Tag: Donald Trump

  • Zelensky Akan ke Gedung Putih Temui Biden, Bahas Apa?

    Zelensky Akan ke Gedung Putih Temui Biden, Bahas Apa?

    Zelensky sebelumnya pernah melakukan kunjungan masa perang ke Washington pada Desember 2022, dan menyampaikan pidato berapi-api di hadapan para anggota parlemen AS di Capitol Hill. Kunjungan itu menjadi kunjungan ke luar negeri pertama Zelensky sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

    Dalam pidatonya yang disambut sorakan para anggota parlemen AS, Zelensky berterima kasih kepada Washington karena telah membantu mendanai upaya perang, dan menyebut dana itu ‘bukan amal’ melainkan ‘investasi’ untuk keamanan global dan demokrasi.

    Laporan soal rencana kunjungan terbaru Zelensky ini muncul saat Kongres AS semakin terpecah soal penyediaan dana tambahan untuk Ukraina karena perang sudah memasuki tahun kedua.

    Pemerintahan Biden mengupayakan agar paket bantuan militer tambahan sebesar US$ 13,1 miliar dan dukungan kemanusiaan sebesar US$ 8,5 miliar untuk Ukraina mendapatkan persetujuan Kongres AS. Paket itu juga mencakup US$ 2,3 miliar untuk pembiayaan dan untuk mengkatalisasi donor melalui Bank Dunia.

    Namun para angota parlemen dari Partai Republik yang konservatif telah mendorong pemotongan belanja federal secara luas dan beberapa anggota parlemen yang bersekutu dengan mantan Presiden AS Donald Trump secara spesifik berupaya menghentikan aliran dana ke Ukraina.

    Kongres AS sedang berupaya meloloskan rancangan anggaran alokasi tahunan sebelum batas waktu 30 September agar pemerintahan bisa tetap berjalan.

    (nvc/ita)

  • Lagi-lagi Trump Diguncang Tuduhan Pelecehan Seksual

    Lagi-lagi Trump Diguncang Tuduhan Pelecehan Seksual

    Jakarta

    Mantan Amerika Serikat (AS) Presiden Donald Trump kembali diguncang tuduhan pelecehan seksual. Hal ini diungkap seorang wanita dalam sidang gugatan sipil di New York, AS.

    Wanita tersebut menuduh Trump telah melakukan penyerangan seksual terhadap dirinya. Hal ini disebut terjadi dalam penerbangan domestik pada akhir tahun 1970-an silam.

    Dilansir AFP, Rabu (3/5/2023), kesaksian itu disampaikan oleh Jessica Leeds saat dihadirkan dalam sidang gugatan eks kolumnis terkemuka AS, E Jean Carroll, terhadap Trump atas tuduhan pemerkosaan dan pencemaran nama baik. Sidang gugatan digelar di pengadilan federal Manhattan, New York.

    Dalam persidangan, Leeds yang kini berusia 81 tahun menuturkan bahwa Trump saat itu meletakkan tangan di atas roknya saat keduanya sama-sama duduk di kursi kelas bisnis penerbangan domestik ke New York tahun 1978 atau 1979 silam.

    Leeds mengaku saat itu tidak ada percakapan yang terjadi antara dirinya dan Trump. Kejadian dikatakan terjadi secara tiba-tiba, bahkan Trump disebut berusaha mencium Leeds.

    “Tidak ada percakapan. Itu seperti tiba-tiba saja. Dia berusaha mencium saya, meraba payudara saya,” tuturnya.

    Trump telah berulang kali dan secara tegas membantah semua tuduhan penyerangan seksual dan pemerkosaan yang dilontarkan terhadapnya. Dia belum pernah didakwa secara pidana atas tuduhan-tuduhan semacam itu yang muncul ke publik.

  • Deretan Pemimpin ISIS yang Tewas Meledakkan Diri

    Deretan Pemimpin ISIS yang Tewas Meledakkan Diri

    Pusat Komando AS mengonfirmasi kematian Abu Hasan dalam pernyataan pada 30 November 2022, dengan menyebut pemimpin ISIS itu tewas dibunuh dalam operasi FSA pada pertengahan Oktober di Provinsi Dar’a, Suriah.

    Saat itu, ISIS telah kehilangan sebagian besar wilayah yang pernah dikuasainya di Irak dan Suriah.

    – Abu Ibrahim al-Hashim al-Qurayshi

    Pendahulu Abu Hasan yang bernama Abu Ibrahim al-Hashim al-Qurayshi tewas dalam operasi antiterorisme yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di wilayah Suriah bagian barat laut pada 2 Februari 2022. Saat itu, Presiden Joe Biden mengumumkan langsung kematian Abu Ibrahim dalam pernyataan di Gedung Putih.

    Operasi yang menewaskan Abu Ibrahim itu disebut sebagai operasi terbesar AS di Suriah sejak operasi lainnya yang menewaskan Abu Bakr al-Baghadi, pemimpin pertama ISIS.

    Laporan CNN tahun 2022 yang mengutip sejumlah pejabat pemerintahan Biden menyebut bahwa Abu Ibrahim tewas setelah meledakkan diri saat pasukan AS mendekati markas persembunyiannya di Suriah. Ledakan itu menewaskan sang pemimpin ISIS dan sejumlah warga sipil yang ada di dalam rumah yang digerebek.

    “Pada awal operasi, target teroris meledakkan sebuah bom yang menewaskan dirinya dan anggota keluarganya sendiri, termasuk wanita dan anak-anak,” tutur seorang pejabat senior pemerintahan Biden, yang enggan disebut namanya.

    Pemimpin pertama ISIS dan yang paling terkenal, Abu Bakr al Baghdadi, yang berkuasa sebelum Abu Hasan tewas dalam dalam operasi pasukan khusus AS di wilayah Suriah pada Oktober 2019 lalu. Kematian Baghdadi diumumkan oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump.

    Trump saat itu mengatakan, seperti dilansir CBS News, bahwa Baghdadi ‘menangis dan menjerit’ dan berusaha kabur melalui terowongan ketika digerebek pasukan khusus AS di persembunyiannya. Trump menyebut bahwa ketika pasukan AS dan anjing-anjing militer mendekat, Baghdadi meledakkan dirinya.

    Ledakan bom bunuh diri itu menewaskan Baghdadi dan sejumlah anak yang dibawa kabur bersamanya. Kematian Baghdadi menjadi akhir dramatis dari perburuan bertahun-tahun yang dipimpin AS untuk mencari keberadaan Baghdadi yang gemar berpindah tempat persembunyian.

    “Dia (Baghdadi-red) mati seperti anjing. Dia mati seperti pengecut,” ucap Trump, sembari menuturkan dirinya menyaksikan sebagian besar operasi militer itu melalui monitor di Situation Room Gedung Putih.

    (nvc/ita)

  • Trump Ingatkan Anarki Akan Terjadi Jika AS Pilih Biden Lagi!

    Trump Ingatkan Anarki Akan Terjadi Jika AS Pilih Biden Lagi!

    Washington DC

    Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan serangan verbal terbaru untuk Presiden Joe Biden seiring keduanya sama-sama maju sebagai calon presiden (capres) dari partai masing-masing untuk pilpres 2024. Trump memperingatkan bahwa anarki akan terjadi di AS jika Biden kembali menjabat.

    Seperti dilansir AFP, Jumat (28/4/2023), serangan verbal itu disampaikan Trump saat berpidato di hadapan pendukungnya yang berkumpul di sebuah hotel di Manchester, New Hampshire, pada Kamis (27/4) waktu setempat. Pidato itu merupakan bagian dari kampanye Trump yang maju sebagai capres Partai Republik.

    Ditegaskan Trump dalam pidatonya bahwa dirinya akan ‘menghancurkan’ Biden dalam pilpres 2024 mendatang.

    “Pilihan dalam pemilu ini sekarang adalah antara kekuatan atau kelemahan, antara kesuksesan atau kegagalan, antara keamanan atau anarki, antara perdamaian atau konflik, dan kemakmuran atau malapetaka,” cetus Trump di hadapan sekitar 1.500 orang pendukungnya.

    “Kita sedang hidup dalam malapetaka. Dengan pemungutan suara Anda pada 5 November 2024, kita akan menghancurkan Joe Biden dan Gedung Putih … di kotak suara, dan kita akan menyelesaikan urusan kita yang belum selesai,” tegasnya.

    Pidato di New Hampshire itu disampaikan Trump di tengah berbagai proses hukum yang menjerat dirinya, dengan yang terbaru melibatkan seorang penulis yang menuduh mantan Presiden AS itu memperkosa dirinya beberapa tahun lalu. Persidangan dugaan pemerkosaan itu tengah digelar di pengadilan sipil New York.

    Trump telah sejak lama mengutarakan niatnya maju capres bagi Partai Republik. Namun banyak petinggi Partai Republik yang menilai Trump berpotensi kalah kembali dalam pilpres, setelah sebelumnya kalah dari Biden dalam pilpres 2020 lalu dan membawa Partai Republik kalah dalam dua pemilu sela terakhir.

  • Biden Bantah Ketuaan untuk Nyapres Lagi di Usia 80-an

    Biden Bantah Ketuaan untuk Nyapres Lagi di Usia 80-an

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang akan kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) Partai Demokrat dalam Pilpres tahun 2024 menuai sorotan karena usianya yang tak lagi muda. Tapi politikus berusia 80 tahun itu menepis kekhawatiran soal usianya yang dianggap terlalu tua untuk kembali nyapres.

    Dirangkum detikcom, Kamis (27/4/2023), Biden masih berambisi untuk melanjutkan masa baktinya sebagai Presiden AS di periode kedua. Dia berniat “untuk menyelesaikan pekerjaan.”

    “Setiap generasi memiliki momen di mana mereka harus membela demokrasi. Untuk membela kebebasan fundamental mereka,” tulis Biden di Twitter, bersama dengan sebuah video, dilansir AFP, Selasa (25/4).

    “Itu sebabnya saya mencalonkan diri untuk dipilih kembali sebagai presiden Amerika Serikat. Bergabunglah dengan kami. Ayo selesaikan pekerjaan ini,” imbuhnya.

    Setelah serangkaian kemenangan legislatif yang besar dan perjuangan kebijakan luar negeri yang penting dalam dua tahun pertamanya menjabat, Biden tidak memiliki penantang nyata dari dalam Partai Demokrat. Namun dalam kampanye yang mungkin menghasilkan pertandingan ulang melawan Donald Trump seperti pemilu 2020, Biden diperkirakan akan menghadapi kritik terus menerus mengenai usianya.

    Demokrat veteran itu akan berusia 86 tahun pada akhir masa jabatan kedua. Bahkan jika pemeriksaan medis pada bulan Februari menemukan dia “layak” untuk menjalankan tugas kepresidenan, banyak orang termasuk basis pemilihnya sendiri percaya dia terlalu tua.

    Jajak pendapat NBC News yang dirilis pada akhir pekan menemukan bahwa 70 persen orang Amerika, termasuk 51 persen dari Demokrat, percaya dia tidak boleh mencalonkan diri. 69 persen dari semua responden yang mengatakan dia seharusnya tidak mencalonkan diri mengutip kekhawatiran atas usianya sebagai alasan utama.

    Selama satu setengah tahun ke depan, Biden akan mendapatkan semua keuntungan sebagai petahana yang didukung oleh partai yang bersatu. Sementara Partai Republik baru saja memulai musim primer yang berantakan.

    Trump, meskipun menjadi mantan atau presiden pertama yang didakwa secara pidana — dan menghadapi penyelidikan atas upayanya untuk membalikkan kekalahannya dari Biden dalam pemilu 2020 — adalah pelopor Partai Republik yang luar biasa.

    Trump Kritik Biden

    Pada hari Senin, Trump dengan cepat melontarkan kritiknya sendiri terhadap Biden.

    “Dengan bencana dan kegagalan kepresidenan seperti itu, hampir tidak terbayangkan bahwa Biden akan berpikir untuk mencalonkan diri kembali,” katanya dalam sebuah pernyataan.

    Penantang Partai Republik yang paling mungkin untuk Trump yang berusia 76 tahun, Gubernur Florida Ron DeSantis, menampilkan sosok sayap kanan yang serupa, meskipun jauh lebih muda di usia 44 tahun.

    Biden tepis ketuaan untuk kembali nyapres, simak di halaman selanjutnya:

  • Trump Diadili Atas Tuduhan Memperkosa Eks Kolumnis Terkemuka

    Trump Diadili Atas Tuduhan Memperkosa Eks Kolumnis Terkemuka

    Jakarta

    Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump dituduh memperkosa seorang mantan kolumnis terkemuka AS dan kemudian “mengejek” dia dengan komentar yang merendahkan. Hal itu terungkap di pengadilan di AS.

    Dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/4/2023), dalam sidang pembuka yang digelar pada Selasa (25/4) waktu setempat, seorang pengacara Trump, yang menyangkal tuduhan tersebut, mengatakan bahwa penggugat, E. Jean Carroll, mantan kolumnis majalah Elle, dimotivasi oleh uang dan ketenaran.

    Carroll (79) mengatakan Trump melakukan pelecehan seksual terhadapnya di ruang ganti di department store mewah Bergdorf Goodman di Fifth Avenue di Manhattan pada pertengahan 1990-an.

    Wanita tersebut mengatakan serangan seksual itu terjadi setelah Trump dengan bercanda meminta nasihatnya untuk membeli hadiah pakaian dalam wanita.

    “Saat mereka berada di dalam (ruang ganti) semuanya berubah. Tiba-tiba tidak ada yang menyenangkan. Tubuh Trump besarnya hampir dua kali lipat darinya,” kata pengacara Carroll, Shawn Crowley di pengadilan Manhattan.

    Persidangan ini merupakan bagian dari rentetan masalah hukum yang mengancam menggagalkan upaya Trump untuk mencalonkan diri kembali di pemilu Amerika Serikat tahun 2024.

    Itu terjadi hanya beberapa minggu setelah dakwaan bersejarah Trump atas tuduhan kriminal terkait pembayaran uang suap yang dilakukan kepada seorang bintang porno.

    Saksikan LIVE Video:

    Lihat juga Video: Biadab! Pegawai Dinsos Karawang Perkosa ODGJ di Penampungan

  • Biden Bantah Ketuaan untuk Nyapres Lagi di Usia 80-an

    Joe Biden Umumkan Kembali Nyapres

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan bahwa dia kembali mencalonkan diri sebagai presiden di pemilihan presiden tahun 2024. Politikus berusia 80 tahun itu berniat “untuk menyelesaikan pekerjaan.”

    “Setiap generasi memiliki momen di mana mereka harus membela demokrasi. Untuk membela kebebasan fundamental mereka,” tulis Biden di Twitter, bersama dengan sebuah video, dilansir AFP, Selasa (25/4/2023).

    “Itu sebabnya saya mencalonkan diri untuk dipilih kembali sebagai presiden Amerika Serikat. Bergabunglah dengan kami. Ayo selesaikan pekerjaan ini,” imbuhnya.

    Setelah serangkaian kemenangan legislatif yang besar dan perjuangan kebijakan luar negeri yang penting dalam dua tahun pertamanya menjabat, Biden tidak memiliki penantang nyata dari dalam Partai Demokrat.

    Namun dalam kampanye yang mungkin menghasilkan pertandingan ulang melawan Donald Trump seperti pemilu 2020, Biden diperkirakan akan menghadapi kritik terus menerus mengenai usianya.

    Demokrat veteran itu akan berusia 86 tahun pada akhir masa jabatan kedua. Bahkan jika pemeriksaan medis pada bulan Februari menemukan dia “layak” untuk menjalankan tugas kepresidenan, banyak orang termasuk basis pemilihnya sendiri percaya dia terlalu tua.

    Jajak pendapat NBC News yang dirilis pada akhir pekan menemukan bahwa 70 persen orang Amerika, termasuk 51 persen dari Demokrat, percaya dia tidak boleh mencalonkan diri.

    Biden suka menjawab kekhawatiran tersebut dengan mengatakan, “lihat saya”.

    Selama satu setengah tahun ke depan, Biden akan mendapatkan semua keuntungan sebagai petahana yang didukung oleh partai yang bersatu. Sementara Partai Republik baru saja memulai musim primer yang berantakan.

    Trump, meskipun menjadi mantan atau presiden pertama yang didakwa secara pidana — dan menghadapi penyelidikan atas upayanya untuk membalikkan kekalahannya dari dalam pemilu 2020 — adalah pelopor Partai Republik yang luar biasa.

    Pada hari Senin, Trump dengan cepat melontarkan kritiknya sendiri terhadap Biden.

    “Dengan bencana dan kegagalan kepresidenan seperti itu, hampir tidak terbayangkan bahwa Biden akan berpikir untuk mencalonkan diri kembali,” katanya dalam sebuah pernyataan.

    Penantang Partai Republik yang paling mungkin untuk Trump yang berusia 76 tahun, Gubernur Florida Ron DeSantis, menampilkan sosok sayap kanan yang serupa, meskipun jauh lebih muda di usia 44 tahun.

    (mae/dhn)

  • Joe Biden Segera Umumkan Nyapres Lagi

    Joe Biden Segera Umumkan Nyapres Lagi

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, akan kembali maju di Pilpres. Biden mengatakan akan segera mengumumkan pencapresannya itu.

    “Sudah kubilang aku berencana mencalonkan diri,” kata Biden kepada wartawan dalam sebuah acara di Gedung Putih, dilansir Xinhua News, Selasa (25/4/2023).

    “Aku akan segera memberitahumu,” imbuhnya.

    Media AS dan pakar politik berspekulasi bahwa Demokrat akan secara resmi meluncurkan kampanye pemilihannya kembali paling cepat minggu ini.

    Biden dan timnya dikabarkan sedang bersiap untuk membuat pengumuman dalam bentuk video.

    Julie Chavez Rodriguez, seorang pejabat senior Gedung Putih dan aktivis lama Partai Demokrat, disebut-sebut akan mengelola kampanye pemilihan kembali Biden.

    Mantan Presiden AS Donald Trump, yang kalah dari Biden dalam pemilu 2020 tetapi menolak untuk menyerah, juga telah mengumumkan pencalonannya sebagai presiden dari Partai Republik 2024 pada November tahun lalu.

    Menurut jajak pendapat nasional NBC News yang baru, 70 persen dari semua orang Amerika, termasuk 51 persen dari Demokrat, berpikir bahwa Biden tidak boleh mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.

    Setengah dari mereka yang mengatakan Biden, 80, tidak boleh mencalonkan diri mengutip usianya sebagai alasan “utama”.

    Adapun Trump, 60 persen orang Amerika, termasuk sepertiga dari Partai Republik, percaya bahwa Partai Republik tidak boleh mencalonkan diri pada tahun 2024.

    “Pada tahap ini, 2024 akan menjadi sekuel pemilu 2020,” jajak pendapat Demokrat Jeff Horwitt dari Hart Research, yang melakukan jajak pendapat ini dengan jajak pendapat Republik Bill McInturff dan timnya di Strategi Opini Publik, dikutip oleh NBC News.

    “Sekuel sering kali menjadi hit di box office, tetapi tampaknya tidak di kotak suara,” tambah Horwitt.

    Jelas bahwa “orang tidak menginginkan pertandingan ulang Biden-Trump,” kata McInturff seperti dikutip.

    (mae/dhn)

  • Usai Picu Kontroversi, Macron Tegaskan Dukung Status Quo Taiwan

    Usai Picu Kontroversi, Macron Tegaskan Dukung Status Quo Taiwan

    Amsterdam

    Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan posisi negaranya soal Taiwan tidak berubah. Penegasan ini disampaikan setelah Macron memicu kontroversi dengan komentarnya bahwa Eropa tidak seharusnya menjadi ‘pengikut’ Amerika Serikat (AS) atau China soal isu Taiwan. Komentar itu menuai kecaman Eropa dan AS.

    Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (13/4/2023), Macron juga menyatakan bahwa dirinya mendukung ‘status quo’ terkini soal Taiwan saat diminta mengklarifikasi komentar sebelumnya yang menuai kritikan itu.

    Dalam wawancara dengan media terkemuka seperti Politico dan media lokal Prancis Les Echos yang dipublikasikan Minggu (9/4) waktu setempat, Macron memperingatkan negara-negara Eropa untuk tidak terseret ke dalam krisis terkait Taiwan yang didorong oleh ‘ritme Amerika dan reaksi berlebihan China’.

    Komentar itu memicu kritikan dari sejumlah politisi dan pengamat di Eropa dan AS, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump yang menuduh Macron sedang ‘mencium bokong’ Presiden China Xi Jinping.

    “Posisi Prancis dan Eropa soal Taiwan adalah sama. Kami mendukung status quo. Kebijakan ini konstan dan tidak berubah,” tegas Macron dalam konferensi pers di sela-sela kunjungan kenegaraan ke Belanda, pekan ini.

    “Ini adalah kebijakan Satu-China dan resolusi situasi di Pasifik. Itulah yang saya katakan dalam pertemuan empat mata dengan Xi Jinping, itulah yang dikatakan di mana-mana, kami tidak berubah,” ucapnya menjelaskan.

    Namun diketahui bahwa Macron tidak menyebut Taiwan dalam pernyataan publiknya kepada media saat mengunjungi Beijing pekan lalu. Hal itu memicu kritikan sejumlah pihak.

    Lihat juga Video: Prancis Mencekam Bak ‘Medan Perang’ Akibat UU Kenaikan Usia Pensiun

  • Trump Sebut Macron ‘Cium Bokong’ Xi Jinping, Ada Apa?

    Trump Sebut Macron ‘Cium Bokong’ Xi Jinping, Ada Apa?

    Washington DC

    Komentar kasar dilontarkan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Presiden Prancis Emmanuel Macron yang baru saja berkunjung ke China dan bertemu Presiden Xi Jinping. Trump menilai kunjungan Macron itu menunjukkan dia sedang ‘mencium bokong’ Xi.

    Seperti dilansir AFP, Rabu (12/4/2023), komentar Trump itu disampaikan saat tampil dalam wawancara dengan penyiar berita Fox News, Tucker Carlson, pada Selasa (11/4) waktu setempat.

    Itu menjadi penampilan pertama Trump di media besar AS setelah dia didakwa memalsukan catatan bisnis terkait pembayaran uang tutup mulut terhadap seorang bintang porno semasa kampanye pilpres 2016.

    Dalam wawancara yang cenderung bertele-tele itu, Trump menyebut AS telah kehilangan pengaruh di mata dunia sejak dirinya tidak lagi menjabat Presiden AS.

    “Anda mendapati dunia ini menjadi gila, sedang meledak dan Amerika Serikat sama sekali tidak memiliki suara,” ujar Trump, yang akan kembali maju capres Partai Republik dalam pilpres 2024 mendatang.

    “Dan Macron, yang merupakan teman saya, sudah selesai dengan China, mencium bokongnya. Oke, di China! Saya mengatakan, ‘Prancis sekarang pergi ke China’,” ucap Trump kepada Carlson dalam wawancara itu.

    Tidak diketahui secara jelas maksud pernyataan cenderung kasar yang disampaikan Trump itu.

    Saksikan juga ‘Prancis Mencekam Bak ‘Medan Perang’ Akibat UU Kenaikan Usia Pensiun’;