Tag: Donald Trump

  • China Dibayangi Outflow Investor Asing dan Perlambatan Inflasi, Butuh Stimulus Lebih?

    China Dibayangi Outflow Investor Asing dan Perlambatan Inflasi, Butuh Stimulus Lebih?

    Bisnis.com, JAKARTA – Investor asing tercatat menarik lebih banyak uang keluar dari China pada kuartal III/2024. Catatan tersebut menjadi indikasi pesimisme investor meski pemerintah China telah meluncurkan langkah-langkah stimulus yang bertujuan untuk menstabilkan pertumbuhan.

    Mengutip Bloomberg pada Minggu (10/11/2024), data dari Administrasi Valuta Asing Negara atau State Administration of Foreign Exchange mencatat, investasi langsung China dalam neraca pembayarannya turun US$8,1 miliar pada kuartal III/2024. Indeks tersebut, yang mengukur investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di China, turun hampir US$13 miliar dalam sembilan bulan pertama periode 2024.

    Investasi asing di China telah merosot dalam tiga tahun terakhir setelah mencapai rekor tertinggi pada tahun 2021. Hal tersebut merupakan akibat dari ketegangan geopolitik, pesimisme terhadap negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, dan persaingan yang lebih kuat dari perusahaan domestik China di industri seperti mobil. 

    Jika penurunan ini terus berlanjut hingga akhir tahun ini, maka hal ini akan menjadi net outflow FDI tahunan yang pertama setidaknya sejak 1990, ketika data pembanding dimulai.

    Perusahaan yang telah menarik kembali beberapa operasinya di China tahun ini termasuk produsen mobil Nissan Motor Co. dan Volkswagen AG, serta perusahaan lain seperti Konica Minolta Inc. Nippon Steel Corp. mengatakan pada bulan Juli bahwa mereka akan keluar dari usaha patungan di China, sementara International Business Machines Corp. menutup tim peneliti perangkat keras di negara tersebut, sebuah keputusan yang mempengaruhi sekitar 1.000 karyawan.

    Prospek meluasnya perang dagang dan memburuknya hubungan dengan Beijing selama masa jabatan kedua Presiden terpilih AS Donald Trump mungkin akan semakin membebani investasi. Ketua Kamar Dagang Amerika di Shanghai, Allan Gabor menyebut, ketegangan geopolitik adalah kekhawatiran utama para pengusaha.

    “Hal ini menyulitkan perencanaan investasi besar, namun sebaliknya, kami melihat banyak anggota melakukan investasi skala kecil dan menengah. Ini adalah lingkungan investasi yang jauh lebih sulit,” kata Gabor dalam wawancara dengan Bloomberg TV pekan lalu saat China International Import Expo.

    Namun, upaya pemerintah pada akhir September untuk menstimulasi perekonomian telah menguntungkan sekelompok investor asing, dengan nilai saham yang dimiliki oleh asing melonjak lebih dari 26% dibandingkan bulan Agustus, menurut data terpisah dari bank sentral. 

    Sementara itu, indeks saham acuan China naik hampir 21% pada bulan September setelah dimulainya upaya stimulus terkoordinasi, meskipun sejak itu indeks tersebut telah kehilangan sebagian dari kenaikan tersebut.

    Sebaliknya, investasi keluar dari China meningkat tajam. Pada kuartal III/2024, perusahaan-perusahaan Negeri Tirai Bambu meningkatkan aset mereka di luar negeri sekitar US$34 miliar, menurut data awal dari SAFE. Hal ini menyebabkan arus keluar pada tahun ini mencapai US$143 miliar, yang merupakan jumlah tertinggi ketiga dalam sejarah pada periode tersebut.

    Perusahaan China seperti BYD Co. dengan cepat meningkatkan kehadiran mereka di luar negeri untuk mengamankan bahan mentah dan membangun kapasitas produksi di pasar luar negeri. Tren ini kemungkinan akan terus berlanjut dan meluas, karena semakin banyak negara yang mengenakan tarif terhadap beberapa ekspor China seperti baja dan Amerika Serikat mengancam akan menerapkan tarif hukuman terhadap semua barang China.

    Inflasi Melambat

    Belum efektifnya paket stimulus yang digelontorkan China juga terlihat dari melambatnya laju inflasi pada Oktober 2024. Mengutip data Biro Statistik Nasional China, indeks harga konsumen (IHK) China naik 0,3% secara year on year (yoy), dibandingkan dengan kenaikan 0,4% yoy pada bulan sebelumnya. 

    Perkiraan rata-rata para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg adalah bahwa pembacaan tersebut tidak akan berubah dari bulan September.

    Sementara itu, inflasi inti, yang tidak termasuk harga pangan dan bahan bakar yang fluktuatif, meningkat 0,2%. Inflasi produsen merosot selama 25 bulan berturut-turut, dengan penurunan 2,9% per tahun, lebih dari penurunan 2,5% yang diprediksi oleh para ekonom.

    Inflasi yang mendekati nol terus berlanjut memberikan bukti terbaru bahwa permintaan domestik China tetap rendah meskipun Beijing telah melakukan langkah-langkah stimulus sejak akhir September yang mencakup pemotongan suku bunga, lebih banyak uang tunai untuk pinjaman bank, dan dukungan untuk pasar saham dan properti.

    Chief Economist for Greater China Jones Lang LaSalle Inc, Bruce Pang mengatakan, rentetan kebijakan stimulus China yang dikeluarkan sejak akhir September masih akan membutuhkan waktu untuk menunjukkan dampaknya dalam meningkatkan permintaan domestik.

    “PPI (producer price index) yang negatif menyeret harga barang-barang konsumen, sementara kepercayaan konsumen dan permintaan yang lesu menarik kembali harga jasa,” kata Pang dikutip dari Bloomberg, Minggu (10/11/2024).

    Pang memperkirakan, laju inflasi akan tetap rendah hingga akhir tahun, yang akan meningkatkan prospek penurunan suku bunga lebih lanjut awal tahun depan.

    Pemerintah mungkin akan mendapat tekanan lebih besar untuk meningkatkan kebijakan guna meningkatkan konsumsi, karena ekspor China — pendorong utama pertumbuhan negara tahun ini — menghadapi risiko tarif yang jauh lebih tinggi yang diancam oleh Presiden terpilih AS Donald Trump.

    Pemerintah China telah berjuang untuk meningkatkan pengeluaran rumah tangga setelah kemerosotan real estat selama bertahun-tahun dan pasar kerja yang lemah menggerogoti kepercayaan. Harga produsen yang turun juga menekan laba perusahaan dan membuat mereka enggan berinvestasi.

    Siklus penurunan harga yang mengakar berisiko menahan konsumen untuk tidak berbelanja karena mengantisipasi bahwa barang akan lebih murah di masa mendatang. 

    “Pasar dengan cemas menunggu rincian stimulus fiskal yang potensial. Ukuran penting, tetapi komposisinya sama pentingnya,” kata Zhiwei Zhang, President and Chief Economist di Pinpoint Asset Management.

  • Elon Musk Dukung Rencana Presiden Intervensi The Fed Setelah Kemenangan Trump

    Elon Musk Dukung Rencana Presiden Intervensi The Fed Setelah Kemenangan Trump

    Washington, Beritasatu.com – CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, miliarder pendukung presiden terpilih Donald Trump mendukung gagasan untuk mengizinkan presiden intervensi atau ikut campur tangan pada kebijakan Federal Reserve (The Fed).

    Menanggapi unggahan senator Mike Lee di media sosial pada Kamis (7/11/2024) yang menyerukan agar The Fed berada di bawah arahan presiden, Elon Musk pada Jumat (8/11/2024) mengunggah emoji “100” sebagai tanda setuju.

    Senator Lee mengakhiri unggahan bernada presiden intervensi The Fed dengan kata-kata ”#EndtheFed.”

    Meski singkat, komentar Musk mencerminkan tekanan terhadap independensi The Fed dalam pemerintahan Donald Trump.

    Ketua Fed Jerome Powell pada Kamis mengatakan, pihaknya tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya meski Trump meminta. Hal itu menandai pertikaian hubungan antara ketua Fed dan presiden terpilih.

    Tradisi independensi The Fed bertujuan memberikan bank sentral kemampuan membentuk kebijakan moneter, seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga berdasarkan kesehatan ekonomi AS di masa depan.

    Namun, selama masa jabatan pertamanya, Trump tidak malu-malu melanggar tradisi itu dan secara terbuka meremehkan Powell dan kebijakannya.

    Selama kampanye presidensial 2024, Trump juga kerap kali mempertimbangkan gagasan memberi dirinya hak suara dalam kebijakan The Fed jika ia kembali memenangi Gedung Putih.

    “Presiden setidaknya harus memiliki (satu) suara di sana,” kata Trump pada Agustus dalam sebuah konferensi pers di klubnya Mar-a-Lago, Florida. 

    Trump yang ingin presiden intervensi The Fed mengaku, menghasilkan banyak uang dan sukses. “Saya dalam banyak kasus, lebih baik daripada orang-orang yang menjadi anggota Federal Reserve,” kata dia.
     

  • Tembus US$ 80.000 Setelah Kemenangan Trump, Harga Bitcoin Diprediksi US$ 100.000 pada Akhir Tahun

    Tembus US$ 80.000 Setelah Kemenangan Trump, Harga Bitcoin Diprediksi US$ 100.000 pada Akhir Tahun

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga Bitcoin mencapai US$ 80.000 untuk pertama kalinya pada Minggu (10/11/2024) setelah kemenangan telak Donald Trump dalam Pemilu AS. Harga Bitcoin diperkirakan akan terus melambung mencapai US$ 100.000 pada akhir tahun ini.

    Dilansir dari This is Money, Senin (11/11/2024), mata uang kripto tersebut naik 4,5% dan mencapai harga tertingginya sepanjang sejarah.

    Kenaikan harga Bitcoin menyusul presiden terpilih Donald Trump bersikeras akan menjadikan AS ibu kota kripto di planet ini.

    Kenaikan harga Bitcoin cukup besar terjadi sejak kemenangan Partai Republik pada Pilpres AS minggu lalu. Harga Bitcoin naik mencapai US$ 75.000 pada malam pemilihan. Kenaikan terkini didorong kemenangannya di negara bagian Nevada dan Arizona.

    Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered Geoff Kendrick memperkirakan, harga Bitcoin akan terus melambung menembus US$ 100.000 pada akhir tahun. “Hal itu akan mudah dicapai,” kata dia. 

    Direktur Investasi AJ Bell Dan Russ Mould mengatakan, harga Bitcoin akan selalu melonjak jika Donald Trump memenangkan pemilu. “Trump telah menyatakan cintanya terhadap mata uang digital,” kata dia.

    Kondisi ini membuat pedagang kripto kini memiliki narasi baru untuk semakin bersemangat ke mana arah harga Bitcoin.

  • Arti Kemenangan Donald Trump di Pilpres AS bagi Ekonomi Global   – Page 3

    Arti Kemenangan Donald Trump di Pilpres AS bagi Ekonomi Global   – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Kemenangan Donald Trump atas Kamala Harris dalam pemilu menandai kembalinya Trump ke Gedung Putih dalam momen yang bersejarah.

    Dalam pidatonya kepada para pendukung di Florida, Trump menyatakan bahwa mandat yang dia terima sangat kuat dan belum pernah terjadi sebelumnya. Trump berjanji untuk mengantarkan zaman keemasan Amerika yang dibangun di atas serangkaian kebijakan utama, seperti peningkatan tarif, pemotongan pajak, deregulasi, dan penarikan diri dari perjanjian-perjanjian global. Dilansir dari CNBC pada Senin (11/11/2024).

    Namun di sisi lain, kemenangan Trump ini diperkirakan akan membawa dampak besar bagi ekonomi dunia dan memicu kekhawatiran di berbagai negara.

    Seorang ekonom politik di Abrdn, Lizzy Galbraith mengungkapkan bahwa meskipun agenda Trump sudah cukup jelas, tetapi sejauh mana dia akan berhasil menerapkannya masih sulit diprediksi. Faktor kunci, menurutnya adalah apakah Trump akan memiliki kendali penuh atas Kongres. Jika dia menguasai Kongres, ada kemungkinan besar bahwa dia dapat menerapkan agenda pemotongan pajak dan deregulasi dengan lebih leluasa.

    “Kongres memiliki peran yang sangat besar dalam hal ini,” kata Galbraith kepada CNBC. Namun, bersama dengan deregulasi dan pemotongan pajak, Trump juga diharapkan akan menerapkan kebijakan tarif yang lebih agresif, terutama terhadap negara-negara tertentu seperti China dan Meksiko.

    Dalam kampanyenya, Trump mengusulkan tarif menyeluruh sebesar 20% untuk semua barang yang diimpor ke Amerika Serikat, tarif hingga 60% pada produk-produk China, dan bahkan tarif ekstrem hingga 2.000% untuk kendaraan yang diproduksi di Meksiko.

    Langkah-langkah ini, bila diterapkan, akan berdampak langsung pada harga barang-barang yang dikonsumsi di Amerika Serikat, yang pada akhirnya bisa memperlambat pengeluaran konsumen.

     

     

  • IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Berikut Saham yang Direkomendasikan

    IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Berikut Saham yang Direkomendasikan

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini Senin (11/11/2024) setelah pada akhir pekan lalu ditutup di zona hijau

    Founder WH Project William Hartanto memproyeksikan, IHSG masih dalam tren kenaikan pada rentang 7.195 sebagai level support dan menguji ke level 7.318 sebagai resistance.

    “IHSG diprediksi mencoba rebound pada perdagangan Jumat (8/11/2024) pekan lalu, tetapi penguatanya sangat terbatas dan hanya sampai MA5 (level highest IHSG pada 7350),” jelas William dalam riset teknikalnya, Senin (11/11/2024).

    Kondisi ini menunjukkan belum terjadi reversal pada IHSG sehingga masih ada kemungkinan untuk melemah.

    Adapun selama pekan lalu, investor asing kembali melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp 2,21 triliun. Kondisi ini kemungkinan efek historikal kemenangan Donald Trump pada pilpres sebelumnya yang disambut negatif pelaku pasar. Net sell asing ini juga merupakan bentuk perpindahan portofolio asing ke instrumen investasi lain berbasis dolar yang lebih menguntungkan.

    Berikut rekomendasi saham WH Projec di tengah prediksi IHSG yang menguat:

    1.PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), buy, support 135, resistance 155.
    2. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), buy on weakness, support 885, resistance 980. 
    3. PT Avia Avian Tbk (AVIA), buy, support 474, resistance 520.
    4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), buy, support 1480, resistance 1670.
     

  • Prakiraan Harga Emas Setelah Kemenangan Trump dan Pelemahan Dolar

    Prakiraan Harga Emas Setelah Kemenangan Trump dan Pelemahan Dolar

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas turun di bawah zona resistensi yang berubah menjadi zona support penting di US$ 2.700 pada Rabu (7/11/2024) menghapus keuntungan yang telah dibuat selama 3 minggu terakhir.

    Dilansir dari Invezz, Senin (11/11/2024), di tengah kepastian Donald Trump akan menjabat presiden AS, kekhawatiran utang dan kebijakan fiskal negara tersebut terus mendukung permintaan aset safe haven, seperti emas. Dalam pidatonya, Ketua Fed Jerome Powell mencatat defisit yang meningkat merupakan ancaman bagi perekonomian AS.

    Harga emas anjlok setelah Trump menang pemilu AS
    Harga emas telah naik lebih dari 30% sepanjang tahun ini, mencatat kenaikan bulanan dalam delapan kali dari 10 bulan terakhir. Kenaikan harga emas semakin tajam dalam beberapa bulan terakhir sehingga mencapai rekor tertinggi baru pada beberapa kesempatan.

    Pemicu kenaikan harga emas adalah konflik di Timur Tengah, ketidakpastian pemilihan presiden AS, dan utang negara AS. Namun, kepastian atas presiden ke-47 AS telah meredakan permintaan lindung nilai emas.

    Meskipun demikian, kekhawatiran keberlanjutan utang AS dan prospek ekonomi diperkirakan akan terus mendukung logam mulia tersebut. Di bawah pemerintahan Trump, investor memperkirakan pengeluaran pemerintah lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).  

    Selain itu, dalam kampanyenya, Trump mengancam akan menaikkan tarif perdagangan secara signifikan, menurunkan pajak, dan meningkatkan defisit fiskal. Usulan ini bertentangan dengan pendekatan The Fed untuk mempertahankan inflasi rata-rata pada 2% sehingga bisa mendongkrak harga emas. 

    Prakiraan harga emas
    Grafik harian menunjukkan harga emas melonjak ke level tertinggi US$ 2.790 awal bulan ini dan mengalami pembalikan tajam setelah Donald Trump memenangi Pilpres AS. Harga emas bergerak di bawah sisi bawah pola grafik rising wedge. Pada sebagian besar periode, ini adalah salah satu tanda pembalikan bearish paling populer di pasar.

    Harga emas bertahan di atas exponential moving average (EMA) 50 hari dan 100 hari. Relative strength index (RSI) dan MACD telah membentuk pola divergensi bearish. Oleh karena itu, harga emas kemungkinan akan terus turun, karena penjual menargetkan support utama di US$ 2.600.

    Pandangan ini akan menjadi tidak valid jika harga bergerak di atas level tertinggi tahun ini yaitu US$ 2.790. Pergerakan di atas level tersebut akan mengarah pada keuntungan lebih lanjut, dengan titik berikutnya yang perlu diperhatikan adalah US$ 3.000.

  • Trump Menang Saham Tesla Nanjak, Kekayaan Elon Musk Tembus Rp 4.915 Triliun

    Trump Menang Saham Tesla Nanjak, Kekayaan Elon Musk Tembus Rp 4.915 Triliun

    Jakarta

    Kekayaan bersih Elon Musk telah melonjak drastis. Kini angkanya mencapai USD 314 miliar atau sekitar Rp 4.915 triliun.

    Hal ini bisa terjadi karena saham perusahaan mobil listriknya, Tesla, mengalami lonjakan menyusul kemenangan pemilu Donald Trump. Tercatat kalau kekayaannya naik USD 50 miliar atau sekitar Rp 782,7 triliun sejak 5 November 2024.

    Dengan begitu, Musk menduduki posisi pertama dalam daftar orang terkaya di dunia. Dirinya melampaui kekayaan bersih Jeff Bezos di peringkat kedua, sebesar USD 230 miliar atau sekitar Rp 3.600 triliun.

    Jumlah tersebut juga mengalahkan Mark Zuckerberg yang ada di urutan ketiga, dengan kekayaan bersih USD 209 miliar atau sekitar Rp 3.271 triliun. Lalu unggul dari Bill Gates yang mengisi posisi keenam, senilai USD 162 miliar atau sekitar Rp 2.536 triliun.

    Melonjaknya kekayaan CEO Tesla tersebut hampir mencapai rekor sebelumnya, hingga USD 340 miliar atau sekitar Rp 5.322 triliun pada 2021. Itu terjadi setelah minggu yang luar biasa di pasar saham perusahaannya meningkat, sekitar 28% sejak penutupan hari Selasa.

    Seperti yang diketahui, Musk merupakan pendukung garis keras Trump selama kampanye kepresidenan Amerika Serikat ke-47. Diketahui kalau dirinya telah menyumbang lebih dari USD 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun, untuk mendukung Trump.

    Analis Wedbush, Dan Ives, menyatakan bahwa kemenangan Trump dapat menguntungkan Tesla secara signifikan. Sebab posisi perusahaan mobil listrik tersebut lebih baik daripada para pesaingnya, bila Trump menarik keringanan pajak, insentif, dan lain sebagainya yang bisa meningkat penjualan Tesla.

    “Tesla memiliki skala dan cakupan yang tak tertandingi dalam industri kendaraan listrik dan dinamika ini dapat memberi Musk dan Tesla keunggulan kompetitif yang jelas dalam lingkungan subsidi non-kendaraan listrik, ditambah dengan kemungkinan tarif Tiongkok yang lebih tinggi yang akan terus mendorong pemain kendaraan listrik Tiongkok yang lebih murah (BYD, Nio, dll.) agar tidak membanjiri pasar AS selama tahun-tahun mendatang,” katanya.

    (hps/asj)

  • Ukraina Luncurkan Serangan Terbesar ke Moskow, Bandara Rusia Lumpuh

    Ukraina Luncurkan Serangan Terbesar ke Moskow, Bandara Rusia Lumpuh

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ukraina melancarkan serangan ke Moskow menggunakan sedikitnya 34 pesawat nirawak atau drone pada Minggu, (10/11/2024) waktu setempat. Serangan ini menjadi serangan drone terbesar yang pernah dilakukan Ukraina terhadap ibu kota Rusia tersebut sejak perang meletus pada 2022 silam.

    Sementara itu, pertahanan udara Rusia dilaporkan berhasil menghancurkan 36 drone lain yang menargetkan sejumlah wilayah di bagian barat Rusia pada hari yang sama.

    “Serangan teroris dari Kyiv menggunakan drone ke wilayah Federasi Rusia berhasil digagalkan,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dikutip dari Reuters, Minggu, (10/11/2024).

    Otoritas penerbangan Rusia melaporkan serangan ini menyebabkan pemerintah mengalihkan 36 penerbangan dari tiga bandara yaitu Domodedovo, Sheremetyevo and Zhukovsky. Satu orang dilaporkan terluka di Moskow.

    Sebelumnya, Rusia juga memecahkan rekor dengan melakukan serangan 145 drone dalam satu malam ke wilayah Kyiv.

    Pemerintahan Ukraina mengeklaim berhasil menembak jatuh 62 drone di antaranya. Ukraina juga menyerang gudang senjata di wilayah Bryansk, Rusia dan mengklaim 14 pesawat drone berhasil mengenai sasaran.

    Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama 2,5 tahun disebut mulai memasuki babak terakhir menurut sejumlah pengamat. Prediksi ini muncul setelah pasukan Moskow berhasil memperoleh kemajuan paling pesat sejak awal perang dan Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke-47.

    Trump, yang akan menjabat pada bulan Januari, mengatakan selama kampanye bahwa ia dapat membawa perdamaian di Ukraina dalam waktu 24 jam. Namun, yang menjadi pertanyaan paling besar adalah bagaimana dia akan berusaha melakukan itu.

    Ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menelepon Trump untuk memberi selamat atas kemenangannya dalam pemilihan presiden, CEO Tesla dan pendukung Trump, Elon Musk disebut ikut serta dalam panggilan tersebut. Musk selaku pemilik SpaceX, menyediakan layanan komunikasi satelit Starlink yang sangat penting bagi upaya pertahanan Ukraina.

    (luc/luc)

  • Segini Modal Asing yang Keluar dari RI Setelah Trump Menang Pilpres AS

    Segini Modal Asing yang Keluar dari RI Setelah Trump Menang Pilpres AS

    Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang keluar dari Indonesia senilai Rp10,23 triliun pada pekan pertama November 2024 atau bersamaan dengan Pilpres AS 2024 yang menunjukkan kemenangan Donald Trump.

    Aliran modal keluar tersebut lebih deras dari pekan sebelumnya. Tercatat, modal para investor nonresiden alias asing keluar dari pasar keuangan Indonesia sebanyak Rp4,86 triliun pada pekan terakhir Oktober 2024. 

    Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso menyampaikan berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, berdasarkan data transaksi 4 November 2024 hingga 7 November 2024, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp10,23 triliun. 

    “Terdiri dari jual neto sebesar Rp2,29 triliun di pasar saham, Rp4,66 triliun di pasar SBN, dan Rp3,28 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia [SRBI],” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (10/11/2024). 

    Denny menyampaikan sepanjang 2024, investor asing tercatat beli neto sebesar Rp38,51 triliun di pasar saham, Rp38,86 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp192,99 triliun di SRBI.

    Sementara itu, sepanjang semester II/2024 atau sejak Juli, hingga pekan pertama November ini, investor asing tercatat beli neto sebesar Rp38,17 triliun di pasar saham, Rp72,82 triliun di pasar SBN dan Rp62,65 triliun di SRBI.

    Adapun premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 7 November 2024 sebesar 67,59 bps, turun dibanding dengan 1 November 2024 sebesar 71,58 bps.

    Denny menyatakan bahwa BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

    Sementara terkait perkembangan stabilitas nilai tukar rupiah selama pekan pertama ini, rupiah pada Jumat (8/11/2024) pagi dibuka menguat pada level (bid) Rp15.605 per dolar AS setelah sebelumnya Kamis (7/11/2024) sore ditutup pada level (bid) Rp15.730 per dolar AS.

    Meski demikian, tren keluarnya modal asing bukan pertama kali terjadi. Sepanjang bulan lalu, terpantau aliran modal asing ramai ramai keluar. Dari lima pekan, hanya satu pekan terjadi aliran modal masuk, yakni pada pekan pertama senilai Rp570 miliar. 

    Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, hasil Pilpres AS yang diselenggarakan pada 5 November 2024, Donald Trump berhasil mengamankan lebih dari 270 suara elektoral (electoral votes) dan resmi memenangkan persaingan menjadi presiden terpilih AS ke 47 untuk periode 2024-2028.

    Analis pasar saham yakni Maximilianus Nico Demus dari Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas melihat kemenangan Trump yang berasal dari Partai Republik tersebut akan menambah banyak modal asing yang keluar atau net sell dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

  • Bantahan Keras Iran Usai Dituduh Rencanakan Bunuh Trump

    Bantahan Keras Iran Usai Dituduh Rencanakan Bunuh Trump

    Washington DC

    Iran membantah dengan keras tudingan merencanakan pembunuhan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Iran menganggap tudingan yang beredar itu seperti komedi rendahan.

    Bantahan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dia berharap AS dan Iran mulai membangun rasa saling percaya.

    “Sekarang, skenario baru dibuat-buat, karena pembunuh tidak ada dalam kenyataan, penulis naskah didatangkan untuk membuat komedi kelas tiga,” kata Araghchi dalam sebuah posting di X seperti dilansir Reuters, Minggu (10/11/2024).

    Dia merujuk pada dugaan rencana yang menurut Washington diperintahkan oleh Garda Revolusi Iran untuk membunuh Trump. Araghchi menegaskan Iran menghormati pilihan rakyat AS.

    “Rakyat Amerika telah membuat keputusan mereka. Dan Iran menghormati hak mereka untuk memilih Presiden pilihan mereka. Jalan ke depan juga merupakan sebuah pilihan. Itu dimulai dengan rasa hormat,” kata Araghchi.

    Dia menegaskan Iran tak ingin memiliki senjata nuklir. Dia mengatakan kebijakan Iran selama ini didasarkan pada ajaran Islam dan perhitungan keamanan.

    “Iran TIDAK mengejar senjata nuklir, titik. Ini adalah kebijakan yang didasarkan pada ajaran Islam dan perhitungan keamanan kami. Membangun kepercayaan diperlukan dari kedua belah pihak. Ini bukan jalan satu arah,” ujarnya.

    “Iran akan bertindak berdasarkan kepentingannya sendiri. Ada kemungkinan pembicaraan rahasia antara Teheran dan Washington akan terjadi. Jika ancaman keamanan terhadap Republik Islam dihilangkan, apa pun mungkin terjadi,” kata analis yang berbasis di Teheran, Saeed Laylaz.

    Saat berhadapan dengan musuh bebuyutan Israel, para pemimpin ulama Iran juga khawatir tentang kemungkinan terjadinya perang habis-habisan di wilayah tersebut. Israel saat ini terlibat dalam konflik dengan sekutu Teheran di Gaza dan Lebanon.

    AS Dakwa Pria Iran Rencanakan Pembunuhan Trump

    Sebelumnya, Pemerintah AS telah mengajukan tuntutan terhadap seorang pria Iran terkait dugaan rencana pembunuhan Trump. Dilansir BBC, Sabtu (9/11), Departemen Kehakiman AS pada hari Jumat membuka dakwaan terhadap Farhad Shakeri (51) yang dituduh ditugaskan untuk ‘memberikan rencana’ membunuh Trump.

    Pemerintah AS mengatakan Shakeri belum ditangkap dan diyakini berada di Iran. Dalam pengaduan pidana yang diajukan di pengadilan Manhattan, jaksa menuduh bahwa seorang pejabat di Garda Revolusi Iran memerintahkan Shakeri pada bulan September menyusun rencana untuk mengawasi dan membunuh Trump.

    “Departemen Kehakiman telah mendakwa seorang aset rezim Iran yang ditugaskan oleh rezim tersebut untuk mengarahkan jaringan rekan kriminal untuk melanjutkan rencana pembunuhan Iran terhadap targetnya, termasuk Presiden terpilih Donald Trump,” kata Jaksa Agung AS Merrick Garland dalam sebuah pernyataan.

    Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.