Tag: Elon Musk

  • Heboh 3I/ATLAS Diduga Alien Mendekat ke Bumi, Manusia Bisa Punah

    Heboh 3I/ATLAS Diduga Alien Mendekat ke Bumi, Manusia Bisa Punah

    Jakarta, CNBC Indonesia – Komet raksasa seukuran Manhattan yang dinamai ‘3I/ATLAS’ menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, komet tersebut dilaporkan sudah mencapai jarak terdekat ke Matahari pada Kamis (25/10) pekan lalu.

    Namun, ada hal tak biasa yang terdeteksi dari pergerakan 3I/ATLAS. Komet tersebut bergerak cepat dan mendekat ke planet-planet lain di Antariksa seperti Jupiter, Venus, dan Mars. Gerak-geriknya membuat beberapa pihak meyakini 3I/ATLAS tak lain adalah pesawat makhluk luar angkasa alias alien.

    Dalam podcast ‘The Joe Rogan Experience’ baru-baru ini, pembahasan soal kemungkinan 3I/ATLAS adalah alien kembali mencuat. Elon Musk yang hadir sebagai bintang tamu setuju bahwa komet tersebut bisa jadi merupakan alien.

    Pasalnya, ada sesuatu di luar grafitasi yang memengaruhi lintasan komet tersebut, dikutip dari NYPost, Senin (3/11/2025).

    Lebih lanjut, Musk mengatakan laporan soal ukuran 3I/ATLAS yang sangat besar dan terbuat dari nikel, membuatnya curiga bahwa komet itu berpotensi merupakan pesawat luar angkasa.

    “[3I/ATLAS] berpotensi menghancurkan sebuah benua, bahkan lebih buruk,” kata Musk dalam podcast tersebut, dikutip dari NYPost.

    Rogan kemudian mengatakan jika benar komet tersebut merupakan pesawat luar angkasa raksasa, maka masalah serius akan muncul. Musk mengangguk dan mengatakan, “mungkin akan membunuh sebagian besar kehidupan manusia”.

    Musk kemudian mengatakan level kehancuran yang bisa disebabkan 3I/ATLAS tergantung pada massa totalnya. Ia lalu menjelaskan berdasarkan rekam jejak fosil, kemungkinan ada 5 kejadian kepunahan besar.

    Salah satunya adalah kepunahan Perm-Trias, yang ditandai dengan musnahnya hampir seluruh kehidupan dan terjadi lebih dari berjuta-juta tahun silam.

    “Ada kepunahan Trias-Jura (Jurassic}, saya rasa itu pasti penyebabnya asteroid, tetapi yang tidak dihitung adalah yang hanya menghancurkan benua karena tidak terlihat dalam catatan fosil,” kata orang terkaya di dunia itu.

    “Jadi, kecuali dampaknya cukup untuk menyebabkan kepunahan massal di seluruh Bumi, dampak tersebut tidak muncul dalam catatan fosil berusia 200 juta tahun. Jadi, sebenarnya ada banyak dampak yang bisa menghancurkan semua kehidupan di separuh Amerika Utara atau semacamnya sepanjang sejarah,” ia menambahkan.

    NASA awalnya meyakinkan bahwa pada titik terdekatnya, komet tersebut hanya akan melintas dalam jarak 170 juta mil dari Bumi, yang berarti tidak akan menimbulkan ancaman bagi kehidupan manusia.

    Namun, dengan lintasan 3I/ATLAS baru-baru ini, dalam sebuah postingan blog, ilmuwan Harvard Avi Loeb mengklaim bahwa “percepatan non-gravitasi mungkin merupakan tanda teknologi dari sebuah mesin internal,” yang mungkin juga menjadi alasan di balik perubahan pigmen komet menjadi lebih terang dan lebih biru, saat mendekati sumber cahaya tata surya kita.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Puluhan Ribu Orang Tiba-Tiba Daftar Tanam Chip Otak, Ada Apa?

    Puluhan Ribu Orang Tiba-Tiba Daftar Tanam Chip Otak, Ada Apa?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan rintisan teknologi otak milik Elon Musk, Neuralink, mengumumkan bahwa lebih dari 10.000 orang dari berbagai negara telah mendaftar dalam program mereka. Pendaftaran dilakukan melalui “Patient Registry”, yakni laman resmi yang dibuka Neuralink sejak awal tahun ini untuk menjaring calon peserta uji coba chip otak.

    Melalui program tersebut, masyarakat dari mana pun dapat mengajukan diri untuk ikut serta dalam uji klinis implan chip buatan Neuralink.

    Sejauh ini, perusahaan telah berhasil menanamkan chip pada 12 pasien dalam rangkaian uji klinis yang memungkinkan penggunanya mengoperasikan komputer hanya dengan kekuatan pikiran. Neuralink menargetkan tambahan 13 pasien lagi, yang akan menerima implan serupa sebelum tahun 2025 berakhir.

    Meski demikian, saat ini uji coba masih dibatasi untuk penderita kelumpuhan akibat penyakit saraf motorik atau cedera tulang belakang. Namun, Elon Musk menyebut di masa depan teknologi ini akan dikembangkan agar dapat digunakan juga oleh orang tanpa disabilitas.

    Menurut Musk, versi berikutnya dari chip otak Neuralink dapat memungkinkan manusia mencapai simbiosis dengan kecerdasan buatan (AI).

    Ia bahkan menyebut chip tersebut berpotensi digunakan untuk memutar musik langsung ke otak, mengembalikan penglihatan bagi penyandang tunanetra, hingga memungkinkan komunikasi melalui telepati.

    “Teknologi ini bahkan bisa mencapai titik di mana Anda dapat mengunggah memori dan pada dasarnya menyimpan versi diri Anda, lalu mengunduhnya ke dalam tubuh robot atau kloning dari diri Anda sendiri,” kata Musk dalam sebuah siaran langsung pada Juli lalu, dikutip dari The Independent, Minggu (2/11/2025).

    Presiden sekaligus salah satu pendiri Neuralink, DJ Seo, mengungkapkan angka pendaftar tersebut dalam laporan riset Morgan Stanley pekan ini. Laporan itu juga menyoroti isu etika dan hukum yang mungkin timbul akibat kemajuan teknologi antarmuka otak-komputer.

    “Meskipun selama ini menjadi topik banyak buku dan film fiksi ilmiah, antarmuka otak-komputer merupakan frontier baru bagi umat manusia yang akan melibatkan beragam pertimbangan moral, etika, serta hukum dan regulasi,” tulis laporan tersebut.

    Versi chip Neuralink yang digunakan saat ini, N1, terhubung ke komputer melalui Bluetooth dan telah memungkinkan pasien untuk menggerakkan lengan robot, menjelajahi internet, hingga bermain game seperti Mario Kart hanya dengan kekuatan pikiran.

    (pgr/pgr)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Elon Musk Umbar Rencana Tesla Uji Coba Mobil Terbang

    Elon Musk Umbar Rencana Tesla Uji Coba Mobil Terbang

    Jakarta

    Elon Musk kembali sesumbar soal proyek ambisius yang dikembangkan salah satu perusahaannya. Kali ini orang terkaya di dunia itu mengungkap rencana Tesla untuk menguji coba mobil terbang.

    Saat menjadi bintang tamu di podcast Joe Rogan, Musk tiba-tiba berbicara soal entrepreneur Peter Thiel yang pernah berkata bahwa di masa depan seharusnya ada mobil terbang.

    Musk kemudian ditanya apakah ia dan Tesla secara aktif mempertimbangkan untuk membuat mobil terbang listrik. CEO Tesla itu hanya memberikan jawaban yang samar-samar.

    “Saya tidak bisa memamerkan sebelum peluncurannya,” kata Musk, seperti dikutip dari Business Insider, Sabtu (1/22/2025).

    “Saya rasa ini bisa menjadi peluncuran produk paling berkesan yang pernah ada,” sambungnya.

    Musk mengatakan ia tidak yakin apakah kendaraan itu berupa mobil, namun bentuknya terlihat seperti mobil. Saat ditanya apakah mobil listrik itu akan memiliki sayap yang bisa keluar masuk atau menggunakan desain ala pesawat yang terbang dan mendarat secara vertikal, Musk tidak menjawab.

    Diskusi ini mengemuka ketika Musk dan Rogan membicarakan prototipe Tesla Roadster generasi kedua yang sudah lama tidak ada kabarnya. Musk mengatakan mobil baru yang akan dipamerkan Tesla memiliki ‘teknologi gila’ yang bahkan melebihi teknologi di film-film James Bond.

    Musk menambahkan ia sudah semakin dekat untuk mendemonstrasikan prototipe mobil terbaru Tesla. Ia berharap mobil terbang ini dapat dipamerkan sebelum akhir tahun ini, dan berjanji demonstrasinya akan tidak terlupakan.

    Musk sudah berbicara soal mengembangkan mobil terbang sejak tahun 2014. Namun, pria kelahiran Afrika Selatan itu dikenal dengan targetnya yang terlalu optimis dan ambisius, tapi pada akhirnya peluncurannya molor karena satu dan lain hal.

    Sebut saja Tesla Roadster generasi kedua yang dipamerkan pada tahun 2017 dan seharusnya diluncurkan pada tahun 2020. Delapan tahun setelahnya, mobil ini masih belum diantarkan ke konsumen karena produksinya terus tertunda.

    (vmp/vmp)

  • AI Bikin Boncos! Mark Zuckerberg Terlempar dari Top 3 Terkaya Dunia

    AI Bikin Boncos! Mark Zuckerberg Terlempar dari Top 3 Terkaya Dunia

    Jakarta

    Ambisi besar Mark Zuckerberg di bidang kecerdasan buatan (AI) kini berbalik arah. Saham Meta anjlok tajam hingga membuat kekayaan pribadi sang CEO turun drastis sebesar USD 29,2 miliar (sekitar Rp 470 triliun) hanya dalam satu hari perdagangan, Kamis (30/10/2025). Akibatnya, Zuckerberg terlempar dari posisi tiga besar orang terkaya dunia versi Bloomberg Billionaires Index.

    Penurunan saham Meta sebesar 12,3% menjadi yang terdalam sejak Oktober 2022. Saham ditutup di kisaran USD 658,50, menghapus sebagian besar keuntungan yang dikumpulkan sepanjang tahun. Kini, kekayaan Zuckerberg tercatat sekitar USD 228,5 miliar, menempatkannya di urutan kelima, di bawah Jeff Bezos (Amazon) dan Larry Page (Alphabet).

    Sebelumnya, posisi Zuckerberg cukup kokoh di peringkat tiga setelah Larry Ellison (Oracle) dan Elon Musk (Tesla). Namun kerugian kali ini menjadi keempat terbesar dalam sejarah Bloomberg Billionaires Index, hanya kalah dari kejatuhan besar di era “taruhan metaverse” tahun 2022.

    Anjloknya saham Meta dipicu laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) 2025 yang mengecewakan investor. Laba bersih per saham (EPS) tercatat hanya USD 1,05, jauh di bawah perkiraan analis USD 6,72, atau turun 83% year-on-year.

    Padahal pendapatan Meta justru naik ke USD 51,2 miliar, melampaui ekspektasi US$49,5 miliar. Penyebab utama penurunan laba adalah biaya pajak satu kali senilai US$15,9 miliar akibat implementasi kebijakan pajak baru “One Big Beautiful Bill Act” dari Presiden AS Donald Trump.

    Meta menegaskan bahwa biaya tersebut bersifat non-tunai dan akan mengurangi kewajiban pajak di tahun-tahun berikutnya. Tanpa beban pajak tersebut, EPS Meta diperkirakan mencapai USD 7,25, jauh lebih sehat.

    Di bawah kendali Zuckerberg, Meta kini bertransformasi dari perusahaan media sosial menjadi raksasa AI konsumen. Melalui divisi baru bernama Superintelligence Labs, Meta gencar merekrut talenta terbaik di dunia untuk mengembangkan “AI superintelligence pribadi” bagi miliaran pengguna.

    Namun langkah agresif ini justru membuat investor waswas. Meta mengumumkan rencana penjualan obligasi hingga USD 30 miliar guna mendanai proyek ambisius tersebut, serta menaikkan belanja modal (capex) 2025 menjadi USD 70-72 miliar, dengan potensi meningkat ke USD 118 miliar pada 2026.

    Beberapa analis di Bloomberg menurunkan peringkat saham Meta, menilai pengeluaran besar-besaran ini berisiko menekan profit jangka pendek. Zuckerberg menanggapi dengan optimistis, menyebut investasi AI sebagai “pergeseran paradigma generasional” yang akan menghasilkan keuntungan besar dalam jangka panjang.

    Mark Zuckerberg, yang memiliki sekitar 13% saham Meta, dikenal sebagai sosok visioner sejak mendirikan Facebook di asrama Harvard pada 2004. Namun langkah rebranding menjadi Meta pada 2021 dan pivot ke metaverse sempat dianggap gagal setelah saham jatuh 24% pada 2022.

    Kini, arah Meta bergeser lagi-dari metaverse ke superintelligence. Produk baru seperti Vibes, platform video generatif AI yang diluncurkan pada September lalu, telah menghasilkan lebih dari 20 miliar gambar. Zuckerberg menyebutnya sebagai langkah nyata menuju masa depan “AI untuk semua orang”.

    Fenomena ini juga menggambarkan turbulensi yang terjadi di sektor teknologi global. Alphabet naik 2,7% setelah laporan laba positif, sementara Microsoft justru turun 2,2% akibat investasi USD 3,1 miliar ke OpenAI.

    Para analis menilai tantangan Meta kini adalah menyeimbangkan inovasi jangka panjang dengan ekspektasi keuntungan jangka pendek, di tengah kompetisi ketat dalam industri AI yang semakin panas.

    (afr/afr)

  • Raja AI Tapi Bos Nvidia Jadi Korban Deepfake di YouTube

    Raja AI Tapi Bos Nvidia Jadi Korban Deepfake di YouTube

    Jakarta

    Ironis. Nvidia dikenal sebagai perusahaan pembuat chip AI paling canggih di dunia, namun bos besarnya malah menjadi korban deepfake yang dibuat menggunakan AI. Sebuah video palsu di YouTube menampilkan versi digital Jensen Huang sedang mengumumkan proyek kripto palsu, dan sukses menipu puluhan ribu penonton.

    Penipuan ini pertama kali disorot oleh jurnalis teknologi Dylan Martin di platform X. Video tersebut diunggah di kanal bernama NVIDIA Live dan sempat muncul paling atas ketika pengguna mencari “Nvidia GTC DC” di YouTube. Saat puncaknya, siaran palsu itu menarik hingga 95 ribu penonton–meski sebagian di antaranya diyakini bot–sementara keynote asli Nvidia hanya ditonton sekitar 12 ribu orang.

    Dalam video yang kini sudah dihapus, “Jensen Huang” versi AI membuka pidato dengan menyebut ada “kejutan besar” berupa acara adopsi massal kripto yang disebut-sebut sejalan dengan misi Nvidia “mempercepat kemajuan manusia.”

    Deepfake itu lalu menjelaskan bagaimana chip Nvidia bisa digunakan untuk menambang kripto, mengoptimalkan kontrak pintar Ethereum, dan mempercepat transaksi Solana.

    Di akhir segmen, penonton diminta memindai kode QR di layar untuk “berpartisipasi” dalam skema distribusi kripto yang konon diluncurkan oleh Nvidia. Tentu saja, itu adalah penipuan, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (30/10/2025).

    Butuh waktu sekitar 40 menit sejak laporan pertama Martin hingga YouTube akhirnya menurunkan video tersebut. Namun dalam dunia internet, 40 menit sudah cukup lama untuk menjerat korban yang percaya begitu saja.

    Kasus ini bukan yang pertama. Pada 2025, versi AI dari suara Elon Musk juga digunakan dalam siaran langsung YouTube untuk mengelabui penonton agar mengirim Bitcoin dan Dogecoin ke situs palsu dengan janji imbalan ganda.

    Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya teknologi AI berbalik arah dari alat inovasi menjadi senjata manipulasi. Deepfake kini bukan sekadar hiburan, melainkan ancaman baru terhadap kepercayaan publik di dunia digital. Jika platform besar seperti YouTube saja masih kecolongan, mungkin yang perlu diperbarui bukan lagi algoritma, melainkan kewaspadaan kita terhadap kebenaran yang tampak di layar.

    (asj/asj)

  • Top 3 Tekno: Grokipedia Jiplak Wikipedia hingga Meta Langgar Aturan Digital Uni Eropa

    Top 3 Tekno: Grokipedia Jiplak Wikipedia hingga Meta Langgar Aturan Digital Uni Eropa

     

    Liputan6.com, Jakarta – Ensiklopedia yang dikembangkan oleh xAI milik Elon Musk, Grokipedia, dituding menjiplak konten dari Wikipedia. Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Selasa (28/10/2025).

    Informasi lain yang juga menuai perhatian datang dari Meta yang dituduh melanggar aturan digital Uni Eropa terkait pelaporan konten illegal.

    Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

    1. Grokipedia Milik Elon Musk Dituding Jiplak Konten Wikipedia 

    Ensiklopedia ala Wikipedia yang dikembangkan oleh xAI milik Elon Musk, Grokipedia, baru saja diluncurkan. Platform ini diklaim sebagai terobosan, namun kemiripannya dengan Wikipedia ternyata jauh lebih mendalam dari yang diperkirakan.

    Secara desain, Grokipedia yang saat ini masih dalam versi v0.1 terlihat sangat basic. Halaman utamanya didominasi oleh bilah pencarian besar, menyerupai laman muka Wikipedia.

    Entri-entri yang ada pun tampilannya sangat basic, lengkap dengan judul, subjudul, dan kutipan. Sejauh ini, konten visual seperti foto belum ditemukan di dalam entri.

    Berbeda dengan Wikipedia yang memungkinkan penyuntingan oleh pengguna, fitur sunting di Grokipedia nampaknya belum sepenuhnya berfungsi. Demikian sebagaimana dikutip dari The Verge, Selasa (28/10/2025).

    Tombol ‘edit’ hanya muncul pada beberapa halaman, dan saat diklik, hanya menampilkan riwayat suntingan yang sudah selesai tanpa merinci siapa yang menyarankan atau membuat perubahan. Pengguna juga belum bisa menyarankan perubahan sendiri.

    Baca selengkapnya di sini 

     

  • Top 3 Tekno: Grokipedia Jiplak Wikipedia hingga Meta Langgar Aturan Digital Uni Eropa

    Grokipedia Milik Elon Musk Dituding Jiplak Konten Wikipedia – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Ensiklopedia ala Wikipedia yang dikembangkan oleh xAI milik Elon Musk, Grokipedia, baru saja diluncurkan. Platform ini diklaim sebagai terobosan, namun kemiripannya dengan Wikipedia ternyata jauh lebih mendalam dari yang diperkirakan.

    Secara desain, Grokipedia yang saat ini masih dalam versi v0.1 terlihat sangat basic. Halaman utamanya didominasi oleh bilah pencarian besar, menyerupai laman muka Wikipedia.

    Entri-entri yang ada pun tampilannya sangat basic, lengkap dengan judul, subjudul, dan kutipan. Sejauh ini, konten visual seperti foto belum ditemukan di dalam entri.

    Berbeda dengan Wikipedia yang memungkinkan penyuntingan oleh pengguna, fitur sunting di Grokipedia nampaknya belum sepenuhnya berfungsi. Demikian sebagaimana dikutip dari The Verge, Selasa (28/10/2025).

    Tombol ‘edit’ hanya muncul pada beberapa halaman, dan saat diklik, hanya menampilkan riwayat suntingan yang sudah selesai tanpa merinci siapa yang menyarankan atau membuat perubahan. Pengguna juga belum bisa menyarankan perubahan sendiri.

    Aspek yang cukup kontroversial adalah klaim bahwa entri-entri tersebut telah diperiksa faktanya (fact-checked) oleh Grok, lengkap dengan keterangan waktu pemeriksaan.

    Klaim ini menimbulkan keraguan, mengingat model bahasa besar (LLM) seringkali cenderung menghasilkan “fakta” palsu atau halusinasi.

  • Elon Musk Umbar Rencana Tesla Uji Coba Mobil Terbang

    Tesla Diperingatkan Bisa Kehilangan Elon Musk

    Jakarta

    Para pemegang saham harus memberikan suara untuk menyetujui rencana pembayaran hampir USD 1 triliun ke CEO Tesla, Elon Musk, atau ia mungkin tidak akan bertahan di perusahaan itu. Demikian peringatan dari Ketua Dewan Tesla, Robyn Denholm. Elon Musk sendiri tampaknya sangat menginginkannya.

    “Tanpa Elon, Tesla bisa kehilangan nilai yang signifikan, karena perusahaan kita mungkin tak lagi dinilai berdasarkan visi masa depan yang ingin kita capai,” tulis Denholm menjelang rapat tahunan Tesla pada 6 November.

    Denholm menegaskan Musk adalah kunci masa depan Tesla, terutama saat perusahaan bertransformasi dari sekadar produsen mobil menjadi pemimpin dalam teknologi Full Self-Driving (FSD) dan robot humanoid Optimus.

    Mei lalu, saat Musk dikritik karena dianggap mengabaikan Tesla demi bekerja untuk Presiden Donald Trump, Musk menegaskan ia berkomitmen memimpin bisnis mobil listriknya setidaknya lima tahun ke depan. Namun, beberapa kelompok menentang pembayaran itu. Institutional Shareholder Services (ISS) menyebut nilainya terlalu fantastis.

    Sekelompok serikat pekerja dan pengawas korporasi meluncurkan situs Take Back Tesla untuk menolaknya, menyoroti kecenderungan Musk mendukung sayap kanan dan menyebar teori konspirasi yang merusak merek. Musk membalas keras, menyebut penolakan mereka sebagai “teroris korporat” dalam panggilan konferensi dengan para analis minggu lalu.

    Denholm menegaskan Tesla berada di titik penting, dengan kecerdasan buatan (AI) menjadi fokus utama.”Peluang Tesla ke depan sangat besar, mengingat fokus kami pada AI dan kemampuan unik yang kami miliki sebagai organisasi dan yang dibawa oleh Elon kepada kami,” ujarnya.

    Rencana kompensasi Musk USD 1 triliun atau sekitar Rp 16,6 kuadriliun yang diajukan dewan pada September terdiri dari 12 tahap saham yang diberikan bila Tesla mencapai target tertentu. Target pertama adalah kapitalisasi pasar 2 triliun dolar AS. Saat ini Tesla bernilai sekitar 1,5 triliun dolar AS.

    Kemudian juga 20 juta kendaraan Tesla terkirim, 10 juta pelanggan aktif FSD, 1 juta robot Optimus terkirim dan 1 juta robotaksi beroperasi secara komersial

    Menurut laporan Reuters, Musk bisa tetap memperoleh puluhan miliar dolar AS tanpa memenuhi semua target yang ditetapkan, bahkan bisa mengantongi lebih dari USD 50 miliar hanya dengan mencapai beberapa target yang relatif mudah.

    Rencana ini juga akan meningkatkan kekuatan suara Musk dalam pengambilan keputusan Tesla, sesuatu yang ia tuntut selama setahun terakhir. “Kalau kami membangun pasukan robot itu, apakah saya punya cukup pengaruh atas mereka? Saya tak nyaman membangunnya tanpa kendali yang kuat,” kata Musk.

    Jika semua tahap tercapai, Musk yang kini memiliki sekitar 13% saham Tesla, akan mendapatkan lebih dari 423 juta saham tambahan, sehingga kepemilikannya menjadi sekitar 25%.

    (fyk/asj)

  • Duh, Grokipedia Besutan Elon Musk Curi Konten dari Wikipedia

    Duh, Grokipedia Besutan Elon Musk Curi Konten dari Wikipedia

    Jakarta

    Elon Musk kembali menuai sorotan setelah situs Grokipedia, ensiklopedia daring buatan perusahaannya xAI, diketahui menyalin konten dari Wikipedia.

    Situs yang disebut-sebut akan menjadi pesaing Wikipedia itu ternyata justru bergantung pada sumber yang sama, lengkap dengan catatan lisensi dari Wikimedia di bagian bawah halamannya.

    Grokipedia baru saja diluncurkan dalam versi awal (v0.1). Secara tampilan, situs ini nyaris identik dengan Wikipedia — halaman depan hanya berisi kolom pencarian besar, dan tiap entri memiliki format yang sama: judul, subjudul, serta daftar referensi.

    Namun bedanya, pengguna belum bisa mengedit artikel. Tombol “edit” memang ada di beberapa halaman, tetapi tidak memungkinkan pengunjung mengajukan perubahan baru, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (28/10/2025).

    Masalah muncul ketika sejumlah pengguna menemukan bahwa artikel Grokipedia tentang MacBook Air, PlayStation 5, dan Lincoln Mark VIII memiliki isi yang hampir identik dengan Wikipedia, bahkan copy-paste kata per kata.

    Di bagian bawah artikel, Grokipedia mencantumkan keterangan: “Konten diadaptasi dari Wikipedia, berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.”

    Ironisnya, Elon Musk sebelumnya berjanji bahwa Grokipedia akan menjadi “peningkatan besar” dari Wikipedia. Namun kenyataannya, banyak halaman di Grokipedia masih sepenuhnya bergantung pada data dari situs yang berusaha ditandingi itu.

    “Bahkan Grokipedia pun membutuhkan Wikipedia untuk bisa eksis,” sindir Lauren Dickinson, juru bicara Wikimedia Foundation, kepada The Verge.

    Selain dugaan penyalinan, Grokipedia juga dikritik karena mencantumkan klaim bahwa seluruh artikel telah dicek faktanya oleh Grok, model AI buatan xAI. Klaim tersebut menimbulkan keraguan mengingat large language model (LLM) sering kali menghasilkan kesalahan faktual.

    Saat ini Grokipedia tercatat memiliki lebih dari 885 ribu artikel, jauh di bawah Wikipedia yang memiliki sekitar 7 juta halaman berbahasa Inggris. Namun dengan langkah awal yang kontroversial ini, Grokipedia justru menunjukkan bahwa di era AI, membangun pengetahuan dari nol ternyata tak semudah menyalin yang sudah ada.

    (asj/asj)

  • Elon Musk Mundur dari Tesla Jika Upah Rp 16.600 Triliun Ditolak

    Elon Musk Mundur dari Tesla Jika Upah Rp 16.600 Triliun Ditolak

    Jakarta, CNBC Indonesia – Elon Musk mengancam mundur dari posisi CEO di Tesla jika paket upah US$ 1 triliun untuk dirinya ditolak pemegang saham.

    Potensi Elon Musk hengkang diungkap oleh Robyn Denholm, komisaris utama Tesla. Menurut Reuters, Denholm menyampaikan ancaman Musk dalam pertemuan pemegang saham yang berlangsung pada Senin (28/10/2025).

    Tesla direncanakan menggelar RUPS tahunan pada pekan depan. Dewan komisaris Tesla dijadwalkan mengajukan paket upah US$ 1 triliun untuk Musk dalam RUPS tersebut.

    Namun, langkah para anggota dewan komisaris dihujani kritik karena dinilai berlawanan dengan kepentingan pemegang saham. Selain itu, pengaruh Musk dinilai terlalu besar.

    Denholm menyatakan paket penghasilan yang ditawarkan ke Musk adalah upaya dewan komisaris agar Musk bertahan di Tesla, paling tidak untuk 7,5 tahun ke depan.

    Ia menyatakan kepemimpinan Musk adalah kunci kesuksesan Tesla. Tanpa tawaran yang pas, ia takut Tesla bakal kehilangan “waktu, bakat, dan visi” Musk. Musk disebut menempati posisi vital untuk mendorong Tesla memimpin dalam teknologi AI dan mesin otonom.

    Tesla menyiapkan paket kompensasi jumbo untuk CEO Elon Musk yang bisa menjadikannya triliuner pertama di dunia. Nilainya diperkirakan mencapai US$1 triliun.

    Dalam dokumen resmi, Tesla mengajukan rencana kompensasi berbasis saham untuk Musk jika perusahaan berhasil memenuhi target ambisius selama 10 tahun ke depan.

    Paket tersebut terdiri dari 12 tahap, dengan syarat mencakup peningkatan produksi mobil, lonjakan valuasi perusahaan, hingga pengembangan teknologi robotik dan kecerdasan buatan (AI).

    Supaya Musk mendapat pembayaran penuh, Tesla harus mencapai valuasi pasar US$ 2 triliun, mengirimkan 20 juta kendaraan, menghadirkan satu juta robotaxi yang beroperasi secara komersial, serta mengirimkan satu juta robot AI. Sebagai perbandingan, Tesla hanya mengirim kurang dari 2 juta mobil pada 2024.

    Musk juga diwajibkan bertahan di Tesla setidaknya 7,5 tahun untuk mencairkan sebagian saham, dan 10 tahun penuh untuk mendapatkan keseluruhan kompensasi.

    Rencana tersebut akan diajukan ke pemegang saham dalam rapat tahunan pada 6 November mendatang, demikian dikutip dari Global News, Senin (8/9/2025).

    Saat ini kekayaan bersih Musk mencapai lebih dari US$400 miliar menurut Forbes. Jika target Tesla tercapai, tambahan kompensasi ini bisa membuat kekayaan Musk melonjak hampir US$1 triliun.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]