Tag: Donald Trump

  • Pasar SUN Diproyeksi Bergairah Pekan Depan di Tengah Penurunan Suku Bunga The Fed

    Pasar SUN Diproyeksi Bergairah Pekan Depan di Tengah Penurunan Suku Bunga The Fed

    Jakarta, Beritasatu.com – Langkah penurunan suku bunga Federal Reserve AS (The Fed) diharapkan mampu mengembalikan gairah pasar SUN atau surat utang negara Indonesia pada pekan depan.

    Dengan spread (selisih) suku bunga yang semakin melebar akibat keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya di 6%, diproyeksi aliran modal asing akan semakin deras ke pasar domestik. Imbal hasil (yield) yang kompetitif diprediksi menjadi magnet kuat bagi investor asing.

    Analis Pendapatan Tetap PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin mengungkapkan, saat ini yield SUN mengalami tren kenaikan signifikan dari 6,45% pada akhir September, naik menjadi 6,84% pada akhir Oktober, dan sempat menyentuh 6,74% pada akhir pekan lalu.  

    “Kenaikan ini membuat pasar SUN semakin menarik di mata investor asing, terutama karena harganya relatif terjangkau,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (10/11/24).

    Namun, ketidakpastian global perlu terus dipantau oleh pelaku pasar SUN. Salah satunya kebijakan proteksionisme ekonomi yang digalakkan Presiden terpilih AS Donald Trump, yang berpotensi memicu ketegangan perdagangan global, terutama dengan Tiongkok. 

    “Dampaknya, risiko pada pasar saham diprediksi akan lebih besar dibandingkan pasar SUN atau obligasi, membuat banyak investor mengalihkan fokus mereka pada aset yang lebih aman, seperti obligasi,” jelasnya.

    Di tengah perubahan suku bunga The Fed, Ahmad Nasrudin memproyeksikan, yield SUN bertenor 10 tahun akan bergerak di kisaran 6,5% hingga 6,9%, dengan kecenderungan sideways atau stabil. 

    “Sebagai substitusi kinerja saham yang tergerus, justru menjadi sentimen positif bagi pasar SUN atau obligasi. Pasar obligasi menawarkan keamanan dan imbal hasil lebih menarik bagi investor jangka panjang, terutama jika kebijakan pelonggaran moneter dari The Fed terus berlangsung,” ujar Ahmad.

  • Bitcoin Capai Rekor Tertinggi ke US$ 80.000 Saat Donald Trump Bersiap kembali ke Gedung Putih

    Bitcoin Capai Rekor Tertinggi ke US$ 80.000 Saat Donald Trump Bersiap kembali ke Gedung Putih

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga Bitcoin (BTC) mendekati US$ 80.000 karena optimisme kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih sebagai presiden.

    Harga Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi hampir US$ 80.000 karena dukungan presiden terpilih AS Donald Trump terhadap aset digital dan kemungkinan adanya anggota parlemen pro-kripto di Kongres.

    Menurut laporan Bloomberg, mata uang kripto tersebut melonjak 4,3% menjadi US$ 79.771 pada Minggu (10/11/2024) mencapai hampir US$ 79.000 pada pukul 14.05 waktu Singapura. Token yang lebih kecil, seperti Cardano dan Dogecoin juga naik.

    Donald Trump dalam kampanyenya berjanji menempatkan AS sebagai fokus industri aset digital. Ini mencakup pembuatan stok Bitcoin dan penunjukan regulator terkait.

    Sepanjang 2024, Bitcoin telah meningkat sekitar 90% didorong permintaan kuat dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin AS dan pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

    Adapun data dari Farside Investors menyatakan, pada 6 November 2024, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar US$ 621,9 juta pasca-kemenangan Trump.

    CEO Indodax Oscar Darmawan menilai, fenomena ini menunjukkan pengaruh Pilpres AS terhadap harga Bitcoin. “Ketika Bitcoin mencapai harga tertinggi, hal ini mencerminkan keyakinan dan harapan besar investor. Faktor politik, seperti kemenangan Trump yang pro-kripto dalam Pilpres AS, memberikan dampak psikologis besar di pasar,” ujar Oscar, dilansir dari Antara.

    Oscar juga menyoroti peran penting lembaga besar dalam mendorong adopsi Bitcoin. “Adopsi Bitcoin kini didorong tidak hanya oleh investor ritel, tetapi institusi keuangan besar, terutama setelah adanya pengajuan ETF spot Bitcoin dari perusahaan besar, seperti BlackRock,” tambahnya.

    Menurut Oscar, permintaan dari institusi yang cenderung lebih stabil dan berjangka panjang turut mendukung kenaikan harga Bitcoin. “Ketika institusi mulai berinvestasi Bitcoin, mereka membawa likuiditas yang lebih besar ke pasar kripto,” jelasnya.

  • Powell Tak Bakal Mundur Meski Diminta Trump

    Powell Tak Bakal Mundur Meski Diminta Trump

    Jakarta

    Chairman The Federal Reserve Jerome Powell menyebut tidak akan mundur dari jabatannya walaupun diminta oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Dikutip dari CNN Powell menyebut tidak ada wewenang presiden untuk menurunkan Powell dari jabatannya. “Tidak diizinkan secara hukum,” kata dikutip dari CNN, Minggu (10/11/2024).

    Sekadar informasi, Powell menjabat sebagai Chairman The Fed sejak 2018 lalu menggantikan Janet Yellen yang menjadi Menteri Keuangan di era Presiden Joe Biden.

    Selain kabar pemecatan Powell, The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan sembari mengingatkan bahwa rencana Trump untuk pemotongan pajak, kebijakan imigrasi, dan tarif impor dapat memberikan tekanan pada inflasi serta meningkatkan pinjaman pemerintah yang bisa membuat prediksi tersebut lebih sulit terwujud.

    Powel bilang, masih terlalu dini untuk memastikan agenda pemerintahan baru akan berdampak pada ekonomi AS atau cara The Fed merespon.

    “Ini masih tahap awal, kami belum tahu apa kebijakannya dan kami belum tahu kapan kebijakan itu akan diterapkan. Dalam jangka pendek, pemilu tidak akan mempengaruhi keputusan kebijakan kami,” ujar Powell.

    Sebagai informasi, Powell masih akan menjabat sebagai kepala The Fed sampai 2026 setelah dirinya dipilih oleh Trump sebagai Gubernur The Fed pada Februari 2018. Berkaitan dengan ini, Trump di beberapa kesempatan nampak berbeda pandangan dengan Powell, bahkan kerap mengancam akan memecat Powell.

    Beberapa nama muncul yang digadang-gadang akan menjadi pengganti Powell, seperti Kevin Warsh seorang pimpinan The Fed pada periode pertama kepemimpinan Trump, dan Kevin Hasset yakni mantan kepala ekonom Trump.

    (kil/kil)

  • Rp 10,23 Triliun Modal Asing Cabut dari Indonesia, Ada Apa? – Page 3

    Rp 10,23 Triliun Modal Asing Cabut dari Indonesia, Ada Apa? – Page 3

    Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan hasil sementara pemilu di Amerika Serikat (AS) akan berdampak terhadap negara berkembang termasuk Indonesia. Apa sajakah itu?

    Dalam penghitungan suara elektoral yang berlangsung pada Selasa malam, 5 November 2024, Donald Trump dari Partai Republik sementara memimpin dengan perolehan 188 suara, sedangkan Kamala Harris dari Partai Demokrat memperoleh 99 suara. Data ini menunjukkan tren awal yang dapat memengaruhi pasar global.

    Perry menuturkan, dinamika ini akan berdampak signifikan pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Terdapat tiga aspek utama yang perlu diperhatikan. Pertama, tekanan terhadap nilai tukar. Kedua, arus modal. Ketiga, pengaruh terhadap ketidakpastian di pasar keuangan.

    “Kami harus merespons situasi ini dengan hati-hati. Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta bekerja sama erat dengan Pemerintah dan KSSK,” ujar dia.

    Selain itu, ia menuturkan, kemenangan Donald Trump berpotensi mendorong penguatan nilai dolar AS. Hal ini diungkapkan dalam laporan yang dirilis pada Rabu, 6 November 2024.

    “Kami memantau perkembangan pemilu di AS, dan saat ini Trump unggul. Prediksi pasar menunjukkan bahwa dolar AS kemungkinan besar akan menguat, suku bunga di AS akan tetap tinggi, dan ketegangan dalam perang dagang akan berlanjut.” Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta.

    Jika Donald Trump berhasil memenangkan pemilihan presiden, diperkirakan nilai dolar AS terus menguat. Selain itu, suku bunga di AS diprediksi tetap tinggi dan ketegangan dalam hubungan dagang internasional akan terus berlanjut.

    Perry juga menyoroti ketidakpastian geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah, akan mempengaruhi keputusan mengenai suku bunga. “Kepastian mengenai penurunan suku bunga akan sangat dipengaruhi oleh ketegangan ini,” ia menambahkann.

     

  • Makna dan Tradisi di Balik Biden Undang Trump ke White House

    Makna dan Tradisi di Balik Biden Undang Trump ke White House

    Washington

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengundang Presiden terpilih Donald Trump di Ruang Oval, White House, pada Rabu pekan depan. Undangan ini merupakan tradisi jelang pergantian presiden di AS, meski sempat hilang pada tahun 2020.

    Dilansir CNN, Minggu (10/11/2024), Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan keduanya akan bertemu pada pukul 11.00 waktu setempat atas undangan Biden. Rincian tambahan tentang pertemuan tersebut akan dirilis.

    Ibu negara yang akan datang, Melania Trump, juga telah diundang ke Gedung Putih untuk bertemu dengan ibu negara Jill Biden. Namun, belum jelas kapan pertemuan itu akan terjadi.

    Kepala staf Trump yang akan datang, Susie Wiles, dan kepala staf Biden, Jeff Zients, telah melakukan kontak minggu ini mengenai transisi Trump dan mengoordinasikan pertemuan hari Rabu. Sumber CNN menambahkan bahwa Wiles, yang juga manajer kampanye Trump, dan Zients telah melakukan kontak selama beberapa bulan terakhir untuk membahas topik-topik seperti upaya pembunuhan pertama terhadap Trump dan perlindungan Dinas Rahasia

    “Percakapan dengan Gedung Putih langsung dan sangat mudah,” kata salah satu sumber.

    Biden sendiri telah berbicara dengan Trump pada hari Rabu atau sehari setelah pemilihan untuk memberi selamat kepadanya atas kemenangannya atas Wakil Presiden Kamala Harris. Biden sekaligus mengundang Trump ke Gedung Putih.

    “Presiden Biden menyatakan komitmennya untuk memastikan transisi yang lancar dan menekankan pentingnya bekerja untuk menyatukan negara,” kata pejabat tersebut.

    Jamuan dari presiden menjabat ke presiden terpilih telah menjadi tradisi setelah pemilihan umum sebagai bagian dari transfer kekuasaan yang damai. Namun, Trump tidak menjamu Biden pada tahun 2020, karena dia memperjuangkan hasil pemilihan berdasarkan kepalsuan tentang kecurangan pemilih. Trump juga tidak menghadiri pelantikan Biden pada tahun 2021.

    Selain tahun 2020, sudah menjadi tradisi bagi ibu negara saat ini untuk menjamu ibu negara yang akan datang di Gedung Putih. Pada tahun 2016, ibu negara saat itu Michelle Obama menjamu Melania Trump untuk minum teh di Ruang Oval Kuning Gedung Putih dan mengajaknya bertamasya ke kediaman presiden tersebut.

    Biden secara implisit membandingkan dengan kegagalan transisi empat tahun lalu selama pidatonya pada hari Kamis saat mengakui kekalahan wakil presidennya dari Trump. Dia menyebutkan langkah-langkah yang diambilnya yang tidak pernah ditawarkan kepadanya saat dia mengalahkan Trump dan menggunakan momen tersebut untuk kembali menepis pertanyaan tentang integritas pemilu setelah bertahun-tahun tuduhan palsu dari pendahulunya dan sekarang penggantinya.

    “Kampanye adalah kontes visi yang saling bersaing. Negara memilih satu atau yang lain. Kami menerima pilihan yang dibuat negara,” katanya sambil menegaskan bahwa dia menerima hasil pemilu.

    Lihat juga Video: Biden Janji Transisi Pemerintahan ke Trump Akan Damai dan Tertib

    (haf/imk)

  • 6
                    
                        Jet-jet Tempur AS Serang Target-target Houthi di Yaman, Ada Tujuan Apa?
                        Internasional

    6 Jet-jet Tempur AS Serang Target-target Houthi di Yaman, Ada Tujuan Apa? Internasional

    Jet-jet Tempur AS Serang Target-target Houthi di Yaman, Ada Tujuan Apa?
    Penulis
    SANA’A, KOMPAS.com –
    Pentagon menyebut, jet-
    jet tempur AS
    telah melancarkan beberapa serangan di fasilitas penyimpanan senjata canggih
    Houthi
    di Yaman pada Sabtu (9/11/2024) malam waktu setempat.
    Lantas, apa tujuannya? Menurut informasi yang diberikan Pentagon kepada Kantor berita
    AFP,
    fasilitas tersebut berisi berbagai senjata yang digunakan untuk menargetkan kapal-kapal militer dan sipil yang berlayar di perairan internasional di Laut Merah dan Teluk Aden.
    Jaringan televisi
    Al Masirah
    yang dikelola Houthi juga telah melaporkan, bahwa ada tiga serangan dari Amerika dan Inggris yang menargetkan distrik Al Sabeen di selatan ibu kota Sana’a.
    “Para saksi mata mengatakan mereka mendengar suara bising pesawat, disertai dengan ledakan-ledakan di beberapa bagian ibukota Sana’a,” ungkap
    Al Masirah.
    Amerika Serikat dan Inggris telah berulang kali menyerang target-target Houthi yang didukung Iran di Yaman sejak Januari lalu.
    Mereka melakukannya sebagai tanggapan atas serangan-serangan yang dilakukan oleh kelompok tersebut terhadap pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden.
    Houthi menegaskan, serangan-serangan tersebut, yang telah mengganggu lalu lintas maritim di jalur air yang penting secara global, menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel dan dimaksudkan untuk menunjukkan solidaritas kepada Palestina selama
    perang Gaza
    .
    Serangan-serangan itu bagaimanapun telah sangat mengganggu rute Laut Merah yang membawa 12 persen perdagangan global.
    Dalam lebih dari 100 serangan Houthi selama hampir satu tahun, empat pelaut telah terbunuh dan dua kapal tenggelam, sementara satu kapal dan awaknya masih ditahan sejak dibajak November lalu.
    Serangan pada Sabtu terjadi tiga hari setelah pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, mengkritik presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, karena mendukung Israel.
    Houthi mengatakan, kesepakatan normalisasi antara negara-negara Arab dan Israel yang ditengahi oleh Trump telah gagal untuk mengakhiri konflik Timur Tengah dan bahwa ia akan gagal lagi pada masa jabatan keduanya.
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Muslim AS Ramai-Ramai Pilih Donald Trump, Ini Alasannya

    Muslim AS Ramai-Ramai Pilih Donald Trump, Ini Alasannya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Muslim di Amerika Serikat disebut salah satu penyumbang suara terbesar bagi kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS 2024. Trump menyebut kelompok Muslim merupakan salah satu pihak yang mendukungnya hingga kembali menang sebagai presiden ke-47 AS.

    “Mereka datang dari seluruh penjuru, serikat, non-serikat, Afrika Amerika, Hispanik Amerika, Asia Amerika, Arab Amerika, Muslim Amerika. Kami memiliki semua orang dan itu indah,” tegasnya dikutip Minggu (10/11/2024).

    Merujuk laporan Anadolu Agency, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) bereaksi atas kemenangan Trump. Direktur Eksekutif Nasional kelompok itu, Nihad Awad mengatakan Trump berjanji untuk mengakhiri pertumpahan darah di Gaza.

    Ia bahkan mengutuk kebijakan mantan Presiden AS yang mendatangkan malapetaka di dunia Muslim. Seperti George Bush dan Wakil Presidennya Dick Cheney.

    “Penting bagi Presiden Terpilih Trump untuk sekarang mengakui bahwa sebagian besar orang Amerika, termasuk Muslim Amerika yang mendukungnya, tidak ingin melihat lebih banyak kefanatikan di dalam negeri atau lebih banyak perang di luar negeri,” tegasnya.

    Awad pun meminta agar Trump benar-benar mengakomodir kepentingan warga muslim ini. Ia mendesak Trump benar-benar mengedepankan perdamaian dunia dalam kebijakan luar negeri Washington nantinya.

    “Ke depannya, kami berharap semua pejabat terpilih untuk benar-benar menanggapi masalah mendesak para pemilih Muslim. Ini termasuk Presiden Terpilih Trump,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Awad kemudian mengalamatkan pernyataanya kepada lawan Trump, Kamala Harris. Menurutnya, kekalahan Kamala terjadi karena sikap Gedung Putih, yang saat ini dikuasai Partai Demokrat, atas kekerasan di Gaza

    “Presiden terpilih harus memenuhi janji kampanyenya untuk mengejar perdamaian di luar negeri, termasuk dengan mengakhiri perang di Gaza,” ujarnya lagi.

    “Namun, ini harus menjadi perdamaian sejati yang didasarkan pada keadilan, kebebasan, dan negara bagi rakyat Palestina,” jelasnya.

    Sementara itu, mengutip Al-Jazeera yang merujuk Fox News, aktivis Arab di Dearborn, Michigan, menjelaskan bahwa Kamala mengabaikan seruan kelompok itu untuk mempertimbangkan kembali dukungan tanpa syarat terhadap Israel. Merujuk Associated Press (AP), Michigan adalah satu satu negara yang memiliki banyak warga Muslim, dan menjadi negara penentu kemenangan pemilu AS, swing states.

    “Genosida adalah politik yang buruk,” kata salah satu aktivis.

    Kamala, menurutnya, terus menegaskan apa yang disebut mereka sebagai “hak Israel untuk mempertahankan diri”. Padahal terjadi kekejaman brutal di Gaza dan Lebanon.

    “Salah satu alasan Harris kalah adalah keputusannya untuk memihak Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan mengorbankan basis Demokrat, Arab, dan Muslim Amerika serta kaum muda dan kaum progresif,” tambah aktivis Adam Abusalah menyebut nama belakang Kamala.

    “Itu bukan salah kami. Mereka tidak bisa menjelek-jelekkan komunitas kami,” ujarnya lagi.

    Konsultan politik Amerika keturunan Lebanon di wilayah Detroit, Hussein mengaku sebenarnya tak mengetahui apa arti kepresidenan Trump bagi warga Arab dan Muslim Amerika serta negara secara keseluruhan. Namun ia berharap sesuatu yang baik.

    “Saya harap itu sesuatu yang baik. Saya berharap negara ini bisa bersatu. Saya berharap Partai Demokrat sadar,” kata Dabajeh.

    (mkh/mkh)

  • Usai Rebut Mayoritas Senat, Republik Diprediksi Bakal Kuasai DPR AS

    Usai Rebut Mayoritas Senat, Republik Diprediksi Bakal Kuasai DPR AS

    Washington DC

    Partai Republik diprediksi bakal merebut kendali House of Representatives atau DPR Amerika Serikat (AS). Hal ini penting bagi Presiden terpilih AS, Donald Trump, untuk memuluskan agendanya saat kembali ke Gedung Putih pada Januari.

    Dilansir Reuters, Minggu (10/11/2024), penghitungan suara masih berlangsung dari pemilihan umum 5 November, namun Edison Research memproyeksikan Partai Republik telah memenangkan 213 kursi di DPR yang beranggotakan 435 orang.

    Partai Republik perlu memenangkan lima kursi lagi untuk mempertahankan kendali DPR dan mereka telah memiliki cukup kemenangan untuk merebut kendali Senat AS dari Demokrat. Edison Research mengatakan Demokrat telah memenangkan 205 kursi sejauh ini, termasuk memproyeksikan pada hari Sabtu bahwa Perwakilan Greg Stanton di Arizona telah memenangkan pemilihan ulang.

    Demokrat perlu memenangkan 13 dari 17 kursi yang tersisa untuk mengambil alih kendali. Dengan kemenangan Trump dalam pemilihan presiden dan kemenangan Republik atas Senat, mempertahankan DPR akan memberi Republik kekuasaan yang luas untuk memaksakan agenda besar pemotongan pajak dan pengeluaran, deregulasi energi, dan kontrol keamanan perbatasan.

    Sebagian besar dari 17 pemilihan DPR yang tersisa berada di distrik-distrik yang kompetitif di negara-negara bagian Barat. Kecepatan penghitungan suara biasanya lebih lambat daripada di wilayah lain di AS.

    Sembilan kursi saat ini dipegang oleh Republik dan delapan oleh Demokrat. Empat belas kursi secara luas dianggap kompetitif menjelang pemilihan.

    Senator Republik akan memutuskan minggu depan siapa yang akan menjabat sebagai pemimpin partai di Senat pada tahun 2025 dengan John Thune, John Cornyn, dan Rick Scott bersaing untuk jabatan tersebut. Cornyn berjanji pada Sabtu malam bahwa jika dia menang, dia akan mempertahankan Senat dalam masa sidang hingga kabinet Trump dikonfirmasi.

    Sebagai informasi, AS menganut sistem bikameral untuk lembaga legislatifnya. Kongres AS dibentuk berdasarkan Pasal I Konstitusi dan terdiri dari DPR dan Senat.

    Konstitusi AS memberikan wewenang tunggal kepada Kongres untuk memberlakukan undang-undang dan menyatakan perang, hak untuk mengonfirmasi atau menolak banyak kebijakan Presiden, dan kewenangan investigasi yang substansial.

    DPR AS terdiri dari 435 anggota terpilih, yang dibagi di antara 50 negara bagian secara proporsional dengan jumlah penduduknya. Selain itu, ada enam anggota tanpa hak suara, yang mewakili Distrik Columbia, Persemakmuran Puerto Riko, dan empat wilayah Amerika Serikat lainnya, yakni Samoa Amerika, Guam, Kepulauan Virgin AS, dan Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara.

    Pejabat pimpinan majelis adalah Ketua DPR, yang dipilih oleh para anggotanya. Dia adalah orang kedua dalam garis suksesi Presiden, setelah Wapres AS.

    DPR memiliki beberapa kewenangan yang ditugaskan secara eksklusif kepadanya, termasuk kewenangan untuk mengajukan RUU pendapatan, mendakwa pejabat federal, dan memilih Presiden jika terjadi hasil seri Electoral College.

    Sementara, Senat terdiri dari 100 Senator, 2 untuk setiap negara bagian. Mereka dipilih untuk masa jabatan 6 tahun, namun masa jabatannya dibagi secara bertahap sehingga sekitar sepertiga Senat akan dipilih kembali setiap 2 tahun. Wakil Presiden Amerika Serikat menjabat sebagai Presiden Senat dan dapat memberikan suara yang menentukan jika terjadi seri di Senat.

    (haf/imk)

  • 2024 Bakal Jadi Tahun Terpanas yang Pernah Tercatat dalam Sejarah

    2024 Bakal Jadi Tahun Terpanas yang Pernah Tercatat dalam Sejarah

    Jakarta

    Badan pemantau perubahan Iklim Uni Eropa atau Copernicus Climate Change Service (C3S) menyatakan tahun ini akan melampaui tahun 2023 sebagai tahun terpanas di dunia sejak pencatatan dimulai.

    Data tersebut dirilis menjelang pertemuan perubahan iklim PBB COP29 di Baku, Azerbaijan, pekan depan. Dalam pertemuan itu, delegasi dari hampir 200 negara akan berusaha menyepakati peningkatan dana iklim untuk mengatasi perubahan iklim. Namun, kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) meredam harapan tersebut.

    C3S mengatakan rata-rata suhu bumi dari Januari sampai Oktober 2024 sangat tinggi hingga dipastikan tahun ini menjadi tahun terpanas. Kecuali, adanya anomali suhu yang menyebabkan suhu mendekati nol.

    “Penyebab mendasar dari rekor tahun ini adalah perubahan iklim, secara keseluruhan iklim menghangat, pemanasan terjadi di semua benua, di semua cekungan samudra. Jadi, kita pasti akan melihat rekor-rekor itu dipecahkan,” kata Direktur C3S Carlo Buontempo, Sabtu (9/11/2024), dikutip Reuters.

    Ilmuwan mengatakan 2024 juga tahun pertama suhu bumi di atas 1,5 derajat Celsius di atas masa pra-industri dari 1850 sampai 1900, ketika manusia mulai membakar bahan bakar fosil dalam skala industri. Karbon dioksida dari pembakaran batu bara, minyak dan gas penyebab utama pemanasan global.

    Ilmuwan dari universitas negeri Swiss ETH Zurich, Sonia Seneviratne mengatakan ia tidak terkejut dengan data ini. Ia mendesak para delegasi negara-negara untuk mengambil tindakan lebih tegas untuk menghentikan ketergantungan ekonomi mereka pada bahan bakar fosil penghasil emisi.

    “Batasan yang ditetapkan di Perjanjian Paris mulai ambruk mengingat terlalu lambatnya aksi iklim di seluruh dunia,” kata Seneviratne.

    Pada Perjanjian Paris 2015, negara-negara sepakat menahan suhu bumi agar tidak melampaui 1,5 derajat Celsius dari masa pra-industri. Dunia belum mencapai target itu karena rata-rata suhu bumi sepanjang dekade ini di atas 1,5 derajat Celsius.

    Namun, kini C3S memperkirakan suhu bumi akan di atas target Perjanjian Paris pada 2030. “Pada dasarnya ini sudah dekat,” kata Buontempo.

    Setiap peningkatan suhu bumi memicu peristiwa cuaca ekstrem. Pada Oktober lalu ratusan orang tewas dalam banjir bandang dahsyat di Spanyol, rekor kebakaran hutan melanda Peru, dan banjir di Bangladesh menghancurkan lebih dari 1 juta ton beras, membuat harga pangan meroket.

    Di Amerika Serikat, Badai Milton juga diperparah perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia. C3S mulai melakukan pencatatan pada tahun 1940, kemudian diperiksa ulang dengan catatan suhu global sejak tahun 1850.

    (suc/suc)

  • Dampak Stimulus Belum Terasa, Inflasi China Melambat pada Oktober 2024

    Dampak Stimulus Belum Terasa, Inflasi China Melambat pada Oktober 2024

    Bisnis.com, JAKARTA — Tingkat Inflasi konsumen di China lesu pada Oktober 2024, sementara harga di tingkat pabrik terus mengalami penurunan.

    Data tersebut menunjukkan putaran stimulus terbaru pemerintah masih jauh dari cukup untuk membebaskan ekonomi dari cengkeraman deflasi.

    Mengutip data Biro Statistik Nasional China, indeks harga konsumen (IHK) China naik 0,3% secara year on year (yoy), dibandingkan dengan kenaikan 0,4% yoy pada bulan sebelumnya. Perkiraan rata-rata para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg adalah bahwa pembacaan tersebut tidak akan berubah dari bulan September.

    Sementara itu, inflasi inti, yang tidak termasuk harga pangan dan bahan bakar yang fluktuatif, meningkat 0,2%. Inflasi produsen merosot selama 25 bulan berturut-turut, dengan penurunan 2,9% per tahun, lebih dari penurunan 2,5% yang diprediksi oleh para ekonom.

    Inflasi yang mendekati nol terus berlanjut memberikan bukti terbaru bahwa permintaan domestik China tetap rendah meskipun Beijing telah melakukan langkah-langkah stimulus sejak akhir September yang mencakup pemotongan suku bunga, lebih banyak uang tunai untuk pinjaman bank, dan dukungan untuk pasar saham dan properti.

    Chief Economist for Greater China Jones Lang LaSalle Inc, Bruce Pang mengatakan, rentetan kebijakan stimulus China yang dikeluarkan sejak akhir September masih akan membutuhkan waktu untuk menunjukkan dampaknya dalam meningkatkan permintaan domestik.

    “PPI (producer price index) yang negatif menyeret harga barang-barang konsumen, sementara kepercayaan konsumen dan permintaan yang lesu menarik kembali harga jasa,” kata Pang dikutip dari Bloomberg, Minggu (10/11/2024).

    Pang memperkirakan, laju inflasi akan tetap rendah hingga akhir tahun, yang akan meningkatkan prospek penurunan suku bunga lebih lanjut awal tahun depan.

    Paket fiskal senilai US$1,4 triliun yang diluncurkan sehari sebelum rilis data difokuskan pada pelonggaran beban utang pada pemerintah daerah untuk memberi mereka ruang lingkup yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Banyak ekonom dan investor berpendapat bahwa China akan kesulitan untuk mendorong reflasi tanpa kebijakan fiskal yang lebih longgar yang mendukung permintaan dan meningkatkan sentimen.

    Pemerintah mungkin akan mendapat tekanan lebih besar untuk meningkatkan kebijakan guna meningkatkan konsumsi, karena ekspor China — pendorong utama pertumbuhan negara tahun ini — menghadapi risiko tarif yang jauh lebih tinggi yang diancam oleh Presiden terpilih AS Donald Trump.

    Pemerintah China telah berjuang untuk meningkatkan pengeluaran rumah tangga setelah kemerosotan real estat selama bertahun-tahun dan pasar kerja yang lemah menggerogoti kepercayaan. Harga produsen yang turun juga menekan laba perusahaan dan membuat mereka enggan berinvestasi.

    Siklus penurunan harga yang mengakar berisiko menahan konsumen untuk tidak berbelanja karena mengantisipasi bahwa barang akan lebih murah di masa mendatang.

    “Pasar dengan cemas menunggu rincian stimulus fiskal yang potensial. Ukuran penting, tetapi komposisinya sama pentingnya,” kata Zhiwei Zhang, President and Chief Economist di Pinpoint Asset Management.

    Dia menambahkan, stimulus yang menargetkan sisi konsumsi akan lebih efektif untuk meningkatkan permintaan domestik, dan menghindari memperburuk masalah kelebihan kapasitas.