Tag: Dony Oskaria

  • Danantara Segera Bangun Ratusan Huntara Korban Bencana Sumbar

    Danantara Segera Bangun Ratusan Huntara Korban Bencana Sumbar

    Jakarta

    Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade bertemu Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Dia mengungkapkan Danantara akan segera membangun ratusan hunian sementara (Huntara) untuk korban bencana alam di Sumatra Barat (Sumbar).

    Pertemuan yang membahas percepatan penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Sumbar itu digelar pada Kamis (8/1/2026) sore. Andre menyampaikan rasa syukur atas komitmen Danantara yang bergerak cepat membantu masyarakat korban bencana.

    “Alhamdulillah, dalam waktu dekat Danantara akan segera membangun ratusan Huntara untuk korban bencana di Sumatra Barat. Ini adalah bentuk kepedulian nyata agar masyarakat terdampak bisa segera menempati hunian yang layak dan aman,” ujar Andre dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).

    Andre menjelaskan, Huntara yang akan dibangun nantinya memiliki kualitas yang baik dan setara dengan hunian sementara yang sebelumnya telah dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Dengan kualitas tersebut, para korban bencana diharapkan dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih nyaman dan manusiawi.

    Andre Rosiade berharap dukungan Danantara dapat meringankan beban masyarakat. Sehingga pemulihan sosial dan ekonomi di Sumatera Barat pascabencana berlangsung cepat.

    Sementara itu, Dony menegaskan komitmen Danantara mendukung penuh upaya pemulihan pascabencana di Sumatra, termasuk di Sumbar. Ia menyebut pembangunan Huntara merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kontribusi nyata BUMN bagi masyarakat.

    “Danantara siap mendukung percepatan pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana. Kami ingin memastikan Huntara yang dibangun memiliki kualitas baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” kata Dony.

    Dony menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan agar proses pembangunan berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Pembangunan Huntara direncanakan dilakukan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Padang Pariaman.

    (dek/knv)

  • Seskab Teddy Rapat Kumpulkan Menteri dan BUMN, Bahas Tambahan Hunian Pascabencana

    Seskab Teddy Rapat Kumpulkan Menteri dan BUMN, Bahas Tambahan Hunian Pascabencana

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mempercepat pembangunan dan penyediaan rumah hunian bagi warga terdampak bencana di sejumlah daerah di Sumatra. 

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa dalam dua pekan ke depan, tambahan rumah hunian yang dibangun oleh Danantara akan selesai dan siap digunakan.

    Hal tersebut disampaikan Teddy melalui unggahan resmi di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Kamis (8/1/2026), menyusul pertemuan yang digelarnya bersama sejumlah pejabat dan pimpinan BUMN konstruksi di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (7/1/2026) malam.

    “Dalam dua minggu ke depan, tambahan rumah hunian di Aceh Utara, Aceh Pidie, Tapanuli Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Agam akan selesai dan siap digunakan,” ujar Teddy.

    Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta jajaran direktur utama BUMN karya, antara lain Waskita Karya, Adhi Karya, Wijaya Karya (WIKA), Nindya Karya, Hutama Karya (HK), Pembangunan Perumahan (PP), dan Brantas Abipraya.

    Selain pembangunan hunian oleh Danantara, Teddy menjelaskan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum juga tengah melakukan pembersihan dan pemulihan fasilitas umum secara masif dan cepat. Fasilitas yang dipulihkan meliputi jalan, rumah sakit, sekolah, pasokan air bersih, hingga perkantoran.

    “Seiring pemulihan fasilitas umum, Kementerian PU juga sedang membangun rumah hunian di Aceh yang ditargetkan selesai pada awal Februari,” jelasnya.

    Dia melanjutkan bahwa Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulihan dan penyediaan hunian pascabencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

    Lebih lanjut, Teddy menyebut bahwa hingga satu bulan pascabencana, pemerintah terus berkoordinasi secara intensif dengan para bupati dan wali kota setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan hunian dengan kebutuhan dan keinginan warga terdampak yang beragam.

    “Ada warga yang ingin disiapkan hunian, ada yang memilih memperbaiki rumah sendiri, ada pula yang ingin pindah daerah mengikuti keluarganya. Pemerintah secepat mungkin membangun hunian, kemudian para bupati memobilisasi warga untuk menempatinya,” kata Teddy.

  • PLN pastikan penyediaan listrik 15 ribu unit huntara di lokasi bencana

    PLN pastikan penyediaan listrik 15 ribu unit huntara di lokasi bencana

    Makassar (ANTARA) – PT PLN (Persero) memastikan siap mendukung penuh pembangunan hunian sementara (huntara) sebanyak 15 ribu unit bagi masyarakat terdampak bencana longsor dan banjir Sumatera melalui penyediaan listrik yang aman dan andal untuk seluruh unit hunian.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangannya di Makassar, Sabtu menegaskan kesiapan PLN dalam melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan huntara.

    “Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.

    Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, tidak hanya fokus terhadap konstruksi bangunan saja, melainkan juga kebutuhan dasar seperti listrik.

    Ketersediaan listrik juga menjadi prioritas Pemerintah melalui Danantara Indonesia dalam membangun huntara, selain akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi.

    Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik, dan kWh meter seluruh hunian yang telah terbangun. Bahkan jaringan listrik telah tersambung sepenuhnya dan cukup untuk melayani kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum.

    Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.

    Rencananya, sebanyak 600 unit huntara akan diserahkan kepada Pemda setempat pada 8 Januari 2026, untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana.

    Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria didampingi Darmawan turun langsung mengawal proges pembangunan Huntara Aceh Tamiang dan infrastruktur kelistrikannya.

    Darmawan menegaskan, kehadiran listrik yang andal di huntara merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

    “Kami memahami bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, namun juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN berupaya menghadirkan listrik yang prima di kawasan huntara,” urainya.

    Pewarta: Nur Suhra Wardyah
    Editor: Evi Ratnawati
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Percepat Pemulihan Pasca Bencana, BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh

    Percepat Pemulihan Pasca Bencana, BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh

    Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. “Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelasnya.

    Menurut Dony, koordinasi erat antara Danantara Indonesia dan BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian menjadi faktor utama dalam menjaga progres pembangunan tetap sesuai rencana. “Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

    Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa kontribusi BRI pada pembangunan Huntara ini merupakan bagian dari komitmen nyata BRI dalam mendukung pemulihan pascabencana. “Sebagai bagian dari Danantara, BRI turut memberikan dukungan nyata dalam program ini guna mempercepat pemulihan dan rehabilitasi masyarakat di wilayah terdampak bencana”, jelasnya.

    Kawasan Huntara sendiri dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung, antara lain toilet, fasilitas sanitasi, serta fasilitas ibadah seperti mushola dan fasilitas pendukung lainnya guna menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

    “Huntara memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal transisi yang aman, layak, dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui kontribusinya dalam pembangunan Huntara ini, BRI berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal sambil menunggu proses pembangunan hunian permanen,” ujar Dhanny.

  • BUMN Keroyokan Bangun Hunian Sementara Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh

    BUMN Keroyokan Bangun Hunian Sementara Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh

     

    Liputan6.com, Jakarta – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas pihak dalam mendukung pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Komitmen tersebut ditinjau langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, melalui kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Huntara pada Senin, 29 Desember 2025.

    Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan penyediaan hunian sementara yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak banjir, sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana agar dapat segera digunakan oleh masyarakat.

    Pembangunan Huntara merupakan program inisiasi Danantara dengan kolaborasi strategis antara Himbara, PTPN serta BUMN Karya sebagai bagian dari sinergi terpadu untuk membantu masyarakat kembali memiliki tempat tinggal sementara selama masa pemulihan.

    Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan komitmen Adhi Karya dalam menyelesaikan pembangunan hunian sementara yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

    “Progres pembangunan Huntara terus kami dorong agar dapat segera ditempati, dengan memastikan hunian yang dibangun layak, aman, dan nyaman. Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini secara tepat waktu dengan tetap mengutamakan keselamatan, kualitas, serta fungsi hunian sebagai tempat tinggal sementara yang memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, pembangunan Huntara tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga pada kualitas lingkungan hunian agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Kawasan Huntara dirancang secara fungsional dengan dilengkapi fasilitas pendukung kehidupan, mulai dari fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak, guna mendukung proses pemulihan sosial masyarakat terdampak.

     

     

  • Waskita Karya Kebut Pembangunan 80 Huntara di Aceh dalam 6 Hari

    Waskita Karya Kebut Pembangunan 80 Huntara di Aceh dalam 6 Hari

    Jakarta

    PT Waskita Karya (Persero) Tbk mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor.

    Pembangunan Huntara tersebut dilakukan secara intensif selama 24 jam tanpa henti agar dapat segera ditempati masyarakat terdampak. Sebanyak 80 unit Huntara dipastikan dibangun dengan standar layak huni, aman, dan nyaman bagi warga.

    Sebelumnya, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria meninjau langsung lokasi pembangunan Huntara. Ia didampingi Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital Waskita Karya Rudi Purnomo serta Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.

    “Perseroan bersama Danantara dan BP BUMN bersinergi membantu saudara-saudara terdampak bencana di Aceh. Para insan Waskita di lapangan pun terus bekerja tidak kenal lelah sepenuh hati demi membangkitkan kembali kawasan Aceh Tamiang,” ujar Paulus dalam keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025).

    Paulus menjelaskan, pembangunan Huntara dilakukan melalui dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 30 unit Huntara telah selesai dibangun. Sementara pada tahap kedua, sebanyak 50 unit hunian ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026.

    Selain membangun hunian berukuran 4,5×4,5 meter (m), Waskita Karya juga mengerjakan empat unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang masing-masing terdiri atas lima bilik, serta dua unit Sistem Pengolahan Air Limbah atau Sewage Treatment Plant (STP). Perseroan turut membangun satu unit mushola berukuran 9×13,5 m dan area tempat wudhu seluas 6,6×13 m.

    Selain fokus menyelesaikan pembangunan Huntara, Waskita Karya juga membangun jalan pedestrian dan jalan akses di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki akses dan konektivitas agar mobilitas warga serta distribusi logistik dapat berjalan lancar.

    “Perseroan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan demi mengawal pemulihan kawasan terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang. Waskita Karya berkomitmen membantu masyarakat agar dapat segera bangkit kembali,” tutur Paulus.

    Perseroan juga mengirimkan puluhan alat berat seperti excavator dan dump truck untuk pembersihan lumpur dan sampah, sekaligus membuka akses jalan yang tertutup akibat longsor. Selain itu, Waskita Karya turut mengirimkan truk tangki air bersih untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak, mengingat air bersih menjadi kebutuhan utama pascabencana.

    (ega/ega)

  • Huntara Danantara di Aceh Tamiang Diserahkan Presiden Prabowo pada 1 Januari 2026

    Huntara Danantara di Aceh Tamiang Diserahkan Presiden Prabowo pada 1 Januari 2026

    JAKARTA – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria menyebutkan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang akan diserahkan langsung oleh Presiden RI kepada warga terdampak bencana pada 1 Januari 2026.

    Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung proyek pembangunan huntara di samping Masjid Darussalam, Aceh Tamiang.

    “Huntara terbaik harus kita siapkan untuk korban banjir. Rencananya 1 Januari 2026 huntara itu, akan ditinjau Presiden Prabowo,” katanya dilansir ANTARA, Senin, 29 Desember.

    Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN itu memastikan pembangunan huntara untuk penampungan menjelang penyelesaian hunian tetap (huntap) tersebut dibangun dengan baik agar para pengungsi merasa nyaman.

    “Harus yang terbaik, dan memberikan kenyamanan pada korban,” lanjut dia.

    Diketahui, huntara dibangun secara bersama oleh 7 BUMN karya, dengan dukungan himpunan bank negara (himbara), PLN, Telkomsel, dan PT Perkebunan Nusantara.

    Masing-masing BUMN karya mendapat mandat untuk menyelesaikan sebanyak 30 unit huntara pada tahap awal. Ada 600 unit huntara yang direncanakan untuk dibangun.

    Menanggapi hal tersebut, Wulan, guru salah satu sekolah dasar di Aceh Tamiang yang juga menjadi korban bencana berharap bangunan huntara dapat segera diselesaikan.

    “Kita sangat berharap Huntara selesai cepat karena banyak rumah yang tidak bisa digunakan lagi,” ucap Wulan.

  • Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Awal 2026

    Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Awal 2026

    Jakarta

    Merger BUMN karya ditargetkan rampung pada kuartal I-2026. Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma’ruf.

    “(Target akan selesai) Kuartal I. (Saat ini) Masih dikaji” ujarnya saat ditemui di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

    Namun, Aminudin enggan menyebutkan BUMN Karya yang merger. Menurutnya yang merger adalah perusahaan terbuka, dan akan dilakukan berbarengan.

    “Barengan semuanya,” tambah dia.

    Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memastikan merger BUMN karya tidak bisa diselesaikan tahun ini. Dia mengatakan sejak dibentuknya Danantara proses merger tersebut masih dalam tahap pengkajian.

    Tidak hanya itu, sejumlah BUMN karya yang bermasalah pada kinerja keuangannya juga didorong untuk memperbaiki terlebih dahulu. Meski mundur dari target, ia memastikan merger akan tetap dilakukan.

    “Khusus untuk karya, kita masih melakukan proses pengkajian bentuk terbaik daripada merger. Mergernya kan sudah pasti, karena kita akan melakukan, supaya perusahaan-perusahaan karya kita menjadi lebih kuat ke depannya. Nah, ini akan kita lakukan kajian-kajiannya. Ada beberapa opsi,” kata dia ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025).

    Beberapa BUMN yang akan dilakukan merger, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero).

    Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) itu juga menegaskan, merger akan didahulukan untuk BUMN yang bermasalah pada kinerja keuangannya. Jadi, untuk Nindya Karya dan Brantas Abipraya tidak didahulukan dalam aksi merger, karena kinerja keuangannya dinilai masih baik. Namun dia memastikan akan dilakukan tahun depan.

    “Jadi kita lagi lihat ada beberapa pilihan. Salah satunya kemungkinan skenario itu ada lagi skenario yang lain. Kita carry over ke tahun depan. Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk karya tidak selesai di tahun ini,” jelasnya.

    (ada/hns)

  • Seskab Teddy Ungkap Prabowo Kirim Helikopter Pribadi untuk Gubernur Aceh Saat Bencana

    Seskab Teddy Ungkap Prabowo Kirim Helikopter Pribadi untuk Gubernur Aceh Saat Bencana

    Disisi lain, Pratikno menyampaikan bahwa sejumlah pasar di tiga provinsi terdampak bencana sudah mulai beroperasi penuh. Dia menyebut pemerintah terus mempercepat pembenahan dan pembersihan infrastruktur yang terdampak bencana.

    “Di Aceh itu ada 112 pasar tradisional yang terdampak. Ini saat ini 18 sudah sepenuhnya beroperasi. Di Sumatra Utara ada 47 pasar terdampak, kini 46 pasar sudah beroperasi, masih satu yang dalam proses percepatan. Di Sumbar ada 3 pasar terdampak, kini 2 pasar sudah mulai beroperasi, ada satu dalam proses percepatan pemulihan,” pungkas Pratikno.

    Sebelumnya, Pemerintah menargetkan pembangunan 15.000 unit hunian bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rampung dalam waktu tiga bulan sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabencana banjir di wilayah Sumatera.

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan target tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu malam 27 Desember 2025.

    “Total 15.000 unit ditargetkan selesai dalam 3 bulan ke depan,” kata Teddy saat dikonfirmasi, Minggu.

    Ia menjelaskan, Danantara telah memulai pembangunan hunian tersebut dengan memanfaatkan dukungan BUMN. Dari total target, 500 unit pertama ditargetkan selesai dalam pekan ini.

    Setiap hunian akan dilengkapi fasilitas dasar antara lain sanitasi air bersih, listrik, rumah ibadah, jaringan internet (Wi-Fi), serta sarana pendukung bagi anak-anak.

    Secara paralel, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memulai pembangunan 4.500 unit hunian sementara di tiga provinsi terdampak.

    Sementara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman turut membangun hunian tetap di wilayah yang sama.

    Sebanyak 2.500 unit hunian tahap pertama telah mulai dibangun pada pekan lalu di atas lahan milik pemerintah yang merupakan aset BUMN. Tahap kedua dengan jumlah serupa direncanakan dimulai pada awal pekan depan.

    Teddy menegaskan pembangunan hunian dilakukan dengan sejumlah ketentuan, antara lain tidak berada di kawasan rawan bencana, memiliki akses ke jalan utama serta fasilitas publik, dan berlokasi relatif dekat dengan area aktivitas ekonomi warga.

    “Pemerintah daerah diharapkan juga berperan aktif dalam proses penyediaan lokasi dan perpindahan penghuni hunian tersebut,” ujarnya.

  • BUMN Bangun 15.000 Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana Sumatera

    BUMN Bangun 15.000 Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana Sumatera

    Jakarta

    PT Brantas Abipraya (Persero) berkontribusi aktif dalam percepatan pemulihan pascabencana banjir di Wilayah Sumatra. Bersinergi dengan Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Brantas Abipraya dan BUMN infrastruktur lainnya mempersiapkan dukungan lanjutan berupa pembangunan sekitar 15.000 unit hunian sementara (Huntara) di berbagai lokasi terdampak bencana. Sebagai bagian dari tahapan pemulihan pascabencana, sebanyak 500 unit ditargetkan tuntas hingga akhir tahun ini.

    “Keterlibatan aktif perusahaan dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab BUMN dalam mendukung negara dan masyarakat, khususnya pada masa darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi, dalam keterangannya, Senin (27/12/2025).

    Dijelaskannya lagi, lewat pembangunan ini Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk melayani sepenuh hati dengan bekerja 24 jam tanpa henti untuk masyarakat terdampak bencana.

    Perusahaan mengerahkan seluruh sumber daya, alat berat, serta tenaga kerja guna mempercepat pemulihan pascabencana melalui pembangunan Huntara, sekaligus memastikan aktivitas dan kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal dalam waktu sesingkat-singkatnya.

    Sementara, Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan wujud komitmen BUMN dalam memastikan proses pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

    Dukungan yang diberikan mencakup pemulihan infrastruktur telekomunikasi, penyediaan air bersih, pengerahan alat berat, serta pelibatan ribuan tenaga kerja untuk kegiatan pembersihan dan pemulihan wilayah terdampak, termasuk di Aceh Tamiang.

    Senada dengan hal tersebut, SVP Divisi Operasi 3 Brantas Abipraya, Syafriandy menambahkan bahwa seluruh jajaran operasional siap bekerja 24 jam tanpa henti sesuai arahan manajemen puncak.

    la menegaskan bahwa penyelesaian pembangunan Huntara menjadi prioritas utama, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung percepatan pemulihan dan pemulangan kehidupan masyarakat terdampak ke kondisi yang lebih layak dan aman.

    (ada/ara)