Tag: Elon Musk

  • Selama Ini Kita Ditipu Pemerintah, Fakta Ekonomi Mengerikan Disembunyikan

    Selama Ini Kita Ditipu Pemerintah, Fakta Ekonomi Mengerikan Disembunyikan

    GELORA.CO – Pengusaha milenial sekaligus konten kreator edukasi finansial dan juga influencer Raymond Chin menyampaikan peringatan keras soal kondisi ekonomi Indonesia memasuki 2026. 

    Di tengah narasi resmi tentang pertumbuhan ekonomi yang stabil dan optimisme menuju 2026, Raymond Chin melontarkan peringatan keras. 

    Raymond menyebut, selama ini publik Indonesia hidup dalam ilusi ekonomi dengan angka-angka makro yang tampak indah, tetapi kesejahteraan riil rakyat justru terus tergerus.

    Menurutnya itu adalah cara pemerintah menyembunyikan fakta mengerikan ekonomi Indonesia dan menipu masyarakat.

    Hal itu dijelaskan Raymond Chin, dalam video yang dibuat tanpa naskah (unscripted) di channel YouTube miliknya, Raymond Chin, yang tayang Sabtu (10/1/202).

     Dalam videonya Raymond menyatakan secara gamblang.

    “Kita selama ini ditipu. Ada fakta mengerikan tentang ekonomi Indonesia yang disembunyikan sama pemerintah,” kata Raymond.

    Pernyataan Raymond itu bukan sekadar provokasi.

    Raymond membangun argumennya dari data, statistik, dan fenomena sosial yang ia temukan saat menelusuri kondisi ekonomi 2025 dan proyeksi 2026.

    Tipu Daya Kekayaan

    Raymond membuka analisanya dengan satu paradoks besar.

    Di mana di media sosial, Indonesia seolah dipenuhi anak muda triliuner, supercar, dan bisnis yang “driving”.

    “Namun di dunia nyata, mayoritas rakyat justru merasa hidup semakin berat,” kata Raymond.

    Fenomena ini, kata Raymond, adalah survivorship bias atau yang terlihat hanya mereka yang berhasil, sementara jutaan yang gagal tenggelam dalam senyap.

    “Kalau kamu merasa 2025 berat, kamu tidak sendirian. Jangan samakan standar hidup mayoritas rakyat dengan segelintir orang yang pamer kekayaan di Instagram,” ujar Raymond.

    PDB Tumbuh, Tapi Rakyat Tetap Miskin

    Menurut Raymond, akar masalah terletak pada cara pemerintah dan elite ekonomi mendefinisikan “pertumbuhan”.

    Raymond mengungkapkan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 5 persen—bahkan diproyeksikan 6 persen—terus digaungkan pemerintah sebagai bukti keberhasilan.

    “Namun indikator itu bersifat rata-rata, bukan cermin kesejahteraan,” kata Raymond.

    Ia memberi analogi ekstrem.

    Yakni di sebuah ruangan berisi 10 pengangguran, lalu masuk satu orang superkaya seperti Elon Musk.

    “Secara statistik, rata-rata kekayaan di ruangan itu melonjak tajam. Namun realitas 10 orang tadi tetap sama—miskin,” katanya.

    “Itulah masalah statistik ekonomi. Kita melihat angka rata-rata, bukan kondisi nyata mayoritas orang,” tegas Raymond.

    Ia menyebut kondisi ini dengan istilah yang dikenal luas dalam literatur ekonomi: growth without prosperity atau ekonomi tumbuh, tapi kemakmuran tidak menyebar.

    Raymond juga menyoroti ketimpangan ekstrem.

    “Pada 2025, kekayaan orang-orang terkaya Indonesia meningkat hingga sekitar Rp700 triliu,” kata dia.

    Di saat yang sama, tambah Raymond, puluhan juta warga kelas menengah dan bawah justru mengalami penggerusan tabungan.

    “Bayangkan 100 juta orang kehilangan masing-masing beberapa juta rupiah dari tabungan mereka. Secara total mungkin kalah besar dibanding kenaikan kekayaan 50 orang terkaya. Tapi dampaknya ke hidup rakyat sangat brutal,” katanya.

    Ia menegaskan, 10 persen populasi Indonesia menguasai hampir 80 persen kekayaan nasional.

    Bahkan dalam konsumsi rumah tangga—penopang utama PDB—kelompok 20 persen teratas menyumbang hampir setengahnya.

    “Sisanya, 80 persen rakyat, hanya membelanjakan uang untuk kebutuhan primer: beras, listrik, transportasi,” ujar dia.

    Inflasi Resmi vs Inflasi yang Dirasakan

    Kebohongan kedua yang digaungkan pemerintah, menurut Raymond, adalah soal inflasi.

    Pemerintah, kata Raymond rutin melaporkan inflasi 2–3 persen melalui CPI (Consumer Price Index).

    “Namun bagi rakyat, angka itu terasa jauh dari kenyataan,” ujarnya.

    “Kalau kamu tinggal di Jakarta atau kota besar lain, kamu tahu inflasi rasanya jauh lebih tinggi,” tegas Raymond.

    Masalahnya, kata dia, CPI dihitung dari ribuan jenis barang yang dirata-ratakan.

    “Padahal masyarakat tidak membeli ribuan barang itu. Mereka menghabiskan 60–70 persen pengeluaran untuk lima pos utama: makanan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, dan kesehatan—semuanya mengalami kenaikan signifikan,” kata dia.

    Kenaikan upah yang terlihat di atas kertas pun, kata Raymond, kembali berbasis rata-rata.

    Indikator yang paling jujur justru real disposable income, yakni berapa sisa uang setelah semua kebutuhan dibayar.

    Puncak kegelisahan Raymond muncul saat ia menelusuri data tabungan perbankan. 

    Raymond menyebut data ini sebagai indikator kesejahteraan paling konkret.

    Faktanya kata dia sangat mengejutkan.

    Dimana 99 persen rekening di Indonesia bersaldo di bawah Rp100 juta.

    Lalu, rata-rata saldo kelompok ini turun drastis dibanding 10 tahun lalu.

    Tahun 2025, kata Raymond mencatat saving rate terendah dalam sejarah

    Raymond mengakui ada faktor perubahan perilaku, lebih banyak rekening, lebih banyak investasi.

    Namun setelah memvalidasi data dari berbagai sumber dan jurnal, kesimpulannya tetap sama: kenaikan upah tidak mampu mengejar lonjakan biaya hidup.

    “2025 adalah tahun di mana ‘bensin’ ekonomi rakyat habis. Tabungan sudah mulai terkuras,” katanya.

    Akibat, kata Raymond, Fenomena “mantap” (makan tabungan) dan “rojali” (rombongan jarang beli) muncul dan bukan sekadar istilah viral, melainkan gejala struktural.

    Utang untuk Bertahan Hidup

    Yang paling mengkhawatirkan, menurut Raymond, adalah perubahan pola utang.

    Jika dulu pinjaman online diasosiasikan dengan gaya hidup, kini justru digunakan untuk kebutuhan dasar.

    “Orang pinjol buat token listrik, bayar SPP anak, beli makan. Ini tanda darurat,” ujarnya.

    Raymond menyebut 2026 sebagai fase K-Shape Economic Recovery atau pemulihan berbentuk huruf K.

    Di mana sebagian kecil masyarakat dan industri akan melonjak tajam ke atas, sementara mayoritas justru tertinggal.

    Kelas menengah, menurutnya, berada di posisi paling rentan karena nyaris tidak memiliki stimulus untuk naik kelas dalam waktu dekat.

    “Masalahnya bukan hanya jumlah lapangan kerja, tetapi kualitasnya. Indonesia, gagal memaksimalkan sektor manufaktur padat karya yang seharusnya menjadi tangga mobilitas sosial,” kata dia.

    Sebaliknya, menurut Raymond, proyek-proyek besar yang didorong negara cenderung padat modal, seperti hilirisasi dan smelter, yang minim penyerapan tenaga kerja.

    Negara Belanja Besar, Efek Menetes Dipertanyakan

    Raymond menjelaskan APBN 2026 diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar, dengan program populis seperti MBG, perumahan, dan bansos.

    Namun Raymond skeptis terhadap efek “trickle down”.

    “Model K-shape ini kebal politik. Kita tahu sendiri ada anak pejabat yang punya puluhan dapur MBG,” katanya.

    Raymond menutup analisanya dengan dua pesan yang kontras.

    “Untuk kelompok bawah: kencangkan ikat pinggang, cari tambahan penghasilan, dan fokus menaikkan real disposable income,” kata dia.

    “Untuk kelompok atas: belanja lebih banyak ke UMKM dan bisnis lokal agar ekonomi riil tetap bergerak,” tambahnya.

    Ia menegaskan, videonya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membuka mata.

    “Pertumbuhan ekonomi yang selama ini digaungkan, tidak benar-benar terasa di rakyat paling bawah,” katanya.

    Namun ia juga mengingatkan bahaya self-fulfilling prophecy atau ketika pesimisme massal justru menciptakan krisis itu sendiri.

    “Jangan pesimis. Tetap optimis, tapi realistis,” kata Raymond.

    Ia berharap sebagian penonton videonya mampu mengubah nasib secara drastis di 2026.

    “Mungkin doa terakhir gua adalah semoga di periode K-Shape Recovery ini, beberapa kalian yang nonton video ini berhasil mengubah nasib 180 derajat di 2026 dan akan mendapat kekayaan yang sangat amat banyak. See you guys next video,” tutup Raymond.

  • Grok Batasi Akses Pembuatan Gambar di X usai Dikecam, Kini Khusus Pengguna Berbayar

    Grok Batasi Akses Pembuatan Gambar di X usai Dikecam, Kini Khusus Pengguna Berbayar

    JAKARTA – xAI, perusahaan milik Elon Musk, telah membatasi sistem penggunaan Grok dalam membuat gambar yang vulgar. Keputusan ini diambil setelah X dikecam banyak negara akibat kemampuan Grok.

    Selama beberapa hari terakhir, Grok mendapatkan perhatian di X karena kemampuan yang dapat mengubah gambar secara akurat. Pengguna dapat menghilangkan objek tertentu tanpa mengaburkan, menghilangkan, atau mengubah wajah subjek di dalam foto.

    Sayangnya, fitur ini banyak disalahgunakan oleh pengguna. Tak sedikit orang yang mengubah gambar mereka, gambar orang lain, atau gambar tokoh penting untuk menghilangkan busana dan menggantinya dengan bikini. Akibatnya, banyak negara yang mengkaji dan mengecam X karena membiarkan kemampuan tersebut.

    Untuk menghindari langkah hukum dari sejumlah negara, X memutuskan untuk membatasi akses fitur pembuatan dan pengeditan gambar Grok. Kini, hanya pengguna berbayar yang dapat menggunakan fitur tersebut.

    Dengan mengubah kebijakan ini, X berharap dapat menghentikan pembuatan dan penyebaran gambar eksplisit di kolom komentar atau balasan unggahan. Namun, faktanya, pengguna berbayar masih dapat membuat konten yang tergolong deepfake ini di tab interaksi Grok.

    Karena itu, meski X mengubah kebijakannya, foto vulgar yang dapat merugikan sejumlah pihak ini tetap bisa diunggah dalam kolom komentar atau balasan. Hal ini yang menyebabkan beberapa regulator merasa bahwa kebijakan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan masalah.

    “Membatasi fitur hanya untuk pelanggan berbayar tidak mengubah masalah mendasar kami. Kami tidak ingin melihat gambar-gambar seperti itu,” kata juru bicara Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan, dikutip pada Sabtu, 10 Januari 2026.

    Terkait dengan perubahan ini, Reuters melakukan uji coba setelah kebijakan barunya ditetapkan. Hasilnya, chat buat grup di X sudah tidak bisa mengubah sebuah gambar menjadi foto bikini atau ketelanjangan. Grok membalas dengan menyatakan bahwa alat tersebut hanya tersedia untuk pelanggan berbayar.

  • Komdigi Blokir Grok AI, Minta Platform X Milik Elon Musk Klafirikasi

    Komdigi Blokir Grok AI, Minta Platform X Milik Elon Musk Klafirikasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memutus akses sementara terhadap aplikasi kecerdasan artifisial (AI) Grok AI di platform X milik Elon Musk.

    Langkah ini diambil sebagai respons atas potensi penyalahgunaan teknologi tersebut untuk memproduksi konten pornografi palsu atau deepfake.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan bahwa pemutusan akses ini merupakan upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak, dari risiko paparan konten negatif yang dihasilkan oleh AI.

    “Pemerintah memandang praktik deepfake seksual, nonkonsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (10/1/2026).

    Selain pemutusan akses, Kementerian Komdigi juga telah melayangkan permintaan resmi kepada Platform X (sebelumnya Twitter) untuk memberikan klarifikasi. 

    Dalam laporannya, pemerintah RI meminta pengelola platform X untuk segera hadir dan menjelaskan mitigasi dampak negatif dari penggunaan fitur Grok di ekosistem mereka.

    Adapun secara regulasi, tindakan tegas pemutusan akses ini didasarkan pada kewenangan kementerian yang tercantum dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

    Berdasarkan Pasal 9 regulasi tersebut, setiap PSE memiliki kewajiban hukum untuk memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, maupun menyebarluaskan informasi atau dokumen elektronik yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia.

    “Pasal 9 mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang,” pungkas Meutya.

  • Inggris Prediksi AI Bakal jadi Asisten Pribadi 5 Tahun Lagi

    Inggris Prediksi AI Bakal jadi Asisten Pribadi 5 Tahun Lagi

    Bisnis.com, JAKARTA — Kantor Komisioner Informasi Inggris (ICO), lembaga yang mengawasi perlindungan data dan privasi, menyampaikan dalam lima tahun ke depan masyarakat berpotensi memiliki asisten belanja pribadi berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Asisten belanja berbasis AI ini tidak hanya menunggu perintah dari pengguna, tetapi juga mampu bertindak secara mandiri. Teknologi ini dapat mempelajari kebiasaan pengguna, memahami kebutuhan belanja, mulai dari membeli barang sehari-hari, memesan tiket pesawat, hingga membantu mengelola keuangan rumah tangga.

    Direktur Eksekutif Regulasi dan Inovasi di ICO, William Malcolm, menjelaskan bahwa teknologi tersebut dikenal sebagai Agentic AI, yakni AI yang memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan secara otonom.

    “Agen AI pribadi kami dapat membayar barang, memesan tiket penerbangan, serta mengelola keuangan rumah tangga,” kata Malcolm, dikutip dari The Standard, Jumat (9/01/2026).

    Menurut regulator, kemampuan AI agen untuk mengantisipasi kebutuhan belanja tanpa harus diminta memungkinkan konsumen mengandalkan AI dalam merencanakan anggaran bulanan, sekaligus menjadwalkan pembelian pada saat berlangsungnya program diskon.

    Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa AI berbasis agen berpotensi meluas ke ranah pengambilan keputusan keuangan. Dalam hal ini, agen AI dapat mencari berbagai opsi pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan menyajikannya untuk disetujui.

    Meski menawarkan berbagai kemudahan, ICO mengingatkan bahwa perlindungan privasi data tetap menjadi prioritas utama. Semakin canggih AI, semakin besar pula data pribadi yang digunakan, sehingga risiko penyalahgunaan data berpotensi meningkat.

    Kekhawatiran tersebut kian mencuat setelah beberapa waktu lalu chatbot Grok milik Elon Musk menuai sorotan publik karena menghasilkan gambar tidak senonoh. Peristiwa itu menegaskan kekhawatiran terkait keselamatan pribadi dan pengawasan seiring semakin kuatnya kemampuan teknologi AI.

    Malcolm menegaskan bahwa sistem perlindungan data yang kuat sangat penting untuk menjaga keamanan informasi pribadi masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap teknologi AI.

    “Fondasi perlindungan data yang kuat dapat membantu membangun kepercayaan publik serta mempercepat dan mengamankan adopsi AI,” ujarnya.

    Dalam laporan Tech Feature, ICO menekankan bahwa kepatuhan terhadap standar perlindungan data dapat menjadi faktor pembeda di pasar bagi perusahaan yang meluncurkan agen AI.

    Lembaga pengawas tersebut juga menyatakan akan terus memantau perkembangan AI hingga 2026 serta bekerja sama dengan para pengembang untuk memperjelas kewajiban hukum mereka, sehingga konsumen dapat merasa yakin bahwa data pribadi mereka dilindungi dengan semestinya. (Nur Amalina)

  • Awas! Akun X Manipulasi Foto jadi Konten Asusila Pakai AI Bisa Masuk Penjara

    Awas! Akun X Manipulasi Foto jadi Konten Asusila Pakai AI Bisa Masuk Penjara

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyampaikan memanipulasi foto dengan menggunakan kecerdasan buatan atau AI bisa kena pidana bahkan masuk penjara.

    Hal tersebut merupakan respons Bareskrim mengenai fenomena penggunaan Grok AI yang diminta oleh akun X untuk memanipulasi foto menjadi konten asusila tanpa persetujuan pemilik akun lainnya.

    “Kalau bicara AI nanti selama itu bisa diklarifikasi bahwa itu adalah manipulasi data elektronik maka itu menjadi suatu hal yang dipidana,” ujar Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji di Mabes Polri, Rabu (7/1/2026).

    Sebelumnya, Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan pihaknya tengah menyelidiki soal fenomena penyalahgunaan AI, khususnya di platform X.

    Berdasarkan hasil penelusuran awal, Alex menyatakan bahwa kecerdasan Grok AI milik Elon Musk belum memiliki pengaturan yang tegas.

    Kelemahan sistem ini dinilai gagal mencegah produksi serta distribusi konten pornografi berbasis foto nyata warga Indonesia.

    “Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga,” ujar Alexander.

    Lebih lanjut, Alexander menjelaskan bahwa manipulasi foto pribadi secara digital merupakan bentuk perampasan kendali individu atas identitas visualnya. Sebab, hal ini berdampak pada kerugian psikologis, sosial, dan reputasi.

    Komdigi mengingatkan bahwa kewajiban kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan melekat pada seluruh PSE yang beroperasi di wilayah Indonesia.

    “Apabila ditemukan ketidakpatuhan atau sikap tidak kooperatif, Komdigi dapat menjatuhkan sanksi administratif kepada Grok AI dan platform X,” pungkasnya.

    Sekadar informasi, berdasarkan UU No.1/2023 tentang KUHP telah mengatur konten pornografi diatur dalam Pasal 172 dan Pasal 407. Aturan ini sudah berlaku sejak (2/1/2026).

    Pasal 172 mendefinisikan pornografi sebagai media yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan.

    Sementara itu, Pasal 407 mengatur ancaman pidana maksimal 10 tahun atau denda sesuai ketentuan berlaku. 

  • Komdigi Ancam Bakal Putus Akses Grok AI Setelah Tren Deepfake Menyebar

    Komdigi Ancam Bakal Putus Akses Grok AI Setelah Tren Deepfake Menyebar

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengancam akan mengambil langkah tegas pemutusan akses terhadap layanan Grok AI dan platform X imbas dari maraknya tren deepfake.

    Komdigi menilai terdapat penyalahgunaan fitur kecerdasan artifisial (AI) yang digunakan untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila, termasuk manipulasi foto pribadi tanpa izin atau deepfake.

    Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan hasil penelusuran awal menunjukkan Grok AI milik Elon Musk belum memiliki pengaturan yang tegas.

    Kelemahan sistem ini dinilai gagal mencegah produksi serta distribusi konten pornografi berbasis foto nyata warga Indonesia.

    “Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga,” ujar Alexander dikutip dari pernyataan resmi Komdigi, Rabu (07/1/2026).

    Lebih lanjut, Alexander menjelaskan bahwa manipulasi foto pribadi secara digital merupakan bentuk perampasan kendali individu atas identitas visualnya. Menurutnya, hal ini bisa berdampak pada kerugian psikologis, sosial, dan reputasi.

    Saat ini, Komdigi tengah berkoordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), termasuk X, untuk memastikan ketersediaan mekanisme perlindungan yang efektif.

    Pemerintah menuntut penguatan sistem moderasi konten, pencegahan pembuatan deepfake asusila, serta prosedur penanganan cepat atas laporan pelanggaran.

    Komdigi mengingatkan bahwa kewajiban kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan melekat pada seluruh PSE yang beroperasi di wilayah Indonesia.

    “Apabila ditemukan ketidakpatuhan atau sikap tidak kooperatif, Komdigi dapat menjatuhkan sanksi administratif kepada Grok AI dan platform X,” tulis pernyataan resmi Komdigi.

    Selain menyasar korporasi, ancaman hukum juga berlaku bagi pengguna individu. Penyedia layanan AI maupun pengguna yang terbukti memproduksi atau menyebarkan konten manipulasi foto pribadi tanpa hak dapat dikenakan sanksi pidana.

    Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berlaku efektif sejak 2 Januari 2026, khususnya Pasal 172 dan Pasal 407.

    Pasal 407 mengatur ancaman pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 10 tahun atau pidana denda bagi pelaku yang melanggar norma kesusilaan melalui media.

    Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang menjadi korban manipulasi foto AI untuk menempuh upaya hukum dan melaporkan kepada aparat penegak dan Komdigi

    “Ruang digital bukan ruang tanpa hukum, ada privasi dan hak atas citra diri setiap warga yang harus dihormati dan dilindungi,” tutup Alexander. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • xAI Elon Musk Raih Pendanaan Seri E Rp334 Triliun, Kembangkan AI Canggih

    xAI Elon Musk Raih Pendanaan Seri E Rp334 Triliun, Kembangkan AI Canggih

    Bisnis.com, JAKARTA — xAI perusahaan pengembang kecerdasan buatan milik Elon Musk, berhasil menuntaskan pendanaan Seri E sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp334 triliun, melampaui target awal yang hanya US$15 miliar atau Rp251 Triliun.

    Pendanaan ini berhasil diraih berkat dukungan dari berbagai investor ternama, seperti Valor Equity Partners, Stepstone Group, Fidelity Management & Research Company, Qatar Investment Authority, MGX, dan Baron Capital Group.

    Tak hanya itu, xAI juga mendapatkan dukungan strategis dari NVIDIA dan Cisco Investments, yang berperan besar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur komputasi dan pengembangan klaster GPU terbesar di dunia.

    Tahun 2025 tampaknya menjadi tahun penuh terobosan bagi xAI, yang semakin memperkuat posisi mereka di industri AI melalui beberapa inisiatif besar yang telah dijalankan, antara lain:

    1. Pusat Data yang Mendunia

    xAI terus memperluas kemampuan komputasi mereka dengan menghadirkan superkomputer AI terbesar, Colossus I dan II. Saat ini, mereka telah mencapai lebih dari satu juta setara GPU H100, memperkuat dominasi mereka dalam dunia AI.

    2. Seri Grok 4

    Model bahasa terbaru mereka Grok 4, dibangun di atas infrastruktur pelatihan kelas dunia yang didukung oleh Colossus. xAI telah meningkatkan kemampuan pembelajaran penguatan dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya, menciptakan kecerdasan, penalaran, dan kemampuan tindakan yang lebih canggih.

    3. Grok Voice

    Salah satu pencapaian menarik adalah Grok Voice, agen suara cerdas yang memungkinkan percakapan waktu nyata. Grok Voice kini tersedia melalui API, menyediakan latensi rendah, pemahaman bahasa dalam berbagai bahasa, dan akses data real time, yang digunakan oleh jutaan orang di aplikasi Grok dan kendaraan Tesla.

    4. Metrik Pengguna yang Luar Biasa

    Dengan jangkauan lebih dari 600 juta pengguna aktif bulanan di seluruh platform X dan Grok, xAI menunjukkan dampak luas teknologi mereka di pasar global.

    5. Grok Imagine

    Model pembuatan gambar dan video milik xAI, Grok Imagine, kini memiliki kemampuan pembuatan multimodal yang sangat canggih, memungkinkan pemahaman, pengeditan, dan pembuatan gambar serta video dengan kecepatan luar biasa.

    6. Grok on X

    Menggunakan platform X, xAI mengoptimalkan pemahaman dunia secara real-time, memanfaatkan model AI mereka yang paling canggih hingga saat ini.

    Saat ini, xAI sedang dalam tahap pelatihan untuk Grok 5, yang diharapkan akan memperkenalkan produk-produk inovatif baru baik di sektor konsumen maupun perusahaan. Dengan dukungan teknologi dari Grok, Colossus, dan X, xAI bertujuan untuk merevolusi cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi.

    Pendanaan Seri E ini akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur terdepan yang mereka miliki, memperluas pengembangan produk AI yang dapat menjangkau miliaran pengguna, serta memajukan riset yang akan membawa xAI lebih dekat pada misi besar mereka Memahami Alam Semesta. (Nur Amalina)

  • Elon Musk Tawarkan Layanan Starlink Gratis saat Hubungan AS dan Venezuela Memanas

    Elon Musk Tawarkan Layanan Starlink Gratis saat Hubungan AS dan Venezuela Memanas

    Bisnis.com, JAKARTA — Layanan internet satelit yang dioperasikan oleh SpaceX, Starlink, memberikan layanan internet gratis kepada masyarakat Venezuela setelah insiden penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

    Satelit internet yang dimiliki oleh Elon Musk ini membuat pengumuman bahwa mereka bersedia memfasilitasi layanan internet gratis bagi pelanggan aktif maupun pelanggan tidak aktif di negara Venezuela.

    “Starlink menyediakan layanan broadband gratis bagi masyarakat Venezuela,” dikutip dari pernyataan resmi Starlink Selasa (06/01/2026).

    Perusahaan itu juga membuka peluang bagi pelanggan yang berhenti berlangganan dan sedang terkena jeda untuk mendapatkan kredit secara gratis. Namun, pelanggan wajib masih memiliki perangkat keras dari Starlink.

    Masyarakat Venezuela yang tidak memiliki perangkat keras, tidak akan mendapatkan keuntungan ini. Starlink juga menyebutkan bahwa mereka akan memberikan layanan internet gratis ini hingga tanggal 3 Februari 2026.

    Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya pada 3 Januari lalu.

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa penangkapan itu merupakan indikasi dari keterlibatan Maduro terhadap perdagangan narkoba dan terorisme narkoba dan juga meledakkan puluhan perahu kecil.

    Di sisi lain, Venezuela bukanlah daerah konflik pertama yang menerima dukungan Starlink. Sebelumnya, Starlink memang sudah gencar memberikan layanan internet gratis pada daerah yang sedang terkena konflik. Pada 2022 lalu, Starlink memberikan layanan internet secara gratis pada Ukraina setelah diserang oleh Rusia.

    Daerah konflik Gaza juga pernah terkena kebijakan ini saat pemadaman telekomunikasi yang terjadi pada 2023. Saat itu, Starlink digratiskan dan Musk mengatakan akan mendukung akses internet bagi organisasi bantuan internasional yang diakui secara internasional di Gaza.

    Starlink juga membantu pengguna dalam menghindari sensor pemerintah negara-negara otoriter. Di negara Iran, banyak warga telah memakai Starlink guna menghindari pembatasan internet walaupun belum mendapatkan persetujuan resmi.

    Pemerintahan Maduro sering memakai taktik pemadaman internet saat terjadi ketidakstabilan politik di negara itu. Ketersediaan Starlink memungkinkan aktor non-pemerintah untuk menyediakan akses internet di daerah-daerah di mana kontrol pemerintah paling ketat.

    Strategis GeoMacro Global di BCA Research Marko Papic menjelaskan bahwa Starlink mewakili model baru di mana perusahaan swasta memastikan akses internet di negara-negara otoriter.

    Untuk saat ini Starlink masih memantau perkembangan kondisi dan persyaratan regulasi. “Meskipun kami belum memiliki jadwal untuk ketersediaan pembelian lokal, jika dan ketika ada pembaruan, informasi tersebut akan dikomunikasikan langsung melalui saluran resmi Starlink dan diperbarui di halaman ini,” dikutip dari laman resmi. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • China Peringatkan PBB tentang Ancaman Keamanan di Balik Starlink Milik Elon Musk

    China Peringatkan PBB tentang Ancaman Keamanan di Balik Starlink Milik Elon Musk

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China peringatkan PBB tentang isu risiko keamanan dari satelit orbit rendah Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk.

    Dalam sebuah acara informal Dewan Keamanan PBB, perwakilan China menyampaikan bahwa pertumbuhan aktivitas ruang angkasa komersial yang sangat cepat, jika dibiarkan tanpa regulasi yang efektif, dapat memunculkan tantangan keamanan yang serius.

    ​Melansir dari South China Morning Post Selasa (06/01/2026), diplomat tersebut menyatakan bahwa proliferasi konstelasi satelit komersial yang tidak terkendali oleh negara telah menciptakan risiko keselamatan yang nyata. 

    Pihak China tersebut secara spesifik merujuk pada konstelasi Starlink milik Elon Musk, dengan menyatakan bahwa kepadatan satelit tersebut memadati sumber daya frekuensi orbit data yang digunakan bersama oleh semua satelit untuk komunikasi dan secara drastis meningkatkan risiko tabrakan di luar angkasa.

    ​Kekhawatiran ini didukung oleh data statistik terkini mengenai populasi satelit di orbit. Saat ini, tercatat ada sebanyak 12.955 satelit aktif yang berada di orbit rendah Bumi. 

    Dari jumlah total tersebut, dominasi SpaceX sangat mencolok, di mana sekitar 8.500 satelit atau lebih dari 66% merupakan bagian dari konstelasi Starlink. Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah. 

    CEO SpaceX Elon Musk telah menyatakan bahwa konstelasi Starlink pada akhirnya dapat mencakup lebih dari 42.000 satelit, meskipun saat ini perusahaan tersebut baru memegang izin peluncuran untuk 12.000 unit. 

    ​Perwakilan China menyoroti insiden nyata sebagai bukti dari bahaya yang ditimbulkan oleh kepadatan ini. Diplomat tersebut mengutip beberapa insiden. Salah satu contohnya adalah situasi pada 2021 silam, yang di mana satelit Starlink dan stasiun luar angkasa China hampir bertabrakan.

    Dalam insiden tersebut, satelit Starlink dilaporkan melakukan pendekatan jarak dekat yang berbahaya terhadap stasiun luar angkasa China. 

    ​Selain risiko tabrakan, China juga mengangkat isu kesenjangan teknologi dan risiko bagi negara-negara berkembang. 

    Perwakilan tersebut mengatakan bahwa bagi wahana antariksa yang dioperasikan oleh negara-negara berkembang yang mungkin kurang memiliki kemampuan kendali orbit, kesadaran situasional ruang angkasa, atau waktu reaksi yang memadai kepadatan satelit komersial ini merupakan risiko besar.

    ​Aspek keamanan nasional dan militer juga menjadi sorotan utama dalam peringatan tersebut. Dia memperingatkan bahwa satelit komersial kini makin sering digunakan untuk tujuan pengintaian dan komunikasi di medan perang. 

    ​Merespons situasi orbit rendah Bumi yang makin padat sejak tahun 2018, perwakilan China mendesak negara-negara untuk menegakkan regulasi yang lebih baik terhadap aktivitas ruang angkasa komersial mereka. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Akun Instagram Disbudporapar Lamongan Diretas Namun Berhasil Pulih

    Akun Instagram Disbudporapar Lamongan Diretas Namun Berhasil Pulih

    Lamongan (beritajatim.com) – Akun media sosial Instagram milik Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan sempat diretas oleh pihak tak bertanggung jawab.

    Insiden tersebut membuat akun Disbudporapar sempat memuat konten di luar aktivitas instansi. Pelaku peretasan mengunggah tangkapan layar akun X milik Elon Musk yang disertai ajakan mengakses sebuah situs tertentu.

    Setelah ditelusuri, tautan tersebut mengarah ke website perjudian online luar negeri dengan tampilan berbahasa Inggris.

    Tidak hanya berhenti pada unggahan, peretas juga menyebarkan gambar serupa melalui fitur Direct Message (DM) secara massal ke sejumlah akun yang terhubung dengan Disbudporapar Lamongan.

    Kepala Disbudporapar Lamongan, Siti Rubikah, saat dikonfirmasi mengakui bahwa memang sempat terjadi peretasan terhadap akun Instagram instansinya.

    “Kami tidak tahu siapa dibalik peretasan itu, Alhamdulillah sudah aman,” ungkap Siti Rubikah, Selasa (6/1/2026).

    Menurut Rubikah, saat ini pihaknya tengah melakukan upaya pengamanan akun, serta memberi pengumuman terkait peretasan yang terjadi.

    “Akun berhasil dipulihkan, postingan (yang diunggah peretas) juga sudah dihapus,” tuturnya

    Untuk pesan lewat fitur DM, pihaknya juga sudah memberi peringatan agar penerima pesan untuk mengabadikannya. Hal itu ditulis langsung melalui story akun Dispudporapar Lamongan.

    “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengikut akun instagram Disbudporapar, atas kejadian peretasan yang terjadi, seluruh unggahan bukan berasal dari kami,” pungkasnya. [fak/aje]