Tag: dr Joni Wahyuhadi

  • Gubernur Khofifah Datangi Syukuran RS KORPRI Pura Raharja

    Gubernur Khofifah Datangi Syukuran RS KORPRI Pura Raharja

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Jalan Pucang Adi Surabaya, Jumat (9/1/2026) sore.

    Acara tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan Khofifah kepada CEO RS Pura Raharja, Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS. Kemudian, tumpeng juga diserahkan kepada mantan Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, yang juga merupakan pengurus Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa momentum ini merupakan wujud syukur sekaligus ikhtiar untuk menghadirkan layanan medis yang lebih integratif dan terorganisir bagi masyarakat.

    ​Khofifah secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada para pendiri rumah sakit ini, yang tidak lain adalah para anggota KORPRI Jawa Timur di masa lalu.

    ​”Pendiri rumah sakit ini adalah para anggota KORPRI. RS ini didedikasikan untuk masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar KORPRI untuk menanam amal jariah. Insya Allah, jariah KORPRI yang dulu sempat urunan hingga berdirinya RS ini akan terus mengalir manfaatnya,” ujar Khofifah.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Surabaya.

    ​Sebagai langkah profesionalitas dan transparansi ke depan, Khofifah memastikan akan dilakukan proses audit menyeluruh terhadap rumah sakit tersebut. Audit ini mencakup audit bangunan dengan memastikan kelaikan fisik fasilitas. Kemudian, ​audit peralatan dengan engevaluasi kesiapan teknologi medis. Lalu, audit Keuangan dengan menjamin tata kelola yang bersih dan akuntabel.

    ​”Proses audit ini adalah untuk kebaikan kita semua, agar keberlanjutan rumah sakit ini terjaga dengan standar yang benar,” tegasnya.

    ​Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengaku terkesan dengan suasana dan penyambutan yang diberikan oleh tenaga medis. Ia optimistis bahwa RS Pura Raharja mampu bersaing dengan rumah sakit kelas dunia.

    ​”Tadi suasananya seolah-olah International Hospital. Kalau hari ini ‘seolah-olah’, maka berikutnya Insya Allah benar-benar terwujud. Bukan hanya karena besarnya bangunan, tetapi karena kualitas layanan dan kualitas tenaga medisnya,” lanjut Khofifah.

    ​Menutup arahannya, Khofifah memohon dukungan dan sinergi dari seluruh pihak agar RS Pura Raharja dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Surabaya.

    Sekdaprov Jatim sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim dan Ketua Dewan Pengurus Provinsi KORPRI Jatim, Adhy Karyono menambahkan, bahwa tasyakuran ini dilakukan karena pihaknya bisa mendudukkan kembali status RS Pura Raharja sebagai Rumah Sakit milik KORPRI Jatim, dimana dikelola oleh Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    ​”Dan, kita sudah melakukan audit ya, kita sudah menunjuk CEO dan Direktur yang baru. Kita akan melakukan audit bangunan dulu, peralatan, kemudian besok audit keuangan. Dan, berikutnya akan menjadi pengembangan. Pertama, dari sisi bangunan akan kita kembangkan, termasuk pengadaan tanah yang akan dijadikan gedung rawat jalan dan akan menambah bednya,” imbuhnya.

    ​”Kemudian untuk peralatan kita akan perbaiki, kembangkan, ditingkatkan, dan juga layanan untuk home care-nya ya, tadi yang belum ada home care-nya. Kemudian untuk berikutnya adalah kita meningkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C, tetapi dengan program unggulan karena memang dari dulu untuk kesehatan layanan kesehatan ibu dan bayi ya, dan beberapa spesialisasi tertentu akan masuk semua,” pungkasnya. (tok/but)

  • Perkumpulan Abdi Negara Jatim Laporkan Eks CEO RS Pura Raharja ke Kejati Jatim

    Perkumpulan Abdi Negara Jatim Laporkan Eks CEO RS Pura Raharja ke Kejati Jatim

    Surabaya (beritajatim.com) – Kuasa Hukum Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim Adhy Karyono (Sekdaprov Jatim), Syaiful Ma’arif melaporkan mantan CEO RS Pura Raharja Surabaya, Ishaq Jayabrata ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

    Sebelumnya, pihaknya telah melaporkan ke Polda Jatim terkait dugaan pemalsuan tanda tangan Rasiyo (Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim saat itu) di suratnya yang dijadikan dasar perpanjangan jabatan Ishaq Jayabrata sebagai CEO mulai tahun 2021 hingga 2026.

    “Saya tadi pagi sudah melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi. Ini sudah diterima oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Nah, yang saya laporkan tentu semua berangkat, yang pertama, kita memulai sejak adanya surat pernyataan dari Pak Rasiyo yang menyatakan bahwa ada dugaan pemalsuan tanda tangan pada surat perpanjangan Pak Ishaq selaku CEO dari 2021 sampai dengan 2026,” kata Syaiful didampingi pengurus KORPRI Jatim sekaligus Perkumpulan Abdi Negara Jatim, Himawan Estu Bagijo di kantornya kawasan Juwingan Surabaya, Selasa (6/1/2026).

    “Akibatnya ini yang saya laporkan, bahwa dengan adanya perpanjangan yang secara hukum tidak sah (karena pemalsuan tanda tangan), kami menganggap telah ada dugaan tindak pidana korupsi sejak masa 2021 sampai dengan 2026. Apa itu? Dia tidak memiliki legalitas sebagai pejabat CEO dari RS Pura Raharja,” imbuhnya.

    ​Dia menjelaskan bahwa dokumen yang sudah dilampirkan adalah ​SK perpanjangan CEO dari 2021 sampai 2026 yang ternyata tidak sah (karena tanda tangan Rasiyo diduga palsu), dan ​surat pernyataan dukungan dari Rasiyo bahwa RS Pura Raharja adalah benar aset milik KORPRI Jatim.

    ​”Di situlah nanti kami berharap agar Kejaksaan Tinggi Jatim segera melakukan penyelidikan dan bisa naik ke penyidikan adanya dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi,” tukasnya

    ​Pihaknya juga menyampaikan adanya pemberian dana hibah dari Pemprov Jatim kepada RS Pura Raharja milik KORPRI Jatim ini yang diperkirakan nilainya mencapapi hampir Rp 70 miliar.

    “Apakah itu digunakan untuk membangun gedung RS atau apa, semua akan ditelusuri. Yang kedua, ada beberapa fasilitas yang selama ini digunakan, saya minta untuk bisa diselidiki. Yang jelas saat itu, Saudara Ishaq tidak memiliki kewenangan menduduki jabatan CEO tersebut, sehingga seluruh hal yang menggunakan kewenangan-kewenangan yang secara hukum tidak sah, kami minta untuk diselidiki. Direktur RS yang baru juga akan melakukan audit keuangan,” tegasnya.

    Diberitakan sebelumnya, konflik di RS Pura Raharja Surabaya telah memasuki babak baru. Perkumpulan Abdi Negara Jatim yang mengelola RS milik KORPRI Jatim beralamat di Jalan Pucang Adi Surabaya telah menunjuk CEO dan Direktur baru.

    CEO sebelumnya Ishaq Jayabrata digantikan oleh Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS (mantan Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya). Sedangkan, Direktur sebelumnya dr Ary Sylviati M.Kes digantikan dr. Makhyan Jibril Al Farabi (mantan Jubir Satgas COVID-19 Jatim).

    Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Jatim sekaligus Sekretaris Perkumpulan Abdi Negara Jatim, Indah Wahyuni mengatakan, bahwa per Senin (5/1/2026) hari ini CEO dan Direktur baru RS Pura Raharja Surabaya telah menduduki jabatannya.

    “Dengan tidak diakuinya oleh Pak Rasiyo (saat itu Ketum Perkumpulan Abdi Negara Jatim) bahwa Saudara Ishaq Jayabrata diperpanjang sebagai CEO RS Pura Raharja periode 2021-2026, dan beliau juga tidak pernah memberikan persetujuan, selesai sudah. Apalagi kami perkumpulan telah mengangkat Prof. Joni sebagai CEO yang baru sejak 2024, itu sudah sesuai dengan prosedur. Ini karena pada tahun 2023 seharusnya Saudara Ishaq sudah selesai, sudah habis, jadi nggak ada masalah,” tegas Indah Wahyuni yang juga menjabat Kepala BKD Provinsi Jatim ini di RS Pura Raharja Surabaya saat konferensi pers. [tok/beq]

  • Perkumpulan Abdi Negara Jatim Tunjuk CEO dan Direktur Baru RS Pura Raharja Surabaya

    Perkumpulan Abdi Negara Jatim Tunjuk CEO dan Direktur Baru RS Pura Raharja Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) – Konflik di RS Pura Raharja Surabaya telah memasuki babak baru. Perkumpulan Abdi Negara Jatim yang mengelola RS milik KORPRI Jatim beralamat di Jalan Pucang Adi Surabaya telah menunjuk CEO dan Direktur baru.

    CEO sebelumnya Ishaq Jayabrata digantikan oleh Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS (mantan Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya). Sedangkan, Direktur sebelumnya dr Ary Sylviati M.Kes digantikan dr. Makhyan Jibril Al Farabi (mantan Jubir Satgas COVID-19 Jatim).

    Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Jatim sekaligus Sekretaris Perkumpulan Abdi Negara Jatim, Indah Wahyuni mengatakan, bahwa per Senin (5/1/2026) hari ini CEO dan Direktur baru RS Pura Raharja Surabaya telah menduduki jabatannya.

    “Dengan tidak diakuinya oleh Pak Rasiyo (saat itu Ketum Perkumpulan Abdi Negara Jatim) bahwa Saudara Ishaq Jayabrata diperpanjang sebagai CEO RS Pura Raharja periode 2021-2026, dan beliau juga tidak pernah memberikan persetujuan, selesai sudah. Apalagi kami perkumpulan telah mengangkat Prof. Joni sebagai CEO yang baru sejak 2024, itu sudah sesuai dengan prosedur. Ini karena pada tahun 2023 seharusnya Saudara Ishaq sudah selesai, sudah habis, jadi nggak ada masalah,” tegas Indah Wahyuni yang juga menjabat Kepala BKD Provinsi Jatim ini di RS Pura Raharja Surabaya saat konferensi pers.

    ​”Nah, Prof. Joni, di tengah kesibukan beliau tetap komitmen dengan pengelolaan rumah sakit ini, dan beliau menunjuk dr. Jibril sebagai Direktur. Mengapa beliau ditunjuk sebagai Direktur? Karena dr. Ary pada Februari 2026 sudah selesai jabatannya. Sehingga, biar tidak terputus, itulah beliau ditunjuk,” imbuhnya.

    ​Kehadiran seluruh pengurus perkumpulan hadir ke RS Pura Raharja Surabaya ini, menurut dia, untuk mengantarkan dr. Jibril sebagai direktur baru.

    “Yang pertama kami inginkan adalah pergantian pimpinan ini tidak mengganggu layanan di rumah sakit. Jadi, kami sangat komitmen dengan layanan rumah sakit. Dan, kami minta kepada seluruh karyawan, tadi kami minta sudah kepada seluruh kabag tetap tenang. Kebetulan empat orang yang hadir adalah kabag layanan medis, kabag keuangan, kabag umum, dan kabag sarana prasarana. Jadi, kami tidak akan memberhentikan karyawan siapa pun yang bekerja di sini, sepanjang yang bersangkutan bisa bekerja sama dengan kami, dengan pengurus manajemen yang baru,” tukas pejabat perempuan yang akrab disapa Yuyun ini.

    Menurut Yuyun, ​pada Rabu (7/1/2026) lusa Sekdaprov Jatim Adhy Karyono selaku Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim akan mendatangi RS Pura Raharja Surabaya.

    “Beliau akan melihat rumah sakit ini, apakah layanannya tetap berjalan dengan baik. Hari Jumatnya, Ibu Gubernur akan datang ke sini. Ibu Gubernur datang bersama dengan Komisi A DPRD Jatim. Karena ini juga menjadi komitmen bersama dari kami semua bahwa layanan dasar, kami harus bisa memberikan layanan dasar kepada seluruh warga masyarakat Jawa Timur dengan baik. Salah satunya dengan Rumah Sakit Pura Raharja yang merupakan milik KORPRI Jatim ya,” pungkasnya. (tok/but)