Tag: Donald Trump

  • Ekonom: Pelaku pasar akan sambut positif pelantikan presiden- wapres

    Ekonom: Pelaku pasar akan sambut positif pelantikan presiden- wapres

    Ekonom dan praktisi pasar modal Hans Kwee menyampaikan bahwa pelaku pasar keuangan akan menyambut positif pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah dilaksanakan pada Minggu ini.

    Selain itu, lanjutnya pelaku pasar juga akan menyambut positif apabila Sri Mulyani Indrawati kembali ditunjuk sebagai Menteri Keuangan.

    “Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar obligasi terlihat menguat. IHSG berpeluang menguat dengan support di level 7.600 sampai level 7.521 dan resistance di level 7.800 sampai level 7.950,” ujar Hans Kwee saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu.

    Sementara itu, dari mancanegara, Ia menjelaskan terdapat beberapa sentimen yang akan mempengaruhi sikap para pelaku pasar keuangan, di antaranya data ekonomi Amerika Serikat (AS), kebijakan European Central Bank (ECB), stimulus China, serta ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    Dari AS, Ia menjelaskan bahwa data penjualan ritel dan klaim pengangguran AS lebih baik dibandingkan perkiraan.

    “Data ekonomi AS yang lebih baik ini mendorong probabilitas pemotongan 25 basis poin (bps) pada pertemuan awal November 2024 meningkat,” ujar Hans.

    Baca juga: Ekonom: Indonesia bisa tumbuh 8 persen dengan pendekatan komprehensif

    Baca juga: Ekonom: Investor asing akan respon positif Sri Mulyani sebagai Menkeu

    Lanjutnya, peluang pemotongan 44 bps sampai akhir tahun memiliki arti, bahwa kemungkinan November 2024 menjadi pemotongan terakhir pada tahun 2024, yang juga didukung potensi kemenangan Donald Trump pada Pemilihan Umum (Pemilu) AS pada November mendatang.

    “Kebijakan Trump lebih agresif, mulai dari pemangkasan pajak, pelanggaran regulasi keuangan dan bisnis, perang tarif. Semua kebijakan ini mendorong inflasi lebih tinggi dan berimbas pada naiknya Yield obligasi serta dolar yang kuat,” ujar Hans Kwee.

    Dari Eropa, Ia menyebut bahwa kebijakan ECB untuk memotong suku bunga acuannya positif bagi pasar keuangan, namun ekonomi Eropa masih di bayang-bayangi perlambatan ekonomi.

    Sementara itu, lanjutnya, stimulus dari China menjadi amunisi bagi penguatan pasar keuangan khususnya pasar saham, yang mana ekonomi China membutuhkan stimulus lebih besar untuk keluar dari masalah yang mereka hadapi.

    “Harga minyak cenderung melemah setelah ekonomi China terlihat lemah, dan potensi perdamaian di konflik Timur Tengah. Kematian pemimpin Hamas, Yahya Sinwar membuat potensi perdamaian menurun dan mendorong minyak cenderung naik,” ujar Hans.

    Baca juga: Ekonom: Fluktuasi pasar uang terus berlanjut karena faktor eksternal

    Baca juga: Ekonom Mandiri ungkap risiko ekonomi RI jika Trump menang Pemilu AS

  • Kata Trump Soal Kematian Yahya Sinwar: Akan Memudahkan Perdamaian

    Kata Trump Soal Kematian Yahya Sinwar: Akan Memudahkan Perdamaian

    Jakarta

    Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji pembunuhan pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, dengan mengatakan kematiannya telah meningkatkan kemungkinan solusi damai untuk perang di Gaza. Trump juga mengatakan Washington seharusnya tidak mengekang Israel.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/10/2024), ketika ditanya oleh wartawan apakah pembunuhan Sinwar oleh pasukan Israel telah membuat perdamaian lebih mudah atau lebih sulit, Trump menjawab: “Saya pikir itu membuatnya lebih mudah. Saya senang bahwa Bibi (Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu) memutuskan untuk melakukan apa yang harus dia lakukan.”

    Namun, Trump mengatakan Presiden AS Joe Biden telah “berusaha mengekangnya,” mengacu pada Netanyahu.

    “Dia mencoba mengekangnya dan dia mungkin seharusnya melakukan yang sebaliknya, sebenarnya,” kata Trump yang menjadi calon presiden dari partai Republik untuk pemilihan presiden AS pada November mendatang.

    Sebelumnya, media-media internasional, antara lain BBC, Reuters, Aljazeera, CNN, dan lain-lain, melaporkan bahwa Yahya Sinwar terbunuh oleh serangan tentara Israel (IDF) di Rafah, Gaza bagian selatan, Palestina, pada Rabu (16/10) lalu.

    Rekaman-rekaman video terkait kematian Yahya Sinwar beredar viral di media sosial. Dari salah satu video yang diklaim berasal dari drone Israel, terlihat Yahya Sinwar yang mengenakan kefiyeh masih sempat memberikan perlawanan terakhir ke drone tentara Zionis dengan cara melempar tongkat.

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memuji para tentara Israel dan menegaskan bahwa betapapun besarnya kemenangan, ini bukanlah akhir dari perang.

    “Hari ini kita kembali memperjelas apa yang terjadi pada mereka yang menyakiti kita. Hari ini kita sekali lagi menunjukkan kepada dunia kemenangan kebaikan atas keburukan.

    Militer Israel mengatakan telah melakukan pengejaran terhadap Sinwar selama setahun terakhir. Israel meyakini Sinwar sebagai dalang utama serangan 7 Oktober ke Israel yang memicu perang di Gaza.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Elon Musk Kucurkan Rp 1,1 T untuk Kampanye Trump di Pilpres AS

    Elon Musk Kucurkan Rp 1,1 T untuk Kampanye Trump di Pilpres AS

    Washington DC

    Pengusaha ternama Amerika Serikat (AS), Elon Musk, mengucurkan donasi sebesar US$ 75 juta (setara Rp 1,16 triliun) untuk kelompok pendukung mantan Presiden Donald Trump, calon presiden (capres) Partai Republik. Donasi sebanyak itu diberikan Musk dalam kurun waktu tiga bulan.

    Seperti dilansir Reuters, Rabu (16/10/2024), data yang diungkapkan oleh Komisi Pemilu Federal AS (FEC) pada Selasa (15/10) waktu setempat itu menggarisbawahi betapa miliarder AS dan CEO Tesla itu berperan penting dalam upaya Trump memenangkan pilpres yang dijadwalkan 5 November mendatang.

    America PAC, kelompok pendukung Trump yang mendapatkan donasi Musk, berfokus dalam mendorong jumlah pemilih di negara-negara bagian AS yang akan menjadi lokasi pertarungan suara ketat dan bisa menentukan hasil pilpres nantinya.

    Trump akan berhadapan dengan Wakil Presiden AS Kamala Harris sebagai capres Partai Demokrat dalam pilpres nanti.

    Besarnya donasi Musk itu tercatat lebih banyak dibandingkan PAC (komite aksi politik) super pro-Trump lainnya yang fokus pada perolehan suara. Kampanye Trump sangat bergantung pada kelompok-kelompok luar untuk mengumpulkan para pemilih, yang berarti kelompok yang didanai oleh Musk memainkan peran besar dalam pilpres yang diprediksi memiliki hasil yang tipis.

    Musk menjadi satu-satunya donatur bagi kelompok pro-Trump itu selama periode tersebut.

    Musk yang sebelumnya mengatakan dirinya memilih capres Partai Demokrat di masa lalu, telah melakukan pergeseran tajam ke kubu Partai Republik dalam pilpres tahun ini. Dia mengumumkan dukungan untuk Trump pada Juli lalu dan tampil bersama mantan Presiden AS itu dalam kampanye di Pennsylvania awal bulan ini.

    Donasi Musk untuk America PAC itu mendorong sang CEO Tesla masuk ke dalam kelompok eksklusif donatur besar Partai Republik — daftar yang juga mencakup ahli waris perbankan Timothy Mellon dan miliarder pemilik kasino Miriam Adelson.

    Namun, laporan Reuters pada awal bulan ini menyebut Musk secara diam-diam telah mendanai kelompok politik konservatif selama bertahun-tahun, bahkan sebelum dia secara terbuka menyatakan mendukung Trump.

    Pihak America PAC menolak untuk mengomentari donasi Musk. Sementara Musk sendiri belum memberikan komentarnya.

    Simak: Video Trump: Jika Saya Menang Dunia Akan Damai

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Pria Bersenjata Ditangkap di Sekitar Lokasi Donald Trump Rapat di California

    Pria Bersenjata Ditangkap di Sekitar Lokasi Donald Trump Rapat di California

    Jakarta

    Deputi sherif yang bertugas untuk melindungi rapat umum Donald Trump di Coachella, California menangkap seorang pria yang membawa senapan dan pistol berisi peluru. Pria tersebut bernama Vem Miller (49).

    Dilansir AFP, peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/10/2024) waktu setempat. Milller ditangkap saat berkendara dengan SUV hitam.

    Miller kemudian dimasukan ke pusat penahanan setempat dengan tuduhan memiliki senjata api dan magasin berkapasitas tinggi.

    “Insiden ini tidak berdampak pada keselamatan mantan Presiden Trump atau peserta acara tersebut,” kata pernyataan itu.

    Kantor sheriff tidak memberikan informasi mengenai niat Miller membawa senapan saa Donald Trump rapat. Dia dibebaskan dengan jaminan dan menghadapi sidang pengadilan pada 2 Januari.

    Peristiwa ini terjadi setelah dua upaya pembunuhan terhadap Trump. Peristiwa pertama terjadi di Pennsylvania di mana peluru mengenai telinga Trump, dan yang kedua di lapangan golfnya di Florida penangkapan tersebut menimbulkan kekhawatiran.

    Belum ada komentar langsung dari tim kampanye Trump atau Dinas Rahasia AS, yang bertugas melindungi pejabat tinggi dan kandidat. Kantor sheriff mengatakan akan memberikan rincian tambahan pada pengarahan Minggu malam.

    (dek/dek)

  • Badai Milton Hantam Florida, Bisa Jadi Terparah dalam 1 Abad

    Badai Milton Hantam Florida, Bisa Jadi Terparah dalam 1 Abad

    Jakarta

    Saat Badai Milton mendekati pantai Florida Barat, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengulangi peringatan kepada penduduk untuk mengungsi, terlepas badai tersebut akan diturunkan ke kategori tiga ketika mencapai daratan.

    “Tidak ada yang perlu bingung. Badai ini masih diperkirakan akan menjadi salah satu badai yang paling merusak dan terburuk yang menghantam Florida dalam lebih dari satu abad terakhir dan terkadang bergerak beberapa mil saja bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati,” kata Joe Biden dari Ruang Oval, Gedung Putih, pada hari Rabu (09/10) waktu setempat.

    Usai memuji para petugas layanan darurat yang menurutnya “siap untuk melakukan misi penyelamatan nyawa,” Biden juga menyoroti soal disinformasi yang telah menyebar terkait respons federal terhadap Badai Helene dua minggu lalu.

    “Sejujurnya, kebohongan-kebohongan ini, bukanlah Amerika,” katanya, dan mengecam anggota Partai Republik seperti mantan Presiden Donald Trump dan anggota DPR dari Partai Republik Marjorie Taylor Greene atas “kecerobohan, tidak tegas, dan tanpa henti menyebarkan disinformasi serta kebohongan tentang apa yang terjadi.”

    “Hentikan,” katanya. “Ini keterlaluan.”

    Ancaman Badai Milton

    Beberapa jam sebelum menghantam Florida, Badai Milton menyebabkan hujan dan angin yang mematikan akibat gelombang badai di dekat Tampa Bay. Layanan Cuaca Nasional di Miami menyebut ada tujuh tornado yang menghantam Florida sebelum Badai Milton tiba.

    “Saya tahu saat badai, kita fokus pada kecepatan angin, seberapa kuat anginnya, angin biasanya bukan pembunuh dalam badai, biasanya air, gelombang badai, curah hujan,” kata seorang ahli meteorologi dan peneliti di Cooperative Institute for Meteorological Satellite Studies di Universitas Madison-Wisconsin, Sarah Griffin, kepada Reuters.

    Pusat Badai Nasional AS menyebut Badai Milton telah melemah menjadi badai kategori 2 setelah sampai di daratan. Namun, badai ini masih membawa angin berkecepatan sampai 175 kilometer/jam.

    Mereka juga memperingatkan bahwa badai ini akan terus membawa “hujan lebat dan angin yang merusak” di seluruh semenanjung Florida bagian tengah sepanjang hari Kamis (10/10).

    Setelah melewati Florida, badai ini diperkirakan akan melemah di atas Atlantik barat, kemungkinan akan turun di bawah kekuatan badai pada Kamis (10/10) malam. Meskipun demikian, badai ini masih akan menimbulkan bahaya gelombang badai di pantai Atlantik negara bagian tersebut.

    Satu juta orang tanpa pasokan listrik

    Akibat badai ini, terjadi pemadaman listrik yang belum pernah terjadi sebelumnya di Florida. Sedikitnya 1,1 juta rumah dan toko di Florida tidak mendapatkan pasokan listrik sejak hantaman Badai Milton.

    Pemadaman listrik yang cukup terasa terjadi di Sarasota County. Di kawasan ini, Badai Milton menghantam pada pukul 20:30 waktu setempat.

    Jumlah pemadaman listrik diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan pergerakan badai ke daratan dan melintasi negara bagian itu.

    Peringatan banjir bandang “mematikan” di Tampa Bay

    Pemerintahan Tampa, St. Petersburg dan Clearwater telah mengeluarkan peringatan soal adanya banjir bandang mematikan yang dapat mengancam dua juta orang.

    “Banjir bandang sedang berlangsung atau diperkirakan akan segera terjadi,” kata peringatan Badan Cuaca Nasional Tampa, yang melaporkan curah hujan antara 6 hingga 12 inci (15-30 cm) dalam beberapa jam terakhir.

    Korban jiwa pertama di Florida

    Badai Milton dilaporkan telah menelan korban jiwa pertama di St Lucie County, pantai timur Florida. Hal itu disampaikan oleh pihak pemerintah kepada para jurnalis.

    Seorang sherif lokal, Keith Pearson, mengkonfirmasi “beberapa korban jiwa” di sebuah perkumpulan swasta di Fort Pierce, dan menambahkan bahwa petugas kepolisian menggunakan buldoser dan peralatan lainnya “untuk menyelamatkan siapa pun yang kami bisa, memberikan bantuan yang bisa diberikan.”

    Detail pastinya masih belum dapat dipastikan, tapi Pearson mengatakan kalau daerah tersebut telah dilanda “beberapa tornado” sebelum kedatangan badai. Kantor Sheriff sendiri dilaporkan juga mengalami kerusakan.

    Lucie County berada di pesisir Atlantik timur Florida, sekitar 140 mil (sekitar 225 km) sebelah timur Sarasota, tempat Badai Milton mendarat.

    mh/yf (AFP, AP, dpa, Reuters)

    (ita/ita)

  • Trump Tolak Debat Capres Kedua dengan Kamala Harris, Ini Alasannya

    Trump Tolak Debat Capres Kedua dengan Kamala Harris, Ini Alasannya

    Jakarta

    Calon presiden (capres) Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump menolak untuk melakukan debat capres yang kedua dengan rivalnya, capres Kamala Harris dari Partai Demokrat.

    Penolakan ini disampaikan pada hari Rabu (9/10) waktu setempat, beberapa jam setelah Fox News menawarkan untuk menjadi tuan rumah debat kedua capres itu akhir bulan ini, sebelum hari pemilihan presiden (pil pres) pada tanggal 5 November mendatang.

    Trump dan Harris baru berhadapan satu kali dalam debat pada bulan September lalu, dan meskipun ada beberapa media berita yang menyarankan, tampaknya mereka tidak akan bertemu lagi dalam debat sebelum pilpres digelar.

    “Prosesnya sudah sangat terlambat, pemungutan suara (awal) sudah dimulai — tidak akan ada pertandingan ulang!” kata Trump dalam unggahan dengan huruf kapital di platform media sosial Truth Social miliknya, menepis kemungkinan debat kedua.

    “Kamala menyatakan dengan jelas, kemarin, bahwa dia tidak akan melakukan hal yang berbeda dari Joe Biden, jadi tidak ada yang perlu diperdebatkan,” ujar Trump, dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/10/2024).

    Berdasarkan jajak pendapat terbaru, Harris unggul tipis dari Trump. Menurut jajak pendapat The Guardian per 5 Oktober, Harris diprediksi memimpin dengan perolehan 49,3 persen suara secara nasional, dibandingkan Trump dengan hanya 46 persen suara.

    Angka tersebut dirilis saat pemungutan suara awal sudah berlangsung, dan menurut data Election Lab di University of Florida, lebih dari 1,4 juta warga AS telah memberikan suaranya hingga Jumat (4/10) siang waktu setempat. Keunggulan tipis Harris atas Trump itu serupa dengan analisis The Guardian pekan lalu.

    Meski perolehan suara nasional atau popular votes penting, namun Pilpres AS yang menggunakan sistem electoral college membuat capres harus mampu mendapatkan 270 electoral colleges dari total 538 electoral colleges untuk memenangkan Pilpres. Jalan paling sederhana untuk mendapatkan hal tersebut adalah dengan memenangkan swing states.

    Para pakar politik memprediksi pertarungan antara Harris dan Trump akan berlangsung sengit di sejumlah swing states. Swing states sendiri merupakan negara bagian yang menjadi perebutan suara dan ada kemungkinan untuk dimenangkan oleh capres Partai Demokrat atau capres Partai Republik.

    Puluhan negara bagian AS lainnya memiliki riwayat sebagai blue states, yang artinya selalu dimenangkan oleh Partai Demokrat, atau red states yang selalu dimenangkan oleh Partai Republik.

    Ada tujuh swing states yang menjadi perebutan suara dalam pilpres AS, yakni Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, Nevada, North Carolina, Georgia dan Arizona. Harris dinyatakan memimpin di sebanyak lima negara bagian dari total tujuh negara bagian yang menjadi swing states.

    Hal itu didasarkan pada angka rata-rata jajak pendapat untuk negara bagian berkualitas tinggi yang dikumpulkan platform analisis jajak pendapat 538 selama 10 hari terakhir. Namun secara keseluruhan, kedua capres tetap memiliki peluang kemenangan yang sama.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Pria Bersenjata Ditangkap di Sekitar Lokasi Donald Trump Rapat di California

    Lokasi Terbaik di Timur Tengah

    Washington

    Calon presiden Amerika Serikat (AS) partai Republik Donald Trump mengatakan bahwa Gaza yang dilanda perang bisa menjadi salah satu tempat terbaik di dunia. Trump mengklaim bahwa orang-orang Palestina yang tinggal di sana belum berbuat cukup banyak untuk mengeksploitasi wilayah pinggir laut Mediterania mereka.

    Dilansir AFP, Selasa (8/10/2024), hal itu dikatakan Trump saat tokoh media konservatif Hugh Hewitt bertanya kepada calon presiden dari Partai Republik dan mantan pengembang real estat tersebut dalam sebuah wawancara radio. Dia bertanya apakah Gaza dapat menyaingi Monako jika ‘dibangun kembali dengan cara yang benar’ usai perang.

    “Itu (Gaza) bisa lebih baik daripada Monako. Gaza memiliki lokasi terbaik di Timur Tengah, air terbaik, semuanya terbaik,” jawab Trump.

    Trump mengatakan dia telah pernah ke Gaza dan membuatnya berkata ‘wow’ — meskipun dia menuduh bahwa penduduk setempat tidak pernah memanfaatkan pemandangan tepi laut mereka.

    “Itu (Gaza) bisa jadi tempat terindah. Cuacanya, airnya, semuanya, iklimnya, bisa jadi sangat indah. Itu bisa jadi hal terbaik di Timur Tengah, tetapi bisa jadi salah satu tempat terbaik di dunia,” tutur dia.

    Pernyataan Trump disampaikan pada peringatan satu tahun serangan Hamas terhadap Israel yang mengakibatkan tewasnya 1.206 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi terbaru Israel.

    Sementara data Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, 41.909 orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas sejak dimulainya perang. Angka-angka tersebut dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    (lir/lir)

  • Bagai Langit dan Bumi Beda Sikap Melania dan Trump soal Hak Aborsi

    Bagai Langit dan Bumi Beda Sikap Melania dan Trump soal Hak Aborsi

    Jakarta

    Kandidat capres Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan tegas menolak hak aborsi. Berbeda dengan suaminya, Melania Trump justru menyuarakan dukungan kuat untuk hak aborsi di negaranya dalam memoar terbarunya yang akan dirilis.

    Sebagaimana diketahui, Trump pernah bicara soal penandatanganan larangan aborsi secara nasional dan keengganannya untuk memerinci beberapa pandangannya mengenai masalah ini bertentangan dengan banyak anggota gerakan evangelis.

    Meski banyak anggota gerakan yang ingin melihat Trump berbuat lebih banyak untuk membatasi aborsi, mereka memujinya sebagai tokoh yang paling memperjuangkan tujuan tersebut karena perannya dalam menunjuk hakim Mahkamah Agung AS yang membatalkan hak aborsi nasional pada tahun 2022. Trump menyoroti hal tersebut dengan mengatakan pihaknya telah melakukan hal luar biasa.

    “Kami melakukan sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

    Namun, katanya, urusan aborsi akan dikembalikan kepada masyarakat untuk memutuskan di negara bagian.

    “Setiap pemilih harus pergi dengan hati dan melakukan apa yang benar, tapi kita juga harus terpilih,” katanya.

    Meskipun dia masih memuji pembalikan kasus Roe v Wade, Trump juga memperingatkan bahwa aborsi dapat menjadi hal yang rumit secara politik bagi Partai Republik. Selama berbulan-bulan, dia menunda pertanyaan tentang posisinya mengenai larangan nasional.

    Melania Trump Dukung Aborsi

    Sayangnya, sikap Trump ini tak senafas dengan sikap istrinya, Melania Trump. Berdasarkan kutipan memoarnya, seperti dilansir AFP, Jumat (4/10/2024), Melania menulis bahwa “sangat penting untuk menjamin agar perempuan memiliki otonomi dalam menentukan pilihan mereka untuk memiliki anak, berdasarkan pendirian mereka sendiri, terbebas dari intervensi atau tekanan apa pun dari pemerintah”.

    Disebutkan juga oleh Melania dalam memoarnya, menurut laporan The Guardian yang mendapatkan salinannya sebelum diterbitkan pekan depan, bahwa “membatasi hak perempuan untuk memilih apakah akan mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan sama saja dengan menyangkal kendali atas tubuhnya sendiri”.

    Batalnya Hak Aborsi

    Pendapat Melania ini sangat berbeda dengan pendapat Trump, yang sering menyombongkan diri bahwa hakim-hakim Mahkamah Agung yang dipilihnya pada era pemerintahannya telah membuka jalan bagi pembatalan Roe v. Wade, dan berakhirnya hak nasional untuk aborsi.

    Roe v. Wade merujuk pada keputusan penting Mahkamah Agung AS tahun 1973 silam, yang pada intinya menyatakan Konstitusi AS secara umum melindungi hak untuk melakukan aborsi.

    Namun tahun 2022 lalu, Mahkamah Agung AS membatalkan putusan tersebut yang berarti mengakhiri hak konstitusional atas aborsi. Sejak saat itu, setidaknya 20 negara bagian AS menerapkan pembatasan penuh atau sebagian, dengan Georgia melarang sebagian besar aborsi setelah usia kehamilan enam minggu.

    Halaman 2 dari 3

    (rdp/rdp)

  • AS Tetap Setia Dukung Israel, Apa Alasannya?

    AS Tetap Setia Dukung Israel, Apa Alasannya?

    Jakarta

    Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi dukungan AS untuk Israel pada Rabu (02/10), ketika ia menulis di platform media sosial X, “Saya menegaskan kembali komitmen kuat Amerika Serikat terhadap keamanan Israel” dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin negara-negara G7.

    Dukungan Biden ini muncul pada saat Timur Tengah berada dalam kondisi pergolakan yang dimulai ketika kelompok Islam militan Hamas, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh AS, Inggris, Jerman, Uni Eropa, dan beberapa negara lainnya, menyerang Israel pada 7 Oktober 2023. Hamas membunuh sekitar 1.200 orang dan menyandera hampir 250 orang, sekitar 100 orang sandera masih disekap di Gaza.

    Sebagai pembalasan, Israel lalu melancarkan operasi militer berskala besar di wilayah Palestina yang tujuan utamanya adalah untuk memusnahkan Hamas dan membebaskan para sandera. Sejak awal operasi tersebut, lebih dari 40.000 orang di Gaza, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil, telah terbunuh.

    Pertempuran antara pasukan Israel dan Hizbullah, sekutu Hamas yang berbasis di Lebanon, yang telah menembakkan rudal ke Israel dari seberang perbatasan utara Israel dengan Lebanon, juga meningkat. Pada Senin (30/09), Israel melancarkan serangan darat terhadap Lebanon, setelah membunuh pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam serangan udara akhir pekan lalu.

    Para pejabat AS telah menekankan bahwa mereka ingin menghindari perang skala besar di wilayah tersebut dan mencapai gencatan senjata di Gaza sebagai imbalan atas pembebasan para sandera. Namun pada Selasa (01/10), Iran meluncurkan rentetan rudal ke Israel dan makin meningkatkan eskalasi dalam skala lebih luas.

    Biden-Netanyahu, dinamika hubungan yang kompleks

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menghadapi rangkaian aksi protes di dalam negeri mengenai cara dia menangani perang dengan Hamas. Para pengkritiknya khawatir bahwa tindakan keras Netanyahu justru memperkecil kemungkinan Hamas akan membebaskan para sandera yang tersisa.

    AS telah menggunakan statusnya sebagai sekutu terbesar Israel untuk mencoba mempengaruhinya agar mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke Gaza. Sejauh ini, kebanyakan permintaan AS ditolak Netanyahu. Namun, seperti yang ditegaskan kembali oleh Biden pada Rabu (02/10), dukungan Washington untuk Israel tetap tak tergoyahkan. Tetapi bukan berarti kedua pemimpin negara tersebut selalu akur.

    Komitmen tersebut, kata Panikoff, terlihat ketika AS dengan kekuatan penuh membantu melindungi Israel dari rudal yang ditembakkan oleh Iran pada hari Selasa. Pada saat yang sama, pemerintahan Biden “merasa frustrasi dengan pengambilan keputusan Perdana Menteri Netanyahu,” kata Panikoff, seorang mantan perwira intelijen AS.

    Kepercayaan AS terhadap Netnyahu ‘berkurang secara signifikan’

    Salah satu contoh dari pengambilan keputusan ini adalah pembunuhan pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah oleh Israel. “Tidak ada kepercayaan pribadi yang luar biasa antara Biden dan Netanyahu,” kata William Wechsler, kolega Panikoff di Atlantic Council dan direktur senior Rafik Hariri Center dan Program Timur Tengah di lembaga think tank yang berbasis di Washington tersebut.

    “Satu minggu yang lalu, AS memfokuskan semua upaya mereka untuk menegosiasikan gencatan senjata selama 21 hari di bagian utara” di perbatasan Israel-Lebanon, kata Wechsler. “Mereka melakukan pembicaraan setiap hari dengan pihak Israel mengenai ide ini, namun ketika mereka melakukan pembicaraan ini, pihak Israel merencanakan operasi untuk membunuh Nasrallah. Dan mereka tidak mengatakan kepada pemerintahan Biden bahwa mereka melakukan hal ini. Tingkat kepercayaan yang ada di sana telah berkurang secara signifikan oleh pengalaman baru-baru ini.”

    Keterlibatan AS dalam potensi perang Timur Tengah

    Setelah serangan rudal Iran ke Israel pada Selasa (30/09) Netanyahu mengatakan bahwa “Iran melakukan kesalahan besar malam ini – dan mereka akan membayarnya.”

    Para pengamat khawatir bahwa Israel dapat membalas dengan menembakkan rudal ke target-target di wilayah Iran. Konflik ini dan eskalasi lebih lanjut dalam pertempuran dengan Lebanon dapat berubah menjadi perang berskala besar dengan konsekuensi yang berpotensi menimbulkan bencana bagi wilayah tersebut dan sekitarnya.

    Wechsler mengatakan bahwa perang seperti itu akan melibatkan Hizbullah yang mengirimkan ratusan ribu rudal ke Israel, cukup untuk membuat sistem pertahanan Iron Dome yang terkenal itu kewalahan. Selain itu, lanjutnya, Iran juga akan menembakkan cukup banyak rudal ke Israel, cukup untuk membuat pertahanan udara Amerika Serikat yang ditempatkan di kawasan kewalahan.

    Perang juga bisa berarti “Israel mencoba mendahului kedua serangan ini, mencoba mengambil sejumlah besar senjata dan menempatkan sejumlah besar orang tak berdosa dalam bahaya, yang dengan sengaja disisipkan Hizbullah di antara mereka,” kata Wechsler.

    Jika hal itu terjadi, ada kemungkinan besar Amerika Serikat akan terlibat lebih jauh, tambah Wechsler – karena “banyak orang Amerika yang akan terancam: Warga Amerika yang tinggal di Israel, [pasukan] Amerika di pangkalan-pangkalan kami di seluruh wilayah, mitra-mitra Amerika di bagian lain Teluk.”

    Dukungan AS untuk Israel berpotensi rugikan Harris dalam pemilu?

    Meskipun isu-isu domestik memainkan peran yang lebih besar bagi sebagian besar pemilih, dukungan AS terhadap Israel juga dapat mempengaruhi pemilihan presiden AS yang akan datang. Beberapa orang Amerika merasa bersemangat tentang peran AS dalam konflik Timur Tengah, seperti yang dapat dilihat dengan protes pro-Palestina yang menyebar di kampus-kampus di seluruh AS pada musim semi lalu.

    Dan di Michigan, sebuah negara bagian dengan populasi Arab-Amerika yang signifikan, lebih dari 100.000 anggota Partai Demokrat memilih opsi “tidak berkomitmen” daripada memilih Joe Biden (yang saat itu menjadi kandidat) dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Dorongan untuk membuat orang memilih “tidak berkomitmen” datang dari para penentang pemerintahan Biden-Harris yang mendukung perang Israel di Gaza. Pada pemilihan presiden tahun 2020, Biden hanya memenangkan Michigan dengan 154.000 suara.

    Panikoff melihat kemungkinan bahwa cukup banyak pemilih yang beralih ke kandidat pihak ketiga karena dukungan Kamala Harris terhadap Israel sehingga dapat membuat perbedaan di negara-negara bagian tertentu yang memiliki swing state – dan dengan demikian mempengaruhi hasil pemilihan secara keseluruhan.

    “Apakah mungkin para pemilih di Michigan yang sangat marah atas konflik di Gaza… mendukung Jill Stein atau Cornel West sampai pada tingkat yang cukup tinggi sehingga dapat mengubah pemilihan untuk Donald Trump di Michigan? Ya,” kata Panikoff. “Saya pikir ada kemungkinan Anda bisa melihat hasil yang sama di Pennsylvania. Dan jika hal tersebut terjadi di keduanya, maka akan sangat, sangat sulit untuk melihat jalur di mana Wakil Presiden Harris bisa menang.”

    Artikel ini diadaptasi dari bahasa Inggris

    (ita/ita)

  • Beda dengan Suaminya, Melania Trump Dukung Hak Aborsi

    Beda dengan Suaminya, Melania Trump Dukung Hak Aborsi

    Washington DC

    Mantan Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, menyuarakan dukungan kuat untuk hak aborsi di negaranya dalam memoar terbarunya yang akan dirilis. Sikap ini sangat kontras dengan suaminya, mantan Presiden Donald Trump, yang secara terang-terangan mendukung larangan aborsi.

    Sikap berbeda dari Melania ini dengan cepat menuai reaksi tim kampanye Wakil Presiden AS Kamala Harris, yang merupakan capres AS dari Partai Demokrat yang menjadi rival utama Trump sebagai capres Partai Republik dalam pemilu November mendatang.

    Berdasarkan kutipan memoarnya, seperti dilansir AFP, Jumat (4/10/2024), Melania menulis bahwa “sangat penting untuk menjamin agar perempuan memiliki otonomi dalam menentukan pilihan mereka untuk memiliki anak, berdasarkan pendirian mereka sendiri, terbebas dari intervensi atau tekanan apa pun dari pemerintah”.

    Disebutkan juga oleh Melania dalam memoarnya, menurut laporan The Guardian yang mendapatkan salinannya sebelum diterbitkan pekan depan, bahwa “membatasi hak perempuan untuk memilih apakah akan mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan sama saja dengan menyangkal kendali atas tubuhnya sendiri”.

    Pendapat Melania ini sangat berbeda dengan pendapat Trump, yang sering menyombongkan diri bahwa hakim-hakim Mahkamah Agung yang dipilihnya pada era pemerintahannya telah membuka jalan bagi pembatalan Roe v. Wade, dan berakhirnya hak nasional untuk aborsi.

    Roe v. Wade merujuk pada keputusan penting Mahkamah Agung AS tahun 1973 silam, yang pada intinya menyatakan Konstitusi AS secara umum melindungi hak untuk melakukan aborsi.

    Namun tahun 2022 lalu, Mahkamah Agung AS membatalkan putusan tersebut yang berarti mengakhiri hak konstitusional atas aborsi. Sejak saat itu, setidaknya 20 negara bagian AS menerapkan pembatasan penuh atau sebagian, dengan Georgia melarang sebagian besar aborsi setelah usia kehamilan enam minggu.

    Aborsi menjadi isu utama bagi para pemilih dalam persaingan pemilihan presiden AS yang berlangsung sengit. Tim kampanye Harris mengambil tindakan atas kesenjangan yang muncul.

    “Menyedihkan bagi perempuan di seluruh Amerika, suami Nyonya Trump dengan tegas tidak setuju dengannya dan menjadi alasan mengapa lebih dari satu dari tiga perempuan Amerika hidup di bawah Larangan Aborsi Trump yang mengancam kesehatan, kebebasan, dan kehidupan mereka,” ucap juru bicara tim kampanye Harris, Sarafina Chitika, dalam pernyataannya.

    “Donald Trump telah memperjelasnya: Jika dia menang pada November, dia akan melarang aborsi secara nasional, menghukum para perempuan, dan membatasi akses perempuan terhadap layanan kesehatan reproduksi,” sebut Chitika.

    Trump Komentari Perbedaan Sikap Istrinya Soal Hak Aborsi

    Trump telah memberikan komentar soal perbedaan sikap antara dirinya dan sang istri. Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (3/10), Trump mengatakan bahwa pendapat mengenai aborsi berbeda-beda di seluruh AS, dan bahwa dia mendorong istrinya untuk mengungkapkan pendapatnya dengan jujur.

    “Kami sudah membicarakannya, dan saya mengatakan, ‘Kamu harus menulis apa yang kami yakini. Saya tidak akan memberitahumu apa yang harus dilakukan. Kamu harus menulis apa yang kamu yakini’,” ucap Trump.

    “Ada beberapa orang yang sangat, sangat beraliran sayap kanan dalam isu ini, artinya, tanpa terkecuali. Dan ada orang-orang lainnya yang memandangnya sedikit berbeda dari itu,” imbuhnya.

    Sikap Melania itu menuai kemarahan dari para aktivis anti-aborsi di AS. “Sulit untuk mengikuti logika dengan mempublikasikan buku mantan Ibu Negara tepat sebelum pemilu dan meremehkan pesan Presiden Trump kepada para pemilih pro-life. Aborsi mengakhiri nyawa yang tidak bersalah dan kebalikan dari pemberdayaan,” kritik Kristan Hawkins dari Students for Life of America dalam pernyataan via media sosial X.

    Namun demikian, diketahui bahwa sejumlah mantan Ibu Negara AS dari Partai Republik lainnya, seperti Nancy Reagan, Barbara Bush dan Laura Bush, juga mengambil posisi pro-choice mengenai aborsi, meskipun setelah mereka meninggalkan Gedung Putih.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)