Tag: Elon Musk

  • Kekayaan Elon Musk Bertambah Jadi Rp 5.330 Triliun Usai Donald Trump Menang Pilpres AS

    Kekayaan Elon Musk Bertambah Jadi Rp 5.330 Triliun Usai Donald Trump Menang Pilpres AS

    New York, Beritasatu.com – Elon Musk kembali menjadi orang terkaya di dunia. Musk juga mencetak rekor kekayaan terbesar yang pernah ada, menurut perhitungan Forbes.

    Elon Musk menjadi kian kaya raya seiring kenaikan yang signifikan dari harga saham Tesla, perusahaan produsen kendaraan listrik miliknya. Saham Tesla meroket setelah Donald Trump, yang didukung Musk, memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).

    Kekayaan bersih Elon Musk mencapai rekor US$ 321,7 miliar pada penutupan pasar hari Jumat (22/11/2024) waktu AS. Artinya, kekayaannya meningkat US$ 7 miliar karena kenaikan saham Tesla sebesar 3,8% ke level penutupan tertinggi baru dalam 3,5 tahun terakhir, yakni sebesar US$ 352,56 per saham.

    Harga saham Tesla ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar US$ 320,3 miliar yang ditetapkan pada 5 November 2021, di tengah lonjakan kinerja Tesla pada era pandemi Covid-19.

    Selain itu, valuasi perusahaan kecerdasan buatan generatif miliknya, xAI juga mengalami kenaikan menjadi US$ 50 miliar, menurut The Wall Street Journal. Hal ini membuat Musk menjadi lebih kaya US$ 13 miliar. Elon Musk yang memiliki sebanyak 60% saham perusahaan tersebut.

    Alhasil, Elon Musk mencatatkan kenaikan kekayaan menjadi US$ 334,3 miliar atau Rp 5.330 triliun. Mengutip data Forbes Realtimes Billonaires, kekayaan Elon Musk yang berada di urutan pertama daftar tersebut jauh meninggalkan Larry Ellison, pemilik kekayaan sebesar US$ 235,3 miliar yang berada di peringkat kedua.

    Elon Musk pun kembali menjadi pemilik kekayaan terbesar yang pernah dilacak oleh Forbes dan melampaui rekor yang dibuatnya pada tahun 2021.

    Kekayaan Elon Musk kini sekitar US$ 70 miliar lebih besar daripada pada hari pemilihan. Di mana saham Tesla melonjak 40% karena para investor di Wall Street meyakini jika kinerja perusahaan tersebut akan terus positif seiring ekspetasi adanya regulasi yang lebih bersahabat untuk Tesla di bawah pemerintahan Trump untuk Tesla, termasuk untuk kendaraan self-driving.

  • Elon Musk Ngamuk ke Tetangga Indonesia, Ini Pemicunya

    Elon Musk Ngamuk ke Tetangga Indonesia, Ini Pemicunya

    Jakarta

    Elon Musk, pemilik platform media sosial X, mengkritik rancangan undang-undang di Australia yang bertujuan untuk melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.

    Australia berencana untuk menguji coba sistem verifikasi usia termasuk dengan biometrik atau kartu identitas untuk mencegah anak-anak dan remaja mengakses platform media sosial seperti X, Instagram, Facebook, dan TikTok. Perusahaan media sosial dapat didenda hingga 50 juta dolar Australia jika terjadi pelanggaran sistemik.

    Dikutip detikINET dari NBC, undang-undang tersebut, yang sudah diperkenalkan di Parlemen oleh pemerintah Australia, merupakan salah satu yang terberat di dunia terkait media sosial.

    “Sepertinya cara terselubung untuk mengontrol akses ke Internet oleh semua warga Australia,” kata Musk di X, menanggapi postingan tentang RUU tersebut oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.

    Negara-negara lain telah mencoba untuk memberlakukan batasan pada media sosial untuk anak-anak, termasuk Amerika Serikat yang mengharuskan perusahaan teknologi mendapatkan persetujuan orang tua untuk mengumpulkan data dari anak-anak di bawah 13 tahun.

    Namun proposal di Australia jauh lebih ketat. Mereka menetapkan batas usia tertinggi di dunia pada 16 tahun dan tidak memberikan pengecualian untuk persetujuan orang tua atau akun yang sudah ada sebelumnya.

    Ini bukan pertama kalinya Musk secara terbuka mengkritik pemerintah Australia atas regulasi teknologi. Pada bulan April, ia menuduh Australia melakukan penyensoran setelah pengadilan memerintahkan X untuk menghapus konten grafis yang terkait dengan serangan penusukan terhadap seorang uskup Sydney yang disiarkan secara online.

    Pada saat itu, Albanese menyebut Musk sebagai miliarder arogan yang mengira dirinya kebal hukum. Pada bulan September, Musk menyebut pemerintah Australia “fasis” atas rencana untuk menindak misinformasi di dunia maya.

    (fyk/vmp)

  • Kekayaan Miliarder Elon Musk Sentuh Rekor Rp 5.546 Triliun – Page 3

    Kekayaan Miliarder Elon Musk Sentuh Rekor Rp 5.546 Triliun – Page 3

    Sebelumnya Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan miliarder Elon Musk dan Vivek Ramaswamy, mantan kandidat presiden sekaligus sekutu Trump, akan memimpin sebuah Departemen Efisiensi Pemerintah yang baru.

    “Bersama-sama, dua orang Amerika luar biasa ini akan membuka jalan bagi Pemerintahan saya untuk membongkar Birokrasi Pemerintah, mengurangi regulasi yang berlebihan, memotong pengeluaran yang tidak perlu, dan merestrukturisasi Lembaga Federal,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 12 November 2024.

    Dikutip melalui abcnews, Rabu (13/11/2024) Departemen Efisiensi Pemerintah ini bukanlah badan federal di dalam pemerintahan AS, tetapi akan memberikan nasihat dan panduan di luar pemerintahan dan bekerja sama dengan Gedung Putih serta Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) untuk mendorong reformasi struktural pemerintahan.

    “Saya berharap Elon dan Vivek dapat membawa perubahan pada Birokrasi Federal dengan berfokus pada efisiensi, sekaligus membuat hidup rakyat Amerika menjadi lebih baik,” tambah Trump.

    Musk memberikan tanggapan atas penunjukan Trump pada Selasa malam di X, dengan mengatakan bahwa transparansi dengan publik akan menjadi komponen kunci dari departemen ini.

    “Semua tindakan Departemen Efisiensi Pemerintah akan dipublikasikan secara online untuk transparansi maksimal,” kata Elon Musk.

    “Kapan pun publik merasa kami memotong sesuatu yang penting atau tidak memotong sesuatu yang tidak berguna, beri tahu kami!” tambah Musk.

    Musk juga menambahkan bahwa akan ada “papan peringkat” publik untuk melacak pengeluaran pajak.

    “Kami juga akan memiliki papan peringkat untuk pengeluaran pajak yang paling tidak masuk akal. Ini akan sangat tragis sekaligus menghibur,” ujar Musk.

    Dalam pernyataannya, Trump juga mengatakan bahwa departemen baru ini akan menargetkan “pemborosan dan penipuan besar-besaran” yang menurutnya ada dalam anggaran pemerintah sebesar USD 6,5 triliun.

  • Perempuan Ini Mengaku Kebal Elon Musk, Diserbu Netizen

    Perempuan Ini Mengaku Kebal Elon Musk, Diserbu Netizen

    Jakarta, CNBC Indonesia – Platform media sosial Bluesky mendadak populer sejak pemilu presiden Amerika Serikat rampung. Netizen berbondong-bondong meninggalkan media sosial X milik Elon Musk dan pindah ke Bluesky.

    Bluesky adalah platform media sosial yang didirikan oleh pendiri Twitter, Jack Dorsey. Elon Musk membeli Twitter dari Dorsey dan pemegang saham lainnya kemudian mengubah namanya menjadi X.

    Popularitas Bluesky mulai mencuri perhatian konglomerat dan investor kelas kakap. Bahkan, beberapa pihak dikabarkan siap merogoh kocek untuk mengakuisisi platform tersebut.

    Namun, CEO Bluesky Jay Gruber memberikan peringatan kepada para investor. Dalam wawancara dengan CNBC International, Gruber menyatakan, “Bluesky kebal miliarder.” 

    “Kebal miliarder karena dirancang seperti itu, jika ada yang mengakuisisi Bluesky atau perusahaan bangkrut, semuanya jadi sumber terbuka. Apa yang terjadi di Twitter tidak akan terjadi kepada kami, karena Anda [pengguna] punya opsi untuk hengkang tanpa harus memulai segalanya dari awal,” kata Gruber.

    Meskipun jumlah pengguna Bluesky meroket sejak pertengahan Oktober, jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibanding X atau Threads milik Instagram. Jumlah pengguna Bluesky baru 21 juta, Threads melaporkan 275 juta pengguna, sedangkan X punya 318 juta pengguna (Musk mengklaim X masih punya 600 juta pengguna).

    Dukungan Elon Musk atas Donald Trump, yang berhasil memenangi pemilihan presiden AS mengalahkan Wakil Presiden Kamala Harris, membuat pengguna X ramai-ramai pindah ke media sosial lain. Pasalnya, Musk kerap melontarkan suara yang ekstrem dan kontroversial.

    Bluesky sebetulnya lahir sebagai proyek internal di Twitter saat Dorsey masih menjadi CEO. Perusahaan ini telah bertransformasi menjadi perusahaan independen untuk kepentingan publik pada 2022. Pada Mei, Dorsey mengumumkan bahwa ia sudah melepaskan posisi di dewan komisaris Bluesky.

    “Pada 2019, Jack punya visi untuk sesuatu yang lebih baik di media sosial. Oleh karena itu, ia memilih saya untuk membangunnya. Kami berterima kasih kepadanya karena telah memulai, dan kami akan meneruskan,” kata Graber.

    Graber menjelaskan bahwa Bluesky dibangun sebagai jaringan sosial sumber terbuka yang bisa digunakan dan dikembangkan oleh setiap penggunanya.

    “Tidak ada yang pernah “seterbuka” ini, transparan, dan memberikan kendali sebesar ini kepada pengguna,” katanya.

    Bluesky berencana menawarkan paket berlangganan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan fitur spesial mereka. Namun, ia menegaskan Bluesky tak akan membuka akses bagi perusahaan pemasaran untuk mengirim iklan berdasarkan algoritma seperti media sosial lain dan Google.

    “Kami tak akan membangun algoritma untuk menyuapkan iklan ke pengguna atau untuk mempertahankan mereka,” kata Graber.

    Pada Oktober, Blueskye mengumumkan ronde pendanaan US$ 15 juta dari Blockchain Capital dan kini telah menggalang modal US$ 36 juta sejak berdiri.

    (dem/dem)

  • Elon Musk Ngamuk ke Tetangga Indonesia, Ini Pemicunya

    Pakar Cemas Elon Musk Jerumuskan NASA Dalam Bahaya

    Jakarta

    Peran NASA di masa depan dinilai menghadapi ancaman besar setelah Presiden terpilih Donald Trump menguatkan hubungannya dengan Elon Musk, CEO SpaceX.

    Dalam perannya sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah, Musk berjanji untuk memotong anggaran negara hingga USD 2 triliun, yang termasuk mengevaluasi kontrak-kontrak yang berhubungan dengan perusahaannya sendiri, SpaceX.

    Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa NASA, yang selama ini menjadi kebanggaan Amerika dalam dunia luar angkasa, dapat berubah menjadi alat yang melayani kepentingan pribadi Musk.

    Peter Juul, Direktur Kebijakan Keamanan Nasional di Progressive Policy Institute, dalam artikelnya untuk SpaceNews, menyoroti potensi bahaya besar dari situasi ini. Menurutnya, konflik kepentingan antara Musk dan Trump bisa mengarah pada situasi di mana dana dari pajak rakyat dialirkan ke perusahaan swasta, terutama SpaceX, yang bisa merugikan NASA. NASA mungkin pilih kasih ke SpaceX.

    “Jika Presiden terpilih Donald Trump dan oligarki teknologi Elon Musk mendapatkan apa yang mereka inginkan, NASA mungkin akan berubah menjadi lembaga kontraktor yang dibesarkan namanya,” tulis Juul.

    Meskipun SpaceX telah membuat kemajuan dalam pengembangan roket Starship yang direncanakan untuk misi Mars, Juul mengkritik ambisi perusahaan ini yang dianggap masih jauh dari siap. Bahkan, jika Starship digunakan untuk misi kembali ke permukaan Bulan, SpaceX mungkin perlu melakukan hingga 16 uji peluncuran untuk mengirimkan satu pesawat ruang angkasa.

    “Secara sederhana, perusahaan ini belum menunjukkan kemampuan teknis yang diperlukan untuk menjalankan misi yang lebih sederhana sekalipun,” tulis Juul, menegaskan bahwa SpaceX belum cukup matang untuk menangani misi luar angkasa yang kompleks.

    Juul juga mengingatkan karakter Musk bisa menjadi kendala besar bagi kemajuan NASA. Hubungan Musk yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, pandangan politiknya yang semakin rasialis dan transfobik, serta berbagai tuduhan pelecehan seksual yang membayangi, dapat memperburuk citra NASA sebagai lembaga riset dan eksplorasi luar angkasa.

    Juul menekankan bahwa Kongres Amerika Serikat memiliki kewenangan untuk melindungi NASA dari potensi kerugian ini. “Kongres memiliki kekuatan untuk mencegah pemerintahan yang baru dari meruntuhkan NASA dan pada akhirnya menyerahkan kegiatan luar angkasa kepada satu perusahaan swasta,” ujarnya.

    Sebagai lembaga independen yang vital, NASA tidak boleh dipersempit peranannya hanya untuk memenuhi kepentingan satu entitas bisnis. Sejarah menunjukkan bahwa Kongres sering terlibat dalam menentukan arah kebijakan luar angkasa, seperti saat mereka mengurangi anggaran NASA atau memaksa perubahan besar pada misi pengembalian sampel Mars.

    Juul mengusulkan agar Kongres memperkuat pengembangan Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System/SLS) milik NASA, sebuah program yang dianggap memiliki keunggulan teknis yang tidak dimiliki oleh negara atau perusahaan swasta lainnya.

    Meskipun SLS menghadapi kritik karena keterlambatan dan pembengkakan biaya, Juul percaya teknologi ini masih merupakan kekuatan utama yang harus dipertahankan untuk menjaga dominasi Amerika dalam eksplorasi luar angkasa.

    Di sisi lain, Juul juga mendesak agar Kongres menguatkan kebijakan kontrak ‘sumber ganda’ NASA, yang mewajibkan adanya persaingan antara dua perusahaan, alih-alih memberi kontrak dominan kepada SpaceX.

    Meski strategi ini menghadirkan tantangan, seperti bencana yang dialami misi Starliner Boeing, yang jauh lebih mahal daripada pesawat Crew Dragon milik SpaceX yang lebih andal, Juul tetap menganggap perlindungan terhadap NASA sebagai hal yang lebih penting.

    Menurut Juul, Kongres harus bertindak untuk melindungi NASA sebagai kebanggaan Amerika dari eksploitasi oligarki. Di bawah pemerintahan yang sebelumnya mengabaikan bukti ilmiah, seperti penolakan perubahan iklim yang digaungkan Trump, perlindungan terhadap NASA dan kegiatan ilmiahnya menjadi lebih krusial.

    Untuk itu, Kongres harus berperan aktif memastikan NASA tetap berjalan sesuai dengan tujuannya, sebagai lembaga yang berdedikasi pada eksplorasi luar angkasa dan riset ilmiah, bukan menjadi alat memperkaya satu individu atau perusahaan swasta.

    *Artikel ini ditulis oleh Dita Aliccia Armadani, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (fyk/fyk)

  • Elon Musk Bikin Malu, Pemilik Tesla Kompak Ambil Langkah Bareng

    Elon Musk Bikin Malu, Pemilik Tesla Kompak Ambil Langkah Bareng

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tingkah laku Elon Musk membuat pemilik Tesla malu sehingga ramai-ramai membeli stiker buatan Hawaii untuk menunjukkan mereka tidak mendukung sikap politik orang terkaya dunia tersebut.

    Heatmap mengabarkan bahwa sebuah perusahaan pembuat stiker di Hawaii kebanjiran order dari pemilik Tesla di seluruh Amerika Serikat. Salah satu stiker yang paling laku adalah yang bertuliskan “saya membeli ini [Tesla] sebelum Elon gila.” 

    Matthew Hiller, pemilik toko Mad Puffer Sticker mengatakan ia mendapatkan ide stiker terlarisnya pada 2023. Saat itu, ia berpikir untuk membeli Tesla.

    Namun, pada saat yang sama Musk mengambil alih Twitter dan mulai melontarkan berbagai pendapat ekstrem. Hiller mengurungkan niatnya karena tak ingin dirinya dikaitkan dengan merek yang toxic.

    “Saya berpikir, tak mungkin saya membeli Tesla. Namun, akan banyak sekali orang yang malu karena dikaitkan dengan Musk saat mengemudikan Tesla. Mereka juga pasti ingin menegaskan bahwa mereka juga tak suka dengan orang ini,” kata Hiller. 

    Produk pertama Hiller yang laris manis adalah stiker yang bertuliskan “saya membeli ini sebelum kita tahu Elon gila.” Stiker tersebut viral di media sosial dan diberitakan oleh media besar seperti Business Insider dan Washington Post.

    “Saya biasanya menjual 5 hingga 7 stiker setiap hari. Tiba-tiba saya menjual 50 stiker sehari karena jadi pembicaraan di Reddit,” kata Hiller.

    “I would be selling five to seven a day,” he said, “and then suddenly, there would be 50 a day because someone else talked about it on Reddit.”

    Setahun kemudian, stiker anti-Musk buatannya makin populer. Apalagi, setelah Donald Trump memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat mengalahkan Wakil Presiden Kamala Harris.

    “Saya tidak sanggup lagi. Pekerjaan full-time saya adalah mengelola aquarium, dan saya harus pulang dan mengemas stiker sampai jam 11 malam. Semua saya dan istri saya yang mengerjakan.” kata Hiller.

    Meskipun banyak penjual stiker lain yang meniru stiker Hiller, ia tetap menikmati tambahan penghasilan yang signifikan. Stiker Hiller dijual seharga US$ 10 per lembar.

    Hiller memperkirakan ia menjual 10.000 stiker sejak tahun lalu dan harus mengirim 180 stiker baru tiap hari.

    (dem/dem)

  • Terlibat Skandal Seks, Calon Jaksa Agung AS Pilihan Trump Mengundurkan Diri

    Terlibat Skandal Seks, Calon Jaksa Agung AS Pilihan Trump Mengundurkan Diri

    Jakarta

    Calon Jaksa Agung Amerika Serikat pilihan Presiden terpilih Donald Trump, Matt Gaetz mengundurkan diri. Pengunduran diri itu disampaikan lantaran Gaetz dihadapi skandal seks.

    Dilansir AFP, Jumat (22/11/2024), Gaetz adalah salah satu dari beberapa kandidat pilihan Trump yang menyita perhatian publik, termasuk pembawa acara Fox News Pete Hegseth sebagai menteri pertahanan, tokoh anti-vaksin Robert F. Kennedy Jr. sebagai menteri kesehatan, hingga miliarder Elon Musk untuk memimpin memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan atau Department of Government Efficiency (DOGE).

    Panel kongres telah menyelidiki dugaan aktivitas ilegal oleh Gaetz, termasuk pelecehan seksual dengan seorang gadis berusia 17 tahun–yang dibantahnya — serta penggunaan narkoba, dan penyalahgunaan dana kampanye.

    Gaetz menghadapi perjuangan berat untuk memperoleh konfirmasi di Senat untuk peran hukum tertinggi sebagai jaksa agung karena adanya pertentangan yang meluas, bahkan dari dalam Partai Republiknya sendiri.

    “Saya mengadakan pertemuan yang sangat baik dengan para Senator kemarin. Saya menghargai masukan mereka yang bijaksana–dan dukungan luar biasa dari begitu banyak orang,” kata Gaetz di X.

    “Meskipun momentumnya kuat, jelas bahwa konfirmasi saya secara tidak adil menjadi pengalih perhatian bagi pekerjaan penting Transisi Trump/Vance.”

    Gaetz pertama kali terpilih menjadi anggota DPR AS pada tahun 2016 dan memenangkan pemilihan ulang bulan ini, tetapi ia mengundurkan diri sebagai anggota kongres tak lama setelah Trump memilihnya menjadi jaksa agung.

    Beberapa nominasi Trump telah memicu kritik, dan kekacauan transisi terbaru muncul ketika rincian baru yang mengerikan muncul tentang calon Pertahanan Hegseth.

    Dia diselidiki atas tuduhan penyerangan seksual setelah adanya pengaduan dari seorang wanita yang tidak disebutkan namanya pada sebuah konferensi di California tahun 2017.

    The New York Times melaporkan rincian dari penyelidikan polisi, yang ditutup tanpa Hegseth didakwa.

    Wanita yang sudah menikah itu mengatakan kepada petugas bahwa dia menderita hilang ingatan dan mengira minumannya mungkin telah dicampur, sementara Hegseth mengatakan bahwa pertemuan itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

    (taa/taa)

  • Ditonton Donald Trump, SpaceX Gagal Tangkap Roket Starship

    Ditonton Donald Trump, SpaceX Gagal Tangkap Roket Starship

    Jakarta

    SpaceX baru saja meluncurkan misi uji coba keenam roket Starship sekaligus mencoba menangkap booster Super Heavy di udara. Sayangnya penerbangan uji coba kali ini tidak berjalan mulus.

    Roket Starship, yang terdiri dari booster Super Heavy dan upper stage Starship, diterbangkan dari fasilitas Starbase milik SpaceX di Brownsville, Texas pada Selasa (19/11) pukul 17.00 waktu setempat.

    Peluncuran roket Starship kali ini juga dihadiri oleh CEO SpaceX Elon Musk dan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump. Hubungan keduanya memang semakin dekat, terutama setelah Trump memenangkan pemilihan presiden AS 2024.

    Setelah menghidupkan 33 mesin Raptor yang membawa roket Starship ke angkasa, booster Super Heavy kemudian memisahkan diri dari upper stage-nya. Booster ini kemudian berbalik arah dan turun perlahan menuju tempat peluncurannya.

    SpaceX berencana menangkap booster Super Heavy di udara menggunakan lengan yang dijuluki Mechazilla. Aksi ini sebelumnya pernah dilakukan di peluncuran kelima yang dilakukan pertengahan Oktober 2024.

    Sayangnya, saat Super Heavy mendekati lokasi peluncuran, SpaceX membatalkan upaya menangkap booster tersebut menggunakan Mechazilla karena data dan hasil pengecekan tidak mendukung manuver tersebut. Super Heavy kemudian mendarat halus di perairan Teluk Meksiko sekitar tujuh menit setelah peluncuran.

    Booster Super Heavy sebelum ‘nyemplung’ di Teluk Meksiko Foto: SpaceX

    Sementara itu, upper stage Starship melanjutkan perjalanannya ke angkasa sebelum melayang di lintasan semi-orbital. Roket ini kemudian mendarat di Samudera India sekitar 65 menit setelah peluncuran, seperti dikutip dari Space, Kamis (21/11/2024).

    Meski gagal menangkap Super Heavy, peluncuran kali ini mencatatkan pencapaian baru untuk SpaceX. Ini pertama kalinya roket Starship terbang membawa muatan – sebuah boneka berbentuk pisang – yang berfungsi sebagai indikator gravitasi nol.

    Selain itu, upper stage Starship juga sempat menyalakan salah satu dari enam mesin Raptor-nya sekitar 38 menit setelah terbang. Aktivasi mesin ini menunjukkan bahwa Starship bisa melakukan manuver yang dibutuhkan untuk kembali ke Bumi dengan aman setelah terbang ke orbit.

    (vmp/vmp)

  • Ditonton Trump, Roket Raksasa Elon Musk Gagal Nyangkut Malah Tercebur

    Ditonton Trump, Roket Raksasa Elon Musk Gagal Nyangkut Malah Tercebur

    Jakarta, CNBC Indonesia – Roket raksasa Elon Musk gagal mengulang kesuksesannya mendarat dengan mulus pada percobaan peluncuran yang disaksikan langsung oleh presiden AS terpilih Donald Trump.

    SpaceX menggelar lagi percobaan peluncuran roket raksasa yang diberi nama Starship di Texas pada Selasa (19/11/2024) waktu setempat. Roket yang tingginya mencapai 122 meter tersebut didesain untuk membawa astronaut ke Bulan dan ke Mars. Sebagai perbandingan, tinggi Monas dari permukaan tanah ke ujung ukiran api adalah 132 meter.

    Starship didesain khusus agar bisa digunakan berulang kali seperti roket buatan SpaceX yang diberi nama Falcon. Namun, SpaceX menggunakan mekanisme pendaratan lain karena ukuran Starship yang jauh lebih besar. Alih-alih dirancang untuk mendarat mulus di permukaan tanah, sistem pendorong Starship yang diberi nama Super Heavy didesain untuk “ditangkap” oleh dua lengan besi sebelum menyentuh tanah.

    Dalam uji coba yang disaksikan Trump, Super Heavy yang tingginya mencapai 71 meter berhasil memisahkan diri di ketinggian 62 kilometer di atas permukaan tanah. Namun, Super Heavy tidak berhasil kembali ke area peluncuran dan jatuh di laut di sekitar Teluk Meksiko. Menurut Reuters, keputusan SpaceX untuk mengalihkan Super Heavy ke wilayah laut menunjukkan ada permasalahan dalam peluncuran.

    Dalam sebuah video streaming yang disiarkan oleh blogger Everyday Astronaut, Super Heavy terlihat meledak di atas Teluk Meksiko.

    Pada percobaan sebelumnya, Super Heavy berhasil ditangkap oleh lengan besi. Percobaan kemarin, menurut pendiri SpaceX Elon Musk, didesain untuk lebih “cepat dan keras.”

    Meskipun Super Heavy gagal mendarat, bagian dari Starship yang meluncur ke orbit sukses mengelilingi Bumi kemudian jatuh di Samudra Hindia satu jam setelah peluncuran. SpaceX untuk pertama kalinya sukses menghidupkan mesin Starship di luar angkasa dalam peluncuran tersebut. Mesin di Starship dirancang untuk mengendalikan arah terbang pesawat.

    Bos NASA Bill Nelson menyatakan keberhasilan SpaceX menyalakan mesin Starship di luar atmosfer adalah “kemajuan besar menuju penerbangan orbit.”

    Kehadiran Trump dalam peluncuran Starship menggambarkan kedekatannya dengan Trump. Miliarder yang juga memimpin perusahaan produsen mobil listrik Tesla tersebut diperkirakan bakal punya pengaruh besar dalam pemerintahan Trump.

    Musk yang merupakan orang terkaya dunia adalah salah satu pendukung utama Trump dan diketahui telah mendonasikan hingga US$ 119 juta kepada kampanye Trump.

    “Saya menuju Texas untuk menyaksikan peluncuran objek terbesar yang pernah diterbangkan, tak hanya menuju luar angkasa, tetapi [objek terbesar] yang bisa diterbangkan,” kata Trump di media sosial miliknya, Truth Social.

    (dem/dem)

  • Robot Humanoid Elon Musk Jadi Teman Kim Kardashian, Mengobrol hingga Berdansa

    Robot Humanoid Elon Musk Jadi Teman Kim Kardashian, Mengobrol hingga Berdansa

    Bisnis.com, JAKARTA – Selebritis Hollywood Kim Kardashian kini memiliki teman baru yang tidak biasa, yaitu Optimus yang merupakan robot humanoid bipedal milik Tesla Elon Musk.

    Melansir dari Techcrunch, Rabu (20/11/2024) Kim Kardashian memperkenalkan robot tersebut melalui unggahan yang dibagikan melalui X dan Instagram Stories.

    Dalam unggahan tersebut, Kim meminta Optimus untuk membuat hati dengan tangannya, menari seolah berada di pesta dansa, dan bermain batu, gunting, kertas.

    Dalam video lainnya, Kim Kardashian juga terlihat duduk bersama versi emas dari Optimus di dalam Cyber Cab Tesla, kendaraan otonom dua penumpang yang rencananya akan mulai diproduksi pada tahun 2027. 

    Adapun, Tesla memamerkan robot Optimus di acara We Robot bulan lalu. Meskipun robot-robot tersebut menarik perhatian, Optimus tidak sepenuhnya otonom dan masih dikendalikan oleh manusia. 

    Oleh karena itu, interaksi yang dilakukan oleh Kim Kardashian dengan Optimus kemungkinan besar juga dipandu oleh seseorang.

    Musk belum memberikan komentar langsung terkait video tersebut. Namun Musk me-retweet salah satu unggahan Kim Kardashian di X.

    Terlepas dari interaksi menarik ini, Kardashian belum menyebut video tersebut sebagai konten sponsor. Sebab, Kim sudah memiliki beberapa produk Tesla, termasuk Cyber Truck. 

    Namun, baru-baru ini, Kim Kardashian dikabarkan ditilang karena kaca jendela depannya terlalu gelap. Mungkin, dengan bantuan Optimus, masalah itu bisa segera terselesaikan.

    Sebelumnya, Presiden terpilih AS Donald Trump mengumumkan miliarder Elon Musk akan memimpin kementerian baru bernama Departemen Efisiensi Pemerintahan atau Department of Government Efficiency pada masa pemerintahannya yang kedua.

    Mengutip Reuters pada Rabu (13/11/2024) Musk akan memimpin departemen baru tersebut bersama mantan kandidat presiden dari Partai Republik Vivek Ramaswamy.

    “Musk dan Ramaswamy akan membuka jalan bagi pemerintahan saya untuk membongkar birokrasi pemerintah, memangkas kelebihan peraturan, memotong pengeluaran yang boros, dan merestrukturisasi Badan-Badan Federal,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

    Trump mengatakan pekerjaan mereka akan selesai pada 4 Juli 2026, dan menambahkan bahwa pemerintahan yang lebih kecil dan lebih efisien akan menjadi hadiah bagi negara tersebut pada peringatan 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan AS.

    Penunjukan tersebut memberikan penghargaan kepada dua pendukung Trump yang berasal dari sektor swasta. Musk merupakan pemilik perusahaan mobil listrik Tesla, platform media sosial X dan perusahaan roket SpaceX.

    Sementara itu, Ramaswamy adalah pendiri perusahaan farmasi yang mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Republik melawan Trump dan kemudian memberikan dukungannya di belakang mantan presiden setelah keluar.

    Musk memberikan jutaan dolar untuk mendukung kampanye kepresidenan Trump dan tampil di depan umum bersamanya. Trump mengatakan dia akan menawarkan Musk, orang terkaya di dunia, peran dalam pemerintahannya untuk mendorong efisiensi pemerintahan.

    Adapun, akronim departemen baru tersebut, DOGE, bertepatan dengan nama cryptocurrency Dogecoin yang dipromosikan Musk.

    “Ini akan mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh sistem, dan siapa pun yang terlibat dalam sampah pemerintah, yang jumlahnya banyak!,” kata Musk dalam pernyataannya.