Tag: Dyah Roro Esti Widya Putri

  • KPK Ingatkan Risiko Korupsi Terkait Penugasan Khusus Pertamina di Skema Dagang RI-AS

    KPK Ingatkan Risiko Korupsi Terkait Penugasan Khusus Pertamina di Skema Dagang RI-AS

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan kebijakan penugasan khusus PT Pertamina (Persero) dalam pembelian dan investasi energi dari Amerika Serikat bisa berujung korupsi jika tak memiliki pijakan hukum yang kuat. Kajian sudah dibuat untuk menjalankan fungsi monitoring.

    Hal tersebut disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam rapat koordinasi bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto; Wamen ESDM Yuliot Tanjung; Wamen Luar Negeri Arif Havas Oegroseno; hingga Wamen Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri pada hari ini, 14 Januari.

    “Berdasarkan hasil kajian, temuan mendasar kebijakan extraordinary ini belum berlandaskan kuat karena hanya bertumpu pada joint statment dan belum diterjemahkan ke instrumen hukum yang mengikat,” kata Setyo dikutip dari keterangan tertulis resmi lembaga.

    Kondisi ini, disebut Setyo berpeluang menimbulkan risiko serius jika tidak ditindaklanjuti. “Tanpa instrumen hukum yang kuat dan kejelasan tarif resiprokal, risiko korupsi dan ketidakpastian hukum di sektor energi menjadi ancaman nyata bagi keuangan negara,” tegas mantan Direktur Penyidikan KPK tersbeut.

    Selain itu, Corruption Risk Assessment (CRA) yang dilakukan KPK juga memetakan sejumlah permasalahan dalam rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang disiapkan pemerintah. Salah satunya, terkait pembatasan pemasok minyak mentah yang hanya dibuka bagi pemegang nota kesepahaman dengan Pertamina.

    “Ini berisiko membunuh persaingan sehat dan menciptakan perlakuan istimewa, sehingga rentan kolusi harga,” kata pelaksana harian (Plh) Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Herda Helmijaya dalam kesempatan yang sama.

    Sorotan juga diberikan terhadap indikator keberhasilan penugasan impor dan investasi energi dari atau/di AS. Nilai impor energi sebesar 15 miliar dolar AS yang tercantum dalam joint statement, menurut KPK, belum disertai kriteria capaian yang terukur sementara neraca perdagangan umumnya dihitung secara tahunan.

    Kemudian, KPK juga mencermati rencana pembentukan satuan tugas (Satgas) pendukung penugasan yang dinilai berpotensi melemahkan akuntabilitas dan memperluas ruang diskresi jika tidak disertai mekanisme pengambilan keputusan yang objektif dan terdokumentasi sejak awal. Di sisi lain, ketentuan spesifikasi produk dan mekanisme subsidi dalam rancangan Perpres dinilai belum sepenuhnya selaras dengan regulasi yang berlaku.

    “Saat ini, negosiasi tarif antara Indonesia-AS masih berlangsung. Jika sepakat, pemerintah akan menindak lanjuti dengan menerbitkan aturan turunan, baik bentuk PP maupun Perpres,” tegas Herda.

    Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada sejumlah pembahasan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai melakukan pertemuan tertutup. Bukan hanya soal energi, perihal pembelian pesawat yang didasari perjanjian tarif resiprokal juga dibicarakan dalam pertemuan dengan KPK.

    KPK, sambung Airlangga, juga sudah mengevaluasi Peraturan Presiden (Perpres) yang bakal diterbitkan menindaklanjuti perjanjian tersebut.

    Untuk diketahui, Indonesia telah menyepakati tarif resiprokal sebesar 19 persen. Namun, kesepakatan itu disertai konsesi non-tarif berat, seperti pelonggaran aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penghapusan larangan ekspor mineral kritis hingga kewajiban pembelian produk energi dan pertanian AS.

    Kesepakatan itu menempatkan ekspor Indonesia dalam posisi kurang menguntungkan. Dari sisi tarif, angka 19 persen setara dengan Malaysia (19 persen) dan tidak jauh dari Vietnam (20 persen). Namun, Indonesia kalah saing dari sisi biaya logistik dan harus memberikan konsesi non-tarif jauh lebih besar.

  • Indonesia dan Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception

    Indonesia dan Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception

    Fajar.co.id, Karachi — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi, bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), menyelenggarakan The Indonesia Palm Oil Networking Reception.

    Ini menjadi tonggak penting dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral pasca Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Islamabad pada Desember 2025.

    Acara tersebut dihadiri para pejabat tinggi, antara lain Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, BA, MSc, Chief Guest Federal Minister for Commerce of Pakistan, Jam Kamal Khan, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Mudzakir, MA, serta Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono.

    Turut hadir Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) Mdm Izzana Salleh dan Direktur CPOPC Antonius Yudi Triantoro, Konsul Jenderal Malaysia untuk Karachi Mr. Herman Hardynata Ahmad, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha, para importir minyak nabati di Pakistan, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

    Duta Besar Chandra W. Sukotjo memaparkan hubungan historis Indonesia – Pakistan serta menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara kini memasuki fase baru yang lebih strategis dan berorientasi ke masa depan. Ini sejalan dengan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Islamabad sebelumnya.

  • Wamendag: Bursa berjangka jadi momentum perdagangan komoditas digital

    Wamendag: Bursa berjangka jadi momentum perdagangan komoditas digital

    ANTARA – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyebut perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia menjadi momentum penting bagi penguatan perdagangan komoditas secara digital. Perdagangan berjangka dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui komoditas unggulan ekspor. Salah satunya crude palm oil atau CPO yang selama ini menjadi penyumbang surplus perdagangan Indonesia.
    (Irfan Hardiansyah/Soni Namura/I Gusti Agung Ayu N)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Wamendag: Perdagangan kontrak REC pacu pertumbuhan ekonomi hijau

    Wamendag: Perdagangan kontrak REC pacu pertumbuhan ekonomi hijau

    Kami menyambut baik terselenggaranya perdagangan REC melalui mekanisme perdagangan berjangka komoditi. Pada esensinya, ini menjunjung tinggi aspek bagaimana kita harus mengedepankan pertumbuhan ekonomi yang hijau,

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menilai perdagangan kontrak Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificate/REC) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau nasional.

    “Kami menyambut baik terselenggaranya perdagangan REC melalui mekanisme perdagangan berjangka komoditi. Pada esensinya, ini menjunjung tinggi aspek bagaimana kita harus mengedepankan pertumbuhan ekonomi yang hijau,” kata Wamendag Roro di Jakarta, Jumat.

    Mengutip Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (Indonesia Comodity Derivative Exchange/ICDX), REC merupakan instrumen berbasis pasar yang mewakili hak kepemilikan atas atribut lingkungan, sosial, dan non-tenaga lainnya dari pembangkit listrik terbarukan.

    REC berisi berbagai atribut data, termasuk data sertifikat, jenis sertifikat, ID sistem pelacakan, jenis bahan bakar terbarukan, lokasi fasilitas terbarukan, kapasitas pelat nama proyek, nama proyek, model tahun proyek, model tahun sertifikat, nomor identifikasi unik sertifikat, kegunaan proyek tersebut saling berhubungan, kelayakan untuk mendapatkan sertifikasi atau standar portofolio terbarukan (RPS), dan tingkat emisi sumber daya terbarukan.

    Atribut-atribut ini memberikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelacakan dan perdagangan energi terbarukan.

    Lebih lanjut, Roro mengatakan, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen hingga tahun 2029.

    “Lingkungan ini sangat penting karena merupakan rumah kita semua. Kalau kita tidak menjaganya dengan baik, tentunya pertumbuhan ekonomi yang kita nantikan itu tadi tidak mungkin akan tersampaikan, tidak mungkin kita bisa sampai ke target (pertumbuhan 8 persen) tersebut,” ujarnya menambahkan.

    Roro menilai, Indonesia juga berperan aktif dalam upaya menggabungkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Salah satunya melalui penandatanganan perjanjian internasional COP 21 Paris dengan target untuk mengurangi emisi karbon sebesar 32 persen di tahun 2030 dan optimalisasi berbagai sektor untuk berkontribusi terhadap target tersebut.

    “Maka dengan adanya REC ini semoga menjadi semacam insentif agar kemudian kita juga bisa berkontribusi terhadap lingkungan kita, growth, dan juga mengutamakan aspek lingkungan hingga kemudian terciptanya masa depan yang berkelanjutan,” ujar Roro.

    Sementara itu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatatkan perdagangan kontrak REC dengan nilai transaksi Rp1,84 miliar dan volume transaksi sebesar Rp44.495 lot.

    “Melalui perdagangan REC kami berharap instrumen ini dapat mengoptimalisasi upaya perdagangan hijau dalam mendukung upaya kita semua untuk keberlanjutan ekosistem serta menjaga lingkungan kita untuk kehidupan anak-cucu di masa mendatang,” kata Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya.

    Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
    Editor: Abdul Hakim Muhiddin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia 2026 resmi dibuka

    Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia 2026 resmi dibuka

    Tadi juga sudah disampaikan beberapa progres dari sektor ini dan kami yakin bahwa kontribusinya juga sangat dinantikan, dan juga kelihatan bahwa ini berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi nasional kita,

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti resmi membuka Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia tahun 2026 di Kantor Kemendag RI, Jakarta, Jumat.

    “Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia tahun 2026 resmi saya buka. Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik untuk sektor ini ke depannya,” kata Wamendag Roro.

    Wamendag Roro mengatakan, penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan peran serta manfaat perdagangan berjangka komoditi (PBK) bagi perekonomian nasional.

    Hal ini senada dengan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang menunjukkan kinerja PBK dan inovasi produk yang diperdagangkan pada tahun lalu.

    Secara rinci, nilai nominal (notional value) dari transaksi PBK tahun 2025 adalah sebesar Rp48.867 triliun atau naik 49,8 persen secara tahunan (yoy).

    1Sementara, volume transaksi tahun lalu adalah sebesar 14,56 juta lot atau naik 12 persen yoy.

    “Tadi juga sudah disampaikan beberapa progres dari sektor ini dan kami yakin bahwa kontribusinya juga sangat dinantikan, dan juga kelihatan bahwa ini berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi nasional kita,” ujar Roro.

    Secara khusus, Wamendag menyoroti lemak dan minyak nabati termasuk minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang masih menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia pada tahun lalu dengan nilai 28,37 miliar dolar AS.

    Ia pun meminta para pemangku kepentingan di industri perdagangan berjangka komoditi untuk terus mendorong transaksi melalui bursa berjangka.

    “Serta mengoptimalkan tata niaga dan ekosistem yang ada, utamanya melalui mekanisme pembentukan harga serta harga acuan yang menjadi salah satu manfaat dan peran dari perdagangan berjangka komoditi itu sendiri,” katanya.

    Roro juga berharap agar komoditas unggulan yang belum diperdagangkan di bursa berjangka untuk dapat diperdagangkan demi mendapat manfaat pembentukan harga, harga acuan serta manfaat lindung nilai atau pun hedging.

    “Dengan optimalnya manfaat dari PBK tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan negara serta mampu menjaga surplus neraca perdagangan Indonesia,” ujar dia.

    Selain itu, Wamendag turut mengapresiasi seluruh upaya literasi dan edukasi yang telah diselenggarakan pemangku kepentingan PBK, pun proses peralihan pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto dan serta derivatif keuangan di pasar modal dan instrumen di pasar uang dan pasar valuta asing.

    “Ke depan, literasi dan edukasi ini perlu dijaga konsistensinya serta ditingkatkan intensitasnya untuk menjamin perlindungan masyarakat sebagai konsumen yang bermuara pada meningkatnya kepercayaan masyarakat itu sendiri. Jadi sosialisasi itu merupakan kunci dan fondasi dari semuanya,” kata Roro.

    Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
    Editor: Abdul Hakim Muhiddin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Harga Cabai Masih Mahal Jelang Tahun Baru, Wamendag: Biasanya karena Cuaca

    Harga Cabai Masih Mahal Jelang Tahun Baru, Wamendag: Biasanya karena Cuaca

    Jakarta

    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengecek harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Johar Baru hari ini. Dalam tinjauan tersebut, harga cabai masih berada di atas harga acuan.

    Dalam kunjungannya, harga cabai keriting dibanderol Rp 50.000/kg. Pedagang menyebut harga ini turun dibandingkan dua pekan lalu yang mencapai Rp 80.000/kg.

    Sementara itu, harga cabai rawit mencapai Rp 70.000/kg, turun dibandingkan dua pekan lalu yang mencapai Rp 120.000/kg. Meski angka ini sudah menunjukkan tren penurunan dibandingkan beberapa minggu lalu, namun harga tersebut masih cukup tinggi.

    Badan Pangan Nasional mengatur Harga Acuan Penjualan (HAP) cabai rawit merah berada di kisaran Rp 40.000-57.000/kg. Sementara HAP cabai merah keriting di tingkat konsumen Rp 37.000-55.000/kg.

    “Untuk cabai masih di atas dikit di atas harga acuannya sedikit, di kisaran Rp 60.000-70.000/kg,” ujar Roro usai sidak di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).

    Roro mengakui bahwa masih ada tantangan saat ini dalam menghadapi fluktuasi harga cabai, salah satunya faktor cuaca. Menurut ia, cabai termasuk komoditas yang sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembaban.

    “Iya, jadi cabai itu memang agak challenging karena di mana-mana saya turun itu biasanya karena cuaca, dan dia rentan, pokoknya dia sensitif sekali. Kalau misalnya ada embun saja itu dia mempengaruhi bahkan pucuk dari cabainya, dan itu bisa langsung spread keseluruhannya,” terang Roro.

    Menyadari bahwa tren kenaikan harga cabai selalu berulang di setiap musim hujan, Roro akan segera berkoordinasi dengan kementerian dan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang.

    “Jadi, itu yang kemudian di mana biasanya stoknya itu tidak terlalu banyak, sehingga tentunya harganya juga naik gitu. Nah semakin hujan biasanya trennya seperti itu. Jadi makanya kita akan coba berkoordinasi lintas kementerian bagaimana untuk mencarikan solusi terbaik, khususnya untuk cabai karena trennya selalu sama,” imbuh Roro.

    Berbeda dengan cabai, komoditas minyak goreng subsidi, Minyakita, justru terpantau stabil dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Di Pasar Johar Baru, Minyakita dibanderol Rp 15.700 per liter, bahkan di Pasar Senen dijual Rp 15.500 per liter.

    “Jadi, dijualnya kalau di sini Rp 15.700. Kalau misalnya di pasar yang tadi Pasar Senen itu Rp15.500. Jadi, beda dikit tapi pada prinsipnya itu di bawah HET. Berarti dari segi komoditinya ada, barangnya ada, pasokannya juga aman, dan permintaan masyarakat juga ada, demand-nya juga ada,” imbuh Roro.

    (rea/ara)

  • Harga Cabai Masih Mahal Jelang Tahun Baru, Wamendag: Biasanya karena Cuaca

    Wamendag Sidak Pasar Johar Baru, Cabai Rawit Rp 70.000/kg, Harga Telur Naik

    Jakarta

    Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan pemantauan harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, pagi ini. Hal ini dilakukan guna memastikan harga pangan jelang tahun baru sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Pantauan detikcom di lokasi, perempuan yang akrab disapa Roro tiba beserta jajaran Perumda Pasar Jaya sekitar pukul 08.00 WIB. Setibanya di sana, ia langsung mendatangi pedagang telur serta bertanya terkait ketersediaan stok serta harga jual Minyakita di pasar.

    Dalam kunjungan tersebut, terjadi kenaikan harga. Telur di Pasar Johar Baru dibanderol Rp 32.000/kg dari sebelumnya Rp 31.000/kg. Pada saat yang sama Roro juga bertanya terkait harga minyak goreng rakyat atau Minyakita.

    “Minyakita berapa, Pak?” tanya Roro kepada pedagang tersebut.

    “Rp 15.700/liter,” sahut pedagang.

    “Sesuai HET,” tambah Roro.

    Melihat hal itu, Roro menyebut lebih baik harga jual Minyakita di bawah HET. Namun, dia mengapresiasi pedagang karena menjual Minyakita sesuai HET.

    Setelahnya, Roro mengunjungi pedagang sayur. Harga cabai keriting dibanderol Rp 50.000/kg. Pedagang menyebut harga ini turun dibandingkan dengan harga di dua pekan lalu mencapai Rp 80.000/kg.

    “(Cabai) Rawit kemarin sempat Rp 120.000/kg sekarang udah Rp 70.000/kg,” ujar pedagang tersebut.

    “Jadi, trennya turun ya dibanding 2-3 minggu lalu,” sahut Roro.

    Sementara itu, harga bawang putih mencapai Rp 50.000/kg, bawang bombay masih tinggi sebesar Rp 50.000/kg, bawang merah Rp 55.000/kg.

    Lalu, Roro pergi ke pedagang daging ayam. Harga daging ayam dijual Rp 60.000/ekor. Kemudian, Roro mengunjungi ke pedagang beras.

    Pada kesempatan tersebut, pedagang beras mengaku beras SPHP menjadi paling laku di sana. Beras SPHP dijual sekitar Rp 60.000/5kg.

    “Pasokan aman ya, Pak?” tanya Roro kembali.

    “Aman, mitra (Bulog) sudah dari lama,” terang pedagang tersebut.

    Lihat juga Video: Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Tembus Rp 120 Ribu/Kg

    (kil/kil)

  • Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

    Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

    Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Di tengah dinamika perdagangan komoditas di pasar internasional, semangat pelaku usaha di Provinsi Jawa Timur (Jatim) justru semakin membara.
    Pada Rabu (17/12/2025), Jatim kembali mengekspor karya terbaiknya ke pasar global senilai 5,02 juta dollar Amerika Serikat (AS). Produk yang diekspor meliputi makanan minuman (mamin), olahan kayu, furnitur, serta alas kaki.
    Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan
    Pelepasan Ekspor
    Bersama yang dipimpin Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso secara serentak di delapan titik, antara lain di Cikarang, Jawa Barat (Jabar); Mojokerto, Jatim; Batam, Kepulauan Riau; Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim); Semarang, Jawa Tengah (Jateng); Badung, Bali; Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY); dan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
    Seperti halnya pasang air laut yang tak terbendung, arus
    ekspor produk Jatim
    mengalir deras melampaui batas dan memperkuat ketangguhan kualitas di kancah dunia.
    Kegiatan ekspor
    kali ini mencerminkan wajah baru perekonomian Indonesia, yaitu ekspor yang inklusif.
    Sebanyak sembilan perusahaan asal Jatim bertekad melebarkan sayapnya untuk merangkul konsumen dunia melalui kegiatan ini.
    Dari sektor mamin, PT Mega Global Food Industry mengekspor makanan ringan senilai 1,66 juta dollar AS ke Timur Tengah, sementara PT Lautan Natural Krimerindo mengekspor produk
    non-dairy creamer
    senilai 1,5 juta dollar AS ke Malaysia.
    Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo juga berkontribusi mengekspor kopi senilai 448.500 dollar AS ke Mesir, serta Pacific Harvest Group mengekspor sarden kalengan 166.700 dollar AS ke Montenegro, Suriname, dan Equatorial Guinea.
    Provinsi Jatim
    tidak hanya dikenal sebagai lumbung padi nusantara, tetapi juga surga bagi para perajin yang mengubah kayu dan rotan menjadi karya seni fungsional memesona di mata konsumen lokal hingga mancanegara.
    Dalam ekspor kali ini, PT Integra Indocabinet Tbk mengekspor furnitur kayu senilai 860.070 dollar AS ke Malaysia dan AS, sedangkan Indomapan Furniture mengekspor produk andalannya berupa
    indoor furniture
    senilai 25.000 dollar AS ke Korea Selatan (Korsel).
    Selain furnitur, produk olahan kayu Jatim juga memiliki daya saing dan permintaan tinggi di pasar internasional sebagai bukti kepercayaan global terhadap kualitas produk dari Bumi Majapahit ini.
    Hal tersebut dibuktikan melalui partisipasi PT Semeru Makmur Kayunusa yang mengekspor
    plywood
    senilai 168.000 dollar AS ke Jepang, serta CV Langgeng Makmur Bersama mengekspor produk serupa senilai 154.500 dollar AS ke Malaysia dan Korsel.
    Terakhir
    , produk alas kaki yang menjadi incaran pasar internasional juga menorehkan prestasi Jatim di peta perdagangan dunia melalui ekspor sandal dan sepatu milik CV Rumah Jeddiah ke Uni Emirat Arab senilai 42.330 dollar AS.
    Kolaborasi antara perusahaan besar, koperasi desa, serta usaha mikro kecil menengah (UMKM) menunjukkan bahwa denyut nadi ekspor tidak lagi terpusat.
    Hal tersebut membuktikan nilai tambah ekonomi nasional mengalir secara langsung dan merata, memperkuat harapan, menjadi kabar gembira, serta memberi cahaya hingga ke pelosok negeri.
    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri yang memimpin pelepasan ekspor serentak di Mojokerto mengatakan, Jatim konsisten menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu motor penggerak ekspor nasional.
    Ia menyebut, Provinsi Jatim secara regional mencatatkan kinerja ekspor yang sangat solid.
    “Sepanjang Januari–Oktober 2025, nilai ekspor Jatim mencapai 24,46 miliar dollar AS, tumbuh 12,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 dan menempatkan Jatim sebagai eksportir peringkat kedua secara nasional,” jelas Dyah dalam siaran persnya, Kamis (18/12/2025).
    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa capaian tersebut menegaskan peran Provinsi Jatim sebagai salah satu tulang punggung ekspor Indonesia.
    Dalam kesempatan itu, Chief Executive Officer PT Lautan Natural Krimerindo (LNK), Hendrik Gunawan menilai, kegiatan ini menjadi simbol bahwa produk nasional, termasuk produk LNK, mampu bersaing secara global dan menjadi bagian dari rantai pasok pangan internasional.
    Sejalan dengan visi LNK untuk menjadi perusahaan global, LNK terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas agar produk pangan olahan Indonesia memenuhi standar pasar ekspor dan menjadi pilihan utama di pasar internasional.
    Hendrik mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) konsisten memberikan berbagai fasilitas yang membantu LNK melakukan penetrasi pasar di luar negeri, seperti dukungan pameran luar negeri, penjajakan bisnis (
    business matching
    ), dan misi dagang.
    “Dukungan pemerintah sangat penting, khususnya melalui upaya diplomasi dan negosiasi perdagangan dengan negara mitra. Penyelarasan kebijakan bea masuk Indonesia dengan negara-negara ASEAN perlu terus diupayakan agar Indonesia tetap kompetitif dalam persaingan global,” tegasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wamendag Dyah Roro Esti Lepas Ekspor Serentak Senilai 5 Juta Dolar AS di Mojokerto

    Wamendag Dyah Roro Esti Lepas Ekspor Serentak Senilai 5 Juta Dolar AS di Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, melepas ekspor produk pangan olahan di Kabupaten Mojokerto sebagai bagian dari agenda ekspor serentak nasional pada Rabu (17/12/2025). Mengusung tema “Sinergi Nusantara dari 8 Penjuru Menembus Pasar Dunia”, kegiatan ini mencatatkan total nilai ekspor sebesar 5.025.000 dolar Amerika Serikat dari berbagai komoditas unggulan.

    Pelepasan di wilayah Jawa Timur ini dipusatkan di pabrik PT Lautan Natural Krimerindo (LNK), Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, dengan didampingi langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra. Secara nasional, agenda strategis ini dipimpin oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso yang terhubung secara serentak di tujuh titik daerah lainnya di Indonesia.

    “Hari ini pelepasan ekspor dilakukan serentak di delapan lokasi di berbagai provinsi, melibatkan sejumlah perusahaan. Di Mojokerto, salah satunya melalui PT Lautan Natural Krimerindo,” ungkap Dyah Roro Esti Widya Putri saat meninjau proses pengiriman barang.

    Khusus untuk komoditas dari PT LNK, produk bahan pangan seperti krimer nabati dan bubuk tinggi serat dikirimkan menuju pasar Malaysia. Langkah ini merupakan bagian dari misi Kementerian Perdagangan dalam memperluas penetrasi pasar global tidak hanya bagi industri besar, tetapi juga untuk pemberdayaan UMKM melalui jejaring di 33 negara.

    Wamendag menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah gencar melakukan negosiasi perjanjian dagang dengan kawasan Amerika Latin, Peru, Kanada, hingga Uni Eropa. Tujuannya adalah untuk menciptakan struktur tarif yang lebih kompetitif bagi eksportir asal Indonesia.

    “Kami berupaya agar tarif ekspor bisa ditekan bahkan nol persen. Ini akan menjadi keunggulan bagi produk Indonesia di pasar global. Kami juga memiliki Ekspor Center yang bisa dimanfaatkan perusahaan-perusahaan yang ingin ekspor ke luar negeri. Itu pendampingan yang kami berikan, jika pelaku usaha yang mau bertanya-tanya bisa ke Ekspor Center,” tegasnya.

    Dyah Roro Esti turut mengajak para pelaku usaha di Jawa Timur untuk memanfaatkan layanan Ekspor Center Kemendag yang berada di Surabaya. Fasilitas serupa juga tersedia di Batam, Balikpapan, dan Makassar guna memberikan edukasi teknis mengenai standarisasi produk internasional dan business matching.

    Selain di Mojokerto, ekspor serentak kali ini juga dilakukan di Yogyakarta, Semarang, Kepulauan Riau, Samarinda, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Badung. Produk-produk Nusantara tersebut diterbangkan dan dikapalkan menuju destinasi mancanegara seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Jepang, hingga Montenegro.

    “Kami tidak hanya mendorong industri besar, tetapi juga memberdayakan UMKM. Kemendag memiliki jejaring di 33 negara melalui misi dagang, Indonesia Promotion Center, serta kegiatan business matching yang rutin dilakukan. Kami juga tengah memperluas perjanjian dagang dengan berbagai negara dan kawasan,” tambahnya.

    PT Lautan Natural Krimerindo sendiri merupakan produsen bahan pangan fungsional yang telah menembus pasar internasional sejak tahun 2017. Dengan fasilitas pendampingan dari Kemendag, perusahaan yang memproduksi krimer nabati, whip cream, hingga bubuk kelapa ini menjadi salah satu representasi kekuatan manufaktur pangan Jawa Timur di kancah dunia. [tin/ian]

  • Wamendag Roro Jajaki Peningkatan Perdagangan Indonesia-Turki Melalui IT-PTA

    Wamendag Roro Jajaki Peningkatan Perdagangan Indonesia-Turki Melalui IT-PTA

    Liputan6.com, Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan RI (Wamendag RI) Dyah Roro Esti Widya Putri menjajaki peluang memperluas ruang liberasi perdagangan yang bermakna melalui Indonesia-Turkiye Preferential Trade Agreement (IT-PTA). Hal tersebut dilakukan Wamendag Roro saat bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan Turki, Mustafa Tuzcu di Kairo, Mesir, pada Selasa, 2 Desember 2025.

    Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela rangkaian The 4th Meeting of the D-8 Trade Ministers Council di Kairo, 1—2 Desember 2025.

    “Melalui pertemuan bilateral ini, Indonesia ingin meningkatkan perdagangan dengan Turki sesuai kesepakatan kedua pemimpin negara dalam pernyataan bersama pada pertemuan pertama High Level Strategic Cooperation Council (HLSCC) pada 12 Februari 2025. Untuk itu, Indonesia siap melanjutkan diskusi untuk mengidentifikasi langkah terbaik yang akan menguntungkan kedua negara,” ujar Wamendag Roro, seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (4/12/2025).

    Berdasarkan data pada 2024, total perdagangan Indonesia-Turki mencapai USD 2,4 miliar, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,5 miliar. Oleh karena itu, Indonesia memandang IT-PTA sebagai langkah strategis untuk memperdalam hubungan ekonomi antara kedua negara, sekaligus sebagai landasan penting menuju perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA).

    Pada pertemuan tersebut, Wamendag Roro menegaskan, Indonesia memandang penting untuk memberikan fleksibilitas yang memadai bagi kedua pihak agar cakupan produk tidak terlalu sempit dan dapat benar-benar mencerminkan kepentingan bersama.

    “Indonesia juga mendorong agar sektor-sektor kunci seperti tekstil, alas kaki, serta besi dan baja tetap dibahas agar manfaat perjanjian ini dapat dirasakan secara lebih merata,” lanjut Wamendag Roro.