Tag: Donald Trump

  • 2 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Oktober 2025, Jangan Lupa Diklaim – Page 3

    2 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Oktober 2025, Jangan Lupa Diklaim – Page 3

    Sebelumnya, raksasa industri game, EA resmi mengumumkan kesepakatan akuisisi senilai USD 55 miliar atau sekitar Rp 918 triliun.

    Perusahaan yang dikenal lewat game populer seperti EA FC dan Apex Legends ini kini dijual ke sebuah konsorsium investor.

    Konsorsium tersebut berisi Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi, Affinity Partners yang didirikan Jared Kushner (menantu Donald Trump), dan firma ekuitas swasta Silver Lake. Dengan kesepakatan ini, EA akan berubah statusnya menjadi perusahaan swasta.

    “Momen ini adalah pengakuan atas kerja luar biasa tim kami,” kata CEO EA, Andrew Wilson, dalam pernyataan resminya.

    Meskipun kepemilikan berganti, Andrew Wilson tetap akan memimpin perusahaan sebagai CEO.

    Mengutip GameSpot, Rabu (1/10/2025), kesepakatan yang dilakukan secara tunai ini disebut bakal membuka jalan bagi EA untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan di dunia hiburan interaktif di masa depan.

  • Jreng! Melania Trump “Kena” Skandal, Seret Mata Uang Kripto

    Jreng! Melania Trump “Kena” Skandal, Seret Mata Uang Kripto

    Jakarta, CNBC Indonesia – Istri Presiden Amerika Serikat (AS) Melania Trump terseret skandal. Para perancang mata uang kripto yang ia luncurkan Januari lalu, dituduh dalam dokumen pengadilan Selasa, telah mengatur operasi tertentu untuk mata uang kriptonya “$MELANIA”

    Koin $MELANIA dirilis hanya dengan beberapa sen per koin pada tanggal 19 Januari, sehari sebelum suaminya, Donald Trump, dilantik sebagai presiden AS. Dalam beberapa jam, harga koin $MELANIA melonjak menjadi US$13,73.

    Meski begitu, harga koin tersebut kemudian anjlok dengan cepat. Bahkan sekarang hanya bernilai sekitar 10 sen, kurang dari 1% dari harga puncaknya.

    “Dalam dokumen pengadilan yang baru diajukan, para investor menuduh para eksekutif platform pertukaran mata uang kripto Meteora, tempat $MELANIA awalnya diperdagangkan, telah menyusun skema yang memungkinkan mereka membeli koin virtual ini dalam jumlah besar secara tidak langsung,” tulis AFP, memuat dokumen itu Rabu (22/10/2025).

    “Para kaki tangan mereka kemudian dengan cepat menjual kembali mata uang digital ini, mengantongi keuntungan besar sekaligus menyebabkan harganya anjlok, menurut dokumen yang diajukan pada hari Selasa di pengadilan federal Manhattan dan awalnya dilaporkan oleh situs web berita Wired,” tambahnya.

    “Sebenarnya tuduhan terkait $MELANIA telah terkait beberapa mata uang kripto lainnya, yang dimulai pada bulan April.”

    Dalam dokumen kasus yang diajukan di Distrik Selatan New York, para penggugat mengatakan mereka tidak percaya Melania Trump terlibat juga. Tetapi mereka menuduh perusahaan-perusahaan kripto tersebut menggunakan Melania dan wajah-wajah familiar lainnya sebagai “penampilan” untuk kejahatan mereka.

    Menurut investigasi Financial Times yang dipublikasikan minggu lalu, keluarga Trump telah mengantongi lebih dari US$1 miliar laba sebelum pajak dari beberapa produk dan perusahaan terkait mata uang kripto selama 12 bulan terakhir. Selain $MELANIA, Donald Trump meluncurkan $TRUMP beberapa jam sebelum pelantikannya.

    Perusahaan World Liberty Financial, yang pendirinya termasuk tiga putra Donald Trump, telah menawarkan mata uang kripto WLFI dengan total US$550 juta. Namun sayang Meteora hingga kini belum berkomentar.

    (sef/sef)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Harga Minyak Melejit, Investor Cermati Pasokan hingga Hubungan Dagang AS-China – Page 3

    Harga Minyak Melejit, Investor Cermati Pasokan hingga Hubungan Dagang AS-China – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Kenaikan harga minyak ini seiring investor menilai kembali harapan kelebihan pasokan dan mencari kejelasan mengenai ketegangan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, dua konsumen minyak terbesar di dunia.

    Mengutip CNBC, Rabu (22/10/2025), harga minyak mentah Brent naik 31 sen atau 0,5% menjadi USD 61,32 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November yang berakhir pada penutupan perdagangan Selasa, ditutup naik 30 sen atau 0,5% menjadi USD 57,82.

    Harga minyak dari dua kontrak itu mencapai level terendah sejak awal Mei pada perdagangan Senin, 20 Oktober 2025. Hal ini setelah rekor produksi minyak AS dan keputusan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk terus melanjutkan rencana kenaikan pasokan meningkatkan harapan kelebihan pasokan.

    “Namun, persediaan minyak mentah dan bahan bakar distilat AS yang relatif rendah membantu mengatasi sebagian tekanan pada harga acuan minyak,” ujar Chief Commodities Analyst SEB, Bjarne Schieldrop.

    Perselisihan perdagangan AS-China juga telah meningkatkan antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menekan permintaan minyak. Namun, kedua belah pihak telah berupaya untuk meredam perselisihan tersebut.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin kalau ia berharap dapat mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dengan China. Ada pun Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan minggu depan.

     

     

  • Trump Ancam Naikkan Tarif, Kolombia Tarik Pulang Dubesnya dari AS

    Trump Ancam Naikkan Tarif, Kolombia Tarik Pulang Dubesnya dari AS

    JAKARTA –  Kementerian Luar Negeri Kolombia mengatakan pihaknya menarik duta besarnya dari Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menaikkan tarif terhadap Kolombia dan menghentikan semua pembayaran ke negara Amerika Selatan tersebut.

    Perseteruan Kolombia-AS ini terkait perseteruan yang bermula dari serangan militer AS terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba.

    Trump juga menyebut Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai “pemimpin narkoba ilegal” pada Minggu, tuduhan yang menurut pemerintahan Petro menyinggung.

    “Daniel Garcia-Pena, Duta Besar Kolombia untuk Amerika Serikat, telah dipanggil kembali untuk konsultasi oleh Presiden Gustavo Petro dan sekarang berada di Bogota,” kata Kementerian Luar Negeri Kolombia dilansir Reuters, Senin, 20 Oktober.

    “Dalam beberapa jam mendatang, pemerintah nasional akan menginformasikan keputusan yang telah diambil,” sambungnya.

    Pernyataan Trump mengenai pengedar narkoba menandai titik terendah baru dalam hubungan antara Washington dan Bogota, yang dituduh Trump terlibat dalam perdagangan narkoba ilegal.

    Petro telah menyatakan keberatan atas serangan militer AS terhadap kapal-kapal di Karibia, yang telah menewaskan puluhan orang dan mengobarkan ketegangan di kawasan tersebut. Banyak pakar hukum dan aktivis hak asasi manusia juga mengutuk tindakan militer tersebut.

    Trump mengatakan bantuan keuangan AS untuk Kolombia akan dihentikan dan rincian tarif baru akan diumumkan pada Senin, tetapi tidak jelas pendanaan apa yang dimaksud Trump.

    Kolombia pernah menjadi salah satu penerima bantuan AS terbesar di Belahan Barat, tetapi aliran dana tiba-tiba terhambat tahun ini akibat penutupan USAID, badan kemanusiaan pemerintah AS.

    Kolombia saat ini membayar tarif 10% untuk sebagian besar impor ke Amerika Serikat, tingkat dasar yang diberlakukan Trump pada banyak negara.

  • Iran Batalkan Kesepakatan Kerja Sama dengan Badan Nuklir PBB

    Iran Batalkan Kesepakatan Kerja Sama dengan Badan Nuklir PBB

    Teheran

    Pemerintah Iran telah membatalkan kesepakatan kerja sama yang ditandatangani dengan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA, pada September lalu.

    Pembatalan itu, seperti dilansir AFP, Selasa (21/10/2025), disampaikan oleh seorang pejabat keamanan top Iran, yang dikutip media pemerintah Teheran. Kesepakatan dibatalkan itu memungkinkan IAEA untuk melanjutkan inspeksi fasilitas nuklirnya, jika negara-negara Barat menerapkan kembali sanksi PBB.

    “Kesepakatan itu telah dibatalkan,” kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, saat bertemu dengan mitranya dari Irak di ibu kota Teheran.

    “Tentu saja, jika badan tersebut memiliki proposal, kami akan meninjaunya di sekretariat,” tambahnya.

    Pembatalan itu diumumkan sekitar tiga pekan setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa negaranya akan membatalkan kesepakatan dengan IAEA tersebut.

    Sanksi PBB untuk Iran telah diberlakukan kembali sejak bulan lalu.

    Konfirmasi yang disampaikan Teheran ini akan menjadi kemunduran bagi IAEA yang berupaya membangun kembali kerja sama dengan Iran sejak Israel dan Amerika Serikat (AS) mengebom fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu.

    Sebelumnya pada Sabtu (18/10) lalu, otoritas Iran mengatakan bahwa pihaknya tidak lagi terikat oleh pembatasan program nuklir setelah kesepakatan penting antara Teheran dan negara-negara kekuatan dunia, yang berlangsung selama 10 tahun, telah berakhir.

    Kesepakatan yang diteken tahun 2015 lalu, yang ditandatangani di Wina oleh Iran, China, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan AS, mengatur pencabutan sanksi internasional terhadap Teheran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya.

    Kesepakatan nuklir itu berantakan setelah Washington secara sepihak menarik diri selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, dan Iran kemudian menarik kembali komitmennya.

    Hari berakhirnya kesepakatan nuklir tersebut ditetapkan pada 18 Oktober 2025, tepat 10 tahun setelah diabadikan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

    Otoritas Iran menilai penerapan kembali sanksi-sanksi PBB bulan lalu membuat kesepakatan nuklir itu secara efektif tidak berlaku kembali.

    “Mulai sekarang, semua ketentuan (kesepakatan), termasuk pembatasan program nuklir Iran dan mekanisme terkaitnya, dianggap berakhir,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran pada hari berakhirnya kesepakatan tersebut.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Trump Angkat Pengusaha Ganja Jadi Utusan Khusus AS untuk Irak

    Trump Angkat Pengusaha Ganja Jadi Utusan Khusus AS untuk Irak

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengangkat seorang pengusaha ganja sebagai utusan khusus AS untuk Irak. Trump memujinya karena telah membantu menggalang suara dalam pemilihan presiden tahun lalu.

    Mark Savaya adalah pendiri Leaf and Bud, sebuah perusahaan penanam ganja dalam ruangan di Detroit dengan iklan yang terpampang di seluruh kota, yang terbesar di negara bagian Michigan.

    “Pemahaman mendalam Mark tentang hubungan Irak-AS, dan koneksinya di kawasan tersebut, akan membantu memajukan kepentingan rakyat Amerika,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (21/10/2025).

    “Mark adalah pemain kunci dalam kampanye saya di Michigan, di mana dia, dan yang lainnya, membantu mengamankan rekor suara dengan Muslim Amerika,” ujar Trump.

    Savaya bukan Muslim tetapi berasal dari komunitas Chaldean.

    Diketahui bahwa ganja ilegal di Irak, yang masih menerapkan hukuman mati untuk kasus-kasus perdagangan narkoba besar.

    Trump sangat bergantung pada utusan khusus, yang bertanggung jawab kepadanya dan tidak memerlukan konfirmasi Senat, dibandingkan duta besar.

    Savaya menulis di X bahwa ia “berkomitmen untuk memperkuat kemitraan AS-Irak di bawah kepemimpinan dan arahan Presiden Trump.”

    Tonton juga Video: Trump Juluki Kolombia ‘Mesin Narkoba’, Sebut Presidennya Bermasalah

    (ita/ita)

  • Trump Ancam Musnahkan Hamas Jika Langgar Gencatan Senjata

    Trump Ancam Musnahkan Hamas Jika Langgar Gencatan Senjata

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan memberikan kesempatan kepada kelompok Hamas untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata Gaza. Namun, Trump juga memperingatkan jika Hamas gagal menghormati kesepakatan, maka kelompok itu akan “dimusnahkan”.

    “Kita membuat kesepakatan dengan Hamas bahwa mereka akan bersikap sangat baik, mereka akan berperilaku baik, mereka akan bersikap baik,” kata Trump saat berbicara dengan wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Selasa (21/10/2025).

    “Dan jika mereka tidak demikian, kita akan pergi dan memusnahkan mereka, jika perlu. Mereka akan dimusnahkan, dan mereka mengetahui hal itu,” ucap Trump dalam pernyataan pada Senin (20/10) waktu setempat.

    Pernyataan Trump tersebut disampaikan ketika dua utusan utama AS bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, setelah rentetan kekerasan pada akhir pekan mengancam akan meruntuhkan gencatan senjata yang rapuh di Jalur Gaza.

    Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa pasukan militer AS tidak akan terlibat langsung dalam melawan Hamas. Dia mengatakan bahwa puluhan negara, yang telah menyetujui untuk bergabung dengan pasukan stabilisasi internasional untuk Jalur Gaza, akan “senang hati untuk masuk” ke wilayah tersebut.

    “Selain itu, Israel akan masuk dalam dua menit, jika saya meminta mereka untuk masuk.” ujar Trump dalam pernyataannya.

    “Tetapi saat ini, kita belum mengatakan itu. Kita akan memberinya sedikit kesempatan, dan semoga kekerasan yang terjadi akan sedikit berkurang. Tetapi saat ini, Anda tahu, mereka adalah orang-orang yang kejam,” sebutnya.

    Trump mengatakan bahwa Hamas sekarang jauh lebih lemah, terutama mengingat pendukung regionalnya, Iran, saat ini tidak mungkin ikut turun tangan setelah serangan-serangan Israel dan AS pada Juni lalu.

    Gencatan senjata Gaza terancam kolaps setelah serangan mematikan melanda pasukan Israel di area Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, pada Minggu (19/10). Militer Israel, seperti dilansir The Times of Israel, melaporkan dua tentaranya tewas dan tiga orang lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

    Tel Aviv menyalahkan Hamas sebagai dalang di balik serangan tersebut, yang mereka sebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata”.

    Namun Hamas menyebut serangan itu terjadi di area yang berada di bawah kendali Israel, di mana mereka mengklaim tidak ada kontak dengan anggota mereka selama berbulan-bulan.

    Sejak serangan mematikan itu terjadi, Israel menggempur area Rafah pada Minggu (19/10) pagi, dengan menurut sumber militer setempat, lebih dari 20 target diserang oleh pasukan Israel.

    Serangan-serangan Israel itu, menurut data sejumlah rumah sakit di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 44 orang di beberapa wilayah Jalur Gaza.

    Simak juga Video Trump Peringatkan Hamas Jika Langgar Perjanjian: Kami Akan Bertindak

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Macron Minta Ukraina Dilibatkan dalam Pertemuan Trump dengan Putin

    Macron Minta Ukraina Dilibatkan dalam Pertemuan Trump dengan Putin

    Jakarta

    Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dia meminta Ukraina dan Eropa harus untuk dilibatkan dalam pertemuan tersebut.

    “Sejak mereka membahas nasib Ukraina, Ukraina harus dilibatkan. Sejak mereka membahas dampaknya terhadap keamanan Eropa, Eropa harus dilibatkan,” kata Macron kepada wartawan setelah pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa selatan di Slovenia dilansir AFP, Senin (20/10/2025).

    Seperti diketahui, Rencana pertemuan itu mencuat setelah percakapan telepon kedua pemimpin, yang diklaim Kremlin, berlangsung “sangat jujur dan penuh kepercayaan”.

    Pembicaraan telepon itu dilakukan di tengah upaya diplomatik dalam penyelesaian perdamaian untuk perang Ukraina, yang mereda selama dua bulan terakhir, setelah pertemuan puncak antara Putin-Trump di Alaska pada 15 Agustus lalu gagal membuahkan hasil yang substansial.

    “Telah disepakati bahwa perwakilan kedua negara akan segera mulai menyelenggarakan pertemuan puncak yang dapat digelar, misalnya, di Budapest,” kata ajudan utama Putin, Yuri Ushakov, saat berbicara kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Jumat (17/10/2025).

    “Itu adalah percakapan yang sangat substantif, dan pada saat yang sama, sangat jujur dan penuh kepercayaan,” sebutnya, sembari menambahkan bahwa percakapan telepon selama 2,5 jam itu merupakan inisiatif Rusia.

    “Vladimir Putin menegaskan kembali pernyataannya bahwa rudal Tomahawk tidak akan mengubah situasi di medan perang, tetapi akan secara signifikan merusak hubungan antara kedua negara kita. Belum lagi prospek penyelesaian damai,” ucap Ushakov.

    (dek/eva)

  • Upaya Diplomatik Intensif Sedang Dilakukan untuk Mempersiapkan Pertemuan Putin-Trump

    Upaya Diplomatik Intensif Sedang Dilakukan untuk Mempersiapkan Pertemuan Putin-Trump

    JAKARTA – Para diplomat Moskow sedang melakukan pekerjaan yang “sangat menyeluruh dan sungguh-sungguh serius” untuk mempersiapkan pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan mitranya dari Amerika Serikat Donald Trump, ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova.

    “Kontak (antara Presiden Putin dan Presiden Trump) telah terjadi dan telah dikomentari oleh administrasi kepresidenan. (Ajudan Kremlin, Yury) Ushakov memberikan informasi detail mengenai hal tersebut,” jelas Zakharova dalam sebuah wawancara dengan TASS, seperti dikutip 20 Oktober.

    “Menindaklanjuti kontak-kontak ini, para diplomat tinggi Rusia dan Hongaria mengadakan pembicaraan untuk mempersiapkan acara tersebut,” lanjutnya.

    “Pekerjaan juga sedang dilakukan melalui jalur diplomatik (di berbagai tingkat). Ini adalah ringkasan singkat dari pekerjaan yang sangat menyeluruh dan sungguh-sungguh serius yang saat ini sedang dilakukan oleh para diplomat Rusia dan mereka yang dipercaya untuk mempersiapkan kunjungan ini, pertemuan ini,” tandas diplomat tersebut.

    Setelah percakapan telepon dengan Presiden Putin pada 16 Oktober, Presiden Trump mengumumkan mereka telah sepakat untuk segera bertemu di Budapest.

    Ushakov mengatakan Moskow dan Washington tidak akan menunda memulai persiapan untuk pertemuan baru antara para pemimpin kedua negara, yang kemungkinan akan diselenggarakan di ibu kota Hongaria.

    Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban memerintahkan pembentukan panitia penyelenggara untuk mempersiapkan KTT tersebut, menjelaskan pekerjaan ini dimulai pada Kamis malam pekan lalu.

  • Manusia Rp 2.600 Triliun Curhat Didepak dari China

    Manusia Rp 2.600 Triliun Curhat Didepak dari China

    Jakarta

    CEO Nvidia Jensen Huang menyerukan sikap lebih bijak dan penuh pertimbangan, dalam mengatur akses China terhadap teknologi Amerika Serikat yang penting bagi pengembangan kecerdasan buatan (AI).

    Dalam wawancara dengan Citadel Securities, pria dengan kekayaan menurut Forbes USD 159 miliar atau sekitar Rp 2.600 triliun itu memperingatkan bahwa kebijakan yang merugikan China sering kali juga dapat merugikan Amerika Serikat sendiri, kadang bahkan dengan dampak yang lebih buruk.

    “Sebelum kita terburu-buru membuat kebijakan yang menyakiti pihak lain, cobalah mundur selangkah dan pikirkan, kebijakan seperti apa yang justru bisa membantu Amerika,” kata Huang yang dikutip detikINET dari AOL.

    Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China, di mana chip Nvidia kini jadi komoditas panas dalam perlombaan AI sekaligus alat politik. Huang ingin dunia tetap bergantung pada keahlian teknologi AS, namun mengingatkan sekitar separuh peneliti AI dunia ada di China. “Saya pikir merupakan kesalahan jika para peneliti itu tidak membangun AI memakai teknologi Amerika,” tambahnya.

    Menurut Huang, untuk menyeimbangkan tujuan mempertahankan dominasi teknologi AS dengan tetap memberi akses bagi China diperlukan pendekatan yang cermat. Ia menilai kondisi saat ini justru sebaliknya, karena Nvidia kini sudah sepenuhnya keluar dari China.

    “Kami sebelumnya menguasai 95% pangsa pasar, lalu turun menjadi 0%. Saya sulit membayangkan ada pembuat kebijakan yang menganggap itu ide bagus, bahwa kebijakan apa pun yang diterapkan justru menyebabkan Amerika kehilangan salah satu pasar terbesar di dunia,” ujarnya.

    Pemerintahan Joe Biden pada 2022 memberlakukan pembatasan ekspor chip AI paling canggih milik Nvidia ke China, sehingga mereka merancang prosesor baru yang memenuhi batasan tersebut. Agustus silam, pemerintahan Donald Trump memberi izin ekspor untuk chip tertentu dari Nvidia dan AMD ke China, dengan imbalan 15% pendapatan.

    Namun, regulator China dilaporkan menginstruksikan perusahaan teknologi domestik agar tidak membeli chip Nvidia. Beijing juga menerapkan pembatasan ketat atas ekspor logam tanah jarang, bahan penting bagi berbagai teknologi canggih AS.

    Untuk saat ini, Huang menyebut semua proyeksi keuangan Nvidia dibuat dengan asumsi pasar China tidak terlibat. “Jika ada perkembangan di China, yang saya harapkan akan terjadi, itu akan menjadi bonus,” katanya.

    “Namun China adalah pasar besar. China adalah pasar komputer terbesar kedua dunia. Ekosistemnya sangat dinamis. Saya pikir merupakan kesalahan bagi AS untuk tidak ikut serta. Jadi semoga kami bisa terus menjelaskan, memberi pemahaman, dan berharap ada perubahan kebijakan,” pungkas dia.

    (fyk/fay)