Tag: Elon Musk

  • Jerman Kecam Elon Musk karena Mendukung AfD Menjelang Pemilu Nasional – Halaman all

    Jerman Kecam Elon Musk karena Mendukung AfD Menjelang Pemilu Nasional – Halaman all

    Jerman Kecam Elon Musk karena Mendukung AfD Menjelang Pemilu Nasional

    TRIBUNNEWS.COM- Pemerintah Jerman telah mengkritik Elon Musk, menuduh pengusaha miliarder itu berupaya mempengaruhi pemilihan federal mendatang melalui opini terbarunya dan unggahan media sosial. 

    AfD, yang menempati posisi kedua dalam survei terkini, memiliki potensi untuk mengganggu struktur koalisi tradisional dalam pemilihan parlemen mendatang.

    Musk, yang memuji partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) , menggambarkannya sebagai “harapan terakhir” Jerman dalam kolom tamu untuk Welt am Sonntag . Komentarnya telah memicu reaksi keras, dengan tuduhan campur tangan politik. 

    Seorang juru bicara pemerintah mengakui kebebasan Musk untuk mengekspresikan pandangannya tetapi menolak dukungannya, menyebutnya sebagai “omong kosong” dan langkah untuk memengaruhi pemilihan yang dijadwalkan pada 23 Februari 2025. “Kebebasan berpendapat juga mencakup omong kosong terbesar,” kata juru bicara itu. 

    Musk, yang saat ini dijadwalkan bertindak sebagai penasihat luar dalam pemerintahan Donald Trump, membela keterlibatannya dalam politik Jerman, dengan menyebutkan investasinya yang signifikan di negara tersebut. Ia juga menyuarakan dukungannya terhadap sikap AfD terhadap deregulasi, kebijakan pajak, dan kebebasan pasar.

    Dampak dari komentar Musk langsung terasa. Editor yang bertanggung jawab untuk menerbitkan artikel tamunya mengundurkan diri sebagai bentuk protes , yang menandakan adanya perpecahan internal dalam lanskap media. Sementara itu, Musk memperkuat kritiknya terhadap pemerintah, dengan menyerukan pengunduran diri Kanselir Olaf Scholz menyusul insiden tragis di pasar Natal di Berlin yang menewaskan lima orang.

     

    Respons politik

    AfD, yang berada di posisi kedua dalam jajak pendapat terkini, berpotensi mengganggu struktur koalisi tradisional dalam pemilihan parlemen mendatang. Namun, partai-partai besar Jerman tetap teguh dalam pendirian mereka untuk tidak bekerja sama dengan AfD, yang tengah diawasi oleh intelijen domestik atas dugaan kegiatan ekstremis sayap kanan.

    “Dukungan Musk terhadap AfD pada dasarnya merupakan rekomendasi bagi partai yang diawasi terkait kecenderungan ekstremisnya,” kata juru bicara pemerintah.

    Kritik atas keterlibatan Musk mengalir dari seluruh spektrum politik Jerman. Lars Klingbeil, salah satu pemimpin Partai Sosial Demokrat (SPD), menyamakan tindakan Musk dengan campur tangan asing, membandingkannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Keduanya bertujuan untuk mengacaukan demokrasi kita dan secara khusus mendukung musuh demokrasi AfD,” kata Klingbeil kepada grup berita Funke.

    Friedrich Merz, pemimpin Partai Kristen Demokrat (CDU) dan salah satu kandidat utama untuk menggantikan Scholz, juga memberikan tanggapan. Merz menggambarkan komentar Musk sebagai “mengganggu dan sok penting,” dan menekankan pentingnya menjauhkan pengaruh eksternal dari proses politik Jerman.

     

    SUMBER: AL MAYADEEN

  • Ekonomi Indonesia Selama 2024 dan Dampaknya bagi Masyarakat pada 2025

    Ekonomi Indonesia Selama 2024 dan Dampaknya bagi Masyarakat pada 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Tahun 2024 menjadi salah satu tahun yang penuh dinamika di sektor ekonomi Indonesia. Berbagai kebijakan yang diterapkan pada tahun ini tak hanya membawa dampak signifikan pada perekonomian nasional dan kondisi masyarakat saat ini, tetapi juga secara jangka panjang termasuk untuk 2025 mendatang.

    Ekonom sekaligus pakar kebijakan publik  Achmad Nur Hidayat merangkum sejumlah sejumlah kebijakan ekonomi yang menjadi sorotan masyarakat, pelaku usaha, dan dunia internasional sepanjang tahun 2024 ini.

    Januari: Undang-undang Harmonisasi Peraturan Pajak (UU HPP)
    Pemerintah membuka 2024 dengan pengesahan UU HPP. Langkah ini bertujuan untuk menyederhanakan sistem perpajakan, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat daya saing investasi.

    “Namun, dampaknya pada kelas menengah mulai terasa pada 2025, dengan beban pajak yang lebih terstruktur tetapi tidak secara langsung meningkatkan daya beli,” ungkap Achmad, dalam keterangannya, Selasa (31/12/2024).

    Februari: Pengetatan Subsidi BBM
    Pemerintah mulai mengusulkan perubahan mekanisme subsidi bahan bakar minyak (BBM). Subsidi yang sebelumnya berlaku luas akan diubah berbasis nomor induk kependudukan (NIK).

    “Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan subsidi lebih tepat sasaran, tetapi pada 2025, beban biaya transportasi bagi kelas menengah yang tidak memenuhi kriteria subsidi diprediksi meningkat,” ujar Achmad.

    Maret: Perpanjangan Kontrak Freeport
    Pada Maret, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia. Kontrak baru ini mencakup kewajiban membangun smelter dan peningkatan royalti yang harus dibayarkan kepada negara.

    “Perpanjangan kontrak ini dipandang strategis untuk menjaga stabilitas investasi asing di sektor pertambangan, meskipun mendapat kritik dari pihak-pihak yang menganggap pengelolaan sumber daya alam masih kurang optimal,” kata Achmad dalam pemaparan ekonomi Indonesia 2024.

    April: Kebijakan Ekspor Pasir Laut
    Pemerintah mencabut larangan ekspor pasir laut yang telah berlaku selama lebih dari dua dekade. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan devisa negara, tetapi juga memicu kekhawatiran terkait dampak lingkungan.

    “Kebijakan ini mendapat sorotan luas dari kalangan pemerhati lingkungan dan masyarakat pesisir yang merasa kebijakan tersebut dapat merusak ekosistem laut,” tutur Achmad.

    Mei: Pajak Barang Mewah dan Tarif PPN
    Pemerintah meningkatkan tarif pajak barang mewah sebagai bagian dari upaya menciptakan keadilan fiskal dan meningkatkan penerimaan negara.

    Selain itu, isu kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai mencuat.

    “Dampak langsung dari kenaikan PPN di akhir 2024 akan dirasakan masyarakat kelas menengah di 2025, dengan harga kebutuhan pokok dan barang konsumsi yang semakin mahal,” jelas Achmad.

    Juni: Fokus pada Investasi
    Achmad menilai, Juni menjadi momentum penting dengan kebijakan penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) badan untuk menarik lebih banyak investasi asing.

    Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

    Juli: Starlink dan Program Food Estate
    Starlink, perusahaan satelit milik Elon Musk, resmi berinvestasi di Indonesia dengan nilai mencapai Rp 30 miliar. Investasi ini bertujuan menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di wilayah terpencil Indonesia, sebuah langkah strategis dalam mendorong digitalisasi nasional.

    “Pada bulan yang sama, pemerintah meluncurkan program Food Estate di Papua dengan target membuka 2 juta hektare sawah dalam lima tahun. Program ini diproyeksikan mendukung swasembada pangan nasional,” paparnya.

    Agustus: Program Tapera
    Pemerintah mulai mengimplementasikan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Program ini mewajibkan kelas menengah menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk dana perumahan.

    Menurut Achmad, kebijakan ini akan berpengaruh pada ekonomi masyarakat pada 2025, karena menjadi tambahan beban finansial di tengah tekanan ekonomi lainnya.

    September: Subsidi KRL dan Pengetatan BBM
    September menandai perubahan skema subsidi KRL yang berbasis nomor KTP. Kebijakan ini diambil untuk memastikan subsidi lebih tepat sasaran.

    Selain itu, pembatasan penyaluran Pertalite mulai diberlakukan, di mana pembelian BBM subsidi hanya diperbolehkan bagi pengguna tertentu yang terdaftar.

    Oktober: Mobil Maung dan Pailit Sritex
    Pada Oktober, pemerintah mulai menggunakan mobil Maung buatan PT Pindad sebagai kendaraan dinas pejabat. Langkah ini dimaksudkan untuk mendukung industri dalam negeri.

    Namun, di sisi lain, kabar buruk datang dari sektor tekstil. Sritex, salah satu perusahaan tekstil terbesar Indonesia, dinyatakan pailit, yang berpotensi menyebabkan PHK massal bagi ribuan pekerja.

    November: Penetapan Upah, PPN 12%, dan Makan Bergizi Gratis 
    Achmad menilai, November menjadi bulan penuh kebijakan penting. Pemerintah menetapkan sistem pengupahan baru yang berbasis kebutuhan hidup layak untuk memberikan perlindungan lebih baik kepada buruh.

    Selain itu, isu ekonomi Indonesia pada 2024 yang paling menonjol, yakni penetapan tarif PPN yang dinaikkan menjadi 12%. Hal ini langsung memengaruhi daya beli masyarakat kelas menengah pada 2025 dengan lonjakan harga kebutuhan pokok.

    Pemerintah juga meluncurkan program makan bersama gratis (MBG) untuk siswa sekolah dasar dengan alokasi Rp 10.000 per anak, yang dampaknya lebih terasa di kalangan bawah dibanding kelas menengah.

    Desember: Anggaran 2025 dan Transisi Pemerintahan
    Pada Desember, anggaran 2025 sebesar Rp 3.621,3 triliun disahkan dengan defisit 2,53% dari PDB. Anggaran ini memprioritaskan belanja infrastruktur, pendidikan, dan transisi pemerintahan. Langkah ini menjadi penutup tahun yang penuh dinamika di sektor ekonomi.

    “Tahun 2025 akan menjadi ujian sejauh mana pemerintah mampu mengatasi dampak kebijakan ini dan menjaga stabilitas ekonomi nasional,” tutup Achmad yang memaparkan ekonomi Indonesia selama 2024.

  • Starlink Luncurkan Layanan Langsung ke Seluler di Ukraina

    Starlink Luncurkan Layanan Langsung ke Seluler di Ukraina

    Bisnis.com, JAKARTA – Operator seluler terbesar Ukraina, Kyivstar, menandatangani perjanjian dengan Starlink, layanan satelit milik Elon Musk, untuk memperkenalkan konektivitas langsung ke seluler atau direct to sell.

    Melansir dari Reuters, Selasa (31/12/2034) perjanjian kerja sama ini diumunkan langsung diumumkan oleh perusahaan induk Kyivstar, VEON pada hari Senin waktu setempat.

    Layanan baru ini memungkinkan perangkat seluler terhubung langsung ke satelit, dengan modem yang berfungsi seperti menara seluler di luar angkasa, memancarkan sinyal langsung ke ponsel pintar. 

    Layanan pengiriman pesan diharapkan dapat beroperasi pada kuartal keempat tahun 2025, dengan ekspansi layanan suara dan data akan dilakukan pada tahap berikutnya.

    Meskipun rincian keuangan dari perjanjian ini tidak diumumkan, tapi langkah tersebut menandai tonggak penting dalam konektivitas di Ukraina, yang telah banyak bergantung pada Starlink untuk akses internet penting selama perang. 

    Starlink sendiri sudah menyediakan layanan internet untuk pasukan Ukraina dengan meluncurkan serangkaian satelit pertama yang terhubung langsung ke seluler pada awal tahun ini.

    Layanan langsung ke seluler ini sudah diperkenalkan di beberapa negara, termasuk AS, Jepang, dan Selandia Baru. Namun, Ukraina akan menjadi salah satu negara pertama yang mengadopsi teknologi ini di zona konflik. 

    Starlink berencana untuk menjadikannya sebagai solusi penting bagi komunikasi di daerah-daerah dengan infrastruktur yang rusak atau terganggu, seperti yang terjadi di Ukraina.

    Namun, Rusia telah meningkatkan upaya untuk mengganggu sinyal antara satelit Starlink dan terminal darat di Ukraina sejak 2022, yang menambah tantangan dalam menjaga konektivitas.

    Kesepakatan ini juga terjadi di tengah meningkatnya keterlibatan Elon Musk dengan pemerintahan AS yang akan datang, di mana Musk baru-baru ini berbicara dengan Presiden terpilih Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenai kelanjutan pasokan satelit Starlink ke Ukraina.

  • Jerman Tuding Elon Musk Coba Intervensi Pemilu Negaranya

    Jerman Tuding Elon Musk Coba Intervensi Pemilu Negaranya

    JAKARTA – Pemerintah Jerman menuding miliarder AS Elon Musk mencoba mempengaruhi pemilu yang dijadwalkan pada Februari 2025 dengan pernyataan mendukung partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) yang dimuat dalam artikel.

    Musk yang akan bertugas di pemerintahan baru Donald Trump sebagai penasihat luar, mendukung AfD sebagai harapan terakhir Jerman dalam opini untuk surat kabar Welt am Sonntag.

    “Memang benar Elon Musk mencoba mempengaruhi pemilihan federal dengan postingan X dan opini,” kata juru bicara pemerintah Jerman dilansir  Reuters, Senin, 30 Desember.

    Musk bebas mengungkapkan pendapatnya, tapi ditegaskan Jerman, pernyataan pemilik X itu “omong kosong terbesar.”

    Musk, orang terkaya di dunia, membela haknya untuk ikut campur dalam politik Jerman karena “investasinya yang signifikan”, dan memuji pendekatan AfD terhadap regulasi, pajak, dan deregulasi pasar.

    Intervensinya terjadi ketika warga Jerman bersiap untuk memberikan suara dalam pemilihan parlemen pada 23 Februari setelah runtuhnya pemerintahan koalisi yang dipimpin oleh Kanselir Olaf Scholz.

    Musk juga menyerukan pengunduran diri Scholz setelah mobil menabrak kerumunan orang di pasar Natal pada 20 Desember, yang menewaskan lima orang.

    AfD saat ini berada di posisi kedua dalam jajak pendapat di belakang oposisi utama, konservatif, dan mungkin bisa menggagalkan mayoritas sayap kanan atau kiri tengah dalam pemilu. Partai-partai arus utama Jerman telah berjanji untuk tidak bekerja sama dengan AfD di tingkat nasional.

    Juru bicara pemerintah mengatakan dukungan Musk terhadap AfD adalah rekomendasi untuk memilih partai yang dipantau intelijen dalam negeri karena dicurigai sebagai ekstremis sayap kanan.

    Politikus Jerman mengecam Musk atas dukungannya terhadap AfD. Sementara salah satu pemimpin Partai Sosial Demokrat (SPD) pimpinan Scholz membandingkannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

    “Keduanya ingin mempengaruhi pemilu kita dan secara khusus mendukung musuh demokrasi AfD. Mereka ingin Jerman melemah dan terjerumus ke dalam kekacauan,” kata Lars Klingbeil kepada grup berita Funke, Senin.

    Friedrich Merz, pemimpin oposisi Demokrat Kristen dan favorit saat ini untuk menggantikan Scholz sebagai kanselir, mengatakan kepada Funke, komentar Musk “mengganggu dan ambisius”.

  • Dunia Berubah Total, Manusia Harus Siap-siap

    Dunia Berubah Total, Manusia Harus Siap-siap

    Jakarta, CNBC Indonesia – OpenAI telah memperkenalkan perspektif baru tentang Artificial General Intelligence (AGI). Ini menandakan pergeseran signifikan dalam prioritas strategis perusahaan.

    Jika sebelumnya OpenAi berfokus pada penciptaan sistem AI yang mampu melampaui kinerja manusia dalam berbagai tugas, kini perusahaan mengaitkan AGI dengan tolok ukur finansial, yang dapat menciptakan setidaknya US$100 miliar dalam bentuk keuntungan.

    Redefinisi ini mencerminkan visi OpenAI yang terus berkembang, dengan menekankan dampak ekonomi yang terukur daripada sekadar pencapaian teknis.

    Pendefinisian ulang AGI oleh OpenAI terkait dengan kemitraan, kompetisi, dan visi untuk masa depan. Dari hubungan berisiko tinggi dengan Microsoft hingga ketegangan hukum dengan Elon Musk, perusahaan ini menavigasi jaringan dan peluang yang kompleks.

    Secara tradisional, AGI mengacu pada sistem AI yang mampu melakukan berbagai tugas di atas level manusia, demikian dikutip dari Geeky Gadget, Senin (30/12/2024). Dengan begitu, manusia perlu bersiap-siap beradaptasi dengan kehadiran tool yang lebih cerdas ketimbang manusia dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari.

    Hal ini tentu membawa perubahan besar di masa depan. Jika tak mampu beradaptasi, manusia bisa kalah dan tergantikan oleh robot.

    Definisi OpenAI yang telah diperbarui menempatkan profitabilitas sebagai tujuan awal, dengan menetapkan target keuangan yang jelas sebagai ukuran utama kesuksesan AGI. Dengan demikian, perusahaan menyelaraskan tujuannya dengan hasil keuntungan yang nyata, bukan pencapaian teknis yang abstrak.

    Kemitraan OpenAI dengan Microsoft merupakan landasan strategi untuk mencapai AGI. Dengan investasi sebesar US$10 miliar, Microsoft telah mengintegrasikan teknologi OpenAI ke dalam platform cloud Azure-nya, yang dapat memberikan kekuatan komputasi yang diperlukan untuk pengembangan AI tingkat lanjut.

    Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat kemajuan OpenAI, tetapi juga menyoroti peran penting infrastruktur cloud dalam penelitian AI modern.

    Kemitraan ini menggarisbawahi pentingnya sumber daya komputasi yang dapat diskalakan dan kuat dalam mendorong inovasi AI.

    (fab/fab)

  • Bocoran Email Bongkar Sosok Elon Musk yang Sebenarnya

    Bocoran Email Bongkar Sosok Elon Musk yang Sebenarnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan antara Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman sudah terjadi dalam waktu lama. Pasalnya, Musk dulunya merupakan salah satu pendiri OpenAI, kemudian hengkang karena tak satu suara dengan visi OpenAI.

    Beberapa saat lalu, Musk menggugat Altman. Selama penyelidikan berlangsung, email yang dikirim Musk sejak awal berdirinya OpenAI, dibongkar di pengadilan.

    Dalam email yang dibongkar terlihat ketegangan mengenai siapa yang akan mengendalikan perusahaan kecerdasan buatan tersebut.

    Pada satu email awal yang diajukan sebagai bukti dalam persidangan Musk vs Altman, salah satu pendiri OpenAI, Ilya Sutskever, menyindir Musk karena terlalu egois untuk mengontrol perusahaan.

    Ia juga menyatakan pendapatnya tentang bahaya yang dapat ditimbulkan oleh artificial general intelligence (AGI) bagi manusia di masa mendatang.

    “Struktur saat ini memberi Anda jalan di mana Anda berakhir dengan kontrol sepihak atas AGI,” tulis Sutskever kepada Musk pada September 2017, seperti dikutip dari Futurism, Senin (30/12/2024).

    “Anda menyatakan bahwa Anda tidak ingin mengendalikan AGI, tetapi selama negosiasi ini, Anda telah menunjukkan kepada kami bahwa kontrol mutlak sangat penting bagi Anda. Sebagai contoh, Anda mengatakan bahwa Anda perlu menjadi CEO perusahaan baru sehingga semua orang akan tahu bahwa Andalah yang memegang kendali,” lanjutnya.

    “Meskipun Anda juga menyatakan bahwa Anda tidak suka menjadi CEO dan lebih memilih untuk tidak menjadi CEO,” kata dia.

    Perlu dicatat bahwa email tersebut dikirim kurang dari enam bulan sebelum Musk mengundurkan diri dari OpenAI karena perbedaan pendapat tentang bagaimana perusahaan menghasilkan uang, yang juga merupakan inti dari gugatan Musk terhadap Altman.

    “Kami khawatir bahwa ketika perusahaan membuat kemajuan yang nyata menuju AGI, Anda akan memilih untuk mempertahankan kendali mutlak Anda atas perusahaan meskipun saat ini Anda berniat sebaliknya,” tulis Sutskever..

    Seperti yang ditunjukkan oleh email pedas yang dikirimkannya kepada Musk, ia memiliki alasan kuat untuk khawatir.

    “Tujuan OpenAI adalah untuk membuat masa depan menjadi baik dan menghindari kediktatoran AGI,” tulisnya.

    “Anda khawatir bahwa Demis [Hassabis, pendiri laboratorium DeepMind AI Google] dapat menciptakan kediktatoran AGI. Begitu juga dengan kami. Jadi adalah ide yang buruk untuk membuat struktur di mana Anda bisa menjadi diktator jika Anda memilihnya, terutama mengingat bahwa kita dapat membuat struktur lain yang menghindari kemungkinan ini.”

    (fab/fab)

  • Trump Jamin Beri Visa Pekerja Asing tapi…

    Trump Jamin Beri Visa Pekerja Asing tapi…

    Washington DC

    Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela program visa yang memungkinkan pekerja asing berketerampilan tinggi untuk berimigrasi ke AS. Ini menjadi komentar pertamanya tentang masalah yang telah memecah belah para pendukungnya minggu ini.

    Dilansir CNN, Senin (30/12/2024), Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The New York Post bahwa dia ‘penganut H-1B’. Istilah H-1B mengacu pada visa yang diberikan kepada ribuan pekerja asing yang berimigrasi ke AS untuk mengisi pekerjaan khusus.

    Dalam masa jabatan pertamanya, Trump membatasi akses ke visa pekerja asing dan dia sebelumnya mengkritik program tersebut. Namun selama kampanye 2024, Trump mengisyaratkan keterbukaan untuk memberikan status hukum kepada beberapa pekerja kelahiran luar negeri jika mereka lulus dari universitas AS.

    “Saya selalu menyukai visa, saya selalu mendukung visa. Itulah sebabnya kami memilikinya,” kata Trump kepada The New York Post pada hari Sabtu (28/12).

    “Saya memiliki banyak visa H-1B di properti saya. Saya penganut H-1B. Saya telah menggunakannya berkali-kali. Ini program yang hebat,” imbuhnya.

    Namun, banyak pekerja di properti Trump yang diberikan visa melalui program H-2B terpisah, yang memungkinkan pengusaha membawa pekerja asing ke Amerika Serikat untuk pekerjaan sementara nonpertanian seperti lansekap dan perhotelan. Departemen Tenaga Kerja memposting data pekerja visa terperinci secara daring sejak 2008.

    Selama waktu itu, bisnis Trump meminta dan menerima persetujuan pemerintah untuk mempekerjakan pekerja asing untuk lebih dari 2.100 posisi. Sekitar 70 dari posisi tersebut diperuntukkan bagi pekerja berketerampilan tinggi melalui program H-1B.

    Komentar Trump kepada New York Post itu menandai pertama kalinya dia mempertimbangkan masalah H-1B sejak pengusaha Elon Musk dan Vivek Ramaswamy, yang ditunjuknya memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah, membela program visa pekerja asing.

    Komentar Musk dan Ramaswamy itu memicu kritik tajam dari para loyalis Make America Great Again (MAGA) yang berharap untuk membatasi imigrasi. Selama beberapa hari minggu ini, Musk dengan penuh semangat membela visa H-1B di unggahan media sosial.

    Dia mengemukakan pentingnya visa tersebut dalam memungkinkan perusahaan teknologi, termasuk perusahaannya sendiri, untuk mengembangkan bisnis mereka. Dalam unggahan Jumat lalu, Musk mengatakan dia akan ‘berperang’ untuk melindungi akses ke visa H-1B.

    “Alasan saya berada di Amerika bersama dengan begitu banyak orang penting yang membangun SpaceX, Tesla, dan ratusan perusahaan lain yang membuat Amerika kuat adalah karena H1B,” tulis maestro teknologi tersebut.

    “Saya akan berperang dalam masalah yang tidak mungkin Anda pahami ini,” sambungnya.

    Musk, yang lahir di Afrika Selatan dan memperoleh kewarganegaraan Kanada melalui ibunya, datang ke AS sebagai mahasiswa asing. Dia kemudian bekerja dengan visa H-1B.

    Pembelaan Musk dan Ramaswamy terhadap visa pekerja asing telah mendapat penolakan keras dari para pendukung anti-imigrasi dalam koalisi Trump. Mantan ajudan Trump Steve Bannon menyebut visa H-1B sebagai ‘penipuan’ dalam sebuah episode podcastnya bersama dengan kontingen vokal pendukung setia Trump yang mencakup mantan politikus Republik Matt Gaetz dan provokator sayap kanan Laura Loomer.

    Lihat juga video: Ini Dia Seluk Beluk Soal Work Holiday Visa

    (haf/dhn)

  • OpenAI Umumkan Rencana Struktur Baru, Berorientasi Profit

    OpenAI Umumkan Rencana Struktur Baru, Berorientasi Profit

    Bisnis.com, JAKARTA — OpenAI mengumumkan rencana untuk merombak struktur organisasi demi memudahkan penambahan modal dalam pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

    Dilansir Reuters Minggu (29/12/2024) unit for-profit OpenAI yang ada saat ini akan diubah menjadi public benefit corporation (PBC) yang berbasis di Delaware. Struktur PBC ini memungkinkan perusahaan untuk turut mempertimbangkan kepentingan masyarakat, selain keuntungan pemegang saham. 

    Langkah tersebut dilakukan OpenAI untuk menarik lebih banyak investasi. Pasalnya, pengembangan kecerdasan buatan umum atau artificial general intelligence (AGI), yang bertujuan untuk menciptakan AI yang melebihi kecerdasan manusia, semakin mahal.

    OpenAI sebelumnya telah menarik investasi sebesar US$6,6 miliar pada putaran pendanaan terakhir, dengan valuasi mencapai US$157 miliar.

    Namun, pendanaan tersebut bergantung pada apakah OpenAI dapat mengubah strukturnya dan menghapus batasan laba bagi para investor dalam dua tahun ke depan.

    Meskipun perubahan ini mengarah pada pengembangan lebih lanjut dari sisi for-profit, OpenAI menegaskan bahwa cabang nonprofitnya akan tetap memiliki kepentingan signifikan dalam PBC.

    OpenAI menambahkan bahwa struktur nonprofit itu akan menjadi salah satu organisasi terbaik yang didanai dalam sejarah.

    OpenAI didirikan pada 2015 sebagai organisasi riset nonprofit. Namun, empat tahun kemudian mendirikan unit for-profit untuk mengamankan dana guna mendanai pengembangan AI. 

    Struktur unik ini menempatkan kendali atas unit for-profit di tangan nonprofit, dan menjadi sorotan ketika Sam Altman dipecat sebagai CEO pada tahun lalu.

    Meskipun OpenAI berharap langkah ini akan memperlancar upaya penggalangan dana, langkah tersebut menghadapi tantangan besar. 

    Elon Musk, salah satu pendiri OpenAI yang kemudian keluar dan kini menjadi salah satu kritikus vokal, berusaha menggagalkan rencana tersebut. 

    Pada Agustus 2024, Musk menggugat OpenAI dan Altman, dengan tuduhan bahwa OpenAI melanggar ketentuan kontrak dengan memprioritaskan laba di atas kepentingan publik dalam upaya untuk mempercepat pengembangan AI.

    Pada awal Desember 2024, OpenAI mengajukan permohonan kepada hakim federal untuk menolak permintaan Musk, dengan mempublikasikan pesan-pesan yang menunjukkan bahwa Musk awalnya mendukung status for-profit untuk OpenAI sebelum akhirnya meninggalkan perusahaan setelah gagal memperoleh mayoritas saham dan kendali penuh.

  • Elon Musk Bertemu Puluhan Politisi Dunia dari AS-Israel, Bahas Apa?

    Elon Musk Bertemu Puluhan Politisi Dunia dari AS-Israel, Bahas Apa?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Selama tiga tahun terakhir, Elon Musk tercatat bertemu puluhan kali dengan presiden, perdana menteri, anggota parlemen, pejabat pemerintah, dan kandidat politik dari seluruh dunia.

    Beberapa dari pertemuan ini dipublikasikan, seperti kunjungannya ke Israel dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah mendapat kritik atas unggahan antisemit yang didukung Musk di X. Pertemuan lainnya, seperti percakapan dengan Presiden Argentina Javier Milei, yang diunggah di akun media sosial sang miliarder.

    Topik pembicaraan bos Tesla itu dengan para politikus berkisar dari peluang bisnis untuk perusahaan Musk hingga pemilihan umum dan masalah kebijakan seperti perdagangan, energi, pendidikan, dan manajemen populasi.

    Data ini berdasarkan ditinjauan oleh CNN International, yang mencatat tentang pertemuan, panggilan, dan percakapan Musk dengan tokoh-tokoh politik di seluruh dunia sejak Agustus 2021.

    Meskipun beberapa hubungannya dengan para pemimpin tersebut sudah terjalin sejak lama, dalam kurun waktu tersebut, Musk melebarkan sayapnya dari salah satu pengusaha terkaya dan paling berpengaruh di dunia menjadi pemain yang semakin kuat dalam urusan global.

    Secara keseluruhan, pertemuan-pertemuan tersebut menunjukkan bagaimana Musk telah dirayu bukan hanya karena perusahaannya dan dompetnya yang tebal, tetapi juga karena kemampuannya untuk memengaruhi jalannya perang melalui layanan satelit Starlink, pendapatnya tentang kecerdasan buatan, gelombang besar berikutnya dalam pengembangan teknologi, dan perannya dalam mempengaruhi opini publik melalui platformnya, X.

    Bagi Musk, percakapan dengan para pemimpin dunia adalah sebuah siklus yang baik. Enam perusahaan terkemuka yang ia miliki atau jalankan memberinya akses dengan tokoh-tokoh tersebut, yang dukungannya sering kali mendorong pertumbuhan mereka.

    Pada saat yang sama, miliarder kelahiran Afrika Selatan ini telah menjadi pemain politik yang berpengaruh di negara asalnya, Amerika Serikat.

    Dia menggelar acara kampanye siaran langsung di X untuk calon presiden Gubernur Florida Ron DeSantis dan Robert F. Kennedy, Jr, yang kemudian keluar dari persaingan, serta mantan Presiden Donald Trump. Sejak saat itu, Musk memberikan dukungannya – dan puluhan juta dolar lain di belakang Trump.

    Foto: REUTERS/Kevin Mohatt
    Elon Musk, CEO of SpaceX and Tesla, listens to Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu as he addresses a joint meeting of Congress, at the U.S. Capitol in Washington, U.S., July 24, 2024. REUTERS/Kevin Mohatt

    Berikut angka politisi yang bertemu dengan Elon Musk dari setiap negara sejak 2021, dikutip dari CNN International, Sabtu (28/12/2024):

    Amerika Serikat: 9 orang
    Italia: 4 orang
    Argentina: 4 Orang
    Paris: 3 orang
    China: 3 orang
    Israel: 2 orang
    Brazil: 1 orang
    Jerman: 1 orang
    Hungaria: 1 orang
    India: 1 orang
    Meksiko: 1 Orang
    Turki: 1 orang
    Britania Raya: 1 orang.

    (dce)

  • Misi Berbahaya China ke Bulan dan Elon Musk ke Bali

    Misi Berbahaya China ke Bulan dan Elon Musk ke Bali

    Jakarta

    Mei 2024, China mengirimkan rover ke sisi terjauh Bulan. Misi ini sangat menantang dan berbahaya. Di Bulan ini juga, Indonesia kembali dikunjungi pesohor dunia teknologi dengan kedatangan Elon Musk.

    Internet satelit milik Elon Musk, Starlink, resmi beroperasi pada Mei 2024. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Elon Musk di Bali yang saat itu sekaligus menghadiri World Water Forum ke-10.

    Selain itu, di bulan ini pula, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang sekarang berganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan uji publik aturan mengenai implementasi teknologi eSIM untuk mencegah penyalahgunaan. Berikut adalah rangkumannya.

    1 Mei 2024: Misi Berbahaya China ke Sisi Terjauh Bulan

    China mengirimkan rover atau wahana ruang angkasa robotik dalam beberapa hari mendatang dalam perjalanan bolak-balik ke sisi jauh Bulan. Foto: Dwingeloo Radio Telescope

    China mengirimkan rover atau wahana ruang angkasa robotik dalam beberapa hari mendatang dalam perjalanan bolak-balik ke sisi jauh Bulan.

    Ini adalah misi pertama dari tiga misi yang berisiko secara teknis, yang akan membuka jalan bagi pendaratan perdana awak China di Bulan, dan pendirian pangkalan di kutub selatan Bulan.

    Sejak misi Chang’e pertama pada tahun 2007, China telah membuat lompatan maju dalam eksplorasi Bulan, sehingga mempersempit jurang teknologi dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

    Rencana China ini rupanya membuat AS Dan NASA cemas. Administrator NASA, Bill Nelson, telah berulang kali memperingatkan bahwa China akan mengklaim sumber daya apa pun di Bulan sebagai miliknya. Sementara China menepis tudingan ini dengan mengatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua negara dalam membangun masa depan bersama.

    5 Mei 2024: Cegah Penyalahgunaan, Kominfo Uji Publik Aturan e-SIM

    Kementerian Kominfo melakukan uji publik aturan mengenai implementasi teknologi eSIM. Foto: Getty Images/Rudzhan Nagiev

    Meski seluruh operator seluler telah memperkenalkan teknologi Embedded Subscriber Identity Module (e-SIM), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang kini bernama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan uji publik aturan mengenai implementasi teknologi eSIM.

    Tercatat operator seluler seperti Smartfren, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, hingga Telkomsel sudah memperkenalkan layanan e-SIM kepada para pelanggannya.

    Melalui Direktorat Telekomunikasi, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo menyusun Rancangan Peraturan Menteri tentang Pemanfaatan Teknologi Embedded Subscriber Identity Module oleh Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler dan Penyelenggara Jaringan Satelit.

    “Peraturan Menteri ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan, mencegah penyalahgunaan, dan menjamin kepastian hukum pemanfaatan teknologi Embedded Subscriber Identity Module di Indonesia,” ujar Kominfo dalam siaran persnya.

    19 Mei 2024: Starlink Resmi Beroperasi di Indonesia

    Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    Internet satelit milik Elon Musk, Starlink akhirnya resmi beroperasi pada 19 Mei 2024. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Elon Musk di Bali yang saat itu sekaligus menghadiri World Water Forum ke-10.

    Dengan resminya kehadiran Starlink di Tanah Air, Budi Arie Setiadi yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika berjanji akan mengawasinya.

    “Pada prinsipnya, saya mendukung penyelenggaraan telekomunikasi yang tunduk pada regulasi dan persaingan usaha yang sehat,” sebut Arie melalui pesan singkat yang diterima detikINET, Minggu (19/5).

    Berbagai kewajiban Starlink menjadi pertanyaan mengingat kehadirannya di Indonesia menimbulkan pro dan kontra. Starlink memang jadi solusi akses internet di daerah terpencil. Namun di sisi lain, kehadirannya berpotensi mematikan pemain lokal jika tidak diatur dengan benar.

    20 Mei 2024: Elon Musk ke Bali Bicara di World Water Forum

    Selain meresmikan Starlink di Indonesia, kedatangan Elon Musk ke Bali pada Mei 2024 dalam rangka event internasional World Water Forum (WWF) 2024. Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

    Kedatangan Elon Musk ke Bali pada Mei 2024 memiliki sejumlah agenda. Selain meresmikan Starlink di Indonesia, agenda utama CEO SpaceX, Tesla dan X itu adalah menjadi salah satu pembicara dalam event internasional World Water Forum (WWF) 2024 yang berlangsung pada 18-25 Mei 2024. Elon Musk menjadi pembicara pada 20 Mei 2024.

    Ia mengungkap alasan ia datang ke Indonesia dan mengikuti perhelatan World Water Forum (WWF) Ke-10 di Bali. “Saya pikir banyak topik penting yang bisa dibahas tentang air,” kata Elon Musk usai meresmikan layanan Starlink di Puskesmas Pembantu Sumerta Klod Denpasar, Minggu (19/5).

    Elon Musk yang hadir dengan kemeja endek berwarna hijau khas Bali itu mengatakan kehadirannya di World Water Forum sebab banyak hal yang belum ia ketahui tentang air. Sebelumnya dalam perhelatan internasional serupa yang diadakan di Bali, ia hanya bergabung secara virtual. Menurutnya, forum kali ini adalah waktu yang tepat untuk dirinya hadir.

    Agenda lainnya adalah Elon Musk bertemu Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang merupakan presiden terpilih berdasarkan hasil Pilpres 2024.

    Halaman 2 dari 5

    Simak Video “Starlink Disambut Baik, Kominfo Bakal Monitoring dan Evaluasi”
    [Gambas:Video 20detik]
    (rns/afr)