Tag: Donald Trump

  • Timur Tengah Membara, Warga AS Protes Dukungan untuk Israel

    Timur Tengah Membara, Warga AS Protes Dukungan untuk Israel

    Washington DC

    Para demonstran menggelar aksi protes di beberapa kota di wilayah Amerika Serikat (AS) untuk menentang dukungan militer Amerika kepada Israel. Unjuk rasa ini digelar ketika risiko konflik besar-besaran semakin meningkat di Timur Tengah usai Tel Aviv menggempur Lebanon.

    Para aktivis antiperang dalam aksi tersebut bahkan menuntut embargo senjata terhadap Israel, yang merupakan sekutu dekat AS.

    Puluhan demonstran berkumpul di Herald Square di New York City pada Selasa (24/9) malam waktu setempat, dengan membawa spanduk bertuliskan “Jangan ganggu Lebanon sekarang” dan “Tidak ada perang AS-Israel di Lebanon”.

    Unjuk rasa tersebut digelar oleh kelompok koalisi ANSWER, yang merupakan singkatan dari “Act Now to Stop War and End Racism”. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (25/9/2024).

    Dalam aksinya, para demonstran meneriakkan slogan-slogan berbunyi “Jangan ganggu Timur Tengah”, “Bebaskan Palestina”, dan “Biden, Harris, Trump dan Bibi: tidak ada yang diterima di kota kami” — merujuk pada Presiden AS Joe Biden, Wakil Presiden Kamala Harris, mantan Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Unjuk rasa yang lebih kecil dengan slogan dan spanduk serupa digelar di dekat Gedung Putih di Washington DC pada Selasa (24/9) malam, bahkan saat hujan mengguyur kota tersebut.

    “Serangan Israel di Lebanon dan pengepungan serta genosida yang sedang berlangsung di Gaza dimungkinkan oleh banyaknya bom, rudal dan pesawat tempur yang dipasok oleh pemerintah AS,” sebut kelompok ANSWER dalam sebuah pernyataan.

    Disebutkan juga oleh kelompok ANSWER bahwa unjuk rasa serupa juga digelar di beberapa kota lainnya seperti San Francisco, Seattle, San Antonio dan Phoenix.

    Israel mengatakan tindakannya merupakan aksi membela diri terhadap kelompok-kelompok militan seperti Hamas dan Hizbullah yang dianggap bermusuhan. AS tetap mempertahankan dukungan terhadap Tel Aviv, sekutunya, selama perang berkecamuk meskipun ada kritikan dari dalam negeri dan luar negeri.

    Pada Mei lalu, Biden mengatakan dukungan AS untuk Israel “sangat teguh”, namun dia juga menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza. “Apa yang terjadi di Gaza bukanlah genosida. Kami menolaknya,” ucap Biden saat berbicara dalam acara Jewish American Heritage Month di Gedung Putih pada saat itu.

    Unjuk rasa marak di berbagai wilayah AS selama berbulan-bulan saat perang berkecamuk di Jalur Gaza. Laporan terbaru otoritas kesehatan Gaza, yang dikuasai Hamas, menyebut sedikitnya 41.467 orang tewas. Perang itu memicu kehancuran, menyebabkan krisis kelaparan dan membuat 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi.

    Perang itu dipicu oleh serangan mematikan Hamas terhadap Israel bagian selatan pada Oktober tahun lalu, yang menurut otoritas Tel Aviv, menewaskan sekitar 1.200 orang dan membuat lebih dari 250 orang lainnya disandera.

    Pada Senin (23/9) waktu setempat, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap wilayah selatan dan timur Lebanon, yang diklaim menargetkan posisi dan persenjataan Hizbullah.

    Sehari setelahnya, atau pada Selasa (24/9), Tel Aviv mengatakan pasukan militernya melancarkan serangan baru secara “ekstensif”, termasuk serangan di pinggiran selatan Beirut yang dilaporkan berhasil menewaskan komandan pasukan roket Hizbullah.

    Lebih dari 560 orang tewas, termasuk 50 anak-anak dan 94 perempuan, akibat rentetan serangan di negara tersebut sejak awal pekan ini. Sekitar 1.800 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan tersebut.

    Situasi di Lebanon ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya perang regional yang bisa mengacaukan stabilitas Timur Tengah. Para pemimpin berbagai negara anggota PBB menggelar pertemuan pekan ini di AS dengan agenda utama membahas situasi di Timur Tengah.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Intelijen AS Ingatkan Trump Soal Ancaman Iran untuk Bunuh Dirinya

    Intelijen AS Ingatkan Trump Soal Ancaman Iran untuk Bunuh Dirinya

    Washington DC

    Intelijen Amerika Serikat (AS) memperingatkan mantan Presiden Donald Trump soal ancaman “nyata dan spesifik” dari Iran untuk membunuh dirinya. Teheran sebelumnya telah membantah tuduhan dari Washington ini.

    Peringatan dari intelijen AS itu, seperti dilansir AFP, Rabu (25/9/2024), diungkapkan oleh tim kampanye pilpres Trump yang kini menjadi capres Partai Republik, yang akan melawan capres Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris, dalam pemilu AS yang dijadwalkan pada November mendatang.

    “Presiden Trump telah diberi pengarahan hari ini oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional mengenai ancaman nyata dan spesifik dari Iran untuk membunuhnya dalam upaya untuk mengganggu stabilitas dan menebar kekacauan di Amerika Serikat,” ungkap direktur komunikasi tim kampanye Trump, Steven Cheung, dalam pernyataan pada Selasa (24/9) waktu setempat.

    “Para pejabat intelijen telah mengidentifikasi bahwa serangan yang berkelanjutan dan terkoordinasi ini telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dan aparat penegak hukum di semua lembaga berupaya untuk memastikan Presiden Trump terlindungi dan pemilu bebas dari intervensi,” sebutnya.

    Tim kampanye Trump tidak menguraikan lebih lanjut soal peringatan intelijen itu, yang muncul ketika tekanan internasional semakin meningkat terhadap Iran untuk mengurangi ketegangan yang meninggi di Lebanon, saat militer Israel terus melancarkan pengeboman terhadap target Hizbullah yang didukung Teheran.

    Awal musim panas ini, Iran telah membantah tuduhan bahwa mereka berusaha membunuh Trump, tak lama setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah mantan Presiden AS itu saat dia berkampanye di Pennsylvania. Sedikitnya satu orang tewas, dan Trump sendiri mengalami luka-luka di telinganya.

    Beberapa hari usai percobaan pembunuhan itu, media-media lokal AS melaporkan bahwa otoritas setempat telah menerima informasi intelijen mengenai dugaan rencana Iran membunuh Trump, yang mendorong peningkatan perlindungan terhadapnya.

    Pada saat itu, Teheran membantah tuduhan itu sebagai “tuduhan jahat”.

    “Jika mereka benar-benar ‘membunuh Presiden Trump’, yang selalu menjadi kemungkinan, saya berharap Amerika melenyapkan Iran, menghapusnya dari muka Bumi — Jika hal itu tidak terjadi, para pemimpin Amerika akan dianggap sebagai pengecut yang ‘tidak punya keberanian’!” tulis Trump via media sosial Truth Social pada saat itu.

    Tidak diketahui secara jelas apakah ancaman yang diungkapkan tim kampanye Trump itu merupakan ancaman baru atau ancaman yang telah dilaporkan sebelumnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Saudi Tak Akan Berhubungan dengan Israel Tanpa Negara Palestina

    Saudi Tak Akan Berhubungan dengan Israel Tanpa Negara Palestina

    Jakarta

    Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), mengatakan bahwa kerajaan tersebut tidak akan menjalin hubungan dengan Israel sampai negara Palestina terbentuk. Hal tersebut merupakan pukulan bagi upaya Amerika Serikat (AS) untuk kesepakatan normalisasi.

    “Kami memperbarui penolakan dan kecaman keras kerajaan atas kejahatan otoritas pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina,” kata Putra Mahkota Mohammed bin Salman dilansir AFP, Kamis (19/9/2024).

    “Kerajaan tidak akan menghentikan upayanya yang tak kenal lelah untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem timur sebagai ibu kotanya, dan kami menegaskan bahwa kerajaan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa negara Palestina,” tambahnya.

    Kesepakatan normalisasi yang ditengahi oleh presiden AS saat itu Donald Trump pada tahun 2020 antara Israel dan Bahrain serta Uni Emirat Arab telah mengakhiri konsensus Arab yang telah lama ada bahwa tidak boleh ada normalisasi tanpa negara Palestina yang merdeka dan menyoroti tetangga mereka yang lebih kuat, Arab Saudi.

    Baru-baru ini pada awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, telah mengulurkan prospek pembentukan hubungan yang cepat dengan raja minyak Teluk Arab sebagai potensi keuntungan bagi Israel dari kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera untuk Gaza.

    Blinken telah mengatakan selama kunjungan ke Haiti pada tanggal 6 September bahwa ia masih berharap untuk mengunci kesepakatan normalisasi antara Israel dan Arab Saudi sebelum Presiden AS Joe Biden mengundurkan diri pada bulan Januari.

    “Saya pikir jika kita bisa mendapatkan gencatan senjata di Gaza, masih ada peluang melalui keseimbangan pemerintahan ini untuk bergerak maju dalam normalisasi,” kata diplomat tinggi AS tersebut.

    Sebagai bagian dari kesepakatan apa pun, Riyadh diharapkan untuk bersikeras pada jalur menuju kenegaraan bagi Palestina serta jaminan keamanan bergaya aliansi dari Washington.

    “Untuk melanjutkan normalisasi, diperlukan dua hal–ketenangan di Gaza dan jalur yang kredibel menuju negara Palestina,” kata Blinken dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Riyadh.

    Namun, pemerintahan sayap kanan Israel pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap menentang keras negara Palestina. Tingginya jumlah korban tewas warga sipil akibat perang Israel melawan Hamas di Gaza dan kerusakan besar yang terjadi di wilayah Palestina telah memberikan tekanan besar pada kerajaan itu untuk menahan diri dari pembukaan diplomatik besar apa pun.

    (rfs/rfs)

  • Intelijen AS Ingatkan Trump Soal Ancaman Iran untuk Bunuh Dirinya

    Cuma Presiden Penting yang Ditembak

    Jakarta

    Calon presiden (capres) Amerika Serikat dari partai Republik, Donald Trump kembali berkampanye pada hari Selasa (17/9) waktu setempat, untuk pertama kalinya sejak upaya pembunuhan kedua terhadap dirinya. Mantan presiden AS itu membanggakan diri dengan mengatakan “hanya presiden penting yang ditembak”.

    Trump pun memuji capres partai Demokrat, Kamala Harris karena menelepon untuk menanyakan keadaannya.

    “Dan kemudian Anda bertanya-tanya mengapa saya ditembak, bukan? Anda tahu, hanya presiden penting yang ditembak,” kata Trump dalam pidato kampanyenya di kota Flint, negara bagian Michigan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/9/2024).

    Sebelumnya, Harris, yang berkampanye di negara bagian Pennsylvania, mengatakan pada hari Selasa bahwa dia telah menghubungi Trump setelah upaya pembunuhannya di lapangan golfnya di Florida.

    “Saya menanyakannya untuk memastikan dia baik-baik saja. Dan saya katakan kepadanya apa yang telah saya katakan di depan umum — tidak ada tempat untuk kekerasan politik di negara kita,” kata Harris dalam sebuah wawancara dengan National Association of Black Journalists (NABJ).

    Gedung Putih menggambarkannya sebagai “percakapan yang ramah dan singkat.”

    Trump mengatakan tersangka pelaku penembakan dirinya tersebut adalah pengikut apa yang disebutnya retorika Presiden Joe Biden dan Harris, yang menegaskan bahwa dia adalah ancaman bagi demokrasi AS.

    Pada acara kampanye tersebut, para pendukung Trump mengatakan serangan yang digagalkan itu membuat mereka semakin mendukungnya.

    “Saya yakin mereka ingin membunuh Trump agar Trump tidak dapat mencoba untuk menjalani masa jabatan keduanya,” kata pensiunan pekerja otomotif Donald Owen, 71 tahun.ini.”

    Sebelumnya pada hari Minggu lalu, Trump dilarikan oleh Secret Service AS setelah pria bersenjata, Ryan Routh ditemukan di pagar tanaman di lapangan golfnya di Florida.

    Itu adalah kejadian kedua yang nyaris menimpa capres dari Partai Republik itu dalam beberapa bulan, setelah sebuah peluru menyerempet telinganya dalam sebuah penembakan di acara kampanye di Pennsylvania. Insiden yang terjadi pada bulan Juni itu menewaskan satu orang.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Elon Musk Disoroti Secret Service Gegara Cuitan Soal Biden dan Harris

    Elon Musk Disoroti Secret Service Gegara Cuitan Soal Biden dan Harris

    Jakarta

    Elon Musk kembali menjadi sorotan karena cuitannya tentang Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris setelah percobaan pembunuhan kedua terhadap mantan Presiden Donald Trump.

    “Tidak ada seorang pun yang mencoba membunuh Biden/Kamala,” tulis Musk dalam cuitannya, yang merupakan respons terhadap postingan seorang pengguna X, seperti dikutip dari The Guardian.

    Cuitan Musk itu diunggah hanya beberapa jam setelah suara tembakan terdengar saat Trump sedang bermain golf di lapangan golf miliknya. Trump diyakini kembali menjadi target pembunuhan, dan FBI langsung mengamankan tersangka yang meletuskan tembakan tersebut.

    Gedung Putih langsung mengecam cuitan Musk karena dianggap memicu kekerasan terhadap Biden dan Harris. Bahkan beberapa pengikut Musk juga merasa cuitan pemilik X itu sudah kelewatan.

    “Kekerasan hanya boleh dikutuk, jangan pernah menghasut atau dijadikan bahan lelucon,” kata Gedung Putih dalam keterangan resminya. Lebih lanjut, Gedung Putih mengatakan tidak ada tempat untuk kekerasan politik atau kekerasan apapun di AS.

    Cuitan Musk juga menjadi perhatian Secret Service atau Paspampres AS yang ditugaskan untuk menjaga presiden dan wakil presiden AS saat ini maupun mantan, serta pejabat tinggi lainnya. Sebelum cuitan itu dihapus, Secret Service mengatakan mereka sudah mengetahui cuitan Musk di X.

    “Secret Service mengetahui unggahan media sosial yang dibuat oleh Elon Musk dan dalam prakteknya, kami tidak mengomentari masalah yang melibatkan intelijen perlindungan,” kata juru bicara Secret Service.

    “Namun, kami dapat mengatakan bahwa Secret Service menyelidiki semua ancaman yang terkait dengan orang-orang yang kami lindungi,” sambungnya.

    Musk langsung menghapus cuitan soal Biden dan Harris, tapi sebelum dihapus cuitan itu sudah dilihat jutaan kali. Tidak lama kemudian, ia mengatakan cuitan itu hanya sekedar lelucon.

    “Satu pelajaran yang saya dapat adalah hanya karena saya mengatakan sesuatu kepada sekelompok orang dan mereka tertawa, bukan berarti itu akan jadi postingan X yang lucu,” kata Musk.

    “Ternyata, lelucon menjadi kurang lucu jika orang-orang tidak mengetahui konteksnya dan penyampaiannya dalam teks biasa,” sambungnya dalam cuitan terpisah.

    (vmp/afr)

  • FBI Selidiki Kemungkinan Percobaan Pembunuhan terhadap Trump

    FBI Selidiki Kemungkinan Percobaan Pembunuhan terhadap Trump

    Jakarta

    FBI mengaku tengah menyelidiki insiden penembakan terhadap Donald Trump yang sebelumnya dilaporkan oleh timnya pada Minggu (15/9), di negara bagian Florida, Amerika Serikat (AS).

    “FBI telah merespons di West Palm Beach, Florida, dan sedang menyelidiki apa yang tampaknya merupakan percobaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Trump,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

    Senapan dan kamera ditemukan di TKP

    Dalam konferensi pers pada Minggu (15/9), otoritas AS mengatakan bahwa agen Dinas Rahasia AS atau Secret Service telah mengidentifikasi dan menembaki seorang tersangka yang mengarahkan senjata di bagian Lapangan Golf Internasional Trump di West Palm Beach pada sore hari.

    “Kami belum yakin apakah individu tersebut sempat menembak ke arah agen kami atau tidak,” kata Rafael Barros dari Dinas Rahasia AS tersebut.

    Tersangka melarikan diri dengan SUV hitam dan kemudian ditahan di Martin County oleh penegak hukum setempat.

    “Kami saat ini memiliki seseorang yang ditahan yang merupakan tersangka potensial,” kata Sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw. Ia memuji seorang saksi yang melihat tersangka melarikan diri ke sebuah mobil dan mengambil foto pelat nomornya, yang akhinrya berguna membantu polisi untuk melacaknya.

    Bradshaw mengatakan tersangka bersembunyi di semak-semak, sekitar 400 hingga 500 yard (356 hingga 457 meter) dari Trump, saat mantan presiden tersebut bermain golf di lubang golf terdekat.

    Polisi Palm Beach menemukan senapan serbu AK-47 dengan teleskop dan kamera GoPro di semak-semak di lokasi kejadian, kata Bradshaw.

    Tembakan ‘di sekitar’ Trump

    Tim kampanye Trump sebelumnya hanya melaporkan suara tembakan di dekat Trump, dan mengatakan bahwa dia aman setelah insiden tersebut.

    “Presiden Trump aman setelah terjadi tembakan di sekitarnya. Tidak ada rincian lebih lanjut saat ini,” kata juru bicara kampanye Trump, Steven Cheung, dalam pernyataan awal.

    Tembakan tersebut dilaporkan terdengar di dekat Lapangan Golf Internasional Trump di West Palm Beach. Dinas Rahasia AS menyatakan insiden itu terjadi sesaat sebelum pukul 2 siang waktu setempat.

    Percobaan pembunuhan kedua tahun ini?

    Insiden ini terjadi hanya dua bulan setelah mantan presiden AS tersebut ditembak dalam upaya pembunuhan saat dia berbicara di sebuah acara kampanye di Pennsylvania. Sebuah peluru sempat menyentuh telinga Trump saat itu.

    Akibatnya, tim kampanyenya meningkatkan keamanan terhadap Trump. Di acara-acara kampanye luar ruangan, mantan presiden AS itu kini berbicara di belakang penutup kaca antipeluru.

    Menurut Gedung Putih, Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris, yang juga merupakan calon presiden dari Partai Demokrat, telah diberi pengarahan terkait insiden terbaru tersebut. Keduanya “lega” mengetahui Trump dalam keadaan aman, kata Gedung Putih.

    Harris mengatakan secara daring bahwa dia “senang” Trump aman. Ia dan Biden menegaskan bahwa kekerasan politik tidak memiliki tempat di AS.

    “Seperti yang telah saya katakan berkali-kali, tidak ada tempat untuk kekerasan politik atau kekerasan apa pun di negara kita, dan saya telah mengarahkan tim saya untuk terus memastikan bahwa Dinas Rahasia memiliki semua sumber daya, kemampuan, dan langkah perlindungan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan mantan presiden,” kata Biden dalam pernyataannya pada Minggu (15/9) malam.

    rs/gtp (Reuters, AFP, AP)

    (ita/ita)

  • Intelijen AS Ingatkan Trump Soal Ancaman Iran untuk Bunuh Dirinya

    Geger Upaya Pembunuhan Trump di Lapangan Golf, Siapa Tersangkanya?

    Jakarta

    Media-media Amerika Serikat mengidentifikasi Ryan Wesley Routh sebagai tersangka pria bersenjata yang ditangkap menyusul insiden percobaan pembunuhan Donald Trump di Florida, AS.

    Dilansir kantor berita AFP, Senin (16/9/2024), media AS mengatakan bahwa Routh, 58 tahun, ditangkap setelah agen Secret Service “menembaki seorang pria bersenjata” yang membawa senapan jenis AK-47 di dekat batas lapangan golf Trump di Florida, tempat mantan presiden itu bermain golf pada hari Minggu (15/9) waktu setempat.

    Tersangka sempat melarikan diri dari semak-semak tempat ia bersembunyi dan melarikan diri dengan mobil hitam, sebelum ia dilacak oleh pihak berwenang.

    CNN dan CBS melaporkan Routh adalah seorang pembangun perumahan yang bekerja sendiri di Hawaii, yang memiliki catatan penangkapan selama beberapa dekade. Pria itu kerap memposting tentang politik dan kejadian terkini, termasuk terkadang mengkritik Trump, yang menjadi kandidat presiden dari Partai Republik.

    Salah satu alasan yang Routh nyatakan adalah dukungannya terhadap perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia.

    “SAYA BERSEDIA TERBANG KE KRAKOW DAN PERGI KE PERBATASAN UKRAINA UNTUK MENJADI SUKARELAWAN DAN BERJUANG DAN MATI… Dapatkah saya menjadi contoh yang harus kita menangkan,” tulis Routh dalam postingan di media sosial X pada Maret 2022, menurut New York Times, yang juga mewawancarainya.

    AFP pernah mewawancarai Routh di Kyiv, Ukraina pada akhir April 2022, saat ia ikut serta dalam aksi demo untuk mendukung warga Ukraina yang terjebak di kota pelabuhan Mariupol.

    “Putin adalah seorang teroris, dan ia harus disingkirkan, jadi kami membutuhkan semua orang dari seluruh dunia untuk menghentikan apa yang mereka lakukan dan datang ke sini sekarang,” katanya kepada AFP saat itu.

    Amerika Serikat telah menjadi pendukung setia Ukraina sejak Rusia menginvasi pada Februari 2022.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Trump Selamat dari Upaya Pembunuhan di Lapangan Golf

    Trump Selamat dari Upaya Pembunuhan di Lapangan Golf

    Jakarta

    Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, selamat dari upaya pembunuhan di lapangan golfnya di Florida dan seseorang yang “berpotensi menjadi tersangka” telah ditahan, sebut aparat keamanan AS.

    Anggota Dinas Rahasia, yang bertugas sebagai pasukan pengamanan presiden, melihat laras senapan menyembul di antara semak-semak dan melepaskan tembakan ke arah Trump, kata sejumlah pejabat. Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan Trump berada 275 hingga 455 meter dari posisi senapan.

    Senjata api jenis AK47 dan teropong, bersama dengan dua ransel dan kamera GoPro, kemudian ditemukan di tempat kejadian.

    Seorang saksi melaporkan melihat tersangka berlari dari semak-semak dan melompat ke mobil Nissan hitam setelah agen menembakinya beberapa kali.

    Seorang saksi memotret kendaraan tersebut dan plat nomornya. Mobil itu lalu dihentikan di Martin County, sebelah utara klub.

    “Kami menghubungi kantor Sheriff Martin County, memberi tahu mereka. Kemudian mereka melihat kendaraan itu, menghentikannya, serta menahan orang itu,” kata Sheriff Ric Bradshaw dari Palm Beach County.

    ReutersSeorang petugas berjalan menyisir Trump International Golf Club di West Palm Beach, Florida, AS pada 15 September 2024, setelah menerima laporan penembakan terhadap mantan Presiden AS Donald Trump.

    Dinas Rahasia mengonfirmasi dalam sebuah unggahan di X bahwa mereka sedang menyelidiki “insiden” yang melibatkan Trump, pada Minggu (15/09) sesaat sebelum pukul 14:00 waktu setempat.

    Kemudian Sheriff Bradshaw mengatakan “agen Dinas Rahasia yang berada di lapangan melakukan pekerjaan yang fantastis”.

    Ia menambahkan: “Mereka memiliki agen yang melompat lebih dulu ke tempat presiden berada dan ia dapat melihat laras senapan mencuat dari pagar dan segera menyerang orang itu, saat orang itu melarikan diri.”

    EPASheriff setempat menunjukkan foto senapan jenis AK dengan teropong, dan tas yang ditemukan oleh Dinas Rahasia di Trump International Golf Club di West Palm Beach, Florida, AS pada 15 September 2024.

    Dalam email kepada para pendukungnya, Trump mengatakan bahwa dia “aman dan sehat”.

    “Tidak ada yang akan memperlambat saya,” tulisnya. “Saya tidak akan pernah menyerah!”

    Insiden ini terjadi hampir tepat dua bulan setelah seorang pria bersenjata mencoba membunuh Trump di sebuah kampanye terbuka di Butler, Pennsylvania. Saat itu peluru mengenai telinganya.

    Pelaku, Thomas Matthew Crooks, menembaki Trump dengan senapan jenis AR-15 dari atap gedung di dekatnya.

    Penembakan pada 13 Juli tersebut menewaskan satu orang penonton. Adapun Crooks, 20 tahun, tewas di tempat kejadian oleh penembak jitu Dinas Rahasia.

    ReutersDonald Trump dikelilingi oleh agen Dinas Rahasia setelah ditembak di telinga saat kampanye Pilpres AS, pada 13 Juli 2024.

    Dinas Rahasia menghadapi sorotan ketat lantaran penembak dapat melepaskan tembakan ke mantan presiden tersebut.

    Direktur dinas tersebut, Kimberly Cheatle, mengundurkan diri dalam waktu dua minggu setelah insiden tersebut.

    Sementara itu, Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris telah diberi pengarahan tentang insiden yang mereka katakan terjadi di Lapangan Golf Internasional Trump, “tempat mantan Presiden Trump bermain golf”.

    “Mereka lega mengetahui bahwa dia aman. Mereka akan terus diberi informasi terbaru secara berkala oleh tim mereka,” kata Gedung Putih.

    (ita/ita)

  • Senpi AK-47 Milik Penembak Ditemukan di Semak-semak Lapangan Golf Trump

    Senpi AK-47 Milik Penembak Ditemukan di Semak-semak Lapangan Golf Trump

    Jakarta

    Senjata api jenis AK-47 beserta ransel dan kamera GoPro ditemukan di semak-semak dekat Lapangan Golf milik Donald Trump di Florida, Amerika Serikat. Barang-barang itu ‘diposisikan’ oleh tersangka penembakan di semak-semak.

    Dilansir CNN, Senin (16/9/2024), Sheriff Palm Beach County Ric Bradshaw menunjukkan foto yang menampilkan senapan dan barang-barang lain yang ditemukan di dekat tempat tersangka. Senjata api itu dilengkapi oleh teropong.

    “Di semak-semak, tempat orang ini berada, ada senapan jenis AK-47 dengan teropong; dua ransel, yang digantung di pagar dan memiliki ubin keramik di dalamnya; dan GoPro. … Jadi, itu sedang diproses sekarang,” kata Sheriff Palm Beach County Ric Bradshaw.

    Sheriff Martin County William D. Snyder mengatakan, saat ditangkap, tersangka cenderung tenang dan tak menunjukkan banyak emosi.

    “Dia tidak menunjukkan banyak emosi. Tidak pernah bertanya, ‘Apa maksudnya ini?’” kata Snyder.

    Lebih lanjut, Snyder mengatakan tersangka yang tidak disebutkan namanya itu tidak bersenjata saat petugas mengeluarkannya dari mobil.

    Penyelidikan kasus kini diambilalih oleh FBI.

    (taa/taa)

  • Insiden Penembakan Florida, FBI Usut Dugaan Percobaan Pembunuhan Trump

    Insiden Penembakan Florida, FBI Usut Dugaan Percobaan Pembunuhan Trump

    Jakarta

    FBI merespons insiden yang terjadi di sekitar lapangan golf milik Donald Trump di West Palm Beach, Florida. FBI menyelidiki kasus sebagai dugaan percobaan pembunuhan terhadap Donald Trump.

    “FBI telah menanggapi West Palm Beach Florida dan sedang menyelidiki apa yang tampaknya merupakan percobaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Trump,” katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP dan CNN, Senin (16/9/2024).

    Seorang perwakilan FBI meminta masyarakat menyampaikan informasi apapun terkait investigasi insiden keamanan melalui saluran telepon, 1-800-CALLFBI, atau di situs web FBI.

    “Yang kami perlukan saat ini adalah masyarakat menghindari area di sekitar lapangan golf. Kami akan terus mendukung investigasi ini dengan seluruh sumber daya FBI,” kata Agen Khusus Jeffrey Veltri dari kantor lapangan Miami pada konferensi pers hari Minggu.

    Seorang tersangka telah ditahan oleh polisi setempat setelah terjadi penembakan di lapangan golf Trump di West Palm Beach.

    Petugas penegak hukum menemukan senjata dan barang-barang lain yang ditinggalkan oleh tersangka di semak-semak dekat Trump International Golf Club di Florida Selatan pada hari Minggu.

    “Di semak-semak, tempat orang ini berada, ada senapan jenis AK-47 dengan teropong; dua ransel, yang digantung di pagar dan ada ubin keramik di dalamnya; dan sebuah GoPro. Jadi, barang-barang itu sedang diproses sekarang,” kata Sheriff Palm Beach County Ric Bradshaw.

    (taa/taa)