Tag: Elon Musk

  • Ekspresi Barron Trump Berdiri Dekat Elon Musk saat Pelantikan Donald Trump Disorot Warganet – Page 3

    Ekspresi Barron Trump Berdiri Dekat Elon Musk saat Pelantikan Donald Trump Disorot Warganet – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Putra bungsu Donald Trump, Barron Trump, turut hadir dalam pelantikan sang ayah menjadi Presiden ke-47 Amerika Serikat, Senin, 20 Januari 2025 malam waktu AS.

    Dalam pelantikan menjadi Presiden AS, Donald Trump memperkenalkan Barron ke para pendukung dan hadirin yang menghadiri acara tersebut.

    Mendengar namanya disebut, Barron pun berdiri dan melambaikan tangan. Ia juga tampak tersenyum dan mengacungkan jempolnya.

    Kerumunan pun memberikan applause meriah kepada putra Trump dan Melania ini.

    Namun, ada momen menarik lainnya di pelantikan Donald Trump yang tersorot kamera dan jadi perhatian warganet di dunia maya.

    Momen tersebut adalah cuplikan ketika Barron Trump berdiri di samping Elon Musk, bos X dan SpaceX sekaligus pendukung Donald Trump dalam kampanye presiden AS lalu.

    the way he spends more time with barron trump than with his own kids … pic.twitter.com/E5K3o7k0Ni

    — Hurt CoPain (@SaeedDiCaprio) January 20, 2025

    Dalam cuplikan video tersebut, Elon Musk dan Barron Trump tersorot kamera. Elon Musk tampak bertepuk tangan heboh dengan muka kegirangannya.

    Di sampingnya, Barron Trump juga bertepuk tangan, namun dengan ekspresi yang terlihat kurang antusias.

    Video berdurasi singkat ini pun ramai dikomentari oleh warganet. Dalam unggahan akun Twitter @SaeedDiCaprio video tersebut sudah disaksikan lebih dari 9 juta kali.

    Presiden Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden akan hadir dalam pelantikan Donald Trump pada Januari mendatang. Hal tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara Gedung Putih pada Senin (25/11/2024).

  • Elon Musk Buka Suara TikTok Batal Tutup, Desak China Lakukan Ini

    Elon Musk Buka Suara TikTok Batal Tutup, Desak China Lakukan Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Elon Musk mendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang tidak memblokir Tiktok di negaranya. Namun, dia punya pandangan sendiri soal larangan tersebut.

    Di AS, Tiktok hampir diblokir karena pemerintah AS sebelumnya mewajibkan platform dijual dari perusahaan induknya Bytedance. Namun Trump yang baru saja dilantik malam tadi memastikan Tiktok bisa tetap beroperasi di AS.

    Sebaliknya, media sosial X ternyata dilarang oleh pemerintah China. Musk, yang memiliki X, ikut menyinggung soal larangan itu.

    Menurutnya jika Tiktok tetap bertahan di AS, sebaiknya aturan pemerintah China juga bisa diubah untuk X.

    “Sejak lama, saya menentang larangan Tiktok. Karena bertentangan dengan kebebasan berbicara,” kata dia dalam salah satu tweetnya.

    “Meski demikian sekarang Tiktok diizinkan beroperasi di AS, namun X tidak diizinkan beropasi di China adalah tidak seimbang. Ini perlu diubah,” ujar Musk melanjutkan.

    Tiktok sempat tak bisa diakses di AS mendekati batas waktu penjualan pada 19 Januari 2025, satu hari sebelum pelantikan Trump. Namun tak selang lama aplikasi berbagi video mulai bisa digunakan kembali.

    Dalam pernyataannya, Tiktok mengatakan Trump menjanjikan adanya ‘kejelasan’ dan ‘jaminan’ terkait hukuman tersebut. Tak lupa pihak platform juga mengucapkan terima kasih dengan upaya Trump.

    Tiktok juga mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Trump mencari solusi layanan tersebut bisa tetap beroperasi di AS.

    “Kami berterima kasih pada Presiden Trump karena memberikan kejelasan dan jaminan pada penyedia layanan, mereka tidak akan menghadapi hukuman karena menyediakan Tiktok bagi 170 juta orang Amerika dan lebih dari 170 juta usaha kecil berkembang,” kata Tiktok, dikutip dari CNBC Internasional.

    (fab/fab)

  • Intel Diobral, Elon Musk Mau Caplok Menurut Info Ordal

    Intel Diobral, Elon Musk Mau Caplok Menurut Info Ordal

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan chip terkemuka, Intel, kabarnya akan dijual dan calon pembelinya potensialnya adalah Elon Musk.

    Menurut laporan terbaru dari perusahaan riset, SemiAccurate, orang terkaya di dunia itu dikabarkan berencana mengakuisisi Intel. Bahkan seorang sumber yang dekat dengan industri yakin 90 persen bahwa Intel akan diakuisisi Musk dalam waktu dekat.

    Menurut sumber Musk termasuk orang yang ikut dalam proses negosiasi tersebut.

    Analis di bidang semikonduktor Dylan Patel, juga mengunggah sebuah cutian yang seakan mendukung rumor akuisisi Intel oleh Elon Musk ini.

    Dalam posting terbarunya lewat akun X @dylan522p, ia menyebut Elon Musk belum lama ini terlihat di Florida, Amerika Serikat (AS), tepatnya di kediaman presiden terpilih Donald Trump di Mar-A-Lago, Palm Beach.

    Musk datang menggunakan jet pribadinya. Dalam waktu yang bersamaan juga terlihat jet perusahaan Global Foundries dan Qualcomm.

    Kabarnya, Elon Musk sedang berdiskusi soal akuisisi Intel dengan kedua pihak yang sebelumnya memiliki ketertarikan membeli Intel.

    “Mereka berada di Mar-a-Lago. Make America Great Again hanya bisa terwujud jika Intel diselamatkan,” tulis Dylan.

    Menariknya, analis Citibank, Christopher Danely, juga telah membahas rumor “Intel-Elon” beberapa waktu yang lalu. Ia mengatakan “Kami melihat ini sebagai hasil yang buruk bagi Intel kecuali jika mereka dapat mempekerjakan seorang CEO yang akan keluar dari bisnis pengecoran pedagang,”.

    Keterlibatan Elon dalam akusisi ini sangat penting bagi Intel sebagai sebuah bisnis, mengingat seberapa besar pengaruhnya terhadap pengambilalihan tersebut.

    Meskipun belum pasti mengenai seberapa besar peran yang akan dimainkan Elon dalam kesepakatan ini, ada kemungkinan dia akan memanfaatkan kekayaannya dengan baik. Musk ingin mengubah Intel menjadi sesuatu yang berbeda dan mungkin revolusioner.

    Intel sendiri dilaporkan mengalami kerugian sebesar 69% sejak penurunan saham pada April 2021.

    Divisi pengecorannya atau foundry Intel tertinggal karena perusahaan cloud memigrasikan bisnis mereka dari CPU ke Nvidia dan GPU lainnya.

    Kegagalan Intel dapat menimbulkan risiko geopolitik, menurut orang dalam industri, karena Intel membangun produksi chip AS. Intel putus asa, dan pembelian saham dapat menyelamatkan perusahaan.

    (fab/fab)

  • Elon Musk Buka Suara soal Kontroversi Gestur Tangan Fasis saat Pelantikan Trump

    Elon Musk Buka Suara soal Kontroversi Gestur Tangan Fasis saat Pelantikan Trump

    Bisnis.com, JAKARTA – CEO SpaceX Elon Musk buka suara mengenai ramai pembicaraan di media sosial soal gerakan tanganya saat pelantikan Donald Trump. Warganet menyamakan gerakan tersebut dengan penghormatan Nazi

    Diketahui, Elon membuat gerakan berulang-ulang saat berpidato di Washington DC, Amerika Serikat. Dia mengatakan berterima kasih kepada pendukung Trump sambil meletakkan tangannya di dada, lalu mengulurkan lengannya dengan tangan terbuka. Sontak hal ini menarik perhatian. 

    Warganet menuding bahwa miliarder teknologi itu tampak telah melakukan penghormatan fasis, penghormatan yang dikenal sebagian besar orang digunakan oleh Nazi untuk Adolf Hitler.

    Menanggapi kontroversi tersebut, Musk mengatakan bahwa para pembenci dirinya harus menyiapkan serangan yang lebih baik. Isu soal Nazi adalah cara usang yang sudah tidak relevan lagi. 

    “Terus terang, mereka butuh trik kotor yang lebih baik. Serangan ‘semua orang adalah Hitler’ sudah sangat basi,” kata Musk pada akun X.com, dikutip Selasa (21/1/2025). 

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang program peluncuran astronot menuju planet Mars.

    Dalam pidato perdananya sebagai Presiden AS di Gedung Capitol AS, Senin (20/1/2025), Donald Trump mengatakan AS sekali lagi akan menjadi negara yang terus berkembang.

    Hal ini akan dikejar dengan meningkatkan kekayaan, memperluas wilayah, membangun kota, dan membawa bendera AS ke cakrawala yang baru. Hal ini mengacu pada wilayah baru, termasuk di Mars.

    “Kami akan mengejar takdir nyata ke bintang-bintang, meluncurkan astronot Amerika untuk meletakkan bendera Amerika di planet Mars,” ujar Trump dalam pidatonya, Senin (20/1/2025).

    Momen ini ternyata menjadi salah satu momen yang paling menggembirakan bagi milyader pendiri Tesla dan SpaceX Elon Musk. Sesaat setelah Trump mengatakan hal tersebut, kamera langsung menyorot Elon Musk yang terlihat sangat kegirangan dan tersenyum lebar.

    Elon Musk juga berkomentar melalui akun X-nya dengan mengatakan Amerika akan pergi ke Mars, sambil menyematkan cuplikan video dirinya mengacungkan jempol.

    Reuters melaporkan bahwa ambisi Elon Musk untuk membawa manusia ke Mars akan mendapat prioritas lebih tinggi di bawah pemerintahan Trump.

    NASA diperkirakan akan mengarahkan Program Artemis yang berencana menggunakan roket Starship dari SpaceX untuk misi ke bulan sebagai landasan uji menuju misi Mars yang lebih ambisius.

    Menurut sumber Reuters, di bawah pemerintahan Trump, fokus program ini akan bergeser ke misi tak berawak ke Mars dalam dekade ini.

    Sebagai salah satu pendukung Trump yang paling vokal, Elon Musk kini dipercaya untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) bersama dengan penasihat lainnya.

  • Donald Trump Jadi Presiden, Mobil Listrik Tak Jadi Anak Emas Lagi

    Donald Trump Jadi Presiden, Mobil Listrik Tak Jadi Anak Emas Lagi

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan tidak akan menganakemaskan mobil listrik. Bahkan Trump memastikan akan mengakhiri era Green New Deal, untuk bisa menyelamatkan industri otomotif Amerika.

    Pernyataan keras ini langsung disampaikan dalam pidato kenegaraan Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

    “Dengan tindakan saya hari ini, kita akan mengakhiri ‘Green New Deal’ dan mencabut mandat kendaraan listrik. Menyelamatkan industri otomotif kita dan menepati janji suci saya kepada para pekerja otomotif Amerika yang hebat,” ujar Trump penuh semangat.

    Sebelumnya Donald Trump juga menyampaikan bahwa Amerika saat ini tengah mengalami darurat energi nasional, untuk itu Amerika akan menghidupkan kilang minyak mereka.

    “Krisis inflasi disebabkan oleh pengeluaran yang sangat besar dan kenaikan harga energi. Itulah sebabnya hari ini saya juga akan mengumumkan keadaan darurat energi nasional. Kita akan mengebor sayang, mengebor (menghidupkan kilang minyak mereka),” Trump menambahkan.

    Dalam pemberitaan detikOto pada 16 November 2024 kemarin dikutip Reuters, tim transisi presiden terpilih Donald Trump berencana untuk menghentikan keringanan pajak konsumen sebesar USD 7.500 untuk pembelian kendaraan listrik sebagai bagian dari undang-undang reformasi pajak yang lebih luas.

    Donald Trump dilantik sebagai presiden AS, teken sejumlah perintah eksekutif Foto: BBC World

    Jika memang benar demikian, hal tersebut dinilai bakal berdampak serius pada transisi kendaraan listrik di AS.

    Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar di Amerika Serikat memberikan tanggapannya kepada komite transisi Trump bahwa mereka mendukung diakhirinya subsidi mobil listrik di Amerika Serikat.

    Dalam pemberitaan Reuters tersebut juga dijelaskan bahwa CEO Tesla Elon Musk, salah satu pendukung terbesar Trump dan orang terkaya di dunia, mengatakan penghentian subsidi mungkin akan sedikit merugikan penjualan Tesla, tetapi juga akan menjadi bencana bagi pesaing EV-nya di AS, seperti General Motors.

    Jika ditarik ke belakang lagi, langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini kerap dikaitkan dengan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

    Bahkan negara adidaya tersebut pernah menolak niat perusahaan asal China, untuk membangun pabrik baterai di negeri Paman Sam tersebut.

    (lth/rgr)

  • Zuckerberg, Elon Musk, dan Bos-Bos Teknologi Ramai Hadiri Pelantikan Donald Trump – Page 3

    Zuckerberg, Elon Musk, dan Bos-Bos Teknologi Ramai Hadiri Pelantikan Donald Trump – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Pelantikan Presiden AS ke-47 Donald Trump menarik perhatian, karena kali ini deretan bos perusahaan teknologi hadiri acara tersebut.

    Hal tersebut tidaklah mengherankan, pasalnya para bos teknologi yang ketika Trump memenangi Pilpres telah mengucapkan selamat kepadanya. Mereka sebelumnya juga sudah bertemu dan dijamu di kediaman pribadi Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida.

    Pada 20 Januari 2025, yakni di hari pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS, deretan orang nomor satu perusahaan teknologi raksasa AS ini hadir. BBC melaporkan, mereka juga menyempatkan diri hadir di kebaktian pelantikan Trump pada Senin pagi, waktu setempat.

    Di antara daftar bos perusahaan teknologi yang hadir, tampak pendiri Amazon Jeff Bezos, bos Meta Mark Zuckerberg, CEO Apple Tim Cook, hingga CEO Google Sundar Pichai yang masing-masing menempati kursi utama di Gereja St John, tempat Trump disumpah.

    Selanjutnya, beberapa miliarder teknologi lain juga bergabung dengan Donald Trump dalam parade inaugurasi di Rotunda Capitol, termasuk bos SpaceX sekaligus pemilik Twitter Elon Musk. Ia bahkan tersorot kamera tampak kegirangan pada acara tersebut. 

    Mengutip BBC, Selasa (21/1/2025), Elon Musk memang sudah memberikan dukungan ke Donald Trump sejak masa kampanye.

    Laporan menyebutkan, Musk menghabiskan hampir USD 300 juta untuk membantu kampanye Trump dan terus berada di pihak Trump sejak saat itu.

    Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump melakukan joget ikoniknya pasca memberikan pidato jelang pelantikan. Donald Trump berjoget diiringi oleh penari latar.

  • Kanselir Jerman Ingin Jaga Hubungan Stabil di Era Trump, tapi Ingatkan Perbatasan Tak Boleh Diubah dengan Kekerasan

    Kanselir Jerman Ingin Jaga Hubungan Stabil di Era Trump, tapi Ingatkan Perbatasan Tak Boleh Diubah dengan Kekerasan

    JAKARTA – Kanselir Jerman Olaf Scholz  menyerukan pentingnya menjaga hubungan yang “stabil” dengan Amerika Serikat menjelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump.

    Pernyataan ini muncul di tengah tuduhan Berlin penasihat Trump, Elon Musk, berusaha memengaruhi pemilihan umum Jerman yang akan datang.

    “Hubungan transatlantik sangat penting bagi Jerman dan Eropa. NATO adalah penjamin keamanan kita. Oleh karena itu, kita membutuhkan hubungan yang stabil dengan AS,” ujar Scholz kepada surat kabar harian Rheinische Post dilansir ANTARA dari Anadolu, Senin, 20 Januari.

    Scholz mengungkapkan dia telah dua kali berbicara dengan Trump melalui telepon.

    “Itu adalah percakapan yang sangat ramah dan baik. Penasihat kami juga telah bertemu beberapa kali. Jadi, kami tidak memulai dari nol dengan pemerintahan yang baru,” tambahnya.

    Merujuk pada klaim teritorial Trump baru-baru ini terhadap Greenland, Kanada, dan Terusan Panama, Scholz menegaskan Eropa mendukung aturan yang telah disepakati secara internasional.

    “Salah satu aturannya adalah perbatasan tidak boleh diubah dengan kekerasan,” tegas Scholz.

    Pernyataan Scholz ini muncul sehari setelah Andreas Michaelis, Duta Besar Jerman untuk AS, menyatakan kekhawatirannya terhadap perubahan mendasar dalam sistem politik AS di bawah kepemimpinan Trump.

    “Trump mengejar agenda ‘gangguan maksimal,’” peringat Michaelis dalam sebuah dokumen rahasia.

    Hubungan Berlin dan Washington semakin tegang setelah Elon Musk, yang akan menjabat sebagai penasihat presiden, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap partai sayap kanan Alternative für Deutschland (AfD) menjelang pemilu Jerman yang dijadwalkan pada 23 Februari.

    “Jika Anda tidak puas dengan situasi saat ini, Anda harus memilih perubahan. Itulah mengapa saya sangat merekomendasikan orang-orang untuk memilih AfD. Ini adalah langkah yang paling masuk akal,” ujar Musk dalam percakapan daring di platform X bersama pemimpin AfD, Alice Weidel.

    “Faktanya, seperti yang pernah saya sampaikan secara publik, saya pikir hanya AfD yang bisa menyelamatkan Jerman. Saya ingin sangat jelas: hanya AfD yang bisa menyelamatkan Jerman, titik. Orang-orang harus benar-benar mendukung AfD, jika tidak, situasi di Jerman akan menjadi jauh lebih buruk,” tambahnya.

    Dukungan Musk terhadap AfD menuai kritik keras dari kalangan politik di Jerman, terutama setelah ia menghina Presiden Frank-Walter Steinmeier dan Kanselir Olaf Scholz.

    Pemerintah Jerman menuduh Musk mencoba memengaruhi kampanye pemilu di negara tersebut melalui dukungannya terhadap AfD.

    Meski berhak menyuarakan pendapatnya, “Elon Musk sedang mencoba memengaruhi pemilu federal melalui pernyataannya,” ujar juru bicara pemerintah, Christiane Hoffmann, dalam konferensi pers di Berlin.

    Musk, yang juga pemilik platform media sosial X, sebelumnya menulis editorial di surat kabar harian WELT yang menyatakan dukungannya terhadap AfD.

    Hoffmann menyebut Musk mendorong masyarakat untuk memilih partai yang sedang dipantau oleh badan intelijen domestik Jerman sebagai potensi kasus ekstremis sayap kanan.

    Saat ini, AfD berada di peringkat kedua dalam survei nasional dan berpotensi menghalangi terbentuknya mayoritas dari koalisi sayap tengah-kanan atau tengah-kiri.

    Namun, partai-partai utama Jerman yang lebih moderat telah bersumpah untuk menolak membentuk koalisi dengan AfD di tingkat nasional.

  • Instagram Perpanjang Durasi Reels Menjadi 3 Menit, Saingi TikTok – Page 3

    Instagram Perpanjang Durasi Reels Menjadi 3 Menit, Saingi TikTok – Page 3

    Unggahan blog Meta menyebut bahwa hal itu juga akan membatalkan perluasan misi aturan dan kebijakan, menyoroti penghapusan pembatasan pada subjek termasuk imigrasi, gender, dan identitas gender. 

    Perubahan ini terjadi ketika perusahaan teknologi dan para eksekutifnya bersiap untuk pelantikan Presiden AS Donald Trump pada 20 Januari 2025.

    Trump sebelumnya vokal mengkritik Meta dan pendekatannya terhadap moderasi konten, menyebut Facebook “musuh rakyat” pada Maret 2024.

    Tetapi hubungan antara keduanya kemudian membaik. Zuckerberg makan malam di perkebunan Trump di Mar-a-Lago pada November. Meta juga menyumbang USD 1 juta untuk dana pelantikan presiden.

    “Pemilihan baru-baru ini juga terasa seperti titik balik yang memprioritaskan kebebasan berbicara,” kata Zuckerberg dalam sebuah video.

    Penggantian Nick Clegg oleh Joel Kaplan sebagai Head of Global Affairs Meta juga diartikan sebagai sinyal perubahan pendekatan perusahaan terhadap moderasi dan perubahan prioritas politiknya.

    Kate Klonick, profesor hukum di St John’s University Law School, mengatakan perubahan tersebut mencerminkan tren yang tampaknya tak terhindarkan selama beberapa tahun terakhir, terutama sejak pengambilalihan X oleh Elon Musk.

    “Tata kelola pribadi ujaran di platform ini semakin menjadi poin politik,” katanya kepada BBC News.

    “Ketika perusahaan sebelumnya menghadapi tekanan untuk membangun kepercayaan dan mekanisme keamanan dalam menangani isu-isu seperti pelecehan, ujaran kebencian, dan disinformasi, perubahan radikal ke arah yang berlawanan kini tengah berlangsung,” Klonick memungkaskan.

     

  • Susunan Kabinet dan Kepala Lembaga Pilihan Trump

    Susunan Kabinet dan Kepala Lembaga Pilihan Trump

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump akan segera dilantik, Senin (20/1/2025) waktu setempat. Pria penuh kontroversi itu telah menyiapkan sejumlah nama untuk membantunya di pemerintahan.

    Sejumlah loyalis Trump dipastikan akan membantunya di pemerintahan. Tak hanya itu, beberapa sosok mengejutkan pun turut ditunjuk Trump untuk memperkuat pemerintahannya.

    Berikut daftar nama yang sejauh ini telah diumumkan Trump untuk mengisi kabinet dan sejumlah lembaga tinggi AS:

    Menteri Luar Negeri: Marco Rubio

    Marco Rubio telah menjabat sebagai senator AS dari Florida sejak 2011 dan merupakan wakil ketua Komite Intelijen Senat. Ia mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2016 tetapi kalah dalam nominasi Partai Republik dari Trump.

    Menteri Pertahanan: Pete Hegseth

    Pete Hegseth adalah pembawa acara Fox News dan perwira Garda Nasional Angkatan Darat. Ia bertugas dalam perang di Irak dan Afghanistan, serta di Teluk Guantanamo.

    Jaksa Agung: Pam Bondi (Pilihan Kedua)

    Pam Bondi adalah seorang pelobi yang menjabat sebagai jaksa agung Florida dari tahun 2011 hingga 2019. Adapun pilihan pertama untuk posisi ini adalah Matt Gaetz, namun dia mengundurkan diri.

    Menteri Dalam Negeri: Doug Burgum

    Doug Burgum telah menjabat sebagai gubernur North Dakota sejak 2016. Kekayaannya mencapai ratusan juta dolar, terutama karena ia menjual perusahaan perangkat lunaknya ke Microsoft pada 2002. Ia mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024 dan menjadi pendukung utama Trump ketika ia mengundurkan diri.

    Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan: Robert F. Kennedy Jr.

    Robert F. Kennedy Jr. adalah aktivis antivaksin paling terkenal di Amerika. Ia mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024 sebagai seorang Demokrat, kemudian sebagai seorang independen. Ia keluar dari pencalonan pada Agustus 2024 dan mendukung Trump, tetapi ia masih muncul dalam surat suara di beberapa negara bagian.

    Menteri Keuangan: Scott Bessent

    Scott Bessent, 62, adalah seorang miliarder pengelola dana lindung nilai yang saat ini menjabat sebagai CEO, pendiri, dan kepala investasi di Key Square Capital Management di New York. Sebelumnya, ia menjabat sebagai kepala investasi di Soros Fund Management. Bessent merupakan penggalang dana utama kampanye Trump, dan juga menjadi salah satu penasihat ekonomi utama Trump.

    Menteri Perdagangan: Howard Lutnick

    Howard Lutnick adalah CEO miliarder dari perusahaan jasa keuangan Cantor Fitzgerald, wakil ketua tim transisi Trump, pengumpul dana kampanye utama, dan teman lama, sekutu, serta penasihat setia Trump. Lutnick juga merupakan ketua perusahaan pialang BGC Group Inc. dan perusahaan real estat komersial Newmark Group.

    Menteri Transportasi: Sean Duffy

    Sean Duffy adalah mantan perwakilan AS dari Wisconsin, pembawa acara The Bottom Line di Fox Business, dan kontributor di Fox News. Ia menjadi terkenal di The Real World: Boston dan bertemu istrinya Rachel Campos-Duffy di Road Rules: All Stars. Ia juga merupakan pembawa acara Fox News.

    Menteri Energi: Chris Wright

    Chris Wright adalah kepala eksekutif Liberty Energy, sebuah perusahaan fracking yang berpusat di Denver. The New York Times menggambarkannya sebagai “seorang penginjil yang ramah media untuk bahan bakar fosil yang menyebarkan pesan yang menggembirakan bahwa minyak dan gas dapat mengangkat orang keluar dari kemiskinan, sambil meremehkan ilmu iklim.”

    Menteri Pendidikan: Linda McMahon

    Linda McMahon adalah salah satu pendiri World Wrestling Entertainment, yang membangun gulat menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar bersama suaminya kala itu Vince McMahon. Ia memimpin Small Business Administration selama masa jabatan pertama Trump, dan saat ini menjabat sebagai ketua dewan America First Policy Institute, sebuah lembaga pemikir konservatif. Ia telah menjadi pendukung finansial utama kampanye Trump.

    Menteri Tenaga Kerja: Lori Chavez-DeRemer

    Lori Chavez-DeRemer adalah anggota DPR dari Partai Republik moderat yang baru pertama kali menjabat dan mewakili Distrik Kongres Kelima Oregon, tetapi kalah tipis dalam pemilihan ulang pada Hari Pemilihan. Ia juga menjabat sebagai wali kota Happy Valley, Oregon, dari tahun 2011 hingga 2019.

    Chavez-DeRemer adalah anggota Partai Republik pro-serikat pekerja yang langka dan merupakan salah satu dari sedikit anggota DPR dari Partai Republik yang mendukung UU PRO (Protecting the Right to Organize), yang akan memberlakukan perluasan hak-hak buruh yang bersejarah. Ia juga ikut mensponsori undang-undang untuk melindungi tunjangan Jaminan Sosial bagi pekerja sektor publik. Serikat pekerja Teamsters, termasuk presiden Teamsters Sean O’Brien, dilaporkan melobi Trump untuk memilihnya.

    Menteri Pertanian: Brooke Rollins

    Brooke Rollins mengepalai Dewan Kebijakan Dalam Negeri Gedung Putih selama pemerintahan Trump pertama, kemudian mendirikan dan mengepalai lembaga pemikir pro-Trump, America First Policy Institute, yang seperti Project 2025 milik Heritage Foundation, telah berupaya mengembangkan cetak biru untuk pemerintahan Trump kedua.

    Menteri Keamanan Dalam Negeri: Kristi Noem

    Kristi Noem telah menjabat sebagai gubernur South Dakota sejak 2019. Sebelum menjadi gubernur perempuan pertama di South Dakota, ia merupakan satu-satunya wakil negara bagian tersebut di DPR AS selama delapan tahun.

    Menteri Urusan Veteran: Doug Collins

    Doug Collins adalah mantan anggota Kongres AS dari Georgia yang bertugas di DPR dari tahun 2013 hingga 2021. Ia adalah seorang pengacara dan veteran yang bertugas dalam perang Irak dan saat ini menjadi pendeta Angkatan Udara Cadangan.

    Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan: Scott Turner

    Scott Turner bermain selama sembilan musim di NFL, dan terlibat dalam politik selama jeda musim. Setelah pensiun, ia akhirnya menjabat dua periode di DPR Texas, lalu bergabung dengan pemerintahan Trump pertama sebagai kepala White House Opportunity and Revitalization Council. Ia sekarang menjadi ketua Center for Education Opportunity di lembaga pemikir pro-Trump America First Policy Institute. Ia juga pernah menjadi pembicara motivasi, dan menjadi pendeta asosiasi di gereja besar Baptis di Plano, Texas.

    Direktur CIA: John Ratcliffe

    John Ratcliffe adalah mantan anggota kongres Texas yang menjabat sebagai direktur intelijen nasional selama tahun terakhir masa jabatan pertama Trump.

    Komisioner FDA: Martin Makary

    Martin Makary adalah seorang dokter bedah di Universitas Johns Hopkins yang, menurut Stat News, adalah seorang selebritas terkenal di dunia medis, sekaligus pengkritik sistem perawatan kesehatan AS. Ia juga merupakan kepala staf medis di firma telehealth Sesame, tamu tetap di Fox News, dan penasihat pemerintahan Trump pertama.

    Direktur CDC: Dave Weldon

    Dave Weldon adalah seorang dokter dan mantan anggota kongres Florida selama tujuh periode. Di Kongres, Weldon merupakan sekutu setia gerakan anti-vaksin dan anti-aborsi.

    Surgeon General: Janette Nesheiwat

    Janette Nesheiwat adalah dokter keluarga dan gawat darurat, kontributor Fox News, dan direktur medis di CityMD, yang mengoperasikan pusat perawatan darurat di New York dan New Jersey. Ia juga memiliki lini suplemen makanan sendiri dan merupakan penulis buku yang akan segera terbit Beyond the Stethoscope: Miracles in Medicine. Julia Nesheiwat, menjabat sebagai penasihat Keamanan Dalam Negeri dalam pemerintahan Trump yang pertama, dan Trump telah menunjuk suami saudara perempuannya, anggota kongres Florida Mike Waltz, sebagai penasihat keamanan nasional untuk pemerintahan keduanya.

    Administrator Medicare dan Medicaid: Mehmet Oz

    Mehmet Oz adalah seorang ahli bedah jantung, tokoh televisi kawakan, dan penggemar berat crudités yang menerima dukungan Trump dalam pemilihan Senat Pennsylvania tahun 2022 tetapi kalah dari John Fetterman. Ia juga dikenal karena mempromosikan klaim kesehatan yang meragukan, dan bertugas di Dewan Kepresidenan Trump untuk Olahraga, Kebugaran, dan Nutrisi selama pemerintahan Trump yang pertama.

    Administrator EPA: Lee Zeldin

    Lee Zeldin menjabat sebagai perwakilan AS dari New York dari tahun 2015 hingga 2023. Ia mencalonkan diri sebagai gubernur New York pada tahun 2022 tetapi dikalahkan oleh Demokrat Kathy Hochul.

    Direktur National Intelligence: Tulsi Gabbard

    Tulsi Gabbard mewakili Hawaii di DPR AS dari tahun 2013 hingga 2021. Ia adalah veteran Garda Nasional yang bertugas di Irak. Gabbard mencalonkan diri sebagai presiden sebagai seorang Demokrat pada tahun 2020 dan mendukung Joe Biden ketika ia mengakhiri kampanyenya. Dua tahun kemudian, ia meninggalkan Partai Demokrat dan menjadi anggota tetap di tempat-tempat sayap kanan seperti Fox News dan CPAC. Ia mendukung Trump sebagai presiden pada tahun 2024.

    Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran: Russell Vought

    Russell Vought menjabat posisi yang sama selama pemerintahan Trump pertama, dan sebelumnya bekerja sebagai Wakil Presiden di kelompok lobi Heritage Action milik Heritage Foundation. Vought, yang menyebut dirinya sebagai nasionalis Kristen, adalah pendiri Center for Renewing America, salah satu lembaga pemikir yang mempersiapkan pemerintahan Trump kedua, dan ia adalah salah satu penulis cetak biru Project 2025 milik Heritage Foundation.

    Duta Besar NATO: Matthew Whitaker

    Matt Whitaker pernah menjabat sebagai penjabat jaksa agung selama pemerintahan Trump pertama, dan sebelumnya, menjadi Jaksa AS untuk Distrik Selatan Iowa.

    Duta Besar PBB: Elise Stefanik

    Elise Stefanik adalah perwakilan AS dari New York dan anggota peringkat keempat dalam kepemimpinan Partai Republik DPR.

    Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah: Elon Musk dan Vivek Ramaswamy

    Elon Musk adalah orang terkaya di dunia; kepala eksekutif Tesla dan SpaceX; pemilik X dan yang menyatakan dirinya sebagai “Chief Troll Officer.” Dia adalah perwakilan Trump yang paling terkenal dalam pemilihan 2024 dan menggelontorkan US$118 juta ke dalam super-PAC pro-Trump. Vivek Ramaswamy adalah pengusaha bioteknologi yang gagal mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2024 dan mendukung Trump ketika dia mengundurkan diri

    (luc/luc)

  • TikTok Gelap di AS, Trump Berjanji Selamatkan Aplikasi Populer

    TikTok Gelap di AS, Trump Berjanji Selamatkan Aplikasi Populer

    JAKARTA – TikTok resmi berhenti beroperasi untuk 170 juta pengguna di Amerika Serikat pada Sabtu malam, 19 Januari sebelum undang-undang yang melarang aplikasi ini berlaku pada Minggu, 19 Januari. Namun, Presiden AS terpilih Donald Trump menyatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa ia akan berusaha menyelamatkan TikTok.

    “SELAMATKAN TIKTOK!” tulis Trump sehari sebelum pelantikannya. Ia juga mengatakan kemungkinan besar akan memberikan perpanjangan waktu 90 hari untuk aplikasi tersebut setelah ia menjabat pada Senin. Pernyataan Trump ini muncul di tengah pemberitahuan resmi dari TikTok kepada penggunanya bahwa aplikasi tersebut sementara waktu tidak dapat digunakan di AS.

    Pesan TikTok untuk Pengguna

    Dalam pemberitahuan resminya, TikTok menulis: “Sebuah undang-undang yang melarang TikTok telah diberlakukan di AS. Sayangnya, itu berarti Anda tidak dapat menggunakan TikTok untuk sementara. Kami beruntung karena Presiden Trump telah menyatakan bahwa ia akan bekerja dengan kami untuk mencari solusi agar TikTok dapat kembali beroperasi begitu ia menjabat. Mohon tetap pantau perkembangan lebih lanjut.”

    TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan asal China ByteDance, juga telah dihapus dari toko aplikasi Apple dan Google pada Sabtu malam. Selain TikTok, aplikasi lain milik ByteDance seperti CapCut dan Lemon8 turut tidak tersedia.

    Penutupan TikTok yang belum pernah terjadi sebelumnya membawa dampak besar, mulai dari hubungan AS-China, dinamika politik domestik AS, hingga ekosistem media sosial dan ekonomi pengguna aplikasi ini. TikTok yang telah menarik hampir separuh populasi AS memainkan peran penting dalam mendukung bisnis kecil, membentuk budaya daring, dan menjadi sumber penghasilan bagi jutaan orang.

    Menurut undang-undang yang disahkan tahun lalu dan disetujui Mahkamah Agung pada Jumat, TikTok diberi waktu hingga Minggu untuk memutus hubungan dengan induk perusahaannya di China atau menghentikan operasinya di AS guna meredakan kekhawatiran tentang ancaman terhadap keamanan nasional.

    Pengguna Cari Alternatif Baru

    Dengan tidak berfungsinya TikTok, banyak pengguna beralih ke aplikasi alternatif, termasuk RedNote yang berbasis di China. Sementara itu, pesaing seperti Meta dan Snap mengalami kenaikan harga saham di tengah spekulasi meningkatnya jumlah pengguna dan pendapatan iklan.

    Di media sosial, tagar seperti #TikTokRefugee dan #SaveTikTok menjadi trending, dengan banyak pengguna yang mengungkapkan kesedihan atas kehilangan platform tersebut. Salah satu pengguna menulis di platform X (dulu disebut Twitter): “Aku tidak menyangka mereka benar-benar akan mematikan TikTok. Sekarang aku sedih dan merindukan teman-teman yang aku buat di sana. Semoga semuanya kembali dalam beberapa hari.”

    Sementara itu, pencarian daring untuk layanan VPN melonjak tajam setelah akses TikTok dibatasi, menurut data Google Trends. Pengguna di Instagram juga menyuarakan kekhawatiran tentang pesanan barang dari TikTok Shop yang belum diterima.

    Trump Beri Harapan Baru

    Presiden terpilih Trump menyatakan komitmennya untuk mencari solusi agar TikTok dapat kembali beroperasi di AS. Dalam wawancara dengan NBC, Trump mengatakan, “Perpanjangan waktu 90 hari kemungkinan besar akan diberikan karena ini adalah langkah yang tepat. Jika saya memutuskan untuk melakukannya, saya akan mengumumkannya pada hari Senin.”

    I just spoke to Chairman Xi Jinping of China. The call was a very good one for both China and the U.S.A. It is my expectation that we will solve many problems together, and starting immediately. We discussed balancing Trade, Fentanyl, TikTok, and many other subjects. President Xi…

    — Donald J. Trump Posts From His Truth Social (@TrumpDailyPosts) January 17, 2025

    CEO TikTok, Shou Zi Chew, dijadwalkan menghadiri pelantikan presiden pada Minggu dan menghadiri rapat umum bersama Trump. Langkah ini dilihat sebagai upaya diplomasi untuk mempercepat solusi.

    ByteDance, yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh investor institusional seperti BlackRock dan General Atlantic, menghadapi berbagai tawaran untuk mengakuisisi operasinya di AS. Beberapa laporan media menyebutkan bahwa Elon Musk juga telah mengadakan pembicaraan tentang kemungkinan membeli operasi TikTok di AS, meskipun ByteDance telah membantahnya.

    Tantangan ke Depan

    Sementara Trump memberikan harapan bagi pengguna TikTok, Pemerintah China melalui Kedutaan Besarnya di Washington mengkritik larangan tersebut. “China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sahnya,” ujar seorang juru bicara.

    TikTok, dengan valuasi yang diperkirakan mencapai 50 miliar dolar AS (Rp819 triliun), kini berada di persimpangan jalan. Masa depan aplikasi ini di AS akan sangat bergantung pada langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan Trump setelah ia resmi menjabat. Sementara itu, jutaan pengguna AS hanya bisa menunggu dengan harapan bahwa platform yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan mereka akan segera kembali.