Tag: Donald Trump

  • Partai Republik Rebut Kendali Senat AS dari Demokrat!

    Partai Republik Rebut Kendali Senat AS dari Demokrat!

    Jakarta

    Partai Republik berhasil merebut Senat Amerika Serikat dari kendali partai Demokrat dalam pemilihan umum yang berlangsung pada Selasa (5/11) waktu setempat. Ini mengakhiri posisi partai Republik yang selama empat tahun sebagai minoritas di Senat, dan memberikan dorongan besar bagi partai tersebut dalam upayanya untuk mendominasi setiap cabang pemerintahan.

    Kemenangan tersebut berarti bahwa presiden yang terpilih nanti akan mendapatkan dukungan yang sangat besar untuk melaksanakan agenda mereka jika pemenangnya adalah capres partai Republik, Donald Trump. Namun, kebuntuan legislatif akan terjadi jika pesaingnya dari Demokrat, Kamala Harris, yang menjadi pemenang pilpres.

    Dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/11/2024), Jim Justice dari Partai Republik, yang kini menjabat Gubernur West Virginia, menang mudah atas penantangnya dari Partai Demokrat dalam perebutan kursi Senat untuk menggantikan Senator Joe Manchin yang pensiun. Manchin merupakan senator independen namun memberikan suara bersama Partai Demokrat.

    Selain memenangkan kursi Senator West Virginia, Partai Republik juga merebut kursi Senator Ohio yang sebelumnya dikuasai Senator Sherrod Brown dari Partai Demokrat. Bernie Moreno, seorang penguasa yang didukung Trump, berhasil mengalahkan Brown dalam pemilu Selasa (5/11) kemarin.

  • Ungguli Kamala, Trump Akan Pidato di Depan Pendukungnya di Florida

    Ungguli Kamala, Trump Akan Pidato di Depan Pendukungnya di Florida

    Florida

    Para pendukung capres Partai Republik, mantan Presiden Donald Trump, dengan gembira berkumpul di Florida, Amerika Serikat (AS). Trump dijadwalkan berpidato di hadapan para pendukungnya, saat hasil sementara pilpres menunjukkan keunggulan dirinya atas capres Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris.

    Seperti dilansir AFP, Rabu (6/11/2024), para pendukung pria yang mengenakan setelan jas dan pendukung wanita yang mengenakan dress berkumpul dan berbaur dalam acara Palm Beach County Convention Center pada Selasa (5/11) malam waktu setempat.

    Baik yang mengenakan pakaian formal atau pakaian kasual, banyak orang yang memakai topi bisbol berwarna merah khas Trump yang bertuliskan “Make America Great Again” dalam acara tersebut.

    “Saya merasa Trump telah memenangkan pemilu ini. Ini sudah berakhir, dan saya merasa dunia akan menjadi jauh lebih hebat,” ucap salah satu pendukung Trump, Moses Abraham (22).

    Trump semakin dekat dengan kemenangan atas Harris dalam pilpres 2024, dengan proyeksi media terkemuka AS CNN menyebut sang mantan Presiden AS itu kini meraup 243 suara elektoral melawan Harris yang baru meraup 194 suara elektoral.

    Diperlukan sedikitnya 270 suara elektoral — dari total 538 suara elektoral — agar seorang capres bisa memenangkan pilpres AS.

    Keunggulan Trump ini meninggalkan jalan tersempit yang tersisa bagi Partai Demokrat untuk menghentikan mantan Presiden AS yang kontroversial itu melakukan comeback politik yang menakjubkan.

  • Siapa pun Pemenang Pilpres AS Akan Tekan Mitra Dagang Indonesia

    Siapa pun Pemenang Pilpres AS Akan Tekan Mitra Dagang Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Ahli hubungan internasional Synergy Policies Dinna Prapto Raharja menilai, siapa pun pemenang pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) akan menekan mitra dagang Indonesia, yaitu China. Terlebih bagi perwakilan dari Partai Republik, yakni Donald Trump yang akan memicu perang dagang (tradewar).

    “Saat ini investasi dari China juga sangat signifikan untuk berbagai program, termasuk untuk program climate change alias transisi ke penggunaan teknologi-teknologi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Dinna Prapto Raharja dalam program Breaking News BTV, Rabu (6/11/2024).

    Namun, di sisi lain, lanjut Dinna, pemerintah punya skema kerja sama yang komprehensif dengan AS, baik dari urusan pertahanan keamanan, ekonomi dan sosial budaya termasuk beasiswa, termasuk soal transisi energi,

    “Namun, masalah, yakni duitnya itu tipis sebenarnya,” tutur dia.

    Dengan situasi AS terkini, isu ekonomi menjadi suatu hal yang terpenting lantaran mereka ingin mengembalikan kejayaannya atau setidaknya agar tidak diremehkan oleh negara lain yang dianggap kompetitor.

    Oleh sebab itu, kedua kandidat dari Pilpres AS 2024 ini akan cenderung menekan negara-negara pesaing yang juga menjadi mitra besar Indonesia.

    “Artinya, Indonesia juga harus lihai, cerdik betul, dan lincah untuk memastikan bahwa di satu sisi, kita sudah punya akses kepada China untuk bekerja sama secara ekonomi dan berbagai kerja sama, seperti teknologi. Bahkan, beasiswa kita banyak berasal dari China,” beber Dinna.

    Namun, di sisi lain Indonesia juga harus menjaga hubungan bilateral dengan AS . Menurut Dinna, pendekatan personal menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan supaya para pemimpin bisa berbicara hati ke hari bukan sekadar di forum. Pasalnya, jika diskusi tersebut dilakukan di forum, maka Indonesia akan sama saja dengan negara-negara lain.

    “Padahal comprehensive partnership yang dibangun Presiden Joko Widodo pada 2023 itu maksudnya untuk menunjukkan Indonesia ini niat dan Amerika tidak bisa menyepelekan Indonesia sebagai mitra untuk membuat stabil kawasan. Oleh karena itu Indonesia aktif di ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP),” jelasnya.

  • Animasi peta menunjukkan Tump sementara pimpin perolehan suara

    Animasi peta menunjukkan Tump sementara pimpin perolehan suara

    ANTARA – Animasi peta Amerika Serikat oleh REUTERS menunjukkan peta negara-negara bagian berubah menjadi merah dan biru. Merah untuk Donald Trump dari Republik, dan biru untuk Kamala Harris dari Demokrat. Donald Trump sementara memperoleh 230 electoral college, sedangkan haris memperoleh 169, yang mana seorang kandidat membutuhkan minimal 270 electoral college.
    (Rijalul Vikry/Rizky Bagus Dhermawan/I Gusti Agung Ayu N)

  • Trump Terus Melesat dengan 243 Suara Elektoral, Kamala 194

    Trump Terus Melesat dengan 243 Suara Elektoral, Kamala 194

    Jakarta

    Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ini masih terus mengungguli Wakil Presiden Kamala Harris dalam pertarungan memperebutkan kursi di Gedung Putih.

    Sejauh ini, media-media AS memproyeksikan bahwa Trump telah menang di 24 negara bagian, termasuk hadiah besar Texas dan Ohio, medan pertempuran utama Georgia dan North Carolina, serta negara-negara bagian lain yang cenderung condong ke partai Republik.

    Sedangkan Harris sejauh ini telah memenangkan 15 negara bagian termasuk California dan New York yang memperoleh suara elektoral besar.

    Sejauh ini, Trump memperoleh 243 electoral votes (suara elektoral) dan Harris 194.

    Angka ajaib untuk memenangkan kursi kepresidenan adalah 270 suara elektoral. Para pengamat memperkirakan persaingan sengit untuk memperebutkan Gedung Putih akan ditentukan oleh beberapa negara bagian yang jadi medan pertempuran utama.

    Dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/11/2024), berikut ini adalah daftar negara bagian yang dimenangkan oleh masing-masing kandidat dan jumlah suara elektoral yang diraih, berdasarkan proyeksi media-media AS termasuk CNN, Fox News, MSNBC/NBC News, ABC, dan CBS.

    – TRUMP (243) –

    Arkansas (6)

    Florida (30)

    Georgia (16)

    Idaho (4)

    Indiana (11)

    Iowa (6)

    Kansas (6)

    Kentucky (8)

    Louisiana (8)

    Mississippi (6)

    Missouri (10)

    Montana (4)

    North Carolina (16)

    North Dakota (3)

    Ohio (17)

    Oklahoma (7)

    South Carolina (9)

    South Dakota (3)

    Tennessee (11)

    Texas (40)

    Utah (6)

    West Virginia (4)

    Wyoming (3)

    – HARRIS (194) –

    California (54)

    Colorado (10)

    Connecticut (7)

    Delaware (3)

    District of Columbia (3)

    Hawaii (4)

    Illinois (19)

    Maryland (10)

    Massachusetts (11)

    New Mexico (5)

    New York (28)

    Oregon (8)

    Rhode Island (4)

    Vermont (3)

    Virginia (13)

    Washington (12)

    (ita/ita)

  • Ukir Sejarah, Sarah McBride Jadi Transgender Pertama di Kongres AS

    Ukir Sejarah, Sarah McBride Jadi Transgender Pertama di Kongres AS

    Washington DC

    Sarah McBride mengukir sejarah sebagai politisi transgender pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres Amerika Serikat (AS). McBride yang menjabat senator negara bagian Delaware ini, berhasil memenangkan kursi House of Representatives atau DPR AS untuk salah satu distrik di negara bagian tersebut.

    Seperti dilansir AFP, Rabu (6/11/2024), McBride diproyeksikan menang telak melawan John Whalen III, kandidat anggota DPR AS dari Partai Republik. Dia diproyeksikan meraup keunggulan yang tidak bisa disangkal atas Whalen dengan sekitar dua pertiga surat suara telah dihitung untuk distrik tersebut.

    “Delaware telah mengirimkan pesan dengan lantang dan jelas bahwa kita harus menjadi negara yang melindungi kebebasan reproduksi… dan ini adalah demokrasi yang cukup besar bagi kita semua,” ucap McBride dalam pernyataan via media sosial.

    Dalam wawancara baru-baru ini dengan media CBS, McBride yang mewakili Partai Demokrat ini mengatakan bahwa prioritasnya yang lain adalah “layanan anak yang terjangkau, cuti keluarga dan cuti medis yang dibayar, perumahan, dan layanan kesehatan”.

    Hak-hak transgender telah menjadi isu hangat dalam pemilu AS, dengan partisipasi kaum transgender dalam kompetisi olahraga dan isu soal akses terhadap layanan yang mendukung gender bagi anak di bawah umur telah memicu perdebatan sengit.

    Partai Demokrat secara luas mendukung hak-hak transgender, tapi banyak anggota Partai Republik yang mengecam apa yang mereka lihat sebagai kebenaran politik yang mengabaikan terkikisnya hak biologis perempuan atas ruang mereka sendiri, mulai dari toilet dan penjara hingga kompetisi olahraga.

    Perdebatan itu mendominasi iklan-iklan televisi dalam persaingan memperebutkan kursi Gedung Putih antara Wakil Presiden Kamala Harris, capres Partai Demokrat, dan mantan Presiden Donald Trump, capres Partai Republik.

  • Partai Republik Rebut Kendali Senat AS dari Demokrat!

    Partai Republik Ungguli Demokrat dalam Perebutan Dominasi Kongres AS

    Washington DC

    Partai Republik diprediksi akan mengungguli Partai Demokrat dalam Kongres Amerika Serikat (AS), setelah partai yang menaungi mantan Presiden Donald Trump itu, tampaknya merebut dominasi Senat, yang selama lima tahun terakhir dikuasai Partai Demokrat yang menaungi Presiden Joe Biden.

    Situasi itu bisa terjadi setelah Partai Republik berhasil membalikkan keadaan di dua negara bagian dan menangkis upaya untuk menggeser anggota mereka yang rawan lengser dalam pemilu 5 November. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (6/11/2024).

    Saat semua mata tertuju pada pertarungan menuju Gedung Putih antara Trump dan Wakil Presiden Kamala Harris, pemilu parlemen yang menentukan ratusan anggota House of Representatives atau DPR AS dan Senat AS akan menentukan seberapa banyak agenda presiden berikutnya yang akan disahkan.

    Jim Justice dari Partai Republik, yang kini menjabat Gubernur West Virginia, menang mudah atas penantangnya dari Partai Demokrat dalam perebutan kursi Senat untuk menggantikan Senator Joe Manchin yang pensiun. Manchin merupakan senator independen namun memberikan suara bersama Partai Demokrat.

    Selain memenangkan kursi Senator West Virginia, Partai Republik juga merebut kursi Senator Ohio yang sebelumnya dikuasai Senator Sherrod Brown dari Partai Demokrat. Bernie Moreno, seorang penguasa yang didukung Trump, berhasil mengalahkan Brown dalam pemilu Selasa (5/11) kemarin.

    Capitol AS terbagi menjadi DPR, dengan semua 435 kursi diperebutkan, dan Senat yang beranggotakan 100 orang, namun hanya 34 kursi yang diperebutkan dalam pemilu tahun ini.

    Kemenangan dua Senator Republikan di West Virginia dan Ohio telah membalikkan keunggulan Partai Republik atas Partai Demokrat dalam Senat AS, menjadi 51 kursi melawan 49 kursi. Dominasi masih bisa diperbesar, dengan Partai Republik bertekad menang di negara bagian Montana, Wisconsin dan Pennsylvania.

  • Trump Terus Melesat dengan 243 Suara Elektoral, Kamala 194

    Masih Unggul, Trump Raih 227 Suara Elektoral-Kamala 172

    Jakarta

    Wakil Presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat Kamala Harris dan mantan presiden Donald Trump, capres partai Republik, bersaing ketat untuk memperebutkan Gedung Putih.

    Media-media AS sejauh ini memproyeksikan bahwa Trump telah menang di 23 negara bagian, termasuk Texas dan Ohio, juga medan pertempuran utama North Carolina, dan negara-negara bagian lain yang cenderung condong ke Partai Republik.

    Harris sejauh ini telah memenangkan 12 negara bagian, termasuk hadiah suara elektoral besar California dan New York.

    Sejauh ini, Trump memperoleh 227 suara elektoral dan Harris 172.

    Angka ajaib untuk memenangkan kursi kepresidenan adalah 270 suara elektoral. Para pengamat memperkirakan persaingan sengit untuk memperebutkan Gedung Putih akan ditentukan oleh beberapa negara bagian yang jadi medan pertempuran utama.

    Dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/11/2024), berikut ini adalah daftar negara bagian yang dimenangkan oleh setiap kandidat dan jumlah suara elektoral yang diraih, berdasarkan proyeksi media-media AS termasuk CNN, Fox News, MSNBC/NBC News, ABC, dan CBS.

    – HARRIS (172) –

    Colorado (10)

    Connecticut (7)

    Delaware (3)

    District of Columbia (3)

    Illinois (19)

    Maryland (10)

    Massachusetts (11)

    New York (28)

    Oregon (8)

    Rhode Island (4)

    Vermont (3)

    Washington (12)

    – TRUMP (227) –

    Alabama (9)

    Arkansas (6)

    Florida (30)

    Idaho (4)

    Indiana (11)

    Iowa (6)

    Kansas (6)

    Kentucky (8)

    Louisiana (8)

    Mississippi (6)

    Missouri (10)

    Montana (4)

    North Carolina (16)

    North Dakota (3)

    Ohio (17)

    Oklahoma (7)

    South Carolina (9)

    South Dakota (3)

    Tennessee (11)

    Texas (40)

    Utah (6)

    West Virginia (4)

    Wyoming (3)

    (ita/ita)

  • Trump Terus Melesat dengan 243 Suara Elektoral, Kamala 194

    Raih 172 Suara Elektoral, Kamala Coba Mengejar Trump di Pilpres AS

    Washington DC

    Data terbaru dalam proyeksi perolehan suara elektoral untuk pilpres Amerika Serikat (AS) tahun ini masih menunjukkan keunggulan capres Partai Republik, mantan Presiden Donald Trump, atas capres Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris.

    Proyeksi terbaru media-media terkemuka AS, seperti dilansir AFP, Rabu (6/11/2024), menunjukkan Trump sejauh ini masih unggul dengan perolehan 211 suara elektoral melawan Harris dengan 172 suara elektoral.

    Dengan pemungutan suara diakhiri secara bertahap di negara-negara bagian AS pada Selasa (5/11) malam, data sampel terbaru yang menjadi dasar proyeksi media-media AS menunjukkan Trump sejauh ini unggul di sebanyak 22 negara bagian, termasuk Texas dan Ohio yang memiliki banyak suara elektoral.

    Sementara Harris saat ini diproyeksikan unggul di 12 negara bagian, yang mencakup California dan New York, serta ibu kota Washington DC. Proyeksi kemenangan Harris di negara bagian California yang memiliki 54 suara elektoral, langsung mendongkrak perolehan suara elektoralnya.

    Suara elektoral diperlukan untuk bisa memenangkan pilpres AS. Total terdapat total 538 suara elektoral yang diperebutkan dalam pilpres AS.

    Diperlukan sedikitnya 270 suara elektoral agar seorang capres bisa memenangkan pilpres AS. Atau dengan kata lain, capres yang terlebih dahulu mendapatkan 270 suara elektoral akan menjadi pemenang pilpres AS.

  • Kamala Vs Trump di Pilpres AS, Kapan Kita Tahu Pemenangnya?

    Kamala Vs Trump di Pilpres AS, Kapan Kita Tahu Pemenangnya?

    Jakarta

    Warga Amerika Serikat akan menentukan siapa presiden mereka yang baru dalam pemilihan umum yang akan ditutup pada Selasa (5/11) waktu setempat.

    Setelah pemungutan suara ditutup, bisa jadi siapa pemenang Pilpres AS 2024 baru akan diketahui dalam kurun waktu berjam-jam, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

    Hal ini akan bergantung pada seberapa ketat kontestasi kali ini.

    Apa hasil Pilpres AS sejauh ini?

    Hasil sementara sesuai dengan apa yang diprediksi: Trump mempertahankan kekuasaannya di negara-negara bagian yang secara tradisional dikuasai Partai Republik. Adapun Harris menguasai wilayah-wilayah yang memang selama ini dikuasai Partai Demokrat.

    BBC

    Negara-negara bagian yang dapat menentukan pemilihan presiden 2024 sejauh ini belum merilis hasil pemungutan suara.

    Ada tujuh negara bagian yang menjadi medan pertempuran Harris dan Trump:

    ArizonaGeorgiaNevadaPennsylvaniaMichiganNorth CarolinaWisconsin

    Sementara itu, Kamala Harris unggul di Michigan.

    Kapan hasil Pilpres 2024 akan diketahui?

    Persaingan antara politisi Partai Demokrat Kamala Harrisyang saat ini menjabat sebagai wakil presidendan mantan presiden Donald Trump dari Partai Republik telah berlangsung sengit selama beberapa pekan terakhir.

    Berbagai jajak pendapat skala nasional dan di level ‘swing state’ (negara bagian AS yang menjadi ‘medan tempur’ antara Republik vs Demokrat) menunjukkan hasil yang semakin ketat menjelang 5 November.

    Di beberapa wilayah AS, ada kemungkinan margin kemenangan akan sangat tipis sehingga memerlukan penghitungan ulang.

    Di satu sisi, negara-negara bagiantermasuk ketujuh ‘swing state’juga mengalami perubahan dalam penyelenggaraan pemilu sejak 2020. Hal ini membuat penghitungan suara pun membutuhkan proses yang lebih panjang.

    Di sisi lain, di beberapa wilayah seperti Michigan, proses penghitungan suara telah dipercepat.

    Getty ImagesMantan Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden AS Kamala Harris berdebat untuk pertama kalinya dalam kampanye pemilihan presiden pada 10 September 2024.

    Berbeda dengan Pilpres AS sebelumnya yang berlangsung saat pandemi, jumlah kertas suara yang dikirim melalui pos juga lebih sedikit.

    Semua fakta ini memunculkan beberapa kemungkinan: antara pemenang Pilpres AS diumumkan pada malam pemilihan, keesokan paginya, atau bahkan beberapa hari hingga minggu kemudian.

    Kapan hasil Pilpres AS 2020 diumumkan?

    Pilpres AS 2020 berlangsung pada Selasa, tanggal 3 November. Akan tetapi, TV-TV AS baru mengumumkan Joe Biden sebagai pemenangnya pada Sabtu, 7 November, menjelang siang hari.

    Kala itu, para pendukung Trump percaya diri bahwa kemenangan ada di tangan mereka.

    Akan tetapi, kedua kandidat berada dalam jangkauan 270 suara ‘electoral college’ yang dibutuhkan untuk menjadi presiden terpilih.

    Baca juga:

    Walaupun mayoritas negara bagian mengumumkan hasil pemilu mereka dalam kurun waktu 24 jam, tidak demikian halnya bagi beberapa negara bagian yang menjadi ‘kunci’termasuk Pennsylvania dan Nevada.

    Pennsylvania, yang punya 19 suara elektoral, mengindikasikan kemenengan di tangan Partai Demokrat.

    Pada Sabtu pagi, munculnya sejumlah suara baru dari negara bagian itu membuat TV-TV setempat yakin bahwa Biden akan menang di sana.

    CNN adalah yang pertama mengumumkan hasil Pilpres AS 2020. Jaringan TV lainnya mengekor dalam 15 menit berikutnya.

    Kapan hasil Pilpres AS biasanya diumumkan?

    Para pemilih AS umumnya terbiasa mengetahui siapa presiden baru pada larut malam sebelum mereka tidur atau setidaknya pada dini hari keesokan harinya.

    Pada tahun 2016, misalnya, ketika Trump pertama kali memenangkan kursi presiden, dia dinyatakan sebagai pemenang tak lama sebelum pukul 03.00 EST (15.00 WIB) sehari setelah pemilihan.

    Pada 2012, ketika Barack Obama menjadi presiden untuk periode kedua, kemenangannya telah diproyeksikan sebelum tengah malam pada hari pemungutan suara.

    Getty ImagesKetika Barack Obama menjadi presiden untuk periode kedua pada 2012, kemenangannya telah diproyeksikan sebelum tengah malam pada hari pemungutan suara.

    Satu pengecualian adalah Pilpres AS 2000 antara George W Bush dan John Kerry.

    Kedua kubu bersaing sengit di Florida. Pemilihan baru dinyatakan usai pada tanggal 12 Desember ketika Mahkamah Agung AS memutuskan untuk mengakhiri proses penghitungan ulang di negara bagian tersebut.

    Bush pun menjadi pemenang yang sah dan itu mengantarkannya ke Gedung Putih.

    Negara-negara bagian ‘kunci’ mana saja yang perlu diperhatikan?

    Di seluruh penjuru AS, pemilihan pertama akan ditutup pukul 1800 EST pada Selasa (05/11) malam, atau Rabu (05/11) pukul 8 WIB. Sementara yang terakhir akan ditutup pukul 0100 EST (0500 GMT) pada Rabu (06/11), sekitar pukul 13.000 WIB.

    Namun, hasil Pilpres 2024 diperkirakan akan ditentukan tujuh negara bagian ‘swing state’Arizona, Georgia, Michigan, Nevada, North Carolina, Pennsylvania, dan Wisconsin.

    1900 EST (07.00 WIB) – Pemungutan suara ditutup di Georgia dan lima negara bagian lainnya, dan sebagian di tiga negara bagian lainnya. Jaringan TV AS diperkirakan akan mulai melakukan proyeksi pertama mereka pada malam hari, di negara bagian yang kurang kompetitif seperti Kentucky.

    BBC

    BBC News Indonesia hadir di WhatsApp, TikTok, X, Instagram dan Facebook.

    Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia.

    BBC

    1930 EST (07.30 WIB) – Pemungutan suara ditutup di empat negara bagian, termasuk North Carolina, di mana Harris berharap dapat mengakhiri serangkaian kekalahan bagi kandidat presiden dari Partai Demokrat sejak 2008.

    2000 EST (08.00 WIB) – Pemungutan suara ditutup di Pennsylvania dan 16 negara bagian lainnya, serta sebagian di Michigan dan empat negara bagian lainnya.

    2100 EST (09.00 WIB) – Pemungutan suara yang tersisa ditutup di Michigan. Pemungutan suara juga akan berakhir di Arizona, Wisconsin, dan 12 negara bagian lainnya.

    2200 EST (10.00 WIB) – Pemungutan suara ditutup di Nevada dan dua negara bagian lainnya, dan sebagian di dua negara bagian lainnya.

    Bagaimana proses penghitungan suara Pilpres AS?

    Biasanya pemungutan suara yang berlangsung pada hari-H akan dihitung terlebih dahulu.

    Setelah itu, suara yang diambil sebelum hari-H dan suara via pos akan dihitung kemudian.

    Surat suara yang menjadi sengketa, surat suara dari luar negeri, dan surat suara dari anggota militer juga dihitung kemudian.

    Pejabat pemilu setempatbisa ditunjuk atau dipilihmemverifikasi, memproses, dan menghitung suara individu dalam proses yang dikenal sebagai canvassing.

    BBC

    Proses verifikasi surat suara antara lain termasuk membandingkan jumlah yang dicoblos dengan jumlah pemilih aktif; mengeluarkan, membuka, dan memeriksa setiap surat suara apakah ada sobekan, noda, atau kerusakan lainnya; serta mendokumentasikan dan menginvestigasi setiap ketidakkonsistenan.

    Penghitungan surat suara melibatkan memasukkan tiap surat suara ke dalam pemindai elektronik yang mentabulasikan hasilnya. Dalam beberapa kasus, diperlukan penghitungan manual atau pemeriksaan ulang.

    Setiap negara bagian dan daerah punya aturan ketat dalam menentukan siapa saja yang dapat berpartisipasi dalam canvassing, urutan pemrosesan suara, dan bagian mana yang terbuka untuk umum, termasuk bagaimana para pengamat partisan dapat memantau dan mengintervensi penghitungan suara.

    Apa yang bisa menunda hasil pemilihan presiden?

    Margin yang ketat akan membuat insan media harus menunggu lebih lama sebelum membuat proyeksi.

    Selain itu, margin yang ketat juga bisa berujung penghitungan ulang dan gugatan hukum.

    Di Pennsylvania, misalnya, penghitungan ulang di seluruh negara bagian secara otomatis diberlakukan jika ada perbedaan setengah poin persentase antara perolehan suara untuk pemenang dan pihak yang kalah.

    Pada tahun 2020, selisihnya hanya sedikit lebih dari 1,1 poin persentase.

    Baca juga:

    Lebih dari seratus gugatan prapemilu diajukan di seluruh negeri, termasuk yang mempertanyakan kelayakan pemilih dan manajemen daftar pemilih oleh Partai Republik.

    Putusan pengadilan yang sedang berlangsung dalam kasus-kasus ini telah membentuk pemilihan ini dari hari ke hari.

    Skenario lainnya yang dapat menunda hasil termasuk kejadian kekerasan terkait pemilu, terutama di lokasi pemungutan suara, dan hambatan dalam penghitungan suara, seperti meledaknya pipa air di tempat pemrosesan surat suara di Georgia pada tahun 2020.

    Apa yang terjadi ketika hasil Pilpres AS digugat?

    Setelah setiap suara yang sah dimasukkan ke dalam hasil akhir, dan setelah proses seperti penghitungan ulang selesai, hasil pemilu memperoleh sertifikasi sahpertama-tama di tingkat yurisdiksi lokal, kemudian di tingkat negara bagian.

    Pejabat eksekutif negara bagian, biasanya gubernur, kemudian mengesahkan daftar pemilih yang akan mewakili negara bagian mereka di electoral college.

    Para elektor ini bertemu di negara bagian masing-masing pada 17 Desember untuk memberikan suara dan mengirimkannya ke Washington.

    Pada 6 Januari, Kongres AS yang baru akan mengadakan pertemuan dalam sesi gabungan untuk menghitung suara elektoral. Wakil presiden yang sedang menjabat akan mengetuai penghitungan ini.

    Getty ImagesSeorang pria mengisi surat suaranya dalam pemungutan suara awal untuk pemilihan umum AS di Michigan, pada 3 November 2024.

    Setelah Pilpres 2020, Trump menolak untuk mengakui kekalahan dan menggalang para pendukungnya untuk berbaris di Gedung Kongres AS saat Kongres bertemu untuk mengesahkan kemenangan Biden.

    Trump mendesak wakil presidennya, Mike Pence, untuk menolak hasil tersebuttetapi Pence menolak.

    Bahkan setelah kerusuhan berhasil diatasi dan anggota Kongres berkumpul kembali, 147 anggota Kongres dari Partai Republik tidak berhasil membatalkan kekalahan Trump.

    Reformasi pemilu sejak itu mempersulit anggota parlemen untuk menolak hasil bersertifikat yang dikirimkan kepada mereka dari masing-masing negara bagian.

    Getty ImagesWarga Philadelphia mengantre di sekitar balai kota untuk memberikan suara mereka pada hari terakhir pemungutan suara awal, 29 Oktober 2024.

    Reformasi juga kian memperjelas bahwa wakil presiden tidak memiliki wewenang untuk secara sepihak menolak suara pemilu.

    Namun, para pengamat pemilu memprediksi upaya untuk menunda sertifikasi suara 2024 dapat terjadi di tingkat lokal dan negara bagian, dengan beberapa kelompok bersiap-siap untuk menebarkan keraguan atas hasil pemilu.

    Trump, pasangannya JD Vance, dan para pemimpin tertinggi Partai Republik di Capitol Hill telah beberapa kali menghindar ketika ditanya apakah mereka akan menerima hasil pemilu jika Trump kalah.

    Kapan presiden baru AS akan dilantik?

    Presiden AS terpilih akan dilantik pada hari Senin, 20 Januari 2025 di halaman kompleks US Capitol.

    Ini akan menjadi pelantikan presiden ke-60 dalam sejarah AS.

    Dalam acara ini, presiden yang baru akan menyatakan sumpahnya untuk menegakkan Konstitusi sebelum menyampaikan pidato pelantikan.

    (ita/ita)