Tag: Donald Trump

  • Bitcoin Capai Harga Tertinggi Rp1,2 Miliar, Mengindikasikan Fase Bullish

    Bitcoin Capai Harga Tertinggi Rp1,2 Miliar, Mengindikasikan Fase Bullish

    Jakarta: Harga Bitcoin mencatatkan kenaikan signifikan, mencapai $75.355 atau Rp1,2 miliar pada Kamis, 7 November 2024, pukul 07.23 WIB. Harga ini mencerminkan kenaikan harian sebesar 7,89% dibandingkan hari sebelumnya. 
     
    Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di angka $1,49 triliun, naik 7,92% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan juga mengalami lonjakan tajam sebesar 154,05%, mencapai $118,08 miliar dalam kurun waktu yang sama.
     
    Bitcoin, sebagai mata uang kripto terpopuler di dunia, menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam beberapa hari terakhir, sehingga para analis pasar berspekulasi bahwa mata uang digital ini tengah berada dalam fase bullish. 
    Baca juga: Wow! Bitcoin Tembus Rp1,117 Miliar
     
    Fase bullish bagi Bitcoin adalah periode di mana harga Bitcoin cenderung mengalami kenaikan signifikan dan berkelanjutan. Dalam fase ini, optimisme di kalangan investor meningkat, dan permintaan terhadap aset tersebut lebih tinggi daripada penawarannya, mendorong harga naik. 
     
    Kenaikan ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi Bitcoin di masa depan dan beberapa sentimen positif lainnya di pasar kripto.
     
    Sementara itu, pasokan yang beredar dari Bitcoin mencapai 19,78 juta BTC dari total pasokan maksimal 21 juta BTC. Faktor kelangkaan ini kerap menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga karena suplai terbatas dengan permintaan yang terus meningkat.
     
    Para investor di seluruh dunia kini memperhatikan pergerakan Bitcoin secara lebih serius, mengingat kinerja aset ini yang terus menunjukkan potensi untuk melampaui level-level tertinggi yang pernah dicapai sebelumnya. 
     
    Banyak yang berspekulasi bahwa jika momentum bullish ini berlanjut, Bitcoin bisa melampaui harga tertinggi sepanjang masa, dan menjadi daya tarik lebih kuat di antara instrumen investasi lainnya. Momentum ini terjadi seiring terpilihnya Donald Trump berdasarkan publikasi media sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (DHI)

  • Istana Sebut Kemungkinan Prabowo Temui Donald Trump

    Istana Sebut Kemungkinan Prabowo Temui Donald Trump

    Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan ada kemungkinan Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pemenang Pilpres AS 2024 Donald Trump saat kunjungan kerjanya ke luar negeri mulai pekan ini.

    Hasan mengemukakan memang Prabowo berencana bertemu dengan Presiden AS saat ini Joe Biden ketika lawatannya ke AS nanti. Namun, lanjut dia, tak menutup kemungkinan juga Prabowo akan bertemu dengan Donald Trump.

    Hal tersebut disampaikan oleh Hasan di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024) saat menghadiri acara dalam Rakornas Tahun 2024.

    “Bapak Presiden awalnya merencanakan bertemu dengan Presiden yang sekarang [Joe Biden], walaupun sudah mau hampir selesai. Tapi tidak tertutup kemungkinan juga untuk bertemu dengan pemenang pemilu [dalam hal ini Donald Trump],” ujarnya.

    Kendati demikian, Hasan tidak menyebutkan soal rencana isi pertemuan dengan Trump. Namun, dia menegaskan bahwa Prabowo sudah mengucapkan selamat kepada Donald Trump seusai memenangkan Pilpres AS pada 5 November 2024

    “Bapak Presiden sudah mengucapkan selamat. Beliau sudah menyampaikan tertulis itu di mesia sosial beliau,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto akan memulai kunjungan kerja kenegaraan perdananya sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. 

    Prabowo dijadwalkan bakal meninggalkan Tanah Air selama 16 hari untuk sejumlah kunjungan kenegaraan mulai dari China, Amerika Serikat, Brasil, dan Peru, dan Inggris. 

    Kunjungan kerja Prabowo akan dimulai pada Jumat (8/11/2024) sampai dengan Minggu (24/11/2024).

  • Jokowi Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Donald Trump di Pilpres AS 2024

    Jokowi Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Donald Trump di Pilpres AS 2024

    Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Presiden Joko Widodo mengucapkan Selamat atas terpilihnya Donald Trump di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

    “Presiden Terpilih Donald Trump yang terhormat, @realDonaldTrump. Selamat atas terpilihnya Anda sebagai Presiden Amerika Serikat. Saya menyampaikan harapan terbaik saya untuk sukses dalam memimpin bangsa dan mendorong kemajuan dan stabilitas,” tulis Jokowi di akun Twitter resminya pada Kamis (7/11).

    Jokowi kemudian menyinggung mengenai hubungan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang telah terjalin lama.

    Dirinya pun berharap terpilihnya Donald Trump bisa membuka peluang kerja sama baru yang bermanfaat bagi Indonesia dan AS.

    “Persahabatan jangka panjang antara Indonesia dan Amerika Serikat dibangun atas dasar nilai-nilai bersama dan saling menghormati. Saya berharap kepemimpinan Anda akan membawa peluang baru bagi kerja sama yang bermanfaat bagi kedua negara dan berkontribusi terhadap perdamaian global,” lanjut Jokowi.

    Dear President-Elect Donald Trump, @realDonaldTrump

    Congratulations on your election as President of the United States. I extend my best wishes for success in leading the nation and fostering progress and stability.

    The longstanding friendship between Indonesia and the United…

    — Joko Widodo (@jokowi) November 7, 2024

    Dilansir dari Reuters, hingga Rabu (6/11/2024) pukul 19.25 waktu AS atau Kamis (7/11/2024) pukul 07.25 WIB, Trump tercatat telah meraih 294 suara elektoral (electoral college). Untuk terpilih sebagai presiden, para kandidat harus meraih lebih dari 270 suara elektoral.

    Perhitungan suara masih berlangsung di sejumlah negara bagian, seperti Nevada, Arizona, dan Maine. Namun, perolehan suara elektoral di atas 270 memastikan Trump untuk kembali menduduki Gedung Putih.

  • Kesempatan untuk Tinjau Kebijakan yang Salah

    Kesempatan untuk Tinjau Kebijakan yang Salah

    Jakarta

    Pemerintah Iran menyebut kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat sebagai kesempatan bagi negara itu untuk meninjau kembali “kebijakan yang salah” di masa lalu.

    Trump, yang akan kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari setelah mengalahkan Wakil Presiden AS Kamala Harris dalam hari pemilihan presiden pada 5 November, telah menjalankan strategi “tekanan maksimal” terhadap Iran selama masa jabatan pertamanya.

    “Kami memiliki pengalaman yang sangat pahit dengan kebijakan dan pendekatan berbagai pemerintah AS di masa lalu,” kata juru bicara Menteri Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei seperti dikutip oleh kantor berita pemerintah Iran, IRNA, dilansir kantor berita AFP, Kamis (7/11/2024).

    Kemenangan Trump, tambahnya, merupakan kesempatan “untuk meninjau kembali kebijakan yang salah sebelumnya”.

    Iran dan Amerika Serikat telah menjadi musuh sejak Revolusi Islam 1979. Namun, ketegangan memuncak selama masa jabatan pertama Trump dari 2017 hingga 2021.

    “Kebijakan umum Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sudah ditetapkan,” kata juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani.

    “Tidak masalah siapa yang menjadi presiden. Rencana telah ditetapkan sehingga tidak ada perubahan dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya.

    Pada tahun 2020, di bawah kepresidenan Trump, Amerika Serikat menewaskan jenderal Korps Garda Revolusi Islam, Qasem Soleimani, dalam serangan udara di bandara Baghdad, Irak.

    (ita/ita)

  • Saham berjangka AS Kompak Menguat Didorong Kemenangan Trump

    Saham berjangka AS Kompak Menguat Didorong Kemenangan Trump

    Jakarta: Tiga indeks saham berjangka AS kompak menutup perdagangan pada level tertinggi (All Time High/ATH) karena Donald Trump memenangkan pemilihan presiden 2024.
     
    Dow Jones (DJIA) melesat 3,6 persen menjadi 43.729,9 S&P 500 meningkat 2,5 persen dan Nasdaq Composite melonjak hampir tiga persen.
     
    Melansir Investing.com, Kamis, 7 November 2024, Investor menyambut prospek pajak perusahaan yang lebih rendah di bawah Trump.
     
    Sementara kemungkinan kemenangan Partai Republik di Kongres memberikan jalan yang jelas untuk perubahan kebijakan besar.
     
    Sentimen juga didukung oleh data PMI yang lebih kuat dari perkiraan.
     

     
    Trump diperkirakan akan memberlakukan lebih banyak kebijakan inflasi, mengingat sikapnya yang sangat proteksionis dalam hal imigrasi dan perdagangan.
     
    Dolar dan imbal hasil Treasury naik tajam karena hal ini, meskipun kenaikannya tidak banyak menghalangi Wall Street.
     
    Setelah sentimen positif Trump, pelaku pasar akan mengalihkan fokus pada Federal Reserve.
     
    Bank sentral Amerika Serikat itu diperkirakan akan memangkas suku bunga pada hari Kamis waktu setempat. Namun, pandangannya mengenai tingkat suku bunga merupakan titik ketidakpastian bagi para investor.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Kapan Hari Pelantikan Presiden Amerika Serikat Terpilih 2024?

    Kapan Hari Pelantikan Presiden Amerika Serikat Terpilih 2024?

    Jakarta

    Amerika Serikat (AS) baru saja selesai menyelenggarakan pemilihan umum presiden (pilpres AS) pada Selasa, 5 November 2024 lalu. Donald Trump dinyatakan keluar sebagai pemenang pemilu dengan perolehan sebanyak 276 suara elektoral.

    Kemenangan Trump pun diumumkan oleh beberapa jaringan televisi AS pada Rabu, 6 November 2024. Seperti dilansir CNN, Donald Trump telah berhasil meraih 276 suara elektoral, sedangkan saingannya, Kamala Harris meraup 219 suara elektoral.

    Untuk diketahui, dalam sistem pemilu presiden AS, perolehan jumlah electoral votes atau suara elektoral merupakan kunci kemenangan kandidat. Jumlah yang dibutuhkan untuk keluar sebagai pemenang adalah sedikitnya 270 suara elektoral.

    Kandidat yang berhasil memperoleh suara elektoral mayoritas tersebut yang menjadi presiden terpilih. Dengan perolehan 276 suara elektoral pada pilpres AS 2024, Donald Trump menyatakan kemenangannya sebagai presiden terpilih AS 2024.

    Kapan hari pelantikan presiden AS terpilih 2024?

    Hari pelantikan presiden merupakan hari di mana presiden terpilih dan wakil presiden terpilih diambil sumpahnya dan mulai menjabat. Mengutip dari USA.gov, hari pelantikan diadakan setiap 4 tahun sekali pada tanggal 20 Januari (atau 21 Januari jika tanggal 20 Januari jatuh pada hari Minggu).

    Adapun hari pelantikan presiden AS terpilih 2024 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Januari 2025. Upacara pelantikan ini akan digelar di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika. Acara pelantikan ini meliputi upacara pengambilan sumpah, pidato pelantikan, dan peninjauan kelulusan.

    Apa yang dimaksud sumpah jabatan presiden AS?

    Wakil presiden terpilih diambil sumpahnya terlebih dahulu dan mengulangi sumpah jabatan yang sama, yang telah digunakan sejak tahun 1884, seperti halnya para senator, perwakilan, dan pegawai federal lainnya:

    Menjelang tengah hari, presiden terpilih membacakan sumpah berikut ini sesuai dengan Pasal II, Ayat 1 Konstitusi AS:

    “Saya bersumpah dengan sungguh-sungguh (atau menyatakan) bahwa saya akan dengan setia menjalankan jabatan Presiden Amerika Serikat, dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat.”

    (wia/imk)

  • Gerak IHSG Makin Terpelanting

    Gerak IHSG Makin Terpelanting

    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini masih nggak berdaya, tak berbeda jauh dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. IHSG belum mampu keluar dari zona merah.
     
    Melansir laman RTI, Kamis, 7 November 2024, gerak IHSG anjlok hingga 63,724 poin atau setara 0,82 persen ke posisi 7.325. Saat bel pembukaan perdagangan, IHSG bertengger di posisi 7.383.
     
    Gerak indeks sempat menyentuh level tertinggi di posisi 7.386 dan level terendah di 7.305. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12,285 triliun.
    Sementara itu volume perdagangan saham membukukan sebanyak 3,250 miliar lembar senilai Rp1,826 triliun. Sebanyak 156 saham menguat, 275 saham melemah, 164 saham stagnan, dan terjadi 176.058 kali transaksi.
     

     

    IHSG hari ini

    Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa AS ditutup menguat pada Rabu, 6 November 2024. Indeks Dow Jones menguat 3,57 persen, S&P 500 naik 2,53 persen, Nasdaq naik 2,95 persen.
     
    Melansir Investing, saham AS melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Rabu saat investor merespons kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS atas Kamala Harris.
     
    Pasar komoditas cenderung menguat pada Rabu di antaranya:

    Minyak WTI turun 0,42 persen ke USD71,69 per barel.
    Minyak Brent melemah 0,81 persen ke USD74,9 per barel.
    Batu bara turun 1,32 persen ke USD142 per ton. CPO naik 2,31 persen ke 4.917 ringgit Malaysia.
    Harga emas melemah 3,10 persen ke USD2.659,1 per troy onz.

    “Menyikapi beragam kondisi tersebut di atas, kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan penurunan hari ini, diakibatkan penguatan pasar US yang menyebabkan keluarnya investor asing,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Kamis, 7 November 2024.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (AHL)

  • Komisi I DPR yakin Trump terus melanjutkan hubungan dengan RI 

    Komisi I DPR yakin Trump terus melanjutkan hubungan dengan RI 

    “Presiden Jokowi telah melakukan gebrakan berbagai hal, dan akan dilanjutkan dan ditingkatkan di pemerintahan Prabowo-Gibran ini,”Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono yakin bahwa Donald Trump yang telah terpilih dalam Pilpres Amerika Serikat (AS) dan akan menjadi Presiden Ke-47 AS akan terus melanjutkan hubungan diplomatik dengan Republik Indonesia.

    Menurut dia, Trump sebelumnya merupakan sosok yang sudah dekat dengan Indonesia, khususnya dengan pemerintahan terdahulu. Dia pun mengucapkan selamat kepada Trump setelah terpilih kembali menjadi Presiden AS.

    “Presiden Jokowi telah melakukan gebrakan berbagai hal, dan akan dilanjutkan dan ditingkatkan di pemerintahan Prabowo-Gibran ini,” kata Dave di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

    Dia mengatakan bahwa DPR akan semakin proaktif dalam mengembangkan kapasitas bangsa dengan lebih terbuka kepada pihak luar. Menurut dia, urusan kemanusiaan juga menjadi salah satu topik yang diangkat.

    Selain itu, pihaknya juga akan terus memastikan kerja sama investasi di berbagai bidang dapat berjalan dengan baik hingga target-target domestik Indonesia bisa tercapai.

    “Perdamaian dan kemajuan kemanusiaan di forum-forum internasional juga terus kita kawal,” kata dia.

    Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump diproyeksikan memenangi Pemilihan Presiden AS 2024 melawan pesaingnya dari Partai Demokrat yang juga petahana wakil presiden, Kamala Harris.

    Berdasarkan pantauan data hitung cepat dari Fox News hingga 6 November sore waktu Jakarta, Trump diprediksi memenangi Pilpres AS dan menjadi Presiden ke-47 AS usai mendapat 277 suara elektoral, melewati ambang batas 270 suara elektoral yang diperlukan untuk menang Pilpres AS.

    Negara bagian yang menentukan kemenangan Trump tersebut adalah Wisconsin, yang memiliki 10 suara elektoral dan menjadi negara ketiga yang berbalik mendukung Trump dalam pilpres kali ini. Negara bagian tersebut memberikan suara mereka ke Joe Biden pada Pilpres 2020.

    Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2024

  • Alasan Kenapa Muslim Amerika Pilih Trump Dibanding Kamala di Pemilu AS

    Alasan Kenapa Muslim Amerika Pilih Trump Dibanding Kamala di Pemilu AS

    Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trump meraih kemenangan dalam pemilu Amerika Serikat (AS) 2024 5 November. Salah satu karena faktor suara Muslim Amerika.

    Hal ini bahkan diakui Trump dalam pidato deklarasi kemenangannya. Ia menyebut kelompok Muslim merupakan salah satu pihak yang mendukungnya hingga kembali menang sebagai presiden ke-47 AS.

    “Mereka datang dari seluruh penjuru, serikat, non-serikat, Afrika Amerika, Hispanik Amerika, Asia Amerika, Arab Amerika, Muslim Amerika,” tegasnya

    “Kami memiliki semua orang. Dan itu indah,” ujarnya.

    Lalu Apa Alasan Muslim Amerika Memilih Trump?

    Merujuk laporan Anadolu Agency, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) bereaksi atas kemenangan Trump. Direktur Eksekutif Nasional kelompok itu, Nihad Awad mengatakan Trump berjanji untuk mengakhiri pertumpahan darah di Gaza.

    Ia bahkan mengutuk kebijakan mantan Presiden AS yang mendatangkan malapetaka di dunia Muslim. Seperti George Bush dan Wakil Presidennya Dick Cheney.

    “Penting bagi Presiden Terpilih Trump untuk sekarang mengakui bahwa sebagian besar orang Amerika, termasuk Muslim Amerika yang mendukungnya, tidak ingin melihat lebih banyak kefanatikan di dalam negeri atau lebih banyak perang di luar negeri,” tegasnya.

    Awad pun meminta agar Trump benar-benar mengakomodir kepentingan warga muslim ini. Ia mendesak Trump benar-benar mengedepankan perdamaian dunia dalam kebijakan luar negeri Washington nantinya.

    “Ke depannya, kami berharap semua pejabat terpilih untuk benar-benar menanggapi masalah mendesak para pemilih Muslim. Ini termasuk Presiden Terpilih Trump,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Awad kemudian mengalamatkan pernyataanya kepada Partai Demokrat yang menjadi kendaraan lawan Trump, Kamala Harris. Menurutnya, kekalahan Kamala terjadi karena sikap Gedung Putih, yang saat ini dikuasai Partai Demokrat, atas kekerasan di Gaza

    “Presiden terpilih harus memenuhi janji kampanyenya untuk mengejar perdamaian di luar negeri, termasuk dengan mengakhiri perang di Gaza,” ujarnya lagi.

    “Namun, ini harus menjadi perdamaian sejati yang didasarkan pada keadilan, kebebasan, dan negara bagi rakyat Palestina,” jelasnya.

    Sementara itu, mengutip Al-Jazeera yang merujuk Fox News, aktivis Arab di Dearborn, Michigan, Muslim Amerika menjelaskan bahwa Kamala mengabaikan seruan kelompok itu untuk mempertimbangkan kembali dukungan tanpa syarat terhadap Israel. Merujuk Associated Press (AP), Michigan adalah satu satu negara yang memiliki banyak warga Muslim, dan menjadi negara penentu kemenangan pemilu AS, swing states.

    “Genosida adalah politik yang buruk,” kata salah satu aktivis.

    Kamala, menurutnya, terus menegaskan apa yang disebutnya sebagai “hak Israel untuk mempertahankan diri”. Padahal terjadi kekejaman brutal di Gaza dan Lebanon.

    “Salah satu alasan Harris kalah adalah keputusannya untuk memihak Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan mengorbankan basis Demokrat, Arab dan Muslim Amerika serta kaum muda dan kaum progresif,” tambah aktivis Adam Abusalah.

    “Itu bukan salah kami. Mereka tidak bisa menjelek-jelekkan komunitas kami,” ujarnya lagi.

    Seorang konsultan politik Amerika keturunan Lebanon di wilayah Detroit, Hussein mengaku sebenarnya tak mengetahui apa arti kepresidenan Trump bagi warga Arab dan Muslim Amerika serta negara secara keseluruhan. Namun ia berharap sesuatu yang baik.

    “Saya harap itu sesuatu yang baik. Saya berharap negara ini bisa bersatu. Saya berharap Partai Demokrat sadar,” kata Dabajeh.

    Sebelumnya, Trump secara resmi telah menyatakan dirinya unggul sebagai pemenang dalam kontestasi pilpres Amerika Serikat (AS). Calon Partai Republik itu menang setelah melewati ambang batas electoral college 270 suara mengalahkan pesaingnya dari Partai Demokrat, Kamala.

    Hingga berita ini diturunkan Trump sudah mengantongi 295 suara elektoral. Sementara Kamala hanya 226. Trump juga menang di popular vote. Di mana dirinya mengantongi 73.523.637 suara (50,92%). Sedangkan Kamala hanya 68.683.845 suara (47,57%).

    (sef/sef)

  • Trump Menang Pemilu AS, Nasib Industri Tekstil RI Bakal Makin Sekarat?

    Trump Menang Pemilu AS, Nasib Industri Tekstil RI Bakal Makin Sekarat?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trum, calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, resmi memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar Selasa, 5 November 2024.

    Hasil perhitungan suara hingga Rabu (6/11/2024), Trump dipastikan mengantongi 277 suara electoral. Melebihi batas syarat electoral vote yang 270 suara.

    Lalu bagaimana efeknya ke Indonesia?

    Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, kemenangan Trump akan membawa efek bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Tanah Air.

    Di tengah tekanan yang memicu banyaknya pabrik TPT tutup dan melakukan PHK, dia pun mengkhawatirkan kemenangan Trump akan menambah beban baru bagi sektor TPT nasional.

    “Terkait dengan situasi AS, saya lihat baik Partai Demokrat maupun Partai Republik, keduanya memiliki pemahaman yang sama. Bahwa pembenahan dan menyehatkan ekonomi dalam negeri AS adalah prioritas,” katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (7/11/2024).

    “Jadi, tren proteksionisme di AS masih akan berlanjut sampai ekonomi domestik mereka benar-benar pulih,” ujarnya.

    Juga, imbuh dia, AS diprediksi akan tetap melanjutkan kebijakan perdagangan seperti pengenaan antidumping atas barang-barang China.

    “Bahkan akan lebih diperluas ke negara lain. Dari pengalaman sebelumnya, Partai Republik lebih proteksionis dibanding Partai Demokrat,” sebutnya.

    “Semakin AS atau UE (Uni Eropa) membendung barang China, semakin deras barang China masuk Indonesia,” kata Redma.

    Namun, pandangan berbeda disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Impor (GPEI) Benny Soetrisno.

    Menurutnya, slogan kampanye Trump “Make America Great Again”, akan memberi dampak positif. Dia mengatakan, visi Trump itu justru akan mendorong ekspor RI ke AS semakin berkinerja bagus.

    “Kalau America Great Again buat saya lebih lancar ekspor ke AS karena mereka lebih sejahtera rakyatnya,” kata Benny.

    Terkait proteksionisme pasar, ujarnya, hal itu hanya dilakukan atas barang China.

    “Proteksionisme terhadap produk China,” sebut Benny.

    Foto: AP/Alex Brandon
    Republican presidential nominee former President Donald Trump dances after speaking at an election night watch party, Wednesday, Nov. 6, 2024, in West Palm Beach, Fla. (AP Photo/Alex Brandon)

    Make America Great Again

    Setelah jauh melampaui pencapaian electoral vote saingannya, Kamala Harris, Trump pun langsung mendeklarasikan kemenangannya di hadapan pendukungnya di Palm Beach, Florida pada hari Rabu (6/11/2024), waktu setempat.

    Dalam pidatonya tersebut, Trump menyampaikan terima kasih kepada pendukungnya sehingga dia menang dan terpilih sebagai menjadi Presiden ke-47 AS. Dia menyatakan akan terus berjuang demi kesejahteraan, memulihkan, dan menjanjikan era keemasan bagi Amerika.

    “Ini adalah kemenangan yang luar biasa bagi warga Amerika yang akan membuat kita bisa membuat Amerika menjadi hebat lagi (make America great again),” kata Trump.

    Sebagai catatan, salah satu rencana kebijakan ekonomi Trump adalah pengenaan tarif tinggi untuk impor, penghapusan pajak atas tip dan tunjangan Jaminan Sosial, dan pengurangan tarif pajak perusahaan.

    Menurut The Time, Trump sedang mempertimbangkan tarif universal antara 10% dan 20% untuk semua impor, dengan tarif hingga 60% untuk barang-barang China. Yang menurutnya akan melindungi lapangan kerja Amerika dan mengurangi ketergantungan negara pada impor asing.

    Dia menyatakan, kebijakan itu tidak akan menyebabkan harga yang lebih tinggi bagi warga Amerika dengan menegaskan, biaya akan ditanggung oleh produsen asing.

    (dce/dce)