Tag: Donald Trump

  • Potensi kemenangan Trump di Pilpres AS sebabkan rupiah melemah

    Potensi kemenangan Trump di Pilpres AS sebabkan rupiah melemah

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Analis: Potensi kemenangan Trump di Pilpres AS sebabkan rupiah melemah
    Dalam Negeri   
    Sigit Kurniawan   
    Rabu, 06 November 2024 – 18:34 WIB

    Elshinta.com – Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan, perkiraan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) akan dimenangkan oleh Donald Trump, menyebabkan pelemahan rupiah.

    “Perkiraan hasil Pilpres AS akan dimenangkan oleh Donald trump, kemungkinan akan berdampak negatif bagi emerging market termasuk Indonesia karena dolar AS akan semakin kuat dengan kebijakan Trump yang proteksionis,” kata Rully saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

    Rully menuturkan, jika Kamala Harris menang dalam Pilpres AS, terdapat risiko di antaranya pemerintah AS akan terus menyerap dolar AS melalui penerbitan obligasi negara karena belanja sosial yang akan semakin tinggi.

    Sementara ekonom senior Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, dolar AS saat ini menguat karena pasar merespons hasil awal pemilu AS, dan selera risiko tetap rendah yang dipengaruhi oleh prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve yang tidak terlalu agresif.

    Indeks dolar AS menguat karena Donald Trump unggul atas Kamala Harris dalam perhitungan sementara. Indeks dolar AS naik ke level 104,7 pada perdagangan hari ini, naik ke level tertinggi sejak 24 Juli 2024. Hal ini menunjukkan penguatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.

    “Investor global bereaksi terhadap hasil awal pemilihan presiden AS, di mana Trump menang atas Harris. Perlombaan sebagian besar berlangsung sesuai perkiraan, dengan hasil sekarang bergantung pada tujuh negara bagian utama,” ujarnya.

    Reny menuturkan, investor juga fokus pada kendali Kongres, karena hasilnya dapat memiliki implikasi signifikan terhadap pengeluaran dan kebijakan pajak di masa mendatang. Kebijakan Trump akan mengontrol ketat terkait masalah tarif, perdagangan, dan imigrasi.

    Dalam beberapa pekan terakhir, dolar AS telah didukung oleh hal yang disebut sebagai “perdagangan Trump,” karena kebijakan ekonominya sering dianggap inflasioner.

    Sumber : Antara

  • Apa Dampak Pemilu AS ke Pasar Keuangan?

    Apa Dampak Pemilu AS ke Pasar Keuangan?

    Jakarta: Pemilihan presiden (pilpres) AS yang digelar pada Selasa, 5 November 2024 waktu setempat akan membuat investor lega. Lho kenapa?
     
    Melansir Financial Post, Rabu, 6 November 2024, investor bisa bersikap lega karena pemilu telah menghilangkan menghilangkan ketidakpastian mengenai kebijakan apa yang diharapkan.
     
    Namun, faktor ekonomi makro seperti pemotongan suku bunga dan ketegangan geopolitik akan memberikan pengaruh yang lebih besar pada tahun berikutnya dibandingkan pada masa pemilu.
    “Yang benar-benar kami perhatikan adalah kandidat mana yang dapat memainkan peran penting dalam membentuk pertumbuhan ekonomi,” ujar Manajer Kekayaan Senior Velocity Investment Partners di Raymond James Ltd, Brianne Gradner.
     
     

     

    Janji Kamala Harris dan Donald Trump

    Kandidat asal Demokrat Kamala Harris memiliki janji yang berfokus pada daya saing domestik khususnya energi terbarukan, semikonduktor, dan infrastruktur.
     
    “Ia kemungkinan akan mempertahankan kebijakan dan stabilitas perdagangan saat ini. Itu dapat menghasilkan laba perusahaan yang stabil. Namun, ada beberapa potensi pelemahan dolar AS di bawah Harris, yang dapat memicu inflasi jangka pendek,” kata Gradner.
     
    Di sisi lain, kandidat partai Republik Donald Trump kemungkinan akan memangkas pajak, khususnya tarif pajak perusahaan, yang akan mendogkrak laba. Menurut Gradner, sektor- sektor seperti minyak dan gas atau bank kemungkinan akan berjalan baik di bawah Trump berkat pemangkasan pajak dan deregulasi.
     

    Kamala Harris dan Donald Trump akan berhadapan di Pemilu Presiden AS pada 5 November 2024. Foto: EPA
     

    Namun, Trump juga mengatakan ia akan menaikkan tarif secara luas, termasuk usulan tarif sebesar 60 persen pada barang-barang dari Tiongkok dan tarif hingga 20 persen pada barang impor lainnya.
     
    “Tarif adalah hal hebat yang pernah diciptakan” kata Trump pada September 2024.
     
    Penasihat investasi senior di TD Wealth, Michael Currie, menambahkan, meskipun biasanya ada volatilitas pasar menjelang pemilu, tampaknya tidak akan membawa kerugian bagi investor.
     
    “Tergantung sektor apa, tempat apa kamu berada, dan akan punya dukungan”.
     
     

     

    Trump ahli bisnis dan Harris tak mengkhawatirkan geopolitik

    Penasihat keuangan senior di BlueShore Financial, Mona Heidari, menuturkan, meskipun Trump ahli dalam bisnis dan fokus pada pemotongam birokrasi dan pajak pasar berjalan baik pada masa jabatan terakhirnya, Harris tidak terlalu mengkhawatirkan geopolitik.
     
    Hal ini memberikan kontribusi yang lebih kuat pada investor, serta keyakinan pada investor untuk berinvestasi di pasar saham.
     
    Kepala Eksekutif Gildan Activewear Inc, Glenn Chamandy mengatakan tarif memengaruhi biaya dan dapat menciptakan inflasi, tetapi masih belum jelas apa dampak keseluruhannya. Ia menyatakan optimisme ia tidak akan dirugikan.
     
    “Jika tarif diberlakukan, maka tarif tersebut akan berlaku untuk semua orang, jadi kita akan berada pada posisi yang sama seperti saat ini,” ujar dia pada para investor pada panggilan konverensi.
     
    Kepala Strategi investasi di Manulife Investment Management, Headland, mengatakan pengeluaran yang lebih besar dari pemerintah, yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh kedua kandidat yang dapat bersifat inflasioner, sehingga membuat kenaikan harga menjadi lebih sulit. Begitu pula tarif dan pemotongan pajak.
     
    Laporan TD economics dari pertengahan Oktober menyatakan Demokrat memiliki keunggulan historis dalam hal kinerja pasar saham. Tetapi hal ini kemungkinan merupakan cerminan keadaan ekonomi saat mereka menjabat.
     
    Currie mencatat sektor perawatan kesehatan biasanya mengalami kemunduran di tahun-tahun pemilihan AS, dan kali ini tidak terkecuali. Kedua partai mengatakan menjelang pemilihan mereka akan melawan perusahaan obat dan perusahaan asuransi besar, tetapi janji-janji mereka biasanya terlalu dibesar-besarkan.
     
    “Pasar cenderung sedikit lebih tenang tetapi masih positif di tahun pemilu, sementara pasar sering naik lebih dari rata-rata di tahun setelah pemilu,” ujar Gardner. (Ridini Batmaro)
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (AHL)

  • Berkah Kemenangan Trump di Pilpres AS, Saham Tesla Melesat

    Berkah Kemenangan Trump di Pilpres AS, Saham Tesla Melesat

    Bisnis.com, JAKARTA – Saham perusahaan produsen kendaraan listrik milik Elon Musk, Tesla Inc. melonjak pada awal perdagangan Rabu (6/11/2024) di bursa AS karena investor bertaruh perusahaan ini akan menjadi penerima manfaat besar dari kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.

    Berdasarkan data Bloomberg, saham Tesla yang tercatat di indeks Nasdaq terpantau melonjak 12% pada sesi pre-market hingga pukul 19.00 WIB.

    CEO Tesla ini bisa dibilang merupakan pendukung paling menonjol dari Partai Republik pada siklus pemilu ini, mendukung mereka dengan belanja lebih dari US$130 juta dan pengiriman pesan tanpa henti di X, jaringan media sosial milik Musk. 

    Meski Trump mengkritik kendaraan listrik selama kampanyenya, dia sedikit melunakkan nadanya setelah dukungan Musk.

    “Izinkan saya memberi tahu Anda, kita punya bintang baru, bintang telah lahir: Elon,” kata Trump saat berpidato di hadapan para pendukungnya di pesta pengawasan pemilu di West Palm Beach, Florida dikutip dari Bloomberg pada Rabu (6/11/2024).

    Trump  berbicara tentang Musk selama hampir empat menit, memuji perusahaannya SpaceX dan menyebutnya sebagai “pria spesial” dan “super jenius”.

    Saham Tesla siap diperdagangkan pada level tertinggi tahun ini, menyentuh US$289,99 selama sesi pra-pasar. BMW AG memimpin penurunan saham produsen mobil Jerman pada hari Rabu, turun sebanyak 6,7% karena pendapatan kuartalan yang mengecewakan dan kekhawatiran mengenai ancaman Trump untuk menaikkan tarif mobil impor.

    Saham Volkswagen AG, Mercedes-Benz Group AG dan Porsche AG juga merosot.

    “Hal positif terbesar dari kemenangan Trump adalah bagi Tesla dan Musk,” tulis Daniel Ives, analis Wedbush Securities, dalam sebuah laporan kepada kliennya. Tesla akan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pabrikan lain jika AS mengurangi insentif pajak untuk kendaraan listrik, katanya.

    Berbagai ketentuan terkait kendaraan listrik sekarang dapat menjadi target pencabutan, terutama jika Partai Republik mengambil alih kedua majelis Kongres, analis BloombergNEF memperingatkan pekan lalu.

    Persyaratan penghematan bahan bakar dan emisi juga kemungkinan akan mengalami perubahan, seperti yang terjadi pada masa jabatan pertama Trump, yang dapat membatasi pendapatan Tesla yang dihasilkan dari penjualan kredit peraturan kepada produsen yang berjuang untuk mematuhi peraturan Biden yang lebih ketat.

    Bantuan Regulasi

    Musk meremehkan ancaman penarikan kembali insentif pemerintah untuk kendaraan listrik dan menekankan potensi bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari deregulasi.

    Dalam laporan kinerja kuartalan Tesla bulan lalu, dia menyerukan proses persetujuan federal untuk kendaraan otonom dan mengatakan dia akan mencoba mewujudkannya jika ditunjuk untuk berperan dalam pemerintahan Trump.

    Berdasarkan peraturan saat ini, produsen mobil harus mendapatkan izin dari Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (National Highway Traffic Safety Administration) sebelum diizinkan memproduksi mobil yang tidak memiliki roda kemudi atau kontrol lain yang disyaratkan oleh standar keselamatan mobil AS. 

    Jika Tesla ingin mendapatkan pengecualian seperti itu, Tesla hanya bisa menjual beberapa ribu mobil otonom itu ke jalan setiap tahunnya.

    “Pelacakan cepat otonom akan menjadi yang terdepan dan utama bagi investor,” tulis Ives dari Wedbush, berspekulasi bahwa Tesla mungkin dapat mempercepat rencana untuk meluncurkan kendaraan self-driving.

  • Pidato Kemenangan, Donald Trump Puji Elon Musk Genius

    Pidato Kemenangan, Donald Trump Puji Elon Musk Genius

    Jakarta

    Elon Musk, orang terkaya di dunia dan salah satu pendukung Donald Trump yang paling gigih, mendapat perhatian khusus saat mantan Presiden itu mengklaim kemenangan Pemilihan Presiden Amerika Serikat di Florida. Ia berbicara banyak mengenai sosok Musk.

    “Seorang bintang telah lahir,” kata Trump tentang Musk, yang memicu sorak sorai dari kerumunan, seperti dikutip detikINET dari India Today.

    Keterlibatan Musk mengkampanyekan Trump memang sangat besar. Orang terkaya dunia berusia 53 tahun itu mengubah media sosial X menjadi platform kampanye dan telah menggelontorkan sekitar USD 120 juta untuk mendukung kampanye Trump.

    “Dia orang yang luar biasa. Kami menghabiskan dua minggu di Philadelphia dan berbagai wilayah Pennsylvania untuk berkampanye,” kata Trump.

    Trump juga berbicara tentang kehebatan SpaceX dalam menangkap roket pendorong Super Heavy di udara setelah uji terbang kelima pesawat antariksa Starship beberapa waktu lalu. “Roket itu jatuh dan jatuh, dan Anda melihat api menyala dan saya pikir hanya Elon yang bisa melakukannya,” ujarnya.

    “Saya pikir itu adalah film era antariksa atau semacamnya,” kata Trump.

    Ia mengatakan roket itu tampak seperti akan menghantam tanah, tetapi roket itu turun dengan sangat ‘lembut’ sebelum ditangkap. Trump bercerita dia kemudian menelepon Musk sesudah peluncuran itu. “Ia memberi tahu saya siapa lagi yang bisa melakukan itu,” tambahnya.

    Trump bertanya kepada Musk apakah China, Rusia, atau bahkan AS dapat melakukan sesuatu seperti itu, yang dijawab Musk bahwa mereka tidak bisa.

    “Itulah mengapa aku mencintai kamu Elon,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa AS perlu melindungi para genius karena mereka tidak banyak jumlahnya. Trump juga berkisah ia meminta Elon Musk untuk menyediakan koneksi Starlink ke daerah-daerah yang terkena dampak Badai Helene di Carolina Utara.

    “Ia tiba di sana dengan sangat cepat, itu luar biasa. Ia menyelamatkan banyak nyawa,” kata Musk.

    Trump telah mengutarakan keinginannya agar Musk dapat masuk ke dalam pemerintahannya, di mana dia ingin Musk terlibat dalam efisiensi biaya di pemerintahannya mendatang.

    (fyk/fyk)

  • Istana Bicara Peluang Prabowo Bertemu Donald Trump Saat Kunker ke AS

    Istana Bicara Peluang Prabowo Bertemu Donald Trump Saat Kunker ke AS

    Jakarta

    Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat kunjungan kerja. Namun, Prabowo bisa saja bertemu dengan Donald Trump yang baru saja terpilih kembali sebagai Presiden AS.

    Hal tersebut disampaikan Hasan Nasbi usai sidang kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/11/2024). Hasan awalnya menjawab pertanyaan apakah hasil pemilu Amerika Serikat turut dibahas dalam sidang kabinet serta peluang Prabowo bertemu Donald Trump saat lawatan ke Amerika Serikat. Hasan menjelaskan sikap Prabowo masih menunggu hasil resmi.

    “Pak Presiden tentu masih menunggu hasil Pilpres Amerika,” kata Hasan.

    Hasan menjelaskan Prabowo sudah dijadwalkan bertemu dengan Joe Biden. Dia mengatakan kunker Prabowo tak ada kaitannya dengan pemilu AS.

    “Tapi memang kunjungan ke Amerika memang dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden yang sekarang dulu, tapi tentu nanti kita lihat perkembangan di sana,” ujarnya.

    Dia mengatakan bisa saja Prabowo juga bertemu Trump selaku pemenang Pilpres. Dia menyebut kemungkinan pertemuan Prabowo-Trump tergantung perkembangan situasi.

    (eva/haf)

  • Istana: Presiden Prabowo masih tunggu hasil Pilpres AS

    Istana: Presiden Prabowo masih tunggu hasil Pilpres AS

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini masih menunggu hasil dari Pemilihan Presiden 2024 di Amerika Serikat.

    Hal itu disampaikan Hasan menjawab pertanyaan tentang kemungkinan Prabowo menemui pemenang Pilpres AS dalam lawatan ke negara tersebut dalam waktu dekat ini.

    “Pak Presiden tentu masih menunggu hasil Pilpres Amerika Serikat, tetapi memang kunjungan ke Amerika Serikat memang dijadwalkan untuk bertemu dengan presiden yang sekarang dulu,” kata Hasan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

    Ia menjelaskan kunjungan Presiden Prabowo ke AS dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Joe Biden yang saat ini masih menjabat.

    Baca juga: Presiden Prabowo bawa kepentingan bangsa dalam lawatan ke luar negeri
    Baca juga: Donald Trump diproyeksikan menang Pilpres AS 2024

    Meskipun begitu, Hasan Nasbi menyampaikan Presiden Prabowo bisa saja bertemu dengan pemenang Pilpres AS.

    “Tentu melihat perkembangan di sana. Bisa saja kemudian berkembang untuk, ya kan nanti setelah Bapak Presiden di sana kan mungkin sudah ada hasil sementara. Walaupun belum inagurasi, tetapi juga mungkin bisa bertemu dengan pemenang pilpres di sana. Siapa pun yang menang itu,” kata Hasan.

    Pilpres AS diselenggarakan Selasa, 5 November waktu AS, dan diikuti dua kandidat, yakni Donald Trump dan Kamala Harris.

    Hingga Rabu pukul 11.47 WIB, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump unggul sementara versi hitung cepat atas pesaingnya Kamala Harris dari Partai Demokrat.

    Berdasarkan data terkini Associated Press (AP), hingga 6 November 2024 waktu Indonesia, secara nasional Trump unggul 52,4 persen suara atas Harris yang meraih 46,3 persen suara.

    Baca juga: Presiden ajak menterinya sidang paripurna bahas lawatan ke luar negeri
    Baca juga: Pemimpin Barat mulai ucap selamat atas kemenangan Trump di Pilpres AS
     

    Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2024

  • Trump Menang Pilpres AS, Putin Tak Berencana Ucapkan Selamat

    Trump Menang Pilpres AS, Putin Tak Berencana Ucapkan Selamat

    Moskow

    Kremlin menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berencana untuk memberikan ucapan selamat kepada mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang akan kembali ke Gedung Putih. Moskow menyatakan akan menilai Trump berdasarkan tindakan konkretnya saat kembali menjabat Presiden AS.

    Hubungan antara Rusia dan AS berada pada titik paling rendah sejak berakhirnya Perang Dingin, dengan Moskow marah atas dukungan Barat terhadap Ukraina.

    “Kami akan menarik kesimpulan berdasarkan langkah konkret dan kata-kata yang konkret,” ucap juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dilansir AFP, Rabu (6/11/2024),

    Peskov juga mengatakan bahwa Putin tidak ada rencana untuk memberikan ucapan selamat secara resmi kepada Trump.

    “Jangan lupa bahwa kita berbicara tentang negara yang tidak bersahabat yang secara langsung, dan secara tidak langsung, terlibat dalam perang melawan negara kita,” sebut Peskov dalam pernyataannya seperti dikutip CNN, merujuk pada perang di Ukraina.

    Ketika Presiden Joe Biden memenangkan pilpres tahun 2020 lalu, Putin menjadi salah satu pemimpin terakhir yang mengucapkan selamat. Pada saat itu, Putin baru mengirimkan pesan berisi ucapan selamat sekitar enam pekan setelah pemungutan suara digelar di AS.

    Trump sebelumnya mengklaim akan mengakhiri pertempuran di Ukraina dalam waktu 24 jam jika dirinya terpilih menjadi Presiden AS. Peskov menilai AS memang “mampu membantu mengakhiri konflik ini” di Ukraina, namun menurutnya, Washington juga “negara yang mengobarkan konflik”.

  • Di Usia 78 Tahun, Trump Kembali Rebut Gedung Putih

    Di Usia 78 Tahun, Trump Kembali Rebut Gedung Putih

    Jakarta

    Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengalahkan Wakil Presiden Kamala Harris dalam kebangkitan politik yang bersejarah. Di usia 78 tahun, Trump merebut kembali Gedung Putih setelah kekalahan dalam pemilihan umum tahun 2020.

    Kemenangan Trump ini diumumkan oleh beberapa jaringan televisi AS pada Rabu (6/11). Kemenangan ini mengembalikannya ke Gedung Putih setelah kampanye yang panjang dan melelahkan, yang membuat Trump berhasil melewati dua upaya pembunuhan dan satu hukuman pidana.

    Dilansir CNN, Rabu (6/11/2024), Trump sejauh ini telah meraih 276 suara elektoral, sedangkan saingannya, Kamala meraup 223 suara elektoral. Angka ajaib untuk memenangkan kursi kepresidenan adalah setidaknya 270 suara elektoral.

    Dengan angka tersebut, Trump akan kembali ke jabatan tertinggi negara itu, empat tahun setelah memicu penyerbuan massa ke gedung Capitol AS, sebagai bagian dari upaya untuk mempertahankan kekuasaan karena ia menolak menerima hasil pemilihan umum tahun 2020, yang membuatnya kalah dari Presiden Joe Biden.

    Trump, 78 tahun, akan menjadi mantan presiden kedua dalam sejarah AS, yang memenangkan kembali Gedung Putih setelah kalah dalam pemilihan ulang saat menjabat — Grover Cleveland adalah yang pertama. Trump sekarang seusia dengan Biden saat Biden menjadi presiden tertua dalam sejarah AS yang dilantik.

    Terpilihnya kembali Trump terjadi beberapa bulan setelah dia selamat dari dua upaya pembunuhan terhadapnya.

  • Trump Menangi Pilpres AS, Iran Siap Konfrontasi dengan Israel

    Trump Menangi Pilpres AS, Iran Siap Konfrontasi dengan Israel

    Teheran

    Otoritas Iran menyebut pilpres Amerika Serikat (AS) tidak menjadi urusan negaranya dan siapa pun pemenangnya tidak akan memicu perbedaan signifikan dalam kebijakan Teheran. Penegasan ini disampaikan setelah mantan Presiden Donald Trump memenangi pilpres AS.

    Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Ali Fadavi, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, justru menegaskan Teheran siap untuk melakukan konfrontasi dengan Israel, dan tidak mengesampingkan serangan pendahuluan oleh AS dan Israel.

    Trump mengklaim kemenangan atas rivalnya, Wakil Presiden Kamala Harris, dalam pilpres 5 November kemarin. Hal ini menandai comeback politik menakjubkan empat tahun setelah dia meninggalkan Gedung Putih.

    Sehubungan dengan Iran, juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menegaskan kehidupan rakyat Iran tidak akan terpengaruh oleh pilpres AS.

    “Pemilu AS sebenarnya bukan urusan kami. Kebijakan kami stabil dan tidak berubah berdasarkan individu. Kami telah membuat prediksi yang diperlukan sebelumnya dan tidak akan ada perubahan dalam kehidupan masyarakat,” ucap Mohajerani dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita Tasnim.

    Para pejabat Arab dan negara-negara Barat telah mengatakan kepada Reuters bahwa Trump mungkin akan menerapkan kembali “kebijakan tekanan maksimum” melalui peningkatan sanksi terhadap industri minyak Iran dan memberdayakan Israel untuk menyerang situs nuklir Teheran, bahkan melakukan “pembunuhan yang ditargetkan”.

  • Raih 276 Suara Elektoral, Trump Menangi Pilpres AS!

    Raih 276 Suara Elektoral, Trump Menangi Pilpres AS!

    Jakarta

    Calon presiden dari partai Republik, Donald Trump telah memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat, mengalahkan Kamala Harris, capres Partai Demokrat.

    Kemenangan Trump ini diumumkan oleh beberapa jaringan televisi AS pada Rabu (6/11). Kemenangan ini mengembalikannya ke Gedung Putih setelah kampanye yang panjang dan melelahkan, yang membuat Trump berhasil melewati dua upaya pembunuhan dan satu hukuman pidana.

    Dilansir CNN, Rabu (6/11/2024), Trump kini telah meraih 276 suara elektoral, sedangkan saingannya, Kamala meraup 219 suara elektoral.

    Angka ajaib untuk memenangkan kursi kepresidenan adalah 270 suara elektoral.

    Diketahui bahwa dalam sistem pemilu AS, perolehan jumlah electoral votes ini merupakan kunci kemenangan kandidat dalam pemilihan presiden (pilpres AS).

    Dalam pilpres inilah, terlihat perbedaan mencolok antara pemilu AS dengan negara-negara lain di dunia. Di negara-negara lain, kandidat yang meraih dukungan terbesar akan keluar sebagai pemenang pemilu. Namun, dalam pilpres AS praktis diputuskan oleh electoral college yang berjumlah 558.

    Rakyat AS sebetulnya memilih mereka dan tidak memilih kandidat presidennya. Jumlah electoral college ini ditentukan oleh jumlah penduduk di masing-masing negara bagian.

    Total anggota electoral college adalah 538 orang. Seorang kandidat presiden harus mendapatkan suara electoral college terbanyak, yakni 270 atau lebih, untuk memenangkan pemilu.

    (ita/ita)