Tag: Donald Trump

  • Ini Sosok Calon Dubes AS untuk Israel yang Baru di Era Trump

    Ini Sosok Calon Dubes AS untuk Israel yang Baru di Era Trump

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, mengumumkan calon duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel yang baru. Trump menjatuhkan pilihannya kepada Mike Huckabee.

    Mike merupakan mantan Gubernur negara bagian Arkansas. Trump yakin Mike Huckabee akan bekerja tanpa Lelah dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

    “Mike telah menjadi pegawai negeri, Gubernur, dan Pemimpin Iman yang hebat selama bertahun-tahun. Dia mencintai Israel, dan rakyat Israel, dan juga, rakyat Israel mencintainya,” kata Trump dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, Rabu (13/11/2024).

    Trump juga telah menunjuk Mike Waltz masuk dalam jajaran pemerintahannya. Mike Waltz akan didapuk sebagai penasihat keamanan nasional.

    Mike Waltz diketahui sebagai mantan perwira pasukan khusus Amerika Serikat. Dia juga terkenal sebagai salah satu tokoh kebijakan luar negeri AS.

    Trump menggambarkan anggota Kongres dari Partai Republik itu sebagai “pemimpin yang diakui secara nasional dalam bidang keamanan nasional dan ahli dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Tiongkok, Rusia, Iran, dan terorisme global.”

    Mantan anggota Baret Hijau ini akan menjadi salah satu penasihat terdekat Trump di pemerintahan AS mendatang. Waltz secara terbuka membingkai Tiongkok sebagai ancaman “eksistensial” terhadap Amerika Serikat.

    “Mengucurkan miliaran dolar lagi (ke Ukraina) sudah merupakan definisi kegilaan saat ini,” katanya.

    (ygs/ygs)

  • Data Inflasi AS Bikin Rupiah Terpental

    Data Inflasi AS Bikin Rupiah Terpental

    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Selasa merosot seiring pelaku pasar menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
     
    Pada akhir perdagangan Selasa, rupiah tergelincir 92 poin atau 0,59 persen menjadi Rp15.782 per USD dari sebelumnya sebesar Rp15.690 per USD.
     
    Sedangkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa turun ke level Rp15.771 per USD dari sebelumnya sebesar Rp15.677 per USD.
    “Fokus pekan ini adalah pada data inflasi indeks harga konsumen AS yang utama, yang diperkirakan akan menunjukkan inflasi tetap stabil pada Oktober. Pembacaan tersebut juga kemungkinan akan menjadi faktor ekspektasi terhadap suku bunga,” kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, dilansir Antara, Selasa, 12 November 2024.
     
    Pasar bertaruh kebijakan inflasi di bawah Presiden AS Donald Trump akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka panjang. Dolar melesat ke level tertinggi empat bulan pekan ini. Sementara imbal hasil Treasury juga bergerak naik. Sikap proteksionis Trump terhadap perdagangan dan imigrasi diperkirakan akan menjadi faktor inflasi yang lebih tinggi.
     

    Ilustrasi. Foto: dok MI/Atet
     
     

     

    Menanti pejabat The Fed berpidato

    Di luar pembacaan inflasi, sejumlah pejabat Federal Reserve juga akan berpidato pekan ini, memberikan lebih banyak isyarat tentang kebijakan setelah bank sentral memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pekan lalu.
     
    Para pedagang terlihat memperkirakan peluang 66,7 persen untuk pemangkasan 25 bps lagi pada Desember 2024, dan peluang 33,3 persen suku bunga akan tetap tidak berubah, CME Fedwatch menunjukkan.
     
    Selain itu, Kongres Rakyat Nasional Tiongkok menyetujui 10 triliun yuan dalam langkah-langkah utang baru untuk mendukung pemerintah daerah. Namun, para pedagang menolak karena kurangnya langkah-langkah yang ditargetkan untuk konsumsi pribadi dan pasar properti, terutama dalam menghadapi peningkatan tarif perdagangan di bawah kepresidenan Trump.
     
    Meski begitu, analis di JPMorgan mengatakan Tiongkok kemungkinan akan meluncurkan lebih banyak tindakan fiskal yang terarah dalam beberapa bulan mendatang, dan Beijing kemungkinan mencoba mengukur konsekuensi dari kepresidenan Trump.
     
    Sementara dari dalam negeri, kinerja penjualan eceran pada Oktober 2024 diperkirakan mengalami penurunan. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Oktober 2024 yang diprakirakan mencapai 209,5 atau tumbuh melambat sebesar satu persen year on year (yoy).
     
    Namun, jika dilihat secara bulanan, IPR Oktober mengalami kontraksi 0,5 persen month to month (mtm). Adapun, IPR Oktober 2024 ini lebih rendah dari IPR bulan September lalu yang mencapai 210,6.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (AHL)

  • Rupiah merosot seiring pasar tunggu rilis data inflasi AS

    Rupiah merosot seiring pasar tunggu rilis data inflasi AS

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Rupiah merosot seiring pasar tunggu rilis data inflasi AS
    Dalam Negeri   
    Sigit Kurniawan   
    Selasa, 12 November 2024 – 17:57 WIB

    Elshinta.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Selasa merosot seiring pelaku pasar menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

    Pada akhir perdagangan Selasa, rupiah tergelincir 92 poin atau 0,59 persen menjadi Rp15.782 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.690 per dolar AS.

    “Fokus pekan ini adalah pada data inflasi indeks harga konsumen AS yang utama, yang diperkirakan akan menunjukkan inflasi tetap stabil pada bulan Oktober. Pembacaan tersebut juga kemungkinan akan menjadi faktor ekspektasi terhadap suku bunga,” kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (12/11).

    Pasar bertaruh bahwa kebijakan inflasi di bawah Presiden AS Donald Trump akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka panjang. Dolar melesat ke level tertinggi empat bulan pekan ini, sementara imbal hasil Treasury juga bergerak naik. Sikap proteksionis Trump terhadap perdagangan dan imigrasi diperkirakan akan menjadi faktor inflasi yang lebih tinggi.

    Di luar pembacaan inflasi, sejumlah pejabat Federal Reserve juga akan berpidato pekan ini, memberikan lebih banyak isyarat tentang kebijakan setelah bank sentral memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pekan lalu.

    Para pedagang terlihat memperkirakan peluang 66,7 persen untuk pemangkasan 25 bps lagi pada Desember 2024, dan peluang 33,3 persen suku bunga akan tetap tidak berubah, CME Fedwatch menunjukkan.

    Selain itu, Kongres Rakyat Nasional China menyetujui 10 triliun yuan dalam langkah-langkah utang baru untuk mendukung pemerintah daerah. Namun, para pedagang menolak karena kurangnya langkah-langkah yang ditargetkan untuk konsumsi pribadi dan pasar properti, terutama dalam menghadapi peningkatan tarif perdagangan di bawah kepresidenan Trump.

    Meski begitu, analis di JPMorgan mengatakan Tiongkok kemungkinan akan meluncurkan lebih banyak tindakan fiskal yang terarah dalam beberapa bulan mendatang, dan bahwa Beijing kemungkinan mencoba mengukur konsekuensi dari kepresidenan Trump.

    Sementara dari dalam negeri, kinerja penjualan eceran pada Oktober 2024 diperkirakan mengalami penurunan. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Oktober 2024 yang diprakirakan mencapai 209,5 atau tumbuh melambat sebesar satu persen year on year (yoy).

    Namun, jika dilihat secara bulanan, IPR Oktober mengalami kontraksi 0,5 persen month to month (mtm). Adapun, IPR Oktober 2024 ini lebih rendah dari IPR bulan September lalu yang mencapai 210,6.

    Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa turun ke level Rp15.771 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.677 per dolar AS.

    Sumber : Antara

  • IHSG ditutup menguat di tengah melemah bursa kawasan Asia

    IHSG ditutup menguat di tengah melemah bursa kawasan Asia

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    IHSG ditutup menguat di tengah melemah bursa kawasan Asia
    Dalam Negeri   
    Sigit Kurniawan   
    Selasa, 12 November 2024 – 18:07 WIB

    Elshinta.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore, ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.

    IHSG ditutup menguat 55,53 poin atau 0,76 persen ke posisi 7.321,99. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,41 poin atau 0,62 persen ke posisi 884,52.

    “Bursa regional Asia cenderung bergerak melemah, dimana pasar tampaknya masih mempertimbangkan dampak agenda Donald Trump sebagai presiden terpilih Amerika Serikat (AS) terhadap ekonomi global,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

    Pelaku pasar juga mengevaluasi implikasi yang lebih luas pasca kemenangan Trump sebagai Presiden (AS) terhadap kebijakan fiskal.

    Untuk masa jabatan kedua Donald Trump dengan potensi kemenangan Partai Republik di Kongres, memicu optimisme untuk deregulasi dan pemotongan pajak, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi.

    Pada gilirannya dapat membatasi kebijakan The Fed untuk menurunkan suku bunga, dan janji Donald Trump untuk menaikkan tarif pada mitra dagang utama, terutama China dan Uni Eropa, serta rencananya untuk memperketat imigrasi, menambah kekhawatiran tentang tekanan inflasi.

    Sementara itu, China kembali memiliki rencana stimulus fiskal yang akan memangkas pajak pembelian rumah, sebagai upaya untuk membantu pasar perumahan yang sedang lesu.

    Dari dalam negeri, pemerintah kembali akan memberikan insentif perpajakan perumahan, dengan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi (Kemenko) memberikan sinyal insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DPTP) untuk perumahan, akan diperpanjang sampai dengan semester pertama tahun depan, tentunya ini akan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

    Di sisi lain meskipun tetap bertumbuh, namun demikian Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan September 2024 lebih rendah dari bulan sebelumnya. Bank Indonesia dalam surveinya IPR tercatat 210,6 atau tumbuh sebesar 4,8 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan Agustus 2024 yang tumbuh 5,8 persen (yoy).

    Selanjutnya, BI juga memprediksi bahwa kinerja penjualan eceran tetap tumbuh pada Oktober, berdasarkan IPR Oktober 2024 yang diprakirakan mencapai tumbuh sebesar 1,0 persen (yoy), apalagi momentum pilkada serentak tentunya ini akan penopang penjualan ritel.

    Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

    Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat, yaitu dipimpin sektor energi yang menguat 2,91 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor properti yang naik masing- masing sebesar 2,81 persen dan sebesar 1,83 persen.

    Sedangkan, dua sektor melemah yaitu dipimpin sektor barang konsumen nonprimer sebesar 0,92 persen, diikuti oleh sektor barang baku yang turun sebesar 0,92 persen.

    Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar, yaitu BOAT, MLPL, DEWA, BUMI dan MPPA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni NZIA, TOSK, BSML, HATM, dan FILM.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.400.425 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,86 miliar lembar saham senilai Rp12,80 triliun. Sebanyak 300 saham naik, 276 saham menurun, dan 215 tidak bergerak nilainya.

    Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei melemah 157,19 poin atau 0,40 persen ke posisi 39.376,10, indeks Hang Seng melemah 580,04 poin atau 2,84 persen ke 19.846,88, indeks Shanghai melemah 48,10 poin atau 1,39 persen ke 3.421,96, dan indeks Straits Times melemah 34,45 poin atau 0,92 persen ke 3.705,01.

    Sumber : Antara

  • Trump Menang, AS Tegaskan Penanganan Krisis Iklim Tetap Lanjut

    Trump Menang, AS Tegaskan Penanganan Krisis Iklim Tetap Lanjut

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perwakilan tertinggi Amerika Serikat dalam konferensi perubahan iklim COP29 mempertahankan kemajuan negaranya dalam mengurangi emisi karbon, meskipun presiden terpilih Donald Trump berencana untuk mundur dari komitmen AS terhadap isu pemanasan global.

    Selengkapnya dalam program Autibizz CNBC Indonesia, (Selasa, 12/11/2024).

  • Banyak Sentimen Positif, Saham-saham AS Raup Cuan Berlimpah

    Banyak Sentimen Positif, Saham-saham AS Raup Cuan Berlimpah

    New York: Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), karena S&P 500 ditutup di atas 6.000 untuk pertama kalinya dan bitcoin melonjak melewati USD88 ribu.
     
    Melansir Xinhua, Selasa, 12 November 2024, indeks Dow Jones Industrial Average naik 304,14 poin, atau 0,69 persen, menjadi 44.293,13. Indeks S&P 500 naik 5,81 poin, atau 0,10 persen, menjadi 6.001,35. Indeks Nasdaq Composite naik 11,99 poin, atau 0,06 persen, menjadi 19.298,76.
     
    Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor konsumen dan keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,75 persen dan 1,41 persen. Sementara itu, sektor teknologi dan real estat memimpin penguatan dengan penurunan masing-masing sebesar 0,89 persen dan 0,80 persen.
    Karena pasar obligasi ditutup untuk Hari Veteran, investor mengalihkan perhatian mereka ke rilis indeks harga konsumen (CPI) Oktober mendatang dari Biro Statistik Tenaga Kerja, yang dijadwalkan pada Rabu mendatang.
     
    Kalender pendapatan minggu ini disorot oleh Home Depot yang melaporkan sebelum pembukaan pada Selasa, Cisco Systems setelah penutupan Rabu, dan Walt Disney menjelang pembukaan pada Kamis.
     
    Dalam data ekonomi, Nowcast terbaru dari Federal Reserve Cleveland memperkirakan CPI tahunan AS sebesar 2,6 persen pada 8 November, naik dari 2,4 persen pada September.
     

     

    Sentimen kenaikan saham

    Adapun yang mendorong kenaikan Dow ditopang oleh saham Bank of America dan Citigroup yang masing-masing mengalami kenaikan sekitar 2,0 persen dan 1,7 persen pada Senin.
     
    Sektor perbankan telah meningkat tajam sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden minggu lalu, karena investor mengantisipasi kembalinya dia dapat menghasilkan peraturan yang lebih longgar untuk industri tersebut.
     
    Sementara itu, saham perusahaan farmasi Bristol Myers Squibb melonjak 10,49 persen pada Senin, kenaikan harian terbesar sejak Maret 2020.
     
    Kenaikan ini menyusul berita kandidat obat skizofrenia utama AbbVie gagal mencapai target utamanya dalam sebuah penelitian, sehingga meningkatkan optimisme seputar pengobatan Bristol sendiri untuk kondisi tersebut.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)

  • Gegara Ini Harga Minyak Dunia Tergelincir hingga 2%

    Gegara Ini Harga Minyak Dunia Tergelincir hingga 2%

    Houston: Harga minyak dunia turun lebih dari dua persen pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah rencana stimulus terbaru Tiongkok mengecewakan investor yang mencari pertumbuhan permintaan di konsumen minyak terbesar kedua di dunia, sementara pasokan tampaknya akan meningkat pada 2025.
     
    Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa, 12 November 2024, harga minyak mentah Brent ditutup pada USD71,83 per barel, turun USD2,04 atau 2,76 persen. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada USD68,04 per barel, turun USD2,34, atau 3,32 persen. Kedua acuan tersebut turun lebih dari dua persen pada perdagangan Jumat lalu.
     
    Kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS mungkin akan terus memengaruhi pasar, kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group. Menurut dia, Pemilu dengan janji Trump untuk ‘mengebor’, telah menghilangkan sebagian insentif untuk mengambil posisi beli.
    Indeks dolar AS, ukuran nilainya relatif terhadap keranjang mata uang asing, sedikit melampaui nilai tertinggi yang terlihat tepat setelah pemilihan presiden AS minggu lalu, dengan pasar masih menunggu kejelasan tentang kebijakan AS di masa mendatang.
     
    Dolar yang lebih kuat membuat komoditas dalam mata uang AS, seperti minyak, lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan cenderung membebani harga.
     

     

    Pasokan minyak mentah bakal tumbuh

    Bank of America Securities mengatakan dalam sebuah catatan, pasokan minyak mentah non-OPEC diperkirakan akan tumbuh sebesar 1,4 juta barel per hari (bph) pada 2025 dan 900 ribu bph pada 2026.
     
    Pertumbuhan non-OPEC yang signifikan tahun depan dan paket stimulus Tiongkok yang tidak meyakinkan kemungkinan berarti persediaan akan membengkak bahkan tanpa peningkatan OPEC+.
     
    Pada akhir September, OPEC+ mengatakan akan meningkatkan pasokan pada Desember sebesar 180 ribu barel per hari, tetapi awal bulan ini sebuah kesepakatan dicapai di antara negara anggota dan sekutu untuk menunda perluasan pasokan hingga Januari.
     
    Regulator produksi lepas pantai AS mengatakan 25,7 persen produksi minyak mentah dan 13 persen produksi gas alam masih ditutup karena Badai Rafael, yang pada Senin pecah dan hanya menjadi badai sisa di Teluk Meksiko bagian tengah.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)

  • Analis: Ekonomi RI tetap stabil di tengah sentimen kemenangan Trump

    Analis: Ekonomi RI tetap stabil di tengah sentimen kemenangan Trump

    Meski demikian, perekonomian Indonesia menunjukkan stabilitas dan ketahanan meskipun berada dalam rezim suku bunga yang tinggi

    Jakarta (ANTARA) – Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan mengatakan, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kestabilan di tengah sentimen kemenangan Donald Trump pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2024.

    Dalam media briefing di Jakarta, Selasa, Darma menjelaskan, kemenangan Donald Trump dalam Pemilu Presiden AS memicu terjadinya sentimen penghindaran risiko (risk-off) yang menyebabkan peningkatan fluktuasi di pasar keuangan.

    Hal itu akan memiliki dampak yang cukup besar terhadap penentuan arah kebijakan di Indonesia, baik kebijakan moneter, maupun kebijakan pemerintah yang meliputi kebijakan fiskal maupun kebijakan di bidang perdagangan internasional.

    “Meski demikian, perekonomian Indonesia menunjukkan stabilitas dan ketahanan meskipun berada dalam rezim suku bunga yang tinggi,” kata Darma.

    Dia menyebut daya beli masyarakat Indonesia yang masih tahan banting (resilient) menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, jika arus keluar dana asing (foreign outflow) mereda, maka pasar Indonesia akan diuntungkan.

    Dari sisi komoditas, Darma mengatakan, pasar komoditas di Indonesia menghadapi tantangan dan peluang yang bervariasi pada kuartal IV-2024. Dia memprediksi ke depannya harga komoditas akan lebih berfluktuasi dibandingkan dengan sebelumnya karena lebih tergantung dari sentimen global.

    Menurut dia, tingginya fluktuasi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk bertransaksi jangka pendek pada harga komoditas dan saham perusahaan yang bisnisnya terkait komoditas.

    Dia menilai penurunan harga komoditas global juga telah memberikan dampak langsung pada sektor energi dan logam dasar, terutama pada harga minyak mentah dan beberapa bahan kimia.

    “Sektor logam tertentu, seperti logam dasar yang digunakan dalam industri elektronik dan otomotif, tetap mengalami pertumbuhan yang stabil seiring dengan permintaan industri yang kuat,” jelas Darma.

    Secara khusus, harga minyak mentah mengalami fluktuasi akibat ketidakpastian pasar global dan kebijakan ekonomi AS yang diperkirakan akan berdampak pada pergerakan harga energi.

    Pewarta: Imamatul Silfia
    Editor: Ahmad Buchori
    Copyright © ANTARA 2024

  • Analis yakin emas bisa tumbuh 7 persen meski terimbas kemenangan Trump

    Analis yakin emas bisa tumbuh 7 persen meski terimbas kemenangan Trump

    Penurunan tersebut disebabkan kembalinya arus modal ke AS imbas sentimen pilpres.

    Jakarta (ANTARA) – Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan meyakini harga emas bisa tumbuh hingga 5-7 persen pada tahun depan, meski kini terdampak oleh kemenangan Donald Trump pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2024.

    Dalam media briefing, di Jakarta, Selasa, Rizkia menjelaskan harga emas kini turun ke level 2.600 dolar AS per troy ounce. Secara umum, penurunan tersebut disebabkan kembalinya arus modal ke AS imbas sentimen pilpres.

    Dengan terpilihnya Trump, pasar melihat adanya harapan perbaikan ekonomi domestik AS, sehingga banyak investor mulai mengurangi alokasi pada emas dan beralih ke pasar modal AS.

    Namun, dia menilai masih ada banyak ketidakpastian yang timbul dari kemenangan Trump. Salah satunya terkait rencana peningkatan pertumbuhan ekonomi domestik melalui kebijakan tarif yang lebih besar serta insentif pajak bagi perusahaan. Sementara ketergantungan AS terhadap impor, terutama dari China, masih cukup tinggi.

    “Kalau AS memproduksi barang, memutuskan semua impor, justru sebenarnya ada persepsi bahwa kecenderungannya inflasi akan terus tinggi,” ujar dia.

    Di sisi lain, harga emas secara historis menunjukkan pola yang cenderung stabil. Meski ada ketidakpastian global, baik dari sisi kemenangan Trump, tensi geopolitik, dan perlambatan ekonomi, emas masih akan menjadi pilihan untuk lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.

    “Meski pertumbuhannya tidak tinggi, tapi setidaknya pertumbuhan di atas 5-7 persen masih mungkin terjadi,” kata Rizkia.

    Dalam kesempatan terpisah, pengamat keuangan dan pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS berpotensi menurunkan harga emas.

    Pasalnya, menurut dia, Trump kemungkinan bisa menekan tensi geopolitik dan perang di beberapa kawasan, yang selama ini menjadi salah satu yang mendorong kenaikan harga emas secara signifikan.

    Budi juga menyoroti dampak perang dagang terhadap harga emas. Menurutnya, meskipun perang dagang dapat mendorong kenaikan harga emas dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang, eskalasi konflik dagang yang berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan harga emas.

    Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat yang ingin berinvestasi emas untuk bersabar dan menunggu momen yang tepat, karena emas diprediksi akan kembali mengalami penurunan cukup dalam.

    Sementara itu, harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa, mengalami penurunan drastis sebesar Rp35.000, sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1.482.000.

    Pewarta: Imamatul Silfia
    Editor: Budisantoso Budiman
    Copyright © ANTARA 2024

  • Produsen Tekstil Sebut China Lebih Minat Dagang daripada Relokasi Industri ke RI

    Produsen Tekstil Sebut China Lebih Minat Dagang daripada Relokasi Industri ke RI

    Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menyebut industri China hingga saat ini cenderung memilih untuk berdagang ketimbang relokasi industri ke Indonesia di tengah perang dagang Amerika Serikat dan China. 

    Ketua Umum APSyFI Redma G. Wirawasta mengatakan industri China memang disebut berencana untuk melakukan relokasi banyak industri seiring dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Kendati demikian, China tampak belum serius melihat Indonesia sebagai tujuan relokasi. 

    “Kami lebih melihat pengusaha Taiwan lebih serius, TTF (Taiwan Textile Federation) nya kan minggu lalu kesini. TTF ini sifatnya betulan industrialis,” kata Redma kepada Bisnis, Kamis (12/11/2024). 

    Kendati demikian, dia menilai Indonesia menjadi pilihan di Asia Tenggara selain Vietnam, Kamboja dan Laos. Namun, investor masih menimbang iklim investasi terbaik di negara-negara tersebut. 

    Untuk saat ini, hanya ada 1 perusahaan filamen asal China yang datang menemui pihaknya. Sementara itu, pengusaha Taiwan dinilai lebih serius melakukan relokasi dari China ke Indonesia. 

    “Jadi mereka akan bangun industri jangka panjang, maka iklim bisnis dan kepastian usaha jangka panjang menjadi perhitungan utama,” jelasnya. 

    Redma menyebut industri tersebut akan masuk ke produksi downstream dan midstream dengan memprioritaskan penggunaan bahan baku lokal. 

    Komitmen tersebut dinilai bagus untuk memperbaiki dan memperkuat struktur industri dan rantai nilai industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional sebagai bekal untuk bersaing di pasar global.

    “China ini yg datang sebagian besar masih cenderung ingin dagang, selama mereka bisa masukan barang kesini mereka tdk akan lakukan relokasi,” tuturnya. 

    Sebagaimana diketahui, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan ada rencana investor asal Taiwan yang bergerak di bidang tekstil untuk merelokasi pabriknya dari China ke Indonesia. 

    Airlangga menyampaikan hal tersebut usai menerima lawatan dari 15 investor asing yang tergabung dalam Taiwan Textile Federation dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (1/11/2024).  

    “Mereka menyatakan punya keinginan untuk investasi di Indonesia, karena beberapa dari mereka sudah investasi di Indonesia, di daerah Purwakarta,” jelasnya.