yang salah, salah satunya dalam menentukan kerja sama dengan Starlink.
“Menurut saya perlu dibuktikan, kalau memang terlibat, cuma kan itu informasi media juga, perlu juga kita bersikap itu harus ada data. Kalau memang ada data yang menguatkan itu kita perlu menunda dulu kerja sama dengan starlink,” imbuh Trubus.
Dia juga menyinggung kelanjutan isi dari petisi penolakan investasi Starlink yang menjabarkan bahwa perang berdampak nyata dan menyakitkan bagi rakyat Palestina di Gaza.
Petisi itu juga menyebut serangan udara dan pemboman yang dilancarkan Israel dengan dukungan teknologi tinggi, termasuk komunikasi berbasis satelit, telah menyebabkan ribuan korban jiwa warga Gaza.
-

Donald Trump Bayar Utang Sebanyak Ini ke Elon Musk
Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trump tak menunggu waktu lama untuk membayar utang budi ke Elon Musk karena sudah mendukungnya mati-matian dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS).
Pada awal pekan ini, saham Tesla naik 5% setelah Bloomberg melaporkan tim transisi Trump berencana menelurkan regulasi terkait mobil otomatis.
Laporan tersebut mengemuka beberapa hari setelah Trump menunjuk Elon Musk sebagai co-head Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang baru.
Tim transisi Trump mencari beberapa pemimpin kebijakan untuk sektor transportasi dalam mengembangkan kerangka regulasi mobil otomatis, menurut laporan Bloomberg, berdasarkan keterangan sumber dalam yang familiar dengan isu tersebut.
Bulan lalu, Musk mengkritik proses birokrasi perizinan mobil otomatis yang berbeda di setiap negara. Ia mengatakan proses berlipat tersebut sangat merepotkan.
Kritik itu ia sampaikan beberapa pekan setelah meluncurkan taksi otomatis (robotaxi) Cybercab yang sama sekali tak memiliki setir dan pedal. Ia menargetkan produksinya dimulai pada 2026 mendatang.
“Regulasi federal yang disatukan akan memudahkan proses perizinan mobil otomatis, sehingga Tesla bisa menggenjot pengujian pengemudi tanpa awak (FSD) miliknya,” kata analis di Quilter Cheviot, Mamta Valencha, dikutip dari Reuters, Selasa (19/11/2024).
FSD yang telah dikembangkan Tesla selama 4 tahun terakhir juga tengah menghadapi investigasi dari pemerintah. Hal ini menyusul beberapa kasus kecelakaan terkait sistem tersebut, termasuk tabrakan fatal pada 2023 lalu.
Kemenangan Trump terbukti berbuah manis bagi bisnis mobil Musk. Valuasi Tesla tembus US$1 triliun usai Trump terpilih sebagai Presiden AS yang baru. Sahamnya sejauh ini sudah naik 28% sejak 5 November lalu.
Investor berharap kedekatan Musk dengan Gedung Putih akan memuluskan jalan bisnis Tesla di masa depan.
Musk merupakan salah satu pendukung militan Trump. Ia menggelontorkan jutaan dolar AS melalui komite politik American Pac untuk mendukung Trump. Ia juga memanfaatkan platform X miliknya untuk menyebar berbagai informasi yang menguntungkan Trump.
(fab/fab)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/21722/original/pt-wilmar-kelapa-sawit-130402b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ombudsman Usul Prabowo Bentuk Badan Baru Urus Tata Kelola Sawit – Page 3
Liputan6.com, Jakarta Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika mengusulkan Presiden Prabowo Subianto membentuk badan baru urusan sawit. Tujuannya memperbaiki tata kelola industri sawit.
Dia mengatakan badan baru ini selayaknya berada langsung di bawah Presiden. Menurutnya, satu lembaga baru bisa mengurai carut marut tata kelola sawit dari hulu ke hilir.
“Terkait masalah pembentukan badan yg mengurusi masalah sawit ini secara satu badan di bawah presiden sehingga tata kelola hulu-hilirnya, kebijakan teknisnya itu dikomandani oleh badan ini. Dengan demikian policy-nya bisa lebih terukur, lebih diawasi dengan baik, dan pelayanan saya rasa lebih baik,” ungkap Yeka, di Kantor Ombudsman, Jakarta, dikutip Selasa (19/11/2024).
Acuannya adalah konsep serupa yang dijalankan oleh Malaysia. Negara tetangga Indonesia itu punya badan yang disebut Malaysia Palm Oil Board (MPOB) atau dewan sawit Malaysia. Adanya badan itu mampu memperkuat produktivitas kebun kelapa sawit, puncaknya, Malaysia bisa memproduksi 19 ton per hektare tandan buah segar (TBS).
Yeka melihat konsep serupa perlu dijalankan di Indonesia. Dia tak ingin urusan sawit sebatas dijalankan tim berbentuk Satuan Tugas (Satgas) tanpa mengubah otoritas kementerian/lembaga yang terlibat.
“Dia harus mempunyai satu badan yang mengurusi hulu-hilir, kalau enggak seperti begitu, siapa yang me-komandani? susah,” kata Yeka.
Menurutnya, banyaknya lembaga yang terlibat urusan sawit membuat tata kelola menjadi buruk. Contohnya, mulai dari tumpang tindih lahan perkebunan dan kawasan hutan, sampai tingkat sertifikasi yang rendah.
“Contohnya apa? Ya ini, tumpang tindih lahan, tumpang tindih perizinan, capaian ISPO itu karena apa? Karena kebijakannya disematkan di masing-masing institusi,” urainya.
Menurutnya, ada peluang tambahan Rp 279,1 triliun jika tata kelola sawit RI dijalankan dengan baik. Bahkan, nilai total produksi sawit bisa mencapai Rp 1.008 triliun per tahun, sebuah angka yang cukup besar dan dinilai layak memiliki badan khusus yang mengatur.
“Rp 1.008 triliun loh, bukan angka yang kecil itu, sumbangannya kepada APBN pun bisa diatas, nantinya bisa mencapai Rp 150 triliun itu layak untuk menjadi badan baru. Amerika aja bikin Kementerian Efisiensi, Elon Musk. Apalagi ini, ini kementerian/lembaga yang menghasilkan devisa bagi negara dan nantinya kemandirian energi tergantung pada badan ini,” pungkas Yeka.
-

8 Update Perang Rusia-Ukraina: AS Dekatkan Dunia Menuju PD 3
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Dinamika perang Rusia-Ukraina terus berlanjut. Memasuki dua setengah tahun lebih, pergerakan perang belum mencapai titik-titik perdamaian.
Terbaru, Minggu (17/11/2024), Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan restu kepada Ukraina untuk menyerang wilayah dalam Rusia menggunakan senjata buatannya. Hal ini pun telah memicu reaksi dari sejumlah negara.
Berikut perkembangan terbarunya sebagaimana dirangkum dari beberapa sumber oleh CNBC Indonesia, Senin (18/11/2024):
1. Kanselir Jerman Telepon Putin, NATO Uring-uringan
Dinamika terjadi di tubuh aliansi NATO. Hal ini terjadi setelah Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang merupakan anggota NATO, menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin saat hubungan kedua pihak sedang memanas akibat perang Ukraina.
Mengutip Newsweek, Scholz mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia meminta Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina dan menarik semua pasukan Rusia dari negara itu. Menurutnya, manuver Moskow saat ini tidak mengarahkan menuju perdamaian abadi antara kedua negara.
“Rusia harus menunjukkan kesediaan untuk berunding dengan Ukraina, dengan tujuan mencapai perdamaian yang adil dan abadi,” kata Scholz dikutip Newsweek, Senin (18/11/2024).
Panggilan telepon ini pun mendapatkan reaksi dari anggota NATO lainnya, Polandia. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa manuver Scholz adalah sesuatu yang sia-sia.
“Tidak seorang pun akan menghentikan Putin dengan panggilan telepon,” ucapnya
Menteri Luar Negeri Lithuania, Gabrielius Landsbergis, juga menyuarakan hal serupa. Menurutnya, ‘sejarah terus memberitahu kita bahwa perdamaian sejati hanya dapat dicapai melalui kekuatan’.
“Panggilan telepon itu, seharusnya, menjadi napas terakhir dari strategi yang gagal untuk memperdagangkan tanah demi ‘perdamaian’ dengan seorang diktator genosida,” ucapnya.
Walau begitu, Scholz membela diri pada hari Minggu bahwa penting untuk menekankan kepada pemimpin Rusia bahwa ia tidak dapat mengandalkan dukungan dari Jerman, Eropa, dan banyak negara lain di dunia dalam aksi di Ukraina.
“Menurut saya, bukan ide yang baik jika ada pembicaraan antara presiden Amerika dan Rusia namun pemimpin negara Eropa yang penting tidak melakukannya juga,” tambahnya.
Di sisi lain, Kremlin mengatakan dalam pernyataan panggilan tersebut bahwa setiap perjanjian di masa mendatang harus mempertimbangkan ‘realitas teritorial baru’.
“Panggilan tersebut atas permintaan Berlin, dan merupakan pertukaran pandangan yang mendalam dan jujur tentang situasi di Ukraina,” kata Kremlin.
2. Trump Buka Suara Lagi soal Perang Ukraina
Manuver Biden yang memberikan izin penggunaan senjata AS di Rusia mengundang reaksi dari kubu AS terpilih Donald Trump. Putra sulung Trump, Donald Trump Jr., juga mengatakan bahwa manuver itu bisa mengundang Perang Dunia 3 (PD 3) dan kejadian itu telah direstui oleh sejumlah produsen alat-alat pertahanan.
“Kompleks Industri Militer tampaknya ingin memastikan mereka memulai PD 3 sebelum ayah saya memiliki kesempatan untuk menciptakan perdamaian dan menyelamatkan nyawa,” tulisnya di X pada hari Minggu.
“Harus mengunci Triliunan itu. Hidup akan terkutuk!!! Orang-orang bodoh!”
Anggota parlemen Rusia Maria Butina mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden mempertaruhkan Perang Dunia Ketiga (PD3) jika mengizinkan Ukraina menggunakan senjata buatan AS untuk menyerang Rusia.
“Orang-orang ini, pemerintahan Biden, sedang mencoba meningkatkan situasi semaksimal mungkin selagi mereka masih berkuasa dan masih menjabat,” kata Butina kepada Reuters.
“Saya sangat berharap (Donald) Trump akan mengatasi keputusan ini jika ini telah dibuat karena mereka benar-benar mempertaruhkan dimulainya PD3 yang tidak menguntungkan siapa pun.”
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada tanggal 12 September bahwa persetujuan Barat untuk langkah tersebut akan berarti adanya ‘keterlibatan langsung’ negara-negara NATO dan dalam perang di Ukraina. Ini karena infrastruktur dan personel militer NATO harus terlibat dalam penargetan dan penembakan rudal.
4. Kim Jong Un Semprot AS-Barat Soal Perang Ukraina
Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Barat menggunakan militer Ukraina sebagai ‘pasukan kejut’ untuk melawan Rusia. Hal ini disampaikannya dalam pidato yang disiarkan media pemerintah, Senin (18/11/2024).
Dalam laporan tersebut, yang dikutip AFP, Kim mengatakan AS dan Barat menggunakan konflik di Ukraina untuk memperluas cakupan intervensi militer mereka secara global. Ia menyebut bahwa Washington menganggap Kyiv sebagai sarana yang sangat penting untuk menggoyang kekuatan Rusia.
“Mereka juga mencoba untuk meningkatkan pengalaman tempur mereka, dengan Ukraina digunakan sebagai pasukan kejut melawan Rusia. Bantuan militer berkelanjutan Washington ke Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran Perang Dunia 3,” katanya.
Pernyataan ini muncul tatkala AS dan Korea Selatan (Korsel) menuduh Pyongyang mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk membantu Rusia melawan Ukraina. Para ahli mengatakan Kim sangat menginginkan teknologi canggih Moskow, ditambah pengalaman pertempuran untuk pasukannya, sebagai balasannya.
Pyongyang telah membantah pengerahan itu, dan Kim tidak menyebutkannya dalam pidato kepada komandan batalyon yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea resmi.
Kim juga berjanji negaranya akan memperkuat pertahanan senjata nuklirnya ‘tanpa batas’. Peringatannya muncul setelah Seoul pekan lalu mengatakan pasukan Korut telah mulai ‘terlibat dalam operasi tempur’ bersama pasukan Rusia di dekat perbatasan dengan Ukraina.
“Kim kemungkinan mengingat potensi pengerahan pasukan tambahan untuk mendukung perang Rusia di Ukraina,” kata Hong Min, analis senior di Institut Korea untuk Penyatuan Nasional.
Korut dan Rusia sendiri meneken kerja sama pertahanan Juni lalu. Keduanya diketahui memasukan klausul akan saling membantu jika salah satu dari mereka mendapatkan serangan.
5. China Buka Suara AS Izinkan Ukraina Pakai Rudal Jarak Jauh ke Rusia
China merespons langkah Amerika Serikat (AS) yang memberikan izin kepada Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh buatan AS terhadap sasaran militer di dalam wilayah Rusia.
Beijing secara tegas menyerukan penyelesaian damai untuk perang di Ukraina.
“Gencatan senjata lebih awal dan solusi politik adalah kepentingan semua pihak,” ujar Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam konferensi pers reguler ketika ditanya tentang keputusan AS tersebut, sebagaimana dilansir AFP, Senin (18/11/2024).
Lin menambahkan bahwa hal paling mendesak saat ini adalah “mendorong pendinginan situasi sesegera mungkin.”
Adapun China mengeklaim dirinya sebagai pihak netral dalam konflik ini dan menyatakan tidak memberikan bantuan senjata mematikan kepada salah satu pihak, berbeda dengan AS dan negara-negara Barat lainnya.
Namun, NATO menyebut Beijing sebagai “pendukung tegas” perang yang tidak pernah secara resmi mengutuk tindakan Rusia.
“China selalu mendorong dan mendukung semua upaya yang mendukung penyelesaian damai krisis ini,” Tegas Lin.
6. Putin Tembak 120 Rudal & 90 Drone ke Ukraina
Rusia melakukan serangan besar-besaran baru ke ibu kota Ukraina, Kyiv, Minggu (17/11/2024). Setidaknya ada 120 rudal dan 90 pesawat nirawak (drone) ditembakkan.
Pejabat Ukraina mengatakan ini menjadi serangan terbesar dalam tiga tahun perang berlangsung. Dua orang tewas sementara belasan lainnya luka-luka.
Mengutip AFP, ledakan besar terjadi dini hari di Kyiv dan kota dekat Sloviansk di wilayah Donetsk. Meski begitu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan ada 140 serangan yang berhasil dihalau dan ditembak jatuh dari 120 rudal dan 90 drone tersebut.
Operasi Moskow juga telah membuat pemadaman listrik terjadi. Ini membuat banyak pihak khawatir mengingat musim dingin ekstrem mulai datang di wilayah itu dan kebutuhan akan pemanas begitu tinggi.
“Pengeboman udara Rusia yang tak henti-hentinya telah menghancurkan setengah dari kapasitas produksi energi Ukraina,” tambah Zelensky.
Selain wilayah ibu kota Kyiv, operator jaringan Ukraina DTEK juga mengumumkan pemadaman listrik di wilayah Donetsk dan Dnipropetrovsk di timur. Listrik juga diputus di beberapa bagian kota pelabuhan Laut Hitam selatan Odesa sementara para pejabat memperingatkan infrastruktur penting terdampak di wilayah Vinnytsia, Rivne, Volhynia, dan Zaporizhzhia.
7. Ukraina Hantam Pabrik Rusia
Sementara itu, Ukraina juga telah mengambil langkah menyerang ke arah Rusia. Gubernur Kursk Aleksei Smirnov menyebutkan seorang jurnalis lokal tewas pada hari Minggu ketika pesawat nirawak Ukraina menyerang wilayahnya.
Di provinsi Belgorod Rusia, dekat Ukraina, seorang pria tewas di tempat setelah pesawat nirawak Ukraina menjatuhkan bahan peledak di mobilnya, Gubernur setempat Vyacheslav Gladkov melaporkan.
Pesawat nirawak Ukraina lainnya pada hari Minggu menargetkan pabrik pesawat nirawak di Izhevsk, yang berada jauh di dalam Rusia. Pemimpin daerah itu, Aleksandr Brechalov, melaporkan bahwa sebuah pesawat nirawak meledak di dekat sebuah pabrik di kota itu, memecahkan jendela tetapi tidak menyebabkan kerusakan serius.
“Seorang pria sempat dirawat di rumah sakit karena cedera kepala,” kata Brechalov.
8. Elon Musk Respons Langkah Biden Beri Restu Kyiv Serang Rusia
CEO SpaceX Elon Musk, orang kepercayaan dekat Presiden terpilih AS Donald Trump, telah mempertimbangkan keputusan Presiden Joe Biden untuk secara resmi menyetujui penggunaan rudal Amerika pada target yang jauh di dalam wilayah Rusia.
Pandangannya ini terungkap saat ia merespons unggahan di X dari Senator Utah Mike Lee yang menyebut Biden dan kelompoknya merupakan “kaum liberal yang menyukai perang,” dan menambahkan: “perang memfasilitasi pemerintahan yang lebih besar.”
Kemudian, Musk membalas unggahan ini dengan mengamini kata Lee. “Benar,” Jawab Musk.
(luc/luc)
-

Elon Musk Mendadak Borong Chip Rp 95 Triliun, Buat Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan Elon Musk yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI), xAI, mendapat pendanaan baru senilai US$6 miliar (Rp 95 triliun). Hal tersebut meningkatkan valuasi xAI menjadi US$50 miliar atau sekitar Rp 792 triliun.
Beberapa sumber mengatakan kepada Faber bahwa pendanaan yang akan ditutup pada pekan depan tersebut merupakan kombinasi US$5 miliar dari dana kekayaan negara (sovereign fund) di Timur Tengah, serta US$1 miliar dari investor lain.
Pendanaan tersebut akan digunakan untuk membeli 100.000 chip Nvidia, menurut sumber yang familiar dengan rencana perusahaan. Teknologi pengemudian tanpa awak (Full Self Driving) Tesla direncanakan akan bergantung pada superkomputer Memphis terbaru.
Pada November tahun lalu, xAI merilis chatbot yang dinamai Grok. Digadang-gadang Grok merupakan inisiatif untuk mengetahui berbagai informasi yang ada di alam semesta secara mendalam.
Chatbot tersebut diluncurkan setelah pelatihan selama 2 bulan. Grok juga memiliki pengetahuan real-time dari berbagai informasi di internet.
Dengan Grok, xAI mengklaim pihaknya berkompetisi langsung dengan ChatGPT dari OpenAI, Bard dari Google, serta Claude dari Anthropic, dikutip dari CNBC International, Senin (18/11/2024).
Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS berikutnya digadang-gadang akan membuat Musk lebih mudah mengembangkan inisiatif AI untuk merebut dominasi perusahaan lain.
(fab/fab)
-

Aplikasi Pengganti X Makin Ramai, Ini Alasan Orang Pindah
Jakarta, CNBC Indonesia – Media sosial Mastodon makin banyak digunakan usai netizen mencari pengganti aplikasi alternatif selain X.
Perusahaan mengatakan bahwa unduhan aplikasi resminya naik 47% di iOS. Sementara di Android naik 17%. Dengan demikian total pendaftaran bulanan naik sekitar 27% menjadi 90.000.
Pesaing yang open-source ini tidak seperti X yang tersentralisasi, Mastodon terdiri dari ribuan jaringan sosial yang berbeda, terintegrasi ke dalam web yang disebutnya “fediverse.”
“Kami mungkin belum menjadi yang terbesar dalam hal jumlah, tetapi Mastodon (dan fediverse) telah membuktikan dirinya sebagai platform komunikasi yang efektif dan andal selama 8 tahun terakhir dan tidak bergantung pada modal ventura untuk bertahan,” kata Pendiri Mastodon Eugen Rochko, dikutip dari PCMag, Senin (18/11/2024).
Beberapa waktu yang lalu, sejumlah pengguna X menutup akun mereka setelah Hari Pemilihan Umum di AS.
Analis lalu lintas internet Similarweb mengatakan 115.000 pengunjung web berbasis AS menonaktifkan akun X mereka pada 6 November. Ini merupakan angka penurunan terbesar dalam satu hari sejak Elon Musk mengambil alih platform tersebut pada Oktober 2022.
Musk telah menjadi pendukung vokal Presiden terpilih Donald Trump, dan mengizinkan pemulihan akun tokoh sayap kanan yang kontroversial.
Kemenangan Trump berdampak pada jumlah pengguna X
Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) berdampak pada media sosial X milik Elon Musk.
X diketahui menjadi salah satu alat yang digunakan Musk untuk menyebar kampanye demi memenangkan Donald Trump.
Menurut laporan Reuters, dikutip Jumat (15/11), aplikasi pesaing X, Bluesky, mendapat penambahan jutaan pengguna baru yang memilih meninggalkan X.
Secara spesifik, Bluesky berhasil meraup 2,5 juta pengguna baru dalam sepekan. Saat ini, total penggunanya tercatat mencapai 16 juta.
Bluesky merupakan salah satu dari beberapa aplikasi pesaing X yang menawarkan alternatif platform mikroblog pasca Musk mencaplok Twitter dan mengubah namanya. Bluesky terhitung masih baru, didirikan pada 2021 silam.
“Kami melihat peningkatan pertumbuhan pengguna yang memecahkan rekor tertinggi. Engagement seperti like, follows, dan akun baru, tumbuh signifikan. Kami mencatat penambahan setidaknya 1 juta pengguna baru dalam sehari,” kata Bluesky dalam keterangan resminya.
Organisasi kawakan seperti Center for Countering Digital Hate, organisasi media Guardian, serta mantan anchor CNN Don Lemon, terang-terangan mengatakan telah meninggalkan X karena kekhawatiran terkait kebijakan konten pada platform tersebut.
Beberapa pakar misinformasi menyebut X memainkan peran sentral dalam menyebarkan informasi sesat selama masa Pilpres AS.
(fab/fab)
-

Heboh Ibu Negara Brasil Mengumpat Elon Musk di G20, Gimana Ceritanya?
Brasilia –
Ibu Negara Brasil, Rosangela Lula da Silva atau yang dipanggil Janja, melontarkan kata umpatan untuk miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk saat menghadiri acara sosial dalam rangkaian KTT G20 di negaranya. Umpatan itu diucapkan Janja saat berbicara soal perlunya mengatur media sosial untuk mengendalikan penyebaran informasi keliru.
Insiden ini, seperti dilansir Reuters dan BBC, Senin (18/11/2024), terjadi ketika Janja sedang berbicara dalam panel soal disinformasi dalam salah satu acara sosial G20 pada Sabtu (16/11) yang digelar di Rio de Janeiro. Dalam forum itu, dia menganjurkan peraturan media sosial yang lebih ketat.
Tiba-tiba terdengar suara keras mirip klakson kapal di lokasi acara, dan Janja dengan nada bercanda melontarkan komentar berbunyi: “Saya pikir itu Elon Musk.”
“Saya tidak takut pada Anda, persetan, Elon Musk,” imbuh Janja yang menggunakan kata umpatan “f**k you” untuk Musk.
Momen tersebut menuai reaksi dari Musk yang merupakan pemilik platform media sosial X dan pemilik Tesla. Dia memposting ulang video soal insiden itu di media sosial, dan memberikan komentar berbunyi “lol” yang merupakan bahasa slang internet yang berarti “tertawa terbahak-bahak”.
Dalam postingan lainnya, Musk menambahkan dua emoji tertawa dan menulis komentar berbunyi: “Mereka akan kalah dalam pemilu berikutnya”.
Komentar itu tampaknya merujuk pada peluang Partai Pekerja yang dipimpin Lula da Silva dalam pemilu Brasil selanjutnya.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4009530/original/032387600_1651120599-AP22118027704475.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Top 3 Tekno: Elon Musk Gugat Microsoft hingga Oppo Find X8 Diperkuat Dimensity 9400 – Page 3
Oppo dipastikan akan meluncurkan Oppo Find X8 Pro dan Find X8 untuk pasar global. Keduanya akan hadir dengan chipset MediaTek Dimensity 9400.
Untuk diketahui, Oppo Find X8 Series akan menjadi perangkat pertama di dunia yang hadir dengan chipset 9400. Chipset ini disebut menggabungkan desain All Big Core generasi kedua yang memiliki kemampuan unggulan di AI, gaming, dan fotografi.
“Seri Find X8 akan memberikan pengalaman gaming, imaging, dan performa yang sangat mulus di tangan konsumen,” tutur Vice President Oppo sekaligus Presiden of Find Product Line Andy Wu dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (17/11/2024).
Oppo sendiri diketahui telah cukup lama berkolaborasi dengan MediaTek. Hal itu juga disampaikan oleh General Manager dari Wireless Communications Business Unit MediaTek Dr. Yenchi Lee.
“Selama bertahun-tahun, Oppo dan MediaTek telah menjalin kerja sama dengan misi yang sama: terus mengeksplorasi dan memimpin pengembangan teknologi baru,” tutur Dr. Yenchi.
Chipset Dimensity 9400 menawarkan peningkatkan performa signifikan dengan mengintegrasikan satu inti Arm Cortex-X925 yang beroperasi pada kecepatan 3,62GHz, dipadukan dengan tiga inti Cortex-X4 dan empat inti Cortex-A720.
Baca selengkapnya di sini
-

Elon Musk Debat dengan Pria Ini: Sampai Kehabisan Kata-kata
Jakarta –
Robin Zeng, pendiri perusahaan pembuat baterai mobil elektrik terbesar di dunia, “menyerang” Elon Musk. Menurutnya, Musk tak tahu cara membuat baterai yang benar.
Zeng adalah chairman Contemporary Amperex Technology (CATL), dan ia menyebut baterai dengan teknologi sel silinder 4680 yang digadang Musk akan gagal tak tak mungkin bisa sukses. Ia pun mengaku pernah berdebat dengan Musk di China pada April lalu.
“Kami berdebat keras, dan saya menunjukkan padanya. Dia hanya diam. Dia tidak tahu cara membuat baterai,” kata Zeng, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Senin (18/11/2024).
Sel baterai tabless 4680 saat ini dipakai di sejumlah mobil Tesla, termasuk Cybertruck. Musk menggadang 4680 ini punya kapasitas daya lima kali lebih besar, dan Tesla mengaku sudah memproduksi 100 juta sel baterai ini.
Laporan lain menyebutkan Musk memberi tenggat waktu untuk tim yang mengerjakan baterai ini hingga akhir tahun 2024 untuk menyelesaikan masalah biaya dan masalah lainnya.
Di sisi lain, baterai CATL dipakai di banyak mobil elektrik, dari mulai Tesla yang diproduksi di China sampai mobil bikinan Ford di Amerika Utara seperti Mustang Mac-E dan F-150 Lightning.
Spesialisasi CATL adalah baterai lithium iron phosphate (LFP), yang pada dasarnya punya kepadatan energi lebih rendah dibanding sel silinder, sehingga menawarkan jarak tempuh yang lebih pendek, dibanding Tesla lain.
Meski menyerang Musk karena tak paham soal baterai, Zeng mengakui kalau Musk punya pemahaman yang bagus dengan chip, software, hardware, dan berbagai hal mekanis lain.
Namun Musk, menurut Zeng, sering kali terlalu mengumbar janji. Terutama soal teknologi “Full Self Driving.”
“Mungkin sebenarnya butuh lima tahun. Namun ia bilang dua tahun. Saya jelas langsung bertanya kenapa dia melakukan itu. Ia menyebut ingin mendorong orang-orangnya,” jelas Zeng.
(asj/afr)
