Tag: Donald Trump

  • Harga Minyak Naik karena Badai Tropis Rafael

    Harga Minyak Naik karena Badai Tropis Rafael

    Jakarta: Harga minyak ditutup lebih tinggi pada hari Selasa di tengah ekspektasi gangguan pasokan di AS karena Badai Tropis Rafael mengarah ke Teluk Meksiko.  
     
    Melansir Investing.com, Rabu, 6 November 2024, pada pukul 14.30 WIB (19.30 GMT), harga minyak Brent naik 0,6 persen menjadi USD75,53 per barel. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate ( WTI ) naik 0,7 persen menjadi uSD71,99 per barel.
    Badai tropis Rafael
    Badai Tropis Rafael dapat menjadi badai kategori 2, yang berpotensi mengurangi sekitar empat juta barel produksi minyak AS minggu ini. Perusahaan-perusahaan energi besar telah memulai persiapan, menghentikan produksi lepas pantai dan mengevakuasi para pekerja.
     
    Pertaruhan pada gangguan pasokan datang hanya sehari sebelum laporan resmi minyak bumi yang diperkirakan akan menunjukkan produksi domestik naik 1,8 juta barel pada minggu sebelumnya.
     

    Pertemuan NPC Tiongkok
    Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok telah memulai pertemuan empat hari pada Senin (NASDAQ:MNDY). NPC diperkirakan akan menyetujui lebih banyak pengeluaran fiskal oleh pemerintah, terutama setelah Beijing menguraikan sejumlah langkah fiskal yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan.
     
    Namun RRT belum memberikan isyarat mengenai ukuran atau skala langkah-langkah yang direncanakan, mengingat hanya NPC yang dapat menyetujui peningkatan pengeluaran fiskal.
     
    Laporan-laporan terakhir mengatakan negara ini dapat menyetujui peningkatan utang sekitar USD1,4 triliun dalam beberapa tahun mendatang.
    Tanda-tanda langkah-langkah stimulus konkrit di RRT kemungkinan besar akan mendukung pasar minyak, mengingat negara ini adalah importir minyak mentah terbesar di dunia. Kekhawatiran akan melambatnya permintaan di RRT telah menjadi pemberat utama harga minyak.
    Pemilu AS dan pertemuan The Fed ditunggu
    Pasar juga menantikan isyarat lebih lanjut dari AS saat negara ini akan mengadakan pemilihan presiden yang berlangsung ketat pada Selasa. Jajak pendapat terbaru menunjukkan Donald Trump dan Kamala Harris sebagian besar bersaing ketat, dengan hasil yang jelas tampak tidak pasti.
     
    Setelah pemilu, fokus minggu ini juga tertuju pada pertemuan Federal Reserve, dan bank sentral secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
     
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Donald Trump Menang Pilpres, Dolar AS Perkasa

    Donald Trump Menang Pilpres, Dolar AS Perkasa

    Jakarta

    Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Fox News mengumumkan Donald Trump menang Pilpres Amerika Serikat (AS) tahun ini. Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres.

    Kemenangan Trump membawa sentimen positif terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.

    Dikutip dari RTI, Rabu (6/11/2024), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sore ini berada pada posisi Rp 15.828. Dolar AS menguat 98 poin atau 0,62%. Dolar AS juga menguat terhadap dolar Australia. Terpantau dolar AS berada pada level 0,6583, menguat 0,77% atau naik 0,005 poin.

    Kemudian, Dolar AS menguat terhadap mata uang Euro, yakni sebesar 1,66% atau naik 0,018 poin ke level 1,07. Dolar AS turut menguat terhadap pound sterling ke level 1,28, naik 1,15% atau 0,01%.

    Untuk mata uang Asia, mata uang Paman Sam menguat 1,08% atau 0,076 poin ke level 7,18, lalu menguat 1,60% atau 2,41 poin terhadap Yen Jepang ke level 154, serta naik 1,27% atau 0,01 poin ke level 1,33 terhadap dolar Singapura.

    Disebutkan oleh Fox News dalam laporannya, Trump akan menjadi presiden pertama yang menjabat dua periode secara tidak berturut-turut sejak Grover Cleveland tahun 1982 silam, dan merupakan presiden kedua dalam sejarah.

    Hasil proyeksi Fox News menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, sedangkan Kamala Harris hanya meraup 226 suara elektoral. Diperlukan sedikitnya 270 suara elektoral, dari total 538 suara elektoral, agar seorang capres bisa memenangkan pilpres AS.

    Saksikan Video: Donald Trump Menangi Pilpres AS 2024!

    (ily/fdl)

  • Netanyahu Ucapkan Selamat pada Trump: Ini Kemenangan Besar!

    Netanyahu Ucapkan Selamat pada Trump: Ini Kemenangan Besar!

    Tel Aviv

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan selamat kepada mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengklaim kemenangan dalam pilpres AS. Netanyahu memuji kemenangan Trump sebagai kemenangan besar dan comeback terhebat dalam sejarah.

    “Selamat atas comeback terhebat dalam sejarah!” ucap Netanyahu dalam pernyataan yang dirilis kantornya, seperti dilansir AFP, Rabu (6/11/2024).

    “Kembalinya Anda yang bersejarah ke Gedung Putih memberikan awal baru bagi Amerika dan komitmen ulang yang kuat untuk aliansi besar antara Israel dan Amerika. Ini adalah kemenangan besar!” sebut Netanyahu merujuk pada Trump.

    AS merupakan sekutu dan pendukung militer utama Israel. Pilpres AS pada 5 November kemarin digelar pada momen kritis bagi Timur Tengah, dengan perang terus berkecamuk di Jalur Gaza dan pertempuran berlanjut di Lebanon.

    Tidak hanya Netanyahu, ucapan selamat untuk Trump juga disampaikan oleh sejumlah pejabat tinggi Israel lainnya, termasuk Presiden Isaac Herzog yang mengharapkan hubungan Israel-AS diperkuat di bawah Trump.

    “Selamat kepada Presiden @realDonaldTrump atas kembalinya Anda yang bersejarah ke Gedung Putih… Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk memperkuat ikatan kuat antara rakyat kita, untuk membangun masa depan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah, dan untuk menjunjung tinggi kepentingan kita,” kata Herzog dalam pernyataannya via media sosial.

    Menteri Pertahanan (Menhan) Israel yang baru, Israel Katz, yang baru saja ditunjuk oleh Netanyahu pada Selasa (5/11) waktu setempat, juga turut mengucapkan selamat kepada Trump.

  • Hasil Pilpres AS Buat IHSG Rabu 6 November 2024 Merosot

    Hasil Pilpres AS Buat IHSG Rabu 6 November 2024 Merosot

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (6/11/2024) merosot imbas pasar berbalik arah setelah hasil sementara Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat atau Pilpres AS yang dimenangkan oleh Donald Trump.

    IHSG ditutup melemah 108,6 poin atau 1,44% menjadi 7.383. Sebanyak 197 saham naik, 398 saham turun, dan 195 saham stagnan.

    Volume perdagangan hari ini mencapai 26,25 miliar dengan transaksi mencapai Rp 11,99 triliun dengan frekuensi mencapai 1.345.174 kali.

    Mayoritas saham sektoral menurun. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor teknologi sebesar 2,9%, diikuti sektor properti turun 2%, sektor keuangan melemah 1,7% sektor energi anjlok 1,2%, dan sektor infrastruktur turun 1,1%.

    Sedangkan saham sektoral yang menguat, yakni sektor perindustrian naik 0,3% dan sektor barang baku bertambah 0,1%.

    Sementara, saham Asia bervariasi. Shanghai Composite (China) turun 0,09% dan Hang Seng Index (Hong Kong) melemah 2,2%. Sedangkan Straits Times (Singapura) bertambah 0,6% dan Nikkei (Jepang) naik 2,6%.

  • Trump Menang Pemilu AS, IHSG Ditutup Anjlok 1,44%

    Trump Menang Pemilu AS, IHSG Ditutup Anjlok 1,44%

    Jakarta

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup di zona merah. Pergerakan IHSG sempat merangsek ke zona hijau saat pembukaan namun tak berselang lama terjun ke zona merah.

    Anjloknya IHSG terjadi usai Donald Trump disebut memenangkan Pilpres Amerika Serikat tahun ini. Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Fox News mengumumkan Trump menang Pilpres dan menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres.

    Dikutip dari RTI, Rabu (6/11/2024), IHSG pada penutupan tercatat turun 108,06 poin ke level 7.383,86 atau melemah 1,44%. IHSG dibuka di level 7.491,86 dengan level tertinggi 7.506,60 dan terendah 7.363,03.

    Volume transaksi tercatat 26,42 miliar, turnover Rp 11,99 triliun dengan frekuensi transaksi 1.353.749 kali. Sebanyak 197 saham tercatat menguat, 398 saham melemah, dan 195 saham stagnan atau tidak mengalami pergerakan.

    Pada Bursa Asia lainnya, Nikkei terpantau menguat 2,61%, Hang Seng Index ditutup melemah 2,23%, Shanghai Composite Index melemah 0,09%, Straits Times menguat 0,60%, sementara LQ45 turun 2,03%.

    Adapun dalam pidato kemenangannya, Trump menyebut dirinya “terpilih” sebagai Presiden ke-47 AS kemudian mengucapkan terima kasih kepada rakyat Amerika.

    “Saya ingin berterima kasih kepada rakyat Amerika atas kehormatan luar biasa dengan terpilih sebagai Presiden ke-47, dan Presiden ke-45 untuk Anda,” kata Trump dalam pidatonya.

    “Tugas yang ada di hadapan kita tidak akan mudah, namun saya akan mengerahkan segenap tenaga, semangat dan perjuangan yang ada dalam jiwa saya untuk pekerjaan yang telah Anda percayakan kepada saya,” tegas Trump.

    Saksikan juga video: Pengaruh Pemilihan Umum Amerika Serikat Terhadap Pasar

    (kil/kil)

  • Ketua MPR harap Trump mampu redam konflik usai menangi Pilpres AS

    Ketua MPR harap Trump mampu redam konflik usai menangi Pilpres AS

    Jakarta (ANTARA) –

    Ketua MPR RI Ahmad Muzani berharap Donald Trump mampu meredam konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia setelah menang dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) dan diproyeksikan menjadi Presiden Ke-47 AS.

     

    “Mudah-mudahan semua, berbagai macam gejolak dan konflik yang terjadi bisa diredam dengan baik,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

    Dia mengatakan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memiliki hubungan yang sudah terbangun sejak Indonesia berdiri. Untuk itu, dia berharap hubungan Indonesia dan Amerika akan lebih baik lagi pada masa-masa yang akan datang.

    “Kami berharap tata kelola dunia akan lebih baik lagi di bawah kepemimpinan Presiden Trump,” kata dia.

    Adapun Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump diproyeksikan memenangi Pemilihan Presiden AS 2024 melawan pesaingnya dari Partai Demokrat yang juga petahana wakil presiden, Kamala Harris.

    Berdasarkan pantauan data hitung cepat dari Fox News hingga 6 November sore waktu Jakarta, Trump diprediksi memenangi Pilpres AS dan menjadi Presiden ke-47 AS usai mendapat 277 suara elektoral, melewati ambang batas 270 suara elektoral yang diperlukan untuk menang Pilpres AS.

    Negara bagian yang menentukan kemenangan Trump tersebut adalah Wisconsin, yang memiliki 10 suara elektoral dan menjadi negara ketiga yang berbalik mendukung Trump dalam pilpres kali ini. Negara bagian tersebut memberikan suara mereka ke Joe Biden pada Pilpres 2020.
    Baca juga: Pemimpin Barat mulai ucap selamat atas kemenangan Trump di Pilpres AS
    Baca juga: Trump apresiasi rakyat usai diproyeksikan “terpilih” Presiden Ke-47
    Baca juga: Ketua MPR: Era Prabowo-Gibran jadi lembaran baru bagi bangsa Indonesia
     

    Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
    Editor: Guido Merung
    Copyright © ANTARA 2024

  • Trump Klaim Menangi Pilpres AS, Hamas Bilang Gini

    Trump Klaim Menangi Pilpres AS, Hamas Bilang Gini

    Gaza City

    Kelompok Hamas, yang sedang berperang melawan Israel di Jalur Gaza, turut mengomentari pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS), setelah mantan Presiden Donald Trump mengklaim kemenangannya.

    Hamas mengatakan bahwa AS di bawah Trump, harus mengakhiri “dukungan buta” mereka terhadap Israel dalam perang yang berkecamuk di Jalur Gaza selama setahun terakhir.

    Komentar itu, seperti dilansir AFP, Rabu (6/11/2024), disampaikan oleh seorang pejabat senior Hamas, Bassem Naim, yang merupakan anggota biro politik Hamas.

    “Dukungan buta terhadap entitas Zionis ini harus diakhiri karena ini mengorbankan masa depan rakyat kita dan keamanan, serta stabilitas kawasan,” ucap Naim saat berbicara kepada AFP usai Trump mengklaim kemenangannya dalam pilpres AS pada Rabu (6/11) dini hari waktu setempat.

    Perang antara Hamas dan militer Israel telah berkecamuk di Jalur Gaza selama lebih dari setahun terakhir. Perang diawali oleh serangan mengejutkan Hamas terhadap wilayah Israel bagian selatan pada 7 Oktober tahun lalu, yang dilaporkan menewaskan 1.200 orang dan membuat lebih dari 250 orang lainnya disandera.

    Rentetan serangan Israel terhadap Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan setempat, telah menewaskan sedikitnya 43.391 orang, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan data otoritas kesehatan Gaza itu kredibel.

    Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya telah mengucapkan selamat kepada Trump atas apa yang disebutnya sebagai “comeback terhebat dalam sejarah”. Dia juga menyebut kemenangan Trump akan menjadi awal baru dalam aliansi AS-Israel.

    (nvc/ita)

  • Donald Trump klaim menang pilpres AS 2024

    Donald Trump klaim menang pilpres AS 2024

    ANTARA – Calon Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden 2024,  Rabu pagi (6/11) waktu setempat usai media Fox News memproyeksikan dia telah mengalahkan Kamala Harris dari Partai Demokrat. Di hadapan ribuan pendukungnya, Trump menyatakan kemenangannya adalah kemenangan politik yang belum pernah terjadi di Amerika sebelumnya. 
    (Rijalul Vikry/Soni Namura/I Gusti Agung Ayu N)

  • Trump Unggul Pilpres AS, Perusahaannya Malah Rugi Segini

    Trump Unggul Pilpres AS, Perusahaannya Malah Rugi Segini

    Jakarta

    Donald Trump hampir dipastikan menang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Namun, keberhasilan itu tak sejalan dengan kinerja perusahaan medianya.

    Dikutip dari Reuters, Rabu (6/11/2024) Trump Media & Technology Group melaporkan rugi bersih sebesar US$ 19,2 juta atau setara Rp 303,3 miliar (kurs Rp 15.800) pada kuartal III 2024. Hal itu disebabkan legal fee dan biaya terkait kesepakatan streaming TV perusahaan.

    Perusahaan menyatakan, angka tersebut termasuk biaya hukum sebesar US$ 12,1 juta yang berasal dari akuisisi teknologi streaming TV pada Agustus dan biaya sisa terkait dengan kesepakatan dengan SPAC pada Maret.

    Perusahaan juga melaporkan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sebesar US$ 3,9 juta.

    Laporan itu muncul saat pemilihan presiden AS memasuki babak akhir, di tengah persaingan ketat antara Donald Trump dan Kamala Harris.

    Proses pemilihan presiden AS sudah mencapai tahap perhitungan suara. Untuk saat ini capres Partai Republik Donald Trump masih lebih unggul daripada capres Partai Demokrat Kamala Harris.

    Bahkan, media terkemuka AS Fox News, mengumumkan Donald Trump sebagai pemenang pilpres tahun 2024 ini. Fox News dalam proyeksinya menyebut Trump telah meraup 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang dibutuhkan untuk memenangi pilpres.

    Saksikan juga video: Reaksi Selebriti Hollywood atas Kemenangan Trump di Pilpres AS

    (acd/acd)

  • Trump Menang, Apa Untungnya buat Ekonomi RI?

    Trump Menang, Apa Untungnya buat Ekonomi RI?

    Jakarta

    Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, diperkirakan kuat akan memenangkan kontestasi pilpres 2024. Sebab hingga saat ini jumlah suara yang didapat Trump jauh lebih unggul dari saingannya, capres Partai Demokrat Kamala Harris.

    Melansir dari update laporan CNBC, Rabu (6/11/2024) per pukul 04:00 waktu AS atau 16.00 WIB, Donald Trump unggul dengan 266 suara elektoral dibandingkan Kamala Harris yang mendapat 219 suara elektoral. Namun hasil akhir masih belum diumumkan mengingat proses perhitungan suara masih berlangsung.

    Lalu apakah Indonesia bisa mendapatkan keuntungan lebih jika Donald Trump benar terpilih sebagai presiden AS?

    Kepala Ekonom Permata Institute for Economic Research (PIER) Josua Pardede menjelaskan sejumlah rencana kebijakan Donald Trump jika terpilih sebagai presiden nanti dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

    Salah satunya ada rencana Donald Trump yang ingin memangkas pajak perusahaan dari 21% menjadi 15% untuk perusahaan yang memproduksi di dalam negeri (AS) dan tidak ada perubahan pada pajak capital gain.

    “Kebijakan ini akan membuat investasi di dalam negeri AS lebih menarik, sehingga ada risiko capital outflow dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju AS. Ini bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah karena potensi arus modal keluar,” terang Josua saat dihubungi detikcom.

    Kemudian jika Trump diasumsikan kembali menjadi presiden AS, maka terdapat potensi penguatan nilai dolar terhadap mata uang lain sebagai hasil dari pendapatan tarif yang mungkin dialokasikan untuk stimulus fiskal.

    “Penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Hal ini bisa meningkatkan biaya impor bagi Indonesia dan menambah tekanan inflasi domestik,” jelasnya.

    Kemudian menurut Josua berbagai kebijakan ekonomi Trump yang cenderung meningkatkan defisit fiskal lebih besar dapat mendorong inflasi di AS. Sehingga rencana penurunan suku bunga The Fed (bank sentral AS) ke depannya pun juga akan sangat terpengaruh.

    Kembali lagi, kondisi ini diperkirakan akan kembali menekan nilai mata uang rupiah terhadap AS. Pada akhirnya penguatan dolar ini akan mempersempit peluang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan.

    “Defisit fiskal AS yang lebih besar dapat mendorong inflasi di AS, yang berpotensi membatasi ruang penurunan suku bunga Fed ke depannya diperkirakan berpotensi mendorong penguatan dollar AS terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah,” papar Josua.

    “Potensi penguatan dolar AS tersebut berimplikasi pada berkurangnya ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia,” tambahnya.

    Kemudian ada juga sejumlah rencananya terkait China yang secara tak langsung akan berdampak terhadap RI. Di mana Trump berpotensi menaikkan tarif impor terhadap produk-produk asal China yang diperkirakan dapat membatasi kinerja ekspor hingga pertumbuhan ekonomi negara itu.

    Disebut-sebut ia ingin memberi bea tambahan 60%-100% untuk impor dari China. Padahal pelemahan ekonomi China diperkirakan akan berdampak negatif pada permintaan komoditas dari Indonesia.

    “Indonesia yang sangat bergantung pada China sebagai mitra dagang utama bisa mendorong penurunan kinerja ekspor Indonesia sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja nilai tukar rupiah,” ungkap Josua.

    Belum lagi rencana penambahan bea impor ini turut berpotensi dihadapi RI mengingat Trump juga ingin menambahkan bea impor 10%-20% secara menyeluruh. Kenaikan harga komoditas tertentu yang dipicu tarif juga dapat meningkatkan biaya impor bagi Indonesia

    Pada akhirnya Josua berpendapat berbagai rencana kebijakan Donald Trump ke depan dapat memberikan dampak yang cukup buruk terhadap perekonomian RI. Baik secara langsung maupun tidak langsung.

    “Kebijakan Donald Trump yang lebih proteksionis dan pro-Amerika bisa menciptakan lingkungan ekonomi global yang lebih menantang bagi Indonesia dengan potensi penguatan dollar AS ke depannya, tekanan inflasi, dan ketegangan tensi dagang antara China dan AS,” pungkasnya.

    Sementara itu Ekonom sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, berpendapat terpilihnya Trump sebagai presiden kemungkinan besar tidak akan memberi dampak langsung terhadap RI.

    Namun ia mengkhawatirkan salah satu isi kampanye Trump yang mengatakan ia akan mengenakan sanksi kepada negara yang enggan menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional. Hal inilah yang ditakutkan akan menyasar Indonesia juga.

    “Donald Trump sudah dalam kampanyenya mengatakan bahwa siapa saja negara yang dalam perdagangan internasional tidak menggunakan dolar ini akan mendapatkan saksi 100%. Nah, ini apakah nanti akan diterapkan atau tidak, kita tinggal lihat saja nanti,” kata Ibrahim.

    Kemudian ia juga menggarisbawahi peluang perang dagang AS lawan China jilid dua yang sedikit banyak juga akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu. Padahal China hingga saat ini merupakan mitra dagang utama atau terbesar Indonesia.

    “Ada ketakutan peran dagang, karena ya Donald Trump sendiri sudah mengatakan akan melakukan peran dagang dengan Tiongkok,” ucapnya.

    “Indonesia saat ini kan fokus kebanyakan ekspor-impornya, perdagangannya kan kebanyakan adalah dengan Tiongkok. Ya, dengan Tiongkok, dengan Jepang, dengan Korea Selatan. Sehingga yang sekarang sedang difokuskan oleh Indonesia itu adalah bagaimana Tiongkok ini agar kembali pulih dari perlambatan ekonomi,” terang Ibrahim lagi.

    Saksikan juga video: Reaksi Selebriti Hollywood atas Kemenangan Trump di Pilpres AS

    (fdl/fdl)