Tag: Elon Musk

  • Elon Musk Tukang Bohong, Korbannya Sampai Meninggal

    Elon Musk Tukang Bohong, Korbannya Sampai Meninggal

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tesla dan Elon Musk dituduh berbohong terkait teknologi ‘Autopilot’ pada unit mobilnya. Dampaknya fatal karena merenggut nyawa pengemudi yang mengalami kecelakaan 2023 silam.

    Keluarga korban menuntut Tesla atas insiden tersebut. Mereka mengklaim Tesla telah melakukan penipuan melalui teknologi Autopilot-nya. Teknologi tersebut memungkinkan mobil berjalan dengan sistem pengemudi otomatis sebagian.

    Pengemudi Tesla yang meninggal bernama Genesis Giovanni Mendoza-Martinez. Ia menabrak truk pemadam kebakaran yang sedang terparkir ketika menggunakan sistem Autopilot Tesla Model S di Walnut Creek, California, Amerika Serikat (AS).

    Saudara lelakinya, Caleb, yang merupakan penumpang kala itu, mengalami luka parah.

    Keluarga Mendoza menuntut Tesla pada Oktober lalu di Contra Costa County. Belakangan Tesla memindahkan persidangan dari pengadilan negara bagian ke pengadilan federal di Distrik Utara California.

    The Independent pertama kali melaporkan pemindahan pengadilan tersebut. Gugatan biasanya mengalami tekanan untuk pembuktian lebih tinggi atas klaim penipuan di pengadilan tingkat federal.

    Pengacara Mendoza menuduh Tesla dan Musk telah membesar-besarkan klaim soal kecanggihan sistem Autopilot selama bertahun-tahun. Dengan begitu, banyak orang antusias untuk menjajal sistem Autopilot Tesla dan meningkatkan profit perusahaan.

    Tuduhan itu disertai bukti tweet, blog perusahaan, dan pernyataan Musk dalam laporan kinerja perusahaan dan wawancara ke media.

    Pengacara Tesla mengatakan kelalaian korban merupakan penyebab tabrakan terjadi. Ia juga mengatakan materi promosi Tesla tak menjadi faktor substantif dalam insiden tersebut.

    Tesla tidak menanggapi permintaan komentar untuk kasus ini. Pengacara yang mewakili keluarga Mendoza juga menolak permintaan wawancara ke kliennya.

    Setidaknya ada 15 kasus aktif yang fokus terhadap kecelakaan Tesla yang melibatkan sistem Autopilot atau FSD (Full Self-Driving) milik perusahaan. Tiga di antaranya sudah berpindah ke pengadilan federal.

    FSD merupakan versi premium dari sistem Autopilot Tesla. Jika Autopilot merupakan opsi standar pada mobil Tesla, maka FSD membutuhkan biaya langganan premium dari konsumen.

    Kasus tabrakan Mendoza-Martinez juga menjadi cikal-bakal penyelidikan sistem Autopilot Tesla yang digelar Lembaga Keamanan Lalu Lintas Nasional AS (NHTSA) pada Agustus 2021. Sebagai bagian penyelidikan tersebut, Tesla telah membuat perubahan pada sistemnya, termasuk melakukan pembaruan software otomatis atau over-the-air (OTA).

    NHTSA juga telah membuka penyelidikan kedua yang masih berjalan. Tujuannya untuk mengevaluasi apakah penarikan (recall) unit mobil Tesla untuk mengatasi masalah pada sistem Autopilot-nya efektif atau tidak.

    NHTSA telah memberikan peringatan kepada Tesla terkait postingan di media sosialnya. NHTSA mengatakan materi promosi Tesla bisa membuat orang mengira mobilnya benar-benar bisa dikemudikan tanpa awak.

    Departemen Kendaraan Bermotor California juga telah menutut Tesla atas tuduhan sistem Autopilot dan FSD dengan klaim kesalahan dalam materi periklanan.

    Di saat bersamaan, Musk tetap mengumbar janji ke investor bahwa mobil-mobil Tesla akan sepenuhnya otomatis tanpa perlu pengemudi manusia. Janji ini sudah digaungkan sejak 2014 dan terus diumbar dalam berbagai kesempatan.

    (fab/fab)

  • Warga RI Sudah Candu Parah, Asing Beberkan Buktinya

    Warga RI Sudah Candu Parah, Asing Beberkan Buktinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi manusia modern dalam mengakses informasi. Trafik internet pun terus meningkat dari tahun-ke-tahun.

    Secara global, trafik internet tumbuh 17,2% sepanjang 2024, menurut laporan dari firma jaringan pengiriman konten (CDN) dan keamanan web asal California, Cloudflare.

    Secara khusus di Indonesia, pertumbuhan trafik internet mencapai 32,4% atau di atas rata-rata global. Kendati demikian, Indonesia masih kalah dengan pertumbuhan trafik internet di Guinea, Afrika Barat, yang mencapai 350% atau tertinggi sedunia.

    Secara rata-rata kecepatan internet di Indonesia untuk download menurut Cloudflare berkisar di 35Mbps, sementara latensinya 41ms.

    Adapun akses internet paling banyak dilakukan lewat perangkat mobile seperti HP dan tablet yang mencapai 60,5%. Akses via desktop hanya 39,5%.

    Di perangkat mobile, Android masih mendominasi akses internet masyarakat Indonesia dengan pangsa pasar 91,3%. Sementara itu, iOS hanya meraup 8,7%, dikutip dari laporan resmi Cloudflare Radar Year in Review, Rabu (11/12/2024).

    Secara global, pertumbuhan trafik internet turut disokong layanan berbasis satelit Starlink milik Elon Musk. Layanan tersebut juga sudah mulai tersedia di Indonesia sejak beberapa bulan lalu.

    Menurut Cloudflare, trafik internet global dari Starlink tumbuh 3,3 kali lipat sepanjang 2024. Umumnya, pertumbuhan trafik internet Starlink yang signifikan bisa dilihat di beberapa negara seperti Zimbabwe, Malawi, Paraguay, dan Georgia. Indonesia belum menyumbang trafik internet yang signifikan untuk layanan di bawah SpaceX tersebut.

    (fab/fab)

  • Seperti Indonesia, Italia bakal Uji Starlink untuk Gulirkan Internet Cepat ke Wilayah Terpencil – Page 3

    Seperti Indonesia, Italia bakal Uji Starlink untuk Gulirkan Internet Cepat ke Wilayah Terpencil – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Italia berencana untuk memulai pengujian Starlink pada Januari mendatang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan internet berkecepatan tinggi di negara Eropa tersebut.

    Dikatakan oleh dua orang sumber yang tak disebutkan namanya, penggunaan Starlink milik Elon Musk dinilai menjadi solusi yang paling layak untuk meningkatkan kualitas internet kecepatan tinggi di Italia.

    Mengutip Reuters, Rabu (11/12/2024), pengujian tersebut merupakan bagian dari proyek percontohan. Hasilnya diharapkan bisa dirasakan paling cepat Maret mendatang dan akan terbuka untuk beberapa perusahaan internet satelit, termasuk Starlink.

    Pengujian ini bertujuan untuk memverifikasi apakah standar yang dipersyaratkan oleh rencana internet Italia bisa dipenuhi oleh kombinasi koneksi satelit dan fiber.

    Sekadar informasi, perusahaan serat optik yang didukung negara, Open Fiber, dan pesaingnya, FiberCop, telah menggelar kaber sepanjang sepertiga dari 3,4 juta bangunan yang ditargetkan terkoneksi fiber di Italia.

    Nilai investasi untuk penggelaran kabel fiber itu sebesar 3,4 Miliar Euro dan direncanakan selesai sekitar Juni 2026.

    Risiko keterlambatan sebagian terkait dengan kesulitan dalam menghubungkan sekitar 450 ribu bangunan yang tersebar di permukiman kecil di wilayah luar (yang sulit dijangkau) yang lebih padat penduduknya.

    Starlink, perusahaan internet berbasis satelit milik Elon Musk, kini memiliki 6.700 satelit aktif yang mengorbit Bumi (Low Earth Orbit). Starlink menyediakan jaringan pita lebar latensi rendah pada empat juta pelanggan di seluruh dunia, dan 55.000 pelanggan di antaranya ada di Italia.

    CEO SpaceX, Elon Musk telah memberikan pembaharuan mengenai peluncuran layanan internet satelit Spacelink miliknya. Ia mengumumkan bahwa konektivitas layanan tersebut akan diluncurkan secara global.

  • Pentagon Berubah Total Gara-gara Elon Musk

    Pentagon Berubah Total Gara-gara Elon Musk

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden AS terpilih Donald Trump mendorong efisiensi pada pemerintahannya. Elon Musk bersama dengan Vivek Ramaswamu ditunjuk sebagai pemimpin untuk badan yang disebut Department of Government Efficiency (DOGE).

    Musk telah mengindikasikan bahwa anggaran dan prioritas Departemen Pertahanan atau Pentagon akan menjadi target rencana efisiensinya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Pentagon akan dirombak habis-habisan.

    Menurut beberapa eksekutif perusahaan di AS, Elon Musk kemungkinan akan membuat lebih banyak proyek gabungan antara kontraktor pertahanan kelas kakap dengan firma lebih kecil di sektor kecerdasan buatan (AI) dan drone.

    Hal ini memicu keresahan bagi kontraktor besar seperti Boeing, Northrop Grumman, Lockheed Martin, dan General Dynamics.

    Firma teknologi militer seperti Palantir yang bergerak di sektor software AI dan Anduril yang memproduksi drone menyambut gembira inisiatif Musk. Mereka berupaya mengambil sedikit ceruk yang telah dikuasai perusahaan-perusahaan besar selama beberapa dekade.

    Dalam Reagan National Defense Forum yang digelar di California dan menghadirkan para eksekutif korporasi, pemimpin militer AS, dan pemangku kebijakan, mereka mengatakan firma-firma kecil akan mengambil peran lebih besar di sektor pertahanan berkat peran baru Musk di pemerintahan Trump.

    Musk dan beberapa firma kecil sudah satu suara mengkritisi program-program pertahanan dengan anggaran jumbo seperti jet tempur F-35 dari Lockheed Martin. Musk juga merekomendasikan produksi massal untuk drone, rudal, dan kapal selam berbasis AI yang lebih murah.

    Hal tersebut bisa diwujudkan melalui kemitraan antara kontraktor-kontraktor pertahanan besar dengan firma teknologi baru. Beberapa eksekutif industri teknologi mengatakan beberapa firma kecil sudah memiliki hubungan yang dekat dengan perusahaan milik Musk seperti SpaceX dan Tesla.

    Namun, jumlah uang yang tersedia untuk perusahaan pertahanan baru mungkin terbatas, yakni kurang dari 20% anggaran Pentagon untuk membeli persenjataan.

    Secara historis, hanya sekitar 1% yang digunakan untuk pembelian program baru seperti yang ditawarkan oleh pendatang baru di pasar ini, menurut Tara Murphy Dougherty, CEO perusahaan perangkat lunak akuisisi pertahanan Govini.

    (fab/fab)

  • Terbongkar Elon Musk Keluar Uang Sebanyak Ini Menangkan Trump

    Terbongkar Elon Musk Keluar Uang Sebanyak Ini Menangkan Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia – Miliarder Elon Musk mengeluarkan cukup banyak uang untuk mendanai Donald Trump saat menjadi calon presiden Amerika (AS) dalam pemilu tahun ini. Terungkap bos media sosial X itu memberikan US$242,6 juta (Rp 3,8 triliun).

    Jumlah itu membuatnya menjadi penyumbang terbesar dibandingkan dengan tokoh lain yang ikut mendukung Trump.

    Selain Musk, ada pula nama Marc Andreessen sebagai salah satu penyumbang Trump. Jumlahnya tak sebanyak Musk, ‘hanya’ US$5,5 juta (Rp 87,2 miliar) yang keluar dari kantong pendiri perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz itu.

    Adapula Jan Koum yang merupakan pendiri WhatsApp memberikan US$5,1 juta (Rp 80,9 miliar). Presiden terpilih AS itu diketahui mengantongi US$273 juta (Rp 4,3 triliun) dari sumbangan saat pemilihan lalu, dikutip dari The Guardian, Senin (9/12/2024).

    Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) lalu menimbulkan sebuah fenomena baru. Banyak tokoh teknologi yang ikut menyumbang untuk salah satu calon dengan jumlah yang mencapai triliunan rupiah.

    Kamala Harris, penantang Trump dalam pemilu lalu, mendapatkan total US$120,9 juta (Rp 1,9 triliun)yang juga banyak berasal dari tokoh teknologi. Salah satunya dari pendiri Facebook, Dustin Moskovitz senilai US$51,1 juta (Rp 810 miliar).

    Pendiri Linkedin Reid Hoffman dan Chairman Ripple Chris Larsen juga masuk dalam daftar penyumbang Harris. Masing-masing mengeluarkan US$17 juta (Rp 269,6 miliar) serta US$11,7 juta (Rp 185,5 miliar).

    Namun angka-angka itu belum semuanya. Karena tidak semuanya terungkap ke publik.

    Hanya pengajuan FEC yang bisa menggambarkan sumbangan dari perusahaan teknologi ke calon presiden. Sementara itu The Guardian mencatat akuntansi sumbangan politik AS tidak transparan membuat banyak pihak yang tidak ketahuan saat mememberikan sumbangan politiknya.

    The Guardian juga menjelaskan ada beberapa cara seseorang menyumbangkan uangnya untuk kampanye. Salah satunya memberikannya secara langsung dengan batasan US$3.300 (Rp 52,3 juta) per kandidat.

    Bisa juga melalui komite aksi politik. Ini untuk membantu membayar staf, acara hingga iklan.

    Terakhir adalah dengan memberikan pada Super Pac. Berkat putusan Mahkamah Agung tahun 2010, ini mempermudah pemberian sumbangan dari industri maupun individu untuk kampanye politik tanpa ketahuan publik dan tidak transparan.

    Mereka bisa memberikan sumbangan tanpa batas ke Super Pac. Namun tidak bisa menyumbangkan secara langsung, melainkan dibelanjakan lewat iklan politik bagi kandidat pilihan.

    Inilah sebabnya Musk dan tokoh teknologi lain bisa memberikan banyak uang kepada Trump dan Harris dalam pemilihan lalu.

    (fab/fab)

  • Elon Musk Peringatkan Singapura Bisa Punah, Ini Buktinya

    Elon Musk Peringatkan Singapura Bisa Punah, Ini Buktinya

    Singapura

    Elon Musk memberikan peringatan besar bagi Singapura, bahwa negara tetangga itu terancam punah. Nakhoda Tesla dan SpaceX itu memang perhatian pada turunnya angka kelahiran di berbagai negara.

    Jadi, Total Fertility Rate (TFR) Singapura menurun ke titik terendah sepanjang sejarah yaitu 0,97 tahun lalu, penurunan pertama di bawah 1,0. Krisis fertilitas tidak terbatas di Singapura karena tren serupa terlihat di Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, China, dan juga India.

    Singapura mengukur TFR sebagai jumlah rata-rata anak yang diharapkan dimiliki seorang wanita dalam hidupnya. Data resmi mengungkap TFR di sana skornya 0,97 tahun 2023, turun dari 1,04 tahun 2022, jauh di bawah angka penggantian 2,1 yang dibutuhkan untuk stabilitas populasi.

    “Pertumbuhan populasi penduduk yang melambat dan penuaan populasi kita akan menyebabkan kendala tenaga kerja dalam jangka menengah,” sebut Kementerian Tenaga Kerja Singapura yang dikutip detikINET dari First Post.

    “Pada saat yang sama, kami perlu tetap terbuka terhadap pekerja asing dan investasi asing langsung untuk terus menghasilkan peluang kerja yang baik bagi warga Singapura,” tambah mereka.

    PBB memproyeksi 24% populasi Singapura akan jadi warga senior pada tahun 2030, menempatkan negara itu pada jalur menjadi “masyarakat super-tua” mirip dengan Jepang. Tingkat kelahiran Singapura termasuk terendah di dunia, dengan Korea Selatan melaporkan TFR lebih rendah lagi yaitu 0,72 pada tahun 2023.

    Singapura menghadapi tantangan demografis ganda dari tingkat kesuburan yang menurun dan populasi menua. Menanggapi postingan yang membahas ‘krisis bayi’ di Singapura dan kemungkinan peran robotika dalam mengatasinya, Elon Musk menulis di X: “Singapura (dan banyak negara lain) akan punah.”

    Apa penyebabnya? Indranee Rajah, Second Minister for Finance, menyebut pandemi Covid-19 mengganggu rencana pernikahan dan jadi orang tua bagi banyak pasangan. “Yang lain menyebut kekhawatiran biaya finansial membesarkan anak, tekanan jadi orang tua yang baik, atau kesulitan mengelola pekerjaan dan komitmen keluarga,” paparnya.

    Indranee juga menyebut pergeseran prioritas, dengan kaum muda makin memandang pernikahan dan menjadi orang tua sebagai tujuan hidup kurang penting. Ia memperingatkan bahwa implikasi dari penurunan TFR serius, misalnya lebih banyak pasangan sekarang bertanggung jawab untuk merawat orang tua yang menua.

    “Dengan lebih sedikit kelahiran, kita akan menghadapi penyusutan tenaga kerja. Akan makin sulit mempertahankan dinamisme kita, menarik bisnis global, dan menciptakan peluang bagi generasi berikutnya,” katanya. Indranee membandingkannya dengan Korea Selatan dan Italia, di mana tren serupa memicu perlambatan ekonomi, penurunan upah, dan tantangan demografi.

    Data pemerintah menunjukkan bahwa lebih banyak wanita berusia 25-34 tahun memilih untuk tetap melajang. Lebih jauh, tingkat kesuburan perkawinan di antara wanita berusia 20-an telah menurun, berkontribusi terhadap 32% dari keseluruhan penurunan TFR.

    (fyk/rns)

  • Elon Musk Gratiskan AI Grok untuk Pengguna X, Ini Syarat dan Cara Pakainya

    Elon Musk Gratiskan AI Grok untuk Pengguna X, Ini Syarat dan Cara Pakainya

    Bisnis.com, JAKARTA – Elon Musk membuka akses AI Grok, yang digratiskan untuk semua penggunya X.

    Sebelumnya, AI Grok hanya diberikan kepada pengguna Premium saja. Namun kini semua pengguna X bisa menikmati chatbot AI tersebut.

    Namun Elon tetap memberikan pembatasan kepada pengguna X non-Premium saat mengakses AI Grok. Mereka hanya bisa mengirimkan 10 pesan setiap 2 jam.

    Kemudian pengguna juga bisa mengirimkan gambar, yang dibatasi 3-4 kali dalam sehari.

    AI Grok ini bisa digunakan oleh semua pengguna X melalui website maupun aplikasi di ponsel.

    Cara dan Syarat Gunakan AI Grok di X

    Adapun cara menggunakan AI Grok di X sangatlah gampang. Pengguna hanya tinggal memencet ikon Grok AI yang ada di bagian samping beranda.

    Namun bila penggunakan aplikasi, AI Grok berada di bagian bawah beranda.

    Syarat lain yang diberikan oleh Musk untuk menggunakan AI Grok yakni harus menjadi pengguna X minimal 7 hari lamanya.

    Akun X juga harus terhubung dengan nomor ponsel untuk bisa menikmati berbagai layanan AI Grok.

    Mengutip laporan The Verge, perubahan layanan AI Grok menunjukkan langkah yang diambil oleh X untuk menyesuaikan layanan mereka dengan kebutuhan pasar yang dinamis.

    Pada 2023, Grok diluncurkan oleh xAI diperkenalkan sebagai asisten AI khusus untuk pelanggan premium. Meskipun terbatas, namun hasilnya tetap memberikan nilai tambah bagi X.

    Laporan dari The Wall Street Journal menjelaskan bahwa perusahaan xAI telah mengumpulkan dana untuk mendukung pengembangan Grok dan memungkinkan peluncuran aplikasi mandiri, sebagaimana yang telah dilakukan oleh ChatGPT, Gemini, dan Claude.

    Hal ini menjadi rencana ambisius xAI untuk tidak hanya bersaing di tingkat platform media sosial, tetapi juga dalam ekosistem AI secara keseluruhan di dunia teknologi.

  • Elon Musk Gratiskan Chatbot AI Grok untuk Semua Pengguna X

    Elon Musk Gratiskan Chatbot AI Grok untuk Semua Pengguna X

    Jakarta, CNN Indonesia

    Miliuner sekaligus pemilik X, Elon Musk, mengambil keputusan menggratiskan Chatbot AI Grok di platform media sosial miliknya untuk semua pengguna.

    Chatbot AI Grok sebelumnya hadir untuk pengguna dengan berlangganan layanan Premium. Namun kini Grok AI bisa digunakan oleh semua pengguna dengan gratis, tapi tentu dengan sejumlah keterbatasan.

    Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Senin (9/12), fitur chatbot tersebut bisa digunakan pengguna baik di X versi website maupun di aplikasi X di ponsel.

    Fitur yang tampaknya masih dalam versi beta ini menggunakan model AI Grok 2 + FLUX. Fitur chatbot ini juga memberikan mode Fun Mode untuk membuat chatbot memberikan respons yang lebih santai disertai dengan humor.

    Untuk menggunakan chatbot Grok AI, pengguna hanya tinggal klik ikon Grok AI yang berada di bagian samping untuk versi desktop website dan di bagian bawah untuk aplikasi ponsel.

    Melansir Forbes, Grok memiliki sejumlah batasan untuk pengguna yang tidak berlangganan X Premium, salah satunya adalah jumlah pertanyaan atau prompt yang bisa dilakukan maksimal 10 pertanyaan setiap durasi 2 jam. Selain itu, analisis gambar dibatasi 3 gambar dan pembuatan gambar dibatasi 4 gambar per hari.

    Pengguna baru yang ingin menggunakan Grok harus memiliki akun X yang setidaknya berusia 7 hari. Akun tersebut juga harus terhubung dengan nomor ponsel.

    Grok 2 yang menjadi dasar chatbot AI di X telah dirilis sejak Agustus 2024.

    “Kami sangat senang dapat merilis pratinjau awal Grok-2, sebuah langkah maju yang signifikan dari model sebelumnya Grok-1.5, yang menampilkan kemampuan terdepan dalam obrolan, pengkodean, dan penalaran. Pada saat yang sama, kami juga memperkenalkan Grok-2 mini, saudara kandung Grok-2 yang kecil namun mumpuni,” tulis X AI di laman resminya.

    Salah satu fitur Grok 2 yang menonjol adalah kemampuan menghasilkan gambar yang didukung oleh integrasi dengan model FLUX.1 dari Black Forest Labs. Grok 2 memungkinkan pengguna untuk membuat gambar foto realistik secara langsung hanya dengan mengetik petunjuk teks.

    Grok 2 diklaim mengungguli beberapa asisten AI populer lainnya seperti Claude 3.5 Sonnet dan GPT-4-Turbo dalam beberapa tes tertentu. Grok 2 disebut unggul dalam berbagai tolak ukur dan menampilkan kemampuannya yang canggih dalam penalaran, matematika, dan pengkodean.

    Lebih lanjut, belum ada pengumuman resmi dari X terkait peluncuran fitur chatbot AI Grok gratis untuk pengguna X.

    (lom/dmi)

    [Gambas:Video CNN]

  • Aplikasi X Luncurkan Generator Gambar Baru, Elon Musk Beri Nama Aurora

    Aplikasi X Luncurkan Generator Gambar Baru, Elon Musk Beri Nama Aurora

    Bisnis.com, JAKARTA – X platform media sosial milik Elon Musk yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, kembali memperkenalkan fitur baru berupa generator gambar yang diberi nama Aurora.

    Melansir dari Techcrunch, Minggu (8/12/2024) Fitur ini telah ditambahkan ke dalam asisten AI Grok dan diumumkan oleh tim xAI, perusahaan rintisan AI yang juga dipimpin oleh Musk. 

    Meski telah diumumkan pada Sabtu pagi, Aurora tampaknya menghilang dari beberapa pengguna hanya beberapa jam setelah peluncurannya.

    Aurora, yang merupakan pembaruan dari generator gambar sebelumnya, Flux, memungkinkan pengguna X untuk menghasilkan berbagai gambar, termasuk potret tokoh publik dan karakter dengan hak cipta seperti Mickey Mouse. 

    Menariknya, tidak ada pembatasan ketat terkait konten yang dapat dihasilkan, termasuk gambar-gambar grafis yang sebelumnya mungkin dibatasi. 

    Fitur ini dapat diakses melalui tab Grok pada aplikasi seluler X dan platform web. Meskipun tidak ada konten telanjang yang dihasilkan dalam uji coba, Aurora juga unggul dalam menciptakan gambar fotorealistik, termasuk lanskap dan objek mati. 

    Namun, kemampuan mengesankan dari Aurora ini tidak bisa didapatkan secara menyuluruh. Sebab, beberapa pengguna melaporkan masalah seperti objek yang saling bertabrakan secara aneh atau gambar tangan yang tidak sempurna.

    Dalam pengumumannya, xAI hanya menyebutkan bahwa Aurora dikembangkan oleh staf mereka, namun tidak mengungkapkan apakah teknologi ini dibangun dari dasar oleh xAI atau merupakan hasil kolaborasi dengan pihak ketiga.

    Peluncuran Aurora dilakukan setelah X mengumumkan bahwa Grok kini tersedia untuk semua pengguna secara gratis. Sebelumnya, akses ke Grok dibatasi untuk pelanggan Premium X dengan biaya langganan sebesar $8 per bulan. Pengguna gratis kini dapat mengirim hingga 10 pesan ke Grok setiap dua jam dan menghasilkan hingga tiga gambar per hari.

    Sementara itu, xAI dilaporkan baru saja menutup putaran pendanaan senilai $6 miliar dan sedang mengerjakan aplikasi mandiri untuk Grok.

  • VIDEO: Gerah dengan X di bawah Elon Musk, Jutaan Pengguna Pindah ke Bluesky

    VIDEO: Gerah dengan X di bawah Elon Musk, Jutaan Pengguna Pindah ke Bluesky

    Sebuah platform media sosial yang relatif tak dikenal sebelumnya, Bluesky tiba-tiba punya jutaan pengguna. Meningkat pesatnya akun baru Bluesky ditengarai karena ketidakpuasan pengguna X yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter sejak media sosial ini diambil alih bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Selengkapnya dilaporkan tim VOA dari Washington, DC.

    Ringkasan